Anda di halaman 1dari 7

RMK Sistem Pengendalian Manajemen

“KONSEP DAN RUANG LINGKUP


SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN”

Disusun oleh: Kelompok 7

Moh. Gofaldi (A031191138)


Ahmad Nurul Fitrah H.s (A031191062)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
Konsep Dan Ruang Lingkup Sistem Pengendalian Manajemen

Pengendalian merupakan suatu proses dasar untuk mendapatkan sesuatu yang


identik dan apa saja yang akan dikendalikan. Pengendalian membantu mengidentifikasikan
masalah-masalah manajemen.Usaha-usaha untuk mengidentifikasikan masalah-masalah
merupakan tantangan bagi para manajer. Seorang manajer akan menyadari suatu masalah
apabila terjadipenyimpangan dari sasaran yang ingin dicapai. Salah satu fungsi daripada
manajemen adalah pengendalian.

A. PENGERTIAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


a) Pengertian Sistem
Menurut Robert. N. Anthony (2004) menyatakan bahwa : “Suatu sistem
merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau
sekelompok aktivitas. Sistem memiliki karakteristik berupa rangkaian langkah-
langkah yang berirama, terkoordinasi dan berulang; yang dimaksudkan untuk
mencapai tujuan tertentu.”
Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi
pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan
atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat
berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam
sistem tersebut.

b) Pengertian Pengendalian
Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel untuk
mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Hansen
dan Mowen (1995) pengendalian adalah proses penetapan standar, dengan
menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang
diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang
telah direncanakan sebelumnya.
c) Pengertian Manajemen
Pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi, serta
pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan bekerja bersama.
d) Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen
Anthony dan Govindarajan mendefinisikan Pengendalian manajemen sebagai
berikut:“pengendalian manajemen merupakan proses di mana para manajer
mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi
organisasi”. Pengendalian manajemen merupakan proses untuk memotivasidan
memberikan semangat anggota organisasi dalam melaksanakan kegiatan dalam
rangka mencapaitujuan organisasi. Pengendalian manajemen juga merupakan
suatu proses untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan untuk kerja yang tidak
disengaja maupun yang disengaja. Karena fokusnya adalah pada manusia dan
implementasi rencana, pengendalian manajemen membutuhkan pertimbangan
psikologis yang kuat. Kegiatan seperti komunikasi, menasehati, memberi semangat
dan mengkritik merupakan bagianpenting dalam proses ini. Pengendalian
manajemen memanfaatkan pengandalian tugas untuk memastikan kerja yang efektif
danefisien.

B. KARAKTERISTIK SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen meliputi tindakan untuk menuntun dan memotivasi usaha
guna mencapai tujuan organisasi, maupun tindakan untuk mengkoreksi kinerja
organisasi yang tidak efektif dab efisien. Sistem pengendalian manajemen yang
berbeda diperlukan untuk situasi yang berbeda. Menurut Robert N. Anthony dan Vijay
Govindarajan, sistem pengendalian manajemen memiliki karakteristik yang berfokus
pada program dan anggaran organisasi. Secara umum, sistem pengendalian
manajemen yang dirancang dalam suatu organisasi harus memenuhi karakteristik
sebagai berikut :

 digunakan untuk mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian


terhadap sumber daya (resources) yang digunakan, baik manusia, alat-alat, dan
teknologi, maupun hasil yang diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian
tujuan organisasi dapat berjalan dengan lancar.
 bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang berintegrasi dan menyeluruh,
serta kurang bersifat perhitungan yang pasti dalam mengevaluasi sesuatu.
 berorientasi pada manusia, karena pengendalian manajemen lebih ditujukan
untuk membantu manajer dalam mencapai strategi organisasi dan bukan untuk
memperbaiki detail catatan.

C. ELEMEN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Di dalam suatu sistem pengendalian akan ditemukan sedikitnya 4 (empat) elemen
proses pengendalian, sebagai berikut:
1. Detector / Sensor atau Pelacak. adalah alat untuk mengidentifikasi apa yang
sesungguhnya terjadi dalam proses pengendalian dalam organisasi.
2. Assesor / Penilai. adalah alat untuk menilai signifikansi apa yang sedang terjadi
(peristiwa actual) dalam proses pengendalian. Pada umumnya yang dilakukan
adalah membandingkan apa yang sedang terjadi dengan yang seharusnya terjadi
(standar).
3. Effector / Pelaksana. adalah alat yang mendorong perilaku atau tindakan tertentu
jika assessor menyatakan bahwa realitas tidak sesuai dengan ketentuan atau
standar. Elemen tersebut kadang disebut “feedback” atau umpan balik.
4. Communication Network / Jaringan Komunikasi. adalah transmisi informasi
dari detector dan assessor atau assessor dan effector.

D. BATAS-BATAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen adalah kegiatan perencanaan dan pengendalian dalam
organisasi, yang berada diantara dua kegiatan yaitu perumusan atau formulasi strategi
yang dilakukan manajemen atas dan pengendalian tugas yang dilakukan manajemen
level bawah/operasional. Untuk dapat memahami pengertian pengendalian manajemen,
terlebih dahulu harus dapat dibedakan dari dua aktivitas lainnya yaitu formulasi strategi
dan pengendalian tugas.

1) Formula Strategi
Formulasi strategi adalah proses menentukan tujuan organisasi dan strategi
untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan (goal) adalah apa yang hendak dicapai
oleh seluruh organisasi sedangkan strategi menjelaskan langkah spesifik untuk
mencapai tujuan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan biasanya untuk jangka
panjang, dan jarang sekali dirubah. Banyak perusahaan menetapkan tujuannya
seperti: pencapaian laba tertentu, mencapai pangsa pasar luas atau untuk bisnis
non-profit: memberikan pelayananmaksimum. Strategi adalah rencana besar
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi biasanya untuk jangka
pendek. Apa yang tertuang dalam strategi adalah arah organisasi yang dikehendaki
oleh manajer senior sebagai responnya atas hambatan atau kesempatan yang
dihadapi organisasi. Hambatan, misalnya pada kasus terjadinya perubahan selera
konsumen, adanya regulasi pemerintah yang berubah atau tuntutan baru sebagai
akibat aksi pesaing. Kesempatan, misalnya adanya persepsi baru konsumen,
inovasi produk, ataupun inovasi teknologi. Manajemen atas biasanya berpijak pada
hambatan dan kesempatan untuk menentukan strategi. Oleh karena itu seringkali
terjadi perubahan strategi organisasi secara besar ketika diangkat seorangmanajer
atas (top manager)baru.

2) Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajemen mempengaruhi
anggota organisasi untuk mengimplementasikan strategi organisasi yang telah
ditetapkan. Aktivitasnya meliputi:a.Perencanaan, apa yang seharusnya dilakukan
b.Koordinasi,atas berbagai bagian dalam organisasic.Komunikasi,
informasid.Evaluasi, informasie.Mengambil Keputusan, atas tindakan
tertentuf.Mempengaruhi, orang untuk merubah perilaku orangFokus utama
pengendalian manajemen ada pada pelaksanaan strategi atau eksekusi, dan
merupakan salah satu alat dalam implementasi strategi. Alat lainnya adalah struktur
organisasi, manajemen sumber dayamanusia, dan kultur. Struktur Organisasi
meliputi peran spesifik dalam organisasi, hubungan pelaporan, dan pembagian
tanggungjawab, sedangkan manajemen sumberdaya manusia adalah proses
seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi,dan penghentian karyawan untuk membangun
keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan organisasi untuk mengimplementasikan
strategi. Variabel lain adalah kultur, mencakup norma, kepercayaan, perilaku yang
secara implisit atau eksplisit digunakan untuk melandasi segala keputusan
manajemen. Jadi, agar strategi bisa menghasilkan kinerja terbaik, maka alat seperti
struktur organisasi, manajemen sumberdaya manusia, kultur dan pengendalian
manajemen harus dirancang secara harmonis.
3) Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses memastikan bahwa tugas tertentu telah
dikerjakan secara efisien dan efektif. Tugas tersebut harus mematuhi aturan atau
standar yang berlaku. Bahkan kadang kehadiran manusia sama sekali tidak
dibutuhkan karena tugas100% dikendalikan oleh mesin dan teknologi. Hampir semua
informasi di organisasi adalah informasi pengendalian tugas, misalnya :
jumlahproduk selesai, jumlah produk terjual, jumlah produk cacat, bahan baku
dipakai, jam kerja karyawan, kas dikeluarkan, dan sebagainya. Banyak aktivitas
organisasi di pusat merupakan sistem pengendalian tugas, seperti: penjadwalan,
logistik, sistem penerimaan barang, manajemen kas, dan lain-lain.

E. STRUKTUR SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, dua aspek
penting dari lingkungan tersebut adalah faktor internal yaitu struktur organisasi, struktur
program, struktur rekening, faktor administratif, faktor perilaku dan faktor budaya. Aspek
penting kedua adalah faktor eksternal.Sistem pengendalian manajemen dipusatkan
pada berbagai jenis pusat pertanggung jawaban. Definisi pusat pertanggung jawaban
menurut Anthony dan Govindarajan "Pusat tanggung jawab merupakan organisasi yang
dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang
dilakukan."

Jenis-jenis pusat pertanggung jawaban menurut Anthony dan Govindarajan:


a. Pusat Pendapatan
Merupakan pusat pertanggung jawaban yang manajernya diukur prestasinya
berdasarkan pendapatannya. Manajer pusat pendapatan tidak dimintai
pertanggung jawaban mengenai masukannya karena dia tidak mempengaruhi
pemakaian masukan tersebut. Pusat pendapatan bertanggung jawab tehadap
pencapaian yang ditargetkan tanpa harus dibebani tanggung jawab pencapaian
pendapatan mengenai biaya yang terjadi di departemennya. Biaya seringkali tidak
mempunyai hubungan dengan pendapatan yang diperoleh oleh departemen
tersebut. Pada umumnya, biaya- biaya yang terjadi dalam pusat pendapatan
merupakan biaya kebijakan, maka pusat pendapatan pada umumnya juga
merupakan pusat biaya kebijakan.

b. Pusat Biaya
Merupakan pusat pertanggung jawaban yang manajernya diukur prestasinya
atas dasar biayanya (nilai masukannya). Setiap pusat pertanggung jawaban
mengkonsumssi masukan dan menghasilkan keluarannya tidak dapat atau tidak
perlu diukur dalam bentuk pendapatan. Hal ini disebabkan karena kemungkinan
keluaran pusat biaya tersebut tidak bertanggung jawab atas keluaran pusat biaya
tersebut. Berdasarkan hubungan antara keluaran dan masukannya, pusat biaya
dibagi menjadi pusat biaya teknik dan pusat biaya kebijakan.
 Pusat biaya teknik adalah pusat pertanggung jawaban yang sebagian besar
masukannya mempunyai hubungan yang nyata dan erat dengan keluaranya.
Manajer pusat biaya teknik diukur prestasinya atas dasar seberapa jauh dia
dapat mempertahankan efisiensinya.
 Pusat biaya kebijakanadalah pusat pertangung jawaban yang sebagian besar
masukannya tidak mempunyai hubungan dengan keluarannya. Pusat biaya
kebijakan tidak dapat diukur prestasinya dari sudut efisiensinya.
Pengendalian pusat biaya kebijakan dilakukan dengan menggunakan
angaran sebagai pedoman bagi manajer.

c. Pusat Laba
Adalah pusat pertangungjawaban yang manajernya diukur dari selisih
antara pendapatan dengan biaya untuk memperoleh pendapatan tersebut. Dalam
pusat laba, masukan dan keluarannya diukur dalam satuan uang untuk
menghitung laba yang merupakan dasar pengukuran prestasi manajer. Dalam
akuntansi keuangan, pendapatan diakui dan dicatat pada saat terjadi transaksi
penjualan. Satu pusat pertanggung jawaban merupakan pusat laba jika
manajemen menghendaki untuk mengukur keluaran pusat pertanggung jawaban
tersebut dalam satuan uang dari manajer pusat pertanggung jawaban tersebut
diukur prestasinya atas dasar selisih antara pendapatan dan harganya.

d. Pusat Investasi
Adalah pusat laba yang prestasi manajernya diukur dengan menggunakan
laba yang diperoleh pusat pertanggung jawaban tersebut dengan investasi yang
bersangkutan. Ukuran prestasi manajer pusat investasi dapat berupa rasio antara
laba dengan investasi yang digunakan untuk memperoleh laba (ROI=Return
onInvestment). Prestasi dapat juga diukur dengan menggunakan residual
income(Laba dikurangi beban modal atau Capital charge).

Anda mungkin juga menyukai