Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ulfah Surachman

NIM : 042191928
Prodi : Manajemen
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Tugas 1
Bahasa Indonesia

1. Jelaskan fungsi bahasa menurut M.A.K. Halliday

Jawaban :
Halliday (Tomkins. G.E.,dan Hoskisson. K. 1995) mengenukakan 7 fungsi
bahasa. Yang terdiri sebagai berikut :
a. Instrumental, bahasa digunakan sebagai alat untuk memperoleh
kebutuhan fisik.
b. Regulatori ,bahasa digunakan untuk mengontrol atau mengendalikan
orang lain.
c. Interaksional, bahasa digunakan untuk berhubungan atau bergaul
dengan orang lain.
d. Personal, bahasa digunakan untuk mengungkapkan diri.
e. Heuristik, bahasa digunakan untuk mengungkapkan dunia disekitarnya
atau mengutarakan pengalaman.
f. Imajinatif, bahasa digunakan untuk mencipta.
g. Informatif, bahasa digunakan untuk mengomunikasikan informasi baru
(Tim,2007 : 120)
Perkembangan bahasa indonesia berdasarkan hasil
kongres

Kongre
s
X
Kongre
Kongre Kongre Kongre s
s s s a. Pemerintah perlu memantapkan kedudukan dan XI
VII VIII IX fungsi
Bahasa Indonesia melalui penerjemah dan penerbitan,
pada kongres XI yang
baik nasional maupun internasional, untuk
bertemakan
mengejawantahkan konsep-konsep iptek berbahasa
Kesimpulan dari Kongres Bahasa “Menjayakan Bahasa dan Sastra
Pada kongres bahasa Kongres ini juga indonesia guna menyebarkan ilmu pengetahuan dan
Indonesia VII ini ialah mengusulkan Indonesia ” Ada Sembilan
kali ini para pakar dan dilaksanakan dalam rangka teknologi ke seluruh lapisan masyarakat.
dibentuknya Badan Pertimbangan subtema
pemerhati bahasa memperingati 100 tahun b. Pemerintahan perlu meningkatkan pembelajaran
Bahasa Indonesia. yang dikembangkan dari tema
indonesia Kebangkitan Nasional, 80 sosialisasi hasil- hasil pembakuan Bahasa Indonesia
Kongres juga ada beberapa hal pokok besar itu, yaitu Pendidikan
Kebangkitan Nasional, 80 menyimpulkan bahwa tahun Sumpah Pemuda, 60 untuk kepentingan pembelajaran Bahasa indonesia
sebagai berikut : Bahasa
berdasarkan Kongres tahun berdirinya Pusat dalam rangka memperkukuh jati diri dan
a. Memperkukuh kedudukan dan sastra indonesia,
Sumpah Pemuda pada Bahasa. Dicanangkannya membangkitkan semangat kebangsaan.
bahasa dalam era globalisasi. pengutamaan bahasa indonesia
tanggal 28 Oktober tahun2008 sebagai Tahun c. Pembelajaran Bahasa indonesia perlu dioptimalkan
b. Bahasa Indonesia bagi di
1928 yang menyatakan Bahasa maka di sepanjang sebagai media Pendidikan karakter untuk menaikkan
Penutur Asing (BIPA) ruang publik, Bahasa ranah
bahwa para pemuda tahun 2008 diadakan martabat dan harkat bangsa.
c. Organisasi profesi, termasuk kehidupan, pemetaan dan kajian
memiliki stu bahasa, kegiatan kebahasaan dan d. Pemerintah perlu menerapkan uji kemahiran
organisasi profesional Bahasa dan sastra daerah,
yakni bahasa indonesia kesastraan. Kongres ini berbahasa
kebahasaan dan dunia usaha pengelolaan Bahasa dan sastra
maka bulan oktober membahas 5 hal utama, indonesia (UKBI) untuk menyeleksi dan
perlu melibatkan diri secara daerah, selanjutnya Bahasa,
dijadikan bulan bahasa. yakni bahasa indonesia mempromosikan pegawai, baik di lingkungan
lebih aktif dalam pembinaan sastra
Agenda pada bulan ,bahasa daerah, penggunaan pemerintah maupun swasta guna memperkuat jati diri
dan pengembangan bahasa dan kekuatan kultural bangs
bahasa adalah bahasa asing,pengajaran dan kedaulatan NKRI, serta memberlakukan UKBI
indonesia dibidangnya indonesia, Bahasa dan sastra
berlangsungnya bahasa dan sastra, serta sebagai “paspor Bahasa” bagi tenaga kerja asing di
masing-masing. untuk strategi dan diplomasi, dan
seminar bahasa bahasa media massa. indonesia.
d. Perkembangan ilmu yang terakhir politik dan
indonesia di berbagai e. Badan pengembangan dan pembinaan Bahasa perlu
pengetahuan dan teknologi, perencanaan Bahasa dan sastra.
lembaga yang meningkatkan pengawasan penggunaan Bahasa untuk
perkembangan ilmu Dan pada kongres ini juga
memperhatikan bahasa menciptakan tertib berbahasa secara proposional.
teknologi informasi dan diluncurkan beberapa produk
Indonesia. f. Peran media massa sebagai sarana pemartabatan
tantangan kehidupan dalam kebahasan dan kesastraan, yaitu
Bahasa dan sastra Indonesia di kancah Internasional
kamus besar Bahasa indonesia
perlu dioptimalkan.
Braille, buku Bahasa dan peta
g. Komisi penyiaran Indonesia (KPI) perlu mengingatkan
Bahasa, uji kemahiran berbahasa
dan memberikan teguran agar Lembaga penyiaran
indonesia (BIPA) daring, buku
menggunakan Bahasa indonesia yang baik dan benar.
sastrawan berkarya di daerah 3T,
h. Pemerintah indonesia harus mendukung secara
546 buah bukunbahan bacaan
moral
literasi, kamus vokasi, kamus
dan material pendirian pusat studi / kajian Bahasa
bidang ilmu, dan aplikasi Senarai
Indonesia di luar negri.
Padanan Istilah Asing (SPAI).
3. Membaca artikel berikut dengan menerapkan teknik SQ3R, dan menjawab
soalsoalnya!

 Informasi awal, identitas, dan topik artikel dengan menggunakan,


Langkah survey !
 Judul : Sisi positif parenting Budaya Jepang.
 Nama majalah : Artikel utama Kompasiana Beyond Blogging.
 Bagian pembuka : Parenting menjadi isu yang hangat dewasa ini.
 Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk lebih mempelajari
bagaimana ilmu-ilmu parenting agar dapat diimplementasikan bagi
putra-putrinya, atau sebagai bekal untuk membina rumah tangga di
kemudian hari. Terdapat 4 jenis gaya parenting, yaitu gaya asuh otoriter,
berwibawa, permisif, dan terlalu protektif. berikut adalah sedikit
penjelasan mengenai keempat gaya asuh tersebut.
 Subjudul : Hubungan antara orang tua dan anak yang sangat dekat,
Orangtua adalah cerminan anak, Orangtua dan anak adalah setara, dan
Memperhatikan tentang perasaan dan emosi.
 Bagian penutup: Orang tua di Jepang tidak menggangap gaya asuh
mereka menjadi gaya asuh yang terbaik. Begitu pula dewasa ini nilai
budaya barat pun menginsipirasi cara orangtua di Jepang dalam
mendidik anaknya.

Meskipun terjadi pergeseran dan perubahan, namun gaya asuh orang tua di
Jepang yang menyayangi putra-putrinya tidak berubah. Setelah membaca gaya
asuh orang tua di Jepang, dapat dipahami bahwa gaya asuh mereka
merupakan perpaduan antara sedikit gaya permisif dan gaya authoritative
(berwibawa). Demikian, perbedaan gaya asuh orang tua di amerika dan gaya
asuh orang tua di Jepang
 Penulis: Buyung okita
 Jumlah halaman : 4 halaman
 Tahun terbit : 30 Juli 2020 18:44 dan diperbarui 1 Agustus 2020 04:18

2. Membuat 3 pertanyaan yang relavan dengan menggunakan, Langkah


question !

a. Apa yang dimaksud dengan parenting?


b. Ada berapa jenis parenting? sebutkan!
c. Jelaskanlah salah satu dari jenis – jenis parenting tersebut!
3. Menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat pada nomor 2,
Langkah Read !

a. Parenting adalah ilmu yang mengajarkan cara mengasuh anak, mendidik


anak dan membimbing anak dengan baik dan yang tepat agar orangtua
tau cara mendidik, mengasuh dan membimbing anak dengan baik. Maka
anak pun akan tumbuh dengan baik.
b. Terdapat 4 jenis gaya parenting, yaitu gaya asuh otoriter, berwibawa,
permisif, dan terlalu protektif.
c. Salah satu dari 4 jenis gaya parenting adalah Memperhatikan tentang
perasaan dan emosi, yaitu Selain mengajari dan mempersiapkan anak
untuk dapat hidup di komunitas sosial masyarakat yang lebih luas, anak
juga diberikan semangat untuk dapat memahami dan menghormati
perasaanya sendiri. Orang tua mengajarkan anaknya untuk melakukan
hal yang tidak mempermalukannya. Contohnya tidak menegur anaknya
atau menasehati anaknya di muka umum ketika melakukan hal yang
dirasa kurang pantas. Orangtua memilih menunggu situasi dan tempat
yang lebih privasi untuk menasehatinya. Anak diajarkan untuk dapat
memiliki sikap empati dan saling menghormati orang lain.

4. Jadi yang saya dapat simpulkan yaitu perenting adalah ilmu yang
mengajarkan cara mengasuh anak, mendidik anak dan membimbing anak
dengan baik dan yang tepat agar orangtua tau cara mendidik, mengasuh dan
membimbing anak dengan baik. Maka anak pun akan tumbuh dengan baik.
Dan ada pula jenis – jenis gaya parenting yaitu gaya asuh otoriter, berwibawa,
permisif, dan terlalu protektif. Selain itu dijelaskan ada 4 gaya asuh yaitu
hubungan antara orang tua dan anak yang sangat dekat, orang tua cerminan
anak, orang tua dan anak setara, dan memperhatikan tentang perasaan dan
emosi.

5.
 Parenting : adalah ilmu yang mengajarkan cara mengasuh anak,
mendidik anak dan membimbing anak dengan baik dan yang tepat agar
orangtua tau cara mendidik, mengasuh dan membimbing anak dengan
baik. Maka anak pun akan tumbuh dengan baik.
 Otoriter : merupakan gaya pengasuhan yang cenderung keras dan
menuntut anak, namun respon penghargaan terhadap anak rendah.
Umumnya, orangtua menerapkan pola ini dengan tujuan agar anak
menuruti keinginan orangtua.
 Permisif : Permisivisme berasal dari bahasa Inggris, permissive yang
berarti serba membolehkan, suka mengizinkan. Sejalan dengan arti
katanya, permisivisme merupakan sikap dan pandangan yang
membolehkan dan mengizinkan segala-galanya.
 Protektif: perilaku mengasuh anak yang cenderung terlalu mengekang
anak demi menjaga keamanan atau menghindarkan anak dari celaka
atau sesuatu yang buruk.
 Authoritative : Authoritative parenting atau pola asuh otoritatif
merupakan pola asuh dengan orang tua yang mengasuh, mendukung,
dan responsif terhadap anak, tetapi tetap memberi batasan yang tegas.

SUMBER REFERENSI : BMP BAHASA INDONESIA (Hal 1.15- 3.31) Penerbit


UNIVERSITAS
TERBUKA.