Anda di halaman 1dari 14

KODE PEMILIHAN PSSI

EDISI

2019 i
DAFTAR ISI Halaman

BAB I
KETENTUAN UMUM........................................................................................................1

Pasal 1
Ruang Lingkup Penerapan.....................................................................................................1

Pasal 2
Prinsip dan Kewajiban............................................................................................................1

BAB II
KOMITE PEMILIHAN.......................................................................................................2

Pasal 3
Prinsip Dasar..........................................................................................................................2

Pasal 4
Komposisi...............................................................................................................................3

Pasal 5
Tugas Umum Komite Pemilihan............................................................................................3

Pasal 6
Pertemuan, Kuorum dan Keputusan.......................................................................................4

BAB III
KANDIDAT..........................................................................................................................4

Pasal 7
Kriteria Kelayakan.................................................................................................................4

Pasal 8
Pengajuan dan Pemeriksaan Kandidat Untuk Komite Ekeskutif...........................................4

Pasal 9
Prosedur Banding Untuk Kandidat Anggota Komite Eksekutif............................................5

Pasal 10
Prosedur Kandidat Untuk Badan Lain di PSSI......................................................................6

Pasal 11
Daftar Resmi Kandidat...........................................................................................................6

ii
BAB IV
PROSEDUR PEMUNGUTAN SUARA........................................................................ 7

Pasal 12
Pertemuan Kongres Pemilihan.......................................................................................... 7

Pasal 13
Tugas Komite Pemilihan Selama Kongres Pemilihan ...................................................... 7

Pasal 14
Surat Suara ........................................................................................................................ 7

Pasal 15
Kotak Suara....................................................................................................................... 7

Pasal 16
Pemungutan Suara ............................................................................................................ 8

BAB V
PERHITUNGAN............................................................................................................. 8

Pasal 17
Prinsip Umum ................................................................................................................... 8

Pasal 18
Surat Suara Tidak Sah....................................................................................................... 9

Pasal 19
Kesalahan Pengejaan ........................................................................................................ 9

Pasal 20
Perhitungan dan Pengumuman Hasil ................................................................................ 9

BAB VI
KETENTUAN AKHIR................................................................................................... 10

Pasal 21
Pengarsipan Dokumen dan Kerahasiaan........................................................................... 10

Pasal 22
Notaris Publik ................................................................................................................... 10

iii
Pasal 23
Hal yang Tidak Disediakan..................................................................................................10

Pasal 24
Pelaksanaan..........................................................................................................................10

iv
BAB I
KETENTUAN UMUM

RUANG LINGKUP PENERAPAN


Pasal 1

1. Kode Pemilihan ini berlaku untuk pemilihan Komite Eksekutif dan Komite Independen
sebagaimana ditetapkan dalam Statuta PSSI.

2. Kode pemilihan ini juga berlaku untuk pemilihan Anggota dari Badan yang terkait yang
merupakan Anggota PSSI, apabila Statuta mereka secara khusus menentukan hal tersebut.
Statuta dari Anggota PSSI harus menentukan dengan tepat ruang lingkup dari penerapan
Kode Pemilihan dan khususnya apabila Komite Pemilihan dari PSSI akan mengawasi proses
pemilihan tersebut.

PRINSIP DAN KEWAJIBAN


Pasal 2

1. Prinsip umum tata kelola yang baik seperti pemisahan kekuasaan, kebebasan, transparansi
dan kewajiban untuk menghindari situasi yang mengandung konflik kepentingan harus
dipatuhi tanpa terkecuali didalam seluruh proses pemilihan.

2. Peraturan dan pedoman pemilihan harus dibuat oleh PSSI dengan cara yang jelas dan tidak
memiliki makna yang ganda (ambigu) dalam jangka waktu yang disediakan sebagaimana
ditetapkan dalam Statuta PSSI.

3. Pengaruh dalam bentuk apapun dari pihak ketiga yang tidak semestinya didalam proses
pemilihan dilarang.

4. PSSI harus memastikan setiap peraturan dan pedoman pemilihan dari Badan sesuai dengan
ketentuan dari Kode Pemilihan, Statuta PSSI dan juga Statuta, peraturan, instruksi dan
keputusan dari FIFA.

5. Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pemilihan, PSSI harus


menginformasikan kepada FIFA dan AFC mengenai sifat dari pemilihan (seperti jumlah
Anggota yang akan dipilih, jangka waktu dari masa jabatan dan alasan pemilihan, dll.) dan
memberikan FIFA salinan Kode Pemilihan yang sah dan berlaku termasuk peraturan serta
pedoman pemilihan lainnya.

6. PSSI harus segera menginformasikan kepada FIFA dan AFC mengenai adanya pengaruh
yang tidak semestinya dari pihak ketiga dalam proses pemilihan.

1
7. Kecuali dinyatakan sebaliknya didalam Statuta PSSI dan Peraturan PSSI, Anggota yang
terkait dengan Badan PSSI harus tetap melanjutkan kegiatan sampai dengan selesainya
proses pemilihan.

BAB II
KOMITE PEMILIHAN DAN KOMITE BANDING PEMILIHAN

PRINSIP DASAR
Pasal 3

1. Komite Pemilihan harus mengawasi proses pemilihan sesuai dengan ketentuan dari Statuta
PSSI dan Kode Pemilihan.

2. Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan tidak dapat menjadi Anggota
dari Badan lain di PSSI dan juga tidak dapat memegang jabatan sebagai posisi eksekutif di
Badan Pemerintahan manapun. Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding
Pemilihan tidak dapat di calonkan untuk posisi apapun di PSSI selama mereka masih
melaksanakan tugasnya.

3. Anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan harus segera menarik diri dari
masalah yang sedang berlangsung dan menahan diri untuk mengambil keputusan apabila :
a. Mereka adalah Anggota keluarga terdekat dari kandidat yang akan mencalonkan diri
untuk setiap posisi yang akan diisi;
b. Terdapat resiko atau kemungkinan terjadinya konflik kepentingan sebagaimana
ditetapkan dalam Kode Dispilin dan Etik PSSI.

4. Dalam hal Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan tidak dapat
memenuhi persyaratan diatas dan/atau harus mundur sebagai Anggota dari Komite Pemilihan
dan Komite Banding Pemilihan untuk alasan apapun, maka dia harus diganti sesuai dengan
ketentuan pasal 4 ayat (3) Kode Pemilihan.

5. Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan harus ditunjuk oleh Kongres
PSSI, sesuai dengan ketentuan dari Statuta PSSI untuk masa jabatan selama 4 (empat) tahun.

6. Tidak ada Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang akan
menjabat lebih dari 2 (dua) periode masa jabatan, baik berturut-turut maupun tidak.

7. Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan harus setiap saat bertindak
dengan iktikad baik dan tidak memihak ketika melaksanakan tugasnya.

2
KOMPOSISI
Pasal 4

1. Komite Pemilihan harus terdiri dari:


a. Ketua;
b. Wakil Ketua;
c. 5 (lima) Anggota biasa.

2. 5 (lima) pengganti juga harus ditunjuk oleh Kongres PSSI.

3. Apabila Ketua tidak dapat atau tidak bersedia hadir, posisinya harus digantikan oleh Wakil
Ketua atau oleh Anggota biasa. Apabila Wakil Ketua tidak dapat atau tidak bersedia hadir.
Setiap Anggota biasa yang tidak dapat atau tidak bersedia hadir maka harus digantikan oleh
pengganti.

4. Untuk membantu pelaksanaan tugasnya, Komite Pemilihan akan dibantu oleh Sekretariat
Jenderal PSSI sebagai sekretaris yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang terkait
dengan logistik dan melakukan urusan administrasi.

5. Ketua dari Komite Pemilihan harus telah memenuhi persyaratan untuk praktik dalam bidang
hukum.

TUGAS UMUM KOMITE PEMILIHAN


Pasal 5

Komite pemilihan harus bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang terkait dengan organisasi
pelaksanaan dan pengawasan dari pemilihan yang berlangsung selama Kongres PSSI. Secara
khusus Komite Pemilihan harus bertanggung jawab untuk:
a. Menegakkan Statuta PSSI dan Peraturan PSSI termasuk juga Kode Pemilihan;
b. Memastikan peraturan dan pedoman pemilihan dari Badan PSSI sesuai dengan ketentuan
dari Kode Pemilihan, Statuta PSSI dan juga Statuta, peraturan, instruksi dan keputusan dari
FIFA;
c. Menegakkan tenggang waktu pemilihan sesuai pada ketentuan hukum yang berlaku;
d. Menyediakan informasi kepada Anggota PSSI termasuk juga kepada Pemerintah terkait
(apabila diperlukan), media dan publik;
e. Apabila diperlukan, mengelola hubungan dengan Pemerintahan yang terkait;
f. Prosedur kandidat (memulai, menyampaikan informasi, penilaian, publikasi resmi, dll);
g. Menyusun daftar pemilih (delegasi) dengan dibantu oleh Sekretariat Jenderal PSSI, sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku di PSSI;
h. Memeriksa identitas pemilih (delegasi) dibawah pengawasan dari Notaris Publik yang
ditunjuk untuk tujuan ini;
i. Prosedur pemilihan dan pemungutan suara;

3
j. Tugas lainnya guna memastikan kelancaran proses pemilihan.

PERTEMUAN, KUORUM DAN KEPUTUSAN


Pasal 6

1. Ketua harus menyelenggarakan rapat Komite Pemilihan. Hanya Komite Pemilihan yang
telah diselenggarakan dengan semestinya yang memiliki wewenang untuk memberikan
pertimbangan dan mengeluarkan keputusan.

2. Komite Pemilihan tidak akan terlibat dalam perdebatan yang sah kecuali diberikan dengan
suara terbanyak (lebih dari 50% (lima puluh persen)) dari Anggota yang hadir.

3. Komite Pemilihan harus mencapai keputusan suara terbanyak (lebih dari 50% (lima puluh
persen)) dari suara yang sah. Pemungutan suara melalui kuasa lisan atau tertulis tidak
diperbolehkan. Dalam hal suara terbanyak tidak tercapai, Ketua harus memberikan hak
suara.

4. Keputusan yang diambil harus dicatat dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Ketua
dan Sekretaris dari Komite Pemilihan.

BAB III
KANDIDAT

KRITERIA KELAYAKAN
Pasal 7

1. Kriteria yang layak untuk diisi dalam Badan PSSI ditetapkan sebagaimana ketentuan dalam
Statuta PSSI.

2. Komite Pemilihan tidak dapat memaksakan kriteria kelayakan yang tidak diatur di dalam
Statuta PSSI atau memaksakan persyaratan formal lainnya yang tidak diatur dalam Kode
Pemilihan dan Statuta PSSI. Komite Pemilihan hanya dapat meminta dokumen untuk
membantu menentukan kriteria kelayakan telah terpenuhi.

3. Komite Pemilihan harus menerbitkan daftar lengkap kriteria kelayakan (dengan mengacu
pada ketentuan terkait di Statuta PSSI) termasuk juga menyediakan dokumen untuk masing-
masing posisi dengan tenggang waktu sebagaimana yang ditetapkan dalam Statuta PSSI.

PENGAJUAN DAN PEMERIKSAAN KANDIDAT UNTUK KOMITE EKSEKUTIF


Pasal 8

1. Tidak terdapat biaya yang harus diminta dari salah satu kandidat dalam bentuk apapun
selama proses pemilihan, kecuali mereka sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari
Kongres

4
PSSI. Bagaimanapun juga biaya yang telah disepakati harus tetap layak dan hanya digunakan
untuk menutupi biaya beban administrasi yang terkait.

2. Permohonan untuk salah satu posisi Komite Eksekutif harus dikirim melalui surat tercatat,
melalui email dengan memberitahukan pengirimannya atau mengirimkannya secara
langsung sebagai pengganti dari konfirmasi penerimaan kepada Sekeretariat Jenderal dalam
jangka waktu sekurang-kurangnya 10 (tiga puluh) hari sebelum Kongres PSSI pemilihan
terkait. Permohonan yang telah diterima oleh Sekretariat Jenderal harus segera diteruskan
kepada Sekretaris dari Komite Pemilihan dan juga kepada Komite Disiplin untuk
pemeriksaan integritas yang sesuai dengan Lampiran Statuta PSSI.

3. Dalam waktu 3 (tiga) hari dari batas waktu pengajuan mereka, Komite Pemilihan harus
menginformasikan secara tertulis kepada kandidat yang gagal untuk menyerahkan dokumen
terkait yang berhubungan dengan pencalonannya dan memberikan waktu kepada mereka 2
(dua) hari untuk melengkapi permohonannya. Apabila kandidat gagal untuk melengkapi
permohonannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan maka pencalonannya akan
dinyatakan batal.

4. Pencalonan untuk Komite Ekeskutif harus diperiksa oleh Komite Pemilihan dalam jangka
waktu 10 (sepuluh) hari dari batas waktu pengajuan mereka dan kandidat harus
diinformasikan mengenai keputusan dari Komite Pemilihan dalam jangka waktu yang sama.

PROSEDUR BANDING UNTUK KANDIDAT ANGGOTA KOMITE EKSEKUTIF


Pasal 9

1. Banding terhadap keputusan dari Komite Pemilihan hanya dapat diajukan kepada Komite
Banding Pemilihan, dengan mengesampingkan kemungkinan untuk mengajukan Banding
terhadap keputusan sebelum adanya Badan lain, khususnya Badan Pemerintah.

2. Setiap permohonan banding dalam jangka waktu yang telah ditetapkan harus dikirimkan
melalui surat tercatat atau dikirimkan sebagai pengganti dari konfirmasi penerimaan kepada
Sekretariat Jenderal dalam jangka waktu 3 (tiga) hari setelah menerima keputusan dari
Komite Pemilihan. Permohonan banding yang telah diterima oleh Sekretariat Jenderal harus
segera diteruskan kepada Anggota dari Komite Banding Pemilihan.

3. Komite Banding Pemilihan dapat memutuskan untuk menerima bukti baru dan dokumen
yang tidak diajukan oleh kandidat terkait bersama-sama dengan awal pencalonannya.

5
4. Banding harus dipertimbangkan oleh Komite Banding Pemilihan dalam jangka waktu 5
(lima) hari sejak diterimanya permohonan dan disampaikan kepada kandidat dalam jangka
waktu yang sama.

5. Komite Banding Pemilihan terdiri dari Ketua, dan 3 (tiga) Anggota biasa yang harus
ditunjuk oleh Kongres PSSI. 3 (tiga) pengganti juga harus ditunjuk oleh Kongres PSSI
dalam jangka waktu yang sama dengan Anggota Komite Banding Pemilihan. Ketua harus
telah memenuhi persyaratan untuk praktik dalam bidang hukum.

6. Keputusan dari Komite Banding Pemilihan bersifat final dan mengikat.

PROSEDUR KANDIDAT UNTUK BADAN LAIN DI PSSI


Pasal 10

1. Pencalonan untuk posisi Badan lain di PSSI, yaitu Komite Audit dan Kepatuhan, Komite
Pemilihan dan Badan Yudisial harus dikirimkan oleh Komite Eksekutif kepada Sekretariat
Jenderal PSSI sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum Kongres Pemilihan terkait.

2. Dalam waktu 15 (lima belas) hari sejak diterimanya pencalonan, Komite Pemilihan harus
memastikan ke Sekretariat Jenderal apakah persyaratan resmi untuk posisi terkait telah
terpenuhi. Dalam hal satu atau lebih kandidat tidak dapat disahkan, Komite Eksekutif harus
mengajukan kandidat tambahan lain untuk posisi terkait.

3. Pemilihan Anggota dari Badan lain dapat dilakukan secara bersama-sama. Di awal
pemilihan Kongres, delegasi harus diberikan kertas suara yang berisi kandidat untuk Badan
yang bersangkutan.

4. Selama pemilihan Anggota tersebut, delegasi harus tetap duduk pada kursi mereka dan harus
memasukkan surat suara ke dalam kotak suara yang akan dibawa dari kursi ke kursi oleh
salah satu petugas pemilihan dan diawasi secara ketat oleh satu Anggota dari Komite
Pemilihan.

5. Setelah semua delegasi memasukkan kertas suara mereka di kotak suara, Komite Pemilihan
akan melanjutkan perhitungan dihadapan Seluruh delegasi dan hasilnya akan diumumkan
kepada Anggota dari Kongres PSSI.

DAFTAR RESMI KANDIDAT


Pasal 11

1. Daftar resmi kandidat untuk seluruh Badan PSSI harus dikirimkan kepada Anggota PSSI
sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari sebelum Kongres Pemilihan.

6
2. Daftar resmi kandidat harus diumumkan di media dan apabila diperlukan dapat
mengirimkan kepada Pemerintah yang berwenang dalam bidang informasi.

BAB IV
PROSEDUR PEMUNGUTAN SUARA

PERTEMUAN KONGRES PEMILIHAN


Pasal 12

Kongres Pemilihan PSSI harus diselenggarakan berdasarkan ketentuan dari Statuta PSSI. Batas
waktu yang berhubungan dengan Kongres Pemilihan harus diumumkan kepada media dan jika
diperlukan dapat dikomunikasikan dengan Pemerintah terkait.

TUGAS KOMITE PEMILIHAN SELAMA KONGRES PEMILIHAN


Pasal 13

Selama Kongres Pemilihan, tugas dari Komite Pemilihan adalah sebagai berikut :
a. Memeriksa identitas dari pemilih (Delegasi);
b. Mengamati Prosedur pemilihan selama Kongres PSSI;
c. Menghitung surat suara;
d. Mengambil segala keputusan terkait sah atau tidak sahnya surat suara;
e. Membuat keputusan secara pasti terhadap segala hal yang berhubungan dengan prosedur
pemilihan sepanjang Kongres Pemilihan;
f. Mengumumkan hasil resmi;
g. Mengatur dan mengadakan konferensi media, apabila diperlukan.

SURAT SUARA
Pasal 14

1. Sekretariat Jenderal harus membuat surat suara dibawah pengawasan dari Komite Pemilihan.
Surat suara harus dicetak dengan jelas dan terang.

2. Surat suara harus memiliki warna yang berbeda untuk setiap putaran dalam pemilihan.

KOTAK SUARA
Pasal 15

1. Sebelum dimulainya prosedur pemungutan suara, apabila dimungkinkan kotak suara harus
tembus cahaya (jernih dan jelas) dan harus dibuka serta disampaikan kepada Delegasi
Kongres PSSI. Kotak suara harus tertutup dan ditempatkan di tempat yang terlihat dan dekat
dengan Anggota dari Komite Pemilihan.

2. Selama keseluruhan proses pemungutan suara, kotak suara harus dibawah pantauan Anggota
dari Komite Pemilihan.

7
PEMUNGUTAN SUARA
Pasal 16

1. Sebelum Delegasi diminta untuk memberikan suara mereka, Ketua dari Komite Pemilihan
harus menjelaskan secara rinci mengenai prosedur pemilihan (kotak suara, surat suara, sah
atau tidak sahnya surat suara, perhitungan, mayoritas yang diperlukan, hasil, dll) dan
mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

2. Ketua dari Komite Pemilihan akan memanggil secara bergantian setiap Delegasi dari
Anggota yang hadir dan berhak untuk memilih agar berpindah ke depan aula Kongres
dimana pemilihan berlangsung.

3. Setelah dipanggil, Delegasi terkait maju ke depan aula Kongres untuk menandatangani
tanda terima bentuk surat suara, kemudian dia menerima surat suara.

4. Kemudian Delegasi mengisi surat suara di tempat pemungutan suara yang disediakan
untuk tujuan tersebut. Tempat pemungutan suara harus ditempatkan di tempat yang
terlihat namun Delegasi tetap dapat melakukan pemilihan secara rahasia. Tidak terdapat
telpon, kamera, atau alat perekam lainnya yang diperbolehkan untuk dibawa ke tempat
pemungutan suara.

5. Kemudian Delegasi menyimpan surat suaranya didalam kotak suara, menandatangani


daftar pemilihan dan kemudian kembali ke tempat duduknya.

6. Prosedur perhitungan dimulai saat seluruh Delegasi telah menyimpan surat suara didalam
kotak suara. Anggota dari Komite Pemilihan membuka kotak suara dan mengeluarkan
surat suara di depan seluruh Delegasi.

7. Kemudian perhitungan dapat dimulai.

BAB V
PERHITUNGAN

PRINSIP UMUM
Pasal 17

1. Hanya Anggota Komite Pemilihan yang dapat mengambil bagian dalam perhitungan surat
suara. Seluruh pekerjaan (membuka kotak suara, menghitung surat suara, menghitung
suara, dll) harus dilakukan dengan cara yang dapat dengan jelas diikuti oleh semua
delegasi Kongres PSSI.

2. Dalam hal terjadi perselisihan mengenai sah atau tidak sahnya surat suara, sah atau tidak
sahnya perhitungan suara, penyusunan Berita Acara, pernyataan mengenai hasil atau hal
lain yang terkait dengan prosedur perhitungan, keputusan dari Komite Pemilihan adalah
bersifat final.

8
SURAT SUARA TIDAK SAH
Pasal 18

1. Surat suara dianggap tidak sah, apabila:


a. Surat suara yang tidak memiliki tanda resmi yang telah ditentukan oleh Komite
Pemilihan;
b. Surat suara yang memuat nama lain selain nama kandidat;
c. Surat suara yang tidak terbaca atau telah rusak;
d. Surat suara yang memuat tanda pengenal.

2. Ketua dari Komite Pemilihan harus menuliskan alasan tidak sahnya surat suara dibalik
surat suara disertai dengan tanda tangannya.

KESALAHAN PENGEJAAN
Pasal 19

Kesalahan pengejaan akan berakibat tidak sahnya pemilihan apabila mereka tidak dimungkin
untuk mengidentifikasi dengan pasti salah satu kandidat resmi.

PERHITUNGAN DAN PENGUMUMAN HASIL


Pasal 20

1. Setelah kotak suara dibuka, Anggota dari Komite Pemilihan harus menghitung surat suara
dan memastikan keabsahannya. Apabila jumlah surat suara sama atau kurang dari jumlah
surat suara yang dikeluarkan, maka surat suara tersebut sah. Apabila melebihi jumlah surat
suara yang dikeluarkan, maka surat suara tersebut harus dinyatakan batal dan segera
dimulai lagi sesuai dengan prosedur yang diuraikan diatas.

2. Setelah jumlah surat suara diperiksa, Anggota dari Komite Pemilihan harus melanjutkan
perhitungan jumlah suara untuk setiap kandidat yang berbeda atau untuk setiap daftar yang
berbeda.

3. Jika diperlukan putaran kedua (atau berikutnya), prosedur pemungutan suara harus diulang
berdasarkan ketentuan pasal-pasal di atas. Anggota dari Kongres juga harus diberitahukan
tentang ketentuan hukum yang berlaku yang dapat diterapkan untuk putaran kedua (dan
berikutnya). (seperti setiap perubahan pada suara terbanyak yang diperlukan, eliminasi
kandidat, dll).

4. Setiap putaran pemilihan, Ketua dari Komite Pemilihan harus menyatakan hasilnya secara
resmi kepada Anggota dari Kongres.

5. Sekretaris Jenderal harus menempatkan kertas suara yang telah dikumpulkan dan dihitung
ke dalam amplop yang disediakan untuk tujuan pemilihan. Amplop harus ditandatangani
oleh Ketua Komite Pemilihan dan ditutup rapat. Sekretariat Jenderal harus menyimpan

9
amplop-amplop ini dan menghancurkannya dalam jangka waktu 3 hari setelah Kongres
berlangsung.

BAB VI
KETENTUAN AKHIR

PENGARSIPAN DOKUMEN DAN KERAHASIAAN


Pasal 21

1. Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan harus menyerahkan seluruh dokumen
resmi termasuk seluruh dokumen yang disediakan kepada mereka selama proses pemilihan
kepada Sekretariat Jenderal, yang harus bertanggung jawab untuk menyimpannya.

2. Anggota dari Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan harus menjaga kerahasian
secara mutlak terhadap seluruh informasi dan dokumen yang disediakan kepada mereka
selama proses pemilihan. Kewajiban tersebut tetap berlaku untuk jangka waktu yang tidak
ditentukan setelah proses pemilihan terkait. Mereka tidak akan menyimpan dokumen
apapun (elektronik atau lainnya) yang diberikan kepada mereka selama proses pemilihan.

NOTARIS PUBLIK
Pasal 22

Notaris atau orang dengan status hukum yang setara yang diakui oleh Pengadilan harus
menghadiri Kongres dan menyusun Berita Acara pemilihan berdasarkan pada ketentuan hukum
Nasional. Dia secara khusus harus bertanggung jawab untuk memeriksa identitas dari Delegasi
dan memastikan kepatuhan terhadap prosedur pemilihan.

HAL YANG TIDAK DISEDIAKAN


Pasal 23

1. Segala hal yang berkaitan dengan administratif dan teknis organisasi dari Kongres
pemilihan yang tidak tercantum dalam Kode Pemilihan atau Statuta PSSI atau Peraturan
PSSI akan diatur oleh Komite Pemilihan yang keputusannya tersebut bersifat final.

2. Semua hal yang berkaitan dengan jalannya pemilihan yang tidak diatur didalam Kode
Pemilihan Pemilihan atau Statuta PSSI atau Peraturan PSSI akan diatur oleh Komite
Pemilihan yang keputusannya tersebut bersifat final.

PELAKSANAAN
Pasal 24

Kode Pemilihan ini ditetapkan pada Kongres PSSI di Jakarta pada tanggal 27 Juli 2019 dan
berlaku pada tanggal 27 Juli 2019.

10

Anda mungkin juga menyukai