Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS

PADA Ny.D DENGAN POSTPARTUM SPONTAN DI DESA MOJOAGUNG


RT 06/RW01 KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI

OLEH :
FITRIN ANINDA RANI
071201073

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
TAHUN 2020/2021
I. PENGKAJIAN
Waktu Pengkajian : 7 juni 2021, jam 08.00 WIB
1. Identitas klien
Nama : Ny. P
Umur : 25 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Bangsa : Indonesia
Alamat : Pati
Tanggal masuk puskesmas : 5 juni 2021
Diagnosa medis : Partus spontan
Tanggal pengkajian :7 juni 2021
2. Identitas penanggung jawab
Nama : Tn. J
Umur : 28 tahun
Alamat : Pati
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Hubungan dengan klien : Suami
3. Keluhan utama
Pasien mengatakan masih merasa nyeri Pasien mengatakan masih merasa nyeri di
bagian perineum
4. Riwayat penyakit sekarang
5. Pasien Ny.P berusia 25 tahun baru saja melahirkan anaknya yang pertama pada
tanggal 5 juni 2021 yang (h+2) berjenis kelamin perempuan pajang 50 cm, berat 3,7
kg dengan spontan di puskesmas . saaat dilakukan pengkajian Ny.P mengatakan
anaknya sudah diberi susu formula karena asinya tidak keluar, tidak tahu cara
menyusi yang benar, nyeri pada daerah perinirum bekas luka epiostomi.
6. Riwayat kesehatan masa lalu
Pasien mengatakan ini merupakan kehamilan pertama dengan usia kehamilan
37 minggu dan belum pernah abortus sebelumnya. Pasien mengatakan tidak ada
riwayat penyakit hipertensi, anemia atau diabetes melitus sebelumnya.
7. Genogram

Keterangan :

: perempuan

: laki-laki
: Pasien

8. Data umum kesehatan:


- Tinggi badan : 155 cm
- Berat badan sebelum hamil : 43 kg
- Berat badab selama hamil : 55 kg
- Masalah kesehatan khusus
Ibu mengatakan tidak memiliki masalah kesehatan khusus
- Buang air besar
 Frekuensi
Sedangkan BAB 1 x/sehari dengan warna kuning.
 Konsistensi
konsistensi lembek
- Buang air kecil
 Frekuensi
Klien mengatakan BAK 4- 5 kali sehari dengan waktu tidak menentu
 Warna
Warna kuning berbau khas
- Kebiasaan tidur
Klien mengatakan tidur 8 jam sehari, 7 jam pada malam hari dan 1 jam
pada siang hari. Klien mengatakan apabila sedang lelah langsung istirahat dan
tidur. Kebiasaan sebelum tidur yaitu berdoa
9. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Didalam anggota keluarga Ny. P tidak ada yang mempunya riwayat penyakit
tertentu.
b. Riwayat Kesehatan Klien :
- Kebiasaan individu
Klien mengatakan dirinya tidak pernah mengkonsumsi alkhohol, merokok,
dan mengkonsumsi obat obatan. Ny P mengatakan selama hamil dirinya sering
melakukan aktifitas jalan pagi di sekitar rumahnya. Dan sampai sekarang pun
demikian.
- Riwayat kesehatan yang lalu
Pasien mengatakan pernah mengalami tekanan darah tinggi pada saat
kehamilan pertama
- Riwayat KB
Klien mengatakan tidak pernah menggunakan KB
10. Riwayat obstetri dan gynekologi
a. Status obstetri
P1A0
b. Riwayat Menstruasi
1) Usia menarche : 11 Tahun
2) Siklus menstruasi : 28- 30 hari
3) Disminore : Nyeri kram perut bagian bawah timbul secara bertahap
4) Lama menstruasi : 6 – 7 hari
5) Periode menstruasi: Teratur
c. Riwayat perkawinan
1) Menikah berapa kali : 1 kali
2) Usia menikah : 24 Tahun
3) Lama perkawinan : 1 Tahun
4) Permasalahan dalam kehidupan seksual : Tidak ada
d. Riwayat kehamilan dan persalinan masa lalu
Anak Cara PB/ Jenis Keadaan Usia Penolon
ke Lahir BB Kelamin Lahir Sekarang g
1. sponta 370 P 2 hari Bidan
n 0

e. Kehamilan sekarang
HPHT : 29 september 2020
TP / HPL : 5 juni 2021
Obat – obatan yang di konsumsi :
Klien mengatakan tidak ada obat khusus yang diminum selama kehamilan kecuali
vitamin vitamin dan susu untuk ibu hamil
Dukungan Keluarga :
Klien mengatakan keluarga selalu memberikan dukungan dan suport selama
proses kehamilan sampai saat ini, suami senantiasa menemani dan menjaga anak
dan istrinya.
11. Pengkajian Pola Fungsi:
a. Persepsi terhadap kesehatan
Klien mengatakan bayinya ini merupakan anak pertama, Tapi klien merasa yakin
atas kemampuannya untuk merawat bayinya, karena selama ini klien rajin
memeriksakan diri ke dokter kandungan , jika merasa tidak enak badan juga
langsung ke puskesmas atau dokter praktek
b. Pola bernafas
Klien mengatakan sebelum hamil bernafas seperti biasa tidak ada gangguan,
namun selama hamil klien terkadang sedikit merasa ngos-ngosan ketika setelah
selesai beraktivitas. RR : 20 x/menit. Namun pasien tidak menggunakan oksigen
tambahan.
c. Kebutuhan cairan dan elektrolit
Intake: Minum : ± 2000 ml
Makan : 1 porsi
Infus : 500 ml
Output : Urine : ±1000 cc
Fases : 150cc
Blood/ darah : 250 cc
Balance cairan : 2500 – 1400 = 1100
d. Pola nutrisi dan metabolik
− A (Antropometri) :
BB : 55 kg
TB : 155 cm
IMT : 22,9
− Biochemical : -
− Clinis : Klien mengatakan mengeluh merasa letih dan tidak merasakan mulas
pasca melahirkan
− Diet : Klien mengatakan mengikuti diet yang dianjurkan
e. Pola eliminasi
− BAB : Klien mengatakan BAB sehari 1 kali dengan konsistensi lunak,
berwarna kuning kecoklatan dan berbau khas feses
− BAK : Klien mengatakan BAK sehari 7-8 kali, urine berwarna kuning jernih
dan berbau khas urine
f. Pola Aktifitas dan latihan
Klien mengatakan selama hamil klien sering jalan – jalan bersama suami dan
aktifitas sehari – hari masih di bantu oleh suami.
Kriteria Dengan bantuan Mandir
i
Makan 10
Aktivitas toileting 5
Berpindah dari tempat tidur ke kursi 10
Kebersihan dari mencuci muka, menyisir, gosok 5
gig
Mandi 0
Berjalan dipermukaan datar 10
Naik turun tangga 5
Berpakainan 10
Mengontrol defekasi 10
Mengontol berkemih 10
Total 75 (ketergantungan
moderat)

g. Pola istirahat dan tidur


Klien mengatakan tidur malam ±5-6 jam dan tidur siang ± 2-3 jam dengan
kualitas tidak nyenyak, Pasien tampak tidak segar karena harus mengurus bayinya
jika bayinya terbagun
h. Pola peran berhubungan
Pasien berperan sebagai seorang istri dan ibu dari kedua anaknya dan Klien
mengatakan orang terdekat adalah suaminya yang selalu mendampingi. Klien
mengatakan selama ini hubungan antara anggota keluarga, tetangga, dan
masyarakat di sekitar baik – baik saja.
i. Pola nilai dan kepercayaan
Ibu berasal dari suku jawa dan beragama islam sehingga kebudayaan yang umum
di masyarakat masih dilakukan seperti tujuh bulanan dan selamatan, Klien merasa
sangat bersyukur bayinya dapat lahir dengan selamat.
j. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Klien mengatakan merasa aman dan nyaman berada di lingkungan rumahnya
maupun lingkungan rumah sakit, perawat, bidan dan dokter selalu memberikan
pelayanan yang baik dan suaminya yang selalu setia menemaninya.
k. Kebutuhan belajar
Klien mengatakan selalu belajar setiap waktu agar menjadi ibu yang baik bagi
anak – anaknya
l. Kebutuhan personal hygiene
Klien mengatakan sejak dirawat di RS untuk kebutuhan personal hygine selalu
dilakukan, dibantu oleh suami dan anggota keluarganya
m. Kebutuhan pemenuhan ADL
Klien mengatakan untuk memenuhi kebutuhan ADL-nya belum dapat melakukan
secara mandiri dan masih dibantu oleh suami dan keluarganya
12. Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum : Baik
Tingkat kesadaran : Composmentis
Galscow coma Scala ( GCS ) : E 4, M 6, V 5 = 15
Tanda – tanda Vital :
TD : 130 / 80 mmhg
N :90 x / menit
RR : 20 x / menit
S : 36,0oC

a. Kepala dan Leher


Bentuk simetris, rambut dan kulit kepala Pasien bersih, distribusi rambut merata,
warna rambut hitam, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada keluhan.
tidak ada edema, tidak sembab, tidak ada cloasma gravidarum. Tidak ada
hiperpigmentasi.
b. Mata
Mata tampak simetris antara kanan dan kiri, ukuran pupil ± 2 mm, sclera ikterik,
konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan normal dan tidak terdapat nyeri
tekan pada daerah palpebra.
c. Hidung
Lubang hidung tampak simetris, tidak ada bengkok pada tulang hidung, tidak
terdapat lesi, tidak ada perdarahan, tidak ada secret, tidak ada nyeri tekan pada
daerah hidung dan tulang pipi, fungsi penciuman dalam batas normal.
d. Mulut
Mulut bersih tidak adanya lesi, tidak adanya tanda – tanda sianosis, tidak ada
stomatitis, tidak ada caries pada gigi. Fungsi pengecapan baik Pasien dapat
membedakan rasa asin dan manis
e. Telinga
Daun telinga bersih Telinga kanan dan kiri simetris, tidak adanya secret, tidak
adanya lesi, fungsi pendengaran baik, Pasien dapat mendengar dan dapat
berkomunikasi dengan perawat dan bidan dengan baik
f. Jantung
I : Iktus cordis tidak tampak, tidak ada pembesaran jantung tidak ada luka
maupun spider nevy
P : Iktus cordis tidak teraba, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan
P : Suara redup / pekak
A : Suara lup dup (S1 dan S2 reguler) tidak ada suara tambahan
g. Paru – Paru
I : Simetris antara kanan dan kiri, tidak ada kelainan bentuk dada, tidak ada luka
atau lebam pada daerah paru
P : Taktil fremitus teraba sama, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan
P : Suara ketuk sonor
A : Bunyi nafas vesikuler di semua lapang paru, tidak terdapat suara tambahan,
seperti wheezung maupun ronchi
h. Payudara
Payudara tampak bersih, Payudara kanan dan kiri simetris, puting susu menonjol,
tidak ada benjolan, aerola berwarna coklat tua, terdapat pengeluaran colostrum.

i. Abdomen
Inspeksi : Tampak garis linea nigra dibawah pusar kebawah, tampak adanya
strea gravidarum.
Auskultasi : Bising usus + 16 x/menit
Palpasi : TFU 1cm dibawah pusar
Perkusi :-
j. Genetalia
Keadaan genetalia bersih
Ppv lokea rubra, bau khas dan jumlah cukup
Prinium terdapat luka jahit
Reednes : Tampak kemerahan
Edema : Tidak ada
Ekimosis : Tidak ada
Discharge : Tidak ada
Approximate : tertutup
k. Ekstermitas
Ekstermitas atas
Simetris, pergerakan normal, tonus otot baik, kekuatan otot baik tidak tampak
odema tidak ada sindaktil, polidaktil, CRT < 2 detik
Ekstermitas bawah
Simetris, pergerakan normal, tonus otot baik, kekuatan otot baik, tidak ada
odema, tidak ada varises, tidak ada sindaktil dan podaktil.
13. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
b. Terapi
Golongan dan Fungsi dan
Jenis Terapi Dosis
Kandungan Farmakodinamik
Asam mefenamat tab 3x1 OAINS Meredakan peradangan
l. Proses keperawatan
a. Analisa data
No Hari/tgl Data Fokus Etiologi Masalah
1 Senin, 31 DS : Terputusnya Nyeri akut
Mei 2021 - Klien mengatakan nyeri di kontinuitas berhubungan
bagian peringum jaringan dengan
P: nyeri setelah melahirkan sekunder Terputusnya
( perineum di potong) ↓ kontinuitas
Q: seperti ditusuk tusuk Merangsang jaringan
R: diperineum area sensorik sekunder
S: skala 3 motorik
T: terus menerus ↓
DO : Nyeri akut
- Klien tampak meringis menahan
nyeri
Ttv:
TD : 130 / 80 mmhg
N :90 x / menit
RR : 20 x / menit
S : 36,0oC
2. DS :- Jaringan Resiko infeksi
. terbuka berhubungan
DO : ↓ dengan prosedur
Terdapat luka jahitan di perineum Bakteri mudah invasive
masuk
Rubor : tidak ada kemerahan ↓
Dolor : nyeri pada luka post op Resiko infeksi
Kolor : tidak ada panas di area
luka
Tumor : tidak ada pembengkakan
Fungsi olaesa : luka mengganggu
pergerakan
3. DS : ASI keluar Menyusui tidak
-Klien mengatakan asinya tidak tetapi sedikit efektif
keluar ↓ berhubungan
DO : Kurang dengan asi tidak
- putting susu menonjol pengetahuan menetas/
- areola hiperpigmentasi perawatan memancar
-.payudara teraba kenyal payudara

Meyusui tidak
efektif
4. DS: Kurang Defisit
Pasien mengatakan bahwa ketika pengetahuan pengetahuann
menyusui ia merasa tangannya tentang macam berhubungan
capek dan bayinya terlihat tidak macam protein dengan kurang
nyaman. terpapar
DO: informasi
Pasien terlihat bingung
b. Diagnosa keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan Terputusnya kontinuitas jaringan
sekunder (D.0077)
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan tindakan invasif (D.012 4 )
3. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan refleks
oksitosin (D. 0029)
4. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi
( D.0111 )

c. Rencana keperawatan
Diagnosa
No SLKI SIKI
keperawatan
1. Nyeri akut Kontrol nyeri (L.08063) Manajemen Nyeri (I.08238)
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan
Terputusnya 3x24 jam diharapkan pasien Tindakan :
kontinuitas jaringan dapat meningkatkan kriteria Observasi
sekunder (D.0077) dengan
- Kemampuan mengenali - Identifikasi sekala nyeri
penyebab nyeri - Identifikasi respon nyeri
ditingkatkan dari skala 3 ke non verbal
skala 5
- Monitor efek samping
- Kemampuan menggunakan penggunaan analgetik
tehnik nonfarmakologis
ditingkatkan dari skala 3 ke Terapeutik
skala 5 - Berikan tehnik
nonfarmakologis untuk
Tingkat nyeri (L.08066) mengurangi rasa nyeri
Setelah dilakukan tindakan
3x24 jam diharapkan pasien - Fasilitasi istirahat dan tidur
dapat meningkatkan kriteria
- Pertimbangkan jenis dan
dengan
sumber nyeri dalam
- Kemampuan menuntaskan
pemilihan strategi tindakan
aktivitas di tingaktan dari
nyeri
skala 3 ke skala 5
Edukasi
- Keluhan nyeri ditingkatkan
- Jelaskan penyebab, periode,
dari skala 3 ke skala 5
dan pemicu nyeri
- Meringis ditingkatkan dari
- Jelaskan strategi meredakan
skala 3 ke skala 5 nyeri
- Anjurkan tehnik
nonfarmakologisn untuk
mengurangi rasa nyeri
( relaksasi nafas dalam)
2. Risiko Infeksi (L.14137) Tingkat Infeksi (I.14539) Pencegahan infeksi
berhubungan dengan
tindakan invasive Setelah dilakukan tindakan Tindakan
(D.012 4) 3x24 jam diharapkan pasien Observasi :
dapat meningkatkan kriteria - Monitor tanda dan gejala
dengan : infeksi local dan sistemik

- Kemarahan dari skala 2


cukup menurun ke skala 4
- Nyeri dari skala 2 cukup Terapeutik
menurun ke skala 4 - Batasi jumlah pengunjung

- Bengkak dari skala 2 - cuci tangan sebelum dan


cukup menurun ke skala 4 sesudah kontak dengan
pasien dan lingkungan
- Kadar sel darah putih dari pasien
skala 2 cukup membaik ke
skala 4 - pertahankan teknik aspetik
pada pasien beresiko
kultur area luka dari tinggi
skala 2 cukup membaik
ke skala 4 - berikan perawatan kulit /
luka ( ganti balut)
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala
infeksi
- ajarkan cara mencuci
tangan dengan benar
- ajarkan etika batuk
- ajarkan cara memeriksa
kondisi luka atau luka
operasi
- Anjurkan meningkatkan
asupan nutrisi
- Anjurkan meningkatkan
asupan cairan
Kolaborasi

3. Menyusui tidak (L. 03029) Status menysui Konseling laktasi


efektif berhubungan Setelah diberikan asuhan - Identifikasi permasalahn
dengan keperawatan selama 3x24 jam yang ibu alami selama
ketidakadekuatan diharapkan tingkat proses menysusi
refleks oksitosin pengetahuan pasien membaik - Gunakan tehnik
(D.0029) dengan kriteria hasil : mendengarkan aktif
- Tetesan / pancaran asi - Lakukan breast care untuk
ditingkstksn dari skala 3 memperlancar asi
ke skala 5
- Suplai asi adekat
ditingkatkan dari skala 3
ke skala 5

4. (D.0111) Defisit (L.12111) Tingkat (I. 12383) Edukasi Kesehatan


pengetahuan Pengetahuan Definisi :
berhubungan dengan Setelah diberikan asuhan Mengajarkan pengelolaan
kurang terpaparnya keperawatan selama 3x24 jam faktor resiko penyakit dan
informasi diharapkan tingkat prilaku hidup bersih dan sehat
pengetahuan pasien membaik Tindakan :
dengan kriteria hasil : Observasi :
- Perilaku sesuai dengan - Identifikasi kesiapan dan
pengetahuan dari 3 kemampuan menerima
ditingkat kan ke 4 informasi
- Persepsi yang keliru - indentifikasi fakto-faktor
terhadap masalah dari 3 yang dapat meningkatkan
ditingkatkan ke 4 dan menurunkan motivasi
- Menjalani pemeriksaan prilaku hidup bersih dan
yang tidak tepat dari 3 di sehat
tingkatkan ke 4 Terapeutik :
- Sediakan materi dan
- Perilaku dari 3 media pendidikan
ditingkatkan ke 4 kesehatan (manfaat
- Pertanyaan tentang protein pada ibu post
masalah yang dihadapi partum y)
dari 3 di tingkatkan ke 4 - Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai
kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk
bertanya
Edukasi :
- Jelaskan faktor resiko
yang dapat mempengaruhi
kesehatan
- Ajarkan prilaku hidup
bersih dan sehat
- Ajarkan strategi yang
dapat digunakan untuk
meningkatkan prilaku
hidup bersih dan sehat.
- Jelaskan mengenai Asi
eksluksif dan tehnik
menyusui
1.

d. Implementasi Keperawatan
Hari/tgl/ No.
Implementasi Respon Paraf
jam Dx
senin 7 1,2,3, Melakukan pengkajian DS:Pasien menceritakan tentang
juni Mei 4 umum pasien kelahiran anaknya
2021 DO:
08.00 TD : 130 / 80 mmhg
N :90 x / menit
RR : 20 x / menit
S : 36,0oC
senin 7 1. Melakukan indentifikasi DS :
juni Mei skala nyeri Klien mengatakan nyeri di
2021 bagian peringum
08.00 P: nyeri setelah melahirkan
( perineum di potong)
Q: seperti ditusuk tusuk
R: diperineum
S: skala 3
T: terus menerus
DO : Klien tampak meringis
menahan nyeri
selasa 8 1. Mengajarkan tehnik DS: pasien mngatakan nyeri
juni relaksasi nafas dalam pada sedikit berkurang
2021 pasien DO: pasien tampak tenang
08.00
selasa 8 2 Jelaskan tanda gejala infeksi DS: pasien mengatakan
juni mengerti apa yang dijelaskan
2021 DO: pasien tenang
10.00 Terdapat luka jahitan di
perineum
Rubor : tidak ada kemerahan
Dolor : nyeri pada luka
Kolor : tidak ada panas di area
luka
Tumor: tidak ada pembengkakan
Fungsi olaesa: luka mengganggu
pergerakan
Rabu 2 3 Melakukan breast care DS: pasien mengatakan nyaman
juni setelah di pijat
2021 D0: pasien tampak rilex
10.20
jumaat 5 4 Melakukan penkes asi DS: pasien mengatakan
juni eklusif dan teknik menysui mengerti apa yang disampaikan
2021 perawat
09.10 D0: pasien tampak paham
e. Catatan Perkembangan
Hari/tgl/jam No. Dx Evalusi Paraf
1 S: Klien mengatan nyeri di perineum Fitrin
selasa 8 juni P: nyeri setelah melahirkan
2021 ( perineum dilakukan insisi)
10.00 Q: seperti ditusuk tusuk
R: diperineum
S: skala 3
T: terus menerus
O : Klien tampak meringis menahan nyeri
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjut intervensi
- Mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam pada
pasien
selasa 8 juni 2 S: -
2021 O:
10.00 Terdapat luka jahitan di perineum
Rubor : tidak ada kemerahan
Dolor : nyeri pada luka post op
Kolor : tidak ada panas di area luka
Tumor: tidak ada pembengkakan
Fungsi olaesa: luka mengganggu pergerakan
A: Masalah teratasi
P: Lanjutkan intervensi
 Breast care
Rabu 2 juni 3 S: pasien mengatakan nyaman setelah dilakkan breast fitrin
2021 care
10.40 0: pasien tampak rilex
A: Masalah teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. penkes asi eklusif dan tehnik menyusui
jumaat 5 juni 4 S: pasien mengatakan paham dengan apa yang dijelaskan
2021 perawat
09.20 0: pasien tampak mengerti
A: Masalah teratasi
P: selesai

Anda mungkin juga menyukai