Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN UAS-THE

Sistem Hukum Indonesia ISIP4131

1. Mengapa masih ada atau tetap dibutuhkannya pluralisme dalam sistem hukum nasional
Indonesia?. Berikan argumentasi anda dan anda dapat menggunakan hukum waris sebagai contoh
objek kajian.

Menurut saya pluralisme dibutuhkan untuk keadilan dan kemaslahatan bangsa. Kemunculan
pluralisme hukum disebabkan karena factor historis bangsa yang mempunyai perbedaan suku
bangsa, bahasa, budaya, agama, dan ras.
Hukum yang di anut oleh bangsa Indonesia diantaranya common law, civil law, hukum islam,
dan hukum adat.
Kita hidup tidak dengan 1 hukum namun dengan berbagai hukum. Sehingga pemahaman
mengenai pluralism hukum perlu diberikan.
Pluralism hukum memberi perhatian pada terjadinya saling ketergantungan atau saling pengaruh
antar berbagaisistem hukum. Terutama antar hukum internasional, Nasional, dan lokal.

2. A. Mengapa diperlukan penegasan hierarki Peraturan Perundang- undangan pada sistem hukum
di Indonesia?.

Berdasarkan pasal 7 Undang-undang No. 12 tahun 2011, jenis hierarki peraturan perundangan-
undangan di Indonesia terdiri atas:
-UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
-ketetapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat
-Undang-undang/peraturan pemerintah pengganti undang-undang
-peraturan pemerintah peraturan presiden
-peraturan daerah provinsi, dan
-peraturan daerah kabupaten/kota
Urutan tersebut menunjukkan hierarki, sehingga peraturan perundangan undangan secara
hierarkis teratas mempunyai kedudukan yang paling tinggi.
Isi ketentuan produk hukum yang ada di bawah tidak boleh bertentangan dengan peraturan
hukum (rechtsregel) yang dimuat dalam peraturan perundang undangan yang secara herarkis ada
di atas.

Manfaat dari penegasan hierarkis itu antara lain untuk menilai apakah peraturan perundang
undangan itu cocok atau sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi. Jika tidak maka ada upaya
untuk pengujian materi. . pengujian-pengujian materi dari peraturan peraturan perundang
undangan ini juga merupakan bentuk dari konsitensi didalam negara hukum dalam kaitannya
dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
negara.

B. Apakah di dalam Peraturan Pemerintah yang salah satu fungsinya adalah berisi materi untuk
menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya, boleh mencantumkan sanksi pidana
sedangkan dalam Undang-Undang nya sendiri tidak ada memuat sanksi pidana, atau pemaksa,?.
Tanggapan anda harus menyertakan dasar hukumnya
Boleh karena salah satu materi muatan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan adalah
ketentuan sanksi. tidak terkecuali juga Peraturan Daerah (Perda). paling tidak ada 2 (dua)
peraturan perundang-undangan yang dapat dijadikan acuan tentang jenis sanksi yang dapat
dimuat dalam Perda, yaitu; Undang undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (UUPPP) dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (UUPD) .

3. A. Tentukan status masing – masing pelaku dalam contoh kasus di atas dan jawaban anda harus
disertai dengan ketentuan hukum yang mengaturnya.

Palu sebagai dalang pembunuhan berencana


Paku sebagai eksekutor pembuhunan berencana
Skrup sebagai informan pembunuhan berencana

Unsur-unsur pembunuhan berencana berdasarkan Pasal 340 KUHP adalah:


- Barangsiapa,
- Sengaja,
- Dengan rencana lebih dahulu

B. Kapan seseorang dapat dikatakan memberikan bantuan?, dengan memperhatikan kasus


tersebut, tentukan siapa yang dikualifikasikan sebagai yang memberi bantuan?. Jawaban anda
harus menyebutkan dasar hukumnya.

1.    Pembantuan aktif (active medeplichtigheid)

adalah benar-benar terjadi suatu gerakan untuk melakukan suatu tindakan (bantuan).

Dalam hal ini dilakukan oleh saudara paku

2.    Pembantuan pasif (passive medeplichtigheid)

adalah tidak melakukan suatu gerakan/tindakan, namun dengan kepasifannya itu ia telah dengan segaja
memberi bantuan.

Dalam hal ini dilakukan oleh saudara skrup

Mengenai bentuk pertanggungjawaban pembantuan, maka kita berpedoman pada Pasal 57 KUHP yang
berbunyi:

(1)    Dalam hal pembantuan, maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dikurangi sepertiga

(2)    Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan
pidana penjara paling lama lima belas tahun

(3)    Pidana tambahan bagi pembantuan sama dengan kejahatannya sendiri


(4)    Dalam menentukan pidana bagi pembantu, yang diperhitungkan hanya perbuatan yang
sengaja dipermudah atau diperlancar olehnya, beserta akibat-akibatnya.
4. A. Dimanakah kompetensi absolut dari perkara tersebut? berikan dasar hukum untuk menguatkan
jawaban anda.
Kewenangan/kompetensi absolut merupakan pemisahan kewenangan yang menyangkut
pembagian kekuasaan antara badan-badan peradilan, dilihat dari macamnya pengadilan,
menyangkut pemberian kekuasaan untuk mengadili (attributie van rechtsmacht). Pasal 24 ayat (2)
UUD 1945 dan Pasal 18 UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang
menyatakan bahwa kekuasaan kehakiman terdiri dari Peradilan Umum, Peradilan Agama,
Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara.
 
Terhadap kewenangan absolut, walaupun Tergugat tidak mengajukan eksepsi kewenangan
absolut atas perkara yang diajukan ke suatu badan pengadilan, maka majelis hakim tetap harus
memeriksa terkait kewenangan absolutnya untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara
yang diajukan kepadanya. Apabila terbukti bahwa perkara tersebut bukan merupakan
kewenangan absolut pengadilan yang bersangkutan, maka majelis hakim wajib menghentikan
pemeriksaan.

Dalam kaitannya dengan perkara di atas adalah penggugat harus mengajukan gugatannya ke
peradilan umum

B. Mengingat domisili penggugat dan tergugat dari berbagai daerah, maka pengadilan negeri
manakah yang akan menjadi kompetensi relatif untuk perkara Tuan Anggur? dan berikan alasan
yang menjadi dasar anda menentukan kompetensi relatif tersebut.

Kewenangan/kompetensi relatif mengatur pembagian kekuasaan mengadili antar badan peradilan


yang sama, tergantung pada domisili atau tempat tinggal para pihak (distributie van rechtsmacht),
terutama tergugat. Pengaturan mengenai kewenangan relatif ini diatur pada Pasal 118 HIR.
Kewenangan relatif ini menggunakan asas actor sequitor forum rei yang berarti yang berwenang
adalah Pengadilan Negeri tempat tinggal Tergugat.
 
Terhadap kewenangan/kompetensi relatif, jika pihak Tergugat tidak mengajukan jawaban yang
berisi eksepsi mengenai kewenangan/kompetensi relatif terhadap perkara yang sedang diadili,
maka perkara tersebut dapat dilanjutkan pemeriksaannya hingga majelis hakim menjatuhkan
putusan akhir.

Dalam kaitannya dengan perkara di atas adalah penggugat harus mengajukan gugatannya ke
peradilan umum di kota tergugat yaitu pengadilan negeri (PN) pekanbaru, pengadilan negeri (PN)
Medan dan pengadilan negeri (PN) Bukit Tinggi.

Anda mungkin juga menyukai