Anda di halaman 1dari 3

Nama Mahasiswa : Johansyah

Nomor Induk Mahasiswa/NIM :


Kode/ Nama Mata Kuliah : ADBI4336/Hukum Ketenagakerjaan
Tugas :2

No Soal Skor
  Studi Kasus :

Rudi merupakan seorang karyawan pada PT. Sehat Selalu, Rudi diduga oleh security  
komplek perumahan disamping PT. Sehat Selalu mencuri sepeda motor dan langsung
diserahkan oleh security Ke Kepolisian.
1. Jelaskan apakah Rudi harus segera dipecat oleh perusahaan, berikan dasar hukumnya! 35
2. Selama Rudi menjalani proses hukum, apakah Rudi tetap menerima gaji? Jelaskan
35
beserta dasar hukumnya!
3. Jika ternyata pada tingkat penyidikan oleh Polisi, Rudi tidak terbukti atas dugaan
pencurian oleh Polisi dan dilepaskan dari status tahanan, apakah Rudi masih bisa 30
bekerja di PT. Sehat Selalu? Jelaskan dengan alasan yang tepat!
Skor Total

Jawaban :
1. Tidak, rudi tidak harus segera di pecat, karena perbuatan rudi belum terbukti benar
tidaknya. Sehingga perusahaan harus menunggu keputusan hakim terlebih dahulu baru
mengambil tindakan
Alasan : PHK tidak dapat dilaksanakan secara sepihak, melainkan harus melalui
perundingan terlebih dahulu. Pasal 151 UU Ketenagakerjaan berbunyi:
1. Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan
segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.
2. Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja tidak
dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan
oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh
apabila pekerja/buruh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat
pekerja/serikat buruh.
3. Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar-benar tidak
menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja
dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian
perselisihan hubungan industrial.

Di masa lalu, Pasal 158 UU Ketenagakerjaan memang pernah mengatur sejumlah


kesalahan berat yang menjadikan seorang pekerja dapat di-PHK secara sepihak oleh
pengusaha. Namun ketentuan tersebut telah dibatalkan oleh Putusan Mahkamah
Konstitusi Nomor 012/PUU-I/2003.

Sebagai respon atas putusan tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
menerbitkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE-
13/MEN/SJ-HK/I/2005 Tahun 2005 tentang Putusan Mahkamah Konstitusi atas Hak
Uji Materiil Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (“SE
13/2005”). Diuraikan di dalamnya bahwa penyelesaian kasus PHK karena
pekerja/buruh melakukan kesalahan berat perlu memerhatikan hal-hal berikut:
a. Pengusaha yang akan melakukan PHK dengan alasan pekerja/buruh
melakukan kesalahan berat (eks Pasal 158 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan),
maka PHK dapat dilakukan setelah ada putusan hakim pidana yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap.
b. Apabila pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib dan pekerja/buruh
tidak dapat melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya, maka
berlaku ketentuan Pasal 160 UU Ketenagakerjaan.

2. Dalam kasus rudi, pengusaha tidak wajib memberikan upah kepada rudi, namun
pengusaha harus memberikan bantuan untuk keluarga yang di tanggung rudi, sesuai
yang di sampaikan dalam UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 160
ayat 1 dan 2, yang berbunyi
(1) Dalam hal pekerja/buruh ditahan pihak yang berwajib karena diduga
melakukan tindak pidanabukan atas pengaduan pengusaha, maka
pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajibmemberikan
bantuan kepada keluarga pekerja/buruh yang menjadi tanggungannya
denganketentuan sebagai berikut :
a. Untuk untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25% (dua puluh lima
perseratus) dari upah;
b. untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35% (tiga puluh lima perseratus)
dari upah;
c. untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45% (empat puluh lima
perseratus) dari upah;
d. untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih : 50% (lima puluh
perseratus) dari upah.
(2) Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan untuk
paling lama 6 (enam) bulantakwin ter-hitung sejak hari pertama
pekerja/buruh ditahan oleh pihak yang berwajib.
3. Pada kasus rudi, jika proses penyidikan rudi selesai sebelum 6 bulan, maka rudi
masih dapat bekerja di perusahaan tersebut. Akan tetapi jika lebih dari 6 bulan,
maka perusahaan berhak untuk memutuskan hubungan kerja. Hal ini di jelaskan
dalam UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 160 ayat 3 dan4,
yang berbunyi
1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap
pekerja/buruh yang setelah 6(enam) bulan tidak dapat melakukan
pekerjaan sebagaimana mestinya karena dalam prosesperkara pidana
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
2. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6
(enam) bulan sebagaimanadimaksud dalam ayat (3) berakhir dan
pekerja/buruh dinyatakan tidak bersalah, maka pengusahawajib
mempekerjakan pekerja/buruh kembali.

Anda mungkin juga menyukai