Anda di halaman 1dari 21

EVALUASI SENSORI

UJI PEMBEDAAN PASANGAN

Dosen Pengampu :

Dr. Fitri Tafzy, S.T.P, M.Si

Disusun Oleh Kelompok 2 :

Siti Sofia Purnama J1A120076 Mita Nurhayati J1A120002


Andini Prastia D J1A120038 Muhammad Aziz J1A120078
Andre Sigit B J1A120060 Nadya Izdihar M J1A120084
Ari Fauzan J1A120012 Puti Dwi Nurhaliza J1A120008
Dea Rachael H S J1A120004 Riszky Efendi J1A120048
Deasy Murtaza J1A120010

THP R-2

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL

PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS

JAMBI TAHUN

2021/2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan
rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam ciptaan-Nya. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan kita nabi Muhammad SAW yang
telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna dan
menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan laporan yang menjadi tugas
Evaluasi Sensory dengan judul “Uji Pembedaan Pasangan” Disamping itu, Penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga
terselesaikannya laporan ini.
Akhir kata, penulis memahami jika laporan ini tentu jauh dari kesempurnaan maka
kritik dan saran sangat kami butuhkan guna memperbaiki karya-karya kami di waktu-
waktu mendatang.

Mendalo, 15 November 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i

DAFTAR ISI.......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1


1.2 Tujuan ............................................................................................. 2
1.3 Manfaat ........................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................... 3

2.1 Uji Pembedaan Pasangan ................................................................ 3


2.2 Panelis ............................................................................................. 5
BAB III METODE................................................................................... 8

3.1 Bahan Dan Alat ............................................................................... 8


3.2 Prosedur Percobaan ......................................................................... 8

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................... 12

4.1 Hasil ................................................................................................ 12


4.2 Pembahasan ..................................................................................... 12

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 14

5.1 Kesimpulan ..................................................................................... 14


5.2 Saran ............................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 15

LAMPIRAN........................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dipasaran banyak jenis produk makanan dengan bentuk dan warna yang hampir sama.
Namun, yang membedakan adalah kualitas dari produk makanan tersebut. Masih banyak
orang yang belum mampu menilai aroma, tekstur dan rasa dari suatu produk makanan yang
penampakkannya hampir sama, harga yang mahal belum tentu menentukkan kualitas yang
tinggi dari suatu produk makanan. Dan evaluasi sensori atau uji organoleptik merupakan
ilmu pengetahuan yang melibatkan indera manusia untuk mengukur tekstur, penampakan,
aroma dan flavor pada produk pangan. Uji sensori memiliki peranan penting dalam
pengembangan produk dengan meminimalkan resiko dalam pengambilan keputusan.
Pada prinsipnya ada 3 jenis uji organoleptik, yaitu uji pembedaan (discriminative test), uji
deskripsi (descriptive test) dan uji afektif (affective test).
Uji pembedaan bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau
organoleprik antara dua contoh. Salah satu jenis uji pembedaan adalah uji pembedaan
pasangan. Uji pembedaan pasangan atau disebut juga paired comperation, paired test atau
comparation merupakan uji sederhana yang dilakukan untuk menilai ada atau tidaknya perbedaan
antara dua macam produk. Produk yang diuji biasanya adalah jenis produk baru yang akan
dibandingkan dengan produk terdahulu yang sudah diterima oleh masyarakat. Untuk melakukan uji
pembedaan, sebaiknya terlebih dahulu panelis dikenalkan sifat inderawi yang diujikan dari
pasangan contoh yang disajikan. Uji pembedaan pada prinsipnya adalah penginderaan dua
rangsangan sejenis.
Panelis melakukan proses penginderaan melalui dua tahap,yaitu mula- mula
merespon sifat inderawi yang diujikan, kemudian membandingkan kedua contoh untuk
menyatakan sama atau beda. Pengujian pembedaan digunakan untuk menetapkan
apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua sampel. Meskipun
dapat saja disajikan sejumlah sampel, tetapi selalu ada dua sampel yang
dipertentangkan. Hal ini sangat penting disadari oleh pengelola uji, karena apabila
panelis belum mengenal betul sifat inderawi dan parameter yang diujikan maka
memungkinkan diperoleh respon beda yang tidak sah. Data respon menjadi tidak
bernilai tanpa panelis sadar betul sifat inderawi yang dibedakan.

1
Uji pembedaan terdiri dari uji perbandingan pasangan, dimana para panelis diminta
untuk menyatakan apakah ada perbedaan antara dua contoh yang disajikan. Secara
umum, uji pembedaan banyak digunakan untuk penelitian yang melibatkan sifat
inderawi, pengendalian mutu, pengembangan produk baru, substansi bahan mentah,
efesiensi proses, pengukuran tingkat kemanisan atau sifat inderawi lain, serta
pengukuran ambang pembedaan. Dalam melakukan suatu penilaian pada uji
organoleptik diperlukan panel yang bertindak sebagai instrumen atau alat. Orang yang
menjadi anggota panel disebut panelis.
Pada projek ini panelis melakukan pengujian terhadap dua sampel yang sama serta
satu sampel sebagai kontrol. Sampel yang digunakan dalam pengujian ini berupa kacang
atom yang diperoleh dari dua produksi yang berbeda. Panelis disajikan dua contoh bahan
untuk pengujian pembedaan pasangan (dua contoh dari produk yang berbeda). Penilaian
yang akan diamati dan diminta adalah aroma, rasa, dan tekstur.
1.1 Tujuan
Tujuan dari projek ini adalah agar mahasiswa mampu menjadi calon panelis atau
panelis dalam projek uji beda pasangan serta mahasiswa dapat mengetahui adanya
perbedaan di dalam kriteria mutu tertentu antara dua macam produk.
1.2 Manfaat
Adapun manfaat dari uji ini adalah panelis dapat menjadi calon panelis atau
panelis dalam project uji beda pasangan serta dapat mengetahui dan menilai adanya
sampel yang berbeda.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengujian Organoleptik


Pengujian organoleptik adalah ilmu pengetahuan yang menggunakan indera manusia
untuk mengukur tekstur, penampakan, aroma, dan flavor produk pangan. Penerimaan
konsumen terhadap suatu produk diawali dengan penilaiannya terhadap penampakan,
flavor, dan tekstur. Penilaian organoleptik atau penilaian sensorik merupakan suatu cara
penilaian yang paling primitif. Penilaian organoleptik sangat banyak digunakan untuk
menilai mutu dalam industri pangan dan industri hasil pertanian (Susiwi, 2009).
Pengujian organoleptik berperan penting dalam pengembangan produk dengan
meminimalkan resiko dalam pengambilan keputusan. Panelis dapat mengidentifikasi sifat
sensori untuk mendeskripsikan produk. Evaluasi ini digunakan untuk menilai adanya
perubahan yang dikehendaki atau tidak, mengevaluasi produk pangan, menentukan
optimasi yang diperoleh, penerimaan konsumen, dan pengukuran sensori kimia dan fisik
(Mulyono, 2006).
2.2 Uji Pembedaan Pasangan

Gambar 1. Uji Pembedaan Pasangan.

Sumber : Kelompok 2 Evaluasi Sensory THP R002.

Pengujian pembeda paasangan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan


sifat sensorik atau organoleptik antara dua contoh. Meskipun demikian dalam pengujian
dapat sejumlah contoh disajikan Bersama tetapi untuk melaksanakan perbedaan selalu ada
contoh yang dapat dipertentangan. Jika contoh perbandingan diberikan faktor
perbandingan adalah satu atau lebih sensorik dari bahan perbandingan itu. Oleh karena itu
sifat fisik tidak dijadikan faktor perbandingan harus diusahakan sama dengan contoh yang
di ujikan. Hal tersebut dilakukan agar semua panelis tahu sensori apa yang digunakan dan
tidak terjadi kekeliruan atau salah paham antara pengolahan pengujian dengan panelis
(sukarto, 2010).
2.3 Prinsip Uji Pembedaan Pasangan
Uji pembedaan pada prinsipnya pengindraan dua pasangan sejenis dimanas panelis
melakukan proses penginderaan dua tahap yaitu, merespon sifat indrawi yang diujikan.
Kemudian membandingkan kedua contoh untuk menyatakan sama atau beda. Pengujian ini
termasuk sederhana dan sering digunakan (itsagusman, 2013). Pengujian organoleptik
mempunyai macam- macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongan dalam
beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling popular adalah kelompok pengujian
pembeda (deference test) dan pengujian itu dikenal juga pengujian skalar dan pengujian
deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis
proses dan penilaian hasil akhir, maka kedua kelompok pengujian yang terakhir ini banyak
digunakan dalam pengawasan mutu (soekarto,1985). Atribut sensori dalam makanan meliputi
kenampakan, aroma, konsistensi dan tekstur serta flavor. Hasil dari pengujian sensori yang baik
adalah yang hasilnya tidak bias.
Ada Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Bias Dalam Penilaian Sensori Seperti :
- Faktor Fisiologi
Berupa adaptasi terhadap meningkatnya insensitas rangsangan, adaptasi karena adanya
pengarus dari bahan lain serta pengaruh keberadaan sampel terhadap sampel lainnya atau
karena ada intensitascampuran.
- Faktor Lain Yang Mempengaruhi
Adalah faktor psikologi seperti kesalahan ekspetasi, kontrol efek, halo efek, cara
penyajian sampel, kurang motivasi, logical error dan kecendrungan memberi nilai ekstrim
dalam penilaian (meilgaard, 2007).
Uji pembedaan relatif lebih mudah untuk dilakukan, instruksi uji yang diberikan
kepada panelis juga jelas. Sehingga uji ini dapat dilakukan oelh panelis terlatih atau pun
panelis yang tidak terlatih. Walaupun demikian, panelis yang tidak terlatih umumnya lebih
tidak sensitive dalam mendeteksi perbedaan yang sangat kecil dibandingkan dengan
panelis terlatih, sehingga umumnya apabila digunakan panelis yang tidak terlatih maka
dibutuhkan jumlah panelis yang lebih banyak untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat.
Panelis yang terlatih biasanya diingatkan apabila uji pembedaan yang dilakukan
menggunakan contoh kelelahan lebih rendah sehingga respon relative konsisten
(setyaningsih, 2010).
Uji pembedaan pasangan (paired comparison test) ini dilakukan untuk menilai ada
atau tidaknya perbedaan antara dua produk. Dapat menggunakan contoh atau satu contoh
uji dengan satu contoh baku. Panelis disajikan dua buah contoh kemudian ditanyakan.
Misalnya contoh mana yang lebih keras atau contoh mana yang lebih pahit. Jumlah panelis
yang mengikuti uji ini minimal 20 orang. Analisis data dapat dilakukan dengan
menggunakan uji statistik one-tailed pairad difference test (setyaningsih, 2010).
2.3 Panelis
Gambar 2. Panelis Sedang Menguji.

Sumber : www.google.com
Untuk melaksanakan penilaian organoleptik diperlukan panel. Dalam penilaian
suatu mutu atau analisis sifat-sifat sensorik suatu komoditi, panel bertindak sebagai
instrumen atau alat. Panel ini terdiri dari orang atau kelompok yang bertugas menilai
sifat atau mutu komoditi berdasarkan kesan subjektif. Orang yang menjadi anggota
panel disebut panelis. Dalam
penilaian organoleptik dikenal tujuh macam panel, yaitu panel perseorangan, panel
terbatas, panel terlatih, panel agak terlatih, panel konsumen dan panel anak-anak.
Perbedaan ketujuh panel tersebut didasarkan pada keahlian dalam melakukan
penilaianorganoleptik.
1. Panelis Perseorangan
Panelis perseorangan adalah orang yang sangat ahli dengan kepekaan spesifik yang
sangat tinggi yang diperoleh karena bakat atau latihan-latihan yang sangat intensif. Panel
perseorangan sangat mengenal sifat, peranan dan cara pengolahan bahan yang akan dinilai
dan menguasai metode-metode analisis organoleptic dengan sangat baik. Keuntungan
menggunakan panelis ini adalah kepekaan tinggi, bias dapat dihindari, penilaian efisien
dan tidak cepat fatik. Panel perseorangan biasanya digunakan untuk mendeteksi jangan
yang tidak terlalu banyak dan mengenali penyebabnya. Keputusan sepenuhnya ada pada
seorang.
2. Panelis Terbatas
Panel terbatas terdiri dari 3-5 orang yang mempunyai kepekaan tinggi sehingga
bias lebih di hindari. Panelis ini mengenal dengan baik faktor-faktor dalam penilaian
organoleptik dan mengetahui cara pengolahan dan pengaruh bahan baku terhadap hasil
akhir. Keputusan diambil berdiskusi diantara anggota- anggotanya.
3. Panelis Terlatih
Panel terlatih terdiri dari 15-25 orang yang mempunyai kepekaan cukup baik.
Untuk menjadi terlatih perlu didahului dengan seleksi dan latihan-latihan. Panelis ini dapat
menilai beberapa rangsangan sehingga tidak terlampau spesifik. Keputusan diambil setelah
data dianalisis secara bersama.
4. Panelis Agak Terlatih
Panelis agak terlatih terdiri dari 15-25 orang yang sebelumya dilatih untuk mengetahui
sifat-sifat tertentu.. panel agak terlatih dapat dipilih dari kalangan terbatas dengan menguji
datanya terlebih dahulu. Sedangkan data yang sangat menyimpang boleh tidak digunakan
dalam keputusannya.
5. Panelis Tidak Terlatih
Panelis tidak terlatih terdiri dari 25 orang awam yang dapat dipilih berdasarkan jenis
suku-suku bangsa, tingkat sosial dan pendidikan. Panel tidak terlatih hanya diperbolehkan
menilai alat organoleptik yang sederhana seperti sifat kesukaan, tetapi tidak boleh
digunakan dalam . untuk itu panel tidak terlatih biasanya dari orang dewasa dengan
komposisi panelis pria sama dengan panelis wanita.
6. Panelis Konsumen
Panelis konsumen terdiri dari 30 hingga 100 orang yang tergantung pada target
pemasaran komoditi. Panel ini mempunyai sifat yang sangat umum dan dapat ditentukan
berdasarkan perorangan atau kelompok tertentu.
7. Panelis Anak-anak
Panelis yang khas adalah panel yang menggunakan anak-anak berusia 3-10 tahun.
Biasanya anak-anak digunakan sebagai panelis dalam penilaian produk-produk pangan
yang disukai anak-anak seperti permen, es krim dan sebagainya. Cara penggunaan panelis
anak-anak harus bertahap, yaitu dengan pemberitahuan atau dengan bermain bersama,
kemudian dipanggil untuk diminta responnya terhadap produk yang dinilai dengan alat
bantu gambar seperti boneka snoopy yang sedang sedih, biasa atau tertawa. Keahlian
seorang panelis biasanya diperoleh melalui pengalaman dan latihan yang lama. Dengan
keahlian yang diperoleh itu merupakan bawaan sejak lahir, tetapi untuk mendapatkannya
perlu latihan yang tekun dan terus-menerus.
2.4 Kacang Atom
Kacang atom adalah camilan renyah yang disukai banyak kalangan. Kacang yang berbalut
tepung berbumbu dan lezat ini cocok untuk dijadikan camilan. Kacang atom juga menjadi
salah satu olahan kacang tanah yang sangat popular, saking popularnya banyak perusahaan
makanan besar yang memproduksinya. Kacang atom adalah kacang yang diperoleh dari
bahan utama kacang tanah yang baik, yang diolah dengan penambahan bumbu-bumbu atau
tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan.
Kacang atom memiliki warna putih dan penampakan tekstur renyah, keras, dan gurih .
Warna putih berasal dari penambahan kompposisi seperti bawang putih, tepung tapioca,
garam dll. Kriteria mutu kacang atom ditentukan oleh tekstur kerenyahan, aroma dan rasa
yang khas pada kacang atom.
BAB
III METODE

3.1 Bahan dan Alat


Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu piring sebagai wadah sampel, kertas
label, kuisioner dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu
dua buah merek kacang atom, yaitu kacang atom merek sukro yang diberi kode R dan
kacang atom merek garuda dengan kode 875.
3.2 Prosedur Pelaksanaan
3.2.1 Panelis
Panelis yang digunakan dalam uji adalah panelis semi terlatih, yaitu mahasiswa
program studi Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2020 kelompok 2 kelas R2, Fakultas
Pertanian, Universitas jambi. Panelis yang digunakan sebanyak 11 orang.
3.2.2 Kuisioner
Panelis diminta untuk mengisi kuisioner atau formulir isian tersebut dengan
memberikan angka 1 (satu) apabila terdapat perbedaan dan angka 0 (nol) bila tidak
terdapat perbedaan kriteria penilaian.
Contoh Kuisioner Dalam Uji Beda Pasangan :
Sumber : Panduan Qusioner Uji Pembedaan Pasangan.

3.2.3 Cara Penyajian Sampel


Sampel disajikan dengan 2 wadah yang berisi sampel kacang atom dengan merk yang
berbeda dan diberi kode R untuk sampel kacang atom merek sukro dan kode 875 untuk
sampel merek garuda. Sampel R diletakkan di sebelah kiri panelis dan sampel 875 di
sebelah kanan panelis. Panelis akan mencicipi setiap sampel di mulai dari sampel R
kemudian dilanjutkan dengan sampel 875 kemudian membandingkannya. Lalu panelis
menuliskan simbol 0 jika pada sampel terdapat persamaan, dan simbol 1 jika sampel
berbeda. Kriteria penilaian yang diuji meliputi aroma, rasa dan tekstur.
3.2.4 Analisis Data
Tabel. 1 Data Uji Pembedaan Pasangan Untuk Sampel Kacang Atom Dari 11
Panelis

Sampel 875
Panelis
Aroma Rasa Tekstur
P1 1 1 1
P2 1 1 1
P3 1 1 1
P4 1 1 0
P5 1 1 0
P6 1 1 0
P7 1 0 0
P8 0 1 0
P9 1 1 0
P10 1 1 0
P11 0 1 1
Jumlah 9 10 4

Data hasil penilaian panelis yang didapatkan kemudian ditabulasikan dalam tabel
(Tabel. 1) dan dibandingkan dengan tabel uji pembedaan pasangan pada taraf 5% untuk
mengetahui perbedaan antar sampel. Pada pengujian kacang atom, kriteria penilaian yang
digunakan adalah aroma, rasa dan tekstur. Jumlah panelis yang digunakan pada uji ini
sebanyak 11 panelis. Berdasarkan tabel uji pembedaan pasangan pada taraf 5%, untuk
menyatakan apakah sampel uji berbeda dengan sampel pembanding, maka minimal panelis
yang menjawab beda adalah sebanyak 10 orang. Jika jumlah panelis yang menjawab beda
lebih atau sama dengan 10, maka dapat dikatakan sampel uji berbeda dengan sampel
pembanding. Tetapi, jika jumlah panelis yang menjawab beda kurang dari 10, maka dapat
dikatakan kedua sampel tidak memilki
perbedaan. Berdasarkan uji yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa aroma pada kedua
kacang atom tidak berbeda nyata pada taraf 5%, rasa pada kedua kacang atom berbeda
nyata pada taraf 5% dan tekstur pada kedua kacang atom tidak berbeda nyata pada taraf
5%.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel. 2 Hasil Uji Organoleptik Kacang Atom Pada Berbagai Kriteria Penilaian

No Kriteria Penilaian Hasil Uji


1 Aroma Sama
2 Rasa Beda
3 Tekstur Sama

4.2 Pembahasan
Uji beda pasangan dilakukan dengan tujuan mengetahui adanya perbedaan
karakteristik antara dua produk atau sampel yang sejenis. Dan pada uji kali ini panelis
diminta melakukan uji pembedaan pasangan dimana panelis diberikan dua sampel yang
berbeda yaitu kacang atom sukro sebagai pembanding dan kacang atom garuda sebagai
sampel yang diuji. Kriteria penilaian pada uji ini adalah aroma, rasa dan tekstur. Panelis
diminta untuk menilai apakah terdapat perbedaan atau tidak pada kacang atom berdasarkan
aroma, rasa dan tekstur. Apabila panelis menyatakan sampel uji sama dengan pembanding
maka panelis harus menuliskan simbol 0 dikolom kriteria penilaian pada kuisioner dan
apabila panelis menyatakan sampel uji berbeda dengan pembanding maka panelis harus
menuliskan simbol 1 dikolom kriteria penilaian pada kuisioner. Panelis yang digunakan
merupakan panelis semi terlatih yang berjumlah 11 orang.

Berdasarkan hasil pengujian pasangan yang telah dilakukan. Pada uji aroma,
panelis yang menyatakan berbeda sebanyak 9 panelis. Pada uji rasa, sebanyak 10 panelis
menyatakan adanya perbedaan dan pada uji tekstur sebanyak 4 panelis yang menyatakan
berbeda. Dari tabel uji pembedaan
pasangan, jika jumlah panelis yang digunakan sebanyak 11 orang maka untuk menyatakan adanya
perbedaan sampel uji dengan pembanding dibutuhkan minimal sebanyak 10 respon tepat pada taraf
5%. Apabila jumlah respon tepat kurang dari 10 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan
yang dapat dideteksi dari kedua sampel.
Kacang atom merk garuda memiliki komposisi : Tepung tapioka, kacang tanah, gula,
garam, bawang putih, minyak nabati, penguat rasa monatrium glutamate, pemanis buatan
(Asesulfam-K 375 ppm) dan Kacang atom merk sukro memiliki komposisi yaitu, Tepng
tapioka, kacang tanah, minyak, nabati, bawang putih, garam, gula, penguat rasa monatrium
glutamate, dan pemanis buatan. Jadi, jika dilihat dari komposisi kedua merk tersebut
ternyata merk garuda dan merk sukro memiliki aroma dan tekstur yang sama. Dikarenakan
komposisinya yang hampir sama, sehingga panelis agak susah dalam membedakan aroma
dan tekstur dari kedua sampel yang diujikan. Sedangkan untuk rasa panelis menyatakan
jika rasa kedua merk sampel tersebut berbeda, hal ini bisa dimungkinkan karena cara
pengolahan dan komposisi yang sedikit berbeda, sehingga panelis dapat dengan mudah
dalam membedakan rasa antara kedua sampel merk tersebut.
Penilaian panelis terhadap uji pembedaan pasangan pada uji aroma dan tekstur
menyatakan tidak berbeda nyata atau dapat dikatakan aroma dan tekstur pada kedua
kacang atom sama. Sedangkan penilaian panelis terhadap uji pembedaan pasangan pada uji
rasa menyatakan berbeda sangat nyata. Pengujian pembedaan pasangan juga dapat
digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara
dua contoh. Meskipun dalam pengujian dapat saja sejumlah contoh disajikan bersama,
tetapi untuk melaksanakan pembedaan selalu ada dua contoh yang dapat dipertentangkan.
Uji pembedaan pasangan digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan
modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri atau untuk
mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dan komoditi yang sama
(Anonim 2008).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji pembedaan pasangan yang telah kami lakukan dapat diperoleh
tujuan yaitu, mengetahui adanya perbedaan karakteristik antara dua produk atau sampel
yang sejenis. Dimana adanya kesamaan aroma dan tekstur antara sample kacang garuda
dengan kacang sukro. Sedangkan yang berbeda hanya terletak pada rasanya, dimana untuk
rasanya lebih enak sample kacang sukro dibanding dengan sample kacang garuda.
3.2 Saran
Kami berharap pembaca dapat memahami apa yang telah kami rangkum dan kami
berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran guna memperbaiki karya – karya
kami yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Uji sensoris. Surakarta: Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas


Slamet Riyadi. http://ftpunisri.blogspot.com. [24 Maret 2012]
Ferasaldi. 2006. Pengujian organoleptik dalam industri pangan.
http://www.scribd.com. [24 Maret 2012]
Pastiniasih L. 2011. Uji pembeda. http://www.scribd.com. [23 Maret 2012]
Pengesahan, Halaman. 2015. “PENINA J1A013100.”
Praktikum, Laporan, Penanganan Limbah, Industri Pangan, Salsa Karina
Ardiyansyah, Hani Mardiana, Dwi Herlambang, Husnul Khotimah, and
Chitra Ayu Lestari. 2013. “Supervisor Jaminan Mutu Pangan Direktorat
Program Diploma Institut Pertanian Bogor.”
Praktikum, Laporan, Analisis Organoleptik, Dania Syamsunita Sinaga, Tini
Anggraeni, and Rachman Nugroho. 2015. “UJI PEMBEDAAN PROGRAM
DIPLOMA PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan.”
LAMPIRAN

 Prosedur Percobaan