Anda di halaman 1dari 5

MODUL PERKULIAHAN

KAPITA
SELEKTA
PERPAJAKAN

Modul 01
Mata Kuliah ini membahas konsep-konsep dan teknik
penyelesaian masalah dalam bidang Kapita Selekta
Perpajakan.
Pembahasan meliputi Pengampunan Pajak.

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh


Ekonomi Bisnis Akuntansi Tim Dosen

01
Abstract Kompetensi
Pengampunan Pajak adalah Mahasiswa memiliki kemampuan
penghapusan pajak yang seharusnya memahami dan menjelaskan
terutang, tidak dikenai sanksi pengampunan pajak.
administrasi perpajakan dan sanksi
pidana di bidang perpajakan.

4.1 Pengampunan Pajak


Baer dan Le Borgne, sebagaimana dikutip oleh Mikesell dan Ross, mendefinisikan
tax amnesty sebagai penawaran terbatas waktu oleh pemerintah untuk kelompok
tertentu wajib pajak untuk membayar jumlah yang ditetapkan, dalam pertukaran untuk
pengampunan kewajiban pajak (termasuk bunga & denda), berkaitan dengan masa pajak
sebelumnya, serta kebebasan tuntutan hukum.

Sementara, Jacques Malherbe mengartikan tax amnesty sebagai kemungkinan


membayar pajak dalam pertukaran untuk pengampunan dari jumlah kewajiban pajak
(termasuk bunga dan denda), pengabaian penuntutan pidana pajak, dan keterbatasan untuk
mengaudit penentuan pajak untuk jangka waktu tertentu.

4.2. Pengampunan Pajak Menurut Undang-Undang

Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 pasal 1 Pengampunan Pajak adalah


penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan
dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang
Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Serta Dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 pasal 2:


1. Pengampunan Pajak dilaksanakan berdasarkan asas:
a. kepastian hukum
b. keadilan
c. kemanfaatan dan
d. kepentingan nasional
2. Pengampunan Pajak bertujuan untuk:
a. Mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan
Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas
domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan
peningkatan investasi.
b. Mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih
berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid,
komprehensif, dan terintegrasi, dan

‘20 Kapita Selekta Perpajakan


2 Biro Akademik dan Pembelajaran
http://www.widyatama.ac.id
Tim Dosen
c. Meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk
pembiayaan pembangunan.

4.3. Tujuan Pemerintah Dalam Memberlakukan Kebijakan tax amnesty di


Indonesia
Tax amnesty merupakan usaha pemerintah untuk menambah sumber penerimaan
pajak yang selama ini belum atau kurang dibayar, disamping meningkatkan kepatuhan
membayar pajak karena semakin efektifnya pengawasan, semakin akuratnya informasi
mengenai daftar kekayaan wajib pajak. Tax amnesty dipercaya membuat patuh para wajib
pajak untuk membayar pajaknya. Selain itu, tax amnesty juga dipercaya menjadi sistem alat
deteksi untuk mengetahui wajib pajak mana yang tidak patuh dalam membayar pajak.

Tax amnesty dimaksudkan untuk menghapuskan sanksi pidana. Tax amnesty juga dapat
diberikan kepada pelaporan sukarela data kekayaan wajib pajak yang tidak dilaporkan di
masa sebelumnya tanpa harus membayar pajak yang mungkin belum dibayar sebelumnya.
Dalam menetapkan perlu tindaknya tax amnesti, perlu dipertimbangkan apa yang menjadi
justifikasi dari tax amnesty dan hingga batas mana tax amnesty dapat dijustifikasi.
Meningkatkan kepatuhan perpajakan wajib pajak merupakan tujuan pertama reformasi
administrasi perpajakan jangka menengah. Ada tiga strategi yang akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan ini yaitu:
1) Membuat program dan kegiatan yang diharapkan dapat menyadarkan dan
meningkatkan kepatuhan sukarela khususnya wajib pajak yang selama ini belum
patuh.
2) Meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajak yang relatif sudah patuh sehingga
tingkat kepatuhan dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
3) Meningkatkan kepatuhan perpajakan adalah dengan memerangi ketidakpatuhan
dengan berbagai program dan kegiatan yang diharapkan dapat menangkal
ketidakpatuhan perpajakan. Tujuan pemerintah dalam memberlakukan kebijakan tax
amnesty adalah meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek.

3.3 Permasalahan Yang Akan Timbul Dari Diberlakukannya Program Tax


Amnesty di Indonesia

‘20 Kapita Selekta Perpajakan


3 Biro Akademik dan Pembelajaran
http://www.widyatama.ac.id
Tim Dosen
Pengampunan pajak di Indonesia yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 ini sudah
membuat banyak opini muncul dari berbagai kalangan . Pro & kontra atas kebijakan ini pun
bermunculan. Seperti kebijakan lain yang dikeluarkan pemerintah, pasti akan muncul
permasalahan yang timbul dari diberlakukannya program pengampunan pajak di Indonesia.
Sebagaimana diketahui bersama, bahwa masyarakat indonesia pada umumnya selalu
mengharapkan aji mumpung. Terhadap pengampunan pajak ini, pasti pengemplang pajak
akan memanfaatkan aji mumpung ini guna menghindari kewajiban pajaknya selama ini
sebelum diberikan pengampunan pajak.

Pemberian pengampunan pajak bagi wajib pajak Badan yang melakukan tindakan
ilegel juga dikhawatirkan akan menimbulkan masalah dengan rasa keadilan antar wajib pajak.
Pada tahun 2008 saat diberlakukannya program tax amnesty, Direktorat Jendral Pajak
memberikan pengampunan kepada Wajib Pajak Badan yang besar & melakukan tindakan
ilegal. Hal ini kerap menjatuhkan rasa keadilan bagi Wajib Pajak Badan yang patuh terhadap
regulasi pemerintah karena di dalam pemilihan Wajib Pajak Badan yang dipilih untuk
mengikuti program ini tidak jelas darimana kriterianya & dikhawatirkan akan menimbulkan
praktik KKN. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap administrasi perpajakan,
strategi yang dipakai adalah dengan meningkatkan citra Direktorat Jendral Pajak. Strategi
tersebut dilakukan dengan program merevisi UU KUP, dan program penerapan Good
Corporate Governance. Peranan Direktorat Jendral Pajak adalah memberikan pelayanan yang
baik dalam pemenuhan hak & kewajiban perpajakan wajib pajak. DJP juga mempunyai hak
dalam melaksanakan tugas bersifat memaksa berdasarkan undang-undang.

Keberhasilan program tax amnesty bergantung pada dua hal yaitu:


1) Seberapa cepat & meyakinkannya ototritas pajak dalam menjalankan program
tersebut. Dengan kata lain, program tax amnesty akan efektif apabila dilakukan secara
mendadak dan tidak dapat diantisipasi oleh wajib pajak.
2) Kredibilitas dan reputasi administrasi perpajakan atas aspek penegakan hukum pajak.
Untuk mencapai tujuan jangka panjang, ada beberapa kondisi yang perlu dipenuhi
seperti teknologi yang lebih modern (termasuk peningkatan penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kemampuan petugas pajak untuk
melakukan pemeriksaan pajak), kepemimpinan politik, serta kebijakan dan peraturan
pemerintah.

‘20 Kapita Selekta Perpajakan


4 Biro Akademik dan Pembelajaran
http://www.widyatama.ac.id
Tim Dosen
‘20 Kapita Selekta Perpajakan
5 Biro Akademik dan Pembelajaran
http://www.widyatama.ac.id
Tim Dosen