Anda di halaman 1dari 14

“ KRIPIK BIJI DURIAN MAPPEDECENG SEBAGAI SOLUSI PANGAN

ALTERNATIF“

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Indonesia memiliki kelimpahan alam yang berlimpah salah satunya durian.


Pertumbuhan durian di Indonesia sangat banyak karena memiliki wilayah yang luas dan subur
karena di lalui oleh garis khatulistiwa. Durian Indonesia sangat melimpah maka dari itu kami
para peneliti ingin memanfaatkan buah durian terutama bijinya.

Kebutuhan pangan merupakan suatu masalah dunia yang belum dapat diatasi sampai saat ini,
terutama bagi Negara berkembang yang pertambahan penduduknya yang relative tinggi. salah
satu cara untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan meningkatkan pemanfaatan
sumber daya alam dan hasil –hasil pertanian misalnya penggunaan sumber pangan baru atau
usaha untuk penganeka ragaman pangan .

Buah durian termasuk buah musiman. musim berbuahnya tergantung tempat tumbuhnya,di luwu
utara misalnya durian berbuah dari Desemmber sampai maret.manfaat tanaman durian banyak
sekali .umumnya masyarakat hanya mengenal pemanfaatan daging buahnya saja ,dibuat
dodol,kolak dan sebagainya. Lain dengan daging buahnya,biji Durian umumnya dibuang begitu
saja setelah diambil daging buahnya

Karena biji durian inilah yang menjadi limbah rumah tangga masyarakat pada saat
musimnya,terutama masyarakat luwu utara khususnya warga kecamatan mappedeceng. Dengan
hasil penelitian kami. Kami mengharapkan bisa membantu pemerintah dalam menjalankan
programnya. Dan sebagai salah satu sumber penghidupan bagi warga kecamatan mappedeceng
serta sebagai buah tangan khas kecamatan mappedeceng.

Dari sinilah peneliti ingin memanfaatkan biji durian sebagai kripik .produk kripik merupakan
produk kering yang mempunyai masa simpan lebih lama. Karena mengandung protein, lemak,
kalsium dan fosfor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk pangan yang memiliki nilai
guna.

Hal di atas menjadi ketertarikan peneliti dalam mengolah limbah biji durian menjadi makanan
alternatif. Selain itu, harapan peneliti kripik biji durian mampu menjadi sebuah usaha yang dapat
meningkatkan ekonomi kerakyatan khususnya di Kabupaten Luwu Utara.

B. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dari penelitian kami adalah bagaimana mengolah limbah biji durian
menjadi kripik.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan karya tulis kami adalah untuk mempelajari cara pembuatan kripik biji durian
sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah biji durian

D. Manfaat Penelitian
1. Membantu perekonomian masyarakat sekitar;
2. Menambah wawasan masyarakat untuk mengelolah suatu limbah menjadi yang bisa
menghasilkan nilai guna;
3. Mendorong masyarakat untuk membuat salah satu buah tangan khas kecamatan
mappedeceng;
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Biji Durian

1. Deskripsi Durian

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (peranial), tinggi 27 -40 m akar tunggang,
Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan
simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal,bertangkai pendek (alternatif)
permukaan atas berwarna hijau tua /bawah coklat kekuningan bentuk jorong hingga lanset,
panjang 6,5-25 cm lebar 3-5 cm ujung runcing, pangkal membulat (protondatus) tapi rata,
pertulangan mirip (pinate) permukaan atas mengkilat (lintidus) permukaan bawah buram
(opacus) tidak pernah meluruh bagian bawah berlapis bulu halus berwarna coklat kemerahan.

Bunga muncul di batang yang sudah besar bertangkai kelopak berbentuk runcing
(kampunalatus) berwarna putih hingga coklat keemasan berbunga sekitar bulan Januari
buah bulat atau lonjong panjang 15 -30 cm. Kulit di penuhi duri–duri tajam berwarna coklat
keemasan atau kuning bentuk biji lonjong 2-6 cm berwarna coklat berbuah setelah berumur
5-12 tahun perbanyakan generatif (biji)

Buah durian terbagi antara empat sampai lima ruang yang di tandai jejak garis samarberasal
dari ujung buah dan berakhir pada pangkal tangkai buah berat satubuah biji durian dapat
mencapai 30 gram.

2. Klasifikasi ilmiah durian


a. Kerajaan : plantae
b. Ordo : bomales
c. Family : bombaceae
d. Genus : durio
e. Species : durio zibethinus murr
Di Indonesia terdapat tanaman durian di seluruh pelosok jawa dan sumatra. Sedangkan di
Kalimantan dan irian jaya umumnya hanya terdapat di hutan, dan seluruh aliran sungai.Di
dunia tanaman durian tersebar di seluruh asia tenggara dan sri langka , india selatan hingga
New Guenea , khusus di asia tenggara, durian di usahakan dalam bentuk perkebunan yang di
pelihara secara intensif oleh Negara Thailand (Anonim ,2011)

Luas dan presentasi penggunaan lahan di kabupaten Luwu Utara

No Penggunaan lahan Luas pegunungan ( ha) % Penggunaan


.
1. Lahan pertanian rakyat / sawah 196,052 13,66
2. Perkebunan 75.413 5,26
3. Hutan 1.045,273 72,86
4. Vegetasi mangrove 2.882 0,21
5. Padang rumput ( alang-alang) 27305 1,90
6. Pekarangan / kampong 13580 0,95
7. Empang 15892 1,10
8. Sungai /danau 58367 4,06
Luas penggunaan lahan 1.434766 100.00

3. Kultiraf durian
Terdapat lebih dari 55 jenis durian budidaya. Sejumlah kultivar telah diseleksi dan
dianggap unggul dan diperbanyak secara vegetatif. Beberapa diantaranya:
 ‘ gapu’,dari puncu, Kediri, jawa Timur
 ‘hape’,bijinya kempes dengan daging tebal
 ‘kelud’,dari puncu, Kediri, jawa timur
 ‘ligit’ dari kutai
 ‘mawar’dari l Long kutai
 ‘ripto’dari Trenggalek
 ‘salisun’dari Nunukan
 ‘Selat’dari Jaluko, Muaro jambi
 ‘sememang’dari Banjarnegara
 ‘Tong madeye ‘dari Lombok, NTB,Bentara ,Kerkap Bengkulu utara
 ‘Bidowonosalam ‘dari Jombang Jawa timur
 ‘Perwira ‘dari Simapeul ,majalengka
 ‘petruk’
 ‘Soya dari Ambon Maluku
 ‘sukun’
 ‘sunan ‘dari Boyolali
 ‘Kani’
 ‘Otong’(alihnama dari “Monthong”,durian Bangkok di Mlaysia disebut
klon,D159 ).beberapa ras local belum di seleksisehingga masih bervariasi
sehingga keunggulannya belum terjamin.
 Durian parung
 Durian lampung
 Durian jepara
 Durian Palembang
 Durian padang
 Di Malaysia , durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor dengan huruf D di
depannya .beberapa diantaranya adalah
 ‘D24’
 ‘D99’
 ‘D123’
 D145’
 ‘D158’
 ‘D159’
 ‘D169’
4.Manfaat biji durian

Biji durian memiliki kandungan pati yang sangat tinggi sehingga berpotensi sebagai
alternative penggati bahan makanan baku pengisi farmasetik. Biji durian sebagai bahan
makanan memang belum memasyarakat di Indonesia. Di Thailand biji durian sudah cukup
memasyarakat untuk di buat bubur dengan cara di campur dengan daging buahnya. Bubur
biji durian ini menghasilkan kalor cukup potensial bagi manusia ( Aak dalam Anonim, 2011).
Menurut febriani (dalam anonim, 2011) bahwa kandungan gizi pada tebu biji durian
mengandung protein sebesar 6,70% dan lemak sebesar 0,85%.

Kandungan Gizi Pada Pati Biji Durian


Nilai khasiat per 100 g
Tenaga per 150 kkal 620 kj
No Kandungan Berat
1 Karbohidrat 27,09 g
2 Serat pangan 3,8 g
3 Lemak 5,33 g
4 Protein 1,47 g
5 Air 65 g
6 Vitamin C 19,7 mg 33 %
7 Kalsium 436 mg 9%

Manfaat buah durian selain sebagai buah segar dan olahan lainnya juga terdapat manfaat
dari bagian lainnya yaitu :

o Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan miring


o Batangnya sebagai bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu
durian setaraf dengan kayu sengon kayunya cenderung lurus
o Bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi
sebagaialternatif pengganti makanan.
o Kulit di gunakan sebagai bahan abu gosok yang bagus dengan
cara di jemur sampai kering dan di bakar sampai hancur
B. Kripik

Kripik merupakan makanan tradisional yang diperoleh dengan cara menggoreng bahan
yang telah mengalami perlakuan pendahuluan kedalam minyak panas. Kripik adalah makan
ringan ( snack fod ) yang tergolong jenis makanan crakers, yaitu jenis makanan yang kering
renyah ( crisphy ). Reyah adalah keras tetapi mudah patah. Sifat reyah, tahan lama, mudah di
bawa, dan disimpan serta dapat di nikmati kapan saja terutama santai pada saat membaca
atau menonton televise ( sulistyowati dalam Admin, 2008).

Masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di kota besar telah mengkonsumsi kripik atau
chips, yang disuguhkan sebai makanan ringan ( snack fod ). Bila dilihat dari cara
pembuatannya, sebenarnya terdapat dua jenis cara, yang pertama adalah kripik yang di buat
dari bahan yang di kups dan di iris tipis-tipis kemudian langsung di goring, dankedua adlah
kripik yang di terbuat dari yang di iris tipis dan direndam di dalam dapur atau zat pemucat,
lalu dikeringkan selanjutnya di goreng ( sri yuniati dalam Admin, 2008).

Bahan baku untuk membuat kripik daapt berasal dari berbagai macam jenis bahan yang saalh
satunya mengandug pati .selama ini kripik hanya terkenal terbuat dari pisang mentah ubi
kayu atau umbi- umbian lain tetapi sejalan dengan perkembangan zaman buah buahan yang
matang pun nanas ,papaya dan nangka bisa diolah menjadi keripik .berikut ini salah satu
syarat mutu kripik ,berikut ini adalah salah satu syaratnya

Analisis faktor –faktor yang menjadi alasan pembuatan kripik biji durian selama ini yang di
gemari oleh masyarakat di komsumsi dalam bentuk segar (buah meja ) adalah buah durian
dengan tingkat kematangan masak penuh durian terutama di pelihara orang untuk
buahnya.pada musim raya produksinya di di daerah secara tradisional .daging buah ini yang
berlebih lebihan di awetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian
.pembuatan kripik biji durian juga merupakan diversifikasi pangan , hal ini di karenakan
biasanya kripik berasal dari daging buah (jefri dkk dalam Admin, 2008).

Spesifikasi produk beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk meningkatkan kripik biji
durian adalah penpilan , cita rasa bentuk dan ukuran ketebalan potongan kripik biji durian
sedapat mungkin karena seragaman ingin menunjukan keseragaman akan menunjukkan hasil
yang sama. Pemotongan dengan ketebalan yang sama dapat dilakukan dengan menggunakan
slicer. Ketebalan kripik yang sama dan permukaan kripik biji yang rata sewaktu pemotongan
akan memudahkan dalam proses penggorengan. Untuk mendapatkan permukaan kripik yang
rata dan icin dapat diupayakan dengan menggunakan alat potong khusus atau pisau yang
tajam.
BAB III
METODOLOGI PENULISAN

A. Jenis Tulisan
Tulisan bersifat studi pustaka. Data yang diperoleh disajikan sehingga menunjukkan suatu
kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Tulisan selanjutnya
ditunjang oleh beberapa literatur yang relevan dengan persoalan yang akan dibahas. Sumber
literatur karya tulis ini berupa artikel dari internet.

B. Objek Tulisan

Objek tulisan dalam penulisan karya tulis ini adalah Kripik Biji Durian Mappedeceng

C. Prosedur penulisan

Prosedur pengumpulan data pada karya tulis ilmiah berasal dari beberapa literatur berupa
artikel dari internet yang relevan dengan masalah yang dibahas, setelah itu literatur tersebut
dikaji, kemudian memilih milih informasi yang relevan dengan persoalan yang dibahas.

D. Teknik pengumpulan data

Teknik penulisan dalam karya tulis, dilakukan dengan cara mengumpulkan data. Setelah
dilakukan pengumpulan data, maka semua hasil diseleksi kerelevannya dengan masalah yang
dikaji. Proses penyajian masalah akan dibahas yaitu data yang terkumpul dianalisis secara
deskriptif, dengan cara mengidentifikasikan teknik terbentuknya Kripik Biji Durian
Mappedeceng.
BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS

A. Analisis

Masalah yang dialami oleh masyarakat mappedeceng yaitu berlimpahnya biji durian pada
musimnya karena kurangnya kreatifitas masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan biji
durian .
Disini pemerintah tidak menawarkan solusi untuk mengatasi penumpukan sampah atau
limbah dari biji durian tersebut, setiap musimnya biji durian hanya menumpuk begitu
saja,sehingga dapat menimbulkan penyakit yang di sebabkan oleh lalat.

B. Sintesis

Solusi yang di tawarkan yakni memanfaatkan kembali biji durian yang selama ini lebih
dikenal sebagai limbah rumah tangga menjadi cemilan (kripik)
Sebenarnya banyak produk yang dapat di hasilkan dari biji durian, selain diolah menjadi
tepung yang dapat digunakan sebagai subtitusi tepung terigu. Biji durian juga dapat diolah
menjadi kripik. Adapun cara mengolah kripik biji durian sebagai berikut:
1. Pilih biji yang masih baik dan segar, kemudian cuci bersih;
2. Pada biji durian kupaskulit bagian terluar ;
3. lalu rendam dengan air garam;
4. setelah beberapa menit, tiriskan lalu rebus ±45 menit;
5. haluskan dengan cara blender/tumbuk biji tersebuthingga halus;
6. kemudian campurkan dengan bumbu yang telah di haluskan hingga merata;
7. lalu pipihkan di atas plastic;
8. setelah itu di jemur beberapa saat;
9. setelah kering di gunting, dan di goreng;
10. serta kripik biji durian siap untuk di sajikan.
Setelah kripik biji durian siap dikonsumsi, maka selanjutnya di uji organoleptik ke seluruh
wilayah. Dengan pemasaran keripik biji durian memberikan nilai tambah sehingga akan
meningkatkan pendapatan petani durian. Adapun cara pengujian cita rasa dari kripik biji
durian antara lain:
1. Meminta keluarga dekat untuk mencicipi kripik biji durian;
2. Meminta tetangga yang berada disekitar tempat untuk mencicipi kripik biji durian ;
3. Meminta seluruh warga sekolah SMA NEGERI 1 MAPPEDECENG untuk mencicipi
kripik biji durian.

Adapun pengujian dilakukan untuk menguji bentuk, aroma, rasa, dan gizi, dari kripik biji
durian sehingga kita dapat membuat kripik yang diminati oleh masyarakat.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dari analisis dan sintesis diatas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa Kripik Biji Durian
Mappedeceng dapat diolah dengan cara pilih biji yang masih segar, lalu cuci biji tersebut,buka
kulit bagian luarnya, rendam dengan air garam kurang lebih satu jam, kemudian rebus selama 45
menit,setelah di rebus keluarkan dari panci kemudian blender/tumbuk sampai halus , setelah itu
siapkan bumbunya, campurkan dengan biji yang telah di blender aduk –aduk hingga bumbunya
terasa kemudian letakkan diatas plastic lalu ratakan dan buat setipis mungkin,kemudian jemur di
bawah terik matahari sekitar dua jam ,lalu goreng sampai kripik menjadi renyah, lalu kripik siap
untuk dipasarkan.

B. Saran
1. Diharapkan masayarakat lebih kreatif untuk mangelolah suatu limbah menjadi sesuatu
yang bisa menghasilkan nilai guna.
2. Diharapkan masyarakat dapat membuat salah satu buah tangan khas kecamatan sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Admin, 2008. pembuatan kripik biji durian. Kalteng. Litbang. Deptan. Go.
Id/ind/image/data/keripik durian-2.pdf. ( 23 desember 2012)
Admin, 2008. pembuatan kripik biji durian. Kalteng. Litbang. Deptan. Go.
Id/ind/image/data/keripik durian-1.pdf. ( 23 desember 2012)
Anonim, 2011. kripik biji durian. Kripik. Biji. Durian. Blogspot. Com/2011/11/kripik-
biji-durian . html ( 23 desember 2012)