Anda di halaman 1dari 15

TIMBANG TERIMA

BY:
ESTHIKA ARIANY MAISA
TIMBANG TERIMA (HANDOVER)

• Suatu cara dalam menyampaikan dan menerima


laporan yang berkaitan dengan keadaan pasien
(Nursalam, 2011).
• Komunikasi yang terjadi pada saat perawat
melakukan pergantian shift, dan memiliki tujuan
yg spesifik yaitu mengkomunikasikan informasi
tentang keadaan pasien pada asuhan
keperawatan sebelumnya(Triwibowo, 2013).
TUJUAN TIMBANG TERIMA

• Menyampaikan kondisi dan


keadaan pasien (data fokus)
1.

• Menyampaikan hal yg
sudah/belum dilakukan dlm
2. askep kepada pasien
TUJUAN TIMBANG TERIMA
• Menyampaikan hal yg penting
yg harus ditindaklanjuti oleh
3. perawat dinas berikutnya

• Menyusun rencana kerja utk


dinas berikutnya.
4.
METODE TIMBANG TERIMA
(KASSESAN DAN JAGOO, 2005)
Metode tradisional Bedside handover
• Dilakukan hanya di meja perawat
• Dilakukan di samping
• Komunikasi 1 arah tempat tidur pasien
• Jika ada pengecekan ke pasien, • Pasien dan keluarga
hanya memastikan kondisi secara terlibat
umum
• Pasien dan keluarga
• Tidak ada kontribusi / feedback mendapatkan
dari pasien / keluarga shg status feedback
kes pasien tidak up to date
BEDSIDE HANDOVER
Tahapan bedside handover menurut Rush (2012):
1. Persiapan (pasien & informasi)
2. Serah terima berupa: pelaporan, pengenalan staf masuk,
pengamatan, dan penjelasan kepada pasien.
3. Pendokumentasian setelah serah terima selesai
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN HANDOVER

• Kedua kelompok shift dalam


keadaan sudah siap
1.

• Shift yg akan menyerahkan &


mengoperkan perlu mempersiapkan
2. hal-hal apa yg akan disampaikan
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN HANDOVER
• Perawat primer menyampaikan kepada
3. pj shift yg selanjutnya, meliputi :

• Kondisi atau keadaan pasien secara


3a. umum

• Tindak lanjut utk dinas yg menerima


3b. operan
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN HANDOVER
• Rencana kerja utk dinas yg menerima operan
3c.

• Penyampaian operan harus dilakukan secara jelas


& tdk terburu-buru
3d.

• Perawat primer & anggota kedua shift dinas


bersama-sama secara langsung melihat keadaan
3e. pasien
HAND-OFF COMMUNICATIONS
( Serah terima informasi pasien antar
perawat dan/staf medis )

RS mengimplementasikan pendekatan
yang standar/ baku untuk “ hand-off
communications “.
Serah terima informasi pasien di RS
◼ Antar perawat antar shift
◼ Pengalihan tanggung jawab dari
dokter kepada perawat
◼ Pengalihan tanggung jawab dokter
on-call
◼ Pengalihan tanggung jawab
sementara, mis: saat istirahat makan.
◼ Antar perawat antar ruangan
MODEL SBAR
TEKNIK SBAR → MEMPERBAIKI KOMUNIKASI →
MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN
S : Situation

Teknik serah terima


B : Background yang dapat
digunakan pada
serah terima

A : Assessment
saat melaporkan
kondisi pasien,
R : Recommendation
KAPAN MENGGUNAKAN SBAR ?
◼ Untuk Pasien Rawat Inap Atau Rawat Jalan
◼ Komunikasi Segera /Urgent Atau Tdk Urgent
◼ Komunikasi ➔ Perawat- Dokter
◼ Komunikasi ➔ Dokter – Dokter
◼ Komunikasi Dg Profesi Kesehatan Lain
◼ Komunikasi Diantara Peer Group Atau Laporan
Pertukaran Shift
◼ Keprihatinan ➔ Keadaan Pasien Yg Memburuk
--THE END