Anda di halaman 1dari 13

FAKTOR BUNGA DALAM PEMBELANJAAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


MANAJEMEN KEUANGAN I
Dosen Pengampu :

Disusun oleh : Kelompok 7

Kelas III E

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas
matakuliah Manajemen Keuangan I di Progam Studi Manajemen.
Penulisan makalah ini didasarkan pada referensi yang ada baik dari buku maupun sumber
lainnya yang terkait. Dengan ini penyusun juga menyampaikan terimakasih kepada :
1. Ibu Dian Wismarein SE, MM selaku dosen pengampu matakuliah Manajemen
Keuangan I yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan makalah ini.
2. Orang tua yang telah memberikan kesempatan dan dukungan bagi kami baik moral
maupun material.
3. Rekan-rekan yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan
dalam teknik pelaksanaan, penyajian maupun dalam tata penulisan. Oleh karena itu kami
mangharapkan kritik dan saran yang bersifat mambangun sebagai koreksi untuk perbaikan
membuat makalah yang lebih baik kedepannya. Harapan kami kiranya makalah ini dapat
mamberikan manfaat bagi pembaca, khususnya mahasiswa yang menempuh matakuliah
Manajemen. Akhir kata selamat membaca dan terimakasih.

Kudus, 1 April 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................................ii

DAFTAR ISI........................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................................4

1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................4

1.3 Tujuan Penulisan.........................................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................5

2.1. Nilai Majemuk............................................................................................................................5

2.2. Nilai Sekarang............................................................................................................................6

2.3. Nilai Majemuk Dari “Annuitas”.................................................................................................8

2.4. Nilai Sekarang Dari “Annuitas”..................................................................................................9

BAB III PENUTUP.............................................................................................................................11

3.1. Kesimpulan...............................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemahaman konsep nilai waktu dari uang ini diperlukan oleh manager keuangan
dalam mengambil  keputusan ketika akan melakukan investasi pada  suatu aktiva atau
menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih. Sejumlah uang yang dibayarkan
sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat diperoleh dengan penggunaan uang tersebut
ialah apa yang disebut “bunga”.
Apabila tidak memperhatikan Nilai Waktu dari Uang, maka uang sebesar Rp 10.000
yang akan di terima di akhir tahun depan adalah sama nilainya dengan uang yang di miliki
sekarang, yaitu senilai Rp 10.000. Lain halnya kalau memperhatikan Nilai Waktu dari Uang,
maka nilai uang Rp 10.000 yang di miliki sekarang adalah lebih besar dari pada uang Rp
10.000 yang akan di terima ditahun depan. Sebab kalau memiliki uang Rp 10.000 sekarang
dan di simpan uang tersebut di bank, maka akan mendapatkan bunga semisal 8%, sehingga
akan menerima Rp 10.800 pada akhir tahun. Jadi, uang sebesar Rp 10.000 sekarang nilainya
sama dengan Rp 10.800 pada akhir tahun.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud nilai majemuk dan bagaimana penerapannya dalam contoh soal ?
1.2.2 Apa yang dimaksud nilai sekarang dan bagaimana penerapannya dalam contoh soal ?
1.2.3 Apa yang dimaksud nilai majemuk dari “annuitas” dan bagaimana penerapannya dalam
contoh soal ?
1.2.4 Apa yang dimaksud nilai sekarang dari “annuitas” dan bagaimana penerapannya dalam
contoh soal ?

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.1 Untuk mengetahui dan memahami nilai majemuk dan penerapannya dalam contoh soal.
1.3.2 Untuk mengetahui dan memahami nilai sekarang dan penerapannya dalam contoh soal.
1.3.3 Untuk mengetahui dan memahami nilai majemuk dari “annuitas” dan penerapannya
dalam contoh soal.

4
1.3.4 Untuk mengetahui dan memahami nilai sekarang dari “annuitas” dan penerapannya
dalam contoh soal.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Nilai Majemuk


Nilai Majemuk dari sejumlah uang merupakan penjumlahan dari uang pada permulaan
periode atau jumlah modal pokok dengan sejumlah bunga yang diperoleh selama periode
tersebut dan secara aljabar dapat diformulasikan sebagai berikut :
V   =    P + I
    =    P + Pi
      =    P (1 + i)
Keterangan :
P = jumlah uang pada permulaan periode atau modal pokok
i  = suku / tingkat bunga
I  = jumlah bunga dalam uang yang diperoleh selama periode tertentu
V = jumlah akhir
n = jangka waktu
Secara umum rumusnya ditulis:
Vn = P ( 1 + i )n
 

Dengan rumus perhitungan seperti tersebut diatas , maka dapat disusun tabel bunga majemuk:

Tahun 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7%
1 1.010 1.020 1.030 1.040 1.050 1.060 1.070
2 1.020 1.040 1.061 1.082 1.102 1.12 1.145
3 1.030 1.061 1.093 1.125 1.158 1.191 1.225
4 1.041 1.082 1.126 1.70 1.216 1.262 1.311
5 1.051 1.104 1.159 1.217 1.276 1.338 1.403

Dengan menggunakan tabel bunga majemuk seperti diatas akan sangat mudah bagi kita untuk
menghitung jumlah uang pada akhir suatu periode tertentu, yaitu dengan mengalikan jumlah

5
uang pada permulaan periode (P) dengan interest faktor (IF) yang terdapat dalam tabel
tersebut.

Contoh Soal :
1. Apabila seorang pengusaha tekstil ingin berinvestasi dan dana investasinya diperoleh
dari pinjaman bank sebesar Rp. 10.000.000 untuk membeli mesin tekstil dengan
jangka waktu 5 tahun dengan bunga yang dikenakan sebesar 15 % per tahun. Berapa
jumlah yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut pada akhir tahun ke 5?
Penyelesaian :
Vn = P ( 1 + i )n
= 10.000.000 ( 1 + 0,15 )5
= 20.113.572

Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meminjam uang dari Bank sebesar Rp.
10.000.000 pada tahun ke 1 maka pada jatuh tempo akhir tahun ke 5 jumlah yang
harus dibayar perusahaan mencapai Rp. 20.113.572.

2. Misalnya kita akan menghitung nilai majemuk dengan tabel majemuk dari uang
sebesar Rp 2.000,00 selama 5 tahun atas dasar bunga majemuk 5% .
Penyelesaian :
V = P.IF
V = 2000 (1.276)
= Rp 2.552,00
IF dicari dalam tabel tersebut pada kolom bunga 5%, deretan ke bawah tahun ke 5
diketemukan angka; 1,276 dan kemudian ini dikalikan dengan jumlah uang pada
permulaan periode (P) yaitu Rp. 2.000,00.

2.2. Nilai Sekarang


Kalau nilai majemuk dimaksudkan untuk menghitung jumlah uang pada akhir suatu
periode di waktu mendatang, maka nilai sekarang sebaliknya dimaksudkan untuk menghitung
besarnya jumlah uang pada permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari suatu
jumlah yang akan diterima beberapa waktu kemudian.
Dengan demikian kalau nilai majemuk menghitung jumlah akhir pada akhir periode
dari sejumlah uang yang akan kita miliki sekarang atas dasar tingkat bunga tertentu, nilai

6
sekarang menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru akan kita miliki
beberapa waktu kemudian. Dengan demikian cara menghitung nilai sekarang , adalah
sebaliknya dari cara menghitung nilai majemuk, yaitu dengan rumus :

 
n
P = Vn/ ( 1 + i )
 

Dengan rumus perhitungan seperti tersebut diatas, maka dapat disusun tabel nilai
sekarang :
Tahun 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7%
1 0.990 0.980 0.971 0.962 0.952 0.943 0.935
2 0.980 0.961 0.943 0.925 0.907 0.890 0.873
3 0.971 0.942 0.915 0.889 0.864 0.840 0.816
4 0.961 0.924 0.889 0.855 0.823 0.792 0.763
5 0.951 0.906 0.863 0.822 0.784 0.747 0.713

Seperti halnya dengan tabel nilai majemuk, maka kita pun dapat  dengan mudah menghitung
nilai sekarang dari suatu jumlah uang yang akan diterima dalam beberapa waktu yang akan
datang dengan menggunakan tabel PV tersebut, yaitu dengan mengalikan jumlah uang pada
akhir periode ( V ) dengan interest factor ( IF ) yang terdapat dalam tabel PV tersebut.

Contoh Soal :
1. Tentukan berapa besarnya nilai sekarang ( present value ) dari uang sebesar Rp.
1.262,00 yang akan kita terima pada akhir empat tahun yang akan datang atas dasar
bunga majemuk 6% ?
Penyelesaian :
P = V / ( 1 + i )n
= 1.262 / ( 1 + 0,06 )4
= Rp. 1.000,00
Jadi dengan perhitungan sederhana itu, uang Rp. 1.262,00 yang kita miliki sekarang
kalau di simpan di Bank dengan bunga majemuk 6% per tahunnya, jumlah pada akhir
tahun ke-4 adalah sebesar Rp. 1.262,00.

2. Tentukan berapa besarnya nilai sekarang ( present value ) dari uang sebesar Rp.
1.262,00 yang akan kita terima pada akhir empat tahun yang akan datang atas dasar
bunga majemuk 6%, hitunglah dengan menggunakan tabel PV.
7
Penyelesaian :
P = V (IF)
= 1.262 ( 0,792 )
= Rp. 1.000,00
hun.

2.3. Nilai Majemuk Dari “Annuitas”


Suatu annuitas adalah dereten (series) pembayaran dengan jumlah uang yang tetap
selama sejumlah tahun tertentu. Setiap pembayaran dilakukan pada akhir tahun. Apabila nilai
majemuk dari masing-masing pembayaran dijumlahkan totalnya adalah jumlah dari annuitas.
Secara aljabar dapat dituliskan rumusnya seperti dibawah ini, dimana Sn adalah jumlah
majemuk , R sebagai penerimaan secara periodik, dan “n” adalah panjangnya annuitas :

Sn = R1 ( I + i )n-1 + R2 ( I + i ) n-2 + ……….+ R ( I + i )1 + R ( I + i )0


     = R [ ( I + i )n-1+ ( I + i )n-2+ ……… + ( I + i )1 + R ( I + i )0 ]

Dengan cara perhitungan yang sama dapat kita menyusun tabel jumlah majemuk dari
suatu annuitas:

Tahun 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7%
1 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
2 2.010 2.020 2.030 2.040 2.050 2.060 2.070
3 3.030 3.060 3.091 3.091 3.152 3.184 3.215
4 4.060 4.122 4.184 4.246 4.310 4.375 4.440
5 5.101 5.204 5.309 5.416 5.526 5.526 5.637

Dengan tabel tersebut diatas kita pun dapat dengan mudah menghitung jumlah annuity dari
sederetan penabungan atau pembayaran selama periode tertentu atas dasar bunga tertentu,
dengan hanya mengalikan setiap pembayaran dengan IF yang terdapat dalam tabel tersebut.

Contoh Soal :
1. Jika kita menabung setiap tahunnya sebesar Rp. 1.000,00 selama 4 tahun dengan suku
bunga majemuk 6% per tahunnya. Pembayaran pertama dilakukan pada akhir tahun

8
pertama, yang kedua pada akhir kedua dan seterusnya. Berapa jumlah majemuk
( compound sum ) dari tabungan tersebut selama 4 tahun ?
Penyelesaian :
Sn = 1000 [( 1,06 )4-1 + ( 1,06 )4-2 + ( 1,06 )1 + 1 ]
= 1000 [( 1,06 )3 + ( 1,06 )2 + ( 1,06 )1 + 1 ]
= 1000 [( 1,191 ) + ( 1,124 ) + ( 1,06 ) + 1 ]
= 1000 ( 4,375 )
= Rp. 4.375,00

2. Dari soal nomer 1 diatas hitunglah dengan menggunakan tabel


Penyelesaian :
P = V (IF)
= 1000 (4,375 )
= Rp. 4.375,00

2.4. Nilai Sekarang Dari “Annuitas”


Cara menghitung nilai sekarang dari suatu annuitas adalah sebaliknya dari
menghitung nilai majemuk dari suatu annuitas. Dengan demikian maka PV dari suatu anuitas
dari N tahun yang dinyatakan sebagai An dapat dituliskan persamaannya.

An = R ( 1+1 i ) + R ( 1+1 i )2 + .............. + R ( 1+1 i )n


Dengan cara perhitungan yang sama kita dapat menyusun tabel nilai sekarang dari suatu
annuitas.

Tahu
1% 2% 3% 4% 5% 6% 7%
n
1 0.990 0.980 0.971 0.962 0.952 0.943 0.935
2 1.970 1.942 1.913 1.886 1.859 1.833 1.808
3 2.941 2.884 2.829 2.775 2.723 2.673 2.624
4 3.902 3.808 3.171 3.630 3.546 3.465 3.387
5 4.853 4.713 4.580 4.452 4.329 4.212 4.100

Apabila kita sudah mempunyai tabel PV dari suatu annuity maka kita pun dapat menghitung
dengan mudah jumlah PV dari penerimaan – penerimaan atau annuitas selama periode
tertentu dengan mengalikan annuitas itu dengan IF yang terdapat dalam tabel tersebut.

9
Menghitung jumlah PV dari penerimaan-penerimaan yang tetap sama besarnya setiap
tahunnya adalah mudah, tetapi kalau jumlah setiap tahunnya berbeda-beda terpaksa kita harus
menghitungnya secara satu per satu.
Contoh Soal :
1. Seseorang menawarkan kepada kita 4 tahun “annuity” dari Rp 1.000,00 setahunnya
atas dasar bunga 6% atau sejumlah uang tertentu sekarang. Berapa besarnya jumlah
uang tertentu sekarang atau dengan kata lain berapa “present value” dari jumlah
penerimaan – penerimaan selama 4 tahun tersebut ?
Penyelesaian :
1 1 1 1
An = 1000 [ 1+ 0,6 ] + 1000[ 1+ 0,6 ]2 + 1000[ 1+ 0,6 ]3 + 1000 [ 1+ 0,6 ]4
1000 1000 1000 1000
= + + +
1,06 1,124 1,191 1,262
= 943 + 890 + 840 + 792
= Rp 3.465,00
2. Dari contoh soal diatas hitunglah dengan menggunakan tabel !
Penyelesaian :
IF dapat dicari dalam tabel pada kolom suku bunga 6% deretan ke-4 yaitu 3,465.
P = V ( IF )
= Rp 1000,00 ( 3,465 )
= Rp 3.465,00

BAB III

PENUTUP

10
3.1. Kesimpulan
Setelah mempelajari tentang berbagai macam nilai waktu dari uang diatas dapat
dipahami bahwa konsep seperti Nilai Majemuk merupakan penjumlahan dari uang pada
permulaan periode atau jumlah modal pokok dengan sejumlah bunga yang diperoleh selama
periode tersebut. Nilai Sekarang dimaksudkan untuk menghitung besarnya jumlah uang pada
permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari suatu jumlah yang akan diterima
beberapa waktu kemudian.
Nilai Majemuk Dari Annuitas adalah dereten (series) pembayaran dengan jumlah
uang yang tetap selama sejumlah tahun tertentu. Setiap pembayaran dilakukan pada akhir
tahun. Nilai Sekarang Dari Annuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana
tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain,
jumlah yang harus kita tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mendapatkan sejumlah
dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Riyanto, Bambang.1995.Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan.Yogyakarta: BPFE

11
https://jaizqurtbi.wordpress.com/2011/02/17/manajemen-keuangan/; diakses pada tanggal 30
Maret 2017
http://admisibisnis.blogspot.co.id/2013/07/faktor-bunga-dalam-pembelanjaan.html; diakses pada
tanggal 30 Maret 2017

https://jaizqurtubi.wordpress.com/2011/02/17/manajemen-keuangan/

12

Anda mungkin juga menyukai