Anda di halaman 1dari 6

TUGAS AKHIR

PPG DALAM JABATAN


MATERI BODI PENGECATAN

Nama Siswa : NUR ROKHIM, S.Pd


NIM : 20530299301
No. Peserta PPG : 20056542710008
Instansi Asal : SMK Islam 1 Blitar
Dosen Pengampu : Joko Sriyanto, S.Pd., MT.
LPTK Penyelenggara : LP3 Universitas Negeri Yogyakarta

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
TEKNIK OTOMOTIF
September 2020
TUGAS AKHIR

1. Lakukan pengukuran dan pemeriksaan terhadap sebuah bateri basah sebuah kendaraan.
Kemudian tentukan langkah penyelesaian pekerjaan berdasar hasil pemeriksaan yang ada. Jika
harus melakukan pengisian ulang, tentukan cara penyetelan pengisian.
2. Buatlah rangkaian model 4 lampu kepala, dan berikan penjelasan cara kerja dalam posisi OFF,
Low, High, dan Flash.

Jawab

1. Pengukuran dan Pemeriksaan Battery Basah, dengan Spesifikasi Battery sebagai berikut:
➢ Merek : NGS
➢ Type : Accu Basah
➢ Kode : NS70/65D26R
➢ Kapasitas : 65 Ah
➢ Tegangan : 12 V
a. Pemeriksaan secara visual
• Box

kondisi box tidak ada keretakan atau bocor sehingga bisa dikatakan masih bagus

• Terminal

Kondisi terminal agak berkarat tetapi masih bisa di gunakan dengan baik

• Air accu
Volume air accu masih sangat cukup di tandai dengan ketinggian air aki berada di
UPPER Level

• Tutup Aki
Tutup aki masih berfungsi normal walaopun sudah terlihat hitam yang menandakan
kandungan timbal sudah mulai rontok dan menguap menempel pada tutup aki

b. Pemeriksaan dengan alat ukur


• Tegangan
Pemeriksaan tegangan battery menggunakan Digital Multimeter.
- Tegangan total : 11 V

- Tegangan per Cell

(+) Battery - Cell 1 : 2,2 V


Cell 1 - Cell 2 :2V
Cell 2 - Cell 3 : 1,4 V
Cell 3 - Cell 4 : 0,6 V
Cell 4 - Cell 5 : 1,5 V
Cell 5 - Cell 6 : 2,6 V
Cell 6 – (-) Battery : 0,5 V
Dari pemeriksaan tegangan di dapat voltage sebesar kurang lebih 11 V yang
artinya aki tersebut perlu di charge.

• Berat jenis
Pemeriksaan berat jenis air aki menggunakan alat Hydrometer
Cell 1 : 1,178
Cell 2 : 1,110
Cell 3 : 1,145
Cell 4 : 1,145
Cell 5 : 1,200
Cell 6 : 1,115
Dari pemeriksaan berat jenis air aki, berat jenis air aki tersebut kurang dari standartnya
yaitu 1,27-1,28, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa aki tersebut sangat perlu di
charge untuk menaikkan berat jenisnya

Dari hasil pemeriksaan battery dengan rincian diatas, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa aki
tersebut perlu pengecasan untuk menaikkan tegangan dan berat jenis, dan juga perlu di tambahkan
pemeriksaan dengan menggunakan Load Tester untuk lebih meyakinkan kita tentang kondisi battery
tersebut, berikut saya jelaskan prosedur pengecasan aki:
a. Putar selector charger sesuai tegangan aki yang akan di charge
b. Tempatkan kabel Merah chager aki ke (+) Battery
c. Tempatkan kabel Hitam chager aki ke (-) Battery
d. Buka tutup aki agar penguapan air aki pada saat pengecasan bisa langsung terbuang di udara
e. Tekan selector pada posisi ON
f. Cek tegangan aki setiap 30 menit sekali sambil melihat fluktuasi tegangan aki tersebut, jika
tegangan sudah mencapai tegangan standart, chager bisa di matikan dan di cek kembali pada
suhu normal yaitu di sekitar suhu 20o C apakah tegangannya masih pada tegangan standart
yaitu 12,4 V

2. Wiring Diagram Lampu Kepala dengan Model 4 Lampu


Wiring diagram lampu kepala dengan model 4 lampu di bawah ini mengambil refrensi dari
wiring diagram kendaraan COLT 120 tahun 1980 an.
Cara Kerja :
a. Pada posisi OFF arus listrik dari battery belum mengalir ke rangkaian karena saklar lampu
belum menghubungkan arus dari battery ke rangkaian lampu kepala melalui relay, sehingga
lampu mati.

b. Pada posisi LOW, saklar head lamp telah diaktifkan dengan cara di putar ke depan 2 kali
sehingga arus dari battery dapat diteruskan ke relay Low 30 dan 85, kemudian karena terminal
85 di teruskan ke 86 dan menuju saklar dan massa (ground), maka arus battery di terminal 30
dapat di teruskan ke terminal 87, kemudian di teruskan ke terminal lampu 56a jarak dekat,
sehingga Head Lamp Low menyala (ditandai dengan garis Biru).

c. Pada posisi High, saklar head lamp telah diaktifkan dengan cara di putar ke depan 3 kali
sehingga arus dari battery dapat diteruskan ke relay High 30 dan 85, kemudian karena terminal
85 di teruskan ke 86 dan menuju saklar dan massa (ground), maka arus battery di terminal 30
dapat di teruskan ke terminal 87, kemudian di teruskan ke terminal lampu 56b jarak Jauh,
sehingga Head Lamp Low menyala (ditandai dengan garis Merah).

d. Pada posisi Flash, karena sebagai dimmer, saklar Flash biasanya bertipe saklar push on, yang
diaktifkan dengan cara di Tarik keatas kemudian di kembalikan ke posisi semula dengan
bantuan pegas, dengan diaktifkannya saklar dimmer maka arus dari battery dapat diteruskan
ke relay Dimmer 30 dan 85, kemudian karena terminal 85 di teruskan ke 86 dan menuju saklar
dan massa (ground), maka arus battery di terminal 30 dapat di teruskan ke terminal 87,
kemudian di teruskan ke terminal lampu 56b jarak Jauh, karena pada dasarnya lampu dimmer
menjadi satu dan pencahayaannya sama dengan lampu jarak jauh,sehingga Head Lamp High
menyala (ditandai dengan garis Orange).