Anda di halaman 1dari 6

Nama : Putri Humaira

Nim : 180420004
Kelas : Akuntansi – V/B
Mk : Akuntansi Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya

ASURANSI SYARIAH

a. Pengertian Asuransi Syariah


Menurut Dewan Syariah Nasional, Asuransi syariah adalah usaha untuk saling melindungi
dan tolong-menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk asset dan atau
tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko/bahaya tertentu
melalui akad yang sesuai dengan syariah.

b. Macam-macam Asuransi
1. Asuransi Jiwa
Jenis asuransi satu ini dikenal memberikan keuntungan finansial pada tertanggung atas
kematiannya. Sistem pembayaran untuk jenis asuransi jiwa pun bermacam-macam. Ada
perusahaan asuransi yang menyediakan pembayaran setelah kematian dan yang lainnya bisa
memungkinkan tertanggung untuk mengklaim dana sebelum kematiannya. Asuransi jiwa
dapat dibeli untuk kepentingan diri sendiri dan atas nama tertanggung saja atau dibeli untuk
kepentingan orang ketiga.

2. Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan merupakan produk asuransi yang menangani masalah kesehatan
tertanggung karena suatu penyakit serta menanggung biaya proses perawatan. Umumnya,
penyebab sakit tertanggung yang biayanya dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi adalah
cedera, cacat, sakit, hingga kematian karena kecelakaan. Asuransi kesehatan juga dikenal
bisa dibeli untuk kepentingan tertanggung saja atau kepentingan orang ketiga.

3. Asuransi Kendaraan
Asuransi kendaraan yang paling populer di Indonesia adalah jenis asuransi mobil yang
fokus terhadap tanggungan cedera kepada orang lain atau terhadap kerusakan kendaraan
orang lain yang disebabkan oleh si tertanggung. Asuransi ini juga bisa untuk membayar
kehilangan atau kerusakan kendaraan bermotor tertanggung.
 
4. Asuransi kepemilikan Rumah Dan Properti
Sebagai aset yang dinilai cukup berharga, biasanya para pemilik rumah akan melindungi
diri dan aset miliknya yang bisa berupa rumah atau properti pribadi dengan asuransi
kepemilikan rumah dan properti. Asuransi ini memberikan proteksi terhadap kehilangan atau
kerusakan yang mungkin terjadi pada barang-barang tertentu milik pribadi tertanggung.
Asuransi ini juga melindungi dan memberikan keringanan bilamana rumah atau properti
tertanggung lainnya mengalami musibah seperti kebakaran.
 
5. Asuransi Pendidikan
Asuransi yang paling populer dan menjadi favorit para pemegang polis. Asuransi
pendidikan merupakan alternatif terbaik dan solusi menjamin kehidupan yang lebih baik
terutama pada aset pendidikan anak. Biaya premi yang harus dibayarkan tertanggung kepada
perusahaan asuransi berbeda-beda sesuai dengan tingkatan pendidikan yang ingin didapatkan
nantinya.

6. Asuransi Bisnis
Asuransi ini merupakan layanan proteksi terhadap kerusakan, kehilangan, maupun
kerugian dalam jumlah besar yang mungkin terjadi pada bisnis seseorang. Asuransi ini
memberikan penggantian dari kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran, ledakan, gempa
bumi, petir, banjir, angin ribut, hujan, tabrakan, hingga kerusuhan. Perusahaan asuransi
biasanya menawarkan berbagai macam manfaat dari asuransi bisnis seperti perlindungan
terhadap karyawan sebagai aset bisnis, perlindungan investasi dan bisnis, asuransi jiwa
menyeluruh untuk seluruh karyawan, hingga paket perlindungan asuransi kesehatan bagi
karyawan.
 
7. Asuransi Umum
Asuransi umum atau general insurance merupakan proteksi terhadap resiko atas kerugian
maupun kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga. Jaminan asuransi
umum ini sifatnya jangka pendek (biasanya sekitar satu tahun). Asuransi umum dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya:
 Social Insurance (Jaminan Sosial)
Jenis asuransi ini merupakan asuransi yang wajib dimiliki oleh setiap orang atau
penduduk dengan tujuan setiap orang memiliki jaminan hari tua. Pembayaran premi
dilakukan dengan paksa, salah satu contohnya dengan memotong gaji seseorang setiap
bulan.

 Voluntary Insurance (Asuransi Sukarela)


Asuransi ini dijalankan dengan sukarela. Jenis asuransi sukarela masih bisa dibagi lagi ke
dalam 2 klasifikasi yaitu Government Insurance dan Commercial Insurance. Government
insurance merupakan asuransi yang dijalankan oleh pemerintah, sementara commercial
insurance merupakan asuransi yang ditujukan untuk memberikan proteksi kepada
seseorang atau keluarga serta perusahaan dari resiko yang mungkin muncul akibat
unexpected events.
8. Asuransi Kredit
Asuransi kredit merupakan proteksi atas resiko kegagalan debitur untuk melunasi fasilitas
kredit atau pinjaman tunai seperti modal kerja, kredit perdagangan, dan lain-lain. Kaitannya
erat dengan jasa perbankan terutama di bidang perkreditan. Kredit merupakan pinjaman
dalam bentuk uang yang diberikan bank maupun Lembaga Keuangan selaku pemberi kredit
kepada nasabahnya. Asuransi kredit ini bertujuan untuk melindungi bank atau lembaga
keuangan lainnya dari kemungkinan tidak memperoleh kembali kredit yang dipinjamkan
kepada nasabah dan membantu memberikan pengarahan serta keamanan perkreditan.
Pengelola asuransi kredit di Indonesia dipercayakan pemerintah kepada PT. Asuransi Kredit
Indonesia.

9. Asuransi Kelautan
Jenis asuransi satu ini khusus ada di bidang kelautan yang fungsinya memastikan
pengangkut serta pemilik kargo. Resiko yang mungkin terjadi sehingga terbentuknya
asuransi ini adalah kerusakan kargo, kerusakan kapal, dan melukai penumpang. Asuransi
kelautan atau asuransi angkatan laut merupakan pengalihan resiko baik untuk diri Anda
maupun bawaan Anda yang menggunakan jasa angkutan laut. Asuransi ini melibatkan
penggunaan jasa perkapalan dalam mengirimkan barang. Beberapa faktor yang
mempengaruhi premi asuransi angkutan laut adalah barang yang diasuransikan, pengepakan
barang, resiko yang diasuransikan, pengangkutan, dan perjalanan.

10.  Asuransi Perjalanan


Secara keseluruhan, fungsi asuransi perjalanan tak jauh beda dengan fungsi asuransi biasa
sebagai salah satu bentuk proteksi kepada nasabah dengan jangka waktu pendek yaitu selama
pembeli premi melakukan perjalanan hingga kembali pulang. Manfaat dan perlindungan
yang akan didapat dari memiliki asuransi perjalanan antara lain mendapat proteksi dan
penanggungan biaya untuk kecelakaan yang menimpa pembeli premi, santunan kecelakaan
pribadi, tanggungan biaya pengobatan darurat, pemulangan jenazah, evakuasi medis, hingga
proteksi terhadap barang-barang bawaan yang memiliki resiko hilang atau rusak.

c. Tujuan Asuransi Syariah


1. Meringankan resiko yang dihadapi oleh nasabah atau para tertanggung dengan
mengambil alih resiko yang dihadapi.
2. Menciptakan rasa tentram dan aman dikalangan nasabahnya, sehingga lebih berani
mengikatkan usaha lebih besar.
3. Mengumpulkan dana melalui premi yang terkumpul sedikit demi sedikit dari para
nasabahnya sehingga terhimpun dana besar yang dapat digunakan untuk membiayai
pembangunan bangsa dan negara.
d. Jenis Asuransi Syariah
1. Asuransi Kerugian
Terdiri dari asuransi untuk harta benda (property, kendaraan). Kepentingan keuangan
(pecuniary), tanggung jawab hukum (liability), dan asuransi diri (kecelakaan atau
kesehatan).

2. Asuransi Jiwa
Pada hakikatnya merupakan suatu bentuk kerjasama antara orang-orang yang
menghindarkan atau minimal mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian
(yang pasti terjadi tetapi tidak pasti kapan terjadinya), resiko hari tua (yang pasti terjadi
dan dapat diperkirakan kapan terjadinya, tetapi tidak pasti berapa lama) dan resiko
kecelakaan (yang tidak pasti terjadi, tetapi tidak mustahil terjadi).

3. Asuransi Sosial
Asuransi Sosial adalah Program Asuransi wajib yang diselenggarakan pemerintah
berdasarkan undang-undang. Maksud dan tujuan Asuransi sosial adalah menyediakan
jaminan dasar bagi masyarakat dan tidak bertujuan untuk mendapat keuntungan
komersial.

e. Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional


1. Asuransi syari’ah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang betugas mengawasi
produk yang dipasarkan dan pengelolaan investasi dananya. Dewan Pengawas Syariah ini
tidak ditemukan dalam asuransi konvensional.
2. Akad yang dilaksanakan pada asuransi syari’ah berdasarkan tolong menolong. Sedangkan
asuransi konvensional berdasarkan jual beli.
3. Investasi dana pada asuransi syari’ah berdasarkan bagi hasil (mudharabah). Sedangkan
pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai landasan perhitungan
investasinya.
4. Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya
sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, dana yang
terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas
menentukan alokasi investasinya.
5. Dalam mekanismenya, asuransi syari’ah tidak mengenal dana hangus seperti yang
terdapat pada asuransi konvensional. Jika pada masa kontrak peserta tidak dapat
melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masareversing
period, maka dana yang dimasukan dapat diambil kembali, kecuali sebagian dana kecil
yang telah diniatkan untuk tabarru’.
6. Pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diambil dari dana tabarru’ (dana kebajikan)
seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan dana yang akan
dipakai sebagai dana tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan
pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana
perusahaan.
7. Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta
sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan pada asuransi
konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.

f. Mekanisme Operasional Asuransi Syariah


Didalam operasional asuransi syariah yang sebenarnya terjadi adalah saling bertanggung
jawab, membantu dan melindungi diantara para peserta itu sendiri. Perusahaan diberi
kepercayaan oleh para peserta untuk mengelola premi, mengembangkan dengan jalan yang
halal, memberikan santunan kepada yang mengalami musibah sesuai isi akta perjanjian
tersebut. Adapun proses yang dilalui seputar mekanisme kerja asuransi syariah dapat
diuraikan:

1. Underwriting
Adalah proses penafsiran jangka hidup seseorang calon peserta yang dikaitkan dengan
besarnya risiko untuk menentukan besarnya premi.

2. Polis Asuransi
Adalah surat perjanjian antara pihak yang menjadi peserta asuransi dengan perusahaan
asuransi.

3. Premi (Kontribusi)
Premi dalam asuransi syariah umumnya dibagi beberapa bagian, yaitu:
 Premi tabungan
 Premi tabbaru’
 Premi biaya
 Pengelolaan Dana Asuransi (Premi)

4. Pengelolaan dana asuransi dapat dilakukan dengan akad mudharabah, mudharabah


musytarakah atau wakalah bil ujrah. Pada akad mudharabah, keuntungan perusahaan
asuransi syariah dari bagian keuntungan dana daari investasi (sistem bagi hasil).
Mekanisme dana peserta dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu ditinjau dari ada atau
tidaknya unsur tabungan dan ditinjau dari aliran dana dalam asuransi syariah.

5. Jenis Investasi Usaha Asuransi Syariah


Investasi merupakan penggunaan modal untuk menciptakan uang , baik melalui sarana
yang menghasilkan pendapatan maupun melalui kerja sama yang lebih berorientasi risiko
yang dirancang untuk mendapatkan perolehan modal.

6. Klaim
Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai
dengan kesepakatan dalam akad. Ketentuan klaim dalam asuransi syariah adalah:
1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian
2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan
3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan
kewajiban perusahaan untuk memenuhinya
4. Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban
perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad

7. Penutupan Asuransi
Adalah berakhirnya perjanjian asuransi. Penyebab berakhirnya perjanjian asuransi bisa
disebabkan oleh dua hal, yaitu:
1. Perjanjian secara wajar karena masa berlakunya sudah berakhir sebagaimana
perjanjian semula
2. Perjanjian berakhir secara tidak wajar karena dibatalkan oleh salah satu pihak walau
masa berlaku perjanjian belum berakhir