Anda di halaman 1dari 11

Tugas.

2
Nama : M. Rechi Herjuno
NIM : 043377859

Soal 1 (skor 25)

Setiap negara mempunyai identitas nasional masing-masing tak terkecuali dengan Indonesia.
Fungsi dari identitas nasional adalah untuk membbedakan negara yang stau dengan negara
yang lainnya. Identitas nasional tersebut baisanya lahir dari berbagai nilai-nilai yang ada di
suatu bangsa.

Dari paparan tersebut silahkan uraikan makna dari identitas nasional dan berikanlah contoh
identitas nasional yang ada di Indonesia!

(Petunjuk: silakan baca dan pahami terlebih dahulu definisi identitas nasional yang ada
dalam BMP MKDU4111!)

Soal 2 (Skor 25)

Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia sudah final dan menjadi harga mati.
Sebagai ideologi dan dasar negara Pancasila mempunyai nilai-nilai luhur untuk kehidupan
berbangsa dan bernegara serta menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada di
Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila mempunyai keterkaitan dan membentuk sebuah hirarki
pyramidal. Oleh karena itu, Pancasila mempunyai makna yag mendasar dan tidak dapa
dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Dari uraian di atas lakukanlah analisis terkait dengan sila-sila Pancasila dilihat dari causa
materialis dari Pancasila!

(Petunjuk: silakan baca dan pahami terlebih dahulu tentang sila-sila Pancasila di BMP
MKDU4111)

Soal 3 (Skor 25)

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mempunyai makna bahwa segala aktivitas dalam
kehidupan sehari-hari harus berdasarkan Pancasila. Nilai-nilai yang terdapat di dalam
Pancasila dijadikan teladan dan acuan agar hidup bisa lebih tertat dan teratur baik dalam
kehidupan bermasyarakt, berbangsa, dan bernegara.

Dari uraian di atas lakukanlah analisis terkait dengan internalisasi nilai-nilai dari sila-sila
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!

(Perunjuk: silahkan baca dan pahami terlebih dahulu tentang Pancasila sebagai
pandangan hidup bangsa yang ada di BMP MKDU4111)

Soal 4 (Skor 25)

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dan disahkan sebagai dasar negara pada tanggal 18
Agustus 1945. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mempunyai fungsi utama sebagai
dasar negara Indonesia. Kedudukan Pancasila adalah yang paling tinggi karena sebagai sumber
dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia.

Dari uraian di atas lakukanlah silahkan lakukan analisis kedudukan Pancasila sebagai
kepribadian bangsa Indoneisa dalam kehidupan sehari-hari!

(Petunjuk: silakan baca dan pahami terlebih dahulu tentang kedudukan Panacsila sebagai
kepribadian bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam BMP
MKDU4111)

JAWAB

1. Dari paparan tersebut silahkan uraikan makna dari identitas nasional dan
berikanlah contoh identitas nasional yang ada di Indonesia!

➢ Seperti hal nya pada manusia, yang mana setiap individunya memiliki identitas
yang berbeda dengan individu lainya. Setiap Negara pun juga memiliki identitas
nasional yang berbeda-beda. Identitas ini tentunya berguna untuk membedakan
setiap negara. Setiap negara yang merdeka dan berdaulat sudah dapat dipastikan
berupaya memiliki identitas nasional. Jawabannya sudah jelas, identitas ini
digunakan agar negara tersebut dapat dikenali oleh negara dan bangsa lain.
Identitas biasa disebut sebagai sifat atau jati diri yang melekat pada sesuatu hal itu.
Sedangkanidentitas nasional merupakan sebuah rancangan buatan karena identitas
nasional ini dibuat, dan disepakati oleh warga masyarakat yang tinggal dari suatu
bangsa sebagai identitasnya yang melekat pada dirinya.

Banyak ragam macam identitas negara yang ada di dunia, tak terkecuali pada
bangsa Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai identitas yang
telah lama melekat dari nilai-nilai budaya yang ada diberbagai daerah yang
kemudian menjadi suatu kesatuan utuh dalam sebuah negara. Identitas nasional di
Indonesia juga tercipta dari berbagai macam faktor yakni agama yang menciptakan
ideologi yang menciptakan sebuah identitas, tokoh bangsa dan pemimpin bangsa
yang berperan penting yang dianggap sebagai simbol persatuan dan sejarah bangsa
yang dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap masa lalu yang telah
dialaminya. Identitas nasional bertujuan untuk mempertahankan kesatuan sebuah
negara, pembeda dari negara lain, landasan negara, dan alat pemersatu bangsa.
Identitas nasional juga mampu menjaga eksistensi dan keberlangsungan hidup
berbangsa. Artinya dimilikinya sebuah identitas nasional ini akan menjadikan
negara bangsa memiliki kewibawaan dan kehormatan.

Indonesia memiliki berbagai macam suku, ras, agama dan kebudayaan. Dari
berbagai suku dan ras saja yang ada mulai sabang sampai dengan merauke, kita
temui bersama betapa kaya nya kebudayaan yang Indonesia miliki. Bukan hanya
sebagai penciri Indonesia di mata dunia akan tetapi juga menjadi sebuah
kewibawaan dan kehormatan bangsa tersebut. Bahkan ada warga negara asing
pernah menyampaikan rasa kekagumannya yang mendalam terhadap beraneka
ragam budaya yang telah ada yang mana telah menjadi suatu identitas nasional
negeri ini, rasa Kagumnya ia tulis dalam sebuah buku berjudul “Real Paradise Not
Just Story”. Ragam nya yang ada mulai dari kebudayaan sukunya seperti baju
adatnya, tari-tariannya, lagu daerahnya dan tak terlepas dari itu adalah sumber
kekayaan alam nya yang melimpah telah menjadikan suatu ciri khas bangsa ini.
Bahkan warga asing tersebut menyampaikan bagaimana indahnya alam yang ada,
bisa berpakaian sesederhana apa dinegara ini karna iklim cuaca yang lebih stabil
dibanding negara lain, dan aneka ragam kekayaan yang bisa diolah dan disantap
oleh masyarakatnya seperti aneka buah, umbi-umbian, bunga-bungaan, kacang-
kacangan, semua tersebut mirip seperti serpihan surga jelasnya. Dari sini bisa
disimpulkan Identitas nasional menjadikan sebuah kehormatan tersendiri yang
hadinya kemudian dapat mempersatukan keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan (2020) karya Rosmawati dan Hasanal


Mulkan, jelaskan bentuk-bentuk identitas nasional bangsa Indonesia, yaitu:
• Bahasa nasional atau bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
• Bendera negara, yaitu Sang Merah Putih.
• Lagu Kebangsaan, yaitu Indonesia Raya.
• Lambang negara, yaitu Garuda Pancasila.
• Semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
• Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
• Konstitusi negara, yaitu UUD 1945.
• Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.

Bagi bangsa Indonesia, identitas nasional merupakan hal yang sangat penting karena
telah memiliki dasar yang sangat kuat, sehingga sudah seharunya kita warga nya bangga
sebangga-bangga nya merupakan salah satu pemilik aset yang luar biasa ragamnya ini
dan memeliharanya dengan baik ragam yang menjadi identitas nasional ini.

2. Dari uraian di atas lakukanlah analisis terkait dengan sila-sila Pancasila dilihat
dari causa materialis dari Pancasila!

➢ Segala sesuatu ciptaan atau makhluk yang berada di dalam waktu, pasti memiliki
proses, penjadian artinya dulunya tidak ada lalu menjadi ada, sehingga dapat
dikatakan mempunyai permulaan, Proses menjadinya ada itu disebabkan oleh
sesuatu yang lain yang dinamakan asal mula atau sebab musabab. Pancasila sebagai
dasar filsafat Negara pernah tidak ada, maka mempunyai hal lain yang mengadakan
disebut asal mula atau sebab. Pancasila itu terdapat dalam hukum dasar Negara kita
yang tertinggi, yaitu Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, yang merupakan naskah penjelasan terperinei dari
proklamasi kemerdekaan.
Seperti hal nya yang lain setiap sesuatu sudah dipastikan memiliki asal mula,
demikian juga Pancasila tidak ada secara begitu saja, namun keberadaannya
memiliki asal mula. A.T. Soegito (1999: 29-33) menjelaskan, bahwa Notonagoro
ketika membahas asal mula Pancasila dasar filsafat Negara mengatakan bahwa
pembicaraan mengenai asal mula Paneasila memiliki pengaruh yang sangat penting
terhadap kedudukan Pancasila sebagai dasar filsafat atau dasar kerohanian Negara.

Causa Pancasila atau yang bias disebut dengan asal mula dari Pancasila terbagi
menjadi beberapa causa. Causa materialis atau asal mula bahan, causa normalis atau
asal mula bentuk, causa efisien atau asal mula karya, dan causa finalis atau asal
mula tujuan. Sebenarya keempat-empat asal mula memiliki kedudukan yang sama-
sama penting, dalam arti tidak dapat diabaikan, diibarat sebuah asal mula kursi yang
terbuat dari kayu. Yang mana dalam terbentuknya kursi melewati tahapan
pemilihan kayu yang baik, pengrajin yang handal dan terampil, model kursi yang
laku dipasaran hingga pewaraannya. Kesemua asal mula kursi tersebut menjadi
sebuah hal yang semua pentinguntuk membedakan kursi yang baik.

Causa materialis (asal mula bahan) ialah berasal dari bangsa Indonesia sendiri,
semua elemen yang ada diadopsi dari hal yang melekat pada negara Indonesia. Asal
mula bahannya terdapat dalam adat kebiasaan, kebudayaan dan dalam agama-
agamanya sehingga pada hakikatnya nilai-nilai yang menjadi unsur-unsur Pancasila
adalah digali dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai adat kebudayaan
dan nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
Jadi asal mula bahan atau causa materialis Pancasila adalah bangsa Indonesia
sendiri yang berupa kepribadian dan pandangan hidup. Catatan yang perlu
mendapatkan garis bawah, bahwa nilai-nilai yang terdapat pada kelima sila
Pancasila merupakan kristalisasi nilai- nilai yang ideal, sedangkan yang dianggap
tidak ideal tidak diakomodasikan. Jika kita Bersama secara rinci dan seksama, maka
tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan bahwa terdapat hal-hal yang kurang baik
dan berat sebelah, seperti terlalu individual atau sebaliknya terlalu sosial,sehingga
mengorbankan kepentingan sosial atau sebaliknya mengorbankan kepentingan
sendiri, sedangkan sila-sila Pancasila berupaya mencari jalan tengah di antara kedua
kutub itu.
Sebenarnya keberadaan Pancasila sudah ada sejak dalam zaman kerajaan majapahit
dan sriwijaya, Namun waktu perumusannya belum dirumuskan secara konkrit yang
mana sila nya juga diambil dari pola berkehidupan masyarakat yang ada juga pada
zaman tersebut. Disimpulakan bahwa nilai yang sudah ada dikembangkan dan
dipikir mendalam melalu proses pemikiran yang panjang dari berbagai macam
unsur asal mula atau yang disebut causa, hingga terlahir dan di resmikan pada hari
yang setiap tahunnya kita peringati hari kelahiran Pancasila, yaitu pada 1 Juni 1945.

Untuk menerangkan keberadaan dan hakikat Pancasila, digunakan berbagai


pendekatan, Dalam merenungkan Paneasila secara filosofis itu para pemikir tidak
hanya berhenti pada perumusan Pancasila, tetapi mereka masing-masing juga
memikirkan bagaimana Pancasila yang sudah dirumuskan menjadi rumusan filsafat
yang umum abstrak itu dapat dilaksanakan dalam kehidupan konkret dalam bidang
kenegaraan clan kemasyarakatan. Dalam hal ini mereka menyebut istilah
transformasi Pancasila. Masing-masing dengan menggunakan dimensi yang sesuai
dengan dimensi yang digunakan waktu mereka merumuskan Pancasila formal
tersebut (Suwarno, 1993: 80-81).

Pancasila sebagai dasar filsafat Negara, maka kita mendapatkan asal mula-asal
mula atau sebab - sebab sebagai berikut: asal mula langsung dan asal mula tidak
langsung. Pembagian asal mula menjadi langsung dan tidak langsung didasarkan
atas hubungannya dengan proses menjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat
negara. Asal mula langsung meliputi pembahasan-pembahasan menjelang dan
sesudah proklamasi kemerdekaan yang menunjukkan aspek langsung menjadinya
Pancasila sebagai dasar negara. Asal mula tidak langsung lebih menunjuk pada
aspek bahan dalam dimensi historis masa lampau khususnya yakni sebelum
kemerdekaan, tidak dihubungkan dengan kegiatan secara langsung dengan proses
pembahasannya di sekitar proklamasi Diharapkan dari pengetahuan kita tentang
asal mula Pancasila ini, menjadikan individu lebih mendalami lagi sila-sila
Pancasila dan tidak enggan untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Dari uraian di atas lakukanlah analisis terkait dengan internalisasi nilai-nilai dari
sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!

➢ Dalam sepanjang sejarah bangsa Indonesia, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila


sebagai pandangan hidup bangsa sudah terwujud dalam kehidupan masyarakat
sejak sebelum Pancasila sebagai dasar negara dirumuskan dalam satu system nilai.
Terbukti pada zaman dulu wilayah, wilayah di Nusantara memiliki beberapa nilai
yang dipegang teguh oleh masyarakatnya sebagai contoh kepercayaannya terhadap
Tuhan, rasa toleransi sikap gotong royong, musyawarah, solidaritasnya dan lain
lain, Nilai yang ada sebelumnya tersebut menjadi bekal hingga terbentuknya
rumusan rumusan yang dibahas oleh beberapa orang yang kemudian disahkanya
Pancasila.

Namun kita perhatikan bersama, tentang internalisasi nilai nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat. Nilai nilai yang ada beberapanya masih kita
temui dalam masyarakat, masyarakat bangsa yang ada sebagai contoh masih
banyaknya yang mempercai adanya Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat bangsa
Indonesia juga masih banyak yang mempraktikkan toleransi, gotong royong,
musyawarah mufakat dan lain sebagainya. Namun yang atut disesali segian dari
masyarakat bangsa kita ada yang mengabaikan nila tersebut, sehingga munculnya
masalah- masalah yang serius. Seperti masih ditemuinya masyarakat yang enggan
membayar pajak, yang man sebesar 83,5% penerimaan negara itu dari pajak.
Namun opnum yang wajib pajak baik itu pajak perorangan maupun pajak badan
masih belum sadar dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Sebagai contohnya
lainnya korupsi, berdasarkan data dari Transparency Internasional dari 188 negara
pada tahun 2019, negara indonesia masih menduduki peringkat ke 85 dalam urutan
negara paling korup di dunia. Dari 2 kasus diatas artinya para oknum masih
mengabaikan nilai-nilai yang sudah menjadi pedoman hidup bernegara saat ini yaitu
Pancasila. Yang mana jika tidak diamalkan isi nilainya kita akan mengalami
maslahyang serius, dilansir dari masalah diatas maka sudah dipastikan ekonomi
bangsa ini akan terus mengalami kesusahan dan dari kehimpitan ekonomi tersebut
menjadikan bangsa memili hutang-hutang yang cukup besar, tidak meratanya
ekonomi negara, dan untuk masyarakat kebawahakan rawan terjadinya tindakan
kriminal.
Untuk mengintemalisasikan nillai Pancasila pada generasi muda khususnya pada
mahasiswa dan pelajar sebagai tombak estafet perjuangan nasib bangsa ataupun
kepada masyarakat yang luas perlu diberikan motivasi, dorongan, dan pemahaman
tentang manfaat dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan positif yang salah satun
kegiatan tersebut adalah internalisasi atau penanaman nilai-nilai Pancasila yang
meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta
keadilan, serta kegiatan yang bermanfaat lainnya. Menurut (Supriadi, Matnuh, &
Mitha,2014) internalisasi merupakan suatu proses penanaman sikap yang fokus
langsung kepada pribadi seseorang melalui pengajaran untuk menimbulkan
kesadaran tentang nilai-nilai, sehingga generasi muda tersebut dapat menerapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya internalisasi nilai ini lebih mengarahkan
orang kepada pribadi yang lebih baik, sebagai contoh ialah dengan berpartisipasi
dalam penyuluhan kegiatan anti narkoba, mengikuti pengajian rohani, serta
mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, schingga nilai-nilai tersebut tertanam
dalam diri seseorang dan terus berkembang menjadi sebuah kebiasaan.

Berdasarkan temuan proses intemalisasi nilai-nilai Pancasila dan faktor


penghambat proses internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat disimpulkan bahwa
proses internalisasi nilai-nilai Pancasila. Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila,
yaitu dari melalui proses pembelajaran, proses pembiasaan, proses keteladanan.
Faktor penghambat internalisasi nilai-nilai Pancasila pun bisa melalui faktor
internal adalah kurangnya motivasi dari dalam diri masyarakat yang enggan
berpartisipasi dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila dan faktor eksternal,
yaitu pada lingkungan masyarakat yang kurang terjalinnya kerjasama antara
masyarakat.

Pancasila merupakan falsafah hidup yang didalamnya memuat perihal norma-


norma. Menurut Sunoto (1985 : 6), inti dari isi sila-sila pancasila pada hakikatnya
merupakan norma paneasila. Norma pancasila ini meliputi ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sebagai suatu postulat, maka
norma pancasila harus menjadi tolak ukur bagi seluruh penilaian terhadap segala
kegiatan kenegaraan, kemasyarakatan, dan perorangan di Indonesia. Hakikat isi
pancasila merupakan norma dan tolak ukur bagi segala kegiatan kenegaraan,
kemasyarakatan, dan perorangan yang menyangkut nilai etika atau kesusilaan atau
baik buruk. Dikatakan bermoral atau berkesusilaan atau beretika jika sesuai dengan
atau memenuhi syarat tolak ukur tersebut. Sila-sila dalam paneasila sudah
semestinya perlu diinternalisasikan ke dalam sendi-sendi pemahaman masyarakat,
dihayati oleh setiap masyarakat pelayan public, diimplementasikan dalam setiap
kegiatan masyarakat.

4. Dari uraian di atas lakukanlah silahkan lakukan analisis kedudukan Pancasila


sebagai kepribadian bangsa Indoneisa dalam kehidupan sehari-hari!

➢ Menurut pengertian KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pada hakikatnya


kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu
bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain. Namun secara umum
kepribadian adalah keseluruhan cara seorang_ individu bereaksi dan berinteraksi
dengan individu lain. Kama kepribadian sendiri adalah tergolong sifat, maka
macam kepribadian yang sehat adalah mampu menerima tanggung jawab, dapat
mengontrol emosi, berorientasi tujuan. Sedang contoh yang tidak sehat seperti
mudah marah atau tersinggung, menunjukkan ke-khawatiran atau ke-cemasan
berlebih, sering merasa tertekan stress atau depresi. Dapat disimpulkan bahwa
kepribadian bangsa Indonesia adalah refleksi dari perubahan dan perkembangan
dari masa ke masa yang perubahan terjadi pada lingkungan masyarakat yang ada.

Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri yang sudah ada berabad abad
lamanya. Oleh karna itu Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia itu
sendiriyang hanya dimiliki bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah
bangsa.

Menurut Dewan Perancang Nasional, kepribadian Indonesia dimaksud sebagai


keseluruhan ciri has bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan
bangsa yang lain. Dimana keseluruhan citi khas tersebut adalah bentuk
pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa indonesia
sepanjang masa.
Sejak | Juni 1945, Pancasila berada pada peranan penting sebagai dasar dan
landasan kepribadian bangsa Indonesia. Setiap silanya memiliki nilai kehidupan
yang harus diamalkan semua warga negara Indonesia. Pancasila sebagai
kepribadian bangsa Indonesia mengandung makna bahwa semua aktivitas
kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan sila-sila dari Pancasila.

Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan kristali ilai yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut antara lain nilai ketuhanan-
keagamaan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan-demokrasi, dan
nilai keadilan sosial.

Adapun yang dimkasud Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia


dicontohkan seperti diantaranya adalah gotong royong. Gotong royong sendiri
merupakan sebuah aktifitas bekerja sama-sama, tolong menolong, dan bantu
membantu. Nilai yang terkandung dalam aksi gotong royong pun sangat beragam
diantaranya nilai kebersamaan.nilai kesatuan, nilai rela berkorban, nilai tolong
menolong, dan nilai sosialisasi yang mana kepribadian ini tidak semua negara
memilikinya.

Contoh kepribadian lain yang ada dalam bangsa Indonesia dan yang paling
menonjol adalah bangsa Indonesia terkenal dengan sifat keramahan nya kepada
orang lain. Masyarakat dari zaman nenek moyang atau leluhur terdahulu memang
memiliki sifat yang anggun lemah lembut dan murah senyum, yang mana nilai
keramah tamahan tersebut masih dipelihara turun menurut hingga saat ini sehingga
di adopsi atas kesepakatan bersama menjadi sebuah cerminan diri kepribadian
bangsa indonesia. Nilai yang mencerminkan semua sila yang terkandung dalam
pancasila.

Tujuan sebuah Pancasila dicerminkan sebagai jiwa bangsa atau kepribadian suatu
negara tidak lain agar tercapai masyarakat yang adil dan makmur yang merata
material dan spiritual berdasarkan sila pada Pancasila di dalam wadah negara
kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, berkedaulatan
rakyat dalam sebuah suatu perkehidupan bangsa yang aman, tertib, dan dinamis,
serta masuk dalam lingkunga pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan
damai.
Sebagai kepribadian bangsa, Pancasila harus selalu dijunjung tinggi oleh setiap
warga masyarakat, Karena kepribadian bangsa Pancasila sendiri berakar sumber
pada budaya dan pandangan hidup masyarakat Indonesia, jadi bukan semata-mata
hanyalah sebuah karangan saja kepribadian hidup yang ada dalam masyarakat
Indonesia menjelma menjadi kepribadian hidup bangsa yang dirin sejak jaman
Sriwijaya hingga Sumpah Pemuda 1928. Kemudian diangkat dan dirumuskan oleh
para penditi negara ini serta disepakati dan ditentukan sebagai dasar negara
Republik Indonesia. Dalam pengertian yang demikian, maka Pancasila selain
sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sekaligus juga sebagai ideologi negara.
Dengan demikian Pancasila merupakan cita-cita moral bangsa yang memberikan
pedoman dan kekuatan rohaniah bagi tingkah laku hidup sehari-hari dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa maka segala daya upaya bangsa
Indonesia dalam membangun dirinya akan terarah sesuai garis pedoman dari
pandangan hidup bangsa Indonesia.

Terima Kasih

M. Rechi Herjuno

Anda mungkin juga menyukai