Anda di halaman 1dari 12

c c

   

Bumi kita memiliki jumlah batuan yang sangat beragam jenisnya. Salah
satunya adalah batuan beku. Batuan beku merupakan batuan penyusun
kerak bumi yang berasal dari pembekuan magma, Magma merupakan cairan
silikat panas dan pijar bersidat obile dengan suhu sekitar 1500 - 2500 C yang
terdiri dari unsur O, Si, Al, Fe, Mg, Ca, Na, K. Batuan beku merupakan batuan
yang terbentuk dari magma yang mendingin, kemudian mengeras baik
melalui proses kristalisasi atau terbentuk sendiri. Nama lain batua n beku
adalah batuan igneus. Ingneus berasal dari bahasa Yunani, yang artinya api.
Untuk membedakan batuan beku dengan batuan lainnya terdapat tiga ciri
utama, yaitu:
a. Tidak mengandung fosil;
b. Teksturnya padat, mampat, serta strukturnya homogeny dengan
bidang permukaan ke semua arah sama;
c. Susunan sesuai dengan pembentukannya.
Secara umum tekstur membahas tentang kenampakan batuan yang
berhubungan dengan ukuran, bentuk, dan susunan butiran -butirannya atau
unsur-unsur lainnya. Tekstur batuan beku meliputi derajat kristalinitas, ukuran
butir, bentuk dan susunan geometrik dari butiran -butiran mineral secara
individu. Karakter yang disebutkan terakhir ini, umumnya juga berkenaan
dengan fabric.
Tekstur didefinisikan sebagai keadaan atau hubungan yang erat antar
mineral-mineral sebagai bagian dari batuan dan antara mineral -mineral
dengan massa gelas yang membentuk massa dasar dari batuan.
Tekstur juga diartikan sebagai aspek -aspek dalam skala kecil yang
diwarisi batuan dan paling mudah dikenal dalam contoh setang an (hand
specimen) atau di bawah sayatan tipis.
peskripsi petrografi merehatkan sebagian besar pada satu fondasi
mineralogi, tapi interpretasi petrologi menemukan tekstur dan struktur yang
sama pentingnya seperti mineral. Sejak di situ adalah tidak ada k esepakatan
umum seperti kemana fitur fisik dari batuan harus dideskripsikan sebagai
tekstur dan yang yang harus dipengaruhi seperti struktur, satu pembedaan
denda di antara kondisi ini tampak yang tidak diinginkan.


c c



Berdasarkan teksturnya, batuan beku terdiri atas dua jenis batuan,


yaitu sebagai berikut.
c c  
Pembentukan magma pada batuan beku plutonik relatif lebih lambat
sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku
plutonik adalah batu granit yang biasa dijadikan bahan unutk penghias rumah.
c c    
Pembentukan magma pada batuan beku vulkanik relatif sangat cepat
misalnya akibat letusan gunung berapi. Mineral -mineral penyusunnya relatif
kecil. Contohnya adalah bat u andesit yang sering dijadikan bahan untuk
pondasi rumah.

Secara umum batuan beku dapat dibedakan dari kenampakan bentuk,


ukuran butir dan hubungan kristal mineral -mineralnya atau disebut sebagai
tekstur batuan.
Beberapa tekstur batuan beku yang umum adalah:
1.     tidak berbutir atau tidak mempunyai kristal (amorf).
Terjadi akibat magma membeku dengan cepat saat menyentuh atmosfer.
Suhu dan tekanan di atmosfer jauh lebih rendah dibandingkan dengan
dapur magma. Akibatnya tidak sempat membentuk kristal atau amorf,
seperti obsidian. Kadang lava mendingin atau membeku dengan cepatnya
sehingga atom-atomnya tidak sempat membentuk mineral, sehingga yang
terbentuk ialah mineraloid. Batuan beku luar yang sebagian atau
seluruhnya terdiri dari gelas dinamakan obsidian.
2.         dapat diartikan mineral -mineralnya tidak
dapat diamati dengan mata telanjang. Memperlihatkan pembekuan yang
cepat namun masih sempat membentuk kristal yang kecil. Melalui
pengamatan di bawah mikroskop dapat dikenali sebagai feldspar dan
kuarsa.
ß. þ     ! yang berarti dapat dilihat. Batuan dengan tekstur
ini butiran mineralnya dapat dilihat tanpa mikroskop, memperlihatkan
besar kristal yang hampir seragam dan saling mengunci (interlock).
Bentuk kristal yang besar ini men yatakan bahwa pembekuannya
berlangsung sangat lama di bawah permukaan bumi.
4.   merupakan tekstur yang khusus dimana terdapat campuran
antara butiran kasar di dalam massa dengan butiran yang lenih halus.
Butiran yang relative sempurna dinamakan fen okrist (phenocrysts),
sedangkan butiran yang lebih kecil disebut massa dasar (groundmass).
Tekstur porfiritik menunjukkan bahwa magma yang sebagian membeku
bergerak ke atas dengan cepat lalu mendingin dengan cepat pula.
Sehingga meghasilkan fenokris yang d ikelilingi oleh massa dasar.
Pegmatite, merupakan batuan beku dalam yang terdiri dari mineral -
mineral yang berukuran tidak lazim, besar -besar, sampai 2 cm atau lebih.
5.    strukturnya mirip dengan porfiritik namun bila dilihat di bawah
mikroskop bahwa butirannya lebih banyak pecah -pecah dari pada saling
mengunci. Fragmennya juga bengkok, terpilin dan terdeformasi. Terjadi
akibat erupsi ledakan material berukuran debu yang d ihembuskan ke atas.

Tekstur batuan beku, umumnya ditentukan oleh beberapa hal penting,


yaitu:
"#$  
Kristalinitas adalah derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu
terbentuknya batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk
menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk
kristal, selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan magma.
Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya
kasar. Sedangkan jika pembe kuannya berlangsung cepat maka kristalnya
akan halus, akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali
maka kristalnya berbentuk amorf.
palam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:
á Holokristalin, yaitu batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal.
Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu
mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan.
á Hipokristalin, yaitu apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan
sebagian lagi terdiri dari massa kristal.
á Holohialin, yaitu batuan beku yang semuanya tersusun da ri massa gelas.
Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill,
atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh batuan.

#    
±ranularitas didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan
beku. Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
þ %   , Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat
dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata biasa. Kristal -
kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
á Halus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
á Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 ± 5 mm.
á Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 ± ß0 mm.
á Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari ß0
mm.
  , Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak dapat dibedakan dengan
mata biasa sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur
afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. palam analisa
mikroskopis dapat dibedakan:
á Mikrokristalin, apabila mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati
dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sek itar 0,1 ± 0,01 mm.
á Kriptokristalin, apabila mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil
untuk diamati meskipun dengan bantuan mikroskop. Ukuran butiran
berkisar antara 0,01 ± 0,002 mm.
á Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.
ß#c $ 
Bentuk kristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan
sifat batuan secara keseluruhan. pitinjau dari pandangan dua dimensi dikenal
tiga bentuk kristal, yaitu:
á Euhedral, apabila batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang
kristal.
á Subhedral, apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat
lagi.
á Anhedral, apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
á pitinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kr istal, yaitu:
á Equidimensional, apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama
panjang.
á Tabular, apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu
dimensi yang lain.
á Prismitik, apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua
dimensi yang lain.
á Irregular, apabila bentuk kristal tidak teratur.

Ö#$&   '    '  


Hubungan antar butir atau disebut juga relasi didefinisikan sebagai
hubungan antara kristal/mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu
batuan. Secara garis besar, relasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
á Equigranular, yaitu apabila secara relatif ukuran kristalnya yang
membentuk batuan berukuran sama besar. Berdasarkan keidealan kristal -
kristalnya, maka equigranular dibagi menjadi tiga, yaitu:
á Panidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral -mineralnya
terdiri dari mineral-mineral yang euhedral.
á Hipidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral -mineralnya
terdiri dari mineral-mineral yang subhedral.
á Allotriomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral -mineralnya
terdiri dari mineral-mineral yang anhedral.
á Inequigranular, yaitu apabila ukuran b utir kristalnya sebagai pembentuk
batuan tidak sama besar. Mineral yang besar disebut fenokris dan yang
lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau gelas.

Tekstur pada batuan beku terdiri dari berbagai jenis, diantarannya adalah
sebagai berikut.
"#( )     
Tekstur ini disebabkan karena besar butir mineral penyusunnya tidak
seragam, maka tekstur batuan ini dikenal juga dengan tekstur porfiritik,
dimana tekstur ini terdiri atas fenokris berupa butiran mineral atau kri stal yang
lebih kasar dan massa dasarnya berupa butiran mineral atau kristal berukuran
butir lebih halus dari pada fenokris.
Berdasarkan pengelompokkan dari beberapa mineral fenokris dari
jenis penyusun mineral atau kristal dari fenokris tersebut, maka tek stur
porfiritik ini dapat dibagi menjadi:
á Tekstur kumoloporfiritik, yaitu dimana pengelompokkan mineral fenokris
terdiri atas hanya satu jenis mineral saja.
á Tekstur glomeroporfiritik, yaitu dimana pengelompokkan mineral fenokris
terdiri atas lebih dari satu mineral penyusun.

#(      


Tekstur ini disebabkan karena besar butir mineral penyusunnya
seragam. Tekstur ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
á Tekstur Idiomorphic granular, yaitu dimana mineral -mineral penyusunnya
mempunyai ukuran butir yang seragam dan hampir semuanya mempunyai
bentuk yang euhedral atau sempurna.
á Tekstur Hypidiomorphic granular, yaitu dimana batuan tersusun oleh
mineral yang berukuran seragam dengan bentuk kristal berkisar antara
subhedarl sampai anhedral.
á Tekstur Allotriomorphic granular, yaitu dimana batuan tersusun oleh
mineral yang berukuran seragam dengan bentuk butir anhedral.

a. tekstur Idiomorfik/ panidiomorfik granular


b. tekstur hypidiomorfik granular
c. tekstur allotriomorfik granular

ß#(  &' ' & atau bisa juga disebut ÷ , yaitu dimana
jika dua mineral A dan B terjadi tumbuh bersama dalam satu individu yang
terdiri dari:
á Jika terdiri dari kuarsa dan K-Feldspar (ortoklas) dapat menghasilkan
tekstur grafik dan granofirik. Tekstur ini sangat khas yang dapat dijumpai
pada batuan beku asam, khususnya pada batuan granitis.
á Jika terdiri atas kuarsa dan plagioklas asam, maka akan menghasilkan
tekstur mirmekitik. Tekstur ini khusus dijumpai pada batuan beku granitis.
Ö#(      
Tekstur ini dijumpai pada batuan beku yang bertekstur halus dan
berkomposisi basa, dimana olivin dan piroksen dijumpai diantara plagioklas
yang mempunyai orientasi secara random atau acak. Pada umumnya
ditemukan pada batuan beku basaltis dan diabas. Tekstur ini dibagi lagi
menjadi:
á Tekstur Ofitik, yaitu tekstur dimana mineral piroksen seolah -olah tertusuk
oleh mikrolit-mikrolit plagioklas secara radier.
á Tekstur Subofitik, yaitu tekstur yang berbentuk nonradier atau agak acak.
á Tekstur Hyalopilitik, yaitu tekstur yang jika mikrolit -mikrolit plagioklas
dijumpai bersama-sama mikrokristalin piroksen dengan arah tidak
beraturan, dan dijumpai dalam massa dasar gelas. Tekstur ini s angat khas
dijumpai pada batuan yang berkkomposisi basa pada umumnya berupa
lava.
á Tekstur poikilitik, yaitu tekstur yang ditandai dengan hadirnya inklusi
mineral-mineral, secara random dalam suatu mineral yang besar. Tekstur
ini kadang hadir atau dijumpai pada batuan intermediet.
á Tekstur perthit, yaitu tekstur yang tampak secara mikroskopik seolah -olah
memberikan kenampakan tumbuh bersama antara plagioklas dan k -
feldspar (mikroklin). Plagioklas yang hadir berupa albit yang berbentuk
memanjang dan sejajar dengan arah bidang belah mineral mikroklin.
Tekstur ini dapat berubah menjadi nama mineral jika mikroklin sebagai
tuan rumah dan plagioklas sebagai tamunya, maka mineralnya disebut
Mikroperthit. Jka sebaliknya, plagioklas yang menjadi tuan rumahnya dan
mikroklin sebagai tamunya, maka mineralnya disebut Antiperthit.
á Tekstur Ravakivik, yaitu tekstur yang terjadi pada plagioklas (albit) yang
mengungkung mineral k-feldspar yang berbentuk euhedral. Tekstur ini
khas hadir dalam batuan beku asam.
K   

K    

K 

 

B f t t l i i t l t
ij l i l l t i l t t i
t l i l t i . D t i j i
t i.
. i i ti t i i t i
t t i i t l i ti i j t
i t l.
. B ij i l i t t i l
j l t i t l il t l i t i t l
t l i ti i i i ti l i il
. l l i l t i i i t l t .
. Ali t t l t t l t
i t l l i t l t l l
l t l i l .
. P l tif i j i t l li i t f i il ti
i i t t l i i i i i i
i i ti l.
f. i t f i i i t l i l i t li i l t i
ti i l, i i, t t
i li i i .
c c
$
* 

pari uraian yang sudah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa tekstur


batuan beku adalah hubungan antara massa mineral dengan massa gelas
yang membentuk massa yang merata dari batuan. Tekstur batuan beku
membahas tentang kenampakan batuan beku yang berhubungan dengan
ukuran, bentuk, dan susunan butiran -butirannya atau unsur-unsur lainnya.
Tekstur batuan beku meliputi derajat kristalinitas, ukuran butir, bentuk dan
susunan geometrik dari butiran -butiran mineral secara individu serta
hubungan antar butir.
 þ( +
( $ 

Huang, Walter.T. 1962.  . New York: Mc±raww-Hill Book Company


McBirney, Alexander R.2007.Igneous petrology third edition.Canada: Jones
and Barlett Publisher
Syafri, Ildrem. 2002. Modul Petrologi. Bandung: Pusat Pendidikan dan
Pelatihan ±eologi, pepartemen Energi dan Sumberdaya Mine ral
Yani, ahmad. 2007. ±eografi: Menyingkap Fenomena ±eosfer. Bandung:
±rafindo
http://doctorgeologyindonesia.blogspot.com/2010/06/tekstur -batuan-beku.html

http://fhm1ßfas.wordpress.com/2010/08/1ß/batuan -beku/

http://id.wikipedia.org/wiki/Batuan_beku
http://jurnal-geologi.blogspot.com/2010/01/batuan -beku.html
http://kuningtelorasin.wordpress.com/batuan -macam-dan-pembentukannya/
http://www.anneahira.com/batuan -beku.htm
http://www.geofacts.co.cc/2008/11/batuan -beku.html

http://www.scribd.com/doc/51641122/7/Tekstur -Batuan-Beku
http://www.scribd.com/doc/52246980/TEKSTUR -BATUAN-BEKU