Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MUH.

MAHFUD B
NIM : 043140401
TUGAS : PENGANTAR ILMU HUKUM

1. Pada hakikatnya, sumber hukum dibagi menjadi sumber hukum materiil dan sumber
hukum formil. Sumber hukum materiil merupakan faktor-faktor yang dianggap dapat
membantu pembentukan hukum. Coba jelaskan menurut analisis saudara disertai
contoh.
Jawaban
sumber hukum material adalah norma, kaidah atau aturan yang berasal dari manusia
untuk mengatur bagaimana bersikap dan bertindak dalam hidup bermasyarakat. Dalam
pengertian lainnya, dapat juga dikatakan bahwa sumber hukum material disebut juga
sebagai tempat dimana material tersebut diambil. Isi hukum dapat ditentukan oleh
pendapat individu ataupun pendapat masyarakat. Dengan begitu pembentukan hukum
dapat ditentukan berdasarkan keyakinan terhadap hukum dari masyarakatnya sendiri.
Sumber hukum ini menjadi faktor yang membantu menentukan isi atau materi hukum.
Contohnya, sumber hukum materiil seperti agama, kesusilaan, kehendak Tuhan, akal
budi, hubungan sosial, dan sebagainya.
2. Hans Kelsen mendefinisikan hukum tidak lain merupakan suatu kaidah ketertiban
yang menghendaki orang menaatinya sebagaimana seharusnya. Berikan pendapat
saudara mengenai pernyataan di atas
Jawaban
Sistem hukum Indonesia pada dasarnya menganut teori yang dikembangkan oleh Hans
Kelsen. Hal ini tampak dalam rumusan hirarkhi peraturan perundangan-undangan
Indonesia sebagaimana dapat kita temukan dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 10
Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Dalam Pasal
7 undang-undang tersebut dinyatakan bahwa, Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-
undangan adalah sebagai berikut :Menurut Bagir Manan, hukum positif adalah
kumpulan asas dan kaidah hukum tertulisdan tidak tertulis yang pada saat ini yang
berlaku dan mengikat secara umum atau khusus dan ditegakkan oleh atau melalui
pemerintah atau pengadilan dalam negara. Teori Hukum Murni masih banyak dipakai
di Indonesia, hal tersebut tercermin dengan masih diikutinya/diterapkannya
beberapa pemikiran dari Hans Kelsen dalam sistem kehidupan secara yuridis. Dalam
hubungan tugas hakim dan perundang-undangan masih terlihat pengaruh aliran Aliran
Legis (pandangan Legalisme), yang menyatakan bahwa hakim tidak boleh berbuat
selain daripada menerapkan undang-undang secara tegas. Hakim hanya sekedar
terompet undangundang dan selain itu juga dalam penerapan hukum oleh para
Hakim masih terpaku peraturan perundang-undangan tertulis. Hal ini senada dengan
kasus nenek Minah, terlepas dari rasa iba dan simpati kepada nenek Minah, Hakim tetap
harus tegas mengambil keputusan saat pemberian vonis kepada nenek Minah yang telah
terbukti melanggar undang –undang,Hal ini juga menjadi cerminan dan pelajaran yang
mengungkapkan bahwa hukum bersifat tegas dan harus ditegakkan bagi seluruh
masyarakat Indonesia
3. Saat ini mulai berkembang paradigma hukum progresif yang mendobrak pemikiran
formalistik dan legalistik dari penegak hukum terutama hakim. Berikan opini saudara
tentang paradigma hukum progresif tersebut.
Jawaban
dalam implementasi paradigma hukum progresif menjelaskan bahwa problematika
penegakan hukum disebabkan kuatnya pengaruh paradigma legal positivistik sehingga
nilai-nilai di masyarakat menjadi ditabrak dan diabaikan; kekeliruan dalam menafsirkan
hukum yang dimaknai secara tekstual dari pasal-pasal yang tertulis; dan kurang
tegasnya suatu ketentuan dalam peraturan perundang-undangan sehingga membuka
celah kemungkinan penyimpangan oleh para pelaksananya. Disamping itu, hukum
progresif bisa menjadi alternatif sekaligus solusi dalam penegakan hukum yang
mencerminkan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat. Dengan hukum progresif,
penegak hukum harus mempunyai cara pandang progresif agar tidak terkungkung
pada formalisme hukum demi menegakkan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat

Anda mungkin juga menyukai