Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

GURU PROFESIONAL SEBAGAI KOMUNIKATOR DAN


FASILITATOR
DISUSUN DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS KULIAH
TEACHER PROFESSION

Dosen Pembimbing: Dr. Hj. Endah Harumi, M.Pd., M.Si.

Disusun oleh kelompok 2:

Ivan Elian 1988203017


Yolanda Trisna Dewi 1988203048
Moderator: Reka Anggraeni

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


STKIP PGRI SIDOARJO
2020/2021
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan  makalah yang berjudul “Guru Profesional sebagai
Komunikator dan Fasilitator” dengan tepat waktu. Tujuan pembuatan makalah ini
dilakukan sebagai pemenuhan tugas dari mata kuliah Teacher Profession. Makalah ini
menyajikan pengertian dan peranan guru profesional sebagai komunikator dan fasilitator.
Penyusunan makalah ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. Hj. Endah Harumi, M.Pd, M.Si. selaku dosen pembimbing.
2. Bapak dan Ibu dosen STKIP PGRI Sidoarjo.
3. Rekan-rekan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2019A atas motivasinya sehingga
kami bisa menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat konstruktif dari berbagai pihak. Kami berharap semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi penulis dan pembaca, khususnya mahasiswa kependidikan.

Sidoarjo, 17 Oktober 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................ 1
1.4 Manfaat Penulisan...................................................................................... 2
1.5 Metode Penulisan........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Guru Profesional....................................................................... 3
2.2 Guru Profesional sebagai Komunikator...................................................... 3
2.3 Guru Profesional sebagai Fasilitator........................................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan................................................................................................ 9
3.2. Saran.......................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 11
LAMPIRAN............................................................................................................... 12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehadiran guru dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu komponen
penting mengingat kehadiran guru tidak hanya sebagai pengajar akan tetapi juga berperan
sebagai pendidik, pelatih, pengarah, pembimbing, penilai dan mengevaluasi. Guru
merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Orang yang pandai
dalam bidang-bidang tertentu, secara formal belum dapat disebut sebagai guru. Untuk
menjadi guru profesional diperlukan syarat-syarat khusus dan harus menguasai betul seluk
beluk dunia pendidikan dan pengajaran. Tugas dan peranan guru pada hakekatnya
merupakan komponen strategis yang menentukan kemajuan kehidupan berbangsa. Selain
sebagai pendidik yang mentransfer pengetahuan, guru juga berperan memberikan
bimbingan baik secara jasmani maupun rohani kepada peserta didik.
Dalam dunia pendidikan guru memegang peranan yang sangat penting dalam
pengembangan sumber daya manusia. Profesi guru mempunyai tugas sebagai fasilitator
dan komunikator untuk mendidik, mengajar dan melatih anak didiknya. Berkenaan dengan
urgensi tugas guru professional tersebut, perlu disusun sebuah makalah yang ditujukan
bagi guru dan calon guru untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan konsep keilmuan
berkenaan dengan guru professional sebagai fasilitator dan komunikator baik secara
teoritis maupun secara praktis.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun beberapa permasalahan yang penulis rumuskan sebagai berikut:
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan guru profesional?
1.2.2 Bagaimana peran guru profesional sebagai komunikator?
1.2.3 Bagaimana peran guru profesional sebagai fasilitator?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari dibuatnya makalah ini antara lain:
1.3.1 Menjelaskan pengertian guru profesional.
1.3.2 Menjelaskan peran guru profesional sebagai komunikator.
1.3.3 Menjelaskan peran guru profesional sebagai fasilitator.

1
1.4 Manfaat Penulisan
Bagi Mahasiswa :
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian serta peran guru profesional sebagai
komunikator dan fasilitator.
2. Mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikan materi pembelajaran yang
diterima.

Bagi Guru :
1. Guru dapat mengetahui dan mengingat kembali pengertian serta peran guru
profesional sebagi komunikator dan fasilitator.
2. Guru dapat lebih memahami dan meningkatkan profesionalitasnya dalam
mendidik.

Bagi Dosen :
1. Dosen dapat memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pengertian serta
peran guru profesional sebagai komunikator dan fasilitator.
2. Dosen dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa tentang materi yang
diulas.

1.5 Metode Penulisan


Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan cara membaca dan mengutip
literatur-literatur yang sesuai dengan topik penulisan makalah ini, yaitu guru profesional
sebagai komunikator dan fasilitator.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Guru Profesional


Profesi berasal dari kata “profession” dari bahasa Inggris dan “professus” dari
bahasa Latin yang artinya pekerjaan atau mata pencaharian. Menurut Undang-Undang
Guru dan Dosen pasal 1 Nomer 14 tahun 2005, profesional adalah pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Menurut Kunandar, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi
yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi ini
meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi,
sosial, maupun akademis.
Menurut Moh. Uzer Usman, pengertian guru profesional adalah sebuah pekerjaan
yang bersifat profesional yang mana di dalamnya memerlukan beberapa bidang ilmu yang
secara sengaja harus ditekuni dan dipelajari kemudian ilmu itu bisa diaplikasikan. Selain
itu guru yang profesional harus mempunyai kompetensi khusus dalam bidang keguruan
sehingga ia mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan
yang maksimal.
Dari beberapa pengertian tentang guru profesional yang dijelaskan oleh para ahli,
maka dapat disimpulakan bahwa guru yang profesional adalah seorang guru yang
memiliki kompetensi dan kualifikasi baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar
dalam kegiatan belajar mengajar dengan mempunyai kemampuan di dalam perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan mengevaluasi hasil belajar siswa.

2.2 Guru Profesional sebagai Komunikator


Guru profesional dalam kegiatan belajar mengajar berperan penting sebagai
komunikator. Pengertian komunikator secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yaitu
communication, sedangkan pengertian komunikasi secara terminologi memiliki pengertian
menyampaikan sebuah pesan atau informasi, yang meliputi perasaan, pikiran, gagasan,
keahlian dari komunikator kepada komunikan untuk memberikan pengaruh terhadap
pikiran komunikan sebagai feedback atau tanggapan balik bagi seorang komunikator. Oleh

3
karena itu, komunikator bisa mengukur berhasil dan tidaknya sebuah informasi atau pesan
yang sudah di sampaikan kepada komunikan.
Pendidikan adalah komunikasi, karena dalam proses pendidikan terdapat komponen
komunikator, komunikan, dan pesan yang disampaikan. Pendidikan bisa dipahami melalui
komunikasi karena adanya keterlibatan dua komponen penting yang terdiri dari seorang
guru sebagai komunikator dan peserta didik sebagai komunikan. Jika kegiatan belajar
mengajar atau pendidikan dilakukan dengan proses yang komunikatif, maka pendidikan
akan mencapai tujuan dengan efektif dan efesien.
Interaksi antara guru dan peserta didik di kelas merupakan komunikasi kelompok
dan pada saat tertentu guru akan mengubah gaya komunikasi kelompok tersebut menjadi
gaya komunikasi antar personal. Dengan demikian di dalam kegiatan belajar mengajar itu
terjadi interaksi antara dua pihak yang mana peserta didik sebagai pembelajar sedangkan
guru adalah sebagai komunikator.
Komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar memiliki peran yang sangat penting
karena menentukan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Agar peran guru
sebagai komunikator dapat terealisasi dengan baik, maka terdapat tiga kemampuan
mendasar yang harus dilaksanakan oleh guru, antara lain sebagai berikut:
1. Kemampuan guru di dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar.
2. Kemampuan guru di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
3. Kemampuan guru dalam menciptakan iklim yang komunikatif.
Tiga kemampuan mendasar yang dimiliki guru tersebut sering disebut sebagai
generic essential. Ketiga kemampuan tersebut sama-sama urgen, karena bagi setiap guru
yang terpenting tidak hanya mempunyai kemampuan merencanakan sesuai rancangan saja,
akan tetapi guru juga harus memiliki keterampilan dalam pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar dan guru juga wajib mempunyai kemampuan menciptakan iklim yang
komunikatif dalam kegiatan belajar mengajar.
Berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien tentu tidak
terlepas dari kemampuan guru dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif. Hal
itu dapat menimbulkan hubungan interpersonal yang menyenangkan antara guru dengan
peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik lainnya. Kegiatan belajar mengajar
yang berjalan dalam situasi sosial dan emosional yang kondusif mengakibatkan tiap
personal, baik guru maupun peserta didik, akan dapat melaksanakan peran dan tanggung
jawab masing-masing dengan baik.

4
Dalam menciptakan iklim komunikatif yang kondusif, guru seyogianya
memperlakukan peserta didik sebagai individu yang berbeda-beda dengan perlakuan yang
berbeda-beda pula sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik yang unik.
Peserta didik satu sama lain memiliki kemampuan yang berbeda baik tentang minat
belajar, cara belajar, dan kecerdasan. Dengan demikian peserta didik membutuhkan
kebebasan dalam menentukan pilihannya yang disesuaikan dengan kemampuan
pribadinya.
Interaksi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar berkorelasi dengan
komunikasi antar peserta didik. Agar peserta didik ikut berpartisipasi dan berinteraksi
secara efektif, tentu kehadiran guru dalam mengelola interaksi tidak hanya terfokus satu
arah yaitu hanya guru kepada peserta didik saja, akan tetapi bagaimana interaksi itu
terbangun multi arah yaitu dari guru kepada peserta didik, peserta didik ke guru dan dari
peserta didik ke peserta didik lainnya. Berbagai upaya dari guru tesebut tidak lain
bertujuan mencapai pembelajaran yang optimal.
Agar materi pelajaran yang disajikan lebih komunikatif, maka penyampaian materi
pelajaran tentu tidak hanya dalam konteks di dalam kelas semata, akan tetapi bisa
dirancang untuk di luar kelas. Kegiatan belajar mengajar di kelas meliputi guru
menjelaskan materi pelajaran, peserta didik menyimak dengan baik, peserta didik
bertanya, dan sebaliknya guru memperoleh berbagai informasi dari para peserta didik dan
guru menjawab pertanyaan peserta didik dan secara bersama-sama antara guru dan peserta
didik mencari solusi memecahkan permasalahan yang ada. Dengan demikian, kedua belah
pihak antara guru dan peserta didik (komunikator-komunikan) sama-sama aktif, dan peran
yang lebih dominan terletak pada peserta didik yang lebih aktif. Pada akhir dari penyajian
materi pelajaran, guru melakukan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa terhadap
materi yang telah dikomunikasikan.

2.3 Guru Profesional sebagai Fasilitator


Guru profesional sebagai fasilitator adalah guru yang memiliki fungsi untuk
memberikan pelayanan akademik berupa fasilitas-fasilitas yang sangat dibutuhkan dalam
pendidikan dan kegiatan belajar mengajar. Guru dengan fungsinya sebagai fasilitator,
artinya guru akan melakukan lebih banyak waktu untuk berbagi dengan peserta didik
dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika menjelaskan tentang kompetensi dasar suatu
materi pelajaran yang akan diajarkan, guru tidak menjadi pihak yang aktif mengeksplorasi
materi tersebut. Melainkan guru hanya memberikan stimulasi kepada peserta didik agar
5
menjadi pihak yang aktif terlibat dengan pengetahuan tersebut serta dapat mengeksplorasi
materi pelajaran secara mandiri.
Sebagaimana dijelaskan oleh Wina Senjaya yang menyatakan bahwa guru sebagai
fasilitator, guru akan memberikan pelayanan yang bertujuan untuk memberikan
kemudahan terhadap peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Peran
guru sebagai fasilitator akan membawa dampak yang positif terhadap peserta didik yang
mana pada awalnya komunikasi atau hubungan antara guru dan peserta didik yang bersifat
top-down maka akan berubah kepada hubungan yang bersifat kemitraan. Hubungan guru
dan peserta didik yang bersifat atasan dan bawahan (top-down) cenderung guru akan
bersifat otoriter terhadap peserta didik, sedangkan peserta didik yang bersifat bawahan
akan selalu mengikuti terhadap segala instruksi yang diberikan oleh guru.
Hubungan guru dan peserta didik yang bersifat kemitraan tentu sangat berbeda
dengan sifat guru sebagai atasan. Hubungan kemitraan guru dengan peserta didik
dimaksudkan guru bertindak sebagai pembimbing dan pendamping dalam segala aktivitas
kegiatan belajar mengajar. Hal ini bertujuan membuat suasana pembelajaran menjadi
menyenangkan dan demokratis bagi peserta didik.
Ada beberapa prinsip belajar mengajar yang harus dikembangkan dalam pola
pendidikan kemitraan oleh guru sebagai fasilitator. Peserta didik akan dapat menerima
pelajaran dengan baik apabila: peserta didik mengambil bagian secara penuh di setiap
aktivitas pembelajaran, materi pelajaran bermanfaat baik secara teoritis dan secara praktis,
peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya,
materi pelajaran relevan dengan pengetahuan dan pengalaman peserta didik sebelumnya,
serta terbina hubungan baik dan saling pengertian antara guru dan peserta didik.
Selain itu guru hendaknya memperhatikan karakteristik-karakteristik peserta didik
yang nantinya akan menentukan keberhasilan dalam kegitan belajar mengajar.
Karakteristik-karakteristik tersebut antara lain peserta didik yang satu dengan yang lainnya
memiliki perbedaan baik dalam pengalaman dan potensi belajar, peserta didik memiliki
tendensi untuk menentukan kehidupannnya sendiri, peserta didik lebih dalam memberikan
perhatian terhadap hal-hal yang sangat menarik bagi dirinya dan menjadi kebutuhan dalam
hidupnya, peserta didik lebih suka terhadap hal-hal yang bersifat konkret dan praktis,
peserta didik lebih senang terhadap sebuah penghargaan (reward) dari pada sebuah
hukuman (punishment).
Untuk mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator, maka ada beberapa hal yang
perlu dipahami yang berhubungan dengan cara memanfaatkan dan menggunakan berbagai
6
media pembelajaran dan juga sumber belajar. Hal itu penting bagi guru untuk mewujudkan
dirinya sebagai fasilitator. Guru perlu untuk menyediakan media pembelajaran yang
relevan dalam kegiatan belajar mengajar, baik itu berupa audio, visual, audio-visual, dan
sumber-sumber belajar lainnya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru agar menjadi seorang fasilitator
yang sukses antara lain adalah sebagai berikut:
1. Guru harus sabar dalam menghadapi berbagai karakter peserta didik. Salah satu
contohnya yaitu dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara mandiri, peserta
didik akan menemui beberapa hambatan dan kendala dalam kegiatan belajar. Ketika
menemukan hal itu, guru harus sabar membimbing dan mengarahkan peserta didiknya.
2. Guru harus rendah hati dan menghargai peserta didik. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan guru dalam menghargai peserta didik yaitu dengan cara menunjukkan minat
yang tulus dan sungguh-sungguh terhadap peserta didik yang memiliki potensi
pengetahuan dan pengalaman.
3. Guru harus bisa memahami karakter dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik.
Dengan memahami potensi dan karakter dari peseta didik akan memudahkan guru
dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan pesarta didiknya. Memahami karakter
bukan hanya melihat penampilan lahiriah, namun juga dapat mengungkapkan hal-hal
implisit yang tersembunyi dalam diri peserta didik. Hal itu akan memudahkan guru
untuk memilih media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan keinginan peserta
didik.
4. Guru harus bisa dekat dan akrab dengan peserta didik. Dalam menjalin dan menjaga
hubungan yang harmonis dengan peserta didik sebaiknya proses belajar mengajar
dilakukan dengan penuh keakraban, tenang, dan penuh kasih sayang (interpersonal
realtionship). Dengan demikian, peserta didik dapat merasa nyaman, tidak terlalu
sungkan dan kaku kepada guru.
5. Guru harus bersifat kooperatif dengan peserta didik. Guru tidak perlu bersikap seolah-
olah dirinya yang paling pintar, paling tahu dan paling berpengalaman. Akan tetapi
sebaiknya guru bersikap kooperatif kepada peserta didik dengan saling berbagi
pengetahuan dan pengalaman. Sikap saling pengertian ini akan memberikan dampak
yang positif dalam kegiatan belajar mengajar yang pada akhirnya akan berpengaruh
terhadap hasil belajar.
6. Guru harus memiliki kewibawaan. Walaupun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan
dengan penuh keakraban dan suasana yang santai, guru sebagai fasilitator hendaknya
7
tetap mengutamakan komitmen dan integritas yang tinggi di dalam memberikan
pembelajaran terhadap peserta didik. Dengan demikian, peserta didik akan tetap
menghormati dan menghargai keberadaan gurunya yang menjadi panutan.
7. Guru harus bersikap adil dan tidak memihak. Peserta didik yang merupakan tanggung
jawab dari guru harus diperlakukan secara adil dan setara. Apabila di dalam kegiatan
belajar mengajar terjadi perbedaan pendapat dan pertentangan antar peserta didik, maka
diharapkan kehadiran guru mampu meredam segala perbedaan pendapat dan menjadi
mediator di antara peserta didik tersebut untuk menemukan kesepakatan dan jalan
keluar dari hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat di antara mereka.
8. Guru memiliki sikap terbuka terhadap peserta didik. Keterbukaan dari seorang guru
akan menjadikan peserta didik semakin semangat dalam mengikuti kegiatan belajar
mengajar dan juga meambah rasa percaya terhadap gurunya. Dengan demikian, guru
diharapkan tidak segan-segan dalam menunjukkan keterbukaan terhadap peserta didik.
Hal itu bertujuan agar peserta didik tetap konsisten belajar dan semangat dalam
mengikuti kegiatan belajar mengajar.
9. Guru selalu tampil energik dan bersikap positif. Seorang guru hendaknya menonjolkan
sikap, sifat, dan potensi-potensi positif dalam dirinya, dan tidak diperkenankan bagi
guru untuk menampilkan sikap-sikap negatif dan berkeluh kesah. Hal-hal yang
menyangkut sikap positif perlu untuk diperhatikan oleh setiap guru profesional agar
peran-peran guru profesional sebagai fasilitator dapat berjalan dengan baik dan
bijaksana.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah:
1. Guru profesional adalah suatu pekerjaan yang bersifat profesional yang
memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus ditekuni dan
dipelajari kemudian ilmu itu bisa diaplikasikan. Selain itu guru yang profsional
harus mempunyai komptensi khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu
menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan memiliki kemampuan
yang maksimal.
2. Guru sebagai komunikator dalam kegiatan belajar mengajar adalah bagaimana
hubungan guru dengan peserta didik tidak bersifat “top-down” melainkan bersifat
kemitraan. Dengan kemitraan inilah guru akan berperan sebagai pembimbing dan
pendamping dalam segala aktivitas kegiatan belajar mengajar dan hal ini akan
menjadikan suasana pembelajaran bagi peserta didik menyenangkan dan
demokratis karena dengan menciptakan iklim komunikatif merupakan wahana
atau sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
3. Guru sebagai fasilitator akan memberikan pelayanan yang baik dengan tujuan
untuk memberikankemudahan terhadap peserta didik dalam kegiatan belajar
mengajar, untuk mewujudkan guru sebagai fasilitator, maka guru perlu untuk
menyediakan berbagai sumber belajar dan media pembelajaran yang relevan serta
menjadikan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.

3.2 Saran
Bagi Mahasiswa :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian serta peran guru profesional
sebagai komunikator dan fasilitator.
2. Agar mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikan materi pembelajaran
yang diterima.

Bagi Guru :
1. Agar guru dapat mengetahui dan mengingat kembali pengertian serta peran guru
profesional sebagi komunikator dan fasilitator.
9
2. Agar guru dapat lebih memahami dan meningkatkan profesionalitasnya dalam
mendidik.

Bagi Dosen :
1. Agar dosen dapat memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pengertian serta
peran guru profesional sebagai komunikator dan fasilitator.
2. Agar dosen dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa tentang materi yang
diulas.

10
DAFTAR PUSTAKA
Arfandi, A., & Samsudin, M. A. (2021). Peran Guru Profesional sebagai Fasilitator dan
Komunikator dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan
dan Pedagogi Islam, 5(2), 37-45.
Kunandar (2007). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikandan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Uzer, U. (2010). Menjadi Guru Profesional, Cet 20. Bandung: Remaja Rosda Kary.
Wina, S. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.

11
LAMPIRAN

12