Anda di halaman 1dari 19

DISKUSI 4

- EKONOMI MANAJERIAL

- Apa yang dimaksud dengan model regresi ?  dan bagaimana model regresi yang
ideal?
- Bagaimana cara mengatasi masalaah autokorelasi?

JAWAB :

1. Model regresi adalah persamaan matematik yang dapat meramalkan nilai-nilai suatu variabel
tak bebas dari nilai-nilai variabel bebas (Walpole, 1982: 340). Pada regresi harus ada variabel
yang ditentukan dan variabel yang menentukan atau dengan kata lain adanya ketergantungan
variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Untuk menentukan bentuk hubungan (model)
diperlukan pemisahan yang tegas antara variabel bebas yang diberi simbol 𝑋 dan variabel tak
bebas yag diberi simbol 𝑌. Hubungan tersebut dapat dituliskan dalam bentuk persamaan yang
menghubungkan variabel tak bebas 𝑋 dengan variabel bebas 𝑌. Adapun persamaan regresi
linear sederhana 𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑋 + 𝜀.

Dalam statistika sebuah model regresi dikatakan baik atau cocok,jika dipenuhi asumsi-asumsi ideal
(klasik), yakni tidak adanya otokorelasi, heteroskedastisitas dan multikolinieritas. Sehingga proses
kontrol terhadap model perlu dilakukan untuk menelaah dipenuhi tidaknya asumsi tersebut.

2. 1. Evaluasi model

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendeteksi autokorelasi yaitu dengan mengidentifikasi
apakah autokorelasi itu pure autocorrelation atau karena mis-spesification model. Mis-spesifikasi disini
adalah kemungkinan adanya kuadratik model atau modelnya mengandung kuadratik. Sehingga apabila
hasil tersebut masih mengandung autokorelasi maka autokorelasi tersebut merupakan pure autocorrelation.

2. Generalized Least Squared(GLS)

            Setelah kita mengetahui ternyata pure autocorrelation . maka langkah selajutnya yaitu salah satunya
dengan melakukan transformasi. Transformasi ini dilakukan dengan mengurangi nilai variabel (bebas dan
terikat) pada waktu ke-t, dengan waktu ke-(t-1).

Pertama, kita memulai dengan regresi biasa.


dan

Sehingga akan membentuk persamaan umum berikut:

Atau bisa dibentuk menjadi:

Dimana:

             Jika autokorelasi di dalam residual tinggi (p=1), maka kita akan persamaan regresi tanpa intersep.
Sedangkan jika (p=0) maka model regresi yang akan didapat adalah regresi dengan pembeda pertama.

             GLS ini bisa digunakan jika nilai roh didapatkan. Permasalahannya roh didapatkan dari nilai
populasi yang sulit diperoleh. Sehingga perlu dilakukan roh berdasarkan data sampel.

1. First-Difference Method (Pembeda Pertama)

            Metode ini dapat digunakan jika statistic Durbin-Watson lebih kecil dibandingkan koefisien
determinasi (DW<R2). Sehingga dengan nilai DW yang kecil, maka pada residual terdapat autokorelasi yang
kuat. Jika autokorelasi kuat, kita dapat mengasumsikan roh = 1. Sehingga menggunakan metode pembeda
pertama.

2. Estimasi roh dengan Durbin Watson


Permasalahan metode pembeda pertama adalah kita harus mempunyai nilai korelasi yang kuat. Sehingga
untuk korelasi tidak terlalu kuat tidak bisa digunakan. Sehingga cara selajutnya yaitu dengan menggunakan
estimasi roh . salah satu cara yaitu dengan estimasi Durbin-Watson.

Formula diatas untuk data yang besar. Sedangkan untuk data berukuran kecil, sebaliknya menggunakan
formulasi yang diusulkan oleh Theil-Nagar, yaitu:

Dimana: k adalah jumlah koefisien termasuk intercept


Setelah memperoleh modelnya dimasukkan ke model umum tadi sehingga akan membentuk model baru
yang akan dilakukan analisis regresi. Kemudian hasilnya diharapkan sudah tidak mengadung autokorelasi.

3. Estimasi roh berdasarkan residual

Berbeda dengan metode diatas yang menggunakan DW. Sedangkan pada metode ini menggunakan residual
untuk menentukan roh.

Setelah memperoleh roh maka kita akan membentuk model persamaan seperti pada transformasi yang
dilakukan dengan pendekatan Durbin-Watson. Selain cara itu, bisa digunakan dengan formulasi berikut:

Dari model tersebut akan diperoleh slope dengan melakukan regresi. koefisien itulah yang menjadi nilai
koefisien korelasi yang diestimasi. Langkah selajutnya hampir sama dengan langkah yang telah dijelaskan
diatas.

3. Newey – West Method.

1. Pada metode mengasumsikan bahwa sampel yang digunakan besar. Dalam perhitungannya
digunakan software-software statistic salah satunya adalah E-views.
- EKONOMI MONETER

Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah membuat beberapa kebijakan strategis untuk pengendalian inflasi.
Hal ini dilakukan untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada tahun
2021. Sasaran inflasi tersebut diharapkan bisa menjangkar pembentukan ekspektasi inflasi masyarakat
ke depan.

Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan inflasi. Menurut anda,
strategi apa sajakan itu? Gunakan data apabila diperlukan. Sumber referensi wajib dituliskan.

JAWAB :

1. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah.
Kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah untuk mencegah inflasi adalah dengan
mengurangi pengeluaran pemerintah, meningkatkan tarif pajak, serta melakukan pinjaman.

2. Kebijakan Nonmoneter dan Nonfiskal

Selain kebijakan fiskal dan moneter, cara mengatasi inflasi oleh pemerintah juga dapat dengan
meningkatkan hasil produksi, mempermudah masuknya barang impor, menstabilkan
pendapatan masyarakat (tingkat upah), menetapkan harga maksimum, serta melakukan
pengawasan dan distribusi barang.

a. Menambah Hasil Produksi


Pemerintah dapat memberikan subsidi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha-
pengusaha menjadi lebih produktif sehingga hasil produksinya bisa bertambah. Dengan adanya
hasil produksi yang lebih banyak, akan ada banyak barang yang bisa dibeli masyarakat,
sehingga jumlah uang beredar bisa kembali seimbang.

b. Mempermudah Masuknya Barang Impor


Pemerintah juga bisa menyeimbangkan jumlah uang yang beredar dengan menetapkan
kebijakan yang mempermudah masuknya barang impor. Seperti dengan penurunan bea masuk
impor atau membuat peraturan yang mempermudah impor.

c. Menstabilkan Pendapatan Masyarakat


Inflasi juga bisa ditanggulangi dengan menjaga tingkat upah (tidak membiarkan gaji yang naik
terus menerus) sehingga biaya produksi perusahaan bisa ditekan dan harga barang menjadi
lebih rendah.

 Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyepakati lima langkah strategis untuk memperkuat
pengendalian inflasi dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP). 

“Ini dalam rangka menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 3% plus minus 1% pada tahun 2021,” ujar
Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya,
Jumat (12/2). 

Lima langkah strategis tersebut termasuk, pertama, menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak
atau volatile food  dalam kisaran 3,0% hingga 5,0%. 

Upaya dilakukan dengan memperkuat empat pilar strategi mencakup keterjangkauan harga,
ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K) di masa pandemi Covid-19,
termasuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjelang hari besar keagamaan
nasional. 

Implementasi strategi difokuskan untuk menjaga kesinambungan pasokan sepanjang waktu dan
kelancaran distribusi antardaerah, antar lain lewat pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan
kerja sama antardaerah. 

Kedua, memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi lewat
penyelenggaraan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021 dengan tema
mendorong peningkatan peran UMKM pangan lewat optimalisasi digitalisasi untuk mendukung
pemulihan ekonomi dan stabilitas harga pangan. 

Ketiga, memperkuat sinergi antar Kementerian/Lembaga (K/L) dengan dukungan pemerintah daerah
dalam rangka menyukseskan program kerja TPIP 2021. 

Keempat, memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi, antara lain lewat
program food estate, serta menjaga kelancaran distribusi melalui optimalisasi infrastruktur dan upaya
penanganan dampak bencana alam. 

Kelima, menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam rangka program ketersediaan
pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) untuk mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan
kegiatan masyarakat (PPKM). 
Ke depan, pemerintah dan BI baik di pusat maupun daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat
sinergi agar inflasi IHK tetap terjaga. 

Upaya tersebut diharapkan makin mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai bagian dari
pelaksanaan program PEN. Inflasi yang rendah dan stabil diharapkan mampu mendukung pemulihan
ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Sumber : https://nasional.kontan.co.id/

- MANAJEMEN

1. Jelaskan tipe keputusan

a Keputusan terprogram, serta berikan contoh nyata

b.Keputusan tidak terprogram, serta berikan contoh sesuai pengalaman pribadi

2. Jelaskan peramalan dengan metode:

a. Kuantitatif

b. Kualitatif

Berikan sumber/ referensi (dari buku BMP, Jurnal ilmiah, situs/web resmi, bukan dari blogspot atau
wordpress)!

1. Jelaskan tipe keputusan

a. Keputusan terprogram

Merupakan keputusan yang terstruktur atau yang muncul berulang-ulang atau

keduanya, karena keputusan tesebut berulang biasanya organisasi mempunyai

kebijakan, aturan, atau prosedur yang dipakai untuk memberik arahaan bagaimana

keputusan dibuat/diambil.

b. Keputusan tidak terprogram

Merupakan keputusan yang tidak terstruktur, jarang muncul atau keduanya.

Keputusan tersebut berasal dari masalah yang luar biasa atau tidak biasa muncul,
karena hal tersebut maka tidak ada pedoman yang cukup terperinci untuk

menangani masalah tersebut.

2. Jelaskan pengambil keputusan dengan metode:

a. Kuantitatif

Metode kuantitatif menggunakan data angka (kuantitatif) utuk memperkirakan

kondisi masa mendatang, terdapat dua jenis metode kuantitatif time series

(mengasumsikan masa lalu akan memperngaruhi masa mendatang tanpa pengaruh

dari luar) dan casual forecasting/sebab akibat (keadaan masa mendatang di

pengaruhi faktor-faktor lain).

b. Kualitatif

Metode kualitatif menggunakan pertimbangan serta pengetahuan dan pengalaman

individu atau kelompok, bukan mengunakan analisis matematika yang canggih,

terdapat beberapa jenis metode dalam metode kualitatif, antara lain :

 Metode pendapat kelompok Eksekutif

 Metode Delphi

 Sales-force-composition

 Analisis multikriteria atau analisis multiatribut

 Evaluasi pelanggan

sumber : Buku Materi Pokok EKMA 4116 Manajemen/ hal 4.3 s/d 5.20

JAWAB :

- MANAJEMEN OPERASI
Pada Modul 5 dari BMP halaman 5.17 dinyatakan bahwa kondisi permintaan deterministik
sulit ditemukan dalam praktek, sehingga model probabilistik dinilai sebagai perbaikan atas
kondisi tersebut. Sampaikan argumentasi anda yang menjelaskan maksud dari pernyataan
tersebut.
Saya sangat menghargai argumen yang anda berikan, dengan catatan argumen tersebut orisinil
dan bukan hasil copy-paste dari jawaban rekan mahasiswa yang lain.

Selamat berdiskusi.

Pada dasarnya model deterministik dan model probabilistik mempunyai tujuan yang sama yaitu
menentukan berapa banyak unit bahan baku atau produk akhir yang harus dipesan dengan biaya total
minimal. Model persediaan deterministik terdiri atas model kuantitas pemesanan dasar, model diskon
kuantitas, dan model kuantitas pemesanan produksi, dimana semua model tersebut mengasumsikan
bahwa permintaan suatu produk tetap/ konstan dan tertentu. Menurut pendapat saya, hal tersebut jelas
sulit dan jarang ditemukan implementasinya dalam praktik di perusahaan karena permintaan terhadap
produk cenderung berubah-ubah/ tidak pasti karena berbagai faktor dan kondisi di pasar. Oleh karena
itu, adanya model probabilistik dapat menjadi penyempurnaan sekaligus perbaikan atas keterbatasan
kondisi permintaan deterministik yang sulit ditemukan dalam praktik di perusahaan. Model
probabilistik mengakomodir kondisi permintaan yang tidak pasti jumlahnya (tidak konstan). Model
probabilistik mengisyaratkan adanya probabilitas terjadinya permintaan barang dengan
mengasumsikan adanya persediaan pengaman untuk mencegah atau menghindari terjadinya
kehabisan persediaan dengan memperhitungkan titik pemesanan kembali (reorder point). Adanya
waktu pemesanan kembali dalam model probabilistik tersebut merupakan salah satu model manajemen
persediaan terbaik untuk mengatasi kondisi permintaan barang yang cenderung tidak pasti jumlahya/
tidak konstan sebagaimana praktik nyata di pasar/ perusahaan pada umumnya

Pada dasarnya model deterministik dan model probabilistik mempunyai tujuan yang sama yaitu
menentukan berapa banyak unit bahan baku atau produk akhir yang harus dipesan dengan biaya total
minimal yakni biaya pesan dan biaya simpan serta harga bahan baku atau produk jadi untuk model
persediaan yang menggunakan diskon kuantitas. Model deterministik terbagi menjadi tiga model : a.
Model kuantitas pemesanan dasar : model pemesanan bahan baku atau material optimal yang
meminimalkan biaya persediaan total. Sasaran model persediaan pada dasarnya adalah meminimalkan
biaya total persediaan yang meliputi biaya simpan dan biaya pesan. b. Model diskon kuantitas Model ini
pada umumnya diberikan kepada perusahaan yang memesan bahan baku dalam jumlah besar kepada
pemasok. c. Model kuantitas pemesanan produksi Model ini digunakan apabila bahan baku diproduksi
secara simultan dengan pembuatan produk akhir. Tujuan model deterministik dan model probabilistik
adalah menentukan beberapa unit bahan baku atau produk akhir yang harus dipesan dengan biaya
total minimal. Biaya total tersebut meliputi biaya pesan dan biaya simpan serta bahan baku atau produk
jadi untuk model persediaan yang menggunakan diskon kuantitas. Kondisi permintaan deterministik
sulit ditemukan dalam praktek, sehingga model probabilistik dinilai sebagai perbaikan atas kondisi
tersebut. Maksudnya adalah model kuantitas pemesanan optimal dasar dengan kuantitas ataupun
model pemesanan kuantitas produksi yang telah dibahas sebelumnya menggunakan asumsi bahwa
permintaan produk konstan dan tertentu. lalu kondisi permintaan deterministik sangat sulit ditemukan,
sehingga model deterministik yang menggunakan asumsi yang konstan, baik dalam jumlah maupun
harga dirasakan sebagai keterbatasan model tersebut.

Pada Modul 5 dari BMP halaman 5.17 dinyatakan bahwa kondisi permintaan deterministik sulit
ditemukan dalam praktek, sehingga model probabilistik dinilai sebagai perbaikan atas kondisi tersebut.
Sampaikan argumentasi anda yang menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut. Selamat siang
rekan-rekan sekalian, berikut saya sampaikan tanggapan saya: Bahwa dalam praktiknya, pemesanan
kuantitas produksi pada umumnya tidak konstan dan cenderung terjadi perubahan yang tidak sedikit,
termasuk dalam hal jumlah maupun harga. Sehingga asumsi bahwa permintaan produk konstan dan
tertentu sebagaimana asumsi pada kondisi permintaan deterministik menjadi sebuah kekurangan dan
keterbatasan model deterministik. Sedangkan model probabilistik muncul dengan mengakomodasi
apabila permintaan tidak pasi jumlahnya atau tidak konstan. Dalam hal ini, di dalam model
probabilistik, diperlukan persediaan pengaman untuk mencegah atau menghindari terjadinya
kehabisan persediaan. Hal ini lah yang menempatkan model probabilistik menjadi model yang
dipandang sebagai perbaikan atas kondisi keterbatasan model deterministik. Demikian tanggapan saya,
terima kasih. Kondisi permintaan deterministik adalah model permintaan kuantitas produksi yang
mengasumsikan bahwa permintaan suatu produk tetap konstan dan tertentu. Menurut saya hal
tersebut jelas susah ditemukan dalam dunia praktik karena permintaan akan produk akan terus
berubah-ubah karena berbagai faktor. Oleh karena itu adanya model probabilistik dapat meminimalisir
atas keterbatasan kondisi permintaan deterministik tersebut. Model probabilistik mengisyaratkan
adanya probabilitas terjadinya permintaan barang dengan mengasumsikan adanya persediaan
pengaman untuk mencegah atau menghjindari terjadinya kehabisan persediaan dengan menghitung
titik pemesanan kembali. Adanya waktu pemesanan kembali tersebut merupakan salah satu manajemen
persediaan terbaik untuk mengatasi kondisi permintaan barang yang tidak pasti jumlahya/ tidak
konstan.

- Pada dasarnya model deterministik dan model probabilistik mempunyai tujuan yang sama

yaitu menentukan berapa banyak unit bahan baku atau produk akhir yang harus dipesan

dengan biaya total minimal.

Model persediaan deterministik terdiri atas model kuantitas pemesanan dasar, model diskon

kuantitas, dan model kuantitas pemesanan produksi, dimana semua model tersebut
mengasumsikan bahwa permintaan suatu produk tetap/ konstan dan tertentu. Menurut

pendapat saya, hal tersebut jelas sulit dan jarang ditemukan implementasinya dalam praktik di

perusahaan karena permintaan terhadap produk cenderung berubah-ubah/ tidak pasti karena

berbagai faktor dan kondisi di pasar. Oleh karena itu, adanya model probabilistik dapat

menjadi penyempurnaan sekaligus perbaikan atas keterbatasan kondisi permintaan

deterministik yang sulit ditemukan dalam praktik di perusahaan. Model probabilistik

mengakomodir kondisi permintaan yang tidak pasti jumlahnya (tidak konstan). Model

probabilistik mengisyaratkan adanya probabilitas terjadinya permintaan barang dengan

mengasumsikan adanya persediaan pengaman untuk mencegah atau menghindari terjadinya

kehabisan persediaan dengan memperhitungkan titik pemesanan kembali (reorder point).

Adanya waktu pemesanan kembali dalam model probabilistik tersebut merupakan salah satu

model manajemen persediaan terbaik untuk mengatasi kondisi permintaan barang yang

cenderung tidak pasti jumlahya/ tidak konstan sebagaimana praktik nyata di pasar/

perusahaan pada umumnya.

- Pada dasarnya model deterministik dan model probabilistik mempunyai tujuan yang sama

yaitu menentukan berapa banyak unit bahan baku atau produk akhir yang harus dipesan

dengan biaya total minimal yakni biaya pesan dan biaya simpan serta harga bahan baku atau

produk jadi untuk model persediaan yang menggunakan diskon kuantitas.

Model deterministik terbagi menjadi tiga model :

a. Model kuantitas pemesanan dasar : model pemesanan bahan baku atau material optimal

yang meminimalkan biaya persediaan total.

Sasaran model persediaan pada dasarnya adalah meminimalkan biaya total persediaan

yang meliputi biaya simpan dan biaya pesan.

b. Model diskon kuantitas

Model ini pada umumnya diberikan kepada perusahaan yang memesan bahan baku dalam
jumlah besar kepada pemasok.

c. Model kuantitas pemesanan produksi

Model ini digunakan apabila bahan baku diproduksi secara simultan dengan pembuatan

produk akhir.

 Tujuan model deterministik dan model probabilistik adalah menentukan beberapa unit bahan

baku atau produk akhir yang harus dipesan dengan biaya total minimal. Biaya total tersebut

meliputi biaya pesan dan biaya simpan serta bahan baku atau produk jadi untuk model

persediaan yang menggunakan diskon kuantitas.

Kondisi permintaan deterministik sulit ditemukan dalam praktek, sehingga model probabilistik

dinilai sebagai perbaikan atas kondisi tersebut. Maksudnya adalah model kuantitas pemesanan

optimal dasar dengan kuantitas ataupun model pemesanan kuantitas produksi yang telah

dibahas sebelumnya menggunakan asumsi bahwa permintaan produk konstan dan tertentu. lalu

kondisi permintaan deterministik sangat sulit ditemukan, sehingga model deterministik yang

menggunakan asumsi yang konstan, baik dalam jumlah maupun harga dirasakan sebagai

keterbatasan model tersebut.

- Pada Modul 5 dari BMP halaman 5.17 dinyatakan bahwa kondisi permintaan

deterministik sulit ditemukan dalam praktek, sehingga model probabilistik dinilai

sebagai perbaikan atas kondisi tersebut. Sampaikan argumentasi anda yang

menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut.

Selamat siang rekan-rekan sekalian, berikut saya sampaikan tanggapan saya:

Bahwa dalam praktiknya, pemesanan kuantitas produksi pada umumnya tidak

konstan dan cenderung terjadi perubahan yang tidak sedikit, termasuk dalam hal

jumlah maupun harga. Sehingga asumsi bahwa permintaan produk konstan dan

tertentu sebagaimana asumsi pada kondisi permintaan deterministik menjadi sebuah

kekurangan dan keterbatasan model deterministik. Sedangkan model probabilistik


muncul dengan mengakomodasi apabila permintaan tidak pasi jumlahnya atau tidak

konstan. Dalam hal ini, di dalam model probabilistik, diperlukan persediaan

pengaman untuk mencegah atau menghindari terjadinya kehabisan persediaan. Hal

ini lah yang menempatkan model probabilistik menjadi model yang dipandang

sebagai perbaikan atas kondisi keterbatasan model deterministik.

Demikian tanggapan saya, terima kasih.

Kondisi permintaan deterministik adalah model permintaan kuantitas produksi yang

mengasumsikan bahwa permintaan suatu produk tetap konstan dan tertentu.

 Menurut saya hal tersebut jelas susah ditemukan dalam dunia praktik karena

permintaan akan produk akan terus berubah-ubah karena berbagai faktor. Oleh

karena itu adanya model probabilistik dapat meminimalisir atas keterbatasan kondisi

permintaan deterministik tersebut. Model probabilistik mengisyaratkan adanya

probabilitas terjadinya permintaan barang dengan mengasumsikan adanya

persediaan pengaman untuk mencegah atau menghjindari terjadinya kehabisan

persediaan dengan menghitung titik pemesanan kembali. Adanya waktu pemesanan

kembali tersebut merupakan salah satu manajemen persediaan terbaik untuk

mengatasi kondisi permintaan barang yang tidak pasti jumlahya/ tidak konstan.

- MANAJEMEN PEMASARAN

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti usia pembeli dan tahapan
siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri (Kotler dan
Amstrong, 2012). Ide utamanya adalah bahwa merek juga memiliki kepribadian, dan konsumen
cenderung memilih merek yang dianggap sesuai dengan kepribadian mereka (Kotler dan Amstrong,
2012).
1. Berikan salah satu contoh merek produk yang dianggap memiliki kepribadian konsumen!
Jelaskan mengapa demikian!
2. Konsumen sering melakukan perilaku pembelian yang mencari variasi (variety seeking) dalam
situasi dengan keterlibatan yang rendah tetapi perbedaan merek yang dirasakan sangat
signifikan. Dalam kasus seperti itu, konsumen sering kali banyak berganti-ganti merek produk.
Menurut anda faktor-faktor apa yang menyebabkan hal tersebut?

Gunakan konsep-konsep pemasaran yang telah anda ketahui dan pelajari. Jangan lupa cantumkan
sumber referensi anda dengan lebih jelas!

JAWAB :

 Shampoo Sampo (bahasa Inggris: Shampoo) adalah sejenis cairan, seperti sabun, yang berfungsi
untuk meningkatkan tegangan permukaan kulit (umumnya kulit kepala) sehingga dapat
meluruhkan kotoran (membersihkan). Kegiatan membersihkan kulit kepala dan rambut ini
disebut keramas Pada saat keramas, individu dianggap melakukan perawatan dengan mencuci
rambut dan kulit kepala agar bersih dari minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain yang
menempel dirambut seiring aktivitas yang dilakukannya.
 Apalagi sekarang banyak sekali beraneka ragam merk shampoo, ini merupakan kepribadian
konsumen, karna untuk kebutuhan jasmani, juga menjadi kebutuhan pokok konsumen.

Dalam Setiap individu tentu dalam membeli atau memilih suatu barang ditentukan oleh banyak faktor.
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ( Kotler dan Armstrong,
2004 : 200 ).
a.Faktor Budaya
Faktor budaya memiliki pengaruh yang terluas dan terdalam dalam perilaku konsumen. Pemasar perlu
memahami peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya, dan kelas sosial.
1)Budaya
Budaya merupakan penyebab dasar keinginan dan perilaku konsumen. Budaya adalah serangkaian
nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga
dan instansi penting lain.
2)Sub Budaya
Sub budaya adalah kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman
dan situasi kehidupan yang serupa. Sub Budaya meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok ras, dan
daerah geografis yang serupa.
3)Kelas Sosial
Kelas sosial adalah pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana
anggota-anggotanya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang serupa.
b.Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga, peran sosial,
dan status yang melingkupi konsumen tersebut.
1)Kelompok
Sikap dan perilaku konsumen banyak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kecil, baik itu secara
langsung maupun tidak langsung. Kelompok–kelompok adalah dua atau lebih sekelompok yang
berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama
2)Keluarga
Keluarga merupakan kelompok yang paling kecil dalam struktur kehidupan masyarakat yang perlu
diketahui karakteristik dan sifat-sifatnya oleh perusahaan atau pemasar, karena keluarga dapat
memberikan pengaruh yang kuat terhadap pembeli.
3)Peran dan Status Sosial
Sebuah peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang lain
yang ada di sekitarnya. Setiap peran membawa status yang menggambarkan penghargaan umum
terhadap peran tersebut oleh masyarakat. Maka pemasar perlu menyadari potensi produk yang menjadi
simbol dan status

c.Faktor Pribadi
1)Umur dan tahap siklus hidup, ini akan mempengaruhi selera dan konsumsi seseorang
2)Pekerjaan hal ini akan mempengaruhi barang dan jasa yang akan dibeli.
3)Situasi Ekonomi
Lingkungan ekonomi seseorangakan sangat berpengaruh terhadap barang dan jasa yang
dipertimbangkan dan dibeli oleh mereka. Situasi ekonomi seseorang meliputi pendapatan, tabungan,
dan kekayaan.
4)Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang tergambarkan pada kegiatan (pekerjaan, hobi, belanja,
olah raga, kerja sosial), minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan pendapat (tentang diri mereka
sendiri, isu-isu sosial, bisnis, produk). Gaya hidup menunjukkan seluruh pola kegiatan dan interaksi
seseorang di dunia. Seorang pemasar dapat mencari hubungan di antara suatu produk atau merek
dengan kelompok gaya hidup tertentu untuk mempersiapkan strategi pemasaran yang cocok dengan
produk yang dihasilkan.
5)Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian ini adalah karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang
responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten.
d.Faktor Psikologis
Pilihan pembelian dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama yaitu motivasi, persepsi
pembelajaran, serta kepercayaan dan sikap.
1)Motivasi
Suatu motif (dorongan) adalah suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong seseorang untuk
bertindak.
2)Persepsi
Persepsi adalah proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk
gambaran yang berarti tentang dunia. Orang yangmemperoleh rangsangan yang sama dapat
membentuk persepsi yang berbeda-beda.
3)Pembelajaran
Saat seseorang bertindak, mereka belajar. Pembelajaran menunjukkan perubahan perilaku seseorang
karena pengalaman. Proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen merupakan suatu proses belajar.
Maka sebelum melakukan proses pembelian, konsumen akan mempelajari sesuatu terlebih dahulu.
4)Keyakinan dan Sikap
Melalui bertindak dan belajar, orang-orang memperoleh kepercayaan dan pendirian yang kemudian
mempengaruhi perilaku pembelian mereka.

- Faktor kebutuhan
- Kepribadian merupakan sesuatu yang menggambarkan ciri khas (keunikan) seseorang yang
membedakan orang
tersebut dengan orang lain.
- Pengalaman,pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam
berperilaku.Pengalaman dapat
diperoleh dari semua perbuatannya dimasa lalu atau dapat pula dipelajari,sebab dengan belajar
seseorang
dapat memperoleh pengalaman.
- Gaya Hidup,adalah modus hidup,seperti ditunjukkan oleh aktivitas,minat,dan opini seseorang(Asseal
2004, p. 279-280),atau bagaimana seseorang hidup ( Hawkins, dkk., 2007,p.441).Dengna kata
lain,gaya hidup merupakan ola hidup seseorang untuk mencapai tujuan hidup,artinya bagaimana
seseorang menggunakan waktu dan uangnya.

Sumber : EKMA4216 Modul 4

- MANAJEMEN SDM
Para mahasiswa yang budiman, sebagai bahan diskusi keempat, jelaskan minimal 3 (tiga) teori motivasi
berkaitan dengan kompensasi.

Selamat Berdiskusi

Terima kasih

JAWAB :

Teori-teori Motivasi

Beberapa Teori Motivasi yang sering digunakan diantaranya adalah :

1. Teori Hierarki Maslow

Teori Hierarki ini dikemukakan oleh seorang psikolog yang bernama Abraham Maslow pada tahun
1943.  Teori ini mengemukakan 5 kebutuhan hidup manusia berdasarkan Hirarkinya yaitu mulai dari
kebutuhan yang mendasar hingga kebutuhan yang lebih tinggi. Teori ini kemudian dikenal dengan
Teori Maslow atau Teori Hirarki Kebutuhan. Hirarki kelima Kebutuhan tersebut diantaranya adalah :

 Kebutuhan Fisiologis (Physiological needs), yaitu kebutuhan terhadap makanan, minuman, air,


udara, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan Fisiologis
merupakan kebutuhan yang paling mendasar.

 Kebutuhan Keamanan (Safety needs), yaitu kebutuhan akan rasa aman dari kekerasan baik fisik
maupun psikis seperti lingkungan yang aman bebas polusi, perlindungan keselamatan dan
kesehatan kerja serta bebas dari ancaman.

 Kebutuhan Sosial (Social needs), yaitu kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Manusia
merupakan makhluk sosial, Setiap orang yang hidup di dunia memerlukan keluarga dan teman.

 Kebutuhan Penghargaan (Esteem needs), Maslow mengemukan bahwa setelah memenuhi


kebutuhan Fisiologis, Keamanan dan Sosial, orang tersebut berharap diakui oleh orang lain,
memiliki reputasi dan percaya diri serta dihargai oleh setiap orang.

 Kebutuhan Aktualisasi diri (Self-Actualization), Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tertinggi


menurut Maslow, Kebutuhan Aktualisasi diri adalah kebutuhan atau keinginan seseorang
untuk memenuhi ambisi pribadinya.

2. Teori ERG Alderfer


Pada tahun 1969, Clayton Alderfer mempublikasikan artikel tentang kebutuhan manusia yang berjudul
“An Empirical Test of a New Theory of Human Need ”. Teori tersebut merupakan Teori Alternatif
terhadap Teori Hirarki Maslow. Teori ini mengemukan Tiga kebutuhan Manusia yaitu :

 Kebutuhan Eksistensi (Existence needs) yaitu kebutuhan akan pemenuhan faktor fisiologis dan
Materialistis termasuk kebutuhan akan rasa aman.

 Kebutuhan Hubungan (Relatedness needs) yaitu kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan


orang lain.

 Kebutuhan Pertumbuhan (Growth needs) yaitu kebutuhan atau keinginan untuk bertumbuh


dan mencapai potensi diri secara maksmal.

Teori yang dikemukakan oleh Clayton Alderfer ini kemudian dikenal dengan Teori ERG Alderfer yaitu
singkatan dari Existance, Relatedness  dan Growth.

3. Teori Kebutuhan McClelland

Seorang Psikolog Amerika Serikat yang bernama David McClelland mengemukan hubungan antara
kebutuhan pencapaian, afiliasi dan kekuasaan pada akhir 1940-an.  Teori Kebutuhan McClelland
diantaranya adalah :

 Kebutuhan akan Pencapaian (need for achievement)

 Kebutuhan akan Afiliasi (need for affiliation)

 Kebutuhan akan kekuasaan (need for power)

4. Teori Motivator-Hygiene Herzberg

Frederick Herzberg adalah seorang Psikolog Amerika Serikat yang mengemukan Teori Motivator-
Hygiene Herzberg. Teori tersebut didapat dari penelitian terhadap 203 akuntan dan teknisi di area
Pittsburgh, Amerika Serikat. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan dua faktor yang berbeda yaitu
kepuasan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Teori Motivator-Hygiene Herzberg juga dikenal dengan
Teori Dua Faktor.

 Kepuasan bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan pengakuan, prestasi, tanggung jawab
yang memberikan kepuasan positif. Faktor ini sering disebut juga dengan Faktor Motivator.

 Ketidakpuasan bekerja, yaitu faktor yang berkaitan dengan gaji, keamanan bekerja dan
lingkungan kerja yang seringkali memberikan ketidakpuasan. Faktor ini sering disebut
dengan Faktor Hygiene.
5. Teori Harapan Vroom

Seorang professor Kanada yang bernama Victor Vroom pada tahun 1964 dalam bukunya yang berjudul
“Work and Motivation” mengemukan sebuah Teori Motivasi yang beranggapan bahwa orang-orang
termotivasi untuk melakukan sesuatu karena menginginkan suatu hasil yang diharapkan. Teori tersebut
kemudian dikenal dengan sebutan Teori Harapan atau Expectancy Theory.

Terdapat 3 konsep Teori Harapan Vroom, yaitu :

 Harapan (Expectancy), yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu usaha akan menghasilkan


kinerja tertentu. Effort (Usaha) → Performance (Kinerja).

 Instrumentally, yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu kinerja akan mendapatkan hasil
tertentu. Performance (Kinerja) → Outcome (Hasil)

 Valensi (Valence), yaitu  mengarah pada nilai positif dan negative yang dirujuk oleh orang-
orang terhadap sebuah hasil.

Teori evaluasi kognitif

Teori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan
ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat
motivasi secara keseluruhan. Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara

Teori penentuan tujuan

Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan
merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa
yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan.

Teori penguatan

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-
konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batinindividu dan hanya terpusat pada apa
yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan.

Teori Keadilan

Teori keadilan adalah teori bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan hasil pekerjaan
mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang lain, dan kemudian merespons untuk
menghilangkan ketidakadilan.
Teori harapan

Teori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu
bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakantersebut akan diikuti dengan hasil yang
ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.

- RISET OPERASI

Menurut Anda mengapa kita msih memperlajari linier programing dengan metode simplek sementara
kita sudah mempelajari LP dengan metode grafik!

Jawab :

Menurut saya mengapa LP dengan metode grafik….


Metode simpleks ini adalah suatu prosedur aljabar yang bukan secara
grafik untuk mencari nilai optimal dari fungsi tujuan dalam masalah-masalah
optimisasi yang terkendala. Metode simpleks merupakan sebuah metode
lanjutan dari metode grafik. Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan
manajemen yang memiliki variable keputusan cukup besar, sehingga untuk
menyelesaikannya dibutuhkan sebuah metode yang lebih kompleks yaitu dengan
menggunakan program komputer atau menggunakan metode simpleks. Maka dari itu, pendekatan
yang kita sebut metode simpleks untuk memecahkan masalah yang memiliki variabel lebih dari
dua. Metode simpleks atau sering disebut metode simpleks tabel karena memiliki tabel dalam mencari
pemecahan optimal. metode ini rumit tetapi penggunaannya lebih luas karena dapat dipakai untuk
memecahkan masalah yang memiliki dua aktivitas atau lebih.

Anda mungkin juga menyukai