Anda di halaman 1dari 2

NAMA : SHINTA MEILIANA ZULFA

NIM : 041708581
PROGDI : ILMU PERPUSTAKAAN

TUGAS 2
Manajemen keadaan darurat diperlukan oleh organisasi perusahaan dalam rangka
menyelamatkaan arsip dan informasi dalam menghadapi bencana. Berikan pendapat anda tentang
tahapan dalam manajemen keadaan darurat yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan arsip
vital!
Jawaban :
Manajemen Keadaan Darurat (Emergency Management) merupakan suatu kegiatan di mana staf
melakukan tindakan untuk menyelamatkan aset organisasi serta menjaga kegiatan organisasi agar
tetap berjalan karena adanya kejadian yang tidak terduga. Apabila tidak dilakukan tindakan,
dimungkinkan akan mengakibatkan kerugian terhadap organisasi.
Emergency management merupakan pendekatan yang terencana untuk mencegah bencana yang
menimpa arsip dan infromasi, menyiapkan dan merenspon keadaan darurat serta pemulihan
setelah bencana.
Tahapan Kegiatan Dalam Manajemen Keadaan Darurat (Emergency Management)
1. Pencegahan (Prevention)
Merupakan rancangan manajemen keadaan darurat dalam rangka mengambil langkah-
langkah mencegah arsip dan informasi dari bencana. Pencegahan meliputi kegiatan atu
pengukuran yang mengurangi kemungkinan kerugian yang akan dialami arsip dan
informasi.
Kegiatan pencegahan meliputi :
a. identifikasi lokasi organisasi yang beresiko
b. peredaan resiko (mitigating risk) dengan tindakan memasang sistem pencegah
kebakaran di pust arsip
c. pencegahan dan pemusnahan dari binatang dan faktor lain perusak arsip.

2. Persiapan ( Preparation)
Merupakan persyaratan untuk tahapan respon atau tanggap dalam keadaan darurat.
Persiapan meliputi kegiatan yang mengarah pada tindakan jika terjadi bencana, termasuk
kegiatan pengembangan dan updating rencana manajemen keadaan darurat, testing system
emergency, pelatihan pegawai serta penyediaan peralatan (supplies) yang diperlukan dalam
keadaan darurat.

3. Tindakan (Respons)
Merupakan kegiatan untuk menghadapi suatu keadaan darurat. Tahapan tindakan (respons)
terhadap bencana artinya berinisiatif seluruh sumber baik manusia, dana dan sarana dalam
melindungi dan menyelamatkan organisasi dari kerugian. Kegiatan tanggap darurat
meliputi menghubungi tim tanggap darurat, memberitahu pihak terkait, mengamankan
fasilitas mengeluarkan press release serta melaksanakan sistem tindakan.

4. Pemulihan (Recovery)
Kegiatan pemulihan meliputi mengumpulkan dan memperbaiki semua sumber dan kegiatan
setelah terjadi bencana. Kegiatan pemulihan berkaitan dengan pemulihan sistem dan
proses organisasi menjadi normal kembali. Seperti dehumidifying arsip, penyimpanan
informasi ke dalam komputer dan mengembalikan arsip vital dari penyimpanan offsite.

Sumber Referensi : ASIP4324/PENGELOLAAN ARSIP VITAL

Anda mungkin juga menyukai