Anda di halaman 1dari 14

A.

PENGERTIAN
Kafein ialah alkaloid dengan rumus kimia C8H10N4O2 yang tergolong dalam
keluarga methylxanthine bersama-sama senyawa tefilin dan teobromin. Pada keadaan asal,
kafein ialah serbuk putih yang pahit. Kafein termasuk zat adiktif yang memiliki efek
stimulasi. Kafein terdapat dalam kopi, teh, coklat, dan cola. Peranan utama kafein di dalam
tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan
efek fisiologis berupa peningkatan energi. Dalam dunia medis, kafein yang banyak
terkandung dalam minuman yang kita konsumsi hampir setiap hari ini.

B. FARMAKODINAMIK
Studi yang membahas dan mempelajari efek obat-obatan itu sendiri didalam tubuh,
baik dari segi fisiologis maupun biokimia berbagai organ tubuh, serta mekanisme kerja
obat-obatan itu sendiri didalam tubuh manusia.
1. Efek-efek mengkonsumsi Kafein secara berlebihan:
• Penggunaan berlebih dan dalam jangka waktu lama dari kafein akan mengganggu
pola tidur baik berupa insomnia (tidur tidak nyenyak) maupun justru kebanyakan tidur
dan mudah mengantuk apabila tidak minum kafein. Efek ini ditimbulkan melalui
blokade reseptor adenosine yang berfungsi dalam pengaturan proses tidur. Hal ini bisa
jadi merupakan efek samping dari kopi yang bersifat candu sehingga memiliki reaksi
withdrawal ( reaksi kebalikan) ketika tubuh sedang tidak minum kafein.
• Kafein memiliki efek diuresis (menimbulkan banyak kencing) sehingga potensial
untuk menimbulkan dehidrasi bagi beberapa orang yang sering bekerja keras hingga
berkeringat banyak atau berada dalam lingkungan kerja panas dan lembab
• Kafein meningkatkan sekresi asam lambung dan pepsin sehingga seringkali menjadi
biang keladi serangan maag bagi mereka yang rentan.
• Kafein bersamaan dengan rokok akan melemahkan katup bawah dari kerongkongan
(lower sphincter of oesophagus) sehingga katup tersebut sering tidak dapat menutup
dengan sempurna. Akibatnya cairan lambung yang asam seringkali dimuntahkan
kembali ke dalam kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas pada daerah dada
yang seringkali berulang (heartburn). Jadi kafein dan rokok merupakan penyebab
tersering dari kasus Gastro Eosophageal Reflux Disease (GERD) semacam demikian
yang dalam waktu lanjut jika tidak ditangani akan berakibat peradangan kronik dari
kerongkongan bagian bawah yang dapat berakibat timbulkan kanker esophagus.
• Kafein diduga dapat meningkatkan sedikit kadar gula darah sehingga penderita
diabetes dan kegemukan hendaknya berhati-hati dan membatasi konsumsi senyawa
kafein ini.
• Kafein meningkatkan kadar plasma darah dari asam lemak bebas, adrenalin dan
kortisol, suatu keadaan yang sebenarnya akan mendukung performa seorang atlet. Tapi
jika Anda bukan seorang atlit, maka peningkatan senyawa-senyawa tersebut akan
membuat masalah tersendiri. Misalnya peningkatan adrenalin akan memacu persarafan
simpatis Anda sehingga akan dirasakan jantung menjadi berdebar-debar, pikiran
melompat-lompat, panas tubuh meningkat serta berkeringat. Aktivitas simpatis berlebih
sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit jantung atau serangan jantung
sebelumnya.
• Kafein dapat memicu munculnya serangan sakit kepala migren pada individu yang
rentan
• Kafein terbukti dapat meningkatkan jumlah kejadian maupun derajat gangguan
premenstrual syndrome (PMS) pada sepertiga wanita. Jika konsumsi kafein menjadi
rutinitas selama 10 hari atau lebih maka resiko kejadian ini menjadi 7 kali lipat lebih
tinggi daripada wanita yang tidak mengkonsumsi kafein. Beberapa masalah infertilitas
pada wanita juga diduga berkaitan dengan konsumsi kafein yang berlebih.
• Kafein dalam jumlah kecil, misalnya 3 gelas kopi atau kurang per hari, relatif aman
dikonsumsi setiap hari saat hamil. Tetapi jika jumlahnya melebihi ini, resiko aborsi dan
kelahiran premature dilaporkan meningkat nyata. Sebaiknya wanita hamil muda hingga
usia kehamilan 3 bulan pantang kafein terlebih dulu mengingat masa ini merupakan
masa krusial bagi pembentukan organ-organ janin serta juga seringnya mual-mual
(morning sickness) yang dialami wanita hamil selama masa ini. Kafein sendiri seperti
yang telah disebutkan akan meningkatkan asam lambung sehingga akan membuat rasa
mual semakin berat.
• Mereka yang memiliki pribadi pencemas (anxietas) sebaiknya menghindari kafein
karena kafein akan semakin memacu kecemasan sehingga ia menjadi semakin gelisah,
sulit tidur, tangannya basah karena keringat dingin dan jantung berdebar-debar.
• Dibandingkan rokok maupun alkohol, resiko kafein untuk menimbulkan penyakit
jantung koroner maupun stroke terbilang kurang bermakna. Namun dalam jumlah kafein
setara 8 gelas kopi atau lebih dalam sehari potensial mengganggu irama jantung.
• Bagi wanita, terutama post menopause, kafein merupakan musuh besar bagi tulang.
Sudah banyak laporan ilmiah yang menyebutkan efek kafein terhadap kejadian
osteoporosis atau keropos tulang. Kafein bersifat menarik cadangan mineral kalsium dari
tulang sehingga tulang menjadi keropos.
• Reaksi withdrawal adalah hal yang sering dialami bagi peminum kafein rutin.
Reaksi withdrawal akan memuncak pada hari ke-2 setelah tidak minum kafein dan baru
hilang setelah hari ke-3. Ada banyak jenis reaksi withdrawal yang mungkin tidak sama
dari orang ke orang seperti timbulnya sakit kepala berdenyut semacam migren,
kecemasan berlebih, mengantuk dan tidur berlebih, tidur tidak nyenyak, lemas, dan lekas
marah. Hal ini terjadi karena otak peminum kafein rutin sudah beradaptasi dengan
tingkat metabolisme yang lebih tinggi, sehingga ketika pasokan kafein berkurang maka
otak pun bereaksi akibat merasa metabolisme nya turun.
• Kafein seperti terkandung dalam green tea secara umum akan meningkatkan
metabolisme basal sel-sel tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan. Bagi mereka
yang memiliki berat badan lebih hal ini mungkin kabar baik, tetapi tentunya bagi mereka
yang sudah dalam kekurangan gizi dan kesulitan untuk menaikkan berat badan kebiasaan
minum kafein harus mulai dibatasi.
2. Efek samping kafein
Dampak positif mengkonsumsi kafein

- Merasa tenang

- Meningkatkan pemahaman/pemikiran

- Meningkatkan daya ingat


- Meningkatkan reflek

a. Kewaspadaan. Kafein memberikan pikiran kita terus waspada, bahkan untuk


hanya satu atau dua jam. Secara rutin mengkonsumsi kafein dapat menjaga pikiran kita
lebih aktif dan meningkatkan daya otak kita.

b. Penyakit Parkinson. Studi telah menunjukkan bahwa sangat mungkin bagi kafein
untuk mencegah terjadinya penyakit Parkinson. Alasan yang diajukan adalah bahwa kafein
membuat dopamin dalam sistem menjadi aktif. Dopamin adalah bahan kimia yang
mengaktifkan pusat kesenangan di otak.

c. Penyakit jantung. Kafein dikatakan untuk mencegah penyakit jantung – selama


Anda belum memiliki efek negatif seperti di atas. Hal ini karena kafein adalah antioksidan,
dan antioksidan mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

d. Diabetes. Kafein memicu produksi adrenalin dan kortisol – dua zat yang terkait
dengan respons melawan-atau-melayangkan tubuh. Ketika bahan kimia yang dilepaskan ke
dalam sistem, mereka menyebabkan hati untuk membakar gula lebih banyak. Namun, ini
bekerja hanya dengan bahan makanan mengandung kafein yang tidak manis.

e. Stamina. Sekali lagi, ini ada hubungannya dengan respons melawan-atau-


melayang. Mengkonsumsi kafein sebelum latihan atau melakukan kegiatan atletik
memperlambat adenosin yang menyebabkan kelelahan otot. Hal ini membuat Anda
bergerak lebih cepat dan bertahan lebih.

Kafein baik untuk tubuh, tetapi juga buruk jika dikonsumsi terlalu banyak. Terlalu
banyak didefinisikan sebagai lebih dari 300mg kafein setiap hari. Untuk mengukur dan
memantau jumlah kafein yang Anda gunakan sehari-hari dan untuk mengurangi efek
samping negatif dari kafein, lakukan pengontrolan kafein dengan makanan Anda.

Dampak negatif mengkonsumsi kafein

Beberapa efek samping yang negatif dari kafein, yang mungkin Anda tidak sadari,
adalah:
a. Serangan panik. Kafein membuat nyaman karena memicu mekanisme melawan-
atau-melayang di tubuh kita. Tapi setelah dosis berat kafein dan setelah berjam-jam hal itu
berada di sistem tubuh, maka insting melawan-atau-melayang akan berkurang dan muncul
serangan panik. Tangan Anda menjadi gemetar, kulit Anda berkeringat , dan Anda selalu
mengharapkan hal-hal yang buruk terjadi pada diri Anda.

b. Kecanduan. Kafein menimbulkan kecanduan. Setelah kita biasakan mendapatkan


kafein memperbaiki kita, tubuh kita mulai mendambakan meningkatkan yang kita dapatkan
dari itu. Jika kita gagal untuk mendapatkan dosis kafein bahwa tubuh kita telah disesuaikan
dengan keinginan tubuh maka kita menjadi mudah marah, lelah, dan bahkan depresi.

c. Dehidrasi. Orang akan berpikir bahwa karena kopi adalah cair, maka itu sebagai
cairan Anda. Sebenarnya, kafein dalam kopi dan setiap bahan makanan lain telah dikaitkan
dengan dehidrasi. Itu terutama karena sifat kafein diuretik.

d. PMS. Wanita yang banyak minum kopi dan makan banyak coklat cenderung
mengalami sindrom pra-menstruasi lebih akut daripada wanita yang tidak. Sakit kepala,
perasaan kembung dan kram perut menjadi lebih tajam dengan tambahan konsumsi kafein.

e. Kelelahan emosional. Kafein membangunkan tubuh dari rasa kantuk, tapi terjadi
kegagalan untuk memberitahu tubuh kapan harus berhenti bergerak dan cukup istirahat.
Tubuh butuh istirahat dan ketika tubuh tidak mendapatkannya, dapat menyebabkan tidak
hanya kelelahan fisik tetapi kelelahan juga emosional.

3. Mekanisme kerja obat

Kafein bekerja di dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel
saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin dan menyebabkan peningkatan
tekanan darah, sekresi asam lambung, dan aktifitas otot, serta perangsangan hati untuk
melepaskan senyawa gula pada aliran darah untuk menghasilkan energi ekstra.
Adenosin ialah senyawa nukleotida yang berfungsi mengurangi aktivitas sel saraf
saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosin, molekul kafein juga tertambat pada
reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeda. Kafein tidak akan memperlambat aktivitas
sel saraf/otak sebaliknya menghalang adesonin untuk berfungsi. Dampaknya aktivitas otak
meningkat dan mengakibatkan hormon epinefrin dirembes. Hormon tersebut akan
menaikkan detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke
otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan mengeluarkan
glukosa dari hati. Tambahan, kafein juga menaikkan permukaan neurotransmitter dopamine
di otak.
Kafein dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti alkohol atau
perangsang sistem saraf pusat yang lain. Tambahan lagi, kafein tidak mengganggu fungsi
mental tinggi dan tumpuan otak. Pengambilan kafein secara berkelanjutan akan
menyebabkan badan menjadi toleran dengan kehadiran kafein. Oleh itu, jika pengambilan
kafein diberhentikan (proses ini dinamakan "penarikan" atau "tarikan"), badan menjadi
terlalu sensitif terhadap adenosin menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang
seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan sebagainya. Kajian terbaru menyebutkan
kafeina dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson, tetapi hal itu masih belum
memerlukan kajian mendalam.
Dalam berbagai produk, kandungannya berbeda-beda, misalnya dalam 150 ml kopi
seduhan sebanyak 110-150 mg, kopi instan 40-108 mg, decaffeinated (kopi dengan kadar
kafein rendah) sebanyak 2-5 mg, sementara dalam teh berkisar antara 9-50 mg pada teh
seduhan, teh instan 12-28 mg dan minuman teh ringan 22-36 mg. Pada minuman cola
mencapai 40-60 mg, minuman energi/suplemen 50-80 mg, coklat 5-35 mg dan obat-obatan
100-200 mg (stimulan), 32-65 mg (analgesik/pereda sakit) dan 10-30 mg (obat demam).
C. FARMAKOKINETIK
Studi yang mempelajari bagaimana obat sampai di tempat kerjanya setelah pemberian
(perjalanan) obat. Kafein masuk melalui tubuh lewat sistem oral yang kemudian di
absorbsi. Berikut adalah jalur masuknya Kafein dalam tubuh.
mulai dari 12-24 jam setelah
pelepasan terakhir, berpuncak 20-48
jam dan tahan selama seminggu.

PROSES DISOLUSI OBAT


Obat kerongkongan(esofagus) lambung (gaster)usus halus (duodenum/jejunum)
obat hancur menjadi molekul kecil dan menembus dinding usus halus sirkulasi sistemik

Kafein diabsorpsi cepat pada saluran cerna dan kadar puncak dalam darah yang
dicapai selama 30 – 45 menit. waktu paruh obat ( T½ ) selama 3½ hingga 5 jam. Kafein
dapat meningkatkan detak jantung dan daya kontraksi, kafein juga mempunyai efek
deuretik ( merangsang ekskresi ) yang kuat. Konsumsi kafein secara rutin dapat
menyebabkan terjadinya toleransi.
Absorbsi, merupakan proses penyerapan obat dari tempat pemberian sampai ke
system sistemik. Banyak factor yang mempengaruhi absorbsi, salah satunya yaitu
kecepatan pengosongan lambung. Obat yang absorbsinya tidak dipengaruhi oleh makanan
maka dosisnya tidak perlu diubah, tetapi obat yang absorbsinya dipengaruhi oleh makanan
maka dalam penggunaannya digunakan sebelum makan atau dapat digunakan setelah
makan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses absorpsi yaitu :
1. Kelarutan obat
2. Kemampuan obat difusi melintasi membran
3. Kadar obat
4. Sirkulasi darah pada tempat absorpsi
5. Luas permukaan kontak obat
6. Bentuk sediaan obat
7. Rute penggunaan obat.
Distribusi, merupakan perpindahan obat dari saluran sistemik ke tempat aksinya.
Apabila suatu obat memilki waktu paruh yang lama, maka kecepatan distribusi obat
semakin cepat dan akan semakin cepat terjadi akumulasi (terjadinya efek toksik). Untuk
mengatasi hal tersebut, maka dosis dan cara pemakaiannya harus dikurangi. Faktor-
faktor yang mempengaruhi prses distribusi, yaitu :
1. Perfusi darah melalui jaringan
2. Kadar gradien, pH dan ikatan zat dengan makro molekul
3. Partisi ke dalam lemak
4. Transport aktif
5. Sawar, seperti sawar darah otak dan sawar plasenta, sawar darah cairan
cerebrospinal
6. Ikatan obat dan protein plasma.
3. Ekskresi, berkaitan dengan eliminasi. Dimana semakin cepat eliminasi suatu obat,
maka durasinya juga semakin cepat. Untuk mengatasinya maka frekuensi penggunaan
obat perlu ditingkatkan agar tetap masuk dalam jendela terapi.

D. DOSIS KAFEIN DALAM PRODUK


1 cangkir kopi yang diseduh 74 mg
1 cangkir kopi tanpa kafein 1 mg
1 cangkir teh 27 mg
1 kaleng minuman ringan 35 mg
1 keping coklat 20 mg
1 cangkir coklat panas 20 mg
1 butir pil skit kepala 40 mg

E. SIMTOM PENARIKAN KAFEIN


• Sakit kepala
• Mengantuk
• Lesu
• Murung
• Mudah marah
• Muntah
• Sakit perut
• Prestasi menurun

F. CARA MENGURANGI KONSUMSI KAFEIN BAGI YANG KECANDUAN


KOPI

Potensi ketergantungan membuat kopi disamakan dengan zat-zat adiktif lainnya.


Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami
“caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan
hilang setelah 24-48 jam. Agar Anda tidak merasa tersiksa, coba ikuti cara mengurangi
kebiasaan ngopi berikut ini:

a. Kurangi 25 persen setiap minggu Salah satu cara termudah untuk mulai mengurangi kopi
adalah dengan menguranginya setahap demi setahap. Kathleen Zellman, RD, ahli gizi dan
juru bicara American Dietetic Association, menyarankan untuk mengurangi sebesar 25
persen dulu sebagai permulaan. Pada minggu pertama, isi tiga perempat cangkir Anda
dengan kopi biasa, dan sisanya dengan kopi decaf. Mengurangi kafein sebanyak 25 persen
per minggu hingga sebulan juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami sakit
kepala. Minggu berikutnya, buat rasionya menjadi 50:50, dan seterusnya. Anda juga bisa
mengurangi berapa cangkir kopi yang Anda minum per harinya untuk menjalankan
program ini.

b. Cemilan sehat Mengurangi kopi untuk alasan diabetik juga menjadi cara untuk
menurunkan gula darah. Apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, Anda bisa menjaga
gula darah Anda tetap normal (setelah mengurangi kafein) dengan mengkonsumsi cemilan
sehat. Misalnya dengan ngemil setangkup kismis, yogurt dengan beberapa potong buah,
atau segenggam almond. Jika Anda mengonsumsi kafein dari cokelat, ganti dengan cemilan
sehat yang memuaskan keinginan Anda untuk makan yang manis-manis.

c. Banyak minum air putih Kopi dan soda bersifat diuretik, sehingga menyebabkan
dehidrasi. Minum air putih tidak hanya akan membantu mengisi kembali cadangan air
dalam tubuh, tetapi juga menjadi alternatif sehat dari semua minuman berkafein yang
mengandung gula. Air akan menghilangkan sakit kepala atau gejala lain akibat
menghentikan asupan kafein.

d. Coba minuman decaf lain Beberapa minuman decaf lain mungkin aman untuk
dikonsumsi. Untuk itu Anda bisa mencoba mengkonsumsi air bersoda, soda organik, atau
minuman lain seperti teh herbal, smoothie, atau secangkir kecil jus. Perlu diingat, ketika
Anda memesan jus atau smoothie, pastikan keduanya tidak mengandung kalori yang tinggi
dengan banyaknya gula atau susu kental manis yang Anda gunakan.

e. Mengganti dengan minuman panas lain Buat teh panas dengan tambahan irisan jahe,
madu, dan lemon. Minuman ini menjadi cara untuk memuaskan keinginan Anda menikmati
minuman panas. Rasa hangat dari jahe, dan manisnya madu, akan menciptakan kombinasi
yang pas. Selain itu juga akan mengatasi masalah pencernaan yang mungkin akan dialami
setelah Anda mengubah pola makan Anda. Mengurangi kafein juga akan mengubah pola
makan Anda.

f. Tiduran Tak ada cara lain untuk mengatasi kantuk (bila itu alasan Anda minum kopi),
selain dengan tiduran sebentar. Karena berada di kantor, mungkin banyak di antara Anda
yang tak mungkin tiduran di siang hari. Tetapi bila Anda memiliki ruangan sendiri, tutup
saja pintunya, dan cobalah memejamkan mata barang 10 menit. Atau, lakukan meditasi
atau peregangan untuk memulihkan tenaga Anda. Anda juga bisa mencoba memajukan jam
tidur Anda tiap malam 30 menit lebih awal.
TUGAS PSIKOFARMAKOLOGI

KAFEIN
UNTUK MEMENUHI TUGAS PSIKOFARMAKOLOGI

Dosen Pengampu :
Nurdiana,Dr.Ms

Oleh
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2010
DAFTAR PUSTAKA