Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengertian Sektor Publik


Akuntansi sektor publik merupakan suatu entitas yang aktivitasnya berkaitan dengan usaha
untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik yang bermanfaat untuk memenuhi
kebutuhan dan hak publik. Dalam beberapa hal, lembaga sektor publik memiliki kesamaan
dengan swasta. Keduanya sama-sama menggunakan sumber daya yang sama dan proses
pengendalian yang hampir mirip. Namun dalam tugas tertentu, sektor publik tidak dapat
digantikan oleh swasta seperti halnya pada fungsi pemerintahan.
Inilah pengertian akuntansi sektor publik menurut para ahli :
Indra Bastian (2014:6)
Akuntansi sektor publik adalah mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada
lembaga tinggi negara beserta departemen di bawahnya untuk penerapan pengelolaan
berbagai dana masyarakat.
Mardiasmo (2015:14)
Menurut Mardiasmo, akuntansi sektor publik adalah alat informasi baik dari pemerintah
sebagai manajemen atau alat informasi bagi publik.
Halim (2014:18)
Akuntansi sektor publik merupakan kegiatan jasa dalam rangka menyediakan informasi
kuantitatif yang bersifat keuangan berdasarkan entitas pemerintah yang berguna sebagai
pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Erlina, dkk (2015)
Akuntansi sektor publik adalah proses pencatatan peristiwa ekonomi dalam suatu organisasi
yang sering dilakukan pada sektor publik seperti partai politik, masyarakat, sekolah,
universitas dan lain-lain.
Dwi Ratmono (2015)
Menurut Dwi Ratmono pengertian akuntansi sektor publik adalah proses pengidentifikasian,
pengukuran, pencatatan, serta pelaporan transaksi keuangan dari entitas pemerintah daerah
guna pengambilan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pihak eksternal.

2. Organisasi-organisasi yang termasuk organisasi sektor publik.


Terdapat beberapa perbedaan antara akuntansi sektor publik dan swasta. Berikut dibahas
satu per satu.
a. Tujuan Organisasi
Setiap organisasi memiliki tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi yang akan
dicapai. Begitu pula dengan akuntansi sektor publik dan akuntansi sektor swasta yang
memiliki tujuan yang berbeda. Perbedaan ini sangat menonjol terutama dalam
pencapaian perolehan laba. Pada akuntansi sektor publik bukan hanya meraih
keuntungan semata-mata melainkan menyediakan pelayanan publik sebaik mungkin.
Sementara di sektor swasta dalam pencapaian laba atau profit diraih secara maksimum.
b. Sumber pembiayaan
Perbedaan pada akuntansi sektor publik dan sektor swasta selanjutnya dapat dilihat dari
sumber pendanaan atau struktur modal yang digunakan. Pada sektor publik sumber dana
berasal dari pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan
aset negara dll. Sedangkan sektor swasta berasal dari pembiayaan internal yang meliputi
modal sendiri, laba ditahan, penjualan aktiva serta pembiayaan eksternal yang meliputi
utang bank, obligasi, penerbitan saham.
c. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban pada sektor publik berbeda dengan sektor swasta. Pada sektor
publik bertanggung jawab kepada masyarakat karena sumber dana yang digunakan untuk
Page 1|3
memberikan pelayanan publik berasal dari masyarakat. Sedangkan pada sektor swasta
bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham dan kreditor atas
dana yang diberikan.
d. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pada akuntansi sektor publik bersifat birokratis, kaku dan hirarki.
Sementara pada sektor swasta lebih bersifat secara fleksibel.
e. Karakteristik Anggaran dan Stakeholder
Karakteristik anggaran pada sektor publik lebih dipublikasikan secara terbuka untuk
didiskusikan kepada masyarakat. Bagi pemerintah, anggaran bukan menjadi suatu
rahasia lagi yang harus ditutupi. Berbeda dengan sektor swasta yang lebih bersifat
tertutup dan sudah menjadi rahasia perusahaan.
f. Sistem Akuntansi
Akuntansi sektor swasta menerapkan akuntansi berbasis akrual (accrual accounting)
sementara akuntansi sektor publik masih menggunakan sistem akuntansi berbasis kas
menuju akrual (cash toward accrual).

3. Perbedaan organisasi sektor publik dan organisasi sektor swasta


a. Organisasi sektor publik tidak memiliki tujuan mencari keuntungan (nonlaba), sedangkan
sektor privat/komersial bertujuan mendapatkan keuntungan/laba
b. Organisasi sektor publik memiliki karakteristik yang sangat kompleks, multifungsional.
Sedangkan sektor privat/komersial lebih spesifik, pembagian fungsinya lebih jelas.
c. Organisasi sektor publik harus melakukan aktivitasnya sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku. Bagi sektor privat/komersial bisa memilih aktivitas yang akan
dilakukan berdasarkan laba atau ruginya.
d. Organisasi sektor publik bersumber dana dari sumbangan publik. Sedangkan sektor
privat/komersial berasal dari dana pemilik, kreditur, investor.

4. Standar Akuntansi apa saja yang dapat digunakan dalam menyusun keuangan organisasi
sektor publik.
Pemerintah Indonesia menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan dalam menyusun
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat, Daerah dan Badan Layanan Umum. SAP ditetapkan
dalam Peraturan Pemerintah No 71 tahun 2010. Referensi utama penyusunan SAP adalah
IPSAS / International Public Sector Accounting Standar dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Untuk entitas sektor publik lainnya menggunakan PSAK 45 Organisasi Nir Laba. Pada akhir
2018 keluar DE ISAK 35 untuk menggantikan PSAK 45 dan mencabut PSAK 45.

5. Jenis-Jenis dan Bentuk Laporan Keuangan Organisasi Sektor Publik dan Penjelasan tentang
hubungan atau keterkaitan antara laporan satu dengan laporan yang lain (Struktur Laporan
Keuangannnya boleh simpel/sederhana saja).
a. Sebagai entitas pelaporan, Laporan Keuangan menurut PP No. 71 Tahun 2010
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL);
3. Neraca;
4. Laporan Operasional (LO);
5. Laporan Arus Kas (LAK);
6. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); dan
7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Page 2|3
b. Hubungan dan keterkaitan antara laporan satu dengan laporan yang lain

Page 3|3