Anda di halaman 1dari 11
PERATURAN MENTER! PEKERJAAN UMUM NOMOR: ~~) TENTANG PEDOMAN SISTEM SENGESELAMATAN DAN KESEHATAN KERMA (63) Menimbang Mengingat a. CONSTRUKS! BIDANG PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA~—-~—--— =°MENTERI PEKERJAAN UMUM f bahwa dalam rangka mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan kontruksi, senyelenggara pekerjsan konstruksi wajib memenuhi syarat-syarat Kégiganam® keselamatan dan Kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi, bahwa agar penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dapat terselenggara secara optimal, maka diperiukan suaju pedoman fembinaan dan pengendalian sistem keselamatan dan Kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, bahwa berdasarkan pertimbengan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, periu menetapkan Peraturan Menteri tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum; Pasa 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945; ‘Undang-Undang Nomior + tahun 1970 tentang Keselamataa Kerja ; ‘Undang-Undang Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, ‘Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi, Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstuks Peraturan Pemerintan Nomor 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standarcisasi Nasionat 9. Kepulusen Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Batang / Ja8a Pemmérintah; 40, Peratura1 Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tala Kerja Kementrian negara Republik Indonesia; 14. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaen Umum Nomor: 174/MEN/1986 & 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi, 42, Peraturan Menteri Tenaga Keja Nomor PER.O2/MEN/1992 tentang Tata Cara Penunjukkan,Kewajiban dan Wewenang Abii Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 13, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.OS/MEN/1996 tentang Sistem Manajemien Kesehatan dan Keselamatan Kerja; 14. Kepulusan Menteri Kimpraswil Nomor 384/KPTSIM/2004 tentang Pedomay Teknis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi Bendungan; 45, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tentang ‘Standar Jan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi; 16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang ‘Organise si dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. MEMUTUSKAN, Menetapkan PERATURAN MENTER! PEKERJAAN UMUM TENTANG PEOOMAN, . ‘SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KONS"’RUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 4 Dalam Peraturan Menter ini, yang dimaksud dengan: 4. K3_ adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan pengertian pemberian perlindungan kepada seliap orang yang berada di tempat kerja, yang beshubungan dengan pemindahan bahar baku, penggunaan peraiatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat ker. 2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sislem manajemen secara k2seluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaa, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan’ penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebjakan keselamatan dan kesehatan kerja guna terciplanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produkt. 3, SMK3 Konstruksi Bidang Fekerjaan Umum adalah SMK3 pada sektor jasa konstruksi yang berhubungan dengan kepentingan umum (masyarakal) antara lain pekejaan Konstruksi: jalan, jembatan, bangunan gedung fasiltas umum, sistem penyediaan air minum dan perpipaannya, tistem pengolahan air limbah.dan. pespipaannya,..drainase, pengolahan sampah, pengaman pantai, irigasi, bendungan, bendung, waduk, dan lainnya. 4. Anil K3 Konstruksi adalah Anji K3 yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi Bidang Pekerjean Umum dalam merencanekan, melaksanakan dan mengevaluasi Sistem Manajemen K3_Konstruksi sesuai pedoman ini di tempat penugasannya yang dibuktkan dengan sertifkat dari yang berwenang dan sudah berpengalaman sekurang-kurangnya 2 tahun dalam pelaksanaan K3 Konstruksi bidang Pekerjaan Umum, 5. Petugas K3 Konstruksi adalah petugas di dalam organisasi Pengguna Jasa daniatau COrgenisasi Penyedia Jasa yang telah mengikuti pelatihanlsosialisasi K3. Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. 6. P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk ‘mengembangkan Kerja same saling pengestian dan partisipasi efektif dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Kelua, Sekretaris dan Angola. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak organisasi Penyedia Jasa dan Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 Konstrusi 7. Tempat Kerja adalah setiap rangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekera, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk kepertuan suatu usaha dan cimana terdapat sumber atau sumber sumber bahaya baik didarat, di dalam tanah, di permukean air, di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia, 8. Bahaya K3 adalah suatu keadaan yang belum dikendalikan sampai pada suatu batas yang memadai. 9 Risiko K3 adalah perpaduan antora peluang dan trekuensi terjadinya peristiwa K3 ‘dengan akibat yang citimbulkz nnya dalam kegiatan konstruksi. 10. Kategori Ristko K3 berupa tingg), sedang atau kecil. Jka terjadi perbedaan pendapat tentang penentuan kategor’risiko, harus diambiltingkat rsiko yang lebih tinggi 11. Risiko Tinggi mencakup pecerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko sangat membahayakan keselamaian umum, harta benda, jiwa manusia, dan lingkungan serta terganggunya kegiatan konstruksi 12, Risiko Sedang mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dapat berisiko membahayakan keselamatan umum, harta benda dan jiwa manusia serta terganggunya kkegiatan konstruksi 1.Risiko Kecil_mencakup pekerjaan konstruksi_ yang pelaksanaannya tidak membahayakan keselamatan umum dan harta benda serta terganggunya kegiatan konstruksi +14, Manajemen Risiko adalah prcses manajemen terhadap risiko yang dimulai dari kegiatan mengidentiikasi bahaya, menilai tingkat isiko dan mengendalian isiko. mefode deduktit 18. Pengguna Jasa adalah perseorangan atau badan sebagai pemberi tugas atau pemilik ‘pekerjaan / proyek yang memeriukan layanan jasa konsiruksi, 16, Satuan Kerja adalah organ sasilembaga pada Pemerintah yang bertanggung jawab kepada Menteri yang menyelenggarakan Kegiatan yang dibiayai dari dana APBN Departemen Pekerjaan Umum, 17,Pejabat Pembuat, Komitmen adalah pejabat yang melakukan tindakan yang ‘mengakibatkan pengeluaran anggaran betanja, 18. Penyedia barang/jasa adatah orang perseorangan atau badan yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa korstruksi, 19. Jasa Pemborongan adalah layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik lainnya yang perencanaan teknis dan spesifkasinya ditetapkan Pejabat Pembuat Komilmen sesuai penugasan Kuasa Pengguna Anggaran dan proses seria pelaksanaannya diawasi olen Pejabet Pembuat Komitmen 20. Jasa Konsultansi adatah layainan jasa keabiian profesional dalam berbagai bidang yang ‘meliputi jasa perencanaan konstruksi, jasa pengawasan konstruksi, dan jasa pelayanan profesi lainnya, dalam rangk= mencapai saseran tertentu yang keluarannya berbentuk Piranti lunak yang disusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja yang sitetapkan Pejabat Pembuat Komitmen sesuai penugasan Kuasa Pengguna Anggaran Kegiatan Swakelola adalah pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakant dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh pengguna jasa. 2 22.Pemangku Kepentingan adalah pinak-pihak yang berinteraksi dalam kegiatan konstruksi metiputi Pengguna .asa, Penyedia Jasa dan pihak lain yang berkepentingan. 23 Audit Internal K3 Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen oleh Auditor K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam kerangka pembinaan untuk memberikan penilaian terhadap efekiiitas penyelenggaraan 3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum di lingkungan kerja. 24. Audit Internal K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum oleh Penyedia Jasa adalah Audit K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dilakukan oleh euditor internat Penyedia Jasa, 25, Laporan Audit Internal K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum adalah hasil audit K3. Konsteuksi Bidang Pekerjaan Lmum yang ditakukan oleh auditor yang berisi fakta yang idapatkan pada saat pelaksanaan Audit K3 Konstruksi Bidang Pekesjaan Umum. 26. RK3K (Rencana K3 Kontrak) adalah dokumen rencana peayelenggaraan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dibuat oleh Penyedia Jasa dan disetyjui oleh Pengguna 4Jasa, untuk selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi antara Penyedia Jasa dengan Pengguna Jasa dalam penyeler ggaraan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum 27. Monitoring dan Evaluasi (MONEV) K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum adalah kegiatan pemantauan dan pen laian techadap kinerja Penyelenggaraan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yeng meliputi pengumpulan data, analisa, penilaian, kkesimpulan dan rekomendasi tingkat penerapan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, 28 Tenaga Kerja adalah orang yan3 bekerje di suaty perusahaan dan/etau di tempat kerja, Basil MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP Pasal2 (1) Maksud Pedoman ini sebagai acuan bagi Penguna Jasa dan Penyedia Jasa data Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dilaksanakan secara sistemas, terencana, terpadu dan terkoordinast. (2) Tujuan diberiakukannya Fedoman ini agar semua pemangku kepentingan mengetahui dan memahami tugas den kewajbannya dalam Penyelenggaroan SMK3 Konstruks! Bidang Pekerjaan Umum sehingga dapat _mencegah terjadinya Kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit abibat kerja konstruksi serta menciptzkan lingkungan kerja yang ‘aman dan nyaman, yang fiada akhirnya akan meningkatkan produktivtas ker. Pasal3 (1) Ruang lingkup Pedoman ini mengatur Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjeen Umum bagi: a. Pengguna Jasa khuswsnya di fingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dan b. Penyedia Barang/Jasa, (2) Untuk instansi di tuar Departemen Pekerjaan Umum, perly ada penyesuaian lebih lanjut sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, BABIN KETENTUAN PENYELENGC ARAAN SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3) KONSTRUKS1, Pasal 4 (1) Kegiatan Jasa Konstruksi yang dilaksanakan oleh pengguna jasa/penyedia jasa terdiri dari Jasa Pemborongan, Jasa Konsullansi dan Kegiatan Swakelola yang aktiftasnya melibatkan tenaga kerja can peralatan kerja untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan fisk di fapangan wajio mer yelenggarakan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. (2) Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum wajib- menggunakan Pedoman ini beserta lampivannya, (9) Penyelenggaraan SMK3 Kanstruksi Bidang Pekerjaan Umum dikelompokkan menjadi 3 (ga) kategon, yaitu a. Risiko Tinggi Risiko Sedang, ¢ Risiko Keci. (4) Kinerja penerapan Penyelerggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dibagi menjadi 3 (tga), yaitu ‘8, Baik, bila mencapai hasil peniiaian > B5%; b. Sedang, bila mencapai hasil penilaian 60 % - 85%; . Kurang, bila mencapai hasit penilaian < 60 % (5) Dalam cangka Penyelengjaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum harus ibuat Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) oleh Penyedia Jasa ddan disetuju! oleh Pengguna Jasa (6) Di tempat kerja harus selatu terdapat pekerja yang sudah terlatin dan/atau bertanggung jawab dalam Pentolongan Pectama Pada Kecelakaan (3K). (7) Untuk kegiatan swakelolo, periu ada penentuan tentang : ‘a. Pinak yang berperan sebagai Penyelenggara Langsung; 'b. Pinak yang berperan sebagai Pengendali. BABIV TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Bagian Pertama Departemen Pekerjaan Umum Paragraf Pertama Menteri Pekerjaan Umum Pasal § (1) Menetapkan Kebijakan tentang SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjdan Umum. (2) Membina Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, Paragraf Kedua Badan Pembinaan Konstruksi Dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Pasal 6 (1) Merumuskan Kebijakan tentang SMK3 Konstruksi di Lingkungan Departemen Pekerjaain Umum. (2) Bertanggung jawab dalam Pembinaan Penyelenggaraan SMK3 Konsiruksi Bidang Pekerjaan Umum, (3) Menyusun Pedoman SMIC3 Konstruksi dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. (4) Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis tentang Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekegean Umum. {5} Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi terhadap Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, (5) Melaksanakan rapat koortinasi dengan Unit Eselon | tentang Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekesjaan Umum secara periodik, dan melaporkan hasil rapat koordinasi kepada Menteri Pekerjaan Umum, (7) Menyusun Petunjuk Pelacsanaan Tata Cara Penilaian Aspek K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum bagi calon Penyedia Jasa dalam proses pengadaan berangfasa sepanjang tidak bertentanyan dengan peraturan yang berlaku. Paragraf Ketiga Unit Eseton I Pasal 7 (1) Menyusun prosédur teknis pelaksanaan SMK3 Konstruksi, mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku, (2), Menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) Monitoring dan Evaluasi di lingkungan Unit selon | yang bersangkutan, (3) Bertanggung jaweb ates Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum di lingkungan Unit Eselon | yang bersangkutan. (4) Menggunakan data, analisa, penilaian, Kesimpulan dan rekomendasi ingket Penerapan ‘SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum terhadap hasil Monitoring dan Evaluasi yang dilaksanaken oleh Alasan Langsung Saluan-Kerja. sebagai. bahan rapat. koordinasi tentang Penyelenggaraan SMK3. Konstruksi Bidang Pekerjean Umum dengan BPKSDM, (6) Memasukkan program tinc'ak lanjut terhadap rekomendasi hasil Monitoring dan Evaluasi 3 Konstruksi Sidang Peksrjaan Umum delam program kerja rutinny, . Paragraf Keempat ‘Atasan Langsung Kepala Satuan Kerja Pasal 8 (1) Bertanggung jawab atas Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekejaan Umut dilingkungan keranya, (2) Mengevaluasi taporan Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang diterima dari tingkungan Kerjanya. (3) Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi di ingkungan kerjanya, (4), Melaporkan hasil Monitorirg dan Evaluasi kepada Unit Eselon t (6) Memasukkon hasil Monitoring dan Evaluasi datam program kerja rutinnya, Paragraf Kelima Kopala Satuan Kerja Pasal 9 (1) Metaksanakan pengawasin dan evaluasi terhadap pengendalian Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang diiakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan metaporkannya setiap bulan kepada Atasan Langsung Kepala Satuan keria (2) Membuat anaiisa, kesimpulan, rekomendasi dan rencana tindak lanjut terhadap laporan kecelakaan kerja Konsiruksi dan penyakit akibat kerja Konstruksi yang diterima dari Pejabat Pembual Komimen untuk diteruskan kepada Atasan Langsung Kepala Satvan Kerja (3) Memperhitungkan biaya Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam organisasi Pengguna Jasa pada DIPA Satuan Kerja, (4) Memperhitungken biaya Felaksanaan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum oleh Penyedia Jasa. dalam pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan konstruksi untuk dialokasikan dalam DIPA Satuan Kerja. Perhitungan biaya pelaksanaan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjzan Umum tersebul sudah merupakan salu kesaluan dengan biaya pelaksanaan konsinuksi, yang diperhitungkan dalam Analisa Harga Satuan pada setiap jenis pekerjaan yany mengandung risiko K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Paragraf Keenam Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasal 10 (1), Dalam hal_materi Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang. Pekerjaan Umum dijadikan salah satu banan evaluasi dalam proses Pemilinan Penyedia Jasa maka PPK wiajib menyediakan scuannya, (2) PPK yang aktiftasnya melibatkan tenaga kerja dan peralatan kerja untuk keperluan petaksanaan pekerjaan fisik di tapangan wajib menunjuk Ahli K3 Konstruksi dalam ‘rengka menentukan kategori risiko seluruh paket kegialan yang dikendalikannya pada wal kegiatan, (3) Menetapkan Anli K3 Konsiruksi atau Petugas K3 Konstruksi untuk pengendalion K3 konstruksi pada setiap paket kegialan yang dixendalikannya, (4) Memberi penjelasan tentarg Risiko K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum termasuk kKondisi dan bahaya yang dapal timbul dalam pelaksanaan pekerjaan pada saat” penjelasan pekerjaan (eanwjzing) yang ditenderkan. (5) Memasukkan materi Penyslenggaraan SMK3_Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam Dokumen Kontrak dengan cara mewajibkan Penyedia Jasa untuk mengikuti Pedoman ini dalam pelaksaxaan pekerjaannya. (6) Melakukan pemibahasan persetujuan tingkat risiko yang disusun penyedia jasa dalam rangka menetapkan tingkat risiko kegiatan yang akan dilaksanakan, (7) Menyetvjui RK3K yang disusun oleh Penyedia Jasa pada awal kegiatan. (8) Pengguna jasa wajib melibetkan Anti K3 Konstvuksi pada setiap paket pekerjaan yang ‘mempunyai tisiko K3 tinggi, dengan ketentuan: 8. Ahli K3 konstruksi pengguna jasa tidak boleh merangkap pada paket pekerjaan yang lain, '. Ahli K3 konstruksi pengyuna jasa dimaksud dapat berasal dari konsultan supervisi atau pihak tain yang dit ajuk. ©. Ahli K3 Konstruksi Pengguna Jasa tidak diperkenankan berasal dari Penyedia Jasa yang sedang terikat dalam pelaksanaan kegialan yang sedang ditangani, agar tidak ‘Menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest). (9) Pengguna jasa wajib melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3 Konstruksi peda setiap paket pekerjaan yang mempunyat risiko K3 sedang dan keci, @. Petugas K3 konstruksi pengguna jasa tidak boleh mecangkap pada pakel pekerjaan yang lain b. Pelugas K3 Konstrutsi pengguna jasa dimaksud dapat berasal dari konsultan supervisi atau pibak lin yang ditunjuk, ce. Petugas K3 Konstruksi Pengguna Jasa tidak diperkenankan berasal dari Penyedia ‘Jasa yang sedang ter kat dalam pelaksanaan kegiatan yang sedang ditangani, ogar tidak menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of inlerest). (10) Menyetujui hast tinjau ulang (review) RK3K yang dilekukan oleh Penyedia Jasa setiap bbulan (untuk butir-butr yang peru diedakan tinjauan ulang) dan melaporkannya kepada Kepala Satuan Kerja. (11) Menerima dan mempelajeri tembusan Leporan Rutin Kegiatan P2K3 yang dibual oleh Penyedia Jasa ke Dinas Tenaga Kerja setempat. (12) Metaksanakan inspeksi K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dibantu oleh Ali K3 Konstruksi / Petugas K3 Konstruksi bersama Penyedia Jasa sesuai dengan RK3K. (13) Melakukan evaluasi terhadsp adanya kecelakaan kerja Konstruksi dan penyakit akibat kerja Konstrukst yang telar terjad) pada kegiatan uivawah kendalinya, untuk selagjutnye itaporkan kepada Kepala Satuan Kerja (14) Memberi surat peringatan secara bertahap kepada Penyedia Jasa apabila Penyedia Jasa menyimpang dari ketentuan yang berkaitan dengan Pedomen SMK3 Konstruksi BBidang Pekerjaan Umum cengan cara memberi surat peringatan ke-1 dan ke-2. Apabila peringatan ke-2 tidak diindahkan, maka Pejabat Pembuat Komitmen dapat menghentikan pekerjaan. Segala risiko akibat penghentian pekerjaan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. (15) Memberi surat Keleranga “tidak terjadi Kecelakaan kerja (zero acciden)* kepad Penyedia Jasa yang telah menyelenggaraken SMK3 Konstruksi Bidang PU tanpa terjadi kecelakaan kerja, (16) Bertanggung jawab alas verjadinya kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit akbat kerja Konstruksi, apabila Pejabat Pembuat Komitmen tidak metaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (12) (I7)Ani K3_ KonstruksifPetujas K3 Konstruksi pada Pengguna Jasa_melakukan pengendalian risiko K3 Kenstruksi Bidang Pekerjaan Umum, yang moliputi : inspeksi fempat kerja, peralatan, sarana pencegahan kecelakaan kerja konstruksi sesuai dengan RUSK. (18) Pihak yang berperan sebagai penyelenggara langsung pada Kegiatan Swakelola wajib -membuat RK3K Kegiatan Swakelola, (19) Wajfo menggunakan Pedorran Teknis yang disusun oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Peraturan Perundang-undangan lainnya yang relevan untuk keperluan Pengendalian SMK3 Bidang Pekerjaan Umum lerhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa. Bagian Kedua Penyedia Jasa Pasal tt (1), Berhak memperoieh informasi dani Pengguna Jasa lentang risiko K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum lermas sk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjac (2) Memasukkan biaya peny 2lenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam harga penawaran pengadean jasa konstruksi, Perhitungan biaya pelaksanaan SMK3 Konstruksi Bidang Peker aan Umum tersebut sudah merupakan salu kesatuan dengan biaya pelaksanaan konsiiuksi, Biaya penyelenggaraan K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan ‘Umum dipemitungkan délam Analisa Harga Satuan pada setiap jenis pekerjaan yang mengandung risiko K3 Kcnstruksi Bidang Pekerjaan Umum, (3) Wajip membuat “pra RK" sebagai salzh satu kelengkapan penawaran lelang dalam proses pengadaan barang / jasa yang dikuti sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berloku. (4) Wajip menyusun tingkat risiko kegiatan yang akan dileksanakan untuk dibahas dengan PPK sebagaimana Lampiran 4 yang disusun pada awal kegialan, (5) Wejib membuatRK3K sebagaimana Lampican 2, dengan ketentuan: a. Dibuat pada awal kegiatan b. Harus mencantumkay kategori risiko pekerjaan yang telah ditentukan bersama PPK © Pada awal dimulainya kegiatan, Penyedia Jasa mempresentasikan RK3K kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapat persetujuan. 4. Tinjauan ulang (review) terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu diiskukan review) dilakukan seliap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung, * (6) Walid melibatken Anti K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang memounyai Fisiko K3 tinggi, (7) Wajipmelibatkan sekurang-kurangnya Pelugas K3 Konstruksi pads setiap paket pekerjaan yang mempunyei isto K3 sedang dan kecil (8) Melakukan kerja sama unt.k membentuk kegiatan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum bila ada dua atau te2ih Penyedia Jasa yang bergabung dalam satu kegiatan (3) Kerja sama kegiatan SMK:) Konstruksi Bidang Pekerjaan Unwm tersebut pimpin oleh "enanggung jawab utama Penyedia J3sa {10) Wajlb membentuk P2K3 bila 3, Mengalola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja dengan jumizh paling sedikit 100, orang, b. Mengeloia pekerjaen yang mempekerjakan pekerja kurang dari 100 orang, akan {elapi menggunakan bahan, proses den instalasi yang mempunyai isiko yang besar akan terjadinya peledaka , kebakaran, keracunan dan penyinaran radiakt Wajfp melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Jamsostek setempat sesuai ketentuan yang berlaku 12) Wali membuat Laporan Rustin Kegiotan P2K3 ke Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada PPK ) Wajid melaksanakan Aucit Inlernal K3_Konsiruksi Bidang Pekerjaan Umum sebsgaiman Lampiran 3 (14) Wajib membuat rangkueran aktiftas pelaksanaan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan ‘Umum sebagai bagian dari dokumen serah terima kegiatan pada akhir kegiatan, (15) Wajb_melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan Dinas Tenaga Kerja Setempat tentang kejadia berbahaya, kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi yang telah terjadi pada kegiatan yang diiaksanaken. (16) Wajb menindakianjuti surat peringatan yang diterima dari Pejabat Pembuat Komitmen, (17) Bertanggung jawab atas texjadinya kecelakaan kerja konstruks, (18) Wajip melakukan pengendalian risiko K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang meliput: inspeksi tempa’ kerja, peratatan, sarana pencogahan kecelakaan kerja konstruksi sesual dengan RK3K. (19) Penyedia Jasa yang melat sanakan pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi wajb mem Sentifikat 3 perusahaan yang diterbitkan oleh lembaga sertfkasi yang telah diakreditasi ‘oleh Komité Akreditasi Nasional (KAN), KETENTUAN PENUTUP Pasal 12 Peraturan ini melipuliKetentuax mengenai Tata Cara Penyusunan K3 Konstruksi Bidang Bekerjaan Umum, Format Rencana K3 Kontrak (RK3K), Format Audit Internal K3 Konstrukey Bagi Penyedia Jasa dan Tata Cara Penilaian Tingkat Risiko berpedoman pada Lampiran Lampiran 2, Lempiran 3 dan Lampiran 4 yang merupakan bagian tidak terpisatiken dari Peraturan Menteri ini Pasal 13 (1) Peraturan Menteri ini bertake pada tanggalditetapkan, (2) Peraturan ini dieebarlueskan kepada pilak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan diiaksanakan, Oisahkan di Jakarta ada tanggal 01.324... 2008, MENTERI PEKERJAAN UMUM, DJOKO KIRMANTO