Anda di halaman 1dari 20

Nama : Ninda Puspita Dewi

NIM : 11000220410073
Kelas : A2
Mata Kuliah : Audit Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan
Dosen : Prof. Dr. Kholis Roisah, S.H., M.Hum

PT Phapros Pharmatical salah satu pabrik Farmasi besar Indonesia selama ini telah memproduksi
jenis obat formula sendiri maupun formula dari lisensi farmasi dari Pabrik Farmasi Luar Negeri,
yaitu Jansen Pharmatical dari Jerman untuk obat Phenomia dan Delta Pharmatical dari Selandia
Baru untuk jenis vaksin SARS. Baru ini Phapros meluncurkan 2 produk obat hasil riset dari
karyawan unit R & D yaitu produk obat anti radang (formula baru) dan Vitamin C (formula
baru). Beberapa karyawan di bagian pemasaran diperintahkan untuk:
(1) mendisain kemasan obat dan bungkus dengan disain masing2 produk yang menarik;
(2) menciptakan merek dagang dan gambar/logo;
(3) memesankan lagu untuk iklan produk obat ke pencipta lagu Beby Romeo.

Pertanyaan :

1. Kalau anda seorang auditor dan konsultan HKI perusahaan berapa hak kekayaan
intelektual yang bisa dijadikan hak ekslusif PT Pharos Parmatical dari narasi diatas?
Jawab :
Yang bisa dijadikan hak ekslusif PT Pharos Parmatical adalah :
a. Hak Cipta
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta yaitu Hak
Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip
deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi
pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Terkait kasus yang ada diatas Hak Cipta timbul dari obat yang diproduksi dengan
formula baru serta lagu yang dibuat untuk iklan 2 produk obat baru.
b. Paten
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No.13 tahun 2016 tentang Paten yaitu Paten adalah
hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di
bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut
atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
Terkait dengan kasus diatas paten yang timbul atas invensi penemuan formula baru
atas 2 produk obat yang telah ditemukan.
c. Merek Dagang
Berdasarkan Pasal 1 angka 2 UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek yaitu Merek
dagang adalah merek dagang yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh
seorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
Terkait dengan kasus yang ada diatas Merek dagang dan gambar/ logo yang timbul
atas 2 produk obat yang dihasilkan untuk merek dagang yang akan diperjual belikan.
d. Desain Industri
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No 31 tahun 2000 tentang Desain Industri yaitu
Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis
atau warna , atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga
dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan
dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan
suatu produk, barang, komoditas, industri atau kerajinan tangan.
Terkait kasus yang ada diatas desain industri yang muncul dari kemasan produk obat
yang di desain dengan menarik.
e. Rahasia Dagang
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No 30 tahun 2000 Rahasia Dagang adalah informasi
yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai
ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh
pemilik rahasia dagang.
Terkait kasus yang ada diatas rahasia dagang yang muncul dari rahasia informasi
formulasi mengenai metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan serta
informasi lain dibidang teknologi yang memiliki nilai ekonomi dari obat yang hanya
orang-orang tertentu yang mengetahuinya.

2. Bagaimana mekanisme agar perusahaan mendapatkan hak ekslusifnya ?


Jawab :
Mekanisme untuk mendapatkan hak eksklusifnya sebagai berikut :
a. Hak Cipta
Untuk mendapatkan hak eksklusifnya setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk
nyata tanpa mengurangi pembatasan dalam kasus ini adalah obat maka dapat
dicatatkan secara online di website DIRJEN HAKI.
Kemudian, untuk mendapat hak eksklusifnya setelah dibuat perjanjian peralihan hak
cipta atas lagu yang dibuat untuk iklan produk dari Bebi Romeo maka, kemudian
pendaftaran hak cipta jatuh ke badan atau PT. Phapros Pharmatical. Pendaftaran hak
cipta yang kini telah diubah menjadi pencatatan, untuk saat ini hanya dapat dilakukan
secara elektronik (online) di Website DIRJEN HAKI karena adanya pengalihan hak
cipta maka harus dialihkan pencatatannya yaitu pengalihan hak atas pencatatan
ciptaan lagu terkait sesuai dengan pasal 76 UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.
b. Paten
Untuk mendapatkan hak ekslusifnya Paten didaftarkan berdasarkan UU No.13 tahun
2016 tentang Paten :
1. Mengisi Formulir dengan Format yang sudah ditetapkan oleh DIRJEN HKI.
2. Mengajukan Permohonan Melalui Formulir tersebu ke kantor DIRJEN HKI.
3. Pengecekan Formalitas oleh DIRJEN HKI.
4. Pemuplikasian Hak Paten.
5. Pemeriksaan Secara Substantif.
6. Telah Terdaftarkan.
c. Merek Dagang
Untuk mendapatkan hak eksklusifnya menurut UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek,
merek dapat didapatkan dengan cara :
1. Mengajukan permohonan kepada Ditjen KI dengan melengkapi persyaratan
yang diminta.
2. Dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal penerimaan
kelengkapan persyaratan dilakukan pemeriksaan substantif dalam waktu
paling lama sembilan bulan Pengecekan Formalitas oleh DIRJEN HKI.
3. Dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal penerimaan Surat
pemberitahuan pemeriksaan substantif, pemohon/kuasanya dapat
menyampaikan tanggapannya dengan menyebutkan alasan. Jika
Pemohon/kuasanya tidak menyampaikan keberatan/tanggapan Ditjen HAKI
menetapkan keputusan tentang penolakan permohonan tersebut.
4. Terhadap permohonan yang diterima, Ditjen KI menerbitkan Sertifikat Merek
kepada pemohon/kuasanya dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak
tanggal berakhirnya jangka waktu pengumuman.
5. Dapat diajukan pemohonan banding kepada Komisi Banding apabila
permintaan pendaftaran merek ditolak oleh Ditjen KI berdasarkan alasan yang
bersifat substantif.
d. Desain Industri
Untuk mendapatkan hak eksklusifnya berdasarkan Undang-Undang No 31 tahun
2000 tentang Desain Industri kemudian permohonan dapat diajukan dengan cara :
1. Pemohon wajib melampirkan :
a. tanggal, bulan, dan tahun surat permohonan;
b. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pendesain;
c. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pemohon;
d. nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan diajukan
melalui kuasa; dan
e. nama negara dan tanggal penerimaan permohonan yang pertama kali,
dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas.
2. Permohonan pendaftaran desain industri diajukan dengan cara mengisi
Permohonan formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan
diketik rangkap 3 (tiga).
3. Permohonan ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya serta dilampiri dengan :
a. Contoh fisik atau gambar atau foto dan uraian dari desain industri
yang dimohonkan pendaftarannya (untuk mempermudah proses
pengumuman permohonan, sebaiknya bentuk gambar atau foto
tersebut dapat di-scan, atau dalam bentuk disket atau floppy disk
dengan program sesuai).
b. Surat kuasa khusus, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa;
surat pernyataan bahwa desain industri yang dimohonkan
pendaftarannya adalah milik pemohon atau milik pendesain
4. Dalam hal permohonan diajukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu
pemohon, permohonan tersebut ditandatangani oleh salah satu pemohon
dengan melampirkan persetujuan tertulis dari para pemohon lain
5. Dalam hal permohonan diajukan oleh bukan pendesain, permohonan harus
disertai pernyataan yang dilengkapi dengan bukti yang cukup bahwa
pemohon berhak atas desain industri yang bersangkutan.
6. Membayar biaya permohonan sebesar Rp 300.000,00 untuk usaha kecil dan
menengah (UKM) serta Rp 600.000,00 untuk non-UKM untuk setiap
permohonan
e. Rahasia Dagang
Untuk mendapatkan hak eksklusifnya berdasarkan Undang-Undang No. 30 tahun
2000 tentang Rahasia Dagang yaitu dengan mengajukan permohonan Lisensi rahasia
Dagang ke Dirjen HKI. Selain itu terkait dengan prosedur perlindungan dan lama
perlindungan rahasia dagang tidak perlu mengajukan pendaftaran karena secara
otomatis menurut Undang-Undang langsung melindungi rahasia dagang tersebut
karena informasi racikan obat Phapros bersifat rahasia, bernilai ekonomis dan dijaga
kerahasiaannya kecuali lisensi rahasia dagang, maka dari itu Phapros perlu
mengajukan Lisensi Rahasia Dagang.

3. Dokumen apa saja yang perlu dibuat?


Jawab :
Dokumen-dokumen yang dibuat adalah :
1. Perjanjian Lisensi Merek antara PT. Phapros Pharmatical dengan Jansen Pharmatical
2. Perjanjian Invensi Karyawan Unit R&D
3. Perjanjian Pengalihan Hak Cipta lagu dari pencipta yaitu Beby Romeo keapa PT.
Pharos Pharmatical.

4. Buatlah minimal 3 dokumen dari beberapa dokumen yang seharusnya dibuat oleh
perusahaaan?
Jawab :
PERJANJIAN LISENSI

Pada hari ini, Selasa Tanggal 17 Oktober 2020 bertempat di Menara Rajawali, Jl. DR. Ide Anak
Agung Gde Agung No.5, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah diadakan perjanjian Lisensi untuk
pemakaian merek yang dimulai dengan ditandatanganinya surat perjanjian antara :

Nama : Ansel Badric Adlar


Umur               : 37 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
No KTP           : 11755609088930271
Alamat             : Jln. Merdeka Selatan Blok J1 No. 9 Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Dalam hal ini bertindak atas nama Manajer Jansen Pharmatical dari Jerman, dan berkedudukan
sebagai Pemberi Lisensi selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama : Ibrahim Wishaka Kavin


Umur               : 45 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
No KTP           : 11755609088930271
Alamat             : Jln. Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.5, RT.5/RW.2, Kuningan,
Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam hal ini bertindak atas nama Direksi PT Phapros Pharmatical (Akta Notaris AHU-
131.AH.08,03 Tahun 2001 Tanggal 09 Mei 2001), dan berkedudukan sebagai Penerima Lisensi
yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Berikut ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan menjelaskan dan menguraikan hal-hal


sebagian berikut :

Bahwa Pihak Pertama selaku pihak pemilik Obat Jansen Pharmatical, yang bergerak dibidang
Farmasi yang kini telah berhasil memproduksi obat Phenomia yang bermerek Jansen dan telah
dipasarkan di seluruh Indonesia. Sehingga telah membantu meningkatkan prekonomian
masyarakat dan peredaran uang diseluruh Indonesia.

DAN

Pihak Kedua merupakan pihak yang mempunyai Pabrik dan keahlian dibidang farmasi dan telah
berpengalaman dalam hal memperoduksi dan pemasaran obat baik di seluruh Indonesia, yang
dalam hal perjanjian ijin lisensi merek ini Pihak Kedua bermaksud untuk menggunakan formula
Phenomia yang dimiliki oleh pihak pertama, memproduksi dan memasarkanya.
Selanjutnya Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat bahwa syarat-syarat serta ketentuan-
ketentuan dalam surat perjanjian ini diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1

POKOK PERJANJIAN

(1) Pihak Pertama sepakat memberikan ijin Lisensi pemakaian formula Phenomia


kepada Pihak Kedua
(2) Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam perjanjian Lisensi ini bersepakat bahwa
pemegang hak penuh terhadap obat yang bermerek Jansen Pharmatical adalah Pihak
Pertama
(3) Pihak Pertama tetap berhak menggunakan sendiri mereknya yang telah di Lisensikan
kepada Pihak Kedua
(4) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama  Berhak untuk
melakukan pengawasan, menerima laporan secara berkala dari Pihak Kedua (licensee)

Pasal 2

JANGKA WAKTU

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa perjanjian Lisensi ini berlaku sampai
sepuluh (10) Tahun kedepan sejak tanggal perjanjian, yaitu dari Tangggal 20 April 2020
s/d 20 April 2030
(2) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat apabila jangka waktu yang telah disepakati
diperjanjian ini telah habis, Pihak Pertama bersedia akan memberikan lagi perpanjangan
Lisensi kepada Pihak Kedua dengan jangka waktu Lima (5) tahun kedepan.

Pasal 3

BIAYA LISENSI

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama menerima


pembayaran Biaya Lisensi dari Pihak Kedua sebesar Rp 500.000.000,00- (Limaratus
Juta Rupiah)
(2) Pembayaran dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama paling lambat 2 x 24
Jam (Dua Kali Dua Puluh Empat Jam)
(3) Jika ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 2 diatas dilampaui, maka
pembayaranya akan menjadi dua kali lipat.
Pasal 4

BIAYA ROYALTY

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama menerima


pembayaran Rp 90.000.000,00- (Sembilanpuluh Juta Rupiah) Setiap tahunnya,
pembayaran dimulai sejak Tanggal 1 Januari dan paling lambat Tanggal 5 Januari setiap
tahunnya.
(2) Jika pembayaran yang menjadi kewajiban Pihak Kedua sebagaimana dimaksud pada
Pasal 4 ayat 1 terlampaui, maka akan dikenakan kelipatan yaitu menjadi Rp
40.000.000,00- (Empatpuluh Juta Rupiah)
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Kedua Berhak menuntut
pembayaran kembali bagian royalty yang telah dibayarkan olehnya kepada Pihak
Pertama yang mereknya kemudian dibatalkan

Pasal 5

CARA PEMBAYARAN

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa pembayaran akan dilakukan


oleh Pihak Kedua dengan mata uang Euro (Mata Uang Jerman), yang bisa ditransfer
melaui bank
(2) Bukti pembayaran/rekening transfer akan diserahkan oleh Pihak Kedua sebagai bukti
pembayaran kepada Pihak Pertama
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Bank yang digunakan dalam
bertransaksi adalah Bank Central Asia

Pasal 6

PAJAK DAN BEA

Seluruh pajak dan bea yang mungkin timbul sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini
menjadi tanggungjawab dan merupakan beban masing-masing pihak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 7

PENGAWASAN KUALITAS PRODUK

Seluruh standar produk, bentuk produk, desain produk, keamanan produk, sertifikasi produk,
kemasan produk, distribusi produk dan tata kelola produk tetap dalam pengawasan Pihak
Pertama
Pasal 8

INFORMASI RAHASIA

(1) PARA PIHAK dalam perjanjian ini dilarang untuk mengungkapkan kepada pihak ketiga
semua atau sebagian sebagian informasi rahasia, termasuk informasi rahasia yang
mungkin ada berkenaan dengan diadakan dan ditandatanganinya perjanjian ini;
(2) PARA PIHAK akan mengambil semua langkah yang wajar untuk menjaga keraharasiaan
informasi tersebut oleh tenaga kerjanya dan oleh setiap pihak ketiga yang ikut
menjalankan kewajiban masing-masing pihak sesuai perjanjian ini, dan berjanji untuk
memerintahkan tenaga kerjanya dan setiap pihak ketiga agar menjaga informasi rahasia
ini;
(3) PARA PIHAK akan terus menjaga informasi rahasia yang diberikan sehubungan dengan
diadakannya perjanjian sampai dengan berakhirnya perjanjian ini.

Pasal 9

BERAKHIRNYA LISENSI

(1) Lisensi yang diberikan kepada Penerima Lisensi sehubungan dengan Pasal 2 ayat (1)
wajib dilaksanakan pada tanggal Perjanjian ini dan akan berlanjut sampai dengan diakhiri
oleh kesepakatan Para Pihak atau sehubungan dengan Perjanjian ini.
(2) Salah satu Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan memberikan pemberitahuan
tertulis [6] bulan sebelumnya kepada Pihak lain.
(3) Terhadap pengakhiran Perjanjian ini untuk segala alasan, Penerima Lisensi tidak akan
menggugat Pemberi Lisensi dengan alasan pengakhiran Perjanjian ini atau hak apapun
berdasarkan Perjanjian ini. Penerima Lisensi dengan ini secara tegas dan tidak dapat
ditarik kembali melepaskan seluruh kompensasi, klaim kerusakan, pembayaran itikad
baik, pembarayan pesangon, ganti rugi, atau jumlah berapapun untuk alasan lainnya
karena adanya pengakhiran tersebut.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa semua perselisihan yang timbul


antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua mengenai perjanjian lisensi ini akan
diselesaikan secara musyawarah antara kedua belah pihak.
(2) Jika musyawarah sebagaimana di maksud dalam Pasal 6 ayat 1 tidak tercapai,
maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat penyelesian perselisihan akan
diselesaikan melalui jalur Pengadilan
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pengadilan yang dipilih dalam
penyelesaian perselisihan adalah Badan Arbitrase Singapura atau Singapore
International Arbitration Center (SIAC).

Pasal 11

SANKSI

(1) Keterlambatan pembayaran sebagai realisasi pasal 3 ayat 2 oleh Pihak Kedua, maka
Pihak Kedua dikenakan sanksi denda berupa bunga sebesar 4 % (lima persen), dari
jumlah pembayaran yang seharusnya diterima oleh Pihak Pertama
(2) Jika kondisi butir satu berlanjut, atau terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Pihak
Kedua, maka Pihak Pertama dapat melakukan pembatalan Perjanjian atau setidak-
tidaknya melakukan peninjauan kembali perjanjian ini.

Demikianlah Perjanjian Lisensi ini dibuat atas kesadaran, kesepakatan dan persetujuan bersama
antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua tanpa ada unsur paksaan dan tekanan dari pihak
manapun. Jika butir-butir ketentuan yang telah disepakati oleh Pihak Pertama  dan Pihak
Kedua ini terdapat kesalahan dan kekeliruan, maka sesegera mungkin akan dilakukan perbaikan
dan perubahan untuk penyempurnaan perjanjian ini.

Jakarta, 19 April 2020

Para Pihak

Pihak Pertama                                                                             Pihak Kedua

IBRAHIM WISHAKA KAVIN ANSEL BADRIC ADLAR

Saksi

Pihak pertama

Vito Suryana, S.H.

Vita Ulwah, S.E.


Pihak Kedua

Rizky Griga Haryo, S.H.

Jyslyn Dirna Lesti, S.M

PERJANJIAN LISENSI

Pada hari ini, Selasa Tanggal 17 Oktober 2020 bertempat di Menara Rajawali, Jl. DR. Ide Anak
Agung Gde Agung No.5, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah diadakan perjanjian Lisensi untuk
pemakaian merek yang dimulai dengan ditandatanganinya surat perjanjian antara :

Nama : Alberto Kauri


Umur               : 48 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
No KTP           : 1175560908893990
Alamat             : Jln. Kampong Melayu Blok A1 No. 9 Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Dalam hal ini bertindak atas nama Manajer Delta Pharmatical dari Selandia Baru, dan
berkedudukan sebagai Pemberi Lisensi selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama : Ibrahim Wishaka Kavin


Umur               : 45 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
No KTP           : 11755609088930271
Alamat             : Jln. Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.5, RT.5/RW.2, Kuningan,
Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam hal ini bertindak atas nama Direksi PT Phapros Pharmatical (Akta Notaris AHU-
131.AH.08,03 Tahun 2001 Tanggal 09 Mei 2001), dan berkedudukan sebagai Penerima Lisensi
yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Berikut ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan menjelaskan dan menguraikan hal-hal


sebagian berikut :

Bahwa Pihak Pertama selaku pihak pemilik Obat Delta Pharmatical, yang bergerak dibidang
Farmasi yang kini telah berhasil memproduksi obat Vaksin SARS yang bermerek SINOPY dan
telah dipasarkan di seluruh Indonesia. Sehingga telah membantu meningkatkan prekonomian
masyarakat dan peredaran uang diseluruh Indonesia.

DAN
Pihak Kedua merupakan pihak yang mempunyai Pabrik dan keahlian dibidang farmasi dan telah
berpengalaman dalam hal memproduksi dan pemasaran obat baik di seluruh Indonesia, yang
dalam hal perjanjian ijin lisensi merek ini Pihak Kedua bermaksud untuk menggunakan formula
Phenomia yang dimiliki oleh pihak pertama, memproduksi dan memasarkanya.

Selanjutnya Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat bahwa syarat-syarat serta ketentuan-


ketentuan dalam surat perjanjian ini diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1

POKOK PERJANJIAN

(1) Pihak Pertama sepakat memberikan ijin Lisensi pemakaian formula Vaksin SARS
kepada Pihak Kedua
(2) Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam perjanjian Lisensi ini bersepakat bahwa
pemegang hak penuh terhadap obat yang bermerek Delta Pharmatical adalah Pihak
Pertama
(3) Pihak Pertama tetap berhak menggunakan sendiri mereknya yang telah di Lisensikan
kepada Pihak Kedua
(4) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama  Berhak untuk
melakukan pengawasan, menerima laporan secara berkala dari Pihak Kedua (licensee)

Pasal 2

JANGKA WAKTU

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa perjanjian Lisensi ini berlaku sampai
sepuluh (10) Tahun kedepan sejak tanggal perjanjian, yaitu dari Tangggal 20 Mei 2020
s/d 20 Mei 2030
(2) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat apabila jangka waktu yang telah disepakati
diperjanjian ini telah habis, Pihak Pertama bersedia akan memberikan lagi perpanjangan
Lisensi kepada Pihak Kedua dengan jangka waktu Lima (5) tahun kedepan.

Pasal 3

BIAYA LISENSI

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama menerima


pembayaran Biaya Lisensi dari Pihak Kedua sebesar Rp 500.000.000,00- (Limaratus
Juta Rupiah)
(2) Pembayaran dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama paling lambat 2 x 24
Jam (Dua Kali Dua Puluh Empat Jam)
(3) Jika ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 2 diatas dilampaui, maka
pembayaranya akan menjadi dua kali lipat.

Pasal 4

BIAYA ROYALTY

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Pertama menerima


pembayaran Rp 90.000.000,00- (Sembilanpuluh Juta Rupiah) Setiap tahunnya,
pembayaran dimulai sejak Tanggal 1 Januari dan paling lambat Tanggal 5 Januari setiap
tahunnya.
(2) Jika pembayaran yang menjadi kewajiban Pihak Kedua sebagaimana dimaksud pada
Pasal 4 ayat 1 terlampaui, maka akan dikenakan kelipatan yaitu menjadi Rp
40.000.000,00- (Empatpuluh Juta Rupiah)
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pihak Kedua Berhak menuntut
pembayaran kembali bagian royalty yang telah dibayarkan olehnya kepada Pihak
Pertama yang mereknya kemudian dibatalkan

Pasal 5

CARA PEMBAYARAN

(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa pembayaran akan dilakukan


oleh Pihak Kedua dengan mata uang Dollar New Zealand (Mata Uang Selandia Baru),
yang bisa ditransfer melaui bank
(2) Bukti pembayaran/rekening transfer akan diserahkan oleh Pihak Kedua sebagai bukti
pembayaran kepada Pihak Pertama
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Bank yang digunakan dalam
bertransaksi adalah Bank Central Asia

Pasal 6

PAJAK DAN BEA

Seluruh pajak dan bea yang mungkin timbul sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini
menjadi tanggungjawab dan merupakan beban masing-masing pihak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 7
PENGAWASAN KUALITAS PRODUK

Seluruh standar produk, bentuk produk, desain produk, keamanan produk, sertifikasi produk,
kemasan produk, distribusi produk dan tata kelola produk tetap dalam pengawasan Pihak
Pertama

Pasal 8

INFORMASI RAHASIA

(1) PARA PIHAK dalam perjanjian ini dilarang untuk mengungkapkan kepada pihak ketiga
semua atau sebagian sebagian informasi rahasia, termasuk informasi rahasia yang
mungkin ada berkenaan dengan diadakan dan ditandatanganinya perjanjian ini;
(2) PARA PIHAK akan mengambil semua langkah yang wajar untuk menjaga keraharasiaan
informasi tersebut oleh tenaga kerjanya dan oleh setiap pihak ketiga yang ikut
menjalankan kewajiban masing-masing pihak sesuai perjanjian ini, dan berjanji untuk
memerintahkan tenaga kerjanya dan setiap pihak ketiga agar menjaga informasi rahasia
ini;
(3) PARA PIHAK akan terus menjaga informasi rahasia yang diberikan sehubungan dengan
diadakannya perjanjian sampai dengan berakhirnya perjanjian ini.

Pasal 9

BERAKHIRNYA LISENSI

(1) Lisensi yang diberikan kepada Penerima Lisensi sehubungan dengan Pasal 2 ayat (1)
wajib dilaksanakan pada tanggal Perjanjian ini dan akan berlanjut sampai dengan diakhiri
oleh kesepakatan Para Pihak atau sehubungan dengan Perjanjian ini.
(2) Salah satu Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan memberikan pemberitahuan
tertulis [6] bulan sebelumnya kepada Pihak lain.
(3) Terhadap pengakhiran Perjanjian ini untuk segala alasan, Penerima Lisensi tidak akan
menggugat Pemberi Lisensi dengan alasan pengakhiran Perjanjian ini atau hak apapun
berdasarkan Perjanjian ini. Penerima Lisensi dengan ini secara tegas dan tidak dapat
ditarik kembali melepaskan seluruh kompensasi, klaim kerusakan, pembayaran itikad
baik, pembarayan pesangon, ganti rugi, atau jumlah berapapun untuk alasan lainnya
karena adanya pengakhiran tersebut.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN
(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa semua perselisihan yang timbul
antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua mengenai perjanjian lisensi ini akan
diselesaikan secara musyawarah antara kedua belah pihak.
(2) Jika musyawarah sebagaimana di maksud dalam Pasal 6 ayat 1 tidak tercapai,
maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat penyelesian perselisihan akan
diselesaikan melalui jalur Pengadilan
(3) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa Pengadilan yang dipilih dalam
penyelesaian perselisihan adalah Badan Arbitrase Singapura atau Singapore
International Arbitration Center (SIAC).

Pasal 11

SANKSI

(1) Keterlambatan pembayaran sebagai realisasi pasal 3 ayat 2 oleh Pihak Kedua, maka
Pihak Kedua dikenakan sanksi denda berupa bunga sebesar 4 % (lima persen), dari
jumlah pembayaran yang seharusnya diterima oleh Pihak Pertama
(2) Jika kondisi butir satu berlanjut, atau terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Pihak
Kedua, maka Pihak Pertama dapat melakukan pembatalan Perjanjian atau setidak-
tidaknya melakukan peninjauan kembali perjanjian ini.

Demikianlah Perjanjian Lisensi ini dibuat atas kesadaran, kesepakatan dan persetujuan bersama
antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua tanpa ada unsur paksaan dan tekanan dari pihak
manapun. Jika butir-butir ketentuan yang telah disepakati oleh Pihak Pertama  dan Pihak
Kedua ini terdapat kesalahan dan kekeliruan, maka sesegera mungkin akan dilakukan perbaikan
dan perubahan untuk penyempurnaan perjanjian ini.

Jakarta, 19 Mei 2020

Para Pihak

Pihak Pertama                                                                             Pihak Kedua

IBRAHIM WISHAKA KAVIN ALBERTO KAURI

Saksi

Pihak pertama
Vito Suryana, S.H.

Vita Ulwah, S.E.

Pihak Kedua

Fernando Berrnandez, S.H.

Jenifer lyn, S.M


EMPLOYEE INVENTION AGREEMENT

PERJANJIAN INVENSI KARYAWAN

Perusahaan : Ibrahim Wishaka Kavin Selaku Ketua Direksi perwakilan dari PT. Phapros
Pharmatical, yang beralamat di Menara Rajawali, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.5,
RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta.

Karyawan : Arjuna Widodo selaku Kepala dari Unit R , yang berkedudukan di jalan
Menteng Dalam IV Blok H7 No. 8 Menteng Utara, Kecamatan Menteng, Jakarta pusat, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta dan Widuri Yunita selaku Kepala dari Unit D, yang berkedudukan di Jl.
Tebet Utara Dalam No.4, RT.10/RW.2, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta.

1. Istilah-istilah dengan huruf capital yang digunakan dalam Perjanjian ini, mempunyai arti
sebagai berikut:

"Invensi" mengacu pada ide Karyawan yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan
pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi apapun, baik dalam bentuk produk
atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

"Ciptaan" mengacu pada setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan
sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan,
keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.

"Desain" mengacu pada suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis
dan warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi
atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga
dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang,
komoditas industry, atau kerajinan tangan.
2. Semua invensi yang diciptakan atau dibuat oleh Karyawan dalam situasi-situasi berikut
ini akan dimiliki oleh Perusahaan:

a. invensi-invensi yang diciptakan atau yang dibuat selama masa pekerjaannya dengan
Perusahaan; dan
b. Invensi-invensi yang diciptakan atau yang dibuat menggunakan data atau fasilitas
yang tersedia di, melalui atau sehubungan dengan pekerjaannya, meskipun Perusahaan
atau Perjanjian ini tidak mengharuskan dia untuk membuat Invensi tersebut.
3. Setiap imbalan yang Karyawan berhak dapatkan sehubungan dengan Invensi apapun akan
ditentukan dengan lampiran (dihilangkan). Para pihak dengan ini mengetahui bahwa
imbalan tersebut merupakan suatu "imbalan yang pantas" sebagaimana ditentukan dalam
Pasal 12 ayat 3 dari Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
4. Karyawan wajib menandatangani semua dokumen yang dibutuhkan untuk pengalihan
invensi.
5. Perjanjian ini mulai berlaku segera setelah pelaksanaannya oleh Para Pihak dan wajib
berlaku untuk waktu yang tidak terbatas. Kewajiban kerahasiaan yang diatur dalam
Perjanjian ini akan tetap berlaku setelah, dan wajib bertahan dari pengakhiran Perjanjian
ini.
6. Karyawan setuju bahwa Ciptaan atau Desain apapun yang diciptakan oleh Karyawan
dalam hubungan pekerjaan akan dimiliki oleh Perusahaan; dan Karyawan wajib
menandatangani atau melaksanakan dokumen apapun yang Perusahaan dapat wajibkan
untuk memberikan efek bagi klausa ini.
7. Setiap imbalan yang Karyawan berhak dapatkan sehubungan dengan desain yang
dihasilkan pendesain akan ditentukan dengan lampiran (dihilangkan). Para pihak dengan
ini mengetahui bahwa imbalan tersebut merupakan suatu "imbalan yang pantas"
sebagaimana ditentukan dalam Pasal 6 ayat 2 dari Undang-Undang No. 31 Tahun 2000
tentang Desain Industri.
8. Para pihak dalam perjanjian ini dilarang untuk mengungkapkan kepada pihak ketiga
semua atau sebagian sebagian informasi rahasia, termasuk informasi rahasia yang
mungkin ada berkenaan dengan diadakan dan ditandatanganinya perjanjian ini.
9. Perjanjian ini dibuat dalam 3 (tiga) Bahasa yaitu bahasa Jerman, Selandia Baru dan
bahasa Indonesia. Dalam hal terdapat ketidaksesuaian antara kedua bahasa, maka versi
bahasa Jerman yang akan berlaku.
10. Perjanjian ini mengikat dan diberlakukan untuk kepentingan para pihak beserta penerus-
penerus dan wakil-wakilnya. Perjanjian ini wajib bertahan dari berakhirnya masa berlaku,
pengakhiran atau pembatalan perjanjian lain apapun atau hubungan bisnis antara para
pihak. Perjanjian ini memuat keseluruhan perjanjian antara para pihak sehubungan
dengan subjek materi dari Perjanjian ini. Penundaan dalam atau kegagalan apapun dalam
pelaksanaan ketentuan manapun dalam Perjanjian ini tidak dapat dianggap sebagai
penyampingan dari ketentuan tersebut atau ketentuan apapun lainnya. Tidak ada hak,
keuntungan atau tanggung jawab berdasarkan Perjanjian ini dianggap dikesampingkan
kecuali dengan suatu instrument tertulis yang ditandatangani oleh pihak yang terhadap
mana penyampingan tersebut dinyatakan.
11. Perselisihan apapun yang timbul dari atau sehubungan dengan Perjanjian ini atau
pelaksanaannya akan diajukan pada Pengadilan Negeri Indonesia. Selama proses litigasi
berlangsung, tiap pihak tetap wajib untuk melakukan semua kewajiban berdasarkan
Perjanjian ini. Pembentukan, penandatanganan, keberlakuan dan penafsiran Perjanjian
ini, dan penyelesaian perselisihannya, wajib tunduk pada undang-undang Negara
Republik Indonesia.

Dengan menandatangani Perjanjian ini, para pihak setuju untuk mematuhi hal-hal tersebut di
atas.

Employer/Perusahaan Employee/Karyawan

(Ibrahim Wishaka Kavin) (Arjuna Widodo) (widuri


Yunita) Authorised Signature/Tanda Tangan Sah Authorised Signature/Tanda Tangan
Sah
Company Seal (Cap Perusahaan) :

Date/Tanggal : Jakarta, 18 Desember 2020


SURAT PENGALIHAN HAK CIPTA

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Beby Romeo

Alamat : Jalan Kemang Raya Blok A3 No.115 RT 09/RW 03 Kemang Selatan,


Prapanca, Jakarta selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Adalah Pihak I selaku pencipta, dengan ini menyerahkan karya ciptaan saya kepada :
Nama : Ibrahim Wishaka Kavin
Selaku Ketua Direksi perwakilan dari PT. Phapros Pharmatical

Alamat : Menara Rajawali, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.5,
RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Adalah Pihak II selaku Pemegang Hak Cipta berupa sebuah lagu berjudul “Badan Sehat” untuk
didaftarkan di Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak dan Sirkuit Terpadu dan
Rahasia Dagang, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia R.I.

Demikianlah surat pengalihan hak ini kami buat, agar dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Jakarta, 19 Desember 2020


Pemegang Hak Cipta Pencipta

Materai 6.000

(Ibrahim Wishaka Kavin) (Beby Romeo)


Selaku Ketua Direksi perwakilan
dari PT. Phapros Pharmatical