Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

“MULTIKULTULARISME DALAM ERA GLOBALISASI”

Dosen Pengampu: IMRAN ROSIDI

OLEH:

ZAYYAN AFIFAH

(043096354)

ILMU PEMERINTAHAN

FAKULTAS HUKUM, ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS TERBUKA (UT)

SUMBAWA

2021

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kelancaran dalam
menyusun makalah ini sehingga dapat terselesaikan. Shalawat dan salam selalu kita haturkan
kepada sayyidilmursalin Nabi besar Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umat nya dari
alam yang buta dengan ilmu pengetahuan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar
2. Teman yang telah membantu menyumbangkan ide baik itu data maupun fakta.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak
pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan, namun makalah ini masih jauh dari kata
sempurna dikarenakan pengetahuan dan pengalaman kami yang terbatas. Oleh karena itu, kami
mengharapkan segala bentuk saran dan kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Sumbawa, 20 November 2021

Zayyan Afifah

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................1
DAFTAR ISI..........................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................3
B. Rumusan Masalah........................................................................................3
C. Tujuan..........................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
A. Perbandingan antara konsep multikultularisme dengan
kesetaraan....................................................................................................4
B. Contoh perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan
yang berkaitan dengan sosiologi dan budaya
diIndonesia..................................................................................................5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................7
B. Saran............................................................................................................7
C. Daftar Pustaka..............................................................................................8

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar yang berkatian
dengan perbandingan konsep multikultularisme dan kesataraan serta contohnya yang terkait
sosiologi dan budaya sehingga makalah ini dibuat demi memenuhi dan menjawab tujuan
petugasan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan?
2. Apa saja contoh perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan yang
berkaitan dengan sosiologi dan budaya di Indonesia?

C. TUJUAN
1. Mengetahui perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan
2. Mengetahui contoh perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan
yang berkaitan dengan sosiologi dan budaya di Indonesia

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan


Menurut H.A.R Tilaar, multikultularisme pada masa modern, terutama dalam era
globalisasi, berbeda dengan multikultularisme pada masa lalu. Multikultularisme pada
modern didalam era globalisasi bersifat terbuka dan melihat ke luar. Jadi
multikultularisme tidak hanya berarti beragamnya kelompok etnis dalam sebuah negara,
tetapi juga seluruh kelompok etnis yang beragam diluar batas-batas negara, termasuk
didalamnya perkembangan agama, isu jender, dan kesadaran kaum marjinal.

Bagaimana seseorang dapat memiliki kesadaran multikultur adalah hasil dari


perkembangan pribadi seseorang yang bangga terhadap budayanya, namun dapat
menghargai budaya lain dalam ikatan komunitas yang lebih luas. Kesadaran multikultural
berarti seseorang mempunyai kesadaran serta kehangatan memiliki dan mengembangkan
budaya komunitasnya sendiri, namun demikian dia akan hidup berdampingan secara
damai, bahkan saling bekerja dan saling menghormati.

Untuk itu pentingnya pendidikan multikultural guna membangun manusia yang


dapat mengakui adanya perbedaan, persamaan hak, dan keadilan sosial terutama di era
globalisasi.

Berlanjut pada konsep multikultularisme dengan kesetaraan. Kesetaraan gender


juga merupakan bagian dari multikultularisme dimana seseorang memiliki pandangan
yang berbeda-beda terhadap peran laki-laki dan perempuan didalam masyarakat
bergantung terhadap nilai yang diterapkan dimasyarakat tersebut. Terdapat banyak
permasalahan tentang penerimaan kaum perempuan terhadap suatu bidang pekerjaan
yang dipandang tidak mampu dikerjakan oleh mereka. Maka dari itu kesetaraan gender
merupakan suatu isu yang harus antara perempuan dan laki-laki. Faktor stereotype juga
merupakan faktor yang sampai sekarang masih melekat dalam pandangan masyarakat
terhadap perempuan yang mana selalu dianggap lemah oleh laki-laki yang hanya mampu
bekerja dirumah.

Kesetaraan dan keadilan gender dalam beberapa situasi, masih ada sekelompok
orang yang berpikir bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki dalam keluarga maupun
dalam masyarakat memang harus berbeda. Contohnya saja anggapan bahwa "perempuan
tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh juga nantinya akan kembali ke dapur". Dari
ungkapan tersebut sudah dapat dilihat ada dua hal yang mencerminkan tidak adanya
kesetaraan gender dimana perempuan tidak diberikan kesempatan yang sama dengan

4
laki-laki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Kesetaraan gender juga bukan berarti
memindahkan semua pekerjaan laki-laki ke tangan perempuan. Bukan pula mengambil
alih tugas dan kewajiban seorang suami oleh istrinya. Jika gak ini yang terjadi bukan
"Kesetaraan" Yang tercipta melainkan penambahan beban dari penderitaan pada
perempuan.

Jika peran gender dianggap sebagai sesuatu yang bisa berubah dan bisa
disesuaikan dengan kondisi yang dialami seseorang, maka tidak ada alesan bagi kita
untuk menganggap aneh seorang suami yang pekerjaan sehari-harinya memasak dan
mengasuh anak-anaknya, sementara istri bekerja diluar rumah.

Kemudian juga Masyarakat multikultularisme menjadi ciri khas bangsa lebih


khususnya pada masyarakat Indonesia, dan telah diperbincangkan dalam berbagai
kegiatan contoh seperti seminar, forum diskusi maupun dalam lingkungan akademik.
Tidak pun demikian sekarang multikultularisme kurang tepat digunakan, bahkan
masyarakat multikultural sering disamakan dengan masyarakat pluralisme, namun
menurut hemat penulis kedua memiliki arti dan makna sejarah yang berbeda antar satu
dengan yang lain, meskipun keduanya sama-sama berbicara tentang keragaman. Karena
memiliki konsep yang berbeda jadi konsep masyarakat multikultularisme dan konsep
masyarakat pluralisme perlu ditelaah lebih dalam lagi agar dapat menemukan sesuai
dengan konteks masyarakat Indonesia.
Lebih jauh lagi untuk mendapatkan desain pengelolaan keragaman yang lebih
komprehensif dalam menjaga tatanan masyarakat seimbang ( keseimbangan) dalam
kesatuan "Bhineka Tunggal Ika".
Sehingga inti multikultularisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara
sama sebagai kesatuan, tanpa memedulikan perbedaan budaya, etnis, jenis kelamin,
bahasa, ataupun agama. Desain masyarakat multikultural dapat dikaji menggunakan
paradigma positisfik, pospositivistik, kritis, dan postrukturalis sebagai suatu kesatuan
yang integratif.

B. Contoh perbandingan antara konsep multikultularisme dengan kesetaraan yang


berkaitan dengan sosiologi dan budaya diIndonesia

 Contoh pertama
Yaitu adanya program pertukaran pemuda Antar Negara (PPAN) yang
dilaksanakan pemerintah melalui kementerian Negara pemuda dan olahraga
( KEMENPORA). PPAN yang memiliki tujuan mengembangkan generasi
pemuda untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkan
mereka menghadapi tantangan global dimasa mendatang. Serta memberikan
kesempatan kepada generasi muda untuk lebih mengenai adat-istiadat, kesenian,

5
dan budaya dinegara tujuan, tukar-menukar pengalaman serta melakukan kegiatan
bersama dinegara lain yang akan menimbulkan saling pengertian, penghormatan
ataupun toleransi.

 Contoh kedua
Menghargai antar umat beragama, masyarakat Bali yang dapat menerima
kebudayaan dari daerah lain, tidak saling menyinggung kepercayaan yang dianut
oleh masyarakat lainnya, Tidak menyinggung ciri khas atau rasa yang dimiliki
teman, Tidak memperbolehkan menggunakan pengeras suara ketika adzan
berkumandang dan Saling berbaur antara satu dengan yang lain tanpa
memperhatikan latar belakang orang-orang yang memiliki satu visi dan misi
dengan kita.

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelesan dan pemaparan diatas terkait perbandingan antara konsep


multikultularisme dengan kesetaraan yang contohnya berkaitan dengan sosiologi dan budaya di
Indonesia bahwa multikultularisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama
sebagai kesatuan, tanpa memedulikan perbedaan budaya, etnis, jenis kelamin, bahasa, ataupun
agama.

B. Saran

Menurut pendapat saya mempelajari dan memahami arti serta makna dari
multikultularisme sangat penting sehingga dapat menerima dan bersatu diantara perbedaan yang
ada.

C. Penutup

Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini. Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun
kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-
kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para
pembaca pada umumnya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Hertati S, Indira Y, Dyatika W, Mira I. 2016. Ilmu sosial budaya dasar. Universitas Terbuka