Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN REFLEKSI

PERBAIKAN PEMBELAJARAN TEMA 3 SUBTEMA 1


KELAS V SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2020/2021
MELALUI MEDIA MICROSOFT SWAY
SD NEGERI BULAKREJO 02

DISUSUN OLEH :
NAMA : SRI HARTINI, S.Pd
NIM : 1952708276
TEMPAT PPL : SD NEGERI BULAKREJO 02

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2021
REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kegiatan Refleksi : Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran


Unit Kerja : SD Negeri Bulakrejo 02 Kec. Sukoharjo
Kelas/Semester : V (Lima) / I (Satu)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Tema : 3. Makanan Sehat
Subtema : 1. Bagaimana Tubuh Mengelola makanan

A. Latar Belakang
Semenjak adanya pandemi covid 19, pembelajaran yang awalnya
dilaksanakan secara tatap muka harus berubah menjadi model
pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru dan peserta didik yang awalnya dapat
bertemu dan belajar secara langsung ini harus berubah secara daring
(dalam jaringan). Membutuhkan adaptasi yang tidak mudah bagi guru
maupun peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Berbagai model
dan teknologi mulai digunakan agar di dalam segala keterbatasan,
pembelajaran dapat tetap berjalan. Salah satu media yamg paling banyak
digunakan sebagai media pembelajaran adalah whatsapp.
Melalui media whatsapp, guru masih dapat menyapa peserta didik,
memberikan tugas, mengirimkan berbagai media mulai gambar hingga
video, serta memantau proses belajar peserta didik. Namun pembelajaran
yang hanya menggunakan whatsapp untuk mengirimkan tugas, maateri
ajar, gambar, ataupun video tentu juga ada kelemahan. Lama-kelamaan
peserta didik juga akan mengalami kebosanan karena pembelajaran yang
monoton. Pembelajaran hanya terkesan membaca materi, melihat gambar,
video, kemudian mengerjakan tugas.
Maka guru harus menyediakan media pembelajaran inovatif yang
dapat kembali meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Media yang
dapat memudahkan dalam memahami materi pembelajaran dengan cara
yang tidak membosankan. Media yang dapat disesuaikan dengan berbagai
materi pembelajaran. Salah satu media pembelajaran inovatif yang dapat
dimanfaatkan dalam mengajar secara PJJ yakni media Microsoft sway.
Microfost Sway merupakan salah satu aplikasi dari Microsoft yang
berfungsi untuk membuat suatu desain presentasi yang menarik dengan
memadukan berbagai media mulai dari teks, gambar, animasi, video, suara,
dan juga form evaluasi. Pembuatan materi dengan sway juga termasuk
mudah, cepat, dan hasilnya menarik.

B. Refleksi Kegiatan
Penggunaan media sway dalam pembelajaran memberikan dampak
yang spesifik terhadap proses pembelajaran siswa. Dengan sway siswa
kembali belajar dengan semangat. Peserta didik juga lebih mudah
mempelajari materi pembelajaran. Penerapan media pembelajaran sway
dalam pembelajaran tematik kelas 5 Materi Tema 3 Sub tema 1 dijabarkan
sebagai berikut.
1. Perencanaan
Untuk perencanaan pembelajaran dimulai dengan
mempersiapkan RPP dan perangkat pembelajaran. Selanjutnya
memyiapkan media sway sesuai materi pembelajaran. media sway
sangat mudah dibuat. Diawali dengan masuk pada web Microsoft sway.
Kemudian membuat akun dan tinggal membuat media sesuai
kebutuhan. Berbagai gambar, animasi, video juga telah disediakan oleh
aplikasi. Penggunaan teks sebagai judul, sub judul dan penjelasan juga
dapat memudahkan siswa belajar. Jika materi sway di rasa telah selesai
dibuat maka halaman materi tersebut dapat dishare ke peserta didik
untuk dibuka dan dipelajari.
2. Pelaksaanaan
Pembelajaran dengan Microsoft sway termasuk jenis
pembelajaran daring asinkronous. Pembelajaran dapat dimulai dengan
pengantar guru melalui whatsapp. Dalam kegiatan inti, guru dapat
mengshare link Microsoft sway sesuai materi pembelajaran siswa.
Siswa selanjutnya diminta membuka link tersebut, mempelajari dan
mendalami materi yang ada presentasi sway tersebut.
3. Evaluasi
Penggunaan Microsoft sway yang merupakan media baru bagi
peserta didik memberikan suasana pembelajaran yang baru bagi siswa.
Siswa membuka sway dengan penuh semangat, mempelajari materi
yang ada dengan penuh antusias. Dalam mempelajari materi juga lebih
mudah karena ada teks penjelas, ada gambar, animasi, maupun video
yang sesuai dengan materi ajar. Di dalam sway juga dapat diisi dengan
kuiz atau evaluasi. Pembelajaran dengan sway merupakan satu
pembelajaran utuh dari materi, media, hingga evaluasi. Dengan sway
pembelajaran PJJ dapat berjalan dengan lebih efektif, kreatif dan
menyenangkan.

C. Simpulan
Penggunaan media pembelajaran Microsoft sway dalam
pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada materi tematik kelas 5 Tema 3 Sub
tema 1 terbukti mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif,
kreatif dan menyenangkan. Peserta didik menjadi lebih antusias dalam
belajar. Dalam memahami materi juga lebih mudah dan menarik.
Penggunaan Microsoft sway meningkatkan hasil belajar siswa pada
pembelajaran daring materi Tematik kelas 5 Tema 3 Sub tema 1.
LAMPIRAN

Foto siswa belajar dengan Microsoft Sway

Foto siswa belajar dengan Microsoft Sway


LAPORAN REFLEKSI DIRI

PERBAIKAN PEMBELAJARAN TEMA 7 SUBTEMA 3


KELAS III SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2020/2021
MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT
SD NEGERI BULAKREJO 02

DISUSUN OLEH :

NAMA : SRI HARTINI, S.Pd


NIM : 1952708276
TEMPAT PPL : SD NEGERI BULAKREJO 02

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2021
REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kegiatan Refleksi : Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran


Unit Kerja : SD Negeri Bulakrejo 02 Kec. Sukoharjo
Kelas/Semester : 3 (Tiga) / II (Dua)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Tema : 7. Perkembangan Teknologi
Subtema : 3. Perkembangan Teknologi Komunikasi

A. Permasalahan
Maret 2020, disaat merebaknya pandemi covid 19 pembelajaran yang awalnya
dilaksanakan secara tatap muka, harus diubah menjadi moda pembelajaran jarak jauh
(daring). Untuk tetap memberikan pembelajaran yang terbaik, maka guru berusaha sebaik
mungkin tetap mengajar meskipun dengan media seadanya. Sebagian besar guru
memanfaatkan media whatsapp karena media tersebut merupakan media yang paling mudah,
paling banyak digunakan oleh wali murid atau peserta didik, serta dapat digunakan untuk
berbagai manfaat.
Mengingat program pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih belum dirancang dengan
baik dan matang maka guru melaksanakan pembelajaran sesuai apa yang mereka mampu.
Metode pembelajaran yang paling sering digunakan guru dalam mengajar adalah metode
penugasan. Guru memberikan tugas yang ada pada buku paket atau buku pendamping
lainnya.
Namun pembelajaran melalui penugasan tentu tidak dapat menghasilkan
pembelajaran yang maksimal. Jika peserta didik hanya diberi tugas untuk belajar mandiri dan
meyelesaikan tugas yang diberikan tentu akan menyulitkan bagi mereka. Belum lagi
kesulitan peserta didik memahami materi tanpa panduan dan penjelasan guru.
Maka diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik
dalam memahami materi pembelajaran dengan baik. Media yang menarik dan mudah di
akses serta dapat memotivasi peserta didik dalam belajar. Powerpoint diharapkan menjadi
salah satu media yang efektif dalam mengajarkan materi kepada peserta didik. Dengan media
powerpoint diharapkan peserta didik dapat lebih mudah memahami materi dan lebih
termotivasi dalam belajar.
B. Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran
Penggunaan powerpoint memberikan dampak yang spesifik terhadap proses
pembelajaran siswa. Dengan media powerpoint peserta didik belajar dengan penuh antusias.
Peserta didik juga lebih mudah mempelajari materi pembelajaran. Penerapan media
powerpoint dalam pembelajaran tematik kelas 3 Materi Tema 7 Sub tema 3 dijabarkan
sebagai berikut:
1. Perencanaan
Untuk perencanaan pembelajaran dimulai dengan mempersiapkan rancangan
pembelajaran dan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Selanjutnya materi
pembelajaran tersebut dibuatkan media powerpoint. Media powerpoint dibuat semenarik
mungkin. Media powerpoint dapat disertai gambar serta suara atau musik untuk menarik
antusias dan semangat peserta didik dalam belajar. Powerpoint juga dapat diupload di
media lain seperti google drive ataupun youtube untuk memudahkan peserta didik jika
sewaktu waktu menginginkan untuk mengakses powerpoint tersebut.
2. Pelaksaanaan
Pembelajaran daring (PJJ) melalui media powerpoint dapat dilakukan dengan
bantuan media whatsapp group. Guru mengirimkan powerpoint melalui media whatsapp
atau juga bisa dengan mengirimkan link powerpoint yang telah diupload di google drive
atau youtube. Dengan terlebih dahulu diberi pengantar materi oleh guru, selanjutnya
peserta didik diminta mempelajari powerpoint tersebut. Dengan media powerpoint,
peserta didik dapat mempelajari materi pembelajaran dengan lebih baik. Mulai dari
penjelasan materi, contoh, gambar, penerapan, dapat dijelaskan dengan lebih mudah
melalui powerpoint. Peserta didik juga termotivasi belajar karena belajarnya dengan
membaca powerpoint. Pembelajaran dengan powerpoint dapat menghasilkan
pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
3. Evaluasi
Guru juga harus memberikan tindak lanjut dari pembelajaran dengan
menggunakan media powerpoint tersebut. Guru bertanya jawab dengan peserta didik
mengenai materi pada powerpoint tersebut. Guru menanyakan mengenai isi materi pada
powerpoint, materi yang sulit dipahami, maupun istilah yang mungkin belum dipahami
peserta didik. Guru juga harus merefleksi bagaimana kondisi dan perasaan peserta didik
dalam belajar dengan media powerpoint. Diketahui bahwa peserta didik memberikan
respon yang positif dengan penggunaan media powerpoint tersebut.

C. Simpulan
Penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada materi
tematik kelas 3 Tema 7 Sub tema 3 terbukti mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih
menyenangkan dan bermakna. Peserta didik menjadi lebih antusias dalam belajar. Dalam
memahami materi juga lebih mudah karena pada powerpoint terdapat penjelasan penjelasan
beserta contoh-contoh konkret. Penggunaan media powerpoint dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa pada pembelajaran daring materi Tematik kelas 3 Tema 7 Sub tema 3.
Lampiran
DOKUMENTASI KEGIATAN

Menjelaskan Materi Pembelajaran secara Daring

Membimbing Peserta Didik


Mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS)
LAPORAN REFLEKSI DIRI

PERBAIKAN PEMBELAJARAN TEMA 7 SUBTEMA 2


KELAS IV SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2020/2021
MELALUI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
SD NEGERI BULAKREJO 02

DISUSUN OLEH :
NAMA : SRI HARTINI, S.Pd
NIM : 1952708276
TEMPAT PPL : SD NEGERI BULAKREJO 02

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2021
REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kegiatan Refleksi : Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran


Unit Kerja : SD Negeri Bulakrejo 02 Kec. Sukoharjo
Kelas/Semester : 4 (Empat) / II (Dua)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Tema : 7. Indahnya Keragaman di Negeriku
Subtema : 2. Indahnya Keragaman Budaya Negeriku

A. Permasalahan
Maret 2020, disaat merebaknya pandemi covid 19 pembelajaran
yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka, harus diubah menjadi moda
pembelajaran jarak jauh (daring). Untuk tetap memberikan pembelajaran
yang terbaik, maka guru berusaha sebaik mungkin tetap mengajar
meskipun dengan media seadanya. Sebagian besar guru memanfaatkan
media whatsapp karena media tersebut merupakan media yang paling
mudah, paling banyak digunakan oleh wali murid atau peserta didik, serta
dapat digunakan untuk berbagai manfaat.
Mengingat program pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih belum
dirancang dengan baik dan matang maka guru melaksanakan pembelajaran
sesuai apa yang mereka mampu. Metode pembelajaran yang paling sering
digunakan guru dalam mengajar adalah metode penugasan. Guru
memberikan tugas yang ada pada buku paket atau buku pendamping
lainnya.
Namun pembelajaran melalui penugasan tentu tidak dapat
menghasilkan pembelajaran yang maksimal. Jika peserta didik hanya
diberi tugas untuk belajar mandiri dan meyelesaikan tugas yang diberikan
tentu akan menyulitkan bagi mereka. Belum lagi kesulitan peserta didik
memahami materi tanpa panduan dan penjelasan guru.
Maka diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat
memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dengan
baik. Media yang menarik dan mudah di akses serta dapat memotivasi
peserta didik dalam belajar. Video pembelajaran diharapkan menjadi salah
satu media yang efektif dalam mengajarkan materi kepada peserta didik.
Dengan media video diharapkan peserta didik dapat lebih mudah
memahami materi dan lebih termotivasi dalam belajar.

B. Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran


Penggunaan video pembelajaran memberikan dampak yang spesifik
terhadap proses pembelajaran siswa. Dengan media video peserta didik
belajar dengan penuh antusias. Peserta didik juga lebih mudah mempelajari
materi pembelajaran. Penerapan media video pembelajaran dalam
pembelajaran tematik kelas 4 Materi Tema 7 Sub tema 2 dijabarkan
sebagai berikut.
1. Perencanaan
Untuk perencanaan pembelajaran dimulai dengan
mempersiapkan rancangan pembelajaran dan materi pembelajaran yang
akan di sampaikan. Selanjutnya materi pembelajaran tersebut di
buatkan media video pembelajaran. Media video pembelajaran di buat
semenarik mungkin. Media video pembelajaran dapat disertai gambar
serta suara atau musik untuk menarik antusias dan semangat peserta
didik dalam belajar. Video pembelajaran juga dapat diupload di media
lain seperti google drive ataupun youtube untuk memudahkan peserta
didik jika sewaktu waktu menginginkan untuk mengakses video
tersebut.
2. Pelaksaanaan
Pembelajaran daring (PJJ) melalui media video pembelajaran
dapat dilakukan dengan bantuan media whatsapp group. Guru
mengirimkan video pembelajaran melalui media whatsapp atau juga
bisa dengan mengirimkan link video pembelajaran yang telah di upload
di google drive atau youtube. Dengan terlebih dahulu di beri pengantar
materi oleh guru, selanjutnya peserta didik diminta mempelajari video
pembelajaran tersebut. Dengan media video pembelajaran, peserta didik
dapat mempelajari materi pembelajaran dengan lebih baik. Mulai dari
penjelasan materi, contoh, gambar, penerapan, dapat dijelaskan dengan
lebih mudah melalui video pembelajaran. Peserta didik juga termotivasi
belajar karena belajarnya dengan menonton video. Pembelajaran
dengan video dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi
peserta didik.

3. Evaluasi
Guru juga harus memberikan tindak lanjut dari pembelajaran
dengan menggunakan media video pembelajaran tersebut. Guru
bertanya jawab dengan peserta didik mengenai materi pada video
tersebut. Guru menanyakan mengenai isi materi pada video, materi
yang sulit di pahami, maupun istilah yang mungkin belum di pahami
peserta didik. Guru juga harus merefleksi bagaimana kondisi dan
perasaan peserta didik dalam belajar dengan media video pembelajaran.
Diketahui bahwa peserta didik memberikan respon yang positif dengan
penggunaan media video pembelajaran tersebut.
C. Simpulan
Penggunaan media video pembelajaran dalam pembelajaran jarak
jauh (PJJ) pada materi tematik kelas 4 Tema 7 Sub tema 2 terbukti mampu
menghasilkan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Peserta didik menjadi lebih antisias dalam belajar. Dalam memahami
materi juga lebih mudah karena pada video pembelajaran terdapat
penjelasan penjelasan beserta contoh contoh konkret. Penggunaan media
video pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada
pembelajaran daring materi Tematik kelas 4 Tema 7 Sub tema 2.
Lampiran

DOKUMENTASI KEGIATAN

Pembuatan Media Video Pembelajaran

Pemanfaatan Media Video Pembelajaran oleh Siswa


MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
TEMATIK KELAS 4 TEMA 7 SUBTEMA 2 PERTEMUAN 4
Oleh : Sri Hartini, S.Pd

Judul Video : Sri Hartini Media Pembelajaran Tematik Kelas 4


Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 4
Jenis Dokumen : Video (MP4)
Ukuran File : 180 Mb
Durasi : 8 menit 53 detik
Tanggal Pembuatan : 25 November 2020
Tanggal Upload : 27 November 2020
Link Download : https://youtu.be/Sw5jTy5xFxE
Cuplikan Video
LAPORAN REFLEKSI

PERBAIKAN PEMBELAJARAN TEMA 8 SUBTEMA 2


KELAS V SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2020/2021
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
INQUIRY BASED LEARNING
SD NEGERI BULAKREJO 02

DISUSUN OLEH :
NAMA : SRI HARTINI, S.Pd
NIM : 1952708276
TEMPAT PPL : SD NEGERI BULAKREJO 02

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2021
REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kegiatan Refleksi : Refleksi Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran


Unit Kerja : SD Negeri Bulakrejo 02 Kec. Sukoharjo
Kelas/Semester : 5 (Lima) / II (Dua)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Tema : 8. Lingkungan Sahabat Kita
Subtema : 2. Perubahan Lingkungan

Peningkatan kualitas pembelajaran perlu ditingkatkan oleh setiap pendidik.


Salah satu upaya yang saya lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
saya lakukan di SD Negeri Bulakrejo 02 adalah dengan mencermati permasalahan
yang saya hadapi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah perbaikan dalam
pembelajaran dengan melihat hasil penilaian peserta didik untuk mengetahui daya
serap/kemampuan masing-masing individu. Adapun perbaikan yang dilakukan
adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang bermakna bagi siswa yaitu
Model Inquiry Based Learning.
Berikut ini adalah tabel refleksi diri dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan :
No. Kegiatan Permasalahan Perbaikan Tahun/ Keterangan
Refleksi Semester
1 Perbaikan Hasil belajar Penilaian Akhir Menggunakan 2020/2021 Setelah
pembelajaran Sub Tema pada Tema 7 Sub model Semester dilakukan
Tema 2 pada kelas V tahun pembelajaran Genap perbaikan
pembelajaran 2020/2021 masih yang tepat pembelajaran
rendah, hal ini terlihat dari yaitu dengan dengan
presentase minimal ketuntasan model menggunakan
hanya 33%. Hal ini dikarenakan pembelajaran model
guru belum menerapkan model Inquiry Based pembelajaran
pembelajaran yang mampu Learning. Inquiry Based
menarik minat peserta didik Learning hasil
dalam belajar. Sehingga anak belajar peserta
kurang aktif dalam didik kelas V
memperhatikan pembelajaran dapat
dan berakibat pada rendahnya meningkat
daya serap peserta didik dalam dengan optimal.
belajar.
Kekurangan dalam pembelajaran ini dilatarbelakangi oleh pemilihan model
pembelajaran yang digunakan masih konvensional dan membosankan. Aktivitas guru
masih memiliki kekurangan, di antaranya : 1) penyampaian pembelajaran yang
membosankan; 2) belum mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai untuk
peserta didik kelas tinggi yaitu mampu menarik perhatian peserta didik.
Aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran juga masih memiliki
kekurangan diantaranya : 1) peserta didik masih belum aktif dalam kegiatan
pembelajaran, 2) kurangnya semangat belajar, 3) kurang percaya diri saat kegiatan
pembelajaran.
Berdasarkan hasil belajar semester 1 tahun 2020/2021 banyak peserta didik yang
belum mencapai nilai KKM dan belum mencapai nilai ketuntasan secara klasikal.
Karena itu saya harus melanjutkan pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan
yang terjadi pada pembelajaran sebelumnya.
Analisis hasil belajarnya sebagai berikut :
Nilai Rata-rata
No. Nama Peserta Didik Keterangan
(KKM 70)
1. Aisyah Nur F. 65 Belum Tuntas
2. Bagus Prasetyo 50 Belum Tuntas
3. Della Putri Anggraini 65 Belum Tuntas
4. Eka Erina Hariyanti 75 Tuntas
5. Febryan Muhammad Akbar 45 Belum Tuntas
6. Hafizh Furqon R. 45 Belum Tuntas
7. Marsya Nur Khasanah 85 Tuntas
8. Muhammad Nizar Reynaldi 45 Belum Tuntas
9. Novia Indah Wulandari 55 Belum Tuntas
10. Qoirina Natasya R. 70 Tuntas
11. Reyfan Dwi Prasetya 60 Belum Tuntas
12. Riyandhika F. 50 Belum Tuntas
13. Shafa Azallia 65 Belum Tuntas
14. Shifa Fauziah P.P. 55 Belum Tuntas
15. Shifa Ayu Nurkasanah 90 Tuntas
16. Rifian Adli Firmansyah 75 Tuntas
17. Rois Maulana Aldiansyah 45 Belum Tuntas
18. Zaki Putra Prasetya 40 Belum Tuntas
Jumlah Tuntas / Persentase 5 33%
Jumlah Tidak Tuntas / Persentase 13 67%

Berdasarkan hasil rata-rata Penilaian Akhir Sub Tema 3 Tahun 2020/2021


pada tabel di atas diketahui bahwa peserta didik tuntas dalam belajar sesuai dengan
KKM sebanyak 33% atau ada 5 peserta didik yang tuntas. Sedangkan ada 13 peserta
didik atau 67% yang tidak tuntas dengan KKM 70.
Kemudian saya melakukan perbaikan dengan menerapkan model
pembelajaran Inquiry Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik
kelas V. Menurut Sanjaya (2006) model pembelajaran inquiry adalah rangkaian
kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan
analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang
dipertanyakan. Dengan demikian, model pembelajaran Inquiry Based Learning
dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan namun
tetap kondusif. Dengan suasana menyenangkan tersebut, siswa diharapkan akan lebih
memahami jalannya proses pembelajaran, sehingga diharapkan tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan mudah dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Selain
itu metode ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan
bekerja sama dengan rekannya. Setelah menerapkan metode pembelajaran tersebut,
peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan nilai
dari tes evaluasi yang meningkat.
Nilai Rata-rata
No. Nama Peserta Didik Keterangan
(KKM 70)
1. Aisyah Nur F. 72 Tuntas
2. Bagus Prasetyo 60 Belum Tuntas
3. Della Putri Anggraini 75 Tuntas
4. Eka Erina Hariyanti 78 Tuntas
5. Febryan Muhammad Akbar 80 Tuntas
6. Hafizh Furqon R. 77 Tuntas
7. Marsya Nur Khasanah 85 Tuntas
8. Muhammad Nizar Reynaldi 62 Belum Tuntas
9. Novia Indah Wulandari 88 Tuntas
10. Qoirina Natasya R. 78 Tuntas
11. Reyfan Dwi Prasetya 84 Tuntas
12. Riyandhika F. 82 Tuntas
13. Shafa Azallia 92 Tuntas
14. Shifa Fauziah P.P. 93 Tuntas
15. Shifa Ayu Nurkasanah 94 Tuntas
16. Rifian Adli Firmansyah 86 Tuntas
17. Rois Maulana Aldiansyah 91 Tuntas
18. Zaki Putra Prasetya 60 Belum Tuntas
Jumlah Tuntas / Persentase 5 33%
Jumlah Tidak Tuntas / Persentase 13 67%
Berdasarkan evaluasi setelah dilakukannya model pembelajaran Inquiry
Based Learning pada tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 15 peserta didik dari 18
peserta didik telah tuntas dalam belajar Tema 8 Subtema 2 Perubahan Lingkungan
atau sekitar 83% telah tuntas dengan KKM 70. Sedangkan yang tidak tuntas ada 3
peserta didik atau 17%. Ukuran ketuntasan ini berdasarkan hasil KKM yang telah
ditetapkan. Peserta didik dikatakan berhasil belajar secara individu apabila memiliki
daya serap 70 (ketuntasan individu), sedangkan satu kelas dikatakan berhasil belajar
apabila ≥ 75% dari jumlah peserta didik memenuhi ketuntasan klasikal (KKM 70).
FOTO KEGIATAN

Menjelaskan Materi Pembelajaran

Membimbing Peserta Didik


Mengerjakan Evaluasi CBT

Anda mungkin juga menyukai