Anda di halaman 1dari 1

The Liang Gie.

(1979, 11) menyatakan bahwa ilmu yang mempelajari hal ikhwal “usaha manusia yang
secara teratur bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu” disebut ilmu
administrasi. Ilmu ini merupakan suatu cabang baru dari pada ilmu sosial.

Sebagai pengetahuan modern yang dipelajari secara teratur, ilmu administrasi masih tergolong muda
usianya, baru dimulai kira- kira pada permulaan abad ke-20 ini. Sebagaimana dialami oleh cabang-cabang
ilmu sosial lainnya yang baru lahir, ilmu administrasi hingga kini belum mendapat pengakuan dan
kedudukan yang kuat, terutama dari para ahli ilmu-ilmu eksakta. Mereka menyatakan suatu pengetahuan
dapat diakui sebagai ilmu (pengetahuan) kalau pengetahuan tadi memiliki hukum- hukum, teori-teori atau
prinsip-prinsip yang dapat berlaku secara universal, artinya hukum/teori/prinsip-prinsip tersebut dapat
diterapkan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja dengan memberikan hasil yang sama. Ilmu
administrasi tidak bakalan memiliki hukum/teori-teori/prinsip-prinsip yang berlaku demikian karena
objek studinya berupa manusia yang mempunyai emosi dan akal pikiran yang mudah berubah karena
dipengaruhi oleh ruang lingkup budaya dan waktu di mana manusia tadi berada. Contoh, prinsip-prinsip
administrasi,