Anda di halaman 1dari 4

UJIAN TENGAH SEMESTER

SKENARIO SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS

Dosen Pembimbing: M.Ghofirin S.Pd.,M.Pd


Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi

Disusun oleh
Bustanul Farid (5230020007)

FAKULTAS EKONOMI BISNIS DAN TEKNOLOGI DIGITAL


UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA

2021
FLOWCHART SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN
KAS SECARA TUNAI PADA TOKO THRIFTING BAJU PRIBADI

Bagian Penerima Order Penjualan Admin Kasa Bagian Packing Barang

1 2 3

Admin Penjualan Admin Kasa Bagian Packing Barang

Menerima Menyerahkan
Membuat
Orderan barang ke
Faktur
konsumen

Membuat
Faktur Faktur Penjualan Tunai Faktur Penjualan Tunai

Di arsipkan
Faktur
untuk bukti
ditandatangani
dan di cap lunas

Faktur Penjualan Tunai


Konsumen
3

2
Skenario
1. Pelanggan melakukan pemesanan barang.
2. Pelanggan yang merasa cocok dengan barang yang sudah dipilih
melakukan pembayaran tunai ke penerima orderan.
3. Bagian penerima order penjualan menerima orderan dari pelanggan,
kemudian memberitahukan kepada admin kasa untuk dibuatkan faktur
penjualan tunai.
4. Admin kasa kemudian membuat laporan faktur penjualan secara tunai
sekaligus ditandatangani dan dicap secara lunas.
5. Admin kasa kemudian memberikan faktur penjualan tunai kepada bagian
packing barang.
6. Bagian packing barang kemudian menyerahkan barang sekaligus
menyerahkan faktur penjualan tunai ke konsumen. Atau faktur penjualan
tunai disimpan untuk arsip barang bukti.
7. Konsumen menerima barang atas pembayaran tunai.
Sistem Pengendalian Internal
Sistem penjualan tunai dilakukan oleh Admin penjualan. Sedangkan
sistem penerimaan kas sekaligus juga dilakukan oleh Admin penjualan yang
nantinya akan disetorkan ke Admin Kasa untuk dilakukan pembuatan faktur
penjualan tunai. Admin Kasa kemudian menyerahkan bukti faktur penjualan tunai
kepada bagian packing barang. Dari bagian packing barang, kemudian
menyerahkan barang pesanan sekaligus bukti faktur penjualan tunai kepada
konsumen.
Solusi yang ditawarkan
Sistem pengendalian internal bertujuan untuk mengamankan harta
perusahaan, termasuk yang paling utama yaitu pada sistem penjualan tunai dan
penerimaan kas.
Melihat pengendalian internal oleh Admin penerima penjualan pada toko
baju saya yang masih manual, membuat kegiatan operasional di toko saya kurang
berjalan dengan baik terutama dalam hal penerimaan kas/keuangan dari
konsumen. Penerimaan kas dan juga pembuatan data faktur yang masih manual
kemungkinan besar terjadinya kecurangan untuk memanipulasi data penjualan.
Oleh karena itu solusi untuk pengendalian internal yang saya lakukan adalah harus
adanya barcode untuk mendokumentasikan transaksi pembayaran secara otomatis
sehingga tidak lagi tulis tangan secara manual. Dari hasil data barcode nanti, pada
bagian Admin Kasa akan langsung bisa memonitor hasil transaksi yang masuk
dan dilakukan pencetakan faktur penjualan secara otomatis, sehingga Admin Kasa
tidak perlu membuat faktur secara manual. Faktur yang yang sebelumnya
diberikan kepada Admin packing barang, seharusnya langsung dikembalikan
kepada Admin penerima penjualan. Karena Admin penjualan dan konsumen
adalah kedua pihak yang bertemu di awal transaksi dan mereka juga saling
mengetahui nominal transaksi yang masuk. Sehingga nantinya tidak ada
kesalahpahaman.