Anda di halaman 1dari 8

Soal Tugas 3

1. Laporan adalah salah satu sarana untuk menyampaikan informasi, yang memberikan
gambaran tentang apa, dimana, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian-
kejadian tersebut. Oleh karena itu laporan harus dibuat sebaik mungkin, baik dalam
penampilan fisiknya maupun kelengkapan informasinya. Tugas Anda adalah membuat
contoh laporan hasil kegiatan/pekerjaan kantor yang ada di lembaga pemerintah/swasta
dan lainnya.
2. Arsip menurut UU No. 43 Tahun 2019 adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam
berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga
pendidikan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Oleh karena itu sebagai sebuah rekaman kejadian atau peristiwa, arsip
harus ditata dengan pemberkasan yang tepat. Tugas Anda adalah menjelaskan dan
menunjukkan contoh pemberkasan arsip yang tepat.
3. Salah satu masalah yang dihadapi oleh organisasi adalah efisiensi kerja. Oleh karena itu
setiap aktivitas kerja perlu direncanakan, dilaksanakan dan dikendalikan secara baik.
Tugas Anda adalah menunjukkan contoh kasus penanganan efisiensi pekerjaan kantor.
Jawaban
1. Contoh Laporan Kegiatan Seminar Farmasi

m
er as
co
eH w
BAB I
o. PENDAHULUAN
rs e
ou urc

A. Latar Belakang
Dimasyarakat luas pekerjaan sebagai seorang farmasis masih sering dinomor duakan.
Maksudnya adalah banyak orang yang menganggap remeh dan tidak memiliki ketertarikan
o

sedikitpun mengenai Farmasi. Karena anggapan mereka, Farmasis hanya seseorang yang bekerja
aC s

untuk meracik obat dan tidak memiliki posisi/derajat yang tinggi dan tidak memiliki bidang atau
vi y re

lahan kerja yang besar. Bahkan sering para farmasis dan apoteker ini hanya menjadi bayang-
bayang para dokter.
Mentri kesehatan kita semuanya dokter dan tidak ada seorang apoteker ataupun farmasis
ed d

yang menjadi orang penting dengan jabatan tinggi dikementrian kesehatan. Bahkan banyak
ar stu

dokter yang mengabaikan farmasis di rumah sakit dengan mengobati dan langsung memberikan
obat tanpa melalui konsultasi dengan seorang apoteker. Hal ini juga disebabkan masih belum
maksimalnya peran apoteker sebagai seorang seven stars pharmacist.
is

Seharusnya, seorang apoteker merupakan penengah antara dokter dan pasien dalam hal
Th

pemberian obat. Pasien bahkan dapat berkonsultasi dengan apoteker di rumah sakit / apotek yang
ia datangi. Namun, masih kurangnya informasi mengenai hal tersebut sangat berpengaruh
terhadap pekerjaan farmasis/apoteker.
sh

Jadi seorang farmasis/apoteker harus di benahi dengan sebenar benarnya agar masa
depan seorang farmasis / apoteker sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak, dan
juga bermanfaat dalam penanganan kesehatan masyarakat luas dengan semaksimal
mungkin,Juga mendongkrak kualitas calon calon apoteker menjadi apoteker yang ahli.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Laporan kegiatan ini dimaksudkan sebagai bahan pertanggung jawaban atas kegiatan panitia
seminar sehari tentang “Memapaki Masa Depan Seorang Apoteker”.
2. Tujuan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah melaporkan hasil seluruh rangkaian kegiatan dan
agenda yang telah dibuat dan dikerjakan oleh panitia seminar sehari.

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
C. Tema Kegiatan
“TANTANGAN DAN HARAPAN SEORANG APOTEKER DALAM MENGHADAPI ERA
GLOBALISASI”

D. Sasaran Kegiatan dan Target Kegiatan


1. Sasaran Kegiatan
Mahasiswa
2. Targetan Peserta
Mahasiswa

E. Susunan Panitia
Terlampir

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

m
er as
co
eH w
A. Waktu dan tempat
Hari/TanggalPelaksanaan Waktu o. Tempat Pelaksanaan Ket.
rs e

Pelaksanaan
ou urc

Kamis / 22 Mei 2013


09.00-12.30 aula
o
aC s

B. Peserta
vi y re

Peserta seminar sehari”TANTANGAN DAN HARAPAN SEORANG APOTEKER DALAM


MENGHADAPI ERA GLOBALISASI”
ed d

C. Jenis Kegiatan
ar stu

Jenis kegiatan dalam pelaksanaan seminar sehari adalah :


Ø Acara pembuka
is

Acara terdiri dari, PERSIAPAN, dan pembukaan


Th

Ø Acara Pokok
Penyampaian Materi seminar:
sh

1. Narasumber pertama
Nama : Bpk Jimin,M.Farm,Apt
Judul : KEPROFESIAN SEORANG APOTEKER DAN TANTANGAN
SERTA HARAPAN DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
2. Narasumber kedua
Nama : Bpk Taehyung Kim,S.Sos.M.Kes.
Judul : MENATA MASA DEPAN SEORANG APOTEKER

BAB III
HASIL KEGIATAN

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
A. Gambaran Umum
Kegiatan seminar ini di mulai dengan ceremonial meliputi acara persiapan awal oleh
panitia, kemudian di lanjutkan dengan acara inti seminar, setiap pemateri di beri sesi Tanya
jawab kepada mahasiswa STIKes Citra Bangsa, dan diakhiri dengan acara penutupan seminar.
Patut kami syukuri bahwa kegiatan seminar dapat berjalan sebagai mestinya, meskipun
dalam kegiatan ini banyak hambatan dan masalah yang terjadi namun terlaksana dengan baik.
Dalam suksesnya acara ini tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak, terutama panitia yang
telah bekerja keras mencurakan segenap tenaga dan pikirannya. Oleh sebab itu kami atas nama
panitia mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah bekerja sama
dalam menyukseskan kegiatan seminar ini.

B. Laporan Evaluasi Panitia


1. Ketua Panitia
Ø Faktor pendukung
Panitia di bentuk melalui proses rekrutmen oleh anggota BEM Respon yang baik

m
dari panitia, dan peserta kegiatan.
Ø Faktor penghambat
er as
co
eH w
Kesulitan dalam mengatur kegiatan agar berjalan dengan sistim manajerial yang
o.
baik. Kurang disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ketua
rs e

panitia.Problem untuk focus dalam kepanitian. Kepanitian sulit untuk bekerja sesuai
ou urc

dengan time time schedule yang di tentukan.


2. Sekertaris
o

Ø Faktor Pendukung
aC s
vi y re

Mampu berkordinasi dengan panitia dan pihak lain yang terlibat dalam kegiatan
ini.
Mampu membantu melaksanakan tugas lain yang bersifat menunjang pelaksanaan
ed d

kegiatan.
ar stu

Ø Faktor Penghambat
Kesulitan menyelengarakan rapat panitia. sulit untuk bekerja sesuai dengan time
is

time schedule yang di tentukan.


Th

3. Bendahara
Ø Faktor Pendukung
sh

Bendahara memiliki ploting tugas yang jelas.


Adanya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan
Ø Faktor Penghambat
Kurangnya kordinasi dengan panitia.
4. Seksi Perlengkapan dan tata ruang
Ø Faktor Pendukung
Kordinasi yang baik antara seksi perlengkpan maupun dengan seksi yang lainnya
dalam kepanitian.
Anggota seksi berkompeten dengan tugasnya sebagai seksi perlengkapan dan tata
ruang.

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
Ø Faktor penghambat
Keterbatasan peralatan dan perlengkapan panitia
Kurangnya antisipasi terhadap kerusakan alat-alat dan perlengkapan saat
pelaksanaan.
5. Seksi Komsumsi
Ø Faktor Pendukung
Kerja sama yang baik antara seksi komsumsi dan anggota komsumsi.
Kerja sama yang baik antara seksi komsumsi dengan jasa penyedia makanan.
Ø Faktor Penghambat
kurang tanggapnya disaat acara.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

m
A. Kesimpulan

er as
co
Berdasarkan beberapa hal yang disampaikan di atas kami selaku panitia pelaksana
eH w
kegiatan seminar sehari menyatakan bahwa kegiatan seminar dapat terlaksana dengan baik.
Meskipun beberapa hal yang menyebabkan pelaksanaan berjalan kurang lancar. Kami menyadari
o.
rs e

ada beberapa hal yang masih perlu di perbaiki lagi. Oleh karena itu kiritik dan saran yang
ou urc

membangun senantiasa kami harapkan sebagai bahan renungan dan perbaikan untuk kegiatan-
kegiatan kami selanjutnya.
B. Saran
o
aC s

Ketua maupun kordinator harus mampu memotifasi anggota agar bekerja sesuai
vi y re

perencanaan dan juga mampu bertindak tegas serta mengayomi.


Lakukan persiapan yang matang dan kordinasi antara seksi-seksi dalam kepanitian.
Dalam kepanitian tempatkan kepentingan dan tujuan kepentingan lainnya sehinga tidak terjadi
ed d

perang kepentingan. Selain itu juga adanya proses saling menghargai sesama anggota kepanitian
sehingga dalam kerjasama dapat saling bahu membahu.
ar stu

Kepanitian adalah milik semua anggota kepanitian, untuk itu ada kordinasi yang efektif`sehinga
tidak terjadi kesalahan dalam bekerja. Dan hindari terjadinya salah paham.
is

Setiap anggota dalam kepanitian harus mampu berfikir dan bertindak secara efektif dan efisien,
hal ini di karenakan waktu, dana, dan tenaga dan sumberdaya lainnya kadang kalah terbatas, dan
Th

juga sebelum hari H acara, di gladi terlebih dahulu.


C. Penutup
sh

Demikialah laporan kegiatan Seminar sehari tantangan dan harapan seorang apoteker
dalam menghadapi era globalisasi ini disusun agar dapat mendapatkan perhatian, kritikdan saran
yang membangun dari berbagai pihak. Atas perhatian dan dukungan yang diberikan kami
ucapkan terimakasih.

Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
SEMINAR SEHARI ”TANTANGAN DAN HARAPAN SEORANG APOTEKER DALAM
MENGHADAPI ERA GLOBALISASI”
Pengarah :
1. Bpk. Namjoon Kim, SKM. M.Kes

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
2. Ibu Deva Maharani, S.Farm.Apt.
Panitia Pelaksana
Ketua : Yoongi
Sekertaris : Yoora
Bendahara : Nayeon
Seksi-seksi
SEKSI KONSUMSI
1. Koordinator : Hoseok
2. Anggota : Yerin
: Soyeon
SEKSI PERLENGKAPAN DAN TATA RUANG
1. Koordinator : Suga
2. Anggota : Seokjin
: Jungkook
: Baekhyun

m
er as
co
eH w
Lampiran 2
A. PEMASUKAN o.
rs e
ou urc

Pemgumpulan dana 46 orang x @ Rp 15.000,- Rp. 690.000,-


Total RP. 690.000,-
o
aC s
vi y re

B. PENGELUARAN
1. Seksi Materi dan Seminar
a. Nara sumber 2 x @ RP 200.000,- RP. 400.000,-
ed d
ar stu

b. Proposal 1 x @ RP 15.000 RP. 15.000,-


c. laporan seminar 1 x @ RP 15.000 RP. 15.000,-
is

Sub Total Rp. 430.000,-


Th

2. Seksi Konsumsi
a. Snack 70 bungkus x @ Rp 2000,- Rp 140.000,-
sh

b. Air Mineral Cup 2 kotak x @ Rp 15.000,- Rp 30.000,-


c. Air Mineral Botol 6 botol x @ Rp 3000,- Rp 18.000,-
Total Rp 188.000,-
3. Total Pengeluaran
a. Pengeluaran A Rp 430.000,-
b. Pengeluaran B Rp 188.000,-
TOTAL PENGELUARAN Rp 618.000,-

Total Pemasukan = Rp690.000,-


Total Pengeluaran (A+B) = Rp618.000,-
This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
Total penjumlahan Dana = Total Pemasukan- total pengeluaran
= Rp. 690.000 - RP. 618.000
= Rp. 72.000,-
Terbilang : tujuh pulu dua ribu rupiah
Mengetahui Bendahara : Nayeon
Lampiran 3
DAFTAR PESERTA YANG HADIR SEMINAR

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena anugrah dan berkatnya
kami dapat menyelesaikan laporan pertanggung jawaban atas kegiatan seminar sehari tepat pada
waktunya. Laporan ini kami buat sebagai sarana pertanggung jawaban atas kegiatan seminar
sehari yang telah terselengarakan, dalam laporan ini pula kami telah paparkan secara jelas

m
seluruh kegiatan tersebut baik sebelum acara maupun sesudah acara di selengarakan, guna

er as
mengadakan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Ijinkan kami pada kesempatan ini

co
mengucapkan terimah kasih kepada :
eH w
1. Bapak Taehyung Kim,S.Sos.M.Kes. dan
o.
rs e

2. Bapak Jimin, M.Farm.Apt.


ou urc

Terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami secara langsung maupun tidak
langsung dalam menyukseskan kegiatan seminar. Kami menyadari banyak kekurangan dalam
o

menyusun laporan pertanggung jawaban ini. Oleh karena itu besar harapan kami atas kritik dan
aC s

saran dalam penyempurnaan laporan ini.


vi y re
ed d

Bandung, 24 Mei 2017


ar stu

ketua Panitia
is
Th

Yoongi
sh

2. Kearsipan adalah suatu proses mulai dari penciptaan, penerimaan, pengumpulan, pengaturan,
pengendalian, pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan warkat menurut sistem tertentu.
Saat dibutuhkan dapat dengan cepat dan tepat ditemukan. Bila arsip-arsip tersebut tidak bernilai
guna lagi, maka harus dimusnahkan.
Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai sumber
informasi dan sebagai pusat ingatan bagi organisasi. Mengingat arti pentingnya pemerintah
Indonesia menaruh perhatian yang cukup besar terhadap kearsipan. Hal ini terbukti dengan
diperlukannya beberapa peraturan perundangan yang mengatur tentang kearsipan Nasional.
Untuk memahami kegiatan kearsipan yang baik, diperlukan pemahaman prinsip-prinsip dalam
kegiatan kearsipan. Prinsip dalam pengelolaan arsip yang baik adalah :
This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
1. Pengelolaan arsip sedikit mungkin
2. Pengelolaan arsip benar-benar bermakna atau berguna
3. Pengelolaan arsip secara hemat dan sederhana
4. Pengelolaan arsip mudah, cepat, dan tepat penemuan kembali
Adapun faktor-faktor yang menentuka kearsipan yang baik adalah :
1. Kepadatan
2. Mudah dicapai
3. Keserhanaan
4. Keamanan
5. kehematan
6. Elastisitas
7. Penyimpanan dokumen seminimal mungkin
8. Keterangan-keterangan harus diberikan bilamana diperlukan
9. Dokumen-dokumen harus selalu disusun secara up-to date
10. Harus dipergunakan sistem penggolongan yang paling tepat sesuai kebutuhan.

m
Prosedur Penyimpanan Arsip

er as
co
1. Meneliti dulu tanda pada lembar disposisi apakah surat tersebut sudah boleh untuk
eH w
disimpan (meneliti tanda pelepas surat/release mark). Tanda pelepas surat biasanya
o.
berupa disposisi dep. (deponeren) yang menunjukkan perintah untuk menyimpanan surat.
rs e

2. Mengindeks atau memberi kode surat tersebut. Indeks/ kode surat dibuat sesuai sistem
ou urc

penyimpanan arsip yang dipergunakan dan dibuat untuk memudahkan penyimpanan dan
penemuan kembali surat.
3. Menyortir atau memisah-misahkan surat sesuai dengan bagian, masalah atau tujuan
o

surat.Kegiatan menyortir/ memisah-misahkan surat sebelum disimpan biasanya dilakukan


aC s

dengan menggunakan rak/ kotak sortir.


vi y re

4. Menyimpan surat ke dalam map (folder). Penyimpanan surat ke dalam map/ folder dapat
menggunakan stofmap folio, snelhechter, brief ordner, portapel atau folder gantung
kemudian dimasukkan ke dalam almari arsip/ filing cabinet atau alat penyimpanan arsip
yang lain.
ed d

5. Menata arsip dengan baik sesuai dengan sistem yang dipergunakan.


ar stu

Contoh Kerasipan
is

Arsip Statis yaitu arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna
kesejarahaan, telah habis retensinya, dan keterangan dipermanenkan yang telah diverifikasi
Th

secara langsung maupun tidak langsung oleh arsip nasional RI dan atau lembaga kearsipan.
Biasanya arsip ini jarang digunakan secara langsung dalam perncanaan, pelaksanaan dalam
kegiatan perkantoran sehari-hari, arsip bersifat jarang digunakan.
sh

Contoh: KTP, kartu keluarga, kartu pelajar dsb.


Kasus: Seseorang melamar pekerjaan disebuah perusahaan, dimana dilamaran tersebut
dicantumkan KTP sebagai syarat , apabila diterima KTP ini bertujuan untuk dijadikan
pembuktian, dijadikan data karyawan atau alesan lainnya, setelah itu penggunaan KTP tidak
digunakan lagi.

3. Efisiensi Pekerjaan Kantor


Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya”. Secara singkat efisiensi
adalah usaha menghemat materi, tenaga, waktu dan sebagainya dalam rangka mengerjakan
sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan
cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling mudah

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/
mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, paling ringan bebannya dan
paling singkat waktunya. Di dalam kantor, seorang pegawai yang bekerja efesien pasti memiliki
kecepatan kerja yang tinggi, atau kebalikannya, jika dia ingin menyelesaikan pekerjaannya
dalam waktu singkat, dia harus bisa meningkatkan kecepatan kerjanya, berarti dia harus bekerja
dengan efesien. Seorang pegawai yang bekerja tidak efesien, sudah pasti kecepatan kerjanya
lamban, sehingga sering disebut orang menjadi malas. Asalkan punya motivasi, cara bekerja
yang efisien dapat diterapkan oleh setiap pegawai untuk semua pekerjaan kantor baik yang besar
maupun yang kecil tujuan dan target tidak berubah
Kasus efisiensi Pekerjaan Kantor
Efisiensi pekerjaan kantor dapat mempercepat pencapaian target yang telah digariskan
dengan menghemat waktu dan tenaga. Maka dari itu, semuapegawai di dalam kantor dituntut
agar bekerja dengan efisien dengan maksud semuanya bisa mencapai keberhasilan bersama
secara kolektif.Dalam moralnya, setiap pegawai di dalam kantor, tidak boleh punyapikiran
pembocoran atau penghamburan, tidak boleh punya pikiran bekerjalamban, tidak boleh punya
pikiran semaunya, karena semua itu akan mempengaruhi hasil kerjanya. Seorang pegawai yang
hasil kerjanya jelek,sudah tentu akan mendapat teguran dari pimpinannya, bahkan bisa
diputuskan hubungan kerjanya apabila dianggap sudah parah. Pegawai macam ini termasuk
pegawai tidak efisien, atau pegawai yang memiliki efisiensi kerja rendah. Efisiensi pekerjaan
harus yang tinggi. Pegawai yang tidak menyukai penghamburan, umumnya akan bekerja dengan
efisien, dan pegawai yang bekerja efisien tidak mengeluh walaupunbanyak yang harus

m
er as
dikerjakan. Sebaliknya, pegawai yang tidak efisien akan mengeluh jika ia diberi pekerjaan agak

co
banyak, bahkan sedikit banyak saja ia sudah mengeluh. Pegawai macam ini jelas adalah yang
eH w
malas dan ini tidaktermasuk di dalam lingkaran efisiensi pekerjaan. Oleh sebab itu, cara
o.
bekerjayang efisien harus terus menerus dipraktekkan dan diterapkan agar supaya jiwa efisiensi
rs e

benar-benar bisa melekat pada diri setiap orang sehingga keseluruhan kantor menjadi berpotensi
ou urc

(memiliki tenaga) besar efisiensi pekerjaan.


Contoh misalnya : Barang yang tidak dipakai karena kelebihan tidak dikembalikan ke tempat
o

asa. Dalam pemakaian barang, sering kali terjadi kelebihan barang sehingga tidak dipakai.
aC s

Barang-barang yang kelebihan ini mestinya langsung dikembalikan ke tempat asal penyimpanan
vi y re

misalnya gudang, jikalau tidak, ada kemungkinan barang-barang itu menjadi hilang rusak atau
cacat sehingga terjadi pemborosan.
ed d
ar stu
is
Th
sh

This study source was downloaded by 100000834681247 from CourseHero.com on 11-23-2021 06:34:38 GMT -06:00

https://www.coursehero.com/file/93125628/Tugas-3-Administrasi-Perkantoran-Maharani-Deva-Febrianty-031036822docx/

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Anda mungkin juga menyukai