Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
PUSKESMAS MANYAR
Jl. Raya Manyar Timur No.1 Telp. (031) 3950604,3956060
Email:puskesmasmanyar1b@gmail.com kode Pos 61151

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


SURVEILANS CAMPAK

I. PENDAHULUAN
Campak adalah suatu penyaki akut yang sangat menular yang
disebabkan oleh virus, campak disebut juga rubella, morbili, atau measles.
Penyakit ini ditularkan melalui droplet ataupun kontak dengan penderita.
Penyakit ini memiliki masa inkubasi 7-18 hari. Campak ditandai dengan gejala
awal demam, batuk, pilek dan konjungtivitis yang kemudian diikuti dengan
bercak kemerahan pada kulit (rash). Dampak penyakit campak dikemudian hari
adalah kurang gizi sebagai akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca
campak, sindrom radang otak pada anak di atas 10 tahun, dan tuberkulosis paru
menjadi lebih parah setelah sakit campak berat.
Untuk itu perlu adanya penanganan khusus bila ada seseorang yang
menderita penyakit campak agar tidak menimbulkan wabah. Pencegahan
penyakit ini dapat dilakukan antara lain dengan imunisasi (rutin, crash program,
catch up dan bias). Penyuluhan kesehatan dan pencegahan kontak dengan
penderita

1.1 LATAR BELAKANG


Campak dalam sejarah anak telah dikenal sebagai pembunuh
terbesar, meskipun adanya vaksin telah dikembangkan lebih dari 30
tahun yang lalu, virus campak ini menyerang 50 juta orang setiap tahun
dan menyebabkan lebih dari1 juta kematian.insiden terbanyak
berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit campak yaitu
pada negara berkembang, meskipun masih mengenai beberapa negara
maju seperti Amerika Serikat. Campak adalah salah satu penyakit
infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi dan masih menjadi
masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini umumnya menyerang
anak umur di bawah 5 tahun (balita) akan tetapi campak bisa
menyerang semua umur. Campak telah banyak diteliti namun masih
banyak terdapat perbedaan pendapat dalam penanganannya. Imunisasi
yang tepat pada waktunya dan penanganan sedini mungkin akan
mengurangi komplikasi penyakit ini.

1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum:
Mengidentifikasi daerah maupun populasi resiko tinggi
kemungkinan akan terjadi transmisi campak, dapat diketahui
setelah dilakukan analisis terhadap cakupan imunisasi dengan
menghitung jumlah balita rentan dan melakukan kajian terhadap
data campak dari laporan rutin maupun hasil penyelidikan KLB.
Daerah ini akan menjadi prioritas pelaksanaan imunisasi tambahan.
Memantau kemajuan program pemberantasan campak, dari
kajian cakupan imunisasi maupun kasus campak dari laporan rutin
maupun hasil penyelidikan KLB akan dapat diketahui fase
pengendalian untuk masuk ke phase eliminasi dan seterusnya.Fase
ini akan dapat mengarahkan program tentang strategi yang akan
dilakukan.

1.2.2 Tujuan Khusus:


A. Melakukan deteksi dini dan pengobatan tepat dalam rangka
pemutusan rantai penularan
B. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit
campak
C. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit
campak
D. Penanggulangan KLB campak
E. Terlaksananya pengumpulan data campak untuk mengetahui
gambaran epidemologi yang meliputi waktu,tempat
kejadian,umur dan status imunisasi disetiap puskesmas dan
rumah sakit
F. Terlaksananya penyelidikan epidemologi setiap KLB campak
dan konfirmasi laboratorium
G. Terlaksananya analisis data campak dan factor resiko disetiap
tingkat administrasi kesehatan
H. Terdiseminasinya hasil analisis/informasi kepada unit terkait
I. Terwujudnya pengambilan keputusan dengan menggunakan data
surveilans
J.
II. PELAKSANAAN
2.1 KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No. Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Pengumpulan data a) Puskesmas,Pustu
b) Praktek dokter,bidan,perawat dan
pelayanan kesehatan swasta
c) Masyarakat/Posyandu maupun
petugas desa siaga
2 Pencatatan dan a) Petugas surveilans puskesmas
pelaporan harus memastikan bahwa setiap
kasus campak yang ditemukan,baik
yang berasal dari dalam maupun
luar wilayah kerja,telah dicacat
dalam form C1 dan dilaporkan ke
Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota
setiap bulan
b) Setiap Minggu direkap dalam
W2/PWS KLB dan dilaporkan ke
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
sebagai alat SKD KLB
3 Pengambilan spesimen a) Puskesmas
• Kasus campak yang datang di
Puskesmas diambil sampel darah
pada hari ke 4-28 sejak
timbulnya rash
• Darah diambil 3-5 cc untuk
mendapatkan serum minimal 1cc

4 Pengiriman sampel • Serum dikirim langsung atau


setiap hari Senin atau Kamis ke
Dinkes Kab/Prop tidak lebih dari
48 jam .
• Jika tidak dikirim
langsung,specimen disimpan di
lemari es pada suhu 2-8 ◦C (bukan
di frezzer),
• specimen diterima di
laboratorium tidak > 7 hari sejak
pengambilan .
• Pengiriman Spesimen Dilenkapi
dengan Form C1

2.2 CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


2.2.1 Mengumpulkan data dari Puskesmas, Ponkesdes, Rumah Sakit,
Dokter Praktek,Bidan, Perawat dan Pelayanan Kesehatan lainnya.
2.2.2 Mencatat dan melaporkan menggunakan form C1. Setiap minggu di
rekap dalam W2 dan di kirim laporan lewat EWARS.
2.2.3 Mengambil spesimen tiap ada laporan campak di luar gedung, bila
ada kasus campak dalam gedung di rujuk ke laboratorium untuk di
ambil sampel darah untuk mendapatkan serum.
2.2.4 Mengirim serum campak ke Dinas Kesehatan Kabupaten

2.3 SASARAN
Semua tersangka kasus campak baik di dalam gedung maupun di luar
Gedung wilayah Puskesmas Manyar

2.4 JADWAL KEGIATAN


NO URAIAN KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Mengumpulkan data √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Pencatatan pelaporan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Pelacakan kasus penyakit √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
potensial wabah ( bila ada
kasus )
4 Penanggulangan KLB ( bila √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ada KLB )
5 Pengiriman pelaporan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
mingguan ke dinkes
kabupaten : Laporan W2
dan EWARS
6 Pengiriman laporan bulanan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ke dinas kabupaten sebelum
tanggal 7 tiap bulan
7 Pengiriman sampel campak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ke dinkes
III PENCATATAN PELAPORAN

3.1 Petugas surveilans puskesmas harus memastikan bahwa setiap kasus campak
yang ditemukan,baik yang berasal dari dalam maupun luar wilayah kerja,telah
dicatat dalam form C1 dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
setiap bulan.
3.2 Setiap minggu direkap dalam W2/PWS KLB dan dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai alat SKD KLB, puskesmas yang tidak
mempunyai akses mingguan ke kabupaten,laporan mingguan (W2/PWS KLB)
dapat dikirim ke kabupaten menggunakan SMS dan laporan tertulis dikirim
setiap bulan.
3.3 Setiap kasus campak yang datang ke puskesmas diberi nomor Epid oleh
petugas puskesmas,

III EVALUASI
Evaluasi oleh pelaksana pemegang program dilakukan setiap minggu dan
tiap bulan ., hasil evaluasi dilaporkan ke Dinkes Kabupaten setiap minggu dan
tiap bulan