Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK PGRI 3 MALANG


Kelas/Semester : XI/ GANJIL
Mata Pelajaran : Penataan Produk
Topik : Karakteristik Produk
Alokasi Waktu : 5JP @20menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, resposif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkung
kerja Bisnis Daring dan Pemasaran pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunkan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Bisnis
Daring dan Pemasaran . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
ketrampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan ketrampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.5 Memahami karakteristik Produk drink, Food, Fresh, dan kosmetik di Supermarket,
Fashion dan sport.
4.5 Melakukan pengelompokan karakteristik produk drink, food, fresh dan kosmetik di
supermarket, fashion dan sport.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Menjelaskan pengertian karakteristik produk
3.5.2 Mengidentifikasi penggolongan barang menurut sifat dan tingkat konsumsinya
3.5.2 Menentukan penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya oleh pemakai
3.5.3 Menentukan penggolongan barang menurut pemakaiannya
4.5.1 Membuat karakteristik produk
4.5.2 Menunjukkan data karakteristik produk
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa mampu :
 Menjelaskan tentang pengertian karakteristik produk dengan benar
 Mengidentifikasi penggolongan barang drink, Food, Fresh, dan kosmetik di Supermarket,
Fashion dan sport dengan benar
 Menentukan penggolongan barang menurut sifat dan tingkat konsumsi dengan benar
 Menganalisis penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya oleh pemakai dengan
benar
 Membuat karakteristik produk dengan benar
 Menunjukkan data karakteristik produk dengan benar
E. Materi Pembelajaran
1. Pengertian karakteristik produk

2. Penggolongan barang menurut sifat dan tingkat konsumsinya

3. Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya oleh pemakai

4. Penggolongan barang menurut pemakainya

F. Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific
Metode : Diskusi, Tanya jawab, Penganatan
Model : Discovery Learning
G. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
1. Alat dan bahan belajar : whiteboard, spidol, smartphone, kertas A3
2. Media : Materi Karakteristik Produk
H. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran dengan hikmat
2. Guru menanyakan kabar siswa
3. Peserta didik merespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi peserta didik.
4. Guru mengecek kehadiran siswa dengan cara mengabsen
5. Guru meyakinkan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran
Pendahuluan 6. Guru melakukan Apersepsi dengan mengaitkan
materi/tema/kegiatan pembelajaran dengan materi sebelumnya. 10 menit
7. Guru memotivasi peserta didik (memfokuskan perhatian siswa)
dengan cara tanya jawab berkaitan dengan materi dalam kehidupan
sehari-hari.
8. Peserta didik menjawab pertanyaan guru dan memfokuskan pikiran
pada satu pokok materi/bahasan yang ingin di bahas yaitu tentang
spesifikasi produk
9. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

1. Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok


(5 Siswa/kelompok) dan membagi materi yang akan mereka diskusikan
2. Setiap kelompok diminta untuk membuat mindmap pada kertas A3
dengan kreativitas masing-masing berisi materi yang didapatkan
3. Siswa diminta untuk berfikir, mengisi dan memahami materi yang
Inti 85 menit
mereka kerjakan
4. Siswa mempresentasikan mindmap mereka didepan kelas
5. Setiap kelompok yang tidak sedang maju mempresentasikan
diharapkan untuk memberikan komentar terhadap hasil kerja
kelompok lain
1. Peserta didik dibantu oleh guru menyimpulkan materi yang telah
dipelajari
2. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada
Penutup 5 menit
peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
3. Guru memimpin doa dan memberikan salam

Malang, 01 November 2021

Kepala SMK PGRI 3 Malang Guru Pamong

M. Lukman Hakim, S.T _____________________


NIP. NIP.
Lampiran 1 : MATERI

KARAKTERISTIK PRODUK

1. Pengertian Karakteristik Produk


Setiap produk, baik barang atau jasa dapat dikelompokkan berdasarkan karakte ristiknya. Menurut Kottler dan keller
(2006), karakteristik produk adalah kondisi yang berbeda dari suatu produk dibandingkan para pesaingnya yang dapat
ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan. Setiap produk memiliki karakteristik tersendiri sehingga
konsumen memiliki persepsi khusus terhadap produk tersebut. Banyaknya variasi produk yang ditawarkan oleh suatu
perusahaan merupakan langkah untuk menghadapi persaingan dalam merebut pangsa pasar.
Menurut Ryerson (2009), karakteristik suatu produk merupakan modal atau atribut penting, sejauh produk tersebut mampu
memberikan untuk memenuhi tujuan yang lebih besar. Dengan kata lain, karakteristik produk adalah suatu pola yang akan
menentukan suatu produk layak untuk dikonsumsi atau tidak.

2. Penggolongan barang menurut Sifat dan Tingkat Konsumsinya


Berdasarkan sifat dan tingkat konsumsinya, di mana barang dapat dikategorikan/digolongkan menjadi:
a. Barang Tahan Lama (Durable Goods)
Ialah barang berwujud yang biasanya secara normal dapat bertahan dalam pemakaian berulang kali. Contoh: lemari es,
pakaian dan sebagainya. Barang tahan lama memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, menguasai margin
yang lebih tinggi dan memerlukan j aminan-j aminan yang lebih besar dari penjual.
b. Barang Tidak Tahan Lama (Non-Durable Goods)
ialah barang berwujud yang secara normal dapat dikonsumsi sekali atau beberapa kali. Contoh : daging, sabun dan
sebagainya, Mengingat barang-barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, maka barang tersebut tersedia di
berbagai tempat, menguasai margin yang lebih kecil dan memupuk kesetiaan pada satu merek.
c. Barang yang Bersifat Klasikal
Ialah barang yang digemari dan disukai konsumen sepanjang masa meskipun ada model dan produk baru, biasanya
penggemar model ini merupakan fanatic terhadap merek barang tertentu karena dapat memberikan kebanggaan dan
kepuasan tertentu misalnya blue jeans merek Levi ’s.
d. Barang yang Bersifat Kontemporer

Sifat barang yang kontemporer dipengaruhi tren dan kegemaran konsumen, barang semacam ini akan memberi manfaat
ekonomis terhadap penjual jika selalu mengikuti perkembangan tren yang terjadi di masyarakat, dan manfaat yang
diberikan barang kepada konsumen rasa percaya diri, karena mengikuti tren lingkungannya.
e. Barang yang Bersifat Adjustable

Barang yang menyesuaikan dengan mengikuti perubahan iklim, dan barang semacam ini akan dirasakan manfaatnya jika
terjadi perubahan musim, seperti musim penghujan dan kemarau. Misalnya payung.

f. Barang yang bersifat Luxirius

Barang yang sifatnya mewah dan konsumennya dari golongan tertentu dan toko biasanya menyediakan ruang khusus
dengan maksud untuk mempertahankan karakteristiknya. Klasifikasi yang dilakukan toko biasanya terpisah dan relatif
ketat dalam pengawasannya. Manfaat yang dirasakan oleh konsumen adalah kemewahan dan kelas tersendiri karena
memberikan gengsi tersendiri, contohnya berlian.

g. Barang yang Bersifat Prestisius

Barang yang memberikan kedudukan tersendiri dalam kehidupan sosial seseorang dan biasanya ditata dan dikelompokkan
secara eksklusif di dalam toko. Manfaat yang dirasakan konsumen adalah image tertentu jika menggunakan barang
tersebut misalnya jika menggunakan dasi.
h. Barang yang Bersifat Praktis

Barang yang penggunaannya tidak rumit dan berkesan santai, manfaat yang dirasakan konsumen adalah kemudahan dalam
pemakaiannya dan rasa santai dan biasanya digunakan dalam kegiatan keseharian di luar dinas misalnya memakai T-shirt,
sandal atau jaket.

3. Penggolongan Barang Menurut Tujuan Pemakaiannya oleh Pemakai

Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya ini banyak digunakan karena sangat praktis. Untuk keperluan analisa
dan pembahasan selanjutnya kita akan menggunakan penggolongan yang kedua ini. Menurut tujuan pemakaiannya barang
digolongkan ke dalam dua golongan yaitu :

1. Barang industri (industrial goods)


Adalah barang yang dibeli untuk diproses kembali atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi pembeli barang industri
ini adalah perusahaan, Lembaga atau organisasi termasuk organisasi nonlaba. Menurut golongannya barang industri
dapat dibedakan dalam golongan besar, yaitu:
a. Peralatan besar/utama (mayor equipment),
b Peralatan ekstra (minor/accessory equipment),
c. Komponen/barang setengah jadi (fabricating or component parts),
d. Bahan-bahan proses,
e. Perlengkapan pengerak,
f. Bahan baku

Ciri-ciri industrial goods:

a. Pasarannya sempit sehingga pembeli tidak sebanyak consumer goods.


b. Dibeli atas dasar quality dan spesifikasi teknik yang menarik bukan atas dasar merek atau prestise pembeli
biasanya mempunyai integritas yang tinggi.
c. Produsen lebih condong untuk membeli langsung dari penjual atau produser lainnya.
d. Kontak langsung antara pembeli dan penjual perlu sekali karena hal ini memungkinkan untuk penjual membantu
pembeli untuk membentuk, mengetahui spesifikasi, dan modifikasi yang langsung dibutuhkan.
e. Keputusan untuk membeli tidak dapat langsung diambil karena setiap keputusan harus diambil dari suatu rapat
direksi.

f. Harganya relatif tinggi


g. Harus ada after sales service.

2. Barang Konsumsi (Consumer Goods)

Yaitu barang-barang untuk didasarkan atas kebiasaan membeli dari konsumen. Jadi pembeli barang konsumsi ini adalah
pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri, karena barang-barang tersebut hanya dipakai sendiri (termasuk
diberikan kepada orang lain) tidak diproses lagi. Consumer goods dapat dibedakan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu:

a. Convenience goods ialah barang yang pada umumnya mempunyai frekuensi pembelian tinggi atau sering dibeli,
dibutuhkan dalam waktu segera, serta hanya membutuhkan usaha yang minim (sangat kecil) dalam pembandingan
dan pembeliannya. Contoh: rokok, sabun, gula, koran dan sebagainya.

Convenience goods bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis, antara lain adalah staples, impulse goods, dan
emergency goods.

1) Staples ialah barang yang dibeli oleh konsumen secara reguler (rutin), seperti sabun mandi dan pasta gigi.

2) Impulse goods ialah barang yang dibeli tanpa perencanaan lebih selalu tersedia dan ditawarkan di banyak tempat
dan tersebar sehingga konsumen tidak perlu repot dalam mencarinya. Contohnya seperti cokelat, permen, majalah
dan sebagainya. Impulse goods juga biasanya dipajang di dekat kasir ataupun tempat-tempat strategis lainnya di
supermarket.

3) Emergency goods ialah barang yang dibeli apabila suatu kebutuhan dirasakan oleh konsumen sangat mendesak,
seperti misalnya jas hujan dan payung di saat musim hujan.

Dalam pelaksanaan distribusinya kita mengenal beberapa istilah, yaitu :

a) Selling In : Adalah tindakan penjualan pertama untuk masuk ke dalam golongan pengecer dan saluran distribusi.

b) Selling Out : Adalah suatu tindakan yang dilakukan setelah melihat keberhasilan selling in dengan membuat
suatu kebijaksanaan baru agar barang-barang dapat keluar (laku dijual) dengan promotion berupa pemasaran iklan
dan reklame yang baik baik dan lain-lain tergantung dari pada barang-barang yang kita masukkan

c) Selling Order : Adalah pemesanan kembali terhadap barang-barang yang telah pernah kita berikan kepada
pengecer. Repeat order ini kita lakukan bila selling out terlaksana dengan baik.

b. Shopping Goods adalah produk-produk dimana langganan membandingkan dengan produk- produk lain yang
bersaing, dalam membandingkan langganan tersebut dalam menyediakan waktu dan usahanya yang berharga.

Kriteria dalam perbandingan tersebut mencakup kualitas, harga dan model dari masing-masing barang. Contohnya
seperti pakaian, alat rumah tangga, dan furniture.

Shopping goods terdiri dari dua jenis, yakni homogeneous shopping goods dan heterogeneus shopping goods.

1) Homogeneous shopping goods adalah barang-barang yang dianggap oleh konsumen serupa dalam hal kualitas
namun cukup berbeda dalam segi harga. Dengan begitu konsumen akan berusaha mencari harga yang paling
murah dengan cara membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Contohnya TV, tape recorder, dan
mesin cuci.

2) Heterogeneous shopping goods ialah barang-barang yang dengan aspek karakteristik atau features (ciri-ciri)
dianggap lebih penting oleh konsumen dibandingkan dengan aspek harganya. Dengan kata lain, konsumen
mempersepsikannya berbeda dalam hal kualitas dan atribut. Seperti misalnya pakaian, perlengkapan rumah
tangga, dan mebel.

Ciri-ciri shopping goods adalah :

1) Barang-barang yang sebelum dibeli dibandingkan satu sama lain atas dasar :

a) Suitability (kecocokan)
b) Quality (kualitas/mutu)
c) Price (harga)
d) Style (gaya/model)
2. Faktor-faktor yang menentukan barang tersebut dibeli adalah :

a) Konsumen bersedia untuk membuang-buang waktunya hanya untuk memilih -milih dari macam-macam
barang tersebut.
b) Ukuran dan warna
c) Model dan design
Contoh shopping goods yaitu pakaian jadi, tekstil, jeans, sepatu, tas, kacamata dll)

c. Specialty Goods yaitu barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau merek yang unik atau dimana sekelompok
pembeli tertentu dalam melakukan pembelian, biasanya melakukan usaha khususnya. Ciri-ciri daripada barang-
barang spesial adalah :

1) Barang-barang yang dibeli atas dasar suatu merek/brand tertentu, konsumen biasanya terpengaruh atas /oleh ciri-
ciri khas daripada barang yang telah diiklankan sebelumnya.

2) Harganya relatif lebih tinggi produsen dari kelompok ini tergantung sekali kepada dealer yang akan membeli.
Contoh : Mobil Mercedes, radio, televisi, alat-alat kosmetik, alat-alat potret dan lain-lain.

d. Unsought goods, adalah barang yang tidak diketahui atau diketahui oleh konsumen tetapi biasanya tidak terpikir
untuk membelinya. Produk baru seperti detektor asap dan proseccor makanan adalah barang yang tidak dicari
sampai tiba saatnya konsumen mengenalnya melalui iklan.

Unsought goods ada dua jenis, yaitu :

1) Regularly unsought products ialah barang-barang yang sebenarnya sudah ada serta diketahui oleh konsumen,
tetapi tidak terpikirkan oleh konsumen untuk membelinya. Misalnya asuransi jiwa, ensiklopedia, batu nisan.
2) New unsought products ialah barang yang memang benar-benar baru dan sama sekali belum pernah diketahui
oleh konsumen.

4. Penggolongan Barang Menurut Pemakainya

1. Individual Goods
Barang dan jasa yang termasuk dalam individual goods atau sering disebut dengan private goods tersedia melalui
mekanisme pasar, baik dengan bentuk hak kepemilikan, sistem kontrak, pasar

bebas, atau semua bentuk pasar lainnya yang dibutuhkan. Untuk barang atau jasa tertentu pemerintah dapat
mensuplainya misalnya pengelolaan dana pensiun.

2. Toll Goods

Toll goods dapat disuplai melalui mekanisme pasar, tetapi karena karakteristiknya yang sangat eksklusif maka para
pengguna harus membayar terlebih dahulu sebelum memanfaatkannya. Barang atau jasa yang termasuk ke dalam toll
goods dapat dimiliki atau dibeli baik secara pribadi, kelompok yang berorientasi profit atau non-profit. Contoh toll
goods adalah fasilitas rekreasi dan perpustakaan. Dalam sistem pasar monopoli harga ditentukan oleh jumlah
pelanggan. Harga bertambah besar jika pelanggan semakin banyak. Namun hak monopoli sering disalahgunakan
demi keuntungan semata tanpa memedulikan kualitas dan kuantitas barang/jas pelayanan kepada pelanggan.

3. Common-Pool Goods

Common-Pool Goods adalah barang atau jasa yang dapat diperoleh tanpa harus membayar atau tanpa adanya
halangan yang berarti, contohnya adalah ikan di laut. Mekanisme pasar tidak efektif jika digunakan untuk mensuplai
barang-barang tersebut.

4. Collective Goods

Collective goods atau public goods selalu terkait dengan masalah pengorganisasian masyarakat. Barang atau
jasa tersebut digunakan secara simultan oleh banyak orang dan seseorang tidak dapat menghalangi orang lain
untuk memanfaatkannya. Oleh karena itu setiap orang memiliki peluang untuk menjadi free riders, yaitu
orang yang menikmati barang atau jasa layanan tetapi tidak memberikan kontribusi apapun. Untuk
menghindarkan adanya free riders dibutuhkan kekuatan pemerintah untuk memberlakukan kewajiban kepada
masyarakat untuk melakukan kontribusi seperti misalnya tindakan sukarela untuk kegiatan pengamanan
kebakaran dan penyediaan ambulans.

Penilaian Hasil Belaja

A. LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

Mata Pelajaran : Penataan Produk


Kelas / Semester : XI /1

Tahun Pelajaran : 2021/2022

Waktu Pengamatan : Selama KBM

Berilah nilai 1, 2, 3 atau 4 pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Sikap Penilaian
No Nama Juju Tanggung Rerata
Disiplin Santun Proaktif Predikat
r Jawab Skor

Keterangan :

No Sikap Indikator Sikap

1 Jujur 1. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya

2. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi

3. Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain 

4. Objektif dalam pengumpulan data

2 Disiplin 1. Tertib mengikuti instruksi (mentaati kesepakatan kerja)

2. Mengerjakan tugas tepat waktu

3. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta

4. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif

3 Tanggung 1. Pelaksanaan tugas sesuai dengan pembagian kerja


Jawab
2. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok

3. Mengajukan usul pemecahan masalah

4. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan

4 Santun 1. Berinteraksi dengan teman secara ramah


2. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung
perasaan

3. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat

4. Berperilaku sopan

5 Proaktif 1. Cepat mengambi inisiatif

2. Mampu membuat pilihan-pilihan yang berlaku

3. Tidak mau ikut-ikutan 

4. Tidak mudah menyalahkan orang lain

1 = Kurang (Jika hanya terdapat 1 indikator dalam sikap yang akan dinilai)

2 = Sedang (Jika terdapat 2 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

3 = Baik (Jika terdapat 3 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

4 = Sangat Baik (Jika terdapat 4 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

Interval Nilai

Interval
Predikat Kriteria
Nilai

4.00 A
SB(Sangat Baik)
3.67 A-

3.33 B+

3.00 B B(Baik)

2.67 B-

2.33 C+

2.00 C C(Cukup)

1.67 C-

1.33 D+ K(Kurang)
B. Instrumen Penilaian Ketrampilan

LEMBAR PENIALAIN KETRAMPILAN

Mata Pelajaran : Penataan Produk

Kelas / Semester : XI / 1

Tahun Pelajaran : 2021/2021

Waktu Pengamatan : Selama KBM

Berilah nilai 1, 2, 3 atau 4 pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Guru memberikan tugas kepada siswa dalam kelompoknya untuk membuat Mindmap dengan
materi yang berbeda-beda, lalu dipresentasikan dan kelompok lain memberikan komentar pada
hasil kerja masing-masing kelompok. (1 kelompok = 4 – 5 siswa)

No Nama Sikap Kerja Proses dan Hasil Waktu Rerata Skor Predikat
Kerja

1.

2.

Keterangan :

No Komponen/Sub Komponen Indikator


Penilaian

1. Sikap Kerja ● Tanggung jawab dalam bekerja

● Kedisiplinan dalam bekerja


● Kemampuan menyampaikan pendapat

2. Proses dan Hasil Kerja ● Kemampuan merancang Karakteristik


produk

● Kemampuan dalam mendapatkan


informasi

● Kemampuan dalam bekerja

3. Waktu ● Ketepatan dalam menyelesaikan tugas

1 = Kurang (Jika hanya terdapat 1 indikator dalam sikap yang akan dinilai)

2 = Sedang (Jika terdapat 2 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

3 = Baik (Jika terdapat 3 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

4 = Sangat Baik (Jika terdapat 4 Indikator dalam sikap yang akan di nilai)

Interval Nilai

Interval
Predikat Kriteria
Nilai

4.00 A
SB(Sangat Baik)
3.67 A-

3.33 B+

3.00 B B(Baik)

2.67 B-

2.33 C+

2.00 C C(Cukup)

1.67 C-

1.33 D+ K(Kurang)