Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN GERONTIK

ASUKAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN GANGGUAN KEAMANAN,


KENYAMANAN, DAN MOBILISASI

DISUSUN OLEH
AINUL FITRI 1711312008

FAKULTAS KPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2020
FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

A. PENGKAJIAN
Hari/ Tgl :Kamis/24 September 2020
Jam :14.00
Nama Mhs :Ainul Fitri

1. Identitas
a. Nama :NY N
b. Tempat /tgl lahir :Kampung Ladang 07 Juni 1960
c. Jenis Kelamin :Perempuan
d. Status Perkawinan :Kawin
e. Agama :islam
f. Suku :minang

2. Riwayat Pekerjaan dan Status Ekonomi


a. Pekerjaan saat ini :tidak bekerja
b. Pekerjaan sebelumnya :tidak ada
c. Sumber pendapatan : suami
d. Kecukupan pendapatan :cukup

3. Lingkungan tempat tinggal


a. Kebersihan dan kerapihan ruangan :rapi dan bersih

b. Penerangan :cukup

c. Sirkulasi udara :setiap ruangan memiliki jendela dan


ventilasi yang cukup besar

d. Keadaan kamar mandi & WC :bersih

e. Pembuangan air kotor :disaluran yang mengarah ke tempat


pembuangan ang disediakan

f. Sumber air minum :air sumur

g. pembuangan sampah :ada dibelakang rumah dan dibakar setelah


ditumpukkan
h. sumber pencemaran :sampah rumah tangga

4. Riwayat Kesehatan
a. Status Kesehatan saat ini :nyeri pada lutut kanan
b. Keluhan utama dalam 1 tahun terakhir:susah berjalan
c. Gejala yang dirasakan :nyeri pada lutut kanan terasa sakit jika
ditekuk
d. Faktor pencetus :jika beraktvitas /berjalan
e. Timbulnya keluhan : ( ) Mendadak (V ) Bertahap
f. Upaya mengatasi : dengan istirahat
g. Pergi ke RS/Klinik pengobatan/dokter praktek/bidan/perawat :Klinik pengobatan
h. Mengkomsumsi obat-obatan sendiri ?, obat tradisional :Obat ObatanResep Dokter

a. Riwayat Kesehatan Masa Lalu

a. Penyakit yang pernah diderita :Hipertensi

b. Riwayat alergi ( obat, makanan, binatang, debu dll ) :tidak ada

c. Riwayat kecelakaan :tidak ada

d. Riwayat pernah dirawat di RS :belum


e. Riwayat pemakaian obat : sering mengonsumsi obat tradisional

5. Pola Fungsional
a. Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan
Klien mengatakan bahwa sehat itu penting dan perlu dijaga dengan melakukan aktivitas
untuk menunjang kesehatan
b. Nutrisi metabolik
a. Frekuensi makan :2 kali sehari
b. nafsu makan :baik
c. jenis makanan :lauk, sayur dan nasi
d. makanan yg tdk disukai :daging, hati
e. alergi thdp makanan :tidak ada
f. pantangan makanan :makanan yang bersantan
g. keluhan yg berhubungan dengan makan :sakit kepala memakan makanan
yang berlemak

c. Eliminasi
BAK
a. Frekuensi & waktu :cukup & 3 kali sehari
b. kebiasaan BAK pada malam hari :tidak sering
c. keluhan yang berhubungan dengan BAK :tidak ada
BAB
d. Frekuensi & waktu : 1 kali sehari
e. Konsistensi :padat
f. keluhan yang berhubungan dg BAB :tidak ada
g. pengalaman memakai pencahar :tidak pernah

d.Aktifitas Pola Latihan


a. Rutinitas mandi :2 kali sehari
b. kebersihan sehari-hari :baik
c. aktifitas sehari- hari :membanttu pekerjaan rumah
d. apakah ada masalah dengan aktifitas :ada
e. kemampuan kemandirian :sendiri terkadang dibantu anak

e.Pola istirahat tidur


a. Lama tidur malam :8 jam
b. tidur siang :2 jam
c. keluhan yang berhubungan dengan tidur :klien sulit tidur terkadang suka
tebangun dimalam hari
f.Pola Kognitif Persepsi
a. Masalah dengan penglihatan :terganggu , kabur dan pakai
kacamata
b. Masalah pendengaran :normal

c. Kesulitan membuat keputusan :tidak


g.Persepsi diri-Pola konsep diri
a. Bagaimana klien memandang dirinya :klien mnyadari dirinya dengan
bertambahnya usia maka menurunya fungsional tubuhnya

b. bagaimana persepsi klien tentang orang lain mengenai dirinya:keluarga


memahami kondisi pasien
h.Pola Peran-Hubungan
a. Peran ikatan :ibu kandung
b. Kepuasan :puas
c. hubungan perkawinan :sebagai istri dan ibu
i.Sexualitas
a. Masalah :tidak ada masalah
j.Koping-Pola Toleransi Stress
a. Penyebab stress pada lansia :jika ekonomi keluargaa sedang
sulit
b. bagaimana penanganan terhadap masalah:meminta bantuan ke saudara
k.Nilai-Pola Keyakinan
a. spirituality : menganut agama islam, taat
beribadah percaya dengan bahwa Allah swt Maha pengasih dan maha
penyayang

6.Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum :compos mentis
b. TTV :120/80
c. BB/TB :68kg/158cm
Kepala
a.Rambut :sudah memutih
b. Mata :tidak jernih
c. Suhu :36.6 C
d. Nadi :80 kali permenit
e. RR :24 kal permenit
diagnosa SLKI SIKI
a. Hambatan mobilitas fisik 1. mobilitas fisik
Dukungan Ambulasi
berhubungan dengan  pergerakan ektremitas
(I.06171)
gangguan kekuatan otot rntang
1. Identifikasi adanya
musculoskeletal ferak (ROM) level 5
nyeri atau keluhan
 nyeri level 5
penyebab fisik lainnya
 kaku sendi level 5
2. Identifikasi toleransi
1. Penurunan kekuatan,  gerakan terbatas level
fisik melakukan
kendali dan massa 5
ambulasi
otot  kelemahan fisik level
3. Monitor frekuensi
2. Ketidaknyamanan 5
jantung dan tekanan
3. Intoleransia aktivitas 2. keseimbangan
darah sebelum
dan penurunan
 kemampun bangkut
memulai ambulasi
kekuatan dan
dari tempat duduk
4. Monitor kondisi
ketahanan
level 5
uum selama
4. Kaku sendi atau
 keseimbangan saat
melakukan ambulasi
kontraktur
berdiri level 5
5. Fasilitasi aktifitas
5. Defisiensi
 keseimbangan saat ambulasi dengan alat
pengetahuan tentang
berjalan level bantu (tongkat,kruk)
nilai aktivitas fisik
6. Fasilitasi
6. Kurang dukungan
menggunakan
lingkungan fisik atau
mobilisasi fisik
sosial
7. Jelaskan tujuan dan
7. Hilangnya integritas
prosedur ambulasi
struktur tulang
8. Anjurkan melakukan
8. Gangguan
amvulasi dini
muskuloskeletal
9. Libatkan keluarga
untuk membantu
Gejala dan tanda
pasien meningkatkan
1 mengeluh sulit
ambulasi
menggerakkan
10. Anjurkan ambulasi
ektremitas
sederhana yang
2 kekuatan otot
harus dilakukan
menurun
3 rentang gerak (berjalan dari tempat
room menurun tidurke kursi roda,
4 nyeri saat berjalan dari tempat
bergerak tidur ke kamar
5 sendu kaku mandi, berjalan
sesuai toleransi).
gerakan terbatas
Dukungan mobilisasi
(I.05173)
1. Identifikasi adanya
nyeri atau keluhan
fisik lainnya
2. Identifikasi toleransi
fisik melakukan
pergerakan
3. Monitor frekuensi
antung dan tekanan
darah sebelum
memulai mobilisasi
4. Monitor kondisi
umum selama
melakukan
mobilisasi
5. Fasilitasi aktivitas
mobilisasi dengan
alat bantu (pagar
tempat tidur)
6. Fasilitas melakukan
pergerakan jika
perlu
7. Libatkan keluarga
untuk membantu
pasien meningkatkan
pergerakan
8. Jelaskan tujuan dan
prosedur mobilisasi
9. Anjurkan melakukan
mobilisasi dini
10. Anjurkan mobilisasi
sederhana yang
harus dilakukan
(duduk ditempat
tidur, pindah dari
tempat tidur ke kursi

Intoleransi aktivitas 1. Toleransi Aktivitas Manajemen energi I.05178


berhubungan dengan  Saturasi oksigen level 5 1. Identikasi fungsi
kelemahan dan imobilisasi  Frekuansi nadi level 5 tubuh yang

 Kemudahan dalam mengakibatkan


Gejala dan tanda melakukan aktivitas sehari kelelahan
1. Mengeluh lelah hari level 5 2. Monitor kelelahan
2. Frekuensi jantung  Jarak berjakan level 5 fisik dan emosional
meningkat  Kekuatan tubuh bagian 3. Monitor lokasi
3. Dispnea saat setelah atas level 5 ketidaknyamanan
aktivitas dalam melakukan
 Kekuatan tubuh bagian
4. Merasa tidak aktivitas fisik
bawah level 5
nyaman setelah 4. Sediakan lingkungan
 Toleransi dalam menaiki
beraktivitas yang nyaman dan
tangga level 5
5. Merasa lemah mencegah stimulus
 Keluhan lelah saat
Penyebab 5. Lakukan latihan
beraktivitas level 5
1. Ketidak seimbangan rentang gerak
2. Ambulasi
suplai kebutuhan aktif/pasif
 Menopang berat badang
oksigen 6. Berikan aktivitas
level 5
2. Tirah baring distraksi ag
 Berjalan dengan langkah
3. Kelemahan menenangkana
yang efektif level 5
4. Imobilisasi 7. Anjurkan melakukan
 Berjalan dengan langka
aktivitas secara
sedang level 5
bertahap
 Nyeri saat berjalan level 5
8. Anjurkan strategi
 Kekakuan persendian level 5 mengurangi koping
 Perasaan khawatir saat mengurangi
berjalan level 5 kelelahan
3. Tingkat keletihan Terapi aktivitas I.0518
 Verbalisasi kepulihan energi 1. Identiikasi defisit
level 5 tingkat aktivitas

 Kemampuan melakukan 2. Identikasi

aktivitas rutin level 5 kemampuan

 Motivasi level 5 berpartisipas dalam


aktivitas tertent
 Sakit kepala level 5
3. Fasilitasi fous pada
 Verbalisasi lelah level 5
kemampuan, bukan
defisit yang dialami
4. Koordinasi
pemilihan aktivitas
sesuai usia
5. Libatkan keluarga
kija perlu
6. Jelaskan metode
aktivitas fisik sehari
hari
7. Anjurkan melakukan
aktivitas fisik, sosial,
spiritual dan kognitif
dalam menjaga
fungsi

Implementasi
Mengajarkan kepada pasien cara berjalan dengan bantuan tongkat dan walker.
Cara penggunaan walker
Walker adalah alat bantu untuk berjalan yang sangat ringan dan mudah
dipindahkan, setinggi pinggang, terbuat dari pipa logam dan mempunyai 4
penyangga yang kokoh. Digunakan untuk pasien penyakit arthirits, khususnya
dilutut dan pinggang, atau mengalami gangguan keseimbangan yang moderat.
1. Posisi berdiri keduduk
a. Mundur hingga kaki bagian belakang menyentuh tepi kursi
b. Pegang pegangan tangan pada kursi dengan memindahkan tangan satu
persatu
c. Duduk secara perlahan
2. Posisi duduk ke berdiri
a. Bergeser hingga ketepi ujung kursi
b. Pegang pegangan tangan pada kursi dengan memindahkan tangan satu
persatu
c. Berdiri secara perlahan
3. Berjalan
a. Majukan walker dengan jarak 30 cm atau semampunya didepan kaki
sampai ujung belakang walker sejajar dengan jari kaki
b. Lahkahkan satu kaki hingga ketengah tengah walker lalu diikuti kaki lainya

Tongkat
Jenis tongkat yang sering digunakan lansia adalah tongkat sederhana,tongkat
dengan 4 titik sentuh(quad cane),dan tongkat dengan 3 titik sentuh (tripod
cane). Mengajarkan dan bantu pasein dalam proses berpindah (misalnya; dari
tempat tidur ke kursi).
Cara memposisikan danmemegang tongkat
a. Tongkat harus selalu berada disisi yang berlawanan dari kaki yang sakit
b. Saat sedang berdiri lurus,bagian atas atau pegangan tongkatharus mencapai
lipatan dari pergelangantangan pasien
c. Saat pasien memeganga tongkat, seharusnya membentuk sudut 20 derajat pada
siku tangan
d. Tongkat harus selalu diletakkan sekitar 6 inchi dari tubuh
e. Sebelum pasiem memulai berjalan, pastikat tubuh stabil
f. Geakkan tongkat kedepan dalam jarak pendek, pastikananda menjaga tongkat
berjalan sekian ichi dari samping
g. Melangkah kedepan menggunakankaki yang sakit/lebih lemah terlebih dahulu
h. Pusatkan beba tubuh pada tongkat
i. Kemudian melangkahkan menggunakan kaki anda yang lebih kuat
Cara naik dan turun tangga
a. Untuk menaiki tangga, berikan tekanan pada tongkat
b. Melangkah dengan kaki yang lebih kuat, atau tidak sakit
c. Lalu melangkahlah naik dengan langkah yang sama
d. Untuk menuruni tangga,taruh tongkat anda turun satu anak tangga
e. Melangkah dengan kaki yang lemah terlebih dahulu
f. Lalu turunlah satu langkah menggunakan kaki yang tidak sakit
g. Jika anda memiliki pegangan tangga, vepeganglah dengan tangan anda yang
satunya
Ingat:naik dengan kaki yang sehat, turun dengan kaki yang lemah
Cara duduk dikursi
a. Mundurlah hingga bagian belakang kaki menyentuh kursi
b. Jika anda menggunakan quad cane, maka penggang gagang tongkat dengan
kedua tangan, atau tempatkan kedua tangan pada pegangan atau dudukan
kursinya
c. Duduklah perlahan lahan
d. Jika anda menggunakan tongkat standar, maka pegang tongkat dengan satu
tangan, dan pegang sandaran kursi dengan tangan satunya
e. Duduklah dengan perlahan
Cara bagkit dari kursi
a. Jika anda memiliki tongkat standar,maka peganglah gagang tongkat dengan
satu tangan, sambil mendorong tubuh dengan bantuan sandaran tangan dikursi
b. Selalu perhatikan kestabilan kursinya, hindari duduk pada kusi plastik, karna
relatif kurang kokoh
c. Begitu anda duduk dibangku, letakkan tongkat didekat anda
 Pastikan tongkat anda dalam kondisi bagus
 Hindari karpet gulung,dan lantai polos
 Berhati hatilah berjalan di permukaan basah atau licin
 Ketika berjalan baik turun tangga , atau ditempat yang miring,disarankan
mengajak pendampingatau seorang anggota keluarga.
 Merujuk pasien keahli terapi fisik untuk progam latihan.
 Memberikan penguatan positif selama aktivitas

Evaluasi
S :Pasien bisa mengikuti langkah langkah berjalan dengan alat bantu
tongkat atau walker
O :pasien tampak mengikuti langkah langkah yang I arahkan perawat
A :masalah belum teratasi

P :Intervensi diteruskan dan ditindaklanjuti