Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN INDIVIDUAL

KKN TAHUN 2017

PELATIHAN JURNALISTIK TENTANG


PEMBUATAN BULETIN DI SMKN 4 BANJAR

Oleh
Elang Ratna Sari
NIM. 1134050044

PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
BAB I

PENDAHULUAN

A. Permasalahan
Perkembangan media yang sangat penting, sehingga masyarakat
perlu informasi yang sangat cepat. Dengan banyak media pada zaman
sekarang, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara akurat, bahkan
masyarakat pun bisa mendapatkan informasi dari berbagai media, seperti
media cetak dan elektronik. Buletin salah satunya, media cetak untuk
menyampaikan informasi kepada khalayak, seperti di SMKN 4 Banjar
yang ingin menerbitkan buletin edisi perdananya. Buletin adalah sebuah
media, media penyalur informasi, media yang berisi informasi-informasi
tentang aktivitas dan berbagai berita aktual lainnya.
Pihak Sekolah SMKN 4 Banjar, mempunyai keinginan untuk
menerbitkan buletin, sehingga pihak sekolah memberikan saran kepada
Mahasiswa-mahasiswi KKN SISDAMAS 2017 untuk mengadakan
pelatihan jurnalistik mengenai pembuatan buletin tersebut. Siswa-siswi
SMKN 4 Banjar yang akan dilibatkan dalam pembuatan buletin yang ada
di SMKN 4 Banjar.

B. Metode yang digunakan


Metode yang digunakan oleh Mahasiswa KKN yaitu metode
pelatihan, yang berupa “ Pelatihan Jurnalistik Mengenai Pembuatan
Buletin “, kepada Siswa-siswi SMKN 4 Banjar, agar siswa-siswi bisa
mengerti hal yang disampaikan dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan atau Magang (Inggris:Training) adalah proses melatih;
kegiatan atau pekerjaan (KBBI edisi 2, Balai Pustaka, 1989). Pelatihan
mempersiapkan peserta latihan untuk mengambil jalur tindakan tertentu
yang dilukiskan oleh teknologi dan organisasi tempat bekerja, dan
membantu peserta memperbaiki prestasi dalam kegiatannya terutama
mengenai pengertian dan keterampilan. (Rolf P. Lynton dan Udai

1
Pareek—Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Pustaka Binaman
Jakarta 1998).
Pelatihan sebagai bagian dari pendidikan yang mengandung proses
belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan. Waktu yang
relatif singkat, dan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada
teori. Dari pengertian tersebut diatas menggambarkan bahwa pelatihan
merupakan proses membantu peserta untuk memperoleh keterampilan agar
dapat mencapai efektivitas dalam melaksanakan tugas tertentu melalui
pengembangan proses berpikir, sikap, pengetahuan, kecakapan dan
kemampuan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat
disimpulkan beberapa pengertian yang terkait dengan pelatihan, yaitu :

1. Adanya proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan


kebutuhan peserta pelatihan.
2. Adanya proses pendidikan yang dilakukan secara teratur, sistematis
dan terencana.
3. Orientasi belajar lebih menekankan pada hal-hal yang praktis,
fungsional, aplikatif sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan
4. Menggunakan waktu yang relatif singkat.
5. Memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan kemandirian peserta pelatihan
6. Ditekankan kepada perbaikan kinerja peserta pelatihan dalam
melaksanakan tugas.

Pelatihan jurnalistik untuk Sekolah adalah program khusus untuk


pelajar mulai dari tingkat SD.,SMP,SMA/Sederajat. Sehingga melalui
pelatihan jurnalistik ini, para Siswa akan mampu mengatasi hambatan
menulis, sehingga bisa menulis dan menyunting dengan baik, demi
kelancaran tugas maupun dalam rangka menulis naskah untuk media
internal, seperti Majalah dinding, buletin, mengisi mading, membuat
laporan, press release, dan lain sebagainya.

2
Para Siswa-siswi akan dibekali pengetahuan dasar jurnalistik,
sehingga mampu membedakan cara penulisan berita, artikel, surat
pembaca, laporan, feature, maupun tulisan atau naskah wawancara.
Pengetahuan ini sangat diperlukan baik para siswa, guru atau kontributor
dari berbagai unit kerja yang ikut berpartisipasi dalam menulis di media
internal, dan lain-lain. Apalagi para anggota tim-redaksi seperti buletin.
Harus mampu mengemas naskah-naskah biasa menjadi naskah jurnalistik
yang baik dan layak untuk diterbitkan karena menarik untuk dibaca oleh
khalayak khususnya yang ada di lingkup sekolah.

3
BAB II

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

A. Monografi Desa
1. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

Jumlah laki-laki 1883 orang

Jumlah perempuan 1849 orang

Jumlah total 3732 orang

Jumlah kepala
1185 KK
keluarga

Kepadatan Penduduk 0,00 per KM


Tabel 2.1 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

2. Jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan

Laki-
Jenis Pekerjaan Perempuan
laki

204
Petani 12 orang
orang

Buruh Tani 1 orang 1 orang

Pegawai Negeri Sipil 14 orang 6 orang

173
22 orang
orang

Pengrajin 2 orang 1 orang

Pedagang barang kelontong 40 orang 5 orang

Peternak 1 orang 1 orang

Montir 3 orang 1 orang

4
Perawat swasta 1 orang 0 orang

Bidan swasta 0 orang 1 orang

TNI 0 orang 1 orang

POLRI 1 orang 0 orang

Pedagang Keliling 25 orang 2 orang

Pembantu rumah tangga 1 orang 3 orang

Arsitektur/Desainer 1 orang 0 orang

Karyawan Perusahaan Swasta 1 orang 0 orang

Karyawan Perusahaan
10 orang 2 orang
Pemerintah

235
Wiraswasta 4 orang
orang

Tidak Mempunyai Pekerjaan


3 orang 1 orang
Tetap

362
Belum Bekerja 301 orang
orang

332
Pelajar 330 orang
orang

Ibu Rumah Tangga 16 orang 1072 orang

Purnawirawan/Pensiunan 13 orang 5 orang

Perangkat Desa 10 orang 2 orang

389
Buruh Harian Lepas 14 orang
orang

Karyawan Honorer 0 orang 1 orang

Jumlah Total Penduduk 3.626 orang


Tabel 2.2 Jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan

5
3. Jumlah penduduk berdasarkan agama

Agama Laki-laki Perempuan

Islam 1826 orang 1774 orang

Kristen 1 orang 3 orang

Hindu 3 orang 5 orang

Budha 1 orang 0 orang

Konghucu 1 orang 1 orang

Jumlah 1.832 orang 1.783 orang


Tabel 2.3 Jumlah penduduk berdasarkan agama

4. Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan

Tingkatan Pendidikan Laki-laki Perempuan

Usia 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 83 orang 64 orang

Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK/play


2 orang 3 orang
group

Usia 7 - 18 tahun yang tidak pernah


5 orang 2 orang
sekolah

Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 321 orang 296 orang

Usia 18 - 56 tahun tidak pernah sekolah 1 orang 0 orang

Usia 18 - 56 tahun pernah SD tetapi


1 orang 0 orang
tidak tamat

Tamat SD/sederajat 886 orang 1023 orang

Usia 12 - 56 tahun tidak tamat SLTP 459 orang 521 orang

6
Usia 18 - 56 tahun tidak tamat SLTA 156 orang 211 orang

Tamat SMP/sederajat 254 orang 210 orang

Tamat SMA/sederajat 235 orang 150 orang

Tamat D-1/sederajat 2 orang 1 orang

Tamat D-2/sederajat 11 orang 7 orang

Tamat D-3/sederajat 1 orang 0 orang

Tamat S-1/sederajat 21 orang 13 orang

Jumlah Total 4.939 orang


Tabel 2.4 Jumlah penduduk berdasarkan pendidikan

5. Jumlah Penduduk Berdasarkan Etnis

Etnis Laki-laki Perempuan

Aceh 3 orang 2 orang

Batak 3 orang 4 orang

Betawi 2 orang 0 orang

1771
Sunda 1728 orang
orang

Jawa 49 orang 45 orang

Bali 6 orang 6 orang

Dayak 1 orang 0 orang

Sasak 1 orang 0 orang

China 1 orang 0 orang

0 orang 1 orang

Palembang 0 orang 1 orang

7
1.837 1.787
Jumlah
orang orang
Tabel 2.5 Jumlah penduduk berdasarkan etnis

6. Jumlah Keluarga

Jumlah Keluarga
Jumlah
Jumlah KK Laki-laki KK Perempuan
Total
Jumlah Kepala Keluarga tahun
1026 KK 113 KK 1139 KK
ini
Jumlah Kepala Keluarga tahun
976 KK 162 KK 1138 KK
lalu

Prosentase Perkembangan 5.12 % -30.25 %

Tabel 2.6 Jumlah keluarga

7. Jumlah Pengangguran

Jumlah Pengangguran

1. Jumlah angkatan kerja (penduduk usia 18-


2102 orang
56 tahun)

2. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang


217 orang
masih sekolah dan tidak bekerja

3. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang


965 orang
menjadi ibu rumah tangga

4. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang


1382 orang
bekerja penuh

5. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang


487 orang
bekerja tidak tentu

6. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang


11 orang
cacat dan tidak bekerja

8
7. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang
2 orang
cacat dan bekerja
Tabel 2.7Jumlah Pengangguran

8. Kesejahteraan Keluarga

Kesejahteraan Keluarga

1. Jumlah keluarga prasejahtera 532 keluarga

2. Jumlah keluarga sejahtera 1 246 keluarga

3. Jumlah keluarga sejahtera 2 198 keluarga

4. Jumlah keluarga sejahtera 3 136 keluarga

5. Jumlah keluarga sejahtera 3 plus 26 keluarga

6. Total jumlah kepala keluarga 1138 keluarga


Tabel 2.8 Kesejahteraan keluarga

9
Gambar 2.1 Peta Desa Sukamukti

10
B. Kondisi Masyarakat Sasaran
SMK NEGERI 4 BANJAR merupakan sekolah yang baru didirikan
sejak 8 februari 2012 dengan membuka program studi keahlian, yaitu
Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan, Administrasi
Pekantoran, Jasa Boga. Sekolah tersebut berada di Desa Sukamukti,
Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
Siswa-siswi SMKN 4 Banjar, sangat antusias ketika ikut serta
dalam pelatihan jurnalistik tersebut, meskipun dalam pelatihan jurnalistik
tersebut banyak mayoritas perempuan yang mengikuti. Pelatihan yang
diikut lebih dari 30 peserta. Karena pelatihan jurnalistik ini memang
pertama kali yang dilakukan di SMKN 4 Banjar, sehingga siswa-siswi
SMKN 4 Banjar banyak yang kurang paham dan mengerti mengenai
pelatihan jurnalistik yang membahas tentang buletin.

11
BAB III

PROSES PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

A. Tahapan Pengabdian Kepada Masyarakat


Langkah program kerja Kuliah Kerja Nyata di SMKN 4 Banjar
yang berada di Desa Sukamukti dilakukan melaui beberapa tahap yaitu :
1. Observasi
Sebelum melakukan pelatihan jurnalistik, Mahasiswa KKN
meminta izin terlebih dahulu kepada pihak sekolah, dengan
menanyakan beberapa masalah atau kendala yang ada di
sekolah tersebut. Kebetulan pihak sekolah banyak berbincang-
bincang dengan Mahasiswa KKN, bahwa di sekolah ingin
menerbitkan buletin sekolah, dan kebetulan sekali dari
Mahasiswa KKN ada jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik, dan
menjadi tepat sekali bagi pihak sekolah, yang akan melibatkan
siswa-siswi SMKN 4 Banjar dalam pelatihan jurnalistik
mengenai pembuatan buletin sekolah.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Mengenai Pembuatan
Buletin, di laksanakan pada hari sabtu, 25 februari 2017, di
SMKN 4 Banjar. Dalam pelaksanaan tersebut Mahasiswa KKN
menjelaskan mengenai pengertian jurnalistik, supaya siswa-
siswi sebelum mengetahui ke tahap buletin, mereka harus tahu
dulu mengenai jurnalistik itu sendiri.
Ketahap selanjutnya dibahas juga mengenai pembuatan berita,
seperti pirami terbalik,seta menjelaskan secara detail mengenai
pembuatan berita tersebut, karena sangat penting untuk
pengisian di buletik sekolah.
Dalam pembasana buletin, banyak tahapan-tahapan yang
dijelaskan seperti, pembentukan struktur organisasi dari mulai

12
pimpinan umum dan lain-lainnya. Mengenai rubrik-rubrik yang
ada di buletin, tata letak, judul berita, cara pengisiannya seperti
apa, cara editing maupun layotnya harus bagaimana. Sehingga
siswa-siswi SMKN 4 Banjar harus bisa memahami dalam
pembuatan buletin tersebut. Karena target dari pihak sekolah
ingin bisa terlaksana pada awal maret.
3. Pembuatan
Siswa-siswi membentuk struktur organisasi dalam pembuatan
buletin,dari mulai pimpinan umum, redaktur, reporter lapangan,
editor, layoter, dan lain-lain. Dalam pembentukan tersebut,
mereka dipandu oleh Mahasiswa KKN dalam prodi Jurnalistik,
karena mereka masih belum mengerti secara detail dalam
pembentukan struktur organisasi tersebut.
Setelah selesai pembentukan lalu mereka, mengadakan rapat
redaksi yang dipimpin oleh pimpinan redaksi, untuk
membicarakn isu-isu yang akan di tulis di buletin tersebut.
menentukan waktu untuk terjun ke lapangan, untuk mencari
data dengan menggunakan teknik wawancara kepada
narasumber-narasumber mengenai isu-isu yang telah ditentukan
dan dibagi-bagi kepada setiap reporter lapangan.

4. Pengumpulan dan Editing


Setelah semuanya selesai, sesuai jadwal yang telah ditentukan,
masuk ke tahap pengumpulan berita, yang telah dilaksanakan
di lapangan oleh Siswa-siswi untuk proses pengeditan. Tata
cara pengeditan pun dibantu oleh Mahasiswa KKN, karena
mereka masih butuh pembelajaran. Diberitahu juga sistematika
penulisannya juga, sehingga berita yang akan di muat dibuletin
tersebut menjadi layak dan penting untuk khalayak, khususnya
untuk pihak sekolah.

13
5. Proses Akhir
Dalam proses akhir ini yaitu berupa buletin yang sudah siap
untuk dicetak, buletin yang terdiri dari 4halaman tersebut
mempunyai nama yaitu Jihadinopat yang mempunyai slogan “
sampaikanlah walau dengan tulisan “.
Dalam konteksnya setiap orang dapat menerima buletin itu
dalam bentuk jadi atau tinggal membaca saja. Jangan selalu
berpikir sulit tentang pengelolaan sebuah berita, karena berita
atau informasi itu sifatnya fleksibel dan dapat ditemui
dimanapun. Seperti halnya ketika kita melihat sebuah
perubahan yang baru dalam lingkungan, maka itu bisa
dijadikan bahan atau kajian untuk membuat sebuah informasi
atau berita.

Gambar 3.1 Buletin SMKN 4 Banjar

Dalam sebuah penerbitan, baik itu majalah, koran, buletin, tabloid


maupun news letter, ada beberapa unsur pengelola yang sering kita

14
jumpai akan tetapi dalam praktek di lapangan semua itu bisa bersifat
opsional, diantaranya :

1. Pemimpin Umum
2. Pemimpin Redaksi
3. Sekretaris Redaksi
4. Redaktur Pelaksana
5. Dewan Redaksi
6. Reporter
7. Illustrator, Desainer Grafis atau Lay Outer
8. Fotografer
9. Tata Usaha, dan lain-lain.

B. Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat Sasaran


Adapun yang menjadi sasaran pada program KKN SISDAMAS

UIN Sunan Gunung Djati Bandung yaitu Siswa-siswi SMKN 4 Banjar di

Desa Sukamukti yang sangat bersemangat untuk menerbitkan buletin

yang merupakan salah satu bentuk media informasi, yang sebelumnya

belum ada di SMKN 4 Banjar tersebut, ini menjadi penerbitan buletin edisi

1.

Menurut Bapak Aan Alamsyah sebagi pembina dari ekstrakulikuler

dalam bidang Majelis Kerohanian Islam, harapannya ingin buletin tersebut

bisa terbit dalam satu bulan, tetapi harus banyak perubahan, yang awalnya

satu bulan sekali bisa menjadi satu bulan dua kali, dan seterunya. Karena

ini merupakan program baru, jadi harus bisa terlaksana. Bapak Aan juga

mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa KKN yang telah membantu

15
dalam menerbitkan buletin sekolah, untuk kedepan ingin bisa menerbit

majalah.

Gambar 3.2 Bapak Aan selaku pembina Majelis Kerohanian Islam

C. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Hasil dari pengabdian merupakan langkah nyata bukti peran

terhadap Siswa-siswi SMKN 4 Banjar. Dikatakan sukses apabila ilmu

yang didapatkan dibangku kuliah diterapkan menjadi manfaat bagi Siswa-

siswi SMKN 4 Banjar tersebut. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat

merupakan sarana belajar untuk meningkatkan soft skills jalinan sosial

dengan masyarakat yang menjadi tujuan dari masa pembelajaran dan

perkuliahan.

Sasaran pelatihan jurnalistik ini yaitu Siswa-siswi SMKN 4 Banjar,

yang ada di Desa Sukamukti. Untuk membuat buletin sekolah sebagai

media informasi yang berupa media cetak dalam bentuk buletin. Meskipun

16
program pembuatan buletin ini baru pertama kali, tetapi pihak sekolah

sangat mengapresiasi dalam pembuatan buletin tersebut, karena bisa

dilakukan sesuai dengan harapan.

Pelatihan jurnalistik ini sangat di dukung oleh pihak SMKN 4 Banjar,

karena membawa manfaat yang bagus untuk Siswa-siswi SMKN 4 Banjar,

media informasi sebagai sarana kita untuk mendapatkan informasi yang

akurat, penting, faktual dan aktul. Tanpa informasi kita tidak akan

mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Kegiatan pengabdian di SMKN 4 Banjar didesain dalam bentuk

pelatihan jurnalistik mengenai pembuatan buletin di Sekolah. Pelatihan ini

dilaksanakan untuk menunjang kreativitas dalam menulis , kegiatan ini

juga memiliki respon baik sekali.

Gambar 3.3 Foto bersama dengan tim-buletin

17
D. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor Pendukung diantaranya :


1. Keterlibatan dan antusias baik dari pihak sekolah maupun dari siswa-
siswi SMKN 4 Banjar
2. Perizinan dari pihak sekolah
3. Kerjasama antar tim dalam pembuatan buletin
4. Mempunyai inovasi untuk menumbuhkan sesuatu yang baru
5. Tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, meskipun
dalam waktu singkat

Faktor Penghambat :

1. Masih mementingkan kesibukan masing-masing siswa-siswi nya,


sehingga menghambat ke proses pembuatan buletin
2. Banyak yang belum terlealisasi dalam beritanya
3. Waktu
4. Ada beberapa rubrik yang dihilangkan, karena tulisan yang belum
sempat dibuat oleh siswa-siswi SMKN 4 Banjar
5. Belum bisa mengatur deadline sebagaimana yang telah ditentukan

18
BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Buletin merupakan sebuah media penyalur informasi, yang berisi
informasi-informasi tentang aktivitas dan berbagai berita aktual lainnya.
Buletin yang mereka terbitkan tentunya memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Karena dengan adanya buletin siswa dapat menuangkan kreativitas dan
bakat jurnalistiknya, bahkan segala uneg-uneg mereka, baik mengenai
saran maupun kritik terhadap sekolah.
Pada umumnya, buletin sekolah adalah sebagai wadah pengembang
kreativitas jurnalistik bagi siswa-siswi, sehingga karya-karya maupun
pemikirannya dapat ditampung dalam sebuah media denngan ciri
khasnya sendiri. Disamping itu para siswa juga dapat berkomunikasi dan
bersilaturahmi dengan teman-temann sekaligus dengan pengelolaannya.
Buletin sekolah juga mempunyai tujuan diantaranya :
1. Mendorong dan memacu berkembangnya tulis-menulis di bidang
jurnalistik
2. Ikut melanjutkan tercapainya tujuan instruksional OSIS
3. Menyediakan jalur timbal balik yang aktul
4. Menyelenggarakan pendidikan dasar jurnalistik yang ditujukan
untuk tim redaksi dan para peminat sebagai bekal

Pelatihan jurnalistik untuk Sekolah adalah program khusus untuk


pelajar mulai dari tingkat SD.,SMP,SMA/Sederajat. Sehingga melalui
pelatihan jurnalistik ini, para Siswa akan mampu mengatasi hambatan
menulis, sehingga bisa menulis dan menyunting dengan baik, demi
kelancaran tugas maupun dalam rangka menulis naskah untuk media
internal, seperti Majalah dinding, buletin, mengisi mading, membuat
laporan, press release, dan lain sebagainya.

19
Para Siswa-siswi akan dibekali pengetahuan dasar jurnalistik,
sehingga mampu membedakan cara penulisan berita, artikel, surat
pembaca, laporan, feature, maupun tulisan atau naskah wawancara.
Pengetahuan ini sangat diperlukan baik para siswa, guru atau kontributor
dari berbagai unit kerja yang ikut berpartisipasi dalam menulis di media
internal, dan lain-lain. Apalagi para anggota tim-redaksi seperti buletin.
Harus mampu mengemas naskah-naskah biasa menjadi naskah jurnalistik
yang baik dan layak untuk diterbitkan karena menarik untuk dibaca oleh
khalayak khususnya yang ada di lingkup sekolah.

Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, membawa pengaruh yang


sangat baik, karena siswa-siswa bisa menyalurkan bakat menulisnya,
lewat media massa, siswa juga bisa menjadi terlatih secara cepat apabila
mereka mempunyai rasa ingin bisa mengenai menulis tersebut.

B. Rekomendasi
1. Lakukanlah rapat redaksi secara terinci, supaya bisa mendapatkan
hasil buletin yang maksimal
2. Jangan sampai padam dalam pelaksanaan buletin tersebut,lakukan
yang terbaik
3. Apabila buletin sudah diterbitkan, maka secepatnya pikirkan lagi
isu-isu yang akan dibahas selanjutnya.
4. Deadline harus selalu diperhatikan
5. Angkatlah isu-isu yang memang sangat penting untuk
diinformasikan kepada khalayak
6. Tambahkanlah rubrik-rubrik yang menarik, supaya menarik
perhatian khalayak.
7. Minatilah menulis

20
Kegiatan pelatihan jurnalistik

21
Pembentukan Struktur Organisasi Tim-Buletin Sekolah

22
Evaluasi Akhir Setelah Buletin Terbit

23
Foto Bersama Tim-Buletin

24
25