Anda di halaman 1dari 27

BUDAYA KERJA SMK

TIM BUDAYA KERJA


LATAR BELAKANG

• SMK menjadi salah satu ujung tombak penyiapan


tenaga kerja muda andalan Indonesia. Untuk itu SMK
harus menyiapkan lulusan yang kompeten, siap
memasuki dunia usaha dan dunia
industri,berkarakter unggul dan berorientasi
membangun karier masa depannya yang lebih baik.
Karakter unggul menjadi modal utama lulusan SMK
dalam meraih kesuksesan personal, karier dan sosial.
Oleh karena itu pendidikan karakter mutlak
diterapkan di SMK.
Lanjutan

• Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 dinyatakan bahwa
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung-jawab.
• Pendidikan kejuruan merupakan pendidikam menengah
yang menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja
dalam bidang tertentu.
DASAR HUKUM
• Dasar hukum dan referensi dalam implementasi program
Penguatan Budaya
• Kerja Peserta Didik SMK adalah sebagai berikut:
• 1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
• 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen.
• 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah.
• 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
• 5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
• 6. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi
Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan
Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.
Lanjutan DH

• 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 87 Tahun 2017


Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
• 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun
2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan.
• 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22
Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015–2019.
• 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23
Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
• 11. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penguatan
Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal.
• 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan
Implementasi Penguatan Budaya Kerja Peserta Didik SMK

• Reorientasi program yang diarahkan pada


proses pengembangan pendidikan secara
berkelanjutan (development for sustainable
education) memiliki desain kurikulum
tersendiri yang tentunya sangat implementatif
berdasarkan kebutuhan umum serta khusus
SMK dan juga bidang serta program
keahliannya masing-masing.
Lanjutan

• Proses penerapan kurikulum berkelanjutan ini akan


berlangsung sepanjang usia sekolah peserta didik di
SMK nya masingmasing.
• Sehingga kurikulum pun dirancang secara dinamis
agar kebutuhan pengajaran, penerapan dan
penguatan karakter kerja yang diharapkan dapat
sesuai dan selaras dengan tuntutan, baik tuntutan
program maupun tuntutan pasar kerja dunia usaha
dan dunia industri (DU/DI).
Tahapan Implementasi
Penguatan Budaya Kerja Peserta Didik SMK
TUJUAN
Menganalisis “Pembentukan Karakter Kerja Guru
Produktif SMK” pada sekolah sesuai dengan program
keahlian masing-masing.

10
MATERI

Pendahuluan
Pembentukan
Karakter
Kerja Pembentukan
Karakter
Kerja
KARAKTER

BAWAAN DIBENTUK
Karakter dan Karakter Kerja
Karakter Tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi
pekerti
Etika kerja, rasa keingintahuan,
sifat dapat dipercaya, disiplin diri,
kejujuran, komitmen, tanggung
jawab, respek terhadap diri sendiri
dan orang lain, toleransi, kerja
keras, hubungan kerja yang baik,
Karakter integritas, perilaku yang baik,
Kerja komunikasi, kegigihan, motivasi
kerja tinggi, kerjasama yang baik,
inisiatif, keberanian, moral,
kerajinan, daya adaptasi,
pengendalian diri, pembelajar yang
cepat, keinginan untuk belajar hal-
hal yang baru, kemampuan cara
belajar, keluwesan, dan
kewirausahaan (Slamet, 2011)
Mengenal Karakter
Nilai Karakter Implementasi
Kerja
Tanggung Nilai karakter ini ditanamkan melalui pembiasaan,
jawab menunjukkan kerja yang sungguh-sungguh akan tugas
yang diberikan

Mandiri Mampu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan tanpa


memiliki rasa ketergantungan kepada orang lain

Kepemimpinan Dilatihkan melalui pendidikan dasar kepemimpinan,


dilatih memimpin dari teman-temanya

Kedisiplinan Taat dan patuh terhadap peraturan yang ada, antara


lain datang tepat waktu, ketepatan waktu
menyelesaikan tugas, serta bekerja sesuai dengan
mekanisme yang telah ditentukan
Kejujuran Menerapkan aturan yang ketat, dilarang menukar
barang hasil kerja

Kerja keras Ditunjukkan dengan hasil kerja yang maksimal. Hampir


sepanjang bekerja tidak ada waktu untuk duduk
ataupun santai

Keuletan Karakter ini dilatih untuk mengerjakan terus menerus


agar memiliki fisik kuat, pantang menyerah dan memiliki
semangat kerja yang kuat

Kerjasama Mampu bekerja sama secara tim untuk mendapatkan


hasil secara optimal
Loyalitas Dilatih untuk bekerja semaksimal mungkin serta patuh
terhadap peraturan

Toleransi Memiliki rasa saling menghormati sesama teman

Proaktif Mampu mengambil inisiatif dan aktif

Komunikasi Mampu menjalin komunikasi dengan lancar, ramah,


sopan
Kompetensi Abad 21
Tantangan Revolusi Industri 4.0
Dimensi dan elemen
Profil Pelajar Pancasila
Beriman, Berkebinekaan Bergotong royong Mandiri Bernalar Kritis Kreatif
bertakwa kepada Global
Tuhan YME, dan
berakhlak mulia

Akhlak beragama Mengenal dan Kolaborasi Pemahaman diri dan Memperoleh dan Menghasilkan
menghargai budaya situasi memproses gagasan yang
Akhlak pribadi Kepedulian informasi dan orisinal
Komunikasi dan Regulasi diri gagasan
Akhlak kepada interaksi antar Berbagi Menghasilkan karya
manusia budaya Menganalisis dan dan tindakan yang
Akhlak kepada alam mengevaluasi orisinal
Refleksi dan penalaran
Akhlak bernegara tanggung jawab Memiliki keluwesan
terhadap Merefleksi dan berpikir dalam
pengalaman mengevaluasi mencari alternatif
kebinekaan pemikirannya sendiri solusi permasalahan

Berkeadilan sosial
Gambaran Penerapan
Profil Pelajar Pancasila di
SMK Intrakurikuler
Profil Pelajar Pancasila adalah Muatan Pelajaran
karakter dan kemampuan yang Kegiatan/pengalaman
dibangun dalam keseharian dan
belajar.
dihidupkan dalam diri setiap
individu pelajar melalui budaya Beriman,
sekolah, pembelajaran bertakwa kepada

Projek Penguatan Profil


Tuhan Yang Maha
intrakurikuler, Projek Penguatan Esa, berakhlak
Profil Pelajar Pancasila dan Budaya mulia

Kerja, maupun ekstrakurikuler.


Pelajar Pancasila dan
Mandiri Berkebinekaan
global Budaya Kerja
Pelajar
Indonesia
Projek Lintas Disiplin Ilmu
Sekolah Berbudaya yang kontekstual dan
Kerja Bernalar kritis Bergotong
berbasis pada kebutuhan
royong dunia kerja dan masyarakat
Iklim sekolah, kebijakan, pola
Kreatif
interaksi dan komunikasi, serta Ekstrakurikuler
norma yang berlaku di sekolah
sesuai dengan standar dunia kerja. Kegiatan untuk
mengembangkan minat
dan bakat.

25
Lembar Kerja

Analisis “Pembentukan Karakter Kerja Guru


Produktif SMK”
• Buatlah kelompok sesuai program keahlian
masing-masing.
• Setelah Anda memahami pembentukan karakter
kerja, lakukan analisis karakter kerja yang mana
yang sesuai dengan program keahlian yang ada
pada sekolah Anda?
• Presentasikan hasil kerja kelompok
Terima Kasih