Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
A. Indentitas Program Pendidikan
Satuan Pendidikan : SMK PGRI 3 Malang
Mata Pelajaran : Administrasi Transaksi
Kompetensi Keahlian : Bisnis Daring dan Pemasaran
materi pokok : Prosedur pencatatan transaksi
Pada penjualan tunai
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran @ 45 menit

B. Kompetensi Inti
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Marketing pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
KI 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kerja Marketing, Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi
kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami
dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
C. Kompetensi Dasar
3.6 Menganalisis dokumen transaksi pembelian
4.6 Membuat administrasi transaksi pembelian
D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.4.1 Menjelaskan bukti permintaan dari gudang
3.4.2 Menjelaskan Pesanan penjualan (Sales Order)
3.4.3 Menjelaskan surat pesanan (Purchase order/PO)
3.4.4 Menjelaskan bukti penerimaan barang
3.4.5 Menjelaskan kartu persediaan
3.4.6 Menjelaskan nota kontan pembelian
3.4.7 Menjelaskan kuitansi
3.4.8 Menjelaskan faktur
4.4.1 Membuat format Surat permintaan dari gudang
4.4.2 Membuat format Pesanan penjualan (Sales Order)
4.4.3 Membuat surat pesanan format (Purchase order/PO)
4.4.4 Membuat format bukti penerimaan barang
4.4.5 Membuat format kartu persediaan
4.4.6 Membuat format nota kontan pembelian
4.4.7 Membuat format kuitansi
4.4.8 Membuat format faktur pembelian
E. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
a. Menjelaskan bukti permintaan dari gudang
b. Menjelaskan Pesanan penjualan (Sales Order)
c. Menjelaskan surat pesanan (Purchase order/PO)
d. Menjelaskan bukti penerimaan barang
e. Menjelaskan kartu persediaan
f. Menjelaskan nota kontan pembelian
g. Menjelaskan kuitansi
h. Menjelaskan faktur
i. Membuat format Surat permintaan dari gudang
j. Membuat format Pesanan penjualan (Sales Order)
k. Membuat surat pesanan format (Purchase order/PO)
l. Membuat format bukti penerimaan barang
m. Membuat format kartu persediaan
n. Membuat format nota kontan pembelian
o. Membuat format kuitansi
p. Membuat format faktur pembelian
F. Materi Pembelajaran
A. Transaksi Pembelian Barang
1. Pembelian Barang
Pembelian barang adalah kegiatan pembelian barang dagang yang dilakukan oleh perusahaan dagang untuk dijual
kembali, baik dengan pembayaran tunai, kredit, maupun sebagian tunai dan sisanya kredit. Terdapat dua jenis bukti
transaksi pembelian, yaitu invoice (faktur) untuk transaksi pembelian kredit dan nota kontan untuk pembelian yang
dilakukan secara tunai. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai transaksi pembelian tunai dan kredit.
a. Pembelian Tunai
Pembelian tunai merupakan seluruh pembelian yang dibayar pada saat penyerahan barang. Bukti transaksi
pembelian tunai berupa kuitansi dan nota kontan asli yang diterima dari penjual atau bukti internal berupa bukti kas keluar.
b. Pembelian Kredit
Pembelian kredit merupakan transaksi pembelian yang dilakukan perusahaan dengan waktu pelunasan sesuai
dengan kesepakatan syarat pembayaran. Setelah tercapai kesepakatan, barang dikirim oleh penjual kepada pembeli dengan
disertai dokumen pembelian, seperti faktur dan surat pengiriman barang. Faktur yang diterima oleh pembeli dan penjual
merupakan bukti transaksi pembelian kredit.
2. Retur dan Potongan Pembelian
Retur pembelian merupakan pengembalian barang karena adanya ketidaksesuaian barang yang dibeli, baik dari segi
kualitas maupun kuantitas, atau adanya kerusakan saat dalam proses pengiriman. Apabila pembelian barang dilakukan
secara tunai, penjual akan mengembalikan uang secara tunai kepada pembeli. Namun, jika pembelian dilakukan secara
kredit, pembeli harus membuat nota sebagai bukti pengurangan utangnya. Potongan pembelian adalah potongan harga yang
diberikan oleh penjual apabila pembeli dapat melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo atau dalam jangka waktu
yang telah disepakati.
3. Biaya Angkut Pembelian
Biaya angkut pembelian adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan angkut barang dagang yang dibeli.
Pada setiap pembelian barang dagang, perusahaan perlu mengeluarkan biaya transportasi (ongkos angkut) dari pemasok
untuk sampai ke gudang. Jadi, harga barang dagang tersebut terdiri atas harga beli atau harga pokok ditambah dengan biaya
angkut. Bukti transaksi biaya angkut dapat berupa faktur atau nota kontan.
4. Pajak Masukan
Pajak masukan merupakan unsur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terutang yang wajib dibayar oleh Pengusaha Kena
Pajak (PKP) yang membeli atau memperoleh barang kena pajak, jasa kena pajak, ekspor barang kena pajak berwujud,
ekspor barang kena pajak tidak berwujud, dan/atau ekspor jasa kena pajak.
5. Utang Dagang
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) mendefinisikan utang atau liabilitas sebagai kewajiban masa kini
yang timbul akibat peristiwa masa lalu, yang penyelesainnya mengakibatkan arus keluar sumber daya entitas yang
mengandung manfaat ekonomi. Kriteria utang adalah sebagai berikut.
a. Jumlah Nominal Jelas
Jumlah nominal jelas artinya utang tidak dapat didasarkan pada taksiran besarnya kewajiban yang harus dibayar di
masa mendatang.
b. Pihak Penerima Jelas
Pihak penerima jelas artinya pihak penerima uang/barang/jasa yang akan diberikan perusahaan di masa mendatang
harus diketahui dengan pasti. Kewajiban yang tidak diketahui pihak penerimanya, seperti garansi purnajual, tidak dapat
dikategorikan sebagai utang.
c. Berdasarkan Pada Transaksi yang Telah Terjadi di Masa Lalu
Artinya, utang tersebut timbul akibat transaksi dan kesepakatan legal yang telah terjadi, bukan karena suatu niat
baik atau kewajiban sosial.
B. Tata Cara Pengisian Formulir
Dalam transaksi pembelian, terdapat beberapa formulir yang harus dilengkapi oleh pembeli, antara lain formulir
syarat penyerahan barang, formulir syarat pembayaran, dan formulir kesepakatan potongan pembelian.
1. Syarat Penyerahan Barang
Syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai pihak yang bertanggung jawab
atas pengiriman barang dari tempat penjual ke tempat pembeli. Hal ini dilakukan untuk membedakan antara pembayaran
secara tunai dan pembayaran secara kredit. Syarat penyerahan barang ditentukan untuk menegaskan dua kesepakatan
mengenai hal-hal sebagai berikut.
a. Pihak yang menanggung biaya memuat, mengangkut, dan membongkar barang.
b. Pihak yang membayar premi asuransi (pertanggungan) barang yang dikirimkan dari tempat penjual ke tempat
pembeli.

Dalam transaksi jual beli, terdapat dua syarat penyerahan barang, yaitu FOB Shipping Point dan FOB Destination
Point.
a. Free On Board Shipping Point
Pada syarat penyerahan barang free on board shipping point, penjual bertanggung jawab atas barang tersebut hanya
sampai dengan gudang penjual. Oleh karena itu, seluruh biaya angkut serta risiko terhadap barang selama perjalanan dari
gudang penjual ke gudang pembeli menjadi tanggung jawab pembeli. Akibat yang ditimbulkan dari persyaratan ini adalah
sebagai berikut.
1) Biaya pengangkutan barang menjadi tanggungan pembeli.
2) Biaya asuransi atau pertanggungan selama perjalanan menjadi tanggungan pembeli.
3) Risiko atas barang (hilang atau rusak) menjadi tanggungan pembeli.
4) Transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang diserahkan di gudang penjual.

b. Free On Board Destination Point


Pada syarat penyerahan barang free on board destination point, penjual menanggung seluruh biaya angkut serta risiko
terhadap barang selama perjalanan dari gudang penjual ke gudang pembeli. Akibat yang ditimbulkan dari persyaratan ini
adalah sebagai berikut.
1) Biaya pengangkutan barang sampai barang tersebut diserahkan kepada pembeli menjadi tanggungan penjual.
2) Biaya asuransi atau pertanggungan selama perjalanan menjadi tanggungan penjual
3) Risiko atas barang (hilang atau rusak) menjadi tanggungan penjual.
4) Transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang diserahkan di gudang pembeli.

2. Syarat Pembayaran dan Potongan Harga


Syarat pembayaran dan potongan harga merupakan dua hal yang berkaitan erat. Syarat pembayaran merupakan
kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai potongan tunai, jangka waktu pelunasan, dan besarnya potongan yang
diberikan. Syarat pembayaran hanya berlaku untuk transaksi pembelian atau penjualan secara kredit.
Sementara itu, untuk transaksi pembelian atau penjualan tunai, potongan harga (discount) yang diperoleh umumnya
dinyatakan dalam persentase dari harga barang atau dalam bentuk rabat. Rabat merupakan potongan yang diberikan karena
pembeli membeli barang melebihi jumlah tertentu. Hal yang harus diperhatikan adalah cara menghitung rabat. Rabat
pertama dihitung dari harga menurut daftar, sedangkan rabat berikutnya secara berturut-turut dihitung dari harga setelah
dikurangi rabat sebelumnya.
C. Administrasi Transaksi Pembelian
Untuk memenuhi kebutuhan kantor, seperti peralatan dan perlengkapan administrasi, perusahaan melakukan
transaksi pembelian barang, baik yang dilakukan secara tunai maupun kredit. Dalam transaksi pembelian, baik tunai
maupun kredit, perusahaan membuat bukti transaksi yang sama. Berikut adalah bukti transaksi pembelian yang harus
dibuat ketika melakukan transaksi pembelian.
1. Surat Permintaan dari Bagian Gudang/Bagian Penjualan
Surat permintaan ini diisi oleh bagian gudang atau bagian lain yang memerlukan barang. Surat permintaan
pembelian berisi hal-hal berikut.
a. Nama barang.
b. Jenis atau tipe barang.
c. Kuantitas dan kualitas barang yang diminta.
d. Waktu penerimaan barang.
e. Nama pihak yang membuat surat permintaan barang.
2. Surat Permintaan Penawaran
Surat pesanan dibuat oleh bagian pembelian sebagai tindak lanjut dari surat permintaan pembelian dari bagian
penjualan atau bagian lain. Apabila barang-barang yang diminta belum memiliki langganan pemasok, perlu diajukan
penawaran kepada beberapa pemasok. Surat permintaan penawaran harga berisi hal-hal sebagai berikut.
a. Nama, jenis, tipe, kualitas, dan kuantitas barang yang diminta.
b. Batas waktu tanggal penerimaan barang yang diminta
c. Permintaan informasi mengenai syarat pembayaran dan syarat penyerahan yang diminta oleh calon pemasok

3. Surat Order Pembelian (Purchase Order/PO)


Formulir ini diisi oleh bagian pembelian. Formulir ini berisi keterangan mengenai hal-hal sebagai berikut.
a. Nama dan alamat pemasok.
b. Nama, jenis, tipe, kualitas, dan kuantitas barang yang diminta.
c. Batas waktu penerimaan barang yang dipesan.
d. Syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang.

4. Bukti Penerimaan Barang


Bukti penerimaan barang adalah dokumen yang harus ditandatangani oleh penerima barang setelah barang sampai ke
alamat pembeli. Dokumen penerimaan ini sebagai bukti bahwa barang sudah sampai ke alamat pembeli dan barang dalam
keadaan baik, serta jumlah dan kualitas sesuai dengan permintaan pembeli. Bukti penerimaan barang selanjutnya
dikembalikan kepada perusahaan untuk disimpan sebagai bukti. Bukti penerimaan barang berisi data hasil pemeriksaan atas
barang yang diterima. Bukti penerimaan barang berisi keterangan mengenai hal-hal sebagai berikut.
a. Tanggal penerimaan barang.
b. Nomor order pembelian yang bersangkutan.
c. Nama, jenis, tipe, kuantitas, dan kualitas barang yang diterima.
5. Bukti Pengeluaran Kas
Formulir ini diisi oleh bagian utang pada waktu mengadakan transaksi pembelian secara kredit yang jangka waktu
pembayaran sudah jatuh tempo.

G. Pendekatan, Model dan Metode


Pendekatan pembelajaran : Scientific
Model : Discovery Learning
Metode : Observasi, Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

H. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Pembelajaran


1. Laptop/Smartphone
2. Modul
3. Slide Power Point
4. LKPD

I. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 4:

Kegiatan a. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa


Pendahuluan sebelum memualai pelajaran
15 menit b. Guru memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
c. Guru memimpin berdoa sebelum memulai pembelajaran
d. Siswa menyimak apersepsi dari guru tentang pelajaran sebelumnya
dan mengaitkan dengan berikutnya.

Kegiatan Inti a. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi tentang


100 menit prosedur pencatatan transaksi pada penjualan tunai
b. Siswa diminta untuk memahami materi yang diberikan
c. Guru memberikan penugasan untuk meningkatkan pemahaman siswa
d. Siswa mengerjakan tugas individu

Kegiatan a. Sebelum pelajaran ditutup guru menanyakan pada siswa tentang


Penutup materi yang dipelajari hari ini dan menanyakan kesulitan apa yang
10 menit dialami dalam melaksanakan pemebelajaran hari ini
b. Guru meminta siswa untuk menyampaikan kesimpulan dari materi
yang disampaikan
c. Guru menyampaikan tentang materi yang akan dibahas dipertemuan
berikutnya
d. Kegiatan belajar ditutup dengan motivasi dari guru dan doa.

Malang, 28 Agustus 2021


Kepala SMK PGRI 3 Malang Guru Pamong

M. Lukman Hakim, S.T Prihastya Raehana A

NIP. NIP.

A. Penilaian Hasil Belajar


LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

Mata Pelajaran : Administrasi Transaksi


Kelas / Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Waktu Pengamatan : Selama KBM
Berilah nilai 1, 2, 3 atau 4 pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Sikap Penilaian
No Nama Tanggung Rerata
Jujur Disiplin Santun Proaktif Predikat
Jawab Skor

1
2

Keterangan :

No Sikap Indikator Sikap


1 Jujur 1. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
2. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
3. Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
4. Objektif dalam pengumpulan data
2 Disiplin 1. Tertib mengikuti instruksi (mentaati kesepakatan kerja)
2. Mengerjakan tugas tepat waktu
3. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
4. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
3 Tanggung 1. Pelaksanaan tugas sesuai dengan pembagian kerja
Jawab
2. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
3. Mengajukan usul pemecahan masalah
4. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
4 Santun 1. Berinteraksi dengan teman secara ramah
2. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung
perasaan
3. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
4. Berperilaku sopan

5 Proaktif 1. Cepat mengambi inisiatif


2. Mampu membuat pilihan-pilihan yang berlaku
3. Tidak mau ikut-ikutan
4. Tidak mudah menyalahkan orang lain

1 = Kurang (Jika hanya terdapat 1 indikator dalam sikap yang akan dinilai)
2 = Sedang (Jika terdapat 2 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)
3 = Baik (Jika terdapat 3 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)
4 = Sangat Baik (Jika terdapat 4 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

Interval Nilai

Interval Nilai Predikat Kriteria


4.00 A
SB(Sangat Baik)
3.67 A-
3.33 B+
3.00 B B(Baik)

2.67 B-
2.33 C+ C(Cukup)
2.00 C
1.67 C-
1.33 D+ K(Kurang)

A. Instrumen Penilaian Pengetahuan


Mata Pelajaran : Perencanaan Bisnis
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2021
Waktu : Selama KBM

LKPD
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

PERENCANAAN BISNIS KELAS X


MATERI POKOK STRATEGI BISNIS
PERENCANAAN BISNIS KELAS XI
MATERI POKOK ADMINISTRASI TRANSAKSI
KOMPETENSI DASAR
3.6 Menerapkan prosedur pencatatan transaksi pada bukti Penjualan tunai
4.6 Membuat transaksi pada penjualan penjualan tunai

INDIKATOR
3.6.1 Menjelaskan prosedur pencatatan transaksi pada bukti Penjualan tunai
3.6.2 Menerapkan prosedur pencatatan transaksi pada bukti penjualan tunai
4.6.1 Membuat surat penawaran
4.6.2 Mencatat surat pesanan dari konsumen
4.6.3 Membuat bukti konfirmasi pesanan
4.6.4 Membuat kartu persediaan
4.6.5 Membuat kota kontan penjualan
4.6.6 Membuat kuitansi
TUGAS INDIVIDU
Siswa menjawab pada pertanyaan !
1. Tulislah prosedur prosedur penjulan tunai
......................................................................................................
2. Buatlah contoh transaksi tunai
......................................................................................................
3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat 3 bukti transaksi penjualan tunai
......................................................................................................

B. Instrumen Penilaian Ketrampilan


LEMBAR PENIALAIN KETRAMPILAN

Mata Pelajaran : Adminstrasi Transaksi


Kelas / Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2021
Waktu Pengamatan : Selama KBM
Berilah nilai 1, 2, 3 atau 4 pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengumpulkan tugas
pembuatan Business Model Canva

No Nama Sikap Kerja Proses dan Hasil Kerja Waktu Rerata Skor Predikat
1.
2.

Keterangan :

No Komponen/Sub Komponen Indikator


Penilaian

1. Sikap Kerja ● Tanggung jawab dalam bekerja


● Kedisiplinan dalam bekerja
● Kemampuan menyampaikan pendapat

2. Proses dan Hasil Kerja ● Kemampuan merancang komponen


dalam bisnis model canva
● Kemampuan dalam bekerja

3. Waktu ● Ketepatan dalam menyelesaikan tugas

1 = Kurang (Jika hanya terdapat 1 indikator dalam sikap yang akan dinilai)
2 = Sedang (Jika terdapat 2 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)
3 = Baik (Jika terdapat 3 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)
4 = Sangat Baik (Jika terdapat 4 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

Interval Nilai

Interval Nilai Predikat Kriteria


4.00 A
SB(Sangat Baik)
3.67 A-
3.33 B+
3.00 B B(Baik)

2.67 B-
2.33 C+
2.00 C C(Cukup)

1.67 C-
1.33 D+ K(Kurang)