Anda di halaman 1dari 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Surakarta


Mata Pelajaran : Otomatisasi Tata Kelola Keungan
Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Administrasi Keuangan
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Pertemuan Ke :1

1. Tujuan Pembelajaran
1.1. Peserta didik dapat mendifinisikan administrasi keuangan.
1.2. Setelah melakukan diskusi peserta didik dapat mengetahui masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
administrasi keuangan.

2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


2.1. Media dan Bahan Ajar
2.1.1. Media :
1. Gmeet Meeting
2. WhatsApp Group
2.1.2. Bahan Ajar :
1. Materi PowerPoint
2. Modul
2.2. Kegiatan Pembelajaran
2.2.1. Pendahuluan :
1. Guru masuk kelas tepat waktu (membiasakan karakter disiplin)
2. Siswa dipersilahkan oleh guru untuk berdoa bersama (karakter religius) sesuai keyakinan masing -
masing serta menyanyikan lagu Indonesia Raya (karakter Nasionalis)
3. Sebelum memulai pembelajaran siswa diharapkan membaca buku selama 10 menit kemudian
merangkum di buku yang sudah disediakan (literasi membaca)
4. Guru memeriksa kehadiran peserta didik dengan mengisi presensi
5. Guru memberikan motivasi sebelum memberi materi dengan tujuan siswa dapat semangat dalam
belajar.
2.1.2. Kegiatan Inti :
1. Peserta didik diberi rangsangan dengan cara mengamati materi PowerPoint terkait pengertian dan
dasar – dasar administrasi keuangan. Guru juga memberikan motivasi kepada peserta didik akan
pentingnya materi yang akan dipelajari. (budaya literasi)
2. Dalam langkah mengidentifikasi masalah, Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
(spada) untuk melakukan identifikasi masalah-masalah dalam administrasi keuangan. (berpikir
kritis)
3. Peserta didik diberi kasus dalam administrasi keuangan, peserta didik diminta bekerja sama
menyelesaikan masalah tersebut. (collaborative dan communicative)
4. Peserta didik diharapkan mampu mengelola administrasi keuangan di unit kerja. (communicative
dan creativity)

3.. Menyimpulkan dan Penilaian Pembelajaran


3.1. Kesimpulan Pembelajaran
Dalam kegiatan penutup siswa dibimbing oleh guru, menyimpulkan berbagai solusi yang terbaik dari
permasalahan yang disajikan, serta guru memberikan evaluasi yang sesuai dengan materi yang telah
disajikan. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa.
2.4.2. Penilaian
1. Penilaian sikap dilaksanakan melalui observasi terhadap peserta didik selama kegiatan
pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah Lembar
Penilaian Sikap.
2. Penilaian pengetahuan dilaksanakan melalui tes tertulis dalam bentuk essay melalui google form
yang dapat diakses melalui link :
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScMfzdruRIxXoW85ksPbwg70WAbdc6Yf8w5gRVXP
6jw_cukYw/viewform?usp=pp_url
3. Penilaian keterampilan dilaksanakan melalui portofolio serta pengamatan tingkat partisipasi
peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah kumpulan tugas
terbaik/lembaran observasi diskusi dan persentasi.
Surakarta, 23 Mei 2021
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

Dra.Sahid Fauzan, M.Pd., MM. Farida Nurlailatul M, S.Pd.


NIP 1965370 199306 2 001 NIP

*Catatan : Komponen lainnya sebagai pelengkap.


MATERI ADMINISTRASI KEUANGAN

Pengertian Administrasi Keuangan Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan


terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu. Administrasi sebagai suatu proses dapat diperinci menjadi 8 unsur
umum yang bersifat dinamis, yaitu :

a. organisasi

b. kepemimpinan

c. komunikasi

d. ketatausahaan

e. kepegawaian

f. keuangan

g. perbekalan

h. humas (hubungan masyarakat)

- Sekelompok
orang A B C D E F G H Tujuan
- Kerjasama

Dari ke 8 unsur tersebut, pada buku ini akan dibahas tentang unsur keuangan atau administrasi
keuangan. Dalam kehidupan sehari-hari kata administrasi dan manajemen sering kali dipakai
secara berganti-ganti atau diartikan sama. Maka dalam buku ini kata administrasi dapat berarti
manajemen ataupun sebaliknya.

Seiring dengan perkembangan dunia perekonomian, maka ilmu administrasi keuangan juga
berkembang dengan begitu dinamis. Tingginya aktivitas bisnis dan tata kehidupan manusia pada
era globalisasi memberikan dampak yang cukup signifikan yang menyebabkan pembahasan
tentang ilmu administrasi keuangan menjadi lebih menarik baik bagi para manajer, birokrat, para
akademisi bahkan pada masyarakat umum yang memerlukan dasar ilmu administrasi keuangan
untuk mengelola bisnisnya maupun untuk mensiasati kebutuhan hidup pada zaman ini.

Pengkajian ilmu manajemen keuangan saat ini semakin komprehensif, ini ditandai oleh berbagai
kasus yang melanda dan mengguncang struktur keuangan setiap perusahaan.

Administrasi Keuangan, adalah suatu “truisme”, atau paling sedikit suatu kenyataan, bahwa
biaya yang tersedia bagi suatu negara yang sedang giat melakukan pembangunan, seperti
Indonesia, selalu terbatas dibandingkan dengan banyaknya kegiatan pembangunan yang perlu
dibiayai. Oleh karena itu logis pula apabila semua usaha harus dilakukan agar supaya biaya yang
tersedia, baik yang bersumber dari pendapatan di dalam negeri berupa pajak, tabungan
masyarakat, tabungan Pemerintah dan pendapatan negara dari hasil ekspor, maupun yang berupa
pinjaman, dikelola penggunaannya sedemikian rupa sehingga dengan biaya yang terbatas itu
diperoleh hasil yang maksimal. (Dr, Sondang P. Sagian, M,P.A. Ph. D : Administrasi
Pembangunan, Gunung Agung, Jakarta, 1983, hal 156).

Beberapa definisi administasi seperti berikut ini:

a. Menurut Irham Fahmi, S.E., M.Si manajemen keuangan merupakan penggabungan dari ilmu
dan seni yang membahas, mengkaji dan menganalisis tentang bagaimana seorang manajer
keuangan dengan mempergunakan seluruh sumberdaya perusahaan untuk mencari dana,
mengelola dana, dan membagi dana dengan tujuan mampu memberikan profit atau kemakmuran
bagi para pemegang saham dan suistainability (keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.

b. Menurut Dr. Sondang P. Siagian, Administrasi keuangan juga dapat berarti rangkaian kegiatan
penataan yang berupa penyusunan anggaran belanja, penentuan sumber biaya, cara pemakaian,
pembukuan, dan pertanggungjawaban atas pembiayaan dalam kerjasama mencapai tujuan
tertentu.

c. Menurut Liefman, Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan
menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.

d. Menurut Erlina, SE. Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi


keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of
fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund).

e. Menurut Depdiknas : Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan


keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan
pelaporan.

f. Menurut Prawironegoro : Aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh


modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin
untuk menghasilkan laba.

g. Menurut Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi


keuangan.

h. Menurut Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan


usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang
paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

i. Dari segi yang lain administrasi keuangan ialah pencatatan segenap penerimaan dan
pengeluaran biaya dalam kerjasama itu. Cabang pengetahuan lainnya dalam administrasi
keuangan ialah yang bertalian dengan pemeriksaan mengenai ketepatan tindakantindakan dalam
bidang keuangan, ini lazim disebut dengan Pemeriksaan Keuangan.

Unsur administrasi keuangan menitikberatkan pada tanggung jawab atas dana untuk berbagai
penggunaan dengan kombinasi jenis-jenis pembiayaan yang terbaik. Administrasi keuangan
menyangkut hal-hal berikut:
a. Berapa banyak jumlah dana yang diperlukan

b. Dari mana sumber dana

c. Kapan dana tersebut akan mulai digunakan

EVALUASI

1. Sebutkan 8 unsur administrasi!

2. Dalam kegiatan administrasi keuangan, apabila unsur keuangan tidak ada maka apa yang akan
terjadi? Jelaskan!

3. Jelaskan pengertian Administrasi keuangan menurut pendapat anda !

4. Jelaskan dan berilah contoh kegiatan administrasi keuangan di bidang sosial dan jasa !

5. Hal-hal apa saja yang menyangkut masalah administrasi keuangan ?

Jawab :

1. Unsur administrasi :
 organisasi.
 manajemen.
 komunikasi.
 kepegawaian.
 keuangan.
 perbekalan.
 tata usaha.
 hubungan masyarakat.

2. Dalam suatu usaha ataupun instansi pemerintahan, administrasi adalah faktor yang sangat
penting. Administrasi yang berupa tata persuratan, pengelolaan keuangan dan invertaris
serta pengarsipan harus dikelola dengan baik.

Bila tidak dikelola dengan baik akan timbul berbagai masalah.

Bila tata persuratan tidak dikelola dengan baik maka komunikasi resmi antara perusahaan
atau instansi dengan lembaga luar akan terhambat. Misalnya bila perusahaan ingin ikut
serta tender, bila surat tidak dikelola dengan baik maka penawaran bisa tidak sampai ke
perusahaan calon klien.

Demikian juga bila keuangan perusahaan tidak ditangani dengan baik, maka akan timbul
berbagai madalah seperti penggajian yang terlambat, pembayaran tagihan yang tidak
tepat waktu atau bahkan uang perusahaan hilang.

Bila arsip perisahaan tidak ditata rapi, maka perusahaan akan terhambat bila dokumen
yang diperlukan tidak ditemukan. Misalnya ketika ingin melakukan billing atau
penagihan pada kondumer, akan tidak bisa dilakukan bila catatan pekerjaan yang telah
dilakukan tidak ada.

Untuk melakukan tertib administrasi bisa dilakukan dengan berbagai hal, antara lain
dengan menggunakan sistem akuntansi yang baik, dengan menggunakan lemari
pengarsipan yang rapi dan menggunakan perangkat lunan yang membantu administrasi
perusahaan.
3. Administrasi keuangan adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan
pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama untuk mencapai tujuan
tertentu.

4. Kegiatan administrasi keuangan di bidang sosial dan jasa adalah tugas amal dan
kemasyarakatan.

5. Masalah – masalah dalam administrasi keuangan :


 Masalah terbatasnya biaya.
 Masalah peningkatan kepercayaan intern.
 Masalah peningkatan ekstern.
 Masalah tidak sesuainya peraturan keuangan.
 Masalah peningkatan kemampuan administratif.
 Masalah perimbangan keuangan.
 Masalah sistem administasi keuangan

Anda mungkin juga menyukai