Anda di halaman 1dari 30

DEMOGRAFI

“Pertumbuhan dan Proyeksi Penduduk“

M. Asyroful Mujib, S.Pd., M.Sc

Mata Kuliah Demografi


Kelas A: Rabu, 14.20 – 16.00, Ruang 44F 101
Kelas B : Rabu, 10.40-12.20, Ruang 44F 101
PENDAHULUAN

Konsep dan Definisi


Manfaat dan Tujuan
Konsep dan Definisi
Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan
jumlah penduduk di masa mendatang, tetapi
merupakan suatu perhitungan ilmiah yang
didasarkan pada asumsi tertentu dari variabel
pertumbuhan penduduk

Variabel Pertumbuhan Penduduk


• Kelahiran
• Kematian
• Migrasi Masuk
• Migrasi keluar
Konsep dan Definisi

• Penduduk akan bertambah jika ada yang lahir


(kelahiran) dan penduduk yang datang
(migrasi masuk)
• Penduduk akan berkurang jika ada yang
meninggal (kematian) dan penduduk yang
meninggalkan wilayah tersebut (migrasi
keluar)
Manfaat dan Tujuan
Semua rencana pembangunan, baik ekonomi maupun sosial
menyangkut pertimbangan tentang jumlah serta karakteristik
penduduk di masa mendatang. Hal ini untuk menentukan
kebijakan yang harus dilakukan agar prasarana pembangunan bisa
memenuhi kebutuhan penduduk di masa mendatang
Contoh:
1.Bidang pangan : menentukan kebutuhan akan bahan pangan
2.Bidang kesehatan : menentukan jumlah tenaga medis, dokter,
klinik, atau rumah sakit di masa mendatang
3.Bidang Pendidikan: Proyeksi penduduk sebagai dasar untuk
memperkirakan jumlah sekolah, jumlah murid, jumlah guru dan
prasarana pendidikan lainnya
4.Bidang Ketenagakerjaan : menentukan jumlah angkatan kerja,
penyediaan lapangan kerja, peluang usaha, dan sebagainya
METODE-METODE PERHITUNGAN DALAM
PROYEKSI PENDUDUK

1. Metode Linier Aritmatik


2. Pertumbuhan Penduduk Geometrik
3. Pertumbuhan Penduduk Eksponensial
4. Penduduk Berlipat Ganda (Doubling Time)
METODE PERHITUNGAN DALAM
PROYEKSI PENDUDUK

Metode Linier Aritmatik


Metode Linier Aritmatik

• Model proyeksi dengan linier aritmatik


mengasumsikan pertumbuhan penduduk
relatif tetap/konstan setiap tahun dan
digunakan jika hanya jumlah penduduk total
yang ingin diketahui.
• Caranya dengan menghitung selisih jumlah
penduduk dari dua tahun yang berbeda, maka
akan diketahui pertambahan penduduk
tahunan selama periode yang dihitung
• Juga dapat diketahui rata-rata pertambahan
penduduk setiap tahun
Metode Linier Aritmatik

Rumus:
Pn = Po + cn atau Pn = Po (1+rn)
c = (Pn – Po)/n

Keterangan:
Pn = Penduduk pada Tahun ke n
Po = Penduduk pada Tahun Awal
c = Jumlah pertambahan penduduk konstan (nilai absolut)
r = angka pertambahan penduduk (%)
n = Periode (waktu) antara tahun awal dan tahun n
Metode Linier Aritmatik

Jadi menghitung jumlah pertambahan penduduknya


(c) terlebih dahulu, selanjutnya Proyeksi Penduduk
pada Tahun “n” (Pn).

Misal:
Diketahui jumlah penduduk suatu wilayah dalam dua kali
sensus yaitu pada Tahun 2010 sejumlah 119.200 jiwa dan
pada Tahun 2020 sejumlah 147.500 jiwa. Berdasarkan data
tersebut, pertambahan penduduk yang terjadi selama
periode 2010-2020 sebagai berikut:
c = (Pn – Po)/n
c = (147.500 – 119.200)/10
= 2.830 jiwa
Metode Linier Aritmatik

Selanjutnya untuk mengetahui Proyeksi


Penduduk pada Tahun 2021, Tahun 2022, dan
Tahun 2023 sebagai berikut
• P2021 = 147.500 + 2.830 = 150.330 Jiwa
• P2022 = 150.330 + 2.830 = 153.160 Jiwa
• P2023 = 153.160 + 2.830 = 155.990 Jiwa
Metode Linier Aritmatik

Dalam kaitannya dengan keberadaan data


sensus, Metode Linier Aritmatik dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
• Proyeksi Antar Sensus (Intercental)
• Proyeksi Setelah Sensus (Postcental)
Metode Linier Aritmatik
1. Proyeksi Antar Sensus (Intercental)
Data berasal dari dua sensus terakhir dan pertumbuhan
penduduk dianggap linier (sama setiap tahunnya), dan kita
ingin mengetahui jumlah penduduk pada waktu diantara
dua sensus tersebut
Contoh:
diketahui data penduduk pada Sensus 2010 dan 2020, dan
kita ingin mengetahui jumlah penduduk di Tahun 2015
(tahun antar sensus).
Rumus:
𝒎
𝑷𝒎 = 𝑷𝒐 + 𝒏 𝑷𝒏 − 𝑷𝒐
Atau
𝒏−𝒎
𝑷𝒎 = 𝑷𝒏 − 𝑷𝒏 − 𝑷𝒐
𝒏
Metode Linier Aritmatik
2. Proyeksi Setelah Sensus (Postcental)
Data berasal dari dua sensus terakhir dan pertumbuhan
penduduk dianggap linier (sama setiap tahunnya), dan kita
ingin mengetahui jumlah penduduk setelah sensus tersebut
Contoh:
diketahui data penduduk pada Sensus 2010 dan 2020, dan
kita ingin mengetahui jumlah penduduk di Tahun 2025 (5
tahun setelah sensus).
Rumus:
𝒎
𝑷𝒎 = 𝑷𝒏 + 𝑷𝒏 − 𝑷𝒐
𝒏
Atau
𝒏+𝒎
𝑷𝒎 = 𝑷𝒐 + 𝑷𝒏 − 𝑷𝒐
𝒏
Metode Linier Aritmatik

Keterangan dari kedua rumus proyeksi Intercental dan


Postcental:
Pn = Jumlah Penduduk pada Tahun “n”
Po = Jumlah Penduduk pada Tahun Awal
Pm = Jumlah penduduk pada tahun yang diestimasikan (Tahun
m)
m = selisih tahun yang dicari dengan tahun n atau dengan
tahun awal
n = selisih tahun dari 2 sensus yang diketahui
Metode Linier Aritmatik

Misal:
Diketahui jumlah penduduk suatu wilayah dalam dua kali sensus
yaitu pada Tahun 2010 sejumlah 119.200 jiwa, dan pada Sensus
Tahun 2020 sejumlah 147.500 jiwa. Jika ingin mengetahui
jumlah penduduk Tahun 2015 (antar sensus) dan Tahun 2025
(setelah sensus) maka:

P2015 = 119.200 + (5/10) x (147.500-119.200) = 133.350 Jiwa


P2025 = 119.200 + (5+10/10) x (147.500-119.200) = 161.650 jiwa

Jadi, Penduduk pada Tahun 2015 diproyeksikan sejumlah


133.350 jiwa, dan pada Tahun 2025 sejumlah 161.650 jiwa
METODE PERHITUNGAN DALAM
PROYEKSI PENDUDUK

Pertumbuhan Penduduk Geometrik


Pertumbuhan Penduduk Geometrik

• Pertumbuhan penduduk geometrik


mengasumsikan bahwa pertumbuhan
penduduk adalah konstan atau sama setiap
tahun yaitu r (%)
• r (%) merupakan angka pertumbuhan
penduduk suatu wilayah, yang digunakan
untuk menghitung pertumbuhan penduduk
pada tahun “t”
Pertumbuhan Penduduk Geometrik

Menghitung angka Pertumbuhan Penduduk (r) suatu wilayah


Sebelum menghitung proyeksi jumlah penduduk untuk tahun
mendatang (misal tahun 2025) maka perlu dihitung terlebih
dahulu angka pertumbuhan penduduk (r) di wilayah tersebut
dengan rumus:
r = anti log [(1/t log (Pt/Po)]-1
Misal:
Diketahui jumlah penduduk suatu wilayah dalam dua kali sensus
yaitu pada Tahun 2010 jumlah penduduknya 119.200, dan pada
Sensus Tahun 2020 menjadi 147.500, berapa angka pertumbuhan
penduduknya (r)?
Diketahui : Po = Penduduk Tahun 2010 yaitu 119.200 jiwa
Pt = Penduduk Tahun 2020 yaitu 147.500 jiwa
t = jumlah tahun dari 2010 – 2020 = 10 tahun
Pertumbuhan Penduduk Geometrik

Jawab:
r = anti log [(1/t log (Pt/Po)]-1
r2010-2020 = anti log [(1/10 log (147.500/119.200)]-1
r2010-2020 = 2,395%

Selanjutnya, Rumus untuk Pertumbuhan Penduduk Geometrik:


Pt = Po (1+r)t
Ket:
Pt = Penduduk pada Tahun akhir “t”
Po = Penduduk pada Tahun Awal
r = angka pertumbuhan penduduk (%)
t = Jangka waktu (banyaknya tahun periode proyeksi)
Pertumbuhan Penduduk Geometrik
Misal :
Diketahui dari perhitungan sebelumnya bahwa Jumlah penduduk pada Tahun
2020 di suatu wilayah adalah 147.500 jiwa, berapa proyeksi penduduk pada
Tahun 2025.
Diketahui :
Po = Penduduk pada Tahun 2020 yaitu 147.500 jiwa
Pt = Penduduk pada Tahun 2025
r = 2,395%
t = Tahun 2020 – 2025 = 5 tahun

Jawab:
P2025 = Po (1+r)t
= 147.500 x (1+2,395%)5
= 147.500 x (1+0,02395)5
= 166.027 jiwa
Jadi Jumlah Penduduk pada Tahun 2025 diproyeksikan menjadi 166.027 jiwa
METODE PERHITUNGAN DALAM
PROYEKSI PENDUDUK

Pertumbuhan Penduduk Eksponensial


Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

• Pertumbuhan penduduk eksponensial


mengasumsikan bahwa pertumbuhan
penduduk secara terus menerus setiap hari
dengan angka pertumbuhan konstan
• r (%) merupakan angka pertumbuhan
penduduk konstan, yang digunakan untuk
menghitung pertumbuhan penduduk pada
tahun “t”
Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Menghitung angka pertumbuhan penduduk (r)


dalam Pertumbuhan Penduduk Eksponensial
Angka pertumbuhan penduduk (r) pada
pertumbuhan eksponensial berbeda dengan
pertumbuhan geometrik, jadi Rumus r dalam
pertumbuhan penduduk eksponensial adalah
r = 1/t [log (Pt/Po)]
Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Rumus Pertumbuhan Penduduk Eksponensial:


Pt = Po · ert
Keterangan:
Pt = Penduduk pada Tahun “t”
Po= Penduduk pada Tahun Awal
r = angka pertumbuhan penduduk
t = Jangka waktu (banyaknya tahun periode proyeksi)
e = angka eksponensial/Bilangan pokok sistem
logaritma natural = 2,71828
Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Misal :
Soal yang sama dengan soal pertumbuhan penduduk geometrik, yaitu
Jumlah penduduk pada Tahun 2020 di suatu wilayah adalah 147.500
jiwa, berapa proyeksi penduduk pada Tahun 2025 dengan metode
pertumbuhan eksponensial dan nilai r yang digunakan adalah 2,395%?

Jawab:
P2025 = Po · ert
= 147.500 x e(0,02395 x 5)
= 147.500 x 2,71828(0,11975)
= 147.500 x 1,127215
= 166.264 jiwa
Jadi Jumlah Penduduk pada Tahun 2025 diproyeksikan menjadi
166.264 jiwa
METODE PERHITUNGAN DALAM
PROYEKSI PENDUDUK

Penduduk Berlipat Ganda (Doubling Time)


Penduduk Berlipat Ganda (Doubling Time)

• Doubling Time yang dimaksud adalah Jumlah


waktu yang dibutuhkan oleh penduduk di
suatu wilayah untuk berlipat ganda.
• Waktu ganda merupakan cara sederhana yang
paling sesuai untuk memperkirakan
banyaknya penduduk di masa mendatang,
sebab diasumsikan bahwa angka
pertumbuhan setiap tahun adalah tetap.
Penduduk Berlipat Ganda (Doubling Time)

Dua komponen dalam perhitungan Doubling time


adalah
• t = waktu, yang diturunkan dari perhitungan
eksponensial yaitu t = 0,06931 yang selanjutnya
dibulatkan menjadi t = 0,70 atau dalam bentuk
persen t = 70
• r = angka pertumbuhan penduduk

Cara sederhana dalam perhitungan doubling time ini


adalah membagi 70 dengan angka pertumbuhan
penduduk yang dinyatakan dalam persen
Penduduk Berlipat Ganda (Doubling Time)
Jadi, Rumus untuk perhitungan Penduduk Berlipat
Ganda (Doubling Time) adalah
DT = (70/r)
Misal :
• Jika angka pertumbuhan penduduk (r) = 2,395%, maka untuk
berlipat gandanya penduduk di wilayah tersebut membutuhkan
waktu
DT = 70/2,395 = 29,23 tahun
• Jika angka pertumbuhan penduduk (r) = 1%, maka untuk
berlipat gandanya penduduk di wilayah tersebut membutuhkan
waktu
DT = 70/1 = 70 tahun