Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR AMAN NYAMAN

PADA Ny. R DENGAN DIAGNOSA MEDIS RESIKO INFEKSI


DI RS ROEMANI SEMARANG

I. PENGKAJIAN
A. Biodata Pasien
1. Demografi pasien
a. Nama : Ny. R
b. No. Rekam Medis : 174278
c. Tanggal masuk : 29/09- 2021
d. Diagnosa medis :
e. Umur : 57 thn 3 bln 18 hr
f. Jenis kelamin : Perempuan
g. Agama : ISLAM
h. Alamat : pondok majapahit 11 blok F no.6 Mranggen
i. Pendidikan : SMA
j. Pekerjaan : IRT
k. Status perkawinan : Menikah
l. Komunikasi yang dipakai : jawa, Indonesia
m. Penanggung jawab : Tn. S
n. Tanggal Pengkajian : 29/09-2021

2. Faktor sosial ekonomi


Selama pasien sakit dan memiliki ulkus pasien selalu mengganti balut dan rutin periksa
kesehatan, biaya yang digunakan didapat dari suaminya Tn. S menurut pasien tida
memiliki kendala ekonomi selama perawatann.
3. Faktor lingkungan
Ny.R tinggal dilingkungan yang padat penduduk, luka pada kaki Ny.R berawal dari
jalan sehat bersama warga sekitar tempatnya tinggal. Namun lingkungan tempat tinggal
tida berpengaruh terhadap sakinya Ny.R

B. Riwayat kesehatan
1. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengeluh ada luka dijempol kaki kiri dan kelingking kelingking kaki kanan,
luka pada kaki awalnya hanya lecet sedikit namun main hari lukanya semain lebar dan
susah kering. Pasien mengatakan selalu rutin ganti balut 3-4 hari sekali setiap minggu
dihomecare namun belum ada perubahan pada lukanya. Saat pasien datang dipoliklinik
dr. Taufiq pasien disarankan untuk untuk opname di RS. Roemani karena aada
perluasan luka.
2. Keluhan utama
Nyeri pada ulkus diabetikum
3. Riwayat penyakit dahulu
Pasien sudah mengalami Dm sejak 5 tahun yang lalu, DM terdeteksi saat sebelum naik
haji, sebelumnya tidak tahu dan pasien tidak rutin untuk cek gula darahnya.
4. Riwayat penyakit keluarga
Pasien mengatakan kakak permpuannya juga memiliki riwayat DM, namun untuk
kedua orang tuanya tidak terkaji ada DM ataupun tidak.

C. Pola kesehatan fungsional Gordon (11 komponen)


1. Pola penatalaksanaan kesehatan/persepsi sehat
Pasien mengatakan sudah paham terkat DM yang dilaminya, selama 5 tahun terahir
pasien sering melakukan konsultasi dan pasien sudah menerapkan diet sehat pasien
DM. Pasien menyadari ketika ia lengah maka bisa mengakibatkan naiknya kadar gula
darah dan bisa membuat dampak buruk pada kesehatannya.

2. Pola nutrisi metabolik


Pasien mengatakan sudah diet DM seja sebelum masuk Rs. Mual (-) muntah (-) pasien
menggunakan gula yang ramah dengan kondidi DM. Tidak ada perubahan nafsu
makan, makan sedikit tapi sering.
3. Pola eliminasi
Sebelum sakit
BAB : 1-2x/ hari
BAK : 3-5x/ hari
Selama sakit
BAB : 1x/ hari
BAK : 4x/ hari

4. Pola aktivitas dan latihan


Pasien mengatakan bisa malakukan aktifitas secara mandiri dan beberapa aktifitas
dibantu suami dan anaknya.
5. Pola tidur dan istirahat
Pasien bisa istirahat dan tidak ada masalah pada pola istirahat dan tidurnya.
6. Pola kognitif perceptual, keadekuatan alat sensori
Pasien dan keluarga sudah memahami terkait masalah kesehatan yang dialami pasien,
pasien dapat berkomunikasi dengan baik dan kooperatif. Pasien dapat menjawab semua
pertanyaan yang diberikan, pasien dan keluarga selalu memperhatiakan masalah
kesehatan yang sedang dialai
7. Pola persepsi konsep diri
Identitas diri : pasien mampu mengnali drinya sebagai seorang kepala keluarga dengan
anak dewasa dan remaja.
8. Pola peran dan tanggung jawab
Pasien bertanggungjawab terhadap kesehatanyya dengan cara melakukan diet DM.
9. Pola seksual reproduksi
Pasien memiliki 3 orang anak.
10. Pola koping dan toleransi stress
Jika ada masalah maka pasien akan diskusi dengan suaminya untuk mencari jalan
keluar terbaik.
11. Pola nilai dan keyakinan
Pasien muslim dan masih melakukan ibadah selama dirawat di Rs. Roemani.

D. Pemeriksaan fisik
1. Penampilan umum
a. Tingkat kesadaran : Comphosmenthis
b. Tinggi Badan : 156 Cm
c. Berat badan : 52 Kg
d. Tanda-tanda vital
1) Tekanan darah : 115/ 83 mmHg
2) Pernafasan : 20x/ menit
3) Nadi : 88x/ menit
4) Suhu tubuh : 36.5
2. Pemeriksaan fisik
a. Kepala dan leher :
Rambut bersih tidak ada benjolan ataupun lesi pada kulit kepala, tidak ada
pembesaran pada kelenjar tiroid, tidak ada kekakuan pada leher menengok kanan (+)
menengok kiri (+).
b. Mata dan telinga :
Konjungtiva anemis (-)
Pupil simetris, telinga tidak ada serumen dan perdarahan. Tidak terpasang alat bantu
dengar.
c. Hidung :
Tidak ada sumbatan jalan nafas, pasien tidak menggunakan alat bantu nafas.
Perdarahan (-) tida ada pembengkakan.
d. Mulut dan tenggorokan :
Mukosa bibir lembab, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. Pasien bisa menelan (+)
e. Kulit :
Kulit ikterik (-) kulit kering dan pada baian kaki lapisan terluar kulit menegelupas,
ada ulkus pada kaki kanan dan kiri.
f. Dada/jantung/paru :
Kedalam bernafas normal, dada simetris, bentuk dan postur normal. Tidak ada
pembengkakan
g. Perut :
Suara peristaltik usus 10x/ menit
Benjolan (-)
Tidak ada nyeri tekan dan masa pada abdomen
h. Genitalia :
Tidak terpasang selang kateter
i. Ekstremitas :
Tidak ada kekakuan sendi, ada ulkus diabetikum pada ekstremitas bawah namun
tidak begitu mengganggu aktifitas
j. Persyarafan :
Tidak ada gangguan persyarafan.
E. Prosedur diagnostik
Prosedur Tgl/Jam
Hasil Nilai normal
diagnostik/laboratorium pemeriksaan

Leukosit 30/09- 2021 8730

Hemoglobin 10,1

Eritrosit 4.11

Eosinofil 2.5

Trombosit 524000

Hematrokrit 30.4

Limfosit 34.5
Monosist 9.0

Basofil 0.6

Neutrofil 53.4

Glukos sewaktu 204

F. Terapi yang diberikan


Tgl/Jam
Jenis terapi Dosis Indikasi
pemberian

1. Glikuidon 2x 30 mg 1. Glukuidone
digunakan untuk
2. Cefixim 2x 200mg
mengontrol
3. Ranitidin 150 mg kadar gula darah
passien dm tipe
4. Neorobin 1x1
2
5. Metronidazole 500
2. Cefixime adalah
6. Ciprofloxacin antibiotik yang
digunakan untuk
7. Injeksi (sleding scale)
mengatasi
novorapid
20 tpm infeksi yang
8. Infus RL disebabkan
bakteri tertentu.

3. Ranitidene
adalah obat
yang biasanya
digunkan pada
pengobatan
ulkus.

4. Suplemen yang
bermanfaat
untuk menjaga
kesehatan
sistem saraf

5. Metronidazoleh
adalah antibiotik
untuk
mengobati
infeksi

6. Ciprofloksasin
adalah antibiotik
untuk mengatasi
berbagai jenis
infeksi.

7. Injeksi
novorapid
digunaan pada
pengobatan dm