Anda di halaman 1dari 10

UAS THE (TAKE HOME EXAM)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ JEMBER
BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)
UAS TAKE HOME EXAM (THE)
SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : M YULI FADLI BAKIR

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 040660158

Tanggal Lahir : 07/07/1993

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA 4158

Kode/Nama Program Studi : 54/MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : 76/JEMBER

Hari/Tanggal UAS THE : 14 DESEMBER 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan


di bawah ini:

Nama Mahasiswa : M Yuli Fadli Bakir

NIM : 040660158

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA 4158/ Perilaku Organisasi

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : Manajemen

UPBJJ-UT : Jember

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam
pengerjaan soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya
sebagai pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik
dengan tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE
melalui media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan
peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
terdapat pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung
sanksi akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Yang Membuat pernyataan

M Yuli Fadli Bakir


Jawaban
1. PT. Anugerah Makmur adalah perusahaan yang bergerak dibidang garmen. Sesuai dengan
produknya, perekrutan karyawan dilakukan untuk semua lini sesuai dengan bidangnya
masing- masing. Untuk bagian produksi misalnya, karyawan berasal dari pendidikan SMP
sampai dengan SMA. Kecuali level koordinator dan manajerial, latar belakang
pendidikan karyawannya adalah lulusan S1/S2. Dengan latar belakang pendidikan karyawan
tentulah masing-masing karyawan memiliki karakteristik yang berbeda. Dan perbedaan ini
harus dapat disikapi oleh perusahaan agar semua karyawan dapat bersinergi dengan
perbedaan masing- masing. Selain perbedaan dalam hal pendidikan, masing-masing
karyawan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, baik dalam hal agama, suku
bangsa, lingkungan keluarga dan lain-lain. Hal-hal inilah yang harus dapat disikapi dengan
bijak agar perbedaan dan keragaman yang ada dapat menjadi aset bagi PT. Anugerah
Makmur untuk menciptakan kompetisi yang sehat dan dinamis. Perbedaan-perbedaan
karakteristik karyawan yang ada pada PT. Anugerah Makmur justru menimbulkan konflik
tersendiri. Banyak terjadi gesekan dalam interaksi sehari-hari diantara karyawannya.
Sehingga menurut perusahaan perbedaan-perbedaan ini merupakan sumber persoalan bagi
PT. Anugerah Makmur. Ada kekhawatiran jika perbedaan-perbedaan tersebut dibiarkan
akan mengganggu jalannya organisasi, sehingga dianggap perlu untuk segera mengambil
tindakan untuk mengatasi konflik tersebut agar tidak berkepanjangan dan mengganggu
kegiatan operasional perusahaan. Dari fenomena yang terjadi pada PT. Anugerah
Makmur, menurut Saudara :

a. Mengapa karyawan PT. Anugerah Makmur memiliki karakteristik yang berbeda-beda?


Dikarenakan banyaknya karyawan yang dimiliki PT Anugerah Makmur akan memberikan
dampak tersendri bagi perusahaan, dari cara perusahaan merekrut kayrawan yang
berbeda beda mulai dari segi pendidikan sesuai bidang yang diperlukan, suku dan
budaya yang ada disekitar perusahaan, ras dan agama yang berbeda dari masing
masing karyawan serta lingkungan keluarga yang berbeda, namun tetap satu tujuan
untuk mencapai visi dan misi yang ditetapkan agar perusahaan semakin maju dan
berkembang pesat.

b. Apa yang harus dilakukan seorang manager di PT. Anugerah Makmur untuk
mengelola perbedaan agar konflik yang ada bisa teratasi?
Berikut langkah langkah yang bisa dilakukan oleh seorang Manager dalam mengelola
perbedaan agar konflik bisa teratasi.

a. Mengubah budaya, pola pikir


Masalah diangkat untuk diselesaikan, bukan untuk mendiskreditkan orang. Kita tidak
bisa mengubah masa lalu. Masalah sudah terjadi, we can not undo the story.
Masalah diangkat untuk menciptakan solusi, menciptakan masa depan yang lebih
baik. Pemimpin perlu menekankan pentingnya seseorang untuk berani bicara.
Berani bicara artinya peduli, tidak bicara artinya tidak peduli. Hal ini perlu
ditekankan karena kita belum terbiasa untuk bicara dengan alasan klasik “tidak
enak, takut menyinggung perasaan teman”. Namun pemimpin juga perlu cermat
dalam melihat ketulusan seseorang dalam mengangkat suatu masalah. Pemimpin
juga perlu melatih seseorang untuk lebih berpikir positif, tidak merasa disalahkan,
tidak terlalu defensif saat masalahnya diangkat. Pemimpin harus mengarahkan
supaya diskusi tidak difokuskan ke Why, tetapi fokus ke HOW, menetapkan solusi
atas permasalahan yang terjadi. Awal dimulainya proses keterbukaan pastinya akan
mendatangkan turbulensi karena kita tidak terbiasa. Pemimpin harus terus
mendorong terciptanya budaya ini, jangan mundur, maju terus, hingga akhirnya
perusahaan terbiasa dengan keterbukaan.

b. Mempersiapkan Pemimpin untuk berani dan terbiasa dengan konflik.

Tugas pemimpin adalah melakukan perubahan untuk menciptakan kondisi yang


lebih baik. Dalam setiap perubahan terdapat potensi konflik yang terjadi karena
keengganan orang untuk berubah. Semakin besar perubahan yang dilakukan,
semakin besar hasil yang bisa dicapai, namun semakin besar pula potensi konflik
yang mungkin timbul. Oleh karena itu Pemimpin harus siap dan berani dalam
menghadapi konflik.

c. Konflik harus diselesaikan hingga tuntas, tidak sekadar hanya dibicarakan.


Konflik yang tidak diselesaikan akan menjadi api dalam sekam, yang setiap saat bisa
meledak. Pemimpin perlu fokus untuk menjadi mediator hingga tercipta solusi atas
konflik yang terjadi. Jangan berhenti sebelum tercapai solusi atas konflik.
Perusahaan yang baik akan melihat konflik sebagai bagian dari proses kontrol,
proses demokrasi, bukan bagian dari proses perpecahan, sehingga tidak menjadi
over reaktif dengan adanya perbedaan, yang sering kali dianggap sebagai bentuk
dari ketidakharmonisan tim.

c. Langkah apa yang sebaiknya dilakukan PT. Anugerah Makmur untuk menyelesaikan
konflik yang ada?
Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, berkumpulnya orang-orang dengan
karakteristik dan latar belakang yang berbeda dapat memberi pengaruh yang positif
jika dikelola dengan baik. Karakteristik ini dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai
dan persepsi individu pada diri sendiri dan orang lain, seperti gender, ras,
kemampuan, pengalaman kerja dan asal daerah. Pada dasarnya, keragaman dapat
membawa keuntungan bagi perusahaan tersebut terutama saat melayani
pelanggan yang juga beragam dan berasal dari segala daerah sehingga dalam
menyusun strategi bisnis akan lebih mudah dilakukan. Dalam menghadapi
keragaman karyawan dalam perusahaan, diperlukan strategi khusus, sehingga
karyawan dari latar belakang yang berbeda merasa diperlakukan secara fair. Berikut
langkah langka dalam mengatasi permasalahan tersebut :

Identifikasi keragaman yang ada (usia, etnis, agama, senioritas)


Beragamnya usia dan angkatan kerja merupakan hal dominan yang dijumpai
dalam sebuah perusahaan.Hal ini biasanya menimbulkan masalah terutama jika
menyangkut senioritas; karyawan yang lebih dulu bekerja sering merasa kurang
dihargai oleh juniornya; terkadang senior bertindak tidak sesuai peraturan
perusahaan sehingga memberatkan junior untuk menegurnya. Padahal senior
perlu memberikan contoh sikap yang baik dan menghargai bawahannya agar
terjadi keharmonisan dan kerjasama yang positif. Dalam menyusun strategi
bisnis perusahaan perlu diadakan identifikasi keragaman usia, ras, dan agama
yang disesuaikan terhadap pembagian pekerjaan agar strategi tersebut dapat
beroperasi lebih efektif.

Fokus pada kesempatan yang adil dan perlakuan yang fair


Dalam mengelola keragaman individu, masalah yang sering dihadapi
perusahaan adalah kesetaraan dan perlakuan yang adil. Kesetaraan disini
mempunyai cakupan luas dan menyangkut banyak faktor. Setiap individu harus
mendapatkan kesempatan yang adil dalam pekerjaan. Diskriminasi yang timbul
biasanya terdapat pada standar penilaian yang berbeda-beda terhadap individu.
Untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus membuat kebijakan alternatif untuk
mengambil langkah positif dalam membedakan masalah ketidakadilan dan
menetapkan tujuan sehingga terjadi kesetaraan dalam lingkungan pekerjaan.

Sistem rekrutmen Equal Employment Opportunity (terbuka bagi siapa saja)


Berdasarkan sistem EEO, kesetaraan keragamaan perekrutan tenaga kerja
dalam hal ini seberapa baik perusahaan dalam merekrut karyawan. Aspek EEO
antara lain: tidak adanya perbedaandalam membuat keputusan terhadap
golongan yang berbeda seperti kandidat wawancara, standar kelulusan,
penilaian kinerja yang dilakukan oleh perusahaan; adanya pengesahan yang
menyatakan bahwa semua faktor benar-benar terlaksana dalam membuat
keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan spesifik. Berdasarkan sistem ini
perusahaan mengijinkan perspektif dan aset personal karyawan agar bekerja
lebih efektif guna menunjang strategi bisnis perusahaan.

Pelajari karakteristik masing-masing


Pengelolaan keragaman karyawan seperti perbedaan karakteristik individu akan
menguntungkan perusahaan dimana dapat membawa pemikiran dan ide yang
beragam pula sehingga dalam menyelesaikan permasalahan berbagai alternatif
pemecahan akan muncul. Maka dari itu pemimpin perusahaan harus
mempelajari karakteristik karyawan dalam penyesuaian bidang kerja sehingga
terjadi hubungan linear antara pekerjaan dan karyawan.Karakteristik tersebut
juga bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan untuk menghadapi perubahan bisnis
menuju masa depan.

Bangun komunikasi internal dengan baik


Komunikasi dalam lingkungan kerja memegang peranan penting terhadap
keberhasilan perusahaan. Pemimpin perlu meningkatkan komunikasi baik
dalam penyampaian informasi, tugas dan kewajiban karyawan, hasil kerja
karyawan dan tegur sapa antara atasan dan bawahan. Keragaman dalam
pekerjaan merupakan hal mutlak bagi sebuah perusahaan, maka dari itu perlu
direncanakan strategi pengelolaan untuk mengatasi masalah yang timbul dari
perbedaan tersebut. Setelah perusahaan mengetahui permasalahan yang timbul
maka pemimpin perusahaan melakukan tindakan dalam menyelesaikan
masalah. Keragaman sumber daya sangat berpengaruh terhadap strategi
bisnisdan pengelolaan perusahaan, maka hal tersebut seharusnya menjadi
prioritas utama bagi pemimpin organisasi yang perlu diperhatikan agar kinerja
perusahaan berjalan efektif.

2. PT. Ayunda Asri telah merekrut 4 karyawan baru untuk menduduki beberapa posisi yang
kosong diperusahaan. Ke 3 karyawan baru adalah lulusan tekhnik informatika sehingga
ditempatkan pada tenaga ICT perusahaan. Dan satu pegawai, sebut saja Rina (usia 24 tahun)
Lulusan S1 Teknik Mesin. Awal perekrutan rencananya Rina akan ditempatkan pada bagian
produksi sebagai operator/teknisi mesin produksi, tetapi karena bagian HRD sedang
membutuhkan tenaga tambahan dalam rangka program pengembangan SDM yang
dijalankan, maka Rina ditempatkan pada bagian HRD yang tidak sesuai dengan background
pendidikannya. Karena perbedaan ini, Rina merasa stress, stress yang terjadi diakibatkan
oleh tekanan pekerjaan baru yang bukan bidangnya. Rina tidak mengetahui secara teori
mengenai ilmu SDM, dan Rina harus mempelajari lagi dari awal. Selain itu Rina dituntut
dapat membuat rencana pengembangan, program pengembangan bahkan jadwal
pelaksanaan. Rina kecewa karena selain belum menguasai pekerjaan barunya, ia juga
kecewa karena ditempatkan di divisi yang tidak sesuai dengan yang dilamarnya. Kondisi ini
membuat Rina stress, karena ia merasa tertekan dengan pekerjaan barunya. Walaupun ia
diberikan pelatihan tetapi pekerjaan ini asing baginya. Ia mengatakan sempat menangis saat
menjalani pelatihan di tempat magang tersebut karena tidak kuat dengan tekanannya.
Ketidaksukaan Rina tidak berefek pada komplain lisan yang kerap terlontar darinya saja
saat itu. Ia bercerita bahwa dirinya sempat mengalami insomnia dan gangguan makan
sampai harus mendatangi dokter. Rina sudah menjalani pekerjaan ini dan bertahan hingga 2
tahun. Selama 2 tahun bekerja, kadang Rina mengeluh lelah, tetapi tidak selamanya
kolega atau atasan memahami kondisinya. Ada yang justru berpendapat, “Ah, masa baru
segini saja kamu sudah keletihan? Nanti masih lebih banyak tanggung jawab yang harus
diselesaikan, lho,” atau “Kalau kamu menyerah sekarang, bisa-bisa kamu tidak dapat
promosi kenaikan jabatan”. Pecutan-pecutan kala penat tersebut malah dianggap sebagai
motivasi bagi karyawan untuk bekerja lebih keras lagi. Padahal, tubuhnya bisa saja sudah
memberi sinyal „waspada‟. Masalah mental sering kali dilimpahkan kepada individu saja
untuk diselesaikan. Ada perusahaan-perusahaan yang lepas tangan dan tidak ingin
mengevaluasi budaya kerja di kantor setelah terdapat karyawan yang dilaporkan stres
sehingga ia tidak lagi produktif sebagaimana mulanya. Pengabaian pihak kantor terhadap
kondisi mental karyawan juga bisa mendatangkan ketidakadilan baginya.
Dari kondisi diatas, menurut Saudara:

a. Jika dilihat dari kondisi yang ada, stress yang terjadi pada Rina apakah stress yang terjadi
pada level individual atau stress yang terjadi pada level organisasi? Jelaskan!
Stres yang terjadi pada Rina merupakan Stres tingkat level Individu, Rina merasa stres
akan penempatan job yang diberikan oleh perusahaan karena background yang berbeda
dari keahlian yang dimiliki oleh rina, tuntutan pekerjaan yang tidak seimbang dengan
kapabilitas Rina, terlalu banyaknya tekanan atau pekerjaan meskipun sudah
mendapatkan pelatihan khusus, pekerjaan yang monoton dan tidak variatif, lelah atau
ketidakpuasan Rina terhadap pekerjaan akan menimbulkan perdebatan antara rekan
kerja maupun atasan sehingga tidak jarang mengakibatkan karyawan akan mengalami
work overload.
b. Langkah apa yang harus dilakukan oleh Rina untuk mengatasi masalah tersebut?
Menghindari atau mengabaikan masalah yang menimbulkan stres.
Misalnya Rina harus menghindari konfrontasi dengn karyawan yang sangat
menjengkelkan agar tidak menimbulkan rasa stres, Rina juga harus bisa mengelola rasa
stresnya sendiri, diantaranya sering melakukan relaksasi, meditasi dan olahraga. Mejaga
pola makan dan pola tidur, karena dengan dengan istirahat yang cukup bisa berguna
untuk kenyamanan fresh pikiran. Dengan demikian Rina dapat mengantisipasi atau
mengatasi persoalan stres yang ada pada diri Rina.

c. Tindakan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mengatasi permasalah Rina?
Perasaan yang overload penyebabnya bukan saja karena faktor dalam kantor namun
bisa saja dari luar kantor misalnya masalah keluarga,lingkungan yang terbawa
kekantor. Namun apabila overload itu disebabkan karena beban kerja yang tinggi
terhadap pekerjaan yang dialami pegawai/karyawan maka perusahaan bisa melakukan
langkah langkah sebagai berikut
 Menentukan Prioritas
Memilih pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kalau perlu berikan
deadline oleh diri sendiri dan berikan nomor urut tugas mana dulu yang harus
dikerjakan.
 Memberikan waktu Istirahat
Saat Anda sudah disibukkan dengan berbagai rentetan pekerjaan, tanpa
disadari tidak ada waktu untuk istirahat. Sesibuk apapun, sebaiknya sempatkan
diri minimal 15 menit untuk menjauh dari layar komputer. Misalnya melakukan
peregangan otot, mendengarkan musik, minum teh atau aktivitas lainnya yang
bisa membuat pikiran menjadi segar
 Menyuruh Konsentrasi
Konsentrasi tinggi sangat diperlukan agar pekerjaan cepat selesai. Oleh karena
itu, sebaiknya, kurangi aktivitas membuka social media atau bergosip dengan
teman.
 Memberikan Cuti
Pekerjaan yang menumpuk rasanya ingin segera diselesaikan supaya tidak jadi
beban ke depannya. Tapi, sebaiknya, jangan memaksakan diri mati-matian
menyelesaikan pekerjaan. Pergunakan hak cuti Anda untuk menyegarkan pikiran
sejenak supaya punya energi baru dan bisa lebih produktif lagi.

 Memberikan Hangout
Di akhir pekan, jangan membebani diri dengan tetap memikirkan pekerjaan.
Saatnya Anda berkumpul dengan teman-teman atau menggunakan waktu
tersebut untuk bersenang-senang. Saatnya untuk mencicipi kuliner terbaru,
menonton film yang seru, karaoke, dan lain-lain.
 Menyuruh Jujur
Komunikasikan kepada rekan kerja bila pekerjaan dirasa menumpuk. Mungkin
mereka bisa membantu untuk menemukan solusi masalah Anda ini. Kalau perlu
sampaikan juga kepada atasan, siapa tahu atasan bisa mengerti dan bisa
membantu memberikan tenaga tambahan.

3. Pada tanggal 20 Agustus 2020, telah terjadi demo dan aksi mogok kerja dihalaman PT. Citra
Kirana, aksi mogok kerja ini diikuti oleh 150 karyawannya. Aksi ini terjadi karena
perundingan antara karyawan dan perusahaan yang sudah dilakukan selama 1 tahun ini
tidak menemukan kata sepakat. Pihak perusahaan terkesan lamban dan enggan mengambil
tindakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak ada titik terang dari permasalahan
yang terjadi sehingga pada akhirnya terjadilah aksi mogok kerja ini. Dalam aksinya di depan
halaman kantor, para buruh membentangkan spanduk berisikan tuntutan kesejahteraan
kepada manajemen perusahaan. Adapun tuntutan yang diajukan mulai kesejahteraan,
peningkatan jumlah pesangon dan kompensasi dari manajemen. Dalam aksi ini, Perwakilan
manajemen sempat mengimbau peserta aksi mogok untuk kembali bekerja melalui pengeras
suara, namun ditolak oleh pekerja. Kejadian ini secara langsung merugikan perusahaan.
Karena dengan aksi mogok kerja ini proses produksi terhenti dan perusahaan mengalami
kerugian. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang diinginkan karyawan Dari kasus
ini:
a. Apakah komunikasi yang dibangun antara manajemen dan karyawan sudah berjalan
efektif? Jelaskan! Tidak efektif, karena kita sudah tahu pada kasus tersebut sudah jelas
bahwasannya permasalahan yang dialami oleh PT Citra kirana adalah komunikasi yang
tidak efektif anatara manajemen perusahaan dan para karywan, dan pihak perusahaan
juga terkesan lambat dalam menangani keluhan dan kritik dari para karyawannya.
Sehingga rasa geram, kesal dan tidak puas diluapkanlah oleh para karywan dengan
mengadakan demo mogok kerja dan jika dilihat dari segi lain adanya demo tersebut juga
berakibat fatal pada perusahaan tersebut, berhentinya produktifitas, kerusakan sarana
prasarana akibat dari demo tersebut, dan moral mental perkerja yang sudah tidak
bersemangat lagi untuk bekerja kembali.

b. Menurut Saudara, langkah apa yang sebaiknya di tempuh untuk menyelesaikan konflik
antara karyawan dan pihak manajemen? Jelaskan!

Langkah Langkah yang ditempuh untuk mengatasi konflik sebagai berikut


 Integrasi, menunjukkan bahwa seseorang mempunyai kepentingan yang tinggi
untuk memenuhi tujuannya tetapi pada saat yang bersamaan dia juga bersedia
membantu kebutuhannya.
 Akomodasi, Mengabaikan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang lain
 Dominasi, lebih mengutaman kepentingan diri sendri dan mengorbankan
kepentingan orang lain.
 Menghindari Konflik, dengan cara menarik diri dari semua persoalan secara
pasif maupun dengan cara menarik isu secara aktif
 Kompromi, Kedua belah pihak hanya secara moderat mempedulikan dirinya dan
mempedulikan pihak lain.

c. Jika negosiasi harus dilakukan, tipe negosiasi seperti apa yang cocok diterapkan?
Jelaskan!
Menurut pendapat saya lebih cocok menggunakan Negosiasi tipe Integratif
Dengan tipe ini negosiasi kedua belah pihak berusaha secara optimal untuk mencapai
kesepakatan. Untuk itu, tidak jarang kedua belah pihak mau berkolaborasi untuk
mencapai kesepakatan yang sesungguhnya bukan kesepakatan semu. Tipe integratif
merupakan tipikal organisasi dimana kedua belah pihak merasa menang (Win Win).

Anda mungkin juga menyukai