Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA


“GLOBAL WARMING”

Disusun Oleh:

Nama : Riska Apsari Putri


NIM : 20312241023
Kelas : Pendidikan IPA A

JURUSAN PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
A. Judul Praktikum
Global Warming

B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan sejarah / waktu.
2. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan konsentrasi gas.
3. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan jumlah awan.
4. Mahasiswa dapat mendeskripsikan bagaimana terjadinya efek rumah kaca.

C. Dasar Teori
Pemanasan global (global warming) merupakan proses diserapnya panas
matahari oleh lapisan atmosfer bumi yang sangat tipis, untuk kemudian dipantulkan
kembali ke luar angkasa dalam bentuk sinar infra merah. Terjebaknya radiasi sinar infra
merah kedalam atmosfer bumi yang tipis tersebut menjadikan atmosfer semakin panas.
Pemanasan global (global warming) dapat diartikan juga sebagai peningkatan rata-rata
temperatur udara dan air di dekat permukaan tanah di planet bumi dalam tahun-tahun
terakhir ini dan diperkirakan akan terus berlangsung atau berkelanjutan (Riyanto, 2007:
68).
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer,
laut dan daratan Bumi. Peneliti dari Center for International Forestry Research
(CIFOR), menjelaskan, bahwa pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya
radiasi gelombang panjang matahari (gelombang panas atau infra merah), yang
dipancarkan ke bumi oleh gas-gas rumah kaca (Vivi Triana, 2008: 159). Faktor yang
menyebabkan pemanasan global antara lain:
1. Gas-gas rumah kaca di dalam atmosfer
Green house effect atau lebih kita kenal dengan sebutan efek rumah kaca
adalah sebuah kondisi di mana suhu dari sebuah benda permukaan langit, seperti
planet dan bintang, meningkat secara drastis. Meningkatnya suhu ini disebabkan
karena adanya perubahan kondisi dari komposisi serta keadaan atmosfir yang
mengelilingi benda langit tersebut (Riza Pratama, 2019: 121).
Ada enam jenis gas rumah kaca, yaitu Karbondioksida (CO), Metana
(CH4), Nitrous oksida (N2O), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon
(CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara
(atmosfer). Efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di
dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar. Penipisan lapisan ozon juga
memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer,
makin leluasa memancarkan radiasi gelombang pendek matahari (termasuk
ultraviolet) memasuki bumi. Selanjutnya radiasi gelombang pendek ini juga
berubah menjadi gelombang panjang atau gelombang panas matahari atau infra
merah, sehingga semakin meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca (Vivi
Triana, 2008: 159-160).
Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin
menjadi insolator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang
dipancarkan ke Bumi. Bumi memanas akibat dari sinar matahari yang sudah
masuk ke bumi tidak bisa keluar karena gas-gas rumah kaca ini membentuk
lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari. Hal ini terjadi akibat
peningkatan jumlah gas ini melebihi kemampuan tumbuhan dan laut untuk
mengadsorpsinya (Vivi Triana, 2008: 160).
2. Umpan balik
Efek dari penguatan iklim dipersulit oleh berbagai macam proses umpan
balik, dimana saat CO2 disuntikkan ke dalam atmosfer menyebabkan
pemanasan atmosfer dan permukaan bumi, sehingga mengakibatkan lebih
banyak uap air yang diuapkan ke atmosfer. Dan uap air itu sendiri bertindak
sebagai gas rumah kaca. Proses umpan balik penting lainnya adalah umpan balik
ice-albedo, dimana CO2 dalam atmosfer memanaskan permukaan bumi dan
menyebabkan mencairnya es di dekat kutub. Ketika es mencair, daratan atau
peraira terbuka terkena imbasnya (Riyanto, 2007: 70).
3. Variasi matahari
Variasi dalam output sinar matahari, yang diperkuat oleh umpan balik
awan, dapat memberikan kontribusi pada pemanasan seperti yang sekarang
terjadi. Penyebab terjadinya pemanasan global (global warming), oleh karena
berbagai pencemaran yang kompleks. Dan penyumbang terbesar adalah
karbondioksida, nitrogen oksida, metana dan chlorofluorokarbon.
Meningkatnya konsentrasi ketiga gas pertama (karbondioksida, nitrogen oksida
dan metana) sebenarnya merupakan konsekuensi adanya peningkatan
pertambahan penduduk bumi (Kodra, 2004).
Sedangkan meningkatnya konsentrasi gas terakhir chlorofluorokarbon
(CFCs) sematamata karena makin meningkatnya kebutuhan tersier manusia
seperti alat pendidikan (kulkas), AC, plastik dan lain-lain. Padahal dalam jangka
panjang, justru gas CFCs inilah yang sangat membahayakan. Gas-gas tersebut
memiliki sifat seperti kaca yang meneruskan radiasi gelombang pendek atau
cahaya matahari, tetapi menyerap dan memantulkan radiasi gelombang panjang
atau radiasi balik yang dipancarkan bumi yang bersifat panas, sehingga suhu
atmosfer bumi makin meningkat. Berada di bumi yang diliputi gas tersebut
seperti ada di dalam rumah kaca dan pengaruh yang ditimbulkannya dikenal
dengan efek rumah kaca yang memicu terjadinya pemanasan global serta
perubahan iklim. Sumber yang menyumbang paling besar terhadap terjadinya
efek rumah kaca berasal dari pembakaran energi fosil, seperti minyak, gas alam
dan batubara (Riyanto, 2007: 70-71).

D. Alat dan Bahan


1. Laptop/ computer
2. Alat tulis
3. Aplikasi Phet Colorado simulation.

E. Langkah Kerja
1. Kegiatan 1

Menyiapkan alat dan bahan

Membuka aplikasi PhET Simulations atau mengakses melalui besmart


menggunakan link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.ht
ml?simulation=greenhouse

Memilih menu Greenhouse effect.


Mengatur konsentrasi gas, dengan cara menggeser cursor pada opsi
greenhouse gas concentration.

Mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak.

Memasukkan data hasil pada tabel kegiatan 1 dan menangkap layar


hasil percobaan.

2. Kegiatan 2

Menyiapkan alat dan bahan

Membuka aplikasi PhET Simulations atau mengakses melalui besmart


menggunakan link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.ht
ml?simulation=greenhouse

Memilih menu Greenhouse effect.

Mengatur waktu/masa dengan memilih pada opsi atmosphere during.

Mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak.

Memasukkan data hasil pada tabel kegiatan 2 dan menangkap layar


hasil percobaan.
3. Kegiatan 3

Menyiapkan alat dan bahan

Membuka aplikasi PhET Simulations atau mengakses melalui besmart


menggunakan link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.ht
ml?simulation=greenhouse

Memilih menu Greenhouse effect.

Memilih opsi number of clouds dengan memvariasikan jumlah awan.

Mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak.

Memasukkan data hasil pada tabel kegiatan 3 dan menangkap layar


hasil percobaan.

F. Data Hasil
1. Kegiatan 1 ( Pengaruh Besarnya Konsentrasi Gas )

No Konsentrasi Gas Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. Tidak ada -19℃ naik turun

2. Sedang 10℃ naik, lalu dipantulkan kembali turun

3. Tinggi 20℃ naik, lalu dipantulkan kembali turun


2. Kegiatan 2 ( Pengaruh Zaman Terhadap Efek Rumah Kaca )

No Zaman Suhu Komponen Gas Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight
Photon

1. Today 14℃ H20 70% naik, lalu turun


rel.humidity dipantulkan
kembali
CO2 388 ppm

CH4 1.843 ppm

N2O 0.317 ppm

2. 1750 15℃ H20 70% naik, lalu turun


rel.humidity dipantulkan
kembali
CO2 280 ppm

CH4 0.730 ppm

N2O 0.270 ppm

3. Ice -1℃ H20 ? naik, lalu turun, lalu


Age dipantulkan dipantulkan
CO2 180 ppm kembali kembali

CH4 0.380 ppm

N2O 0.215 ppm

3. Kegiatan 3
a. Today

No Jumlah Awan Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 15℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali
2. 1 15℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

3. 2 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

4. 3 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan dan sebagian
jumlah infrared sunlight memantul
photon yang ada pada awan dan
di bawah awan sebagian lainnya
lebih banyak tidak
daripada yang
ada di atas awan.

b. 1750

No Jumlah Awan Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 15℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali

2. 1 14℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak
3. 2 15℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

4. 3 16℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan dan sebagian
jumlah infrared sunlight memantul
photon yang ada pada awan dan
di bawah awan sebagian lainnya
lebih banyak tidak
daripada yang
ada di atas awan

c. Ice Age

No Jumlah Suhu Hasil Pengamatan


Awan (℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 0℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali

2. 1 5℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

3. 2 2℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak
4. 3 -1℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

G. Pembahasan
Praktikum yang berjudul “Global Warming” ini bertujuan agar mahasiswa dapat
menganalisis efek rumah kaca berdasarkan sejarah / waktu menganalisis efek rumah
kaca berdasarkan konsentrasi gas, menganalisis efek rumah kaca berdasarkan jumlah
awan, dan mendeskripsikan bagaimana terjadinya efek rumah kaca. Pada praktikum kali
ini dilakukan secara virtual yaitu menggunakan aplikasi yang terinstal pada laptop atau
computer. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah laptop/
computer, alat tulis, dan aplikasi Phet Colorado simulation. Pada praktikum kali ini
terdapat tiga kegiatan yang harus dilakuakn. Pada kegiatan pertama adalah menganalisis
pengaruh besarnya konsentrasi gas terhadap efek rumah kaca. Pada kegiatan kedua
adalah menganalisis pengaruh zaman atau waktu terhadap efek rumah kaca. Pada
kegiatan ketiga adalah pengaruh jumlah awan terhadap efek rumah kaca.
Pada praktikum pertama yaitu pengaruh besarnya konsentrasi gas terhadap efek
rumah kaca, langkah yang harus dilakukan adalah pertama menyiapkan alat dan bahan.
Setelah menyiapkan alat dan bahan selanjutnya membuka aplikasi Phet Colorado
simulation yang telah tersedia di besmart, atau dapat diakses melalui link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.html?simulation=
greenhouse. Setelah Phet terbuka, selanjutnya memilih menu Greenhouse effect dan
mengatur konsentrasi gas, dengan cara menggeser cursor pada opsi greenhouse gas
concentration. Setelah itu, mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak
kemudian mencatat data hasil pada tabel data hasil kegiatan 1.
Pada kegiatan pertama ini dilakukan dengan tiga kali percobaan dengan besar
konsentrasi gas yang berbeda yaitu dengan tidak ada konsentrasi gas, konsentrasi gas
sedang, dan konsenrasi gas tinggi. Pada percobaan pertama, yaitu tidak ada konentrasi
gas, suhu yang diperoleh pada percobaan ini adalah -19ºC. Pada hasil pengamatan,
infrared photon yang nampak adalah infrared proton akan naik dari bumi ke langit dan
sunlight proton dari langit turun ke bumi, pada kondisi ini keadaan langit sagat jernih
atau terang. Pada percobaan kedua yaitu dengan konsentrasi gas sedang, suhu yang
diperoleh dalm percobaan ini adalah 10ºC. Pada hasil pengamatan, infrared photon yang
nampak adalah infrared photon akan naik dari bumi ke langit dan sebagian infrared
akan dipantulkan kembali ke bumi. Sedangkan sunlight photon dari langit turun ke
bumi, pada kondisi ini keadaan langit tidak sejernih atau seterang langit saat tidak ada
konsentrasi gas. Pada percobaan ketiga yaitu dengan konsentrasi gas yang tinggi, suhu
yang didapatkan adalah 20ºC. Dari hasil pengamatan, infrared photon akan naik dari
bumi ke langit dan sebagian infrared photon akan dipantulkan embali ke bumi.
Sedangkan sunlight photon dari langit turun ke bumi. Kondisi langit pada konsentrasi
gas yang tinggi adalah, langit nampak buram dan jumlah infrared photon lebih banyak
daripada jumlah infrared photon pada percobaan sebelumnya.
Jadi dapat dianalisis bahwa semakin tinggi konsentrasi gas, maka jumlah
infrared photon akan semakin banyak dan keadaan langit akan lebih buram (tidak
jernih). Hal ini sesuai dengan teori menurut Vivi Triana (2008: 159-160) yang
menyatakan bahwa penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena,
makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa memancarkan radiasi
gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Selanjutnya radiasi
gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panjang atau gelombang panas
matahari atau infra merah, sehingga semakin meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.
Pada praktikum kegiatan kedua yaitu pengaruh zaman atau waktu terhadap efek
rumah kaca, langkah yang harus dilakukan adalah pertama menyiapkan alat dan bahan.
Setelah menyiapkan alat dan bahan selanjutnya membuka aplikasi Phet Colorado
simulation yang telah tersedia di besmart, atau dapat diakses melalui link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.html?simulation=
greenhouse. Setelah Phet terbuka, selanjutnya memilih menu Greenhouse effect dan
mengatur waktu/masa dengan memilih pada opsi atmosphere during. Setelah itu,
mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak kemudian mencatat data
hasil pada tabel data hasil kegiatan 2.
Pada kegiatan kedua ini, praktikum dilakkan sebanyak tiga kali percobaan
dengan zaman atau waktu yang berbeda-beda, yaitu pada zaman saat ini, zaman 1750,
dan zaman ice age. Pada percobaan pertama, yaitu zaman saat ini suhu yang didapatkan
adalah 14℃, komponen gas yang ada pada zaman ini adalah H20 70% rel humidity,
CO2 388 ppm, CH4 1.843 ppm, dan N2O 0.317 ppm. Infrared photon yang teramati
adalah infrared photon akan naik dari bumi ke lagit kemudian akan dipantulkan kembali
dari langit ke bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun dari langit ke bumi. Pada
percobaan kedua yaitu pada zaman 1750, suhu yang didapat adalahh 15℃, komponen
gas yang terdapat pada zaman 1750 adalah H20 70% rel humidity, CO2 280 ppm,
CH4 0.730 ppm, dan N2O 0.270 ppm. Infrared photon yang teramati adalah infrared
photon akan naik dari bumi ke lagit kemudian akan dipantulkan kembali dari langit ke
bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun dari langit ke bumi. Pada percobaan kedua,
yaitu pada zaman ice age, suhu yng diperoleh adalah -1℃. Komponen gas yang
terdapat pada zaman ice age adalah H20, CO2 180 ppm, CH4 0.380 ppm, dan N2O
0.215 ppm. Pada percobaan ketiga ini, infrared akan naik dari bumi ke lagit kemudian
akan dipantulkan kembali dari langit ke bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun
dari langit ke bumi dan dipantulkan kembali dari bumi ke langit.
Jadi, dapat dianalisis bahwa jenis komponen gas rumah kaca H20, CO2, CH4, dan
N2O. Hal ini kurang sesuai dengan teroti menurut Vivi Triana (2008: 159-160) yang
menyatakan bahwa ada enam jenis gas rumah kaca, yaitu Karbondioksida (CO), Metana
(CH4), Nitrous oksida (N2O), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon
(CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara
(atmosfer). Dalam teori tersebut diketahi bahwa jenis gas rumah kaca terdapat enam
jenis, sedangkan pada praktikum kali ini hanya terdapat empat jenis gas rumah kaca.
Selain itu, juga dapat dianalisis bahwa semakin bertambahnya zaman atau waktu,
jumlah konsentrasi gas akan semakin meningkat sehingga suhu di bumi juga akan
semakin meningkat.
Kegiatan ketiga adalah mengetahui pengaruh jumlah awan terhadap efek rumah
kaca. Langkah yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pertama menyiapkan alat dan
bahan. Setelah menyiapkan alat dan bahan selanjutnya membuka aplikasi Phet
Colorado simulation yang telah tersedia di besmart, atau dapat diakses melalui link
https://phet.colorado.edu/sims/cheerpj/greenhouse/latest/greenhouse.html?simulation=
greenhouse. Setelah Phet terbuka, selanjutnya memilih menu Greenhouse effect dan
mengatur jumlah awan dengan memilih opsi number of clouds dan memvariasikan
jumlah awan. Setelah itu, mengamati suhu dan jumlah infrared photon yang nampak
kemudian mencatat data hasil pada tabel data hasil kegiatan 3. Pada praktikum kegiatan
ketiga ini, dilakukan dalam tiga waktu, yaitu today, 1750, dan ice age. Dalam masing-
masing waktu atau zaman, dilakukan empat kali percobaan dengan memevariasaikan
jumlah awan yaitu 0 awan, 1 awan, 2 awan, dan 3 awan.
Pada zaman saat ini, dengan jumlah awan 0 atau tidak ada awan, suhu yang
didapat adalah 15℃ dan infrared photon akan naik dari bumi ke langit kemudian akan
dipantulkan kembali dari langit ke bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun dari
langit ke bumi. Pada saat jumlah awan 1, suhu yang didapat adalah 15℃. Infrared
photon yang teramati adalah infrared photon akan naik dari bumi ke langit dan
dipantulkan kembali ke bumi. Serta, sebagian infrared photon akan mengenai awan,
infrared photon yang mengenai awan hanya akan naik atau memantul paling tinggi pada
awan tersebut. Sunlight photon akan turun dari langit ke bumi dan dipantulkan kembali
dari bumi ke langit. Serta, sebagian sunlight photon akan mengenai awan, sunlight
photon yang mengenai awan hanya akan turun atau memantul paling rendah pada awan
tersebut. Pada jumlah awan 2, suhu serta pergerakan infrared photon dan sunlight
photon sama seperti saat jumlah awan 1. Pada jumlah awan 3, suhu yang diperoleh
adalah 15 ℃. Infrared photon akan naik dari bumi ke langit dan dipantulkan kembali ke
bumi. Serta, sebagian Infrared photon akan mengenai awan, infrared photon yang
mengenai awan hanya akan naik atau memantul paling tinggi pada awan tersebut dan
jumlah infrared photon yang ada di bawah awan lebih banyak daripada yang ada di atas
awan. Sunlight photon akan turun dari langit ke bumi dan dipantulkan kembali dari bumi
ke langit. Serta, sebagian sunlight photon akan mengenai awan, sunlight photon yang
mengenai awan hanya akan turun atau memantul paling rendah pada awan tersebut.
Pada zaman 1750 dengan jumlah awan 0 atau tidak ada awan, suhu yang didapat
adalah 15℃ dan infrared photon akan naik dari bumi ke langit kemudian akan
dipantulkan kembali dari langit ke bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun dari
langit ke bumi. Pada saat jumlah awan 1, suhu yang didapat adalah 14℃. Infrared
photon akan naik dari bumi ke langit dan dipantulkan kembali ke bumi. Serta, sebagian
infrared photon akan mengenai awan, infrared photon yang mengenai awan hanya akan
naik atau memantul paling tinggi pada awan tersebut. Sunlight photon turun dari langit
ke bumi dan dipantulkan kembali dari bumi ke langit. Serta, sebagian sunlight photon
akan mengenai awan, sunlight photon yang mengenai awan hanya akan turun atau
memantul paling rendah pada awan tersebut. Pada jumlah awan 2, suhu yang didapat
adalah 15℃. Pergerakan infrared photon dan sunlight photon pada jumlah awan 2 sama
denngan pregerakan infrared photon dan sunlight photon pada jumlah awan 1. Pada
jumlah awan 3, suhu yang diperoleh adalah 16 ℃. Infrared photon akan naik dari bumi
ke langit dan dipantulkan kembali ke bumi. Serta, sebagian infrared photon akan
mengenai awan, infrared photon yang mengenai awan hanya akan naik atau memantul
paling tinggi pada awan tersebut dan jumlah infrared photon yang ada di bawah awan
lebih banyak daripada yang ada di atas awan. Sunlight photon akan turun dari langit ke
bumi dan dipantulkan kembali dari bumi ke langit. Serta, sebagian sunlight photon akan
mengenai awan, sunlight photon yang mengenai awan hanya akan turun atau memantul
paling rendah pada awan tersebut.
Pada zaman ice age dengan jumlah awan 0 atau tidak ada awan, suhu yang
diperoleh adalah 0℃. Infrared photon akan naik dari bumi ke langit kemudian akan
dipantulkan kembali ke bumi. Sedangkan sunlight photon akan turun dari langit ke
bumi. Pada jumlah awan 1, suhu yang didapat adalah 5℃. Infrared photon akan naik
dari bumi ke langit dan dipantulkan kembali ke bumi. Serta, sebagian infrared photon
akan mengenai awan, infrared photon yang mengenai awan akan naik atau memantul
paling tinggi pada awan. Sunlight photon turun dari langit ke bumi dan dipantulkan
kembali dari bumi ke langit. Serta, sebagian sunlight photon akan mengenai awan,
sunlight photon yang mengenai awan hanya akan turun atau memantul paling rendah
pada awan tersebut. Pada jumlah awan 2, suhu yang didapat adalah 2℃. Infrared photon
akan naik dari bumi ke langit dan dipantulkan kembali ke bumi. Serta, sebagian infrared
photon yang mengenai awan akan naik atau memantul paling tinggi pada awan. Sunlight
photon turun dari langit ke bumi dan dipantulkan kembali dari bumi ke langit. Serta,
sebagian sunlight photon yang mengenai awan hanya akan turun atau memantul paling
rendah pada awan tersebut. Pada jumlah awan 3, suhu yang diperoleh adalah -1℃.
Infrared photon akan naik dari bumi ke langit dan dipantulkan kembali ke bumi. Serta,
sebagian infrared photon akan mengenai awan, infrared photon yang mengenai awan
hanya akan naik atau memantul paling tinggi pada awan tersebut dan jumlah infrared
photon yang ada di bawah awan lebih banyak daripada yang ada di atas awan. Sunlight
photon akan turun dari langit ke bumi dan dipantulkan kembali dari bumi ke langit.
Serta, sebagian sunlight photon akan mengenai awan, sunlight photon yang mengenai
awan hanya akan turun atau memantul paling rendah pada awan tersebut.
Jadi dapat dianalisis bahwa jumlah awan akan mempengaruhi pergerakan
infrared photon dan sunlight photon, awan menyebabkan infrared proton memantul dan
jumlah infrared proton yang ada di bawah awan lebih banyak daripada yang ada di atas
awan. Infrared photon yang mengenai awan akan naik atau memantul paling tinggi pada
awan. Serta, awan menyebabkan sunlight photon memantul. Sunlight photon yang
mengenai awan akan turun atau memantul paling rendah pada awan.
Efek rumah kaca terjadi karena sinar matahari yang dipantulkan ke permukaan
bumi, sinar yang terpantul terssebt akan merusak lapisan ozon di atmosfer. Kerusakan
lapisan ozon ini akan menyebabkan suhu bumi meningkat, hal ini juga bida diperparah
dengan adanya konsentrasi gas rumah kaca seperti karbondioksida yang akan mengikat
panas matahari dan memperparah peningkatan suhu di bumi. Hal tersebut diperkuat
dengan teori dari Vivi Triana (2008: 160) yang menyatakan bahwa ketika atmosfer
semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insolator yang menahan
lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi. Bumi memanas akibat
dari sinar matahari yang sudah masuk ke bumi tidak bisa keluar karena gas-gas rumah
kaca ini membentuk lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari. Hal ini
terjadi akibat peningkatan jumlah gas ini melebihi kemampuan tumbuhan dan laut untuk
mengadsorpsinya.

H. Kesimpulan
1. Pengaruh sejarah/ waktu terhadap efek rumah kaca adalah semakin
bertambahnya zaman atau waktu, jumlah konsentrasi gas akan semakin
meningkat sehingga suhu di bumi juga semakin meningkat.
2. Pengaruh konsentrasi gas terhadap efek rumah kaca adalah semakin tinggi
konsentrasi gas, maka jumlah infrared photon akan semakin banyak dan
keadaan langit akan lebih buram (tidak jernih).
3. Pengaruh jumlah awan erhadap efek rumah kaca adalah jumlah awan akan
mempengaruhi pergerakan infrared photon dan sunlight photon, awan
menyebabkan infrared proton memantul dan jumlah infrared proton yang ada
di bawah awan lebih banyak daripada yang ada di atas awan. Infrared photon
yang mengenai awan akan naik atau memantul paling tinggi pada awan. Serta,
awan menyebabkan sunlight photon memantul. Sunlight photon yang mengenai
awan akan turun atau memantul paling rendah pada awan
4. Efek rumah kaca terjadi karena sinar matahari yang dipantulkan ke permukaan
bumi, sinar yang terpantul terssebt akan merusak lapisan ozon di atmosfer.
Kerusakan lapisan ozon ini akan menyebabkan suhu bumi meningkat, hal ini
juga bida diperparah dengan adanya konsentrasi gas rumah kaca seperti
karbondioksida yang akan mengikat panas matahari dan memperparah
peningkatan suhu di bumi.
I. Lampiran
Gambar 1. Memvariasikan konsentrasi gas Gambar2. Memvariasikan waktu
(Konsentrasi gas tinggi) (zaman ice age)

Gambar 3. Memvariasikan jumlah awan Gambar 4. Memvariasikan awan


(zaman sekarang dengan 3 awan) (zaman ice age dengan 3 awan)
LAPORAN SEMENTARA

A. Nama : Riska Apsari Putri


B. Judul Praktikum : Global Warming

C. Tujuan Praktikum :
1. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan sejarah / waktu.
2. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan konsentrasi gas.
3. Mahasiswa dapat menganalisis efek rumah kaca berdasarkan jumlah awan.
4. Mahasiswa dapat mendeskripsikan bagaimana terjadinya efek rumah kaca.
D. Data Hasil :
1. Kegiatan 1 ( Pengaruh Besarnya Konsentrasi Gas )

No Konsentrasi Gas Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. Tidak ada -19℃ naik turun

2. Sedang 10℃ naik, lalu dipantulkan kembali turun

3. Tinggi 20℃ naik, lalu dipantulkan kembali turun

2. Kegiatan 2 ( Pengaruh Zaman Terhadap Efek Rumah Kaca )

No Zaman Suhu Komponen Gas Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight
Photon

1. Today 14℃ H20 70% naik, lalu turun


rel.humidity dipantulkan
kembali
CO2 388 ppm

CH4 1.843 ppm

N2O 0.317 ppm

2. 1750 15℃ H20 70% turun


rel.humidity
CO2 280 ppm
naik, lalu
CH4 0.730 ppm dipantulkan
kembali
N2O 0.270 ppm

3. Ice -1℃ H20 ? naik, lalu turun, lalu


Age dipantulkan dipantulkan
CO2 180 ppm kembali kembali

CH4 0.380 ppm

N2O 0.215 ppm

3. Kegiatan 3
a. Today

No Jumlah Awan Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 15℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali

2. 1 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

3. 2 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

4. 3 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan dan sebagian
jumlah infrared sunlight memantul
photon yang ada pada awan dan
di bawah awan sebagian lainnya
lebih banyak tidak
daripada yang
ada di atas awan.

b. 1750

No Jumlah Awan Suhu Hasil Pengamatan


(℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 15℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali

2. 1 14℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

3. 2 15℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

4. 3 16℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan dan sebagian
jumlah infrared sunlight memantul
photon yang ada pada awan dan
di bawah awan sebagian lainnya
lebih banyak tidak
daripada yang
ada di atas awan
c. Ice Age

No Jumlah Suhu Hasil Pengamatan


Awan (℃)
Infrared Photon Sunlight Photon

1. 0 0℃ naik, lalu turun


dipantulkan
kembali

2. 1 5℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

3. 2 2℃ awan awan
menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

4. 3 -1℃ awan awan


menyebabkan mempengaruhi
infrared photon arah gerak sunlight
memantul dan sebagian
sunlight memantul
pada awan dan
sebagian lainnya
tidak

Bantul, 15 Maret 2021


Praktikan,

(Riska Apsari Putri)


J. Daftar Pustaka
Kodra, AS. Hadi dan Syaukani HR, 2004. Bumi Makin Panas, Banjir Makin Luas,
Menyibak Tragedi Kehancuran Hutan. Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia.
Riyanto. 2007. Strategi Mengenai Pemanasan Global (Global Warming). Jurnal Unimus
Value Added Vol.3, No.2. Versi elektronik dinduh pada 15 Maret 2021 di
https://jurnal.unimus.ac.id/.
Riza Pratama. 2019. Efek Rumah Kca Terhadap Bumi. Jurnal Buletin Utama Teknik
Vol. 14, No. 2. Vesi elektronik diunduh pada 15 Maret 2021 di
https://jurnal.uisu.ac.id/.
Vivi Triana. 2008. Pemanasan Global. Jurnal Kesehatan Masyarakat II (2). Versi
elektronik, diunduh pada 16 Maret 2021 di http://jurnal.fkm.unand.ac.id/.

Anda mungkin juga menyukai