Anda di halaman 1dari 3

Nama: Novan Adhi Nugroho

NIM:180342618044

Offering: I-IL

Matakuliah: Biokonservasi

Quiz 2

1.Bagaimana proses terbentuknya pulau kalimantan, jawa dan bali?

Pulau Kalimantan terbentuk dari pecahan super benua pada masa terbentuknya
permukaan bumi, sesuai dengan teori Plate Tectonic yang mengatakan bahwa dahulu
seluruh daratan di muka bumi ini adalah satu daratan yang maha luas bernama Pangea
yang kemudian terpecah menjadi dua yaitu Godwana (di Selatan) dan Laurasia(di
Utara).

Pulau Jawa diperkirakan terbentuk pada 60 juta tahun lampau, atau ketika
periode di bumi tengah memasuki Zaman Pre-Tersier. Daratan Pulau Jawa bagian barat
terbentuk lebih dulu di Zaman Kapur (sekira 145-65 juta tahun lalu) dan bagian
timurnya dari pecahan Benua Australia. Dua bagian itu bertabrakan dan bergabung jadi
satu pulau sekira 100-70 tahun lalu. Pembentukannya juga tak lepas dari aktivitas
vulkanik, hingga menimbulkan kontur pulau dengan banyak gunung berapi yang
membentang dari timur ke barat.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh Robert Hall, kata dia, Pulau Bali
terbentuk sekitar 15 juta tahun yang lalu. Semula ditandai dengan gerakan lempeng
yang muncul ke permukaan dan berbentuk gunung. Batuan tertua sebagai cikal
bakalnya Pulau Bali terdapat di wilayah Ulakan, Karangasem. Setelah mengalami
berbagai tumbukan, muncullah gunung-gunung yang lain.

2.Apakah terdapat perbedaan antara fauna yang ada pada pulau sumatra, jawa dan bali?

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Bagian sebelah barat


berbatasan dengan Benua Asia. Sedangkan di bagian Timur berbatasan dengan
Australia. Keadaan geografis inilah yang menyebabkan keanekaragaman fauna di
Indonesia. Untuk keragaman fauna, wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga bagian.
 Zona fauna Indonesia bagian barat atau fauna Asiatis: meliputi wilayah
Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali
 Zona fauna Indonesia bagian tengah atau fauna peralihan: meliputi wilayah
Sulawesi, NTB, dan NTT
 Zona fauna Indonesia bagian timur atau fauna Australis: meliputi wilayah
Maluku dan Papua.

Tiap zona ini dibagi dengan garis khayal. Zona fauna bagian barat dengan zona
fauna bagian tengah dibatasi oleh garis Wallace. Sedangkan zona bagian tengah dengan
bagian timur dibatasi dengan garis Weber. Pembagian tersebut dicetuskan oleh Alfred
Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Selain pembagian zona tersebut, terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan jenis fauna yang tersebar di tiga zona
tersebut.

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi antara lain iklim, tanah, air, tinggi permukaan
habitat, serta dekatnya dengan kehidupan manusia. Spesies fauna di bagian ini memiliki
ciri khas yang berbeda dari fauna di dua zona lainnya. Berikut ciri-ciri fauna Indonesia
bagian barat:

Mamalia berukuran besar

 Beragam jenis kera


 Banyak hewan endemi yang hanya ditemukan di wilayah Indonesia
 Spesies burung memiliki warna bulu yang kurang menarik dibandingkan burung
di wilayah Indonesia timur. Namun, suara kicauan burung di bagian barat sangat
merdu.

Reptil bervariasi

Berikut adalah contoh berbagai fauna Indonesia bagian barat:

 Mamalia: harimau Sumatera, gajah, badak bercula satu, tapir, rusa


 Beragam jenis kera: orang utan, bekantan
 Reptil: kura-kura, buaya, tokek, ular, biawak
 Burung: burung hantu, merak, jalak Bali

Berbagai ikan dan pesut: lumba-lumba Sungai Mahakam.


3.Berdasarkan pembagian kawasan di Indonesia Timur. Mengapa terdapat perbedaan
fauna yang berada di pulau sulawesi dan pulau papua?

Wallace mengatakan bahwa Kalimantan, Jawa dan Sumatra merupakan bagian


Asia. Sedangkan Timor, Maluku, Irian dan barangkali Sulawesi merupakan bagian benua
Pasifik Australia. Fauna Sulawesi tampak demikian khas, sehingga diduga Sulawesi itu
pernah bersambung baik dengan benua Asia maupun benua Pasifik Australia.

4.Apakah dengan adanya pembagian (garis wallace weber), terdapat perbedaan flora
fauna yang berada di Laut?

Pembagian tersebut tidak mempengaruhi keragaman flora dan fauna yang


berada di laut. Perbedaan fauna laut dikarenakan oleh perbedaan ekosistem,
ketersediaan nutrisi, dan lingkungan yang dihuni oleh suatu fauna

Ekosistem air laut terbentuk karena interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya di wilayah lautan. Ekosistem ini memiliki banyak sekali manfaat, seperti
sebagai tempat penelitian, objek wisata, sumber bahan makanan dan minuman,
pengendali banjir, tempat budidaya makhluk laut, dan masih banyak lagi.

Ekosistem laut dibedakan menjadi dua, yakni berdasarkan intensitas cahaya


matahari ke dalam lautan serta berdasarkan kedalaman air laut. Berdasarkan intensitas
cahaya matahari ke dalam lautan, dapat dibagi 3 bagian yaitu:

 Daerah fotik, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari dan
kedalaman maksimum 200 meter.
 Daerah twilight, yaitu daerah remang-remang yang tidak efektif untuk kegiatan
fotosintesis dan kedalaman antara 200-2000 meter.
 Daerah afotik, yaitu daerah yang tidak tembus cahaya matahari dan gelap
sepanjang masa.