Anda di halaman 1dari 6

Nama : Arya Eko Putra

Nim : 043439442
Upbjj : Bandar Lampung
Prodi : Sistem Informasi
Matkul : Pendidikan Agama Islam
Perihal : Tugas 2

Soal.

1. Hukum Islam bersumber dari Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia.

a) Jelaskan pengertian hukum syariat menurut isi kandungan Q.S. Al-


’Ankabut/29:45!
b) Sebutkan dan jelaskan lima macam hukum Islam!
c) Sebutkan dan jelaskan tujuh macam prinsip-prinsip umum hukum Islam!
d) Jelaskan pengertian taat kepada hukum Allah SWT sesuai dengan isi kandungan
An-Nisaa’/4:59!

2. Al-Quran dan Sunnah menjadi sumber moral dan akhlak bagi manusia. Suri
tauladan pelaksanaannya ada pada diri Rasulullah SAW. Dalam kerangka
pendidikan dan pembinaan akhlak manusia.

a) Jelaskan sumber moral dan akhlak menurut isi kandungan QS. An-Nahl/16:125!
b) Jelaskan peranan agama sebagai sumber akhlak menurut isi kandungan QS. Al-
Ahzab/33:21!

3. Banyak ayat Al-quran yang berbicara tentang alam raya, materi dan fenomenanya,
dan yang memerintahkan kepada manusia untuk mengetahui dan
memanfaatkannya. QS. Al-Jaatsiyah 45:13 menyatakan bahwa alam raya diciptakan
dan ditundukkan Allah untuk manusia.

a) Tuliskan ayat dan terjemahan QS. Al-Jaatsiyah 45:13


b) Jelaskan potensi pengembangan teknologi menurut QS. Al-Jaatsiyah 45:13
Jawab.

1. . Hukum Islam bersumber dari Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia

a) Jelaskan pengertian hukum syariat menurut isi kandungan Q.S. Al-


’Ankabut/29:45!

hukum syari'at menurut para ulama adalah seperangkat aturan yang berasal dari
pembuat syari'at (Allah SWT) yang berhubungan dengan perbuatan manusia, yang
menuntut agar dilakukan suatu perintah atau ditinggalkan suatu larangan atau yang
memberikan pilihan antara mengerjakan atau meninggalkan. Contoh: Q.S. Al-
'Ankabut/29: 45

Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji
dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari. ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.

Ayat tersebut berisi tuntutan dari Allah agar shalat itu dikerjakan, dan keutamaan sholat
lebih besar dari ibadah ibadah lain shalat itu mencegah perbuatan perbuatan keji maka
hal tersebut kemudian disebut dengan hukum syariat.

b) Sebutkan dan jelaskan lima macam hukum Islam!

Secara garis besar hukum Islam terbagi menjadi lima macam:


a. Pertama, Wajib; yaitu suatu perbuatan apabila dikerjakan oleh seseorang, maka
orang yang mengerjakannya akan mendapat pahala dan apabila perbuatan itu
ditinggalkan maka akan mendapat siksa.
b. Kedua, Sunnah (mandub), yaitu perbuatan apabila dikerjakan maka orang yang
mengerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan maka orang yang
meninggalkan tersebut tidak mendapat siksa.
c. ketiga adalah haram, yaitu segala perbuatan yang apabila perbuatan itu ditinggalkan
akan mendapat pahala sementara apabila dikerjakan maka orang tersebut akan
mendapat siksa.
d. keempat adalah makruh, yaitu satu perbuatan disebut makruh apabila perbuatan
tersebut ditinggalkan maka orang yang meninggalkan mendapat pahala dan apabila
dikerjakan maka orang tersebut tidak mendapat siksa.
e. kelima adalah mubah yaitu suatu perbuatan yang apabila dikerjakan orang yang
mengerjakan tidak mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
c) Sebutkan dan jelaskan tujuh macam prinsip-prinsip umum hukum Islam!

sebanyak tujuh prinsip. Ketujuh prinsip tersebut adalah :


(a) Prinsip Tauhid, Tauhid yaitu menjelaskan bahwa manusia ada di bawah
ketetapan yang sama sebagai hamba Allah. Berdasarkan prinsip tauhid
tersebut maka pelaksanaan dan pengamalan hukum Islam merupakan suatu
ibadah yaitu penghambaan manusia kepada Allah SWT. Ibadah tersebut
merupakan perwujudan pengakuan atas keesaan Allah SWT dengan demikian
adalah suatu pelanggaran yang dinilai berat oleh islam apabila ada manusia
yang menuhankan sesama makhluk.
(b) Prinsip Keadilan, Prinsip keadilan ini mengandung pengertian bahwa hukum
Islam yang mengatur persoalan manusia dari berbagai aspeknya harus
dilandaskan kepada prinsip keadilan yang meliputi hubungan antara individu
dengan dirinya sendiri individu dengan manusia dan masyarakatnya serta
hubungan antara individu dengan lingkungannya. Dari prinsip keadilan ini
maka lahirlah kaidah dalam hukum Islam yang menyatakan bahwa hukum
Islam dalam prakteknya dapat beradaptasi sesuai ruang dan waktu ketika
terjadi perubahan maka yang sulit menjadi mudah dan kemudahan tersebut
sebatas terpenuhinya kebutuhan pokok.
(c) Prinsip Amar Makruf Nahi Munkar, Amar ma'ruf nahi mungkar ini
mengandung arti bahwa hukum Islam ditegakkan untuk menjadikan umat
manusia dapat melaksanakan hal-hal yang baik dan benar sebagaimana
dikehendaki oleh Allah SWT sedangkan nahi mungkar mengandung arti
hukum tersebut ditegakkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk
yang dapat meruntuhkan kehidupan bermasyarakat.
(d) Prinsip al-Hurriyah (Kebebasan dan Kemerdekaan) Prinsip ini mengandung
maksud bahwa hukum Islam tidak diterapkan berdasarkan paksaan akan
tetapi berdasarkan penjelasan yang baik dan argumentatif yang dapat
meyakinkan kan apakah manusia pada akhirnya menolak atau menerima
sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing individu.
(e) Prinsip Musawah (Persamaan/Egaliter) Prinsip persamaan mengandung arti
bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama meskipun faktanya
berbeda dalam lahiriahnya baik warna kulit bahasa suku bangsa dan lain-lain
kesamaan tersebut terutama dalam hal nilai kemanusiaan nya nya lahiriyah
tidak menjadikan manusia berbeda dari segi nilai kemanusiaan nya.
(f) Prinsip ta’awun (Tolong-menolong) Prinsip ini mengajarkan bahwa sesama
warga masyarakat harus saling tolong-menolong demi tercapainya
kemaslahatan bersama adapun landasan prinsip tersebut adalah surat
almaidah 5.2 "dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan
dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran."
(g) Prinsip Tasamuh (Toleransi) Perinsip ini mengajarkan bahwa hukum Islam
mengharuskan kepada umatnya untuk hidup penuh dengan suasana damai
dan toleran
d) Jelaskan pengertian taat kepada hukum Allah SWT sesuai dengan isi kandungan
An-Nisaa’/4:59!

Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan kewajiban taat kepaada allah dan
rasul. Q.S. An-Nisaa’ /4:59

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah
dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Yang dimaksud dengan kalimat "kembali kepada Allah dan Rasul menurut mayoritas
mufassir adalah mengembalikan segala urusan kepada tuntunan al-Qur'an dan Sunnah
Rasul. Terlihat dalam ayat tersebut bahwa orang beriman juga wajib taat kepada ulil
amri, namun dalam ayat tersebut tidak disertai kata athi'u /taatlah, seperti terhadap
Allah dan Rasul. Hal ini mengandung arti bahwa ketaatan kepada ulul amri (penguasa)
adalah bersyarat, yaitu sepanjang penguasa tersebut juga taat kepada Allah SWT dan
Rasul-Nya.

2. Al-Quran dan Sunnah menjadi sumber moral dan akhlak bagi manusia. Suri
tauladan pelaksanaannya ada pada diri Rasulullah SAW. Dalam kerangka
pendidikan dan pembinaan akhlak manusi

a) Jelaskan sumber moral dan akhlak menurut isi kandungan QS. An-Nahl/16:125!

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang
baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Sumber moral dan akhlak menurut isi kandungan Surah An-Nahl ayat 125 adalah
berdasarkan Al-Quran. Jadi perilaku, akhlak, dan moral yang kita tunjukkan harus sesuai
dengan apa yang diajarkan dalam kitab Al-Quran dan apa yang diajarkan oleh Rasulullah
dalam Al-Hadits. Contohnya dalam Surah An-Nahl ayat 125 kita diperintahkan untuk
bersikap, berperilaku, dan berbicara kepada orang lain dengan cara yang baik, santun,
lemah lembut. Kita harus mengetahui cara berkomunikasi sesuai dengan karakteristik
orang yang kita ajak bicara namun tetap dengan cara santun dan baik. Apabila kita tidak
setuju dengan pendapat orang tersebut, kita tetap diperintahkan untuk menyampaikan
ketidaksetujuan kita dengan cara yang baik. Termasuk ketika kita ingin memberikan
nasihat, maka sampaikan juga nasihat-nasihat yang baik, positif, memotivasi, serta
dengan penyampaian dan perkataan yang baik.

c) Jelaskan peranan agama sebagai sumber akhlak menurut isi kandungan QS. Al-
Ahzab/33:21!

Artinya : “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak
mengingat Allah.”

Ayat ini jelas memerintahkan kepada kita agar mencontoh Rasulullah dalam segala hal
karena dalam diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik hal yang juga mendukung
sunnah sebagai sumber akhlak adalah risalah kenabian Muhammad nabi Muhammad
diutus oleh Allah di muka bumi ini tidak lain adalah untuk menyempurnakan kemuliaan
akhlak.

3. Banyak ayat Al-quran yang berbicara tentang alam raya, materi dan fenomenanya,
dan yang memerintahkan kepada manusia untuk mengetahui dan
memanfaatkannya. QS. Al-Jaatsiyah 45:13 menyatakan bahwa alam raya diciptakan
dan ditundukkan Allah untuk manusia.

a. Tuliskan ayat dan terjemahan QS. Al-Jaatsiyah 45:13


Artinya : Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu
semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.

b. Jelaskan potensi pengembangan teknologi menurut QS. Al-Jaatsiyah 45:13


Penundukan tersebut secara potensial-terlaksana melalui hukum hukum alam yang
ditetapkan Allah dan kemampuan yang dianugerahkan Nya kepada manusia. Al-quran
menjelaskan sebagai dari ciri tersebut, antara lain: Segala sesuatu di alam raya ini
memiliki ciri dan hukum-hukumnya
a. Matahari dan bulan yang beredar dan memancarkan sinar, hingga rumput yang
hijau subur atau layu dan kering, semuanya telah ditetapkan oleh Allah sesuai
ukuran dan hukum-hukumnya.
b. Semua yang ada di alam raya ini tunduk kepada-Nya Hanyalah kepada Allah-lah
tunduk segala yang di langit dan di bumi secara sukarela atau terpaksa
c. Benda-benda alam apalagi yang tidak bernyawa-tidak diberi kemampuan
memilih, tetapi sepenuhnya tunduk kepada Allah melalui hukum-hukum-Nya.

Potensi pengembangan teknologi yang bersumber dari alam sudah kita rasakan
manfaatnya sampai sekarang banyak teknologi yg dihasilkan contohnya : energy listrik
yang di hasilkan dari alam untuk semua kebutuhan sehari hari dengan begitu kita sadar
akan kekuasaan allah dan kebesarannya .

Sumber :

Modul MKDU4221.
AL-QUR’AN MERDEKA.COM
PEMIKIRAN SENDIRI

Anda mungkin juga menyukai