Anda di halaman 1dari 5

Bacalah teks berikut dengan saksama!

(1) Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. (2) Setelah
beberapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. (3) Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang
membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. (4) Hatta beberapa lama, tuan Puteri Siti Kendi pun
hamillah dan bersalin dua orang putera laki-laki. (5) Ada pun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda
dengan pedang. (6) Maka baginda pun terlalu amat suka-cita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan
anaknya yang muda Indera Bangsawan.
1. Nilai agama yang terkandung dalam kutipan hikayat adalah …
A. Sabar dalam menerima cobaan.
B. Sukacita mendapat anugerah anak
C. Memberikan nama kepada kedua anaknya
D. Mensyukuri kehamilan istri dengan membaca doa-doa.
E. Menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir miskin agar mendapat putra.

Bacalah kutipan teks hikayat berikut dengan saksama!


Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirajakan dalam negeri karena anaknya kedua
orang itu sama-sama gagah. jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya
bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat
mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
2. Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan hikayat di atas adalah…..
A. sosial
B. moral
C. budaya
D. agama
E. edukasi

Bacalah hikayat berikut dengan cermat!


Maka didapatnyalah ketupat yang sudah basi dibuangkan oleh orang pasar itu dengan buku tebu, lalu
dimakannya ketupat yang sebiji itu laki-bini. Setelah sudah dimakannya ketupat itu, maka baharulah
dimakannya buku tebu itu, maka adalah segar sedikit rasanya tubuhnya karena beberapa harinya tiada merasai
nasi hendak mati rasanya. Ia hendak meminta ke rumah takut. Jangankan diberi orang barang sesuatu, hampir
kepada rumah orang itu pun tiada boleh. Demikianlah hal si miskin itu sehari-hari.
Hatta, maka hari pun petanglah, maka si Miskin pun berjalanlah masuk ke dalam hutan, tempatnya
sediakala itu. Di sanalah ia tidur, maka disapunyalah darah yang ditubuhnya tiada boleh keluar karena darah itu
sudah kering. Maka, si Miskin itu pun tidurlah di dalam hutan itu.
Hikayat si Miskin
3. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ….
A. Kesengsaraan hidup masyarakat
B. Pembelaan raja terhadap Si Miskin
C. Sikap penduduk yang peduli pada Si Miskin
D. Ketabahan dalam menapaki kesulitan hidup
E. Ketabahan orang kampung dengan munculnya Si Miskin

4. Si kembar menolak dengan mengatakan bahwa dia adalah hamba yang hina. Tetapi, tuan puteri
menerimanya dengan senang hati.
Kutipan teks tersebut memiki konsep nilai….
A. selalu memohon kepada Tuhan
B. tidak melihat perbedaan status sosial
C. pasrah kepada Tuhan setelah berusaha
D. membantu orang yang dalam posisi kesulitan
E. tidak mau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu

5. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji
kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf,
tafsir sekaliannya diketahuinya.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
A. nilai pendidikan
B. nilai sosial
C. nilai moral
D. nilai agama
E. nilai budaya

6. Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!


Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh
oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau.
Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
A. nilai moral
B. nilai sosial
C. nilai agama
D. nilai budaya
E. nilai pendidikan

7. Raja ditunjuk berdasarkan keturunan dan raja yang memiliki putra lebih dari satu selalu mencari tahu siapa
yang paling gagah dan pantas menjadi penggantinya.
Pernyataan di atas memiliki nilai kehidupan…
A. sosial
B. moral
C. budaya
D. agama
E. edukasi

8. Bacalah paragraf hikayat berikut dengan saksama!


Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputra laki-laki yang baik parasnya. Maka
kata permaisuri, “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita kita ini peroleh anak” maka kata Nata, “Sungguh
seperti kata Tuan kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun yayi,
akan jadi ganti pun Kakanda di dalam dunia ini, kalau-kalau kita berdua dikehendaki oleh sang yang sukma,
kembali ke kayangan kita.”
“Maka kata permaisuri, Kakang Aji marilah kita memuja pada segala Dewa-Dewa memohon kalau-kalau
dianugerahkan oleh Dewata mulia raja akan kita akan anak ini.”
Nilai agama yang terkandung dalam penggalan naskah hikayat tersebut adalah….
A. Ingin dianugerahi seorang anak yang cantik atau ganteng.
B. Memuja pada dewa-dewa agar dianugerai seorang anak.
C. Berkomunikasi secara sopan terhadap suami atau istri.
D. Akan kembali ke kahyangan jika dianugerahi anak..
E. Kita berdua dikehendaki oleh sang yang sukma.

9. Nilai-nilai dalam hikayat di atas yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini adalah….
A. kita berdua dikehendaki oleh sang yang sukma
B. akan kembali ke kahyangan jika dianugerahi anak.
C. berkomunikasi pada dewa-dewa agar dianugerahi anak
D. ingin dianugerahi seorang anak yang cantik atau ganteng.
E. memuja pada dewa-dewa agar dianugerai seorang anak.

10. Bacalah teks berikut ini!


Ibu singa pun teramat bersedihlah melihat keadaan Raja Singa teramat pilu karena kehilangan
sahabat baiknya yang ia bunuh sendiri. Maka ia pun menceritakan semua yang dikatakan harimau
kepadanya semalam mengenai siasat Dimnah mengadu Raja Singa dengan Sjatrabah. Maka Sang Raja
Singa pun marahlah lalu dipanggilnya semua pembesar kerajaan. Maka Dimnah pun datanglah
menghadap raja dan sekumpulan pembesar itu menanyakan sebab musababnya ia dipanggil. Ibu singa
teramat dengki hatinya melihat Dimnah yang serasa tanpa dosa. Maka Ibu singa pun meyuruh hakim
memeriksa semua perkara ini dan daripadanya Dimnah harus dipenjara.
Adapun ketika larut malam, Kalilah diam-diam menemui sahabatnya itu lalu dikatakannya bahwasanya
ia sangat sedih hatinya menyesalkan daripada perbuatan Dimnah yang hanya didasari nafsunya sehingga
mengalahkan akalnya. Maka setelah lama bercakap-cakap akhirnya pulanglah Kalilah ke rumahnya.
Arkian keesokan harinya segala pembesar dan rakyat kerajaan pun dikumpulkanlah untuk
mengadili Dimnah dipimpin oleh seorang hakim. Maka Hakimpun meminta seorang saksi untuk berbicara
dalam pengadilan itu mengenai keterangan perkara Dimnah. Maka tak ada seorang pun yang berkata–
kata, dengan angkuhnya Dimnahlah yang banyak berkata-kata mengenai kebaikan. Maka Penghulu babi
pun memberikan ciri seorang bedebah seperti Dimnah. Maka Dimnah pun teramat begitu malu hatinya
mendengar semua pernyataan babi.
Relevansi isi kutipan teks hikayat tersebut dengan keadaan saat ini adalah ....
A. Anak yang tidak peduli dengan nasihat ibunya
B. Merasa malu untuk berbicara di depan orang banyak.
C. Hakim yang memberikan hukuman setelah proses pengadilan.
D. Seseorang yang sedih karena telah membunuh sahabatnya.
E. Mengunjungi saudara yang sedang mengalami kesusahan.

11. Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama.


Kutipan hikayat (1)
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan
dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula
mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa
lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka
baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena
anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa
ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang
dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam
negeri.
Kutipan cerpen (2)
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar
di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh
gara-gara hal tersebut?Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron!
Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai
waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!”
tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git.
Pernyatan berikut yang sesuai dengan penggalan hikayat dan cerpen di atas adalah….
A. Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal kalimat.
B. Kedua kutipan di atas tidak menggunakan konjungsi di awal kalimat.
C. Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.
D. Kutipan pertama, menggunakan konjungsi di awal kalimat sedangkan kutipan 2 tidak
menggunakan konjungsi di awal kalimat.
E. Kutipan pertama, menggunakan konjungsi diakhir kalimat sedangkan kutipan 2
menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.

12. Persaman kedua penggalan di atas dilihat dari temanya adalah….


A. pendidikan
B. petualangan
C. kekuasaan
D. pengabdian
E. keadilan

13. Kedua kutipan tersebut menjelaskan kebingungan antartokohnya. Penyebab kebingungan tersebut
adalah…
A. Pada kutipan pertama adalah kebingungan dalam menentukan materi pengajian sedangkan pada
kutipan ke dua adalah kebingungan dalam memahami ilmu.
B. Pada kutipan pertama adalah kebingungan dalam menentukan materi pengajian sedangkan pada
kutipan ke dua adalah kebingungan adik terhadap perubahan sikap kakaknya.
C. Pada kutipan pertama adalah kebingungan dalam menentukan pengganti tahta sedangkan pada
kutipan ke dua adalah kebingungan seorang adik dalam melihat perubahan sikap kakaknya.
D. Pada kutipan pertama adalah kebingungan dalam menentukan kapan mulai mengaji sedangkan pada
kutipan ke dua adalah kebingungan dalam memahami ilmu.
E. Pada kutipan pertama adalah kebingungan dalam menentukan materi pengajian sedangkan pada
kutipan ke dua adalah kebingungan dalam melihat perubahan sikap kakaknya.

14. Nilai yang mendominasi pada kedua kutipan tersebut adalah….


A. sosial
B. religi
C. budaya
D. pendidikan
E. estetika

Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama.


Kutipan cerpen
Entah dari mana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami
dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci.
Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala.
Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat
lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin
memejam, hanya selapis putih yang terlihat.
Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi
yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya
sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang
sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki
bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa
seraya mengambil kayu dan batu. Hikayat Si Miskin

15. Majas yang digunakan pada kedua kutipan di atas adalah…


A. antonomasia
B. pleonasme
C. hiperbola
D. alegori
E. simile

Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama.


Kutipan cerpen
Jam dinding rumahku menunjukkan pukul 19.00 WIB. Setelah shalat berjamaah, kami sekeluarga pun
makan malam bersama. Ada ayah, ibu dan aku. Memang benar aku adalah anak tunggal. Sebelum kami
menghabiskan makan malam, ibu berkata jika ibu akan menginap di rumah nenek selama 2 hari untuk
merawat nenek yang sedang sakit. Perasan seorang Ibu.

Kutipan hikayat
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai
upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir
sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan
anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit
mata, terlalu sangat.
Hikayat Indera Sri Bagawan

16. Nilai budaya yang ada pada kedua penggalan tersebut adalah….
A. Makan bersama dan membayar upeti
B. Sholat berjamah dan membayar upeti
C. Menengok orang tua dan membayar upeti
D. Shalat bersama dan mengadakan sayembara
E. Makan bersama dan menyembuhkan penyakit

Bacalah kutipan teks berikut untuk soal nomor 17 dan 18!


(1) Ia naik ke atas mahligai itu melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan
dipukulnya. (2) Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. (3) Lalu diambilnya
pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (4) Puteri Ratna
Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. (5) ia ditaruh orang tuanya dalam
gendang itu dengan suatu cembul. (6) Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya.
(8) Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. (9) Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu
dibunuhnya.
17. Makna kata arkais yang bergaris bawah dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah ....
A. tanaman berumpun
B. tempat kediaman raja
C. tempat tembakau yang terbuat dari logam
D. benda berongga yang dapat diisi dengan cairan atau bubuk
E. peti tempat menyimpan harta

18. Konjungsi yang menyatakan urutan peristiwa pada kutipan hikayat tersebut terdapat dalam kalimat
nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Bacalah kutipan cerpen berikut 19 dan 20!


Bus yang aku tumpangi masuk terminal Cirebon ketika matahari hampir mencapai pucuk langit.
Terik matahari ditambah dengan panasnya mesin disel tua memanggang bus itu bersama isinya. Untung
bus tak begitu penuh sehingga sesama penumpang tak perlu bersinggungan badan. Namun, dari sebelah
kiriku bertiup bau keringat melalui udara yang dialirkan dengan kipas koran. Dari belakang terus-menerus
mengepul asap rokok dari mulut seorang lelaki setengah mengantuk.
19. Gaya bahasa atau permajasan yang digunakan dalam kalimat yang tercetak miring pada penggalan cerpen
di atas adalah ....
A. simile
B. metafora
C. antonomasia
D. hiperbola
E. personifikasi

20. Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. ketika
B. dengan
C. sehingga
D. namun
E. dari