Anda di halaman 1dari 5

Nama : Varian Indri Rousstia

NIM: 043259181

TUGAS TUTORIAL KE-2


PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

Nama Mata Kuliah : STATISTIKA EKONOMI


Kode Mata Kuliah : ESPA4213
Jumlah sks : 3 (Tiga) SKS
Nama Pengembang : Rahmat Al Hidayat, SE, M.Ec.Dev
Nama Penelaah : Hendrin Hariati. S
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2019.1
Edisi Ke- : 1

No Aspek/Konsep yang Dinilai Skor Maksimal


1 Hitunglah deviasi standarnya menggunakan mean 40

Nilai F X F.X X-Ẍ (X - Ẍ)2 F(X - Ẍ)2


0 – 1,9 2 1 2 1 – 5,47 = -4,47 19,98 39,96
2 – 3,9 7 3 21 3 – 5,47 = -2,47 6,10 42,7
4 – 5,9 20 5 100 5 – 5,47 = -0,47 0,22 4,4
6 – 7,9 10 7 70 7 – 5,47 = 1,53 2,34 23,4
8 – 9,9 6 9 54 9 – 5,47 = 3,53 12 46 74,76
∑ 45 246 185,22

2 Jelaskan tentang peristiwa dalam probabilitas 30

a. Peristiwa yang saling meniadakan atau saling asing (mutually


exclusive)
b. Peristiwa yang tidak saling meniadakan
c. Peristiwa yang komplimen
d. Peristiwa yang independent
e. Peristiwa yang dependen

3 Carilah besarnya probabilitas terjadinya x bila: 40

a. ( 0 ≤ x ≤ 1,24)

b. (-0, 37 < x < 0)

c. (-1,73 ≤ x ≤ 2,02)
Nama : Varian Indri Rousstia
NIM: 043259181

d. (0,66 ≤ x ≤ 1,25)

* coret yang tidak sesuai


Nama : Varian Indri Rousstia
NIM: 043259181

1. Hitunglah deviasi standarnya menggunakan mean


Nilai F X F.X X-Ẍ (X - Ẍ)2 F(X - Ẍ)2

0 – 1,9 2 1 2 1 – 5,47 = -4,47 19,98 39,96

2 – 3,9 7 3 21 3 – 5,47 = -2,47 6,10 42,7

4 – 5,9 20 5 100 5 – 5,47 = -0,47 0,22 4,4

6 – 7,9 10 7 70 7 – 5,47 = 1,53 2,34 23,4

8 – 9,9 6 9 54 9 – 5,47 = 3,53 12 46 74,76

∑ 45 246 185,22

Standar Deviasi :

̅)2
∑𝑛𝑖=1(𝑋𝐼 − 𝑋
𝑆= √
𝑛−1

185,22
𝑆= √ = √4,209 = 2.0517 = 2.05
45 − 1

2. Jelaskan tentang peristiwa dalam probabilitas


a. Peristiwa yang saling meniadakan atau saling asing (mutually exclusive)
Peristiwa Saling Meniadakan Dua peristiwa dikatakan Mutually Exclusive apabila suatu
peristiwa terjadi akan meniadakan peristiwa yang lain untuk terjadi (saling meniadakan)
Contoh: 1. Permukaan sebuah koin 2. Permukaan dadu 3. Kelahiran anak laki atau
perempuan pada seorang ibu dengan kehamilan tunggal.
b. Peristiwa Tidak Saling Meniadakan NonMutually Exclusive (joint) dua peristiwa atau lebih
dapat terjadi bersama sama (tetapi tidak selalu bersama) Rumus : P (A U B) =P(A) + P (B) –
P(A ∩B)
Peristiwa yang tidak saling meniadakan dikatakan tidak saling asing atau tidak saling
meniadakan, apabila peristiwa yang satu dapat terjadi bersama peristiwa yang lain.

c. Peristiwa yang komplimen


Apabila di dalam sebuah ruang sample terdapat peristiwa A dan peristiwa bukan
A(𝐴̅), sedang peristiwa (𝐴̅) mengandung semua unsur dalam ruang sample kecuali peristiwa
A maka dikatakan peristiwa (𝐴̅) merupakan peristiwa yang komplimenter bagi peristiwa A.
Nama : Varian Indri Rousstia
NIM: 043259181

d. Kejadian Bebas (Independent)


Hukum perkalian menghendaki setiap peristiwa adalah independen, yaitu suatu peristiwa
terjadi tanpa harus menghalangi peristiwa lain terjadi. Peristiwa A dan B independen,
apabila peristiwa A terjadi tidak menghalangi terjadinya peristiwa B.

P(A ∩ B) = P (A dan B) = P(A) x P(B)

e. Peristiwa yang dependen

Peristiwa Dependent (Bersyarat)Dua peristiwa dikatakan dependen (bersyarat) adalah jika


terjadinya peristiwa yang satu akanmempengaruhi atau merupakan syarat terjadinya
peristiwa yang lain. Jika peristiwa X dan Ymerupakan peristiwa dependen (probabilitas
bahwa Y akan terjadi jika diketahui bahwa Xtelah terjadi) maka dapat dirumuskan : P(X ∩ Y)
= P(X) x P(Y/X).

3. Carilah besarnya probabilitas terjadinya x bila:

a. nilai probabilitas terjadinya x bila (0 ≤ x ≤ 1,24) adalah sama dengan luas kurva normal dari z = 0
sampai z = 1,24
Jadi nilai probabilitas terjadinya x bila (0 ≤ x ≤ 1,24) = P(0 ≤ x ≤ 1,24) = 0,3925
(lihat kolom z = 1,2 dan baris z = 0,04)
b. nilai probabilitas terjadinya x bila (–0,37 ≤ x ≤ 0) adalah sama dengan luas kurva normal dari z =
0 sampai z = 0,37 karena P(–0,37 ≤ x ≤ 0) = P(0 ≤ x ≤ 0,37)
Jadi nilai probabilitas terjadinya x bila (–0, 37 ≤ x ≤ 0) = P(0 ≤ x ≤ 0,37) = 0,1443
(lihat kolom z = 0,3 dan baris z = 0,07)
c. nilai probabilitas terjadinya x bila (–1,73 ≤ x ≤ 2,02) adalah sama dengan luas kurva normal dari z
= –1,73 sampai z = 2,02

Jadi nilai probabilitas terjadinya x bila (–1,73 ≤ x ≤ 2,02)

= P(–1,73 ≤ x ≤ 2,02)

= P(–1,73 ≤ x ≤ 0) + P(0 ≤ x ≤ 2,02)

= P(0 ≤ x ≤ 1,73) + P(0 ≤ x ≤ 2,02)

= 0,4582 + 0,4783 = 0,9365

d. nilai probabilitas terjadinya x bila (0,66 ≤ x ≤ 1,25) adalah sama dengan luas kurva normal dari z
= 0,66 sampai z = 1,25
Jadi nilai probabilitas terjadinya x bila (0,66 ≤ x ≤ 1,25) = P(0,66 ≤ x ≤ 1,25)
= P(0 ≤ x ≤ 1,25) – P(0 ≤ x ≤ 0,66)
= 0,3944 – 0,2454 = 0,1490
Nama : Varian Indri Rousstia
NIM: 043259181

Anda mungkin juga menyukai