Anda di halaman 1dari 7

Materi pihak-pihak yang terkait dalam transaksi

1. Sales
Sales adalah bagian dari aktivitas penjualan produk, barang, dan layanan yang
dilakukan penjual ke pembeli

Hak-Hak Penjual atau Pelaku Usaha


• Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai
kondisi dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan
• Hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang bertikad
tidak baik
• Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum
sengketa konsumen
• Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian
konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan
• Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya
(Sumber : UU No. 8 Thn. 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Bagian III)

Kewajiban Penjual atau Pelaku Usaha


• Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya
• Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan
barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan
pemeliharaan
• Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif
• Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan
berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku
• Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang
dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang
dibuat dan/atau yang diperdagangkan
• Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat
penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang
diperdagangkan
• Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau
jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian
(Sumber : UU No. 8 Thn. 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Bagian III)

- jenis pekerjaan sales

1. Sales Representative (perwakilan)

Posisi ini adalah tingkat dasar di sebuah tim penjualan.

Mereka adalah orang-orang yang jadi ujung tombak proses penjualan. Jika sukses atau
berhasil di posisi ini, maka kemungkinan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi akan terbuka.

sebutan yang cukup umum untuk posisi sales representative di perusahaan: agen penjualan
dan brand ambassador

2. Sales Manager

Posisi ini adalah posisi setingkat di atas sales representative. Sales manager setingkat


dengan supervisor, yang mengontrol beberapa sales representative di bawahnya.

Sales manager memimpin tim penjualan untuk sebuah perusahaan. Di beberapa perusahaan,


posisi ini diharuskan untuk punya hubungan baik dengan pembeli besar dan ditujukan agar
pembeli besar tersebut setia.

3. Sales Administrative

Tim administratif  biasanya akan membantu tim penjualan dari segi administrasi. Contohnya
mengurus izin perjalanan, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, hingga menghitung dan
mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan apabila pembeli setia.

Di beberapa perusahaan, mereka juga yang menjadi jembatan antara tim sales dan


tim marketing.

4. Account Executive

Keempat, ada posisi account executive yang sering disingkat AE. Posisi ini hampir serupa
dengan sales manager, tapi tugasnya sedikit lebih banyak.

Secara umum, tugas AE adalah menciptakan sebuah relasi antara perusahaan dengan klien
serta mempertahankan relasi dengan klien yang sudah ada. Jadi fokusnya bukanlah untuk
menjaring klien baru.

Secara umum, seorang AE diharuskan untuk mengantongi pengetahuan produk yang luas.


Selain itu, mereka juga memiliki pemahaman lebih tentang tren industri.

5. Executive-Level Management
Pada umumnya, posisi ini menentukan dan mengarahkan tujuan penjualan dari sebuah
perusahaan. Tentunya, tujuan yang ditetapkan adalah target jangka panjang.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam rencana pemasaran hingga membuat
rencana hubungan perusahaan dengan pembeli.

Untuk menjabat di posisi ini, biasanya diperlukan pengalaman 10 tahun atau lebih di bidang
penjualan.

- Tugas sales
- Mencari target konsumen dengan aktif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara
menumbuhkan rasa ingin tahu konsumen, mengenali karakteristik mereka dan
mempromosikan di tempat yang berebda.
- Melakukan perekapan data dari hasil penjualan yang telah berhasil dilakukan. Hal ini
sangat penting karena bermanfaat untuk memudahkan pihak lain ketika melakukan
analisis. Rekap data juga befungsi dalam penilaian ketepatan strategi.
- Memberikan jaminan kepuasan kepada para konsumen. Hal ini sangat berguna untuk
meyakinkan para konsumen dan sebagai langkah untuk mengantisipasi adanya
kerugian.
- Menggaet pihak yang lain (mitra kerja). Mencari mitra kerja adalah salah satu trik
agar proses penjualan semakin cepat.
- Melakukan penyusunan strategi lebih lanjut. Hal ini dilakukan apabila cara-cara dan
strategi penjaulan dari perusahaan tidak mampu untuk mencapai target

Kunci besar kecilnya pendapatan perusahaan sangat ditentukan oleh yang


keberhasilan sales marketing dalam melakukan penjualan. Cepat atau lambat kinerja
sales marketing akan memberikan pengaruh dan dampak terhadap proses produksi.

2. Pelanggan
 Pelanggan merupakan konsumen berupa pembeli ataupun pengguna jasa yang
melakukan kegiatan pembelian ataupun penggunaan jasa secara berulang-ulang
dikarenakan kepuasan yang diterimanya dari penjual ataupun penyedia jasa. Dalam
sebuah bisnis pelanggan sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan dan
juga keuntungan sebuah bisnis. Tanpa pelanggan yang tetap, maka bisnis yang
dijalankan cenderung terombang-ambing dan lebih beresiko.
Pelanggan pada dasarnya berasal dari konsumen biasa yang mencoba menggunakan
jasa ataupun produk dari sebuah perusahaan.

Hak – Hak Konsumen atau Pembeli


• Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang
dan atau jasa
• Hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa
tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan Hak
atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa
• Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang
digunakan

• Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian


sengketa perlindungan konsumen secara patut
• Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen
• Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif
• Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apa bila
barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak
sebagaimana mestinya
• Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya
(Sumber : UU No. 8 Thn. 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Bagian III)

Kewajiban Konsumen atau Pembeli


• Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau
pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan
• Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa
• Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
• Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara
patut (Sumber : UU No. 8 Thn. 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Bagian
III)

- Jenis-jenis pelanggan

Internal
Pelanggan internal merupakan pelanggan yang tidak mengonsumsi suatu barang
ataupun jasa secara langsung. Pelanggan tipe ini membeli barang ataupun jasa untuk
dijual kembali oleh orang lain. Pelanggan jenis ini dapat berupa produsen suatu
barang ataupun agen penjualan yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia
barang ataupun jasa. Pelanggan jenis ini akan didapatkan oleh perusahaan dengan
jalan memberikan berbagai keuntungan untuknya. Dengan memberikan keuntungan
yang lebih untuk pelanggan ini, maka pelanggan ini akan tetap setia menjadi
pelanggan perusahaan Kita.
Eksternal
Pelanggan eksternal merupakan pelanggan yang secara aktif langsung mengonsumsi
barang ataupun jasa yang mereka beli. Pelanggan jenis ini sering juga disebut sebagai
konsumen akhir. Pelanggan tipe ini biasanya berhasil didapatkan oleh sebuah
perusahaan dikarenakan mutu dan kualitas dari barang ataupun jasa yang dirasakan
oleh pelanggan ini. Dengan memberikan kualitas terbaik dari barang ataupun jasa
yang kita jual, kita akan mendapatkan komitmen yang besar dari pelanggan eksternal
ini.

Dari kedua jenis pelanggan tersebut, pada dasarnya pelanggan yang memberikan
keuntungan lebih besar adalah pelanggan internal. Pelanggan internal lebih memiliki
andil yang besar dalam proses penemuan pelanggan-pelanggan baru untuk
perusahaan, sedangkan pelanggan eksternal cenderung tidak memberikan kontribusi
yang besar terhadap pertambahan pelanggan sebuah perusahaan.

- Karakteristik pelanggan
- Pelanggan pemula, Jenis Pelanggan pemula cirinya adalah pelanggan yang datang
banyak bertanya. Dan Pelanggan pemula merupakan calon pelanggan dimasa yang
akan datang.

- Pelanggan curiga, ada Pelanggan yang datang dengan rasa curiga bahwa anda menjual
barang gelap dengan harga gelap dan untung anda berlipat. Jadi dia akan menawar di
bawah harga kepantasan.

- Solusinya dengarkan pada saat mereka marah dan jangan mencoba memberikan
argumentasi yang terkesan anda membela diri namun dengarkan saja dulu semua
keluhannya dengan baik kemudian setelah suasa sudah mereda baru anda jelaskan
duduk persoalannya kemudian cari solusi jalan keluarnya.

- Pelanggan yang baik hati. Meskipun pelanggan itu termasuk baik hati bukan berarti
kita menyepelekan mereka,  dengan adanya pelanggan yang baik hati ini maka urusan
bisnis menjadi lancar. Jaga jangan sampai mengecewakan mereka karena jika mereka
sering dikecewakan kita tidak menutup kemungkinan mereka akan kabur.

- Pelanggan yang curang. Menghadapi tipe pelanggan yang curang ini kita mesti ekstra
hati-hati dengan cara semua catatan kita harus lengkap dan rapih karena jika mereka
curang maka akan dapat dilacak dari semua catatan dan transaksi yang ada.
Contohnya, barang sudah dikirim katanya ada kekurangan padahal sebenarnya
barangnya sudah lengkap dengan tujuan ingin dikirim lagi kekurangan tersebut. Hal
semacam ini namanya curang dan sebagai pelaku usaha online hal ini bisa saja terjadi.

- Pelanggan yang loyal pada harga, Inilah tipikal Pelanggan pada umumnya.
Loyalitasnya hanya pada harga bukan pada anda. Kalau harga kompetitor anda lebih
murah dia akan lari ke sana.

3. Supplier

Jenis-jenis supplier
- Supplier produk jasa

adalah pihak yang menyediakan bahan baku untuk menghasilkan produk akhir berupa
jasa. Supplier ini hanya bertugas untuk memasok bahan baku jasa.

Nantinya bahan baku ini akan diolah oleh perusahaan lain menjadi produk jasa yang
siap pakai. Untuk dijual ke konsumen.

Contoh mudahnya adalah para pencari calon tenaga kerja baby sitter di daerah
perkampungan. Mereka bisa dibilang sudah jadi supplier produk jasa.

Tenaga kerja baby sitter ini kemudian ditampung dan dilatih pada perusahaan
penyalur tenaga kerja dan ditawarkan pada konsumen yang membutuhkan.

- Supplier produk barang

- adalah orang atau perusahaan yang menyuplai bahan baku dalam bentuk barang untuk
kebutuhan industri.

Misalnya saja pabrik pembuatan keripik kentang. Pabrik ini harus bekerja sama
dengan supplier bahan baku berupa kentang, bawang putih, plastik, dan lain
sebagainya.

Supplier ini sudah sejak dulu ada. Tugas pokok mereka adalah memenuhi kebutuhan
bahan baku industri manufaktur.

Jika sampai supplier tidak bisa memasok bahan baku, maka operasional pabrik bisa
terhambat. Akibatnya produk jadi langka di pasaran karena proses produksi yang
terhenti
- fungsi supplier
Supplier memegang fungsi yang sangat krusial dalam industri barang ataupun jasa.

Tanpa supplier, produsen bisa saja kebingungan dalam mencari bahan baku. Apalagi
jika bahan baku tersebut harus melalui proses pencarian yang rumit atau jauh.

1. Pihak yang bertanggung jawab menyediakan bahan baku baik bahan mentah atau
setengah jadi kepada perusahaan manufaktur yang membutuhkannya.
2. Supplier juga memiliki fungsi menjaga pasokan bahan baku agar perusahaan bisa
tetap menjalankan proses produksinya.
3. Supplier memiliki fungsi mengontrol kualitas bahan baku. Barang/jasa yang dijual
supplier harus dalam kondisi baik saat diterima oleh perusahaan produksi.
4. Supplier juga harus mengatur tata cara penyimpanan bahan baku selama masih belum
dikirimkan kepada perusahaan produksi.
5. Supplier juga punya fungsi mengatur proses pengiriman bahan baku secara aman dan
tepat waktu sampai ke tangan perusahaan yang membutuhkannya.

- Cara kerja supplier


Jaman dulu, supplier punya cara kerja yang cukup sederhana. Tapi di era yang serba digital
ini, cara kerja supplier jadi cukup beragam.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh supplier dalam menjalankan tugasnya yaitu:

1. Melakukan proses pengadaan bahan baku untuk kebutuhan industri. Bahan baku atau
bahan mentah ini bisa diproduksi atau dihasilkan sendiri atau mencarinya dari pihak
lain.
2. Menyusun informasi seputar bahan baku yang akan dijual untuk industri.
3. Melakukan proses pemasaran dan penawaran bahan baku kepada para pelaku industri.
Proses pemasaran ini bisa dengan media offline misalnya mendatangi pabrik langsung
ataupun secara online.
4. Jika ada perusahaan yang berminat membeli bahan baku tersebut, maka supplier dan
pihak pabrik akan melakukan kesepakatan bisnis. Supplier harus mampu
menyediakan kebutuhan bahan baku pabrik secara rutin dan stabil.
5. Supplier juga harus menjaga kualitas bahan baku yang dijualnya. Jika tidak, maka
bisa saja kerjasama bisnis dengan perusahaan manufaktur dibatalkan.