Anda di halaman 1dari 3

Tugas.

1. Sistem pemungutan pajak yang dicanangkan pemerintah mulia mununjukkan  hasi yang
cukup baik, walupun target belum tercapai, pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat
Jenderal Pajak terus-menerus menggalakan pemungutan pajak yang luar biasa hebat.
Sebutkan perbedaan dari Witholding System dengan Self assesment sistem yang saudara/i
ketahui !

Jawab :

Self Assessment System

Self Assessment System merupakan salah satu sistem pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia
dimana sistem ini membebankan penentuan besaran pajak yang perlu dibayarkan oleh wajib pajak
bersangkutan secara mandiri. Siapa itu wajib pajak? Wajib Pajak merupakan pihak yang berperan
aktif dalam menghitung, membayar, dan melaporkan besaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) atau dapat melalui sistem administrasi online yang telah dibuat oleh pemerintah.

Peran pemerintah dalam sistem pemungutan pajak ini adalah sebagai pengawas dari aktivitas
perpajakan para wajib pajak. Penerapan self assessment system ini berlaku untuk jenis pajak pusat.
Contoh jenis pajak pusat di Indonesia adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan
(PPh) yang berlaku setelah masa reformasi pajak pada 1983 hingga saat ini.

Di sisi self assessment system memberikan kemudahan dan keleluasaan wajib pajak, namun dalam
pelaksanaan sistem pemungutan ini juga terdapat konsekuensi. Wajib pajak biasanya akan
mengusahakan untuk menyetorkan pajak sekecil mungkin. Karena wajib pajak memiliki wewenang
menghitung sendiri besaran pajak terutang yang perlu dibayarkan.

Ciri-Ciri  Self Asssessment System

 Penentuan atas besaran pajak terutang dilakukan oleh wajib pajak itu sendiri

 Wajib pajak memiliki peran aktif dalam memenuhi dan menuntaskan kewajiban perpajakan
mulai dari menghitung, membayar hingga melapor pajak.

 Pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak. Pengecualiannya yaitu
apabila wajib pajak telat lapor, telat membayar pajak terutang atau terdapat pajak yang
seharusnya wajib pajak bayarkan namun tidak dibayarkan.
Withholding System

Ciri dari sistem pajak ini adalah pihak ketiga memiliki wewenang dalam menentukan berapa besar
pajak yang harus dibayar. Besarnya pajak pada withholding system dihitung oleh pihak ketiga bukan
wajib pajak dan bukan aparat pajak atau fiskus. Sistem ini disebut juga dengan jenis pajak potong
pungut dan dinilai adil bagi masyarakat.

Contoh penerapan sistem perpajakan ini adalah pemotongan penghasilan karyawan yang dilakukan
oleh bendahara instansi terkait. Oleh karena itu, karyawan tidak perlu lagi mendatangi Kantor
Pelayanan Pajak untuk membayarkan pajak terutang tersebut.

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Final Pasal 4 ayat 2 dan Pajak
Pertambahan Nilai adalah jenis-jenis pengenaan pajak yang diterapkan menggunakan withholding
system. Bukti potong atau bukti pungut sebagai bukti yang diterbitkan atas pelunasan pajak dengan
menggunakan sistem pemungutan perpajakan ini. Dalam beberapa keadaan tertentu, dapat juga
menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP). Bukti pemotongan tersebut akan dilampirkan bersama
Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh atau SPT Masa PPN wajib pajak bersangkutan.

Kesimpulan dari perbedaan Self Assessment System dan Withholding System bisa dilihat dari ciri
cirinya. Self Assessment System ciri-cirinya adalah Wajib Pajak sendiri yang menghitung, membayar,
melaporkan dan menentukan besaran pajaknya. Sedangkan Withholding System ciri-cirinya pihak
ketiga memiliki wewenang dalam menentukan berapa besar pajak yang harus dibayar.

2. PT. Ambyar mempunyai Pajak Penghasilan yang terutang berdasarkan Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2017, Rp 116.000.000, PPh yang dipungut oleh pihak lain
(Pasal 22) Rp 13.000.000, PPh yang dipotong oleh pihak lain (Pasal 23) Rp   5.500.000.
berapakah besarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri setiap bulan untuk tahun
2017 !

Jawab :

Diketahui pajak penghasilan terutang (SPT 2017) yaitu Rp. 116.000.000 dengan PPh yang dipungut
oleh pihak lain yaitu pasal 22 yaitu Rp. 13.000.000 dan juga PPh yang dipotonhg oleh pihak lain yaitu
pasal 23 dengan besaran Rp. 5.500.000. Berapakah jumlah angsuran pajak yang harus dibayar setiap
bulannya pada tahun 2017? Yaitu sebagai berikut.

Pajak penghasilan terutang (SPT 2017)= Rp. 166.000.000 kemudian dikurangi jumlah kredit PPh yang
dipungut pada pasal 22 dan juga pasal 23 yaitu Rp. 18.500.000 dengan itu maka akan dihasilkan Rp.
97.500.000.
Berarti besaran angsuran pajak yang harus dibayarkan perbulan pada tahun 2017 oleh PT Ambar
yaitu Rp. 97.500.000 dibagi 12 bulan= Rp. 8.125.000.

Penjelasan:

PPh merupakan pajak sebuah penghasilanyang dikenakan pada orang pribadi atau instansi
perusahaan atas pengahsilan yang diterima daam satu tahun pajak, sedangkan PPN merupakan
pajak dari pertambahan nilai yang dikenakan dalam setiap produksi distribusi/pungutan terhadap
konsumsi Barang Kena Pajak/Jasa Kena pajak di dalam daerah daerah pabean

Sumber :

https://klikpajak.id/blog/3-sistem-pemungutan-pajak-di-indonesia/

https://brainly.co.id/tugas/46332937?tbs_match_experiment=2

Anda mungkin juga menyukai