Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH ANALISIS SEJARAH TARI TOPENG DI DESA

GEGESIK KAB. CIREBON


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Dasar

Dosen Pengampu :

Asep Andri Astriyandi, M.Pd.

Disusun Oleh:

1. Tiray Reynita Fetri (2122.01.04.0015)


2. Wira Hadikusuma (2122.01.04.0027)
3. Miftahul Rahmawatri Firda (2122.01.04.0034)
4. Tika Nuraliah (2122.01.04.0038)
5. Ilham Nur Alip (2122.01.04.0008)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AL-AMIN
INDRAMAYU

2021/2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat-Nyalah
akhirnya makalah ini telah selesai disusun untuk memenuhi tugas Penelitian Geografi Dasar.
Makalah ini disusun agar mahasiswa atau para pembacanya dapat membaca dan mengetahui
Sejarah Tari Topeng di desa Gegesik Kab. Cirebon.

Semoga makalah ini dapat membantu memperluas wawasan para pembacanya tentang
bagaimana Sejarah Tari Topeng tersebut. Makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena
itu kami selaku penyusun makalah ini mohon maaf atas segala kekurangan yang ada, kami
selalu menanti saran dan kritik dari dosen pembimbing maupun pembaca agar makalah ini
menjadi lebih baik lagi kedepannya.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................
A. Latar Belakang......................................................................................................
B. Rumusan Masalah.................................................................................................
C. Tujuan Penelitian ..................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................
A. Apa Yang Dimaksud Tari Topeng........................................................................
B. Awal mula berdirinya berbagai gaya tari topeng di cirebon................................
C. Cara seniman agar pelestarian tari topeng cirebon tetap terjaga..........................
D. Pengembangan Tari Topeng Di Cirebon dari zaman dulu sampe sekarang.........
BAB III............................................................................................................................
A. Kegunaan Penelitian...............................................................................................

B. .Kerangka Penelitian..............................................................................................

C. Batasan Operasional...............................................................................................

BAB IV PENUTUP.........................................................................................................

A. KESIMPULAN...........................................................................................................

B.SARAN........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tari Topeng Cirebon ini muncul pada abad 10 hingga 16 Masehi. Pada masa
Kerajaan Jenggalan dengan pemerintahan dipimpin oleh Prabu Amiluhur atau Prabu Panji
Dewa, tarian ini masuk ke Cirebon lewat seniman jalanan. Dari sinilah muncul perpaduan
budaya hingga akhirnya melahirkan Tari Topeng khas Cirebon. Setelah Islam masuk, seni tari
ini juga ikut terpengaruh. Pada masa Sunan Gunung Jati tepatnya pada tahun 1470, Cirebon
dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Sunan Gunung Jati kemudian
menggunakan tari topeng tersebut sebagai media untuk mengenalkan agama Islam besama
dengan seni lain seperti Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, Reog, Angklung, dan
Berokan.
Pada saat Sunan Gunung Jati berkuasa pada 1479, ada serangan dari Pangeran Welang dari
Karawang yang sangat sakti. Kesaktiannya membuat Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, dan
Pangeran Cakrabuana tidak bisa menghadapinya. Untuk mengakhiri pertikaian akhirnya
muncul diplomasi tentang kesenian.

Hasil diplomasi tersebut yang kemudian melahirkan kelompok seni tari dengan Nyi
Mas Gandasari sebagai penari di kelompok tersebut. Kemudian, pangeran Welang jatuh cinta
kepada penari tersebut dan menyerahkan pedang Curug Sewu yang akhirnya membuat
kesaktiannya hilang. Setelah menyerah, akhirnya Pangeran Welang menjadi pengikut setia
dari Sunan Gunung Jati dan berganti nama menjadi Pangeran Graksan. Semakin lama, tari
tradisional ini kemudian banyak dikenal sebagai Tari Topeng Cirebon. Tari tradisional asal
Cirebon ini kemudian berkembang lagi menjadi lima jenis tari yang berbeda yaitu Tari
Topeng Kelana, Tari Topeng Tumneggung, Tari Topeng Rumyang, Tari Topeng Samba, dan
Tari Topeng Panji. Lima jenis tari tersebut menggunakan lima jenis topeng yang berbeda dan
dikenal dengan nama Panca Wanda.
B. RUMUSAN MASALAH
Maka disini kita akan mencari tau rumusan masalah yang akan kita bahas dibawah ini:
1. Apa yang dimaksud Tari Topeng
2. Awal mula berdirinya berbagai gaya tari topeng di cirebon
3. Cara seniman agar pelestarian tari topeng cirebon tetap terjaga
4. Pengembangan Tari Topeng Di Cirebon dari zaman dulu sampe sekarang

C. TUJUAN

Dalam pembuatan makalah ini penulis bertujuan untuk:

1. agar mengetahui sejarah terbentuknya tari topeng di Cirebon

2. untuk mengetahui perkembangan tari topeng di Cirebon


BAB II

PEMBAHASAN

A. APA YANG DI MAKSUD DENGAN TARI TOPENG

Tari topeng adalah tarian tradisional dari Cirebon, Jawa Barat. Tarian topeng ini
disebut penari tarian tari dengan menggunakan topeng. Hal yang unik tentang tarian ini
adalah bahwa setiap barel yang digunakan oleh penari memiliki karakter yang berbeda.

Para penari yang melakukan tarian ini disebut dalang. Hal ini karena setiap penari
harus menggambarkan setiap karakter topeng yang digunakan. Tarian ini biasanya dilakukan
oleh penari tunggal, tetapi beberapa penari dilakukan.

Topeng sendiri memiliki arti TOP-TOPGEPENG yang berasal dari salah satu
aksesoris yang digunakan oleh penari topeng yang sering di sebut dengan Sobrah

B. AWAL MULA BERDIRINYA BERBAGAI MACAM GAYA TARI TOPENG


DI CIREBON

Dalam pertemuan para pakar topeng se kabupaten Cirebon pada tahun 1988 di
Plumbon,para pakar mengakui bahwa mereka berasal dari satu keturunan yaitu keturunan
Sunan Panggung nama lain dari SUNAN KALIJAGA.Topeng Cirebon diakui bahwa semula
hidup dikalangan Keraton Cirebon,dan tidak diketahui secara pasti sejak kapan kemudian
berada dibeberapa daerah yang jauh diluar Keraton.

Diantara berada didesa Astana Langgar Kecamatan Losari diKebagusan desa


Sitiwinangun Kecamatan Klangenan,di desa Ciliwung Kecamatan Palimanan, di desa
Kalianyar Kecamatan Arjawinangun dan di desa Gegesik Wetan Kecamatan Gegesik.

Dalam perkembangannya tari Topeng Cirebon yang diakui sebagai maskot Cirebon
ternyata kehidupan tokoh senimannya memprihatinkan dan hamper ditinggalkan oleh
masyarakat Cirebon. Padahal pak kawentar pernah dipercaya untuk mengajarkan tari topeng
kepada purta dan putri Bupati Bandung di Rancaekek.Dari Bandung pak kawentar dibawa
kesubang juga mengajarkan tari Topeng.

Ini salah satu contoh tokoh dan turunan tari topeng di Cirebon yang masih sampai saat
ini melestarikan gaya Topeng Cirebon dengan khasnya masing-masing :

1.Losari : Ibu Dewi (Alm),Ibu Sawiti (Alm) dan Generasi penerusnya Nona
Nuraeni,S.Sn

2.Klangenan : Pak Sumita (Alm),Pak Arja (Alm),Pak Suraja (Alm) dan penerusnya
pak Sujana Arja Keni Arja.

3.Ciluwung : Nyi Nesih (Alm),pak Saca (Alm),Nyi Ami (Alm),Nyi Suji dan
penerusnya Nyi Nani.
4.Kalianyar : Nyi Kretuk (Alm) dan Nyi Semut (Alm) di desa Gujeg, Nyi Sayem
(Alm) dan penerusnya Nyi Sutinih juga penari topeng yang ternama.

5.Gegesik : Ki Bangga (Alm),Ki Winda (Alm),Ki Lesek atau Sudarga (Alm),Ki


Jublag atau Purba,Nyi sangkep (Alm),Nyi Nawen (Alm),Nyi Hj.Mutinah dan generasi
penerusnya Nyi Musni,Nyi Baherni,Nyi Baedah,Nyi Hj.Juni,Nyi Fitriyah Leonta,Nyi
Tirey Reynita Fetri.

C. CARA SENIMAN AGAR PELESTARIAN TARI TOPENG TETAP TERJAGA


Kesenian merupakan hasil dari kebudayaan manusia yang dapat didokumentasikan
atau dilestarikan, dipublikasikan, dikomunikasikan, dan dikembangkan. Salah satu upaya
menuju kemajuan peradaban dan memperingati derajat kemanusian bangsa dilakukan dengan
mengangkat budaya daerah yang luhur.

Peningkatan dan penghayatan nilai luhur budaya yang menjiwai perilaku manusia dan
masyarakat dalam segala ospek kehidupannya merupakan salah satu program pemerintah
dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa, untuk melestarikan budaya leluhur yang
masih terjaga saat ini agar tetap bisa dilestarikan di dikenal sampai keanak cucunya.

Tari topeng yang termasuk ke dalam kesenian tradisional perlu diangkat ke


permukaan agar lebih dikenal oleh masyarakat dan mejadi kekayaan bagi kehidupan bangsa,
kesenian tradisional merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang dapat memberikan
hiburan, pertunjukan, bimbingan,renungan dan nasehat baik lahir dan batin. Kesenian
tradisional perkembangannya bersifat berkelanjutan dengan berpegang teguh pada tradisi seni
yang lama.

Tari topeng merupakan sesuatu ekspresi yang khas dari sebuah daerah yang
mempunyai latar belakang khusus, salah satu ciri tari topeng Cirebon adalah seniman
memiliki kebebasan dalam menginterprestasikan aturan-aturan tradisional sesuai dengan
ruang dan waktu, baik dalam gerak, busana maupun musiknya.

D. PENGEMBANGAN TARI TOPENG DI CIREBON DARI ZAMAN DULU


SAMPE SEKARANG

Tari topeng telah tumbuh dan berkembang sejak abab ke 10-16 masehi di jawa timur,
pada masa pemerintahan Raja Jenggalayakni Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, melalui
seniman jalanan ( pengamen ) tari topeng akhirnya masuk ke Cirebon kemudian mengalami
perpaduan dengan islam.

Dari bentuk pertunjukannya topeng Cirebon diciptakan pada zaman Wali sanga,
dengan kemungkinan-kemungkinan diilhami oleh bentuk sebelumnya, hal itu lebih dijelaskan
dalam bentuk pekeliran Waynag kulit, diciptakan oleh Wali Sanga di Cirebon kurang lebih
1485 ( Babad Cerbon ).

Topeng Cirebon diilhami oleh keadaan sebelumnya seperti adannya cerita panji dalam
topeng lakonan, dalam zaman Wali Sanga di Cirebon bentuk kesenian digunakan sebagai
tuntunan media dakwah dalam pengembangan agama islam.

Tari topeng sejak diciptakannya dibawakan oleh dalang, yaitu pertunjukan topeng
pada siang hari dan di malam harinnya dalang melakukan pekeliran wayang kulit, itu masih
dilakukan sampai saat ini.
Berkembangnya tari topeng saat ini mungkin banyak sekali perubahan baik dari segi
pementasan, music, dll. Karena zaman sekarang mungkin banyak permintaan untuk tidak
terlalu lama agar tidak monoton dan kita sebagai seniman mengemas tarian tari topeng dari
yang 12menit sampe sekarang bisa di tarikan 3menit dan 7menit.