Anda di halaman 1dari 6

2

BAB I
STRUKTUR, TATA NAMA, SIFAT,
DAN KEGUNAAN BENZENA DAN TURUNANNYA

Penjelasan Teori
Senyawa turunan benzena banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kabur barus
untuk mencegah ngegat, parasetamol sebagai obat turun panas, serta metil salisilat sebagai obat
gosok.
A. Struktur Benzena
Benzena merupakan senyawa siklik yang mempunyai rumus kimia C6H6. Senyawa benzena pertama
kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825

1. Teori Brønsted – Lowry


Menurut Brønsted – Lowry, yang berperan dalam memberikan sifat asam dan basa suatu larutan
adalah ion H+ atau proton. Asam adalah spesi (ion atau molekul) yang kelebihan proton,
sehingga asam dapat memberikan proton (donor), sedangkan basa adalah spesi (ion atau
molekul) yang kekurangan proton, sehingga basa bertindak sebagai penerima proton (akseptor).
Secara umum menurut teori asam basa Bronsted Lowry dalam reaksi berlaku:
pasangan
asam basa konjugasi

Asam1 + Basa2 ⇌ Basa1 + Asam2

pasangan
asam basa konjugasi
Contoh 1
H2PO4–(aq) + H2O(l) ⇌ H3PO4(aq) + OH–(aq)
basa 1 asam 2 asam 1 basa 2 pasangan asam basa konjugasi:
konjugasi H3PO4 dan H2PO4–
H2O dan OH–
konjugasi
Contoh 2
H2PO4–(aq) + H2O(l) ⇌ H3O+(aq) + PO43–(aq)
asam 1 basa 2 asam 2 basa 1 pasangan asam basa konjugasi:
konjugasi H2PO4– dan PO43–
H3O+ dan H2O
konjugasi

Dengan menggunakan konsep asam dan basa menurut Brønsted – Lowry maka dapat ditentukan
suatu zat bersifat asam atau basa dengan melihat kemampuan zat tersebut dalam serah terima
proton dalam larutan. Dalam hal ini pelarut tidak terbatas oleh pelarut air saja.

2. Teori Lewis
3

Lewis mendefinisikan asam-basa berdasarkan teori ikatan kimia. Menurut Lewis, asam adalah
spesi yang bertindak sebagai akseptor (penerima) pasangan elektron bebas. Basa adalah spesi
yang bertindak sebagai donor (penerima) pasangan elektron bebas.
Contoh

Sumber: Zenius Education

B. Sifat Asam Basa


Asam memiliki rasa masam. Rasa masam dapat diketahui melalui uji organoleptik (dicicipi).
Akan tetapi, kita tidak boleh mencicipi secara sembarangan zat-zat yang ada di sekitar kita
untuk mengetahui sifat asam-basanya. Baik larutan asam maupun larutan basa merupakan
larutan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik. Di samping bersifat elektrolit, berikut
ini adalah sifat asam dan basa secara umum.
No Asam Basa
1. Rasanya masam Rasanya pahit dan licin
2. Korosif Kaustik (merusak kulit)
+
3. Dalam air terurai menjadi ion hidrogen (H ) Dalam air terurai menjadi ion hidroksida
dan sisa asam (ion negatif) (OH–) dan sisa basa (ion positif)
4. Memerahkan kertas lakmus Membirukan kertas lakmus
5. Memiliki nilai pH < 7 Memiliki nilai pH > 7
6. Bereaksi dengan basa menghasilkan garam Bereaksi dengan asam menghasilkan
dan air garam dan air

Senyawa asam-basa dapat diidentifikasi secara aman di laboratorium dengan menggunakan


indikator. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berbeda warna dalam lingkungan asam dan
basa. Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa dapat digunakan beberapa
indikator antara lain sebagai berikut:
1. Kertas lakmus
4

Larutan bersifat asam akan merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah sedangkan larutan
bersifat basa akan membirukan kertas lakmus merah. Kertas lakmus merah maupun biru tidak
mengalami perubahan warna pada larutan yang bersifat netral.

2. Indikator alami
Indikator alami dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, misal: kunyit, bunga sepatu, daun pacar
air, bunga nusa indah, umbi bit, kubis ungu, ubi ungu, kulit mawar, bunga mawar, dan
sebagainya.

3. Indikator buatan
Indikator buatan memberikan perubahan warna pada rentang pH yang diuji. Beberapa indikator
buatan yaitu sebagai berikut:
No Indikator Trayek pH Warna
1. Metil Oranye (MO) 3,1 – 4,4 Merah – Kuning
2. Metil Merah (MM) 4,4 – 6,2 Merah – Kuning
3. Bromkresol hijau 3,8 – 5,4 Kuning – Biru
4. Bromkresol ungu 5,2 – 6,8 Kuning – Ungu
5. Bromtimol biru (BTB) 6,0 – 7,6 Kuning – Biru
6. Fenolftalin (PP) 8,3 – 10,0 7 Tak berwarna – Merah
7. Alizarin Kuning 10,1 – 12,0 Kuning – Merah

4. Indikator universal
Indikator universal dapat berupa larutan maupun kertas yang dapat menunjukkan perubahan
warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan
larutan.

5. Alat Indikator (pH meter)


Nilai pH suatu larutan dapat diukur dengan pH meter.
C. Kekuatan Asam - Basa
Larutan asam dan larutan basa merupakan larutan elektrolit. Sebagaimana larutan elektrolit yang
dibedakan atas elektrolit kuat dan elektrolit lemah, maka larutan asam dan larutan basa yang
merupakan larutan elektrolit juga dibedakan atas asam-basa kuat dan asam-basa lemah.
Perbedaan kekuatan larutan asam-basa ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion-ion pembawa
sifat asam
dan ion-ion pembawa sifat basa yang dihasilkan saat terionisasi.
1. Kekuatan Asam
Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H+ yang dihasilkan oleh senyawa asam
dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H+ yang dihasilkan, larutan asam
dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a. Asam Kuat
5

Asam kuat adalah asam yang di dalam pelarut air mengalami ionisasi sempurna (α ≈ 100%). Di
dalam larutan, molekul asam kuat hampir semuanya terurai membentuk ion H+ dan ion negatif
sisa asam.
Berikut ini adalah tabel asam kuat
No Nama Asam Rumus
Senyawa Asam
1. Asam Iodida HI
2. Asam Bromida HBr
3. Asam Perklorat HClO4
4. Asam Klorida HCl
5. Asam Sulfat H2SO4
6. Asam Nitrat HNO3

Secara umum, ionisasi asam kuat dapat dirumuskan sebagai berikut.


HxAy(aq) → x H+(aq) + y Ax-(aq)
sehingga konsentrasi ion H+ dapat dihitung:
[H+] = x . [HxAy] atau
[H+] = valensi asam x Molaritas (M)
Contoh: Tentukan konsentrasi ion H+ dalam H2SO4 0,2 M
Jawab:
[H+] = x . [HxAy]
= 2 . 0,2 M
= 0,4 M

b. Asam Lemah
Asam lemah adalah asam yang di dalam air mengalami ionisasi sebagian, sesuai derajat
ionisasinya. Contoh: HF, HCN, H2S, HNO2, H2SO3, H3PO3, H3PO4, CH3COOH. Reaksi ionisasi
asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan. Secara umum, ionisasi asam lemah dapat
dirumuskan sebagai berikut.
HA(aq) ⇌ H+(aq) + A-(aq)
Karena mengalami ionisasi sebagian, maka konsentrasi ion H+ dapat dihitung sebagai berikut
[H+] = α [HA] atau
[H+] = derajat ionisasi x Molaritas (M)
Karena HA membentuk keadaan kesetimbangan, pelarutan asam lemah dalam air memiliki nilai
tetapan kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan asam lemah dinamakan tetapan ionisasi asam,
dilambangkan dengan Ka sehingga konsentrasi ion H+ juga dapat ditentukan sebagai berikut:
[H+] = √ Ka. [HA ]
Contoh 1
Tentukan konsentrasi ion H+ dalam HF 0,1 M (α= 10%)
Jawab:
[H+] = α . [HF]
= 0,1 . 0,2 M
6

= 0,4 M

Contoh 2
Hitung konsentrasi masing-masing ion yang terdapat dalam larutan HCN 0,01 M. Diketahui Ka
HCN = 4,0 × 10–10.
Jawab:
[H+] = √ Ka. [HA ]
= √ 4,0 x 10−10 .[0,01]
= √ 4,0 x 10−8
= 2 x 10–4

2. Kekuatan Basa
Kekuatan basa dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion OH - yang dihasilkan oleh senyawa basa
dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion OH- yang dihasilkan, larutan basa juga
dibedakan menjadi basa kuat dan basa lemah.
a. Basa Kuat
Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya mengalami ionisasi sempurna (α ≈ 100%).
Berikut ini adalah tabel basa kuat

1 Litium hidroksida LiOH Li+ + OH– besar


+ –
2 Natrium hidroksida NaOH Na  + OH besar
3 Kalium hidroksida KOH K+ + OH– besar
4 Rubidium hidroksida RbOH Rb+ + OH– besar
5 Cesium hidroksida CsOH Cs+ + OH– besar
6 Kalsium hidroksida Ca(OH)2* Ca2+ + 2OH– besar
7 Stronsium hidroksida Sr(OH)2* Sr2+ + 2OH– besar
8 Barium hidroksida Ba(OH)2* Ba2+ + 2OH– besar

Secara umum, ionisasi basa kuat dirumuskan sebagai berikut.


M(OH)x(aq) → Mx+ (aq) + x OH-(aq)
sehingga konsentrasi ion H+ dapat dihitung:
[OH-] = x . [M(OH)x] atau
[OH-] = valensi basa x Molaritas (M)
Contoh: Tentukan konsentrasi ion OH- dalam 0,2 M
Jawab:
[OH-] = x . [M(OH)x]
= 1 . 0,2 M
= 0,2 M
b. Basa Lemah
7

Basa lemah adalah basa yang di dalam air mengalami ionisasi sebagian, sesuai derajat
ionisasinya. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan. Secara umum,
ionisasi basa lemah dapat dirumuskan sebagai berikut.
LOH(aq) ⇌ Lx+(aq) + OH-(aq)
Karena mengalami ionisasi sebagian, maka konsentrasi ion OH- dapat dihitung sebagai berikut
[OH-] = α [LOH] atau
[OH-] = derajat ionisasi x Molaritas (M)
Karena LOH membentuk keadaan kesetimbangan, pelarutan basa lemah dalam air memiliki
nilai tetapan kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan basa lemah dinamakan tetapan ionisasi
basa, dilambangkan dengan Kb sehingga konsentrasi ion OH- juga dapat ditentukan sebagai
berikut:
[OH-] = √ Kb. [LOH ]

Contoh 1
Tentukan konsentrasi ion H+ dalam HF 0,1 M (α= 10%)
Jawab:
[H+] = α . [HF]
= 0,1 . 0,2 M
= 0,4 M

Contoh 2
Hitung konsentrasi masing-masing ion yang terdapat dalam larutan HCN 0,01 M. Diketahui Ka
HCN = 4,0 × 10–10.
Jawab:
[H+] = √ Ka. [HA ]
= √ 4,0 x 10−10 .[0,01]
= √ 4,0 x 10−8
= 2 x 10–4