Anda di halaman 1dari 96

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI TAAT PADA
ATURAN, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA KELAS XI TITL 2
SMK N 1 ADIWERNA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Disusun dalam sebagai salah satu syarat kelulusan


Lokakarya Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan

Oleh:
Yekti Nur Hidayati, S.Pd.I
NPK. 33285000265

Program Studi Pendidikan Profesi Guru


Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
Banten
2021

I
PENGESAHAN

Judul Penelitian :

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI TAAT PADA
ATURAN, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA KELAS XI TITL 2
SMK N 1 ADIWERNA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Nama Peneliti : Yekti Nur Hidayati, S.Pd.I


NPK : 33285000265
Tempat Penelitian : SMKN 1 ADIWERNA
Tahun Penelitian : 2021

Diketahui oleh : Adiwerna, November 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Imron Effendi, S.P., M.Pd. Yekti Nur Hidayati, S.Pd.I.


NIP. 19640316 198803 1 013 NPK . 33285000265

II
ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan cooperative learning


tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi taat pada
aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja pada siswa kelas XI TITL 2 SMK N 1
Adiwerna 2) Mendeskripsikan penerapan cooperative learning tipe Number Head Together
(NHT) dapat meningkatan hasil belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam
kebaikan dan etos kerja pada siswa kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)
dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna dengan jumlah
peserta didik sebanyak 10 anak. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar
peserta didik. Data hasil belajar kognitif dalam penelitian ini didapat dari nilai tes akhir
siklus. Sedangkan data hasil belajar psikomotorik didapat dari observasi pada saat
pembelajaran PAI berlangsung. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Indikator
keberhasilan penelitian ini dilihat hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar > 75
Proses penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Pelaksanaan siklus I sudah dirancang
sebelumnya. Pelaksanaan siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I. Pengumpulan data
penelitian dengan menggunakan metode observasi secara langsung pada saat pembelajaran
dan pengambilan nilai pada tiap akhir siklus. Pengelolaan data dengan menggunakan teknik
analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari pengolahan data digunakan untuk menggambarkan
ketercapaian tindakan terhadap peningkatan pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil
penelitian siklus I ketuntasan belajar mencapai 60% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 78
Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 90% dengan rata-rata kelas sebesar 80,06 dan
hasil penelitian yang diperoleh berarti terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan
ketuntasan 30 %.

III
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena hanya atas rahmat dan ridho-Nya, sehingga penulis
memiliki kemampuan untuk dapat menyelesaikan penyusunan PTK dengan judul,

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI TAAT PADA
ATURAN, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA KELAS XI TITL 2
SMK N 1 ADIWERNA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Atas segala bentuk dan bantuan yang diberikan untuk penyelesaian penulisan PTK ini,
maka peneliti mengucapkan amat sangat berterimakasih kepada yang terhormat :
1. Kepada Bapak Dosen Pengampu
2. Kepala XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna
3. MGMP PAI SMK N 1 Adiwerna
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan PTK ini Harapan
penulis semoga PTK ini dapat bermanfaat dan berguna bagi dunia pendidikan.

IV
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... I


HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................... II
HALAMAN ABSRTAKSI ............................................................................................... II
HALAMAN KATA PENGANTAR .................................................................................. IV
HALAMAN DAFTAR ISI................................................................................................ V

BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................................... 7


A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 7
B. Identitifikasi Masalah ................................................................................ 11
C. Pembatasan Masalah .................................................................................. 11
D. Cara Pemecahan Masalah........................................................................... 12
E. Rumusan Masalah ..................................................................................... 12
F. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 12
G. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 13
BAB II : LANDASAN TEORI ....................................................................................... 14
A. Landasan Teori........................................................................................... 14
B. Hasil-hasil penelitian yang Relevan ........................................................... 23
C. Kerangka Berpikir ..................................................................................... 24
D. Hipotesis Tindakan .................................................................................... 25
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 26
B. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................................... 27
C. Kancah Penelitian ...................................................................................... 27
D. Variabel Penelitian ..................................................................................... 27
E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 27
F. Prosedur Penelitian ..................................................................................... 29
G. Metode Analisis Data ................................................................................. 31
H. Indikator Keberhasilan ............................................................................... 33
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Lokasi Penelitian ......................................................................... 35
B. Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................................ 37
BAB IV : PENUTUP ........................................................................................................ 34
A. Kesiimpulan ................................................................................................. 46
V
B. Saran............................................................................................................ 46
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 48

VI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Salah satu tugas utama dari seorang guru adalah melaksanakan pembelajaran dengan
baik. Ini artinya dalam pembelajaran, setiap guru selain dituntut untuk menguasai materi juga
diharapkan mampu menyampaikan materi dengan sebaik mungkin, sehingga materi yang
disampaikan dapat diterima secara keseluruhan oleh siswa. Dengan demikian, metode atau
modelyang tepat dalam mentransformasi informasi atau materi harus dikuasai oleh setiap guru.
Islam sesungguhnya telah memberikan arahan tentang beberapa tahapan dari setiap
model yang tepat dalam proses pembelajaran. Firman Allah dalam Q.S Al Zalzalah ayat 7 – 8 :

Artinya : Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya. (QS. Al-Zalzalah 7-8)

Surat ini memberikan gambaran bahwa dalam setiap pembelajaran, hendaknya guru
memberikan satu bentuk “penghargaan”, dapat berupa penghargaan yang berkaitan langsung
dengan materi yang akan diberikan pada saat proses pembelajaran atau penghargaan yang pada
akhirnya dapat mendorong setiap siswa untuk lebih giat dalam mengikuti dan mempelajari
semua materi pada setiap pembelajaran.
Sebagai seorang guru sangat perlu memahami perkembangan siswa. Perkembangan
siswa tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangan sosio emosional dan bermuara
pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik sosio emosional mempunyai kontribusi
yang kuat terhadap perkembangan intelektual, mental dan perkembangan kognitif siswa.
Perkembangan tersebut sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang kondusif dan
mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil
belajar yang diinginkan.1
Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru
dan siswa dalam situasi pendidikan. Oleh karena itu, guru dalam mengajar dituntut kesabaran,
keuletan dan sikap terbuka di samping kemampuan dalam situasi belajar mengajar yang lebih
aktif.
Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai diperlukan berbagai pendekatan pembelajaran.
Salah satu model pembelajaran yang saat ini populer digunakan dalam proses pembelajaran

1
Prastyawan, Perkembangan Psiko-Fisik Siswa, Volume 1, Nomor 1, (Al Hikmah,Maret 2011), hal 53.
7
adalah model pembelajaran kooperatif ( Cooperative Learning). Daryanto dan Muljo Rahardjo
menjelaskan bahwa:
Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang
mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok
mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika
memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda, suku
yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan gender.2

Menurut Depdiknas, metode pembelajaran kooperatif ada 5 yaitu: 1) Student Teams


Achievement (STAD), 2) Teams Games Tournaments (TGT), 3) Jigsaw, 4) Think-Pair Share
(TPS), 5) Numbered Heads Together (NHT). 3
Salah satu pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran Numbered Heads Together
(NHT) yaitu pembelajaran dengan cara mengelompokkan semua ke dalam kelompok kecil
yang terdiri dari 4-6 orang. Kesulitan pemahaman materi yang dialami dapat dipecahkan
bersama dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru. Untuk itu pembelajaran
Numbered Heads Together menitikberatkan pada keaktifan siswa dan memerlukan interaksi
sosial yang baik antara semua kelompok. Pembelajaran Numbered Heads Together
memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangan jawaban yang paling tepat.
Selain itu, pembelajaran Numbered Heads Together juga mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama siswa. Pembelajaran ini dikembangkan untuk mencapai 3
tujuan yaitu: hasil belajar akademik, penerimaan tentang keragaman dan pengembangan
keterampilan. Pembelajaran Numbered Heads Together mengutamakan kerja kelompok dari
pada individual, sehingga siswa bekerja dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak
kesempatan untuk menyalurkan informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. 4
Dalam pendidikan agama islam ada ranah pembelajaran Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur'an
yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang merupakan sumber petunjuk dan
ilham abadi bagi kehidupan manusia, baik individual maupun kolektif. Kitab Al-Qur'an
merupakan pedoman yang sangat diperlukan manusia dalam mencari jalan hidup yang
berdasarkan keadilan, kebenaran, kebajikan, kebaikan, dan moral yang tinggi. 5
Mengingat betapa pentingnya Al-Qur'an bagi kehidupan manusia, maka sangat

2
Daryanto dan Muljo Rahardjo, Model Pembelajaran Inovatif, (Yogyakarta: Gava Media, 2012), hal. 242
3
Depdiknas, Panduan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi. (Jakarta: Direktorat PPTK
dan KPT Dirjen Dikti, 2005), hal. 34.
4
Anita Lie, Cooperative Learning, (Jakarta: Grasindo, 2004), hal. 12.
5
Abbas, Abdullah Nadwi, Belajar Mudah Bahasa Al-Qur'an, Bandung: Mizan, 2000, hlm 58

8
diperlukan pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dalam
konteks pendidikan Al-Qur'an SMK N 1 Adiwerna merupakan sekolah yang mayoritas
siswanya dengan latar belakang sebagai seorang muslim, diharapkan mampu membina siswa
agar berpedoman kepada Al-Qur'an dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran Al-qur’an merupakan salah satu dari mata pelajaran agama islam, yang di
dalamnya memuat kompetensi yang menekankan pada kemampuan membaca, mengartikan,
mencontohkan, menjelaskan, dan menganalisis isi teks Al-Qur’an khususnya Q.S. al-
Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.
Siswa yang memiliki pemahaman rendah materi aspek Al-Qur’an, mereka cenderung
kurang aktif belajar, kurang semangat belajar dan kurang apresiasi terhadap pembelajaran
apalagi belajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini terbukti pada waktu diadakan evaluasi
untuk mendapatkan nilai anak-anak dalam materi Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59,
dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja,
hasil belajar siswa masih dibawah KKM 75. Data menunjukkan presentase kelulusan nilai
siswa pada nilai ulangan, yaitu terdapat 60% anak belum memenuhi KKM sedangkan sisanya
40% dapat memenuhi KKM.
Di sisi lain model pembelajaran di SMK N 1 Adiwerna yang cenderung masih satu arah
menjadi salah satu kurang maksimalnya pencapaian target pembelajaran aspek Al Qur’an
materi Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada
aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja. Model pembelajaran koorperatif menjadi
salah satu pendukung pencapaian visi misi pendidikan.
Permasalahan rendahnya kemampuan materi aspek Al-Qur’an khususnya materi Q.S.
al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja di SMK N 1 Adiwerna harus segera ditanggulangi,
dan guru perlu melakukan refleksi atas kinerjanya. Kemampuan aspek Al-Qur’an materi Q.S.
al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja dapat ditingkatkan lebih tinggi lagi apabila minat
siswa dalam pembelajaran juga tinggi.
Hasil penelitian berdasarkan hasil observasi menunjukkan:
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMK N 1 Adiwerna, terdapat beberapa
kendala utama yang dihadapi dalam proses pembelajaran Al-Quran materi Q.S. al-Maidah/5 :
48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam
kebaikan, dan etos kerja khususnya di kelas XI TITL 2. Terdapat beberapa masalah yang

9
dihadapi dalam proses pembelajaran, diantaranya : pada saat proses pembelajaran berlagsung
tidak semua siswa memperhatikan penjelasan dari guru, guru menggunakan metode yang
kurang bervariasi, siswa pasif dan guru yang terlihat lebih aktif hanya mengandalkan model
ceramah atau yang lebih dikenal dengan verbalisme. Menurut S. Nasution penyakit yang
paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. Bahaya penyakit verbalisme terdapat dalam
setiap situasi belajar.6
Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru belum
mengedepankan peran. Hal ini menyebabkan siswa kurang berperan penting sehingga akhirnya
nilai yang diraih pun kurang dari yang diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat
diterapkan dalam proses belajar mengajar, salah satu diantaranya Cooperative Learning.
Menurut Ahmad Munjin metode pembelajaran ini sangat menekankan pola kerja sama dengan
membagi siswa menjadi kelompok- kelompok kecil (sub-sub kelompok).7 Untuk menghindari
adanya siswa yang kurang aktif perlu adanya kelompok belajar yang terstruktur. Ada lima
unsur pokok yang termasuk dalam penstrukturan tersebut yaitu adanya saling ketergantungan
yang positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerjasama dan proses
kelompok.
Dengan pendekatan Cooperative Learning diharapkan siswa dapat menggali dan
menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau secara idividu. Sehingga
akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya karena didapatkan
melalui pengalamnnya sendiri.
Pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe Numbered Heads Together,
merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat menjadikan siswa aktif, kreatif dan
dapat bersosialisasi dengan teman kelompoknya. Oleh karena itu, penggunaan metode
kooperatif tipe Numbered Heads Together adalah salah satu solusi untuk meningkatkan hasil
belajar pada siswa.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas peneliti mencoba memecahkan permasalahan
yang muncul dengan melakukan kajian yang diberi judul: “Penerapan Cooperative Learning
Tipe Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi taat
pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja Kelas XI TITL 2 SMK N 1
Adiwerna Tahun Pelajaran 2021/2022”

6
Nasution. S, Didaktik Asas-Asas Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hal. 94.

7
Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
(Bandung: Refika Aditama, 2009), hal. 73.
10
B. Identitifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah maka dapat diidentifikasi permasalah-
permasalahan penelitian sebagai berikut:
1. Masih rendahnya pemahaman yang mempengaruhi hasil belajar Al-Qur’an Materi taat
pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja siswa kelas XI TITL 2.
2. Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru belum mengedepankan
peran.
3. Pembelajaran yang ada lebih terpusat pada guru, bukan kepada siswa.
4. Mata Pelajaran Agama Islam Khususnya aspek Al-Qur’an materi taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja kurang diminati siswa sehingga mempengaruhi
hasil belajar.
5. Dalam kegiatan pembelajaran PAI BP siswa kurang aktif, tidak semangat sehingga tidak
muncul interaksi.
6. Hasil belajar siswa mata pelajaran PAIBP aspek Al-Qur’an materi taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja masih dibawah KKM 75.
7. Masih rendahnya pemahaman tentang macam-macam model pembelajaran yang
diterapkan.

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi pembatasan masalah dalam
penelitian ini adalah penerapan cooperative learning tipe Numbered Heads Together untuk
meningkatkan hasil belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos
kerja kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna tahun pelajaran 2021/2022 memfokuskan diri pada
kegiatan pembelajaran Al Quran khususnya materi pokok Q.S. an-Nisā'/4: 59, Q.S. al-
Māidah/5: 48, dan Q.S. at -Taubah/9: 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan
dan etos kerja. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah: perubahan
pengetahuan dan tingkah laku yang terhadap materi pokok Q.S. an-Nisā'/4: 59, Q.S. al-
Māidah/5: 48, dan Q.S. at -Taubah/9: 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan
dan etos kerja yang diperoleh melalui kegiatan belajar.
Sedangkan pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan
siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya
dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam
kehidupan mereka.

11
D. Cara Pemecahan Masalah
Cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam PTK ini adalah pendekatan
pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe Numbered Heads Together.
Dengan pendekatan pembelajaran metode kooperatif tipe Numbered Heads Together
menjadikan siswa aktif, kreatif dan dapat bersosialisasi dengan teman kelompoknya dan
menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar aspek al-Qur’an materi taat pada
aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja pada siswa.

E. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah penerapan cooperative learning tipe Number Head Together (NHT) dapat
meningkatkan hasil belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos
kerja pada siswa kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna?

F. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui apakah
penerapan cooperative learning tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil
belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja pada siswa kelas
XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna

G. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
1) Diperolehnya pengetahuan baru tentang cara meningkatkan hasil belajar siswa materi
taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja pada siswa kelas XI TITL 2
SMK N 1 Adiwerna
2) Terjadinya pergeseran dari paradigma mengajar menuju paradigma belajar yang
mengutamakan proses untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
3) Hasil penelitian ini diharapkan dapat melengkapi atau sebagai sumbangan pemikiran
terhadap khazanah ilmiah dalam perkembangan Pengajaran dalam pembelajaran Al-
Qur’an khususnya.
4) Pengembangan mutu dan hasil pembelajaran yang semakin besar serta meningkatkan
hasil belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
5) Hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar penelitian berikutnya.

12
2. Manfaat Praktis
1) Bagi siswa
Hasil penelitian ini bagi siswa dapat digunakan temuan untuk memacu semangat
dalam melakukan kreatifitas belajar agar memiliki kemampuan yang maksimal
sebagai bekal pengetahuan di masa yang akan datang.
2) Bagi guru
Hasil penelitian ini bagi guru diharapkan dapat menjadikan masukan dalam
meningkatkan kompetensi guru terutama ketika merealisasikan tugas pokok sebagai
guru untuk mengajar yang lebih baik di masa yang akan datang, dalam melatih
kemampuannya dalam memilih model pembelajaran yang baru dan bervariasi untuk
meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa, khususnya pada siswa materi taat pada
aturan, kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
3) Bagi sekolah
Diperolehnya masukan bagi sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran
sehingga berdampak pada peningkatan mutu sekolah.
4) Bagi peneliti lain
Dapat memberikan pengalaman dan keterampilan dalam menyusun karya ilmiyah
secara sistematik, serta lebih paham tentang model pembelajaran yang sesuai dengan
penerapan dalam pembelajaran. Serta kedepannya dapat dipahami tentang model yang
dipergunakan dalam proses belajar mengajar sehingga menciptakan suasana yang
efektif.

13
BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Landasan Teori

1. Model Pembelajaran Kooperatif

Belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif


memungkinkan siswa dapat belajar lebih santai disamping menumbuhkan tanggung
jawab, kejujuran, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Pada hakikatnya
cooperative learning sama dengan kerja kelompok. Oleh karena itu, banyak guru yang
menyatakan tidak ada sesuatu yang aneh dalam cooperative learning dalam bentuk
belajar kelompok. Walaupun sebenarnya tidak semua belajar kelompok dikatakan
cooperative learning. 8

Menurut Lie dalam Taniredja, bahwa model pembelajaran kooperatif tidak sama
dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran
cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang asal-
asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning dengan benar-benar akan
memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif. 9

Cooperative learning juga dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama
dalam suasana kebersamaan diantara sesama anggota kelompok.10

Dari beberapa pendapat oleh para ahli tentang cooperative learning yang telah
dikemukakan di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan
pembelajaran berkelompok dengan memperhatikan keragaman anggota kelompok
sebagai wadah siswa untuk bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui
interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada para siswa
untuk mempelajari suatu dengan yang baik pada yang bersamaan dan ia menjadi
narasumber bagi teman

2. Model Pembelajaran Number Head Together (NHT)

a. Pengertian Model Pembelajaran Number Head Together (NHT)

8
Rusman, Model – Model Pembelajaran, (Depok : PT Rajagrafindo Persada, 2012), hal. 203.
9
Taniredja, Tukiran. Dkk, Model-model Pengembangan Inovatif, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 56.
10
Taniredja, Tukiran. Dkk, Model-model Pengembangan Inovatif, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 56.
14
Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together merupakan
model pembelajaran yang dikembangkan oleh Spencer Kagan. Menurut Trianto,
Numbered Heads Together merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang
untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.11

Sedangkan menurut Huda menyatakan bahwa model Numbered Heads


Together memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide
dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan dapat meningkatkan
kerjasama siswa.12

Pada model pembelajaran Numbered Heads Together setiap siswa dalam


kelompok diberikan sebuah nomor yang berbeda, sehingga untuk mewakili
presentasi di depan kelas guru hanya memanggil nomor-nomor tersebut. Salah satu
nomor yang dipanggil untuk mewakili kelompoknya memberikan jawaban secara
bergantian, tetapi siswa yang akan mewakili kelompoknya tidak diberitahukan
terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan keterlibatan seluruh siswa

Untuk mencapai tujuan aktivitas dan prestasi belajar siswa perlu mengunakan
model pembelajaran Numbered Heads Together. Upaya dalam menerapkan metode
diskusi kelompok yang inovatif agar dengan metode diskusi kelompok tersebut
semua siswa itu bisa ikut terlibat langsung untuk berpikir dalam memecahkan suatu
permasalahan dalam kegiatan diskusi serta tidak terjadi saling mengandalkan satu
sama lain diantara anggota kelompoknya sehingga semua siswa akan aktif berpikir
dan behasil dalam aktivitas pembelajarannya. Upaya tersebut dapat terwujud dengan
cara menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together kepala bernomor
struktur sebagai inovasi untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan diskusi
kelompok. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together ini
merupakan Pembelajaran kooperatif strategi pembelajaran yang mengutamakan
adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan
untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. 13

11
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Invatif-. Progresif, (Jakarta : Kencana Prenada Group, 2009),
hal. 25.
12
Miftahul Huda , Cooperative Learning. (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), hal. 3.
13
Nuy, "Penerapan Model Pembelajaran NHT Kepala Bernomor Struktur (Numbered Heads Together)
Sebagai Inovasi untuk Mengaktifkan Siswa Dalam Kegiatan Diskusi Kelompok", dalam Jurnal Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, 2011, hal, 5.
15
Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif NHT (Numbered Heads Together)
adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif
dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian
besar aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi
pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah. Ibrahim
mengemukakan tiga tujuan yang diharapkan tercapai dalam pembelajaran kooperatif
dengan tipe Numbered Heads Together yaitu : 14
1. Prestasi belajar akademik stuktural, ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja
siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman, ini bertujuan agar siswa dapat menerima teman-
temannya yang mempunyai berbagai latar belakang yang berbeda.
3. Pengembangan keterampilan sosial, ini bertujuan untuk mengembangkan
keterampilan sosial siswa.

Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya,


menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam
kelompok dan sebagainya.

Numbered Head Together (NHT) merupakan suatu model yang


dikembangkan oleh Kagen untuk melibatkan banyak siswa dalam memperoleh
materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka
terhadap isi pelajaran. 15

Struktur yang dikembangkan oleh Kagen ini menghendaki siswa belajar


saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan
kooperatif dari pada penghargaan individual. Ada struktur yang memiliki tujuan
umum untuk meningkatkan penguasaan isi akademik dan ada pula struktur yang
tujuannnya untuk mengajarkan keterampilan sosial. 16

Berdasarkan pengertian di atas model pembelajaran Numbered Head


Together (NHT) adalah pembelajaran kelompok untuk bekerja sama dalam
memahami dan menguasai isi materi yang diberikan oleh pendidik.

14
Ibrahim, Muhsin dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press, 2000), hal. 28.
15
Ibrahim, Muhsin dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press, 2000), hlm 28.

16
Ibrahim, Muhsin dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press, 2000), hlm 25.

16
Menurut Spencer Kagan langkah-langkah pembelajaran menggunakan model
kepala bernomor atau Numbered Head Together (NHT) sebagai berikut :17
1. Siswa dibagi dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok
mendapatkan nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap kelompok
dapat mengerjakannya/ mengetahui jawabannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil
melaporkan hasil kerja sama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6. Kesimpulan

b. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Number Head


Together

Penerapan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together memiliki


beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Hal itu sesuai dengan pendapat
Hamdayama yaitu: 18
1. Melatih siswa untuk dapat bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain
2. Melatih siswa untuk bisa menjadi tutor sebaya.
3. Memupuk rasa kebersamaan.
4. Membuat siswa terbiasa dengan perbedaan.

Selain kelebihan, Numbered Heads Together mempunyai beberapa


kekurangan yang harus diwaspadai, hal ini dilakukakan agar tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan dalam pembelajaran, diantaranya:
1. Siswa yang terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan
2. Guru harus bisa memfasilitasi siswa
3. Tidak semua mendapat giliran.

Sejalan dengan itu, Hamdani, kelebihan dan kelemahan cooperative learning


tipe Numbered Heads Together sebagai berikut. 19

17
Aqib, Zainal. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual. (Inovatif). (Bandung: Yrama
Widya. 2013), hal. 18-19.
18
Hamdayama, Jumanta. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif. (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2014), hal.
177.
19
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung : Pustaka Setia. 2011), hal. 90

17
a. Kelebihan tipe Numbered Heads Together, yaitu:

a) Setiap siswa menjadi aktif semua.

b) Siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.

c) Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.


b. Kelemahan tipe Numbered Heads Together, yaitu:

a) Kemungkinan nomor yang dipanggil akan dipanggil lagi oleh guru

b) Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru

Dari berbagai pendapat di atas peneliti menyimpulkan bahwa model


Numbered Heads Together mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-
masing namun untuk mengatasi kekurangan tersebut, guru bisa memberikan pretest
untuk mengetahui kemampuan siswa, dan untuk memfasilitasi siswa, dalam
pelaksanaan Numbered Heads Together, guru harus memberikan fasilitas yang
mendukung dari segi sarana dan prasarana yang akan digunakandalam pembelajaran
tersebut. Untuk siswa yang belum dipanggil guru dapat memberikan kesempatan
kepada siswa tersebut pada pertemuan berikutnya, dan untuk mengetahui
pemahaman siswa terhadap materi, dapat dilihat melalui hasil evaluasi yang
dilakukan setiap akhir siklus.

3. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar terangkai dari dua kata yakni hasil dan belajar. Menurut
Suharsimi Arikunto dalam Ruswandi menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil
akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang
dapat diamati dan dapat diukur. Sedangkan menurut Ernest R. Hilgard dalam
Ruswandi menyatakan bahwa belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan
dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda
dari perubahan yang ditimbulkan oleh perubahan lainnya dan perubahannya tersebut
cenderung bersifat permanen. 20

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar


merupakan pencapaian seseorang yang diperoleh atau akibat dari aktivitasnya sendiri

20
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 51, 22.

18
dan memungkinkan terjadinya suatu perubahan yang lazimnya dinyatakan dalam
bentuk huruf ataupun angka. Benyamin S. Bloom dalam Ruswandi, mengemukakan
bahwa secara garis besar perubahan-perubahan tersebut meliputi tiga aspek, yaitu:
kognitif, afektif dan psikomotor.

1. Aspek Kognitif

Bloom, dkk pada tahun 1956 dalam Ruswandi, membedakannya menjadi enam
tingkatan, yaitu: knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis,
dan evaluation.21

1) Knowledge (pengetahuan)

Pengetahuan berhubungan dengan kemampuan mengingat kembali (recall)


materi pembelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya baik itu menyangkut
materi yang luas (fakta) maupun sempit (teori). 22

2) Comprehension (pemahaman)

Comprehension (pemahaman) adalah kemampuan memahami arti suatu


materi pembelajaran seperti menjelaskan atau meringkas/merangkum suatu
pengertian. 23

3) Aplication (penerapan)

Penerapan ialah kemampuan menggunakan/menafsirkan suatu materi yang


sudah dipelajari ke dalam situasi konkrit seperti menerapkan suatu metode,
konsep, teori, prosedur di dalam kondisi kerja. 24

4) Analysis (analisis)

Analisis adalah kemampuan menguraikan atau menjabarkan sesuatu ke


dalam komponen-komponen atau bagian sehingga susunannya dapat
dimengerti. Seperti mengenal bagian-bagain, hubungan antar bagian serta
prinsip yang digunakan dalam organisasi bagian. 25

21
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 53, 22.
22
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 53, 22.

23
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 54, 22.

24
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 54, 22.

25
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 54, 22.
19
Aspek kognitif merupakan proses pengetahuan yang lebih banyak
didasarkan perkembangannya dari persepsi, introspeksi, atau memori peserta
didik. Uraian tersebut menunjukkan bahwa aspek kognitif ini lebih condong
pada tingkat pengetahuan, cara berpikir peserta didik terhadap materi pelajaran
yang dipelajarinya sendiri maupun materi pelajaran yang telah diajarkan oleh
pendidik dan pada tingkatan paling tinggi peserta didik sudah mampu
menganalisis sesuatu secara mandiri atau berkelompok serta membandingkan
jawaban atau saran yang mereka terima kemudian memberikan kesimpulan.

2. Aspek Afektif

Krathwohl, dkk pada tahun 1964 dalam Ruswandi, aspek afektif merupakan
proses pengetahuan yang lebih banyak didasarkan pada pengembangan aspek-
aspek perasaan dan emosi. Kemudian membedakannya menjadi lima tingkatan,
yaitu: receiving, responding, valuing, organizing, dan characterization by value
or value complex. 26

Aspek afektif ini lebih menitikberatkan pada aspek sikap, sifat budi
pekerti luhur serta kepribadian peserta didik dan mampu mempertahankan
eksistensi dari nilai-nilai moralitas yang dipegangnya. Ketika peserta didik
mampu menunjukkan nilai-nilai yang dianutnya guna membedakan mana yang
baik dan kurang baik terhadap suatu kejadian/obyek dan nilai tersebut
diekspresikan atau diaplikasikan dalam perilaku kesehariannya baik di
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Jadi, perubahan perilaku adalah hasil belajar. Seseorang dapat dikatakan


telah belajar jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan
sebelumnya, yang secara garis besar ketiga aspek itu ialah aspek afektif, kognitif
dan psikomotoriknya. Perubahan tersebut tidak serta-merta langsung terjadi
melainkan melalui proses yang begitu kompleks dalam sebuah proses
pembelajaran atau interaksi antar individu maupun dengan lingkungan belajar
baik itu secara langsung maupun tidak langsung serta berkesinambungan.
Sehingga menghasilkan output lebih baik dari sebelumnya dan cenderung
bersifat permanen.

26
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013), h. 56, 22.

20
b. Faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar
Berbicara pengaruh tentu tidak luput dari dua faktor, yaitu: faktor internal
merupakan pengaruh dari dalam diri seseorang dan faktor eksternal yaitu faktor dari
luar. Untuk lebih jelasnya berikut pemaparan ahli.
Walisman dalam Ahmad Susanto, berpendapat bahwa faktor internal
merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang meliputi:
kecerdasan, minat dan motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta
kesehatan jasmani dan rohani. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang
berasal dari luar diri peserta didik, meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. 27

Lebih lanjut, Rus Effendi dalam Ahmad Susanto mengidentifikasi faktor-


faktor yang mempengaruhi hasil belajar ke dalam sepuluh macam, yaitu:

a) Kecerdasan Anak
Kemampuan intelegensi (kecerdasan) sangat memengaruhi cepat atau
lambatnya seseorang menerima informasi. Kecerdasan peserta didik sangat
membantu pendidik untuk menetukan apakah peserta didik itu mampu
mengikuti pelajaran serta untuk meramalkan keberhasilan peserta didik setelah
proses belajar mengajar meskipun tidak akan terlepas dari faktor lainnya.

b) Kesiapan atau Kematangan


Kesiapan atau kematangan adalah tingkat perkembangan individu atau organ-
organ sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Kaitannya dalam proses belajar
mengajar, kematangan atau kesiapan ini sangat menentukan berhasil tidaknya
sebuah proses belajar mengajar.

c) Bakat Anak
Chaplin dalam Ahmad Susanto, mendefinisikan bakat merupakan kemampuan
potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang
akan datang. Setiap orang memiliki bakat dalam artian ia memiliki potensi
untuk mencapai prestasi sampai pada tingkatan tertentu. Oleh sebab itu, bakat
cukup berperan dalam memengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar peserta
didik.

d) Kemauan Belajar
Tugas pendidik yang terkadang sukar dilaksanakan adalah menghadirkan

27
Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Cet. I; Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2013), h. 13
21
kemauan belajar peserta didik belajar. Kemauan belajar yang tinggi disertai
dengan rasa tanggung jawab yang besar tentunya berpengaruh positif terhadap
hasil belajar yang akan diraihnya. Karenanya, kemauan belajar merupakan salah
satu penentu keberhasilan dalam proses belajar mengajar.
e) Minat
Minat dapat berarti kecenderungan atau kegairahan yang cukup tinggi atau
keinginan yang besar terhadap sesuatu. Seorang peserta didik yang memiliki
minat besar terhadap mata pelajaran akan memberikan perhatian lebih banyak
jika dibandingkan dengan peserta didik yang tidak memiliki minat dalam
belajar.
f) Model Penyajian Materi Pelajaran
Keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar sangat bergantung
pula pada model penyajian materi. Model penyajian materi yang
menyenangkan, menantang dan mudah dimengerti oleh peserta didik tentu akan
sangat berpengaruh positif keberhasilan sebuah proses belajar mengajar.

g) Pribadi dan Sikap Pendidik


Pribadi dan sikap pendidik yang baik tentunya tercermin dari sikapnya yang
ramah, lemah lembut, membimbing dengan penuh perhatian dan kasih sayang,
tanggap terhadap keluhan atau kesulitan siswa, memberikan penilaian yang
objektif, rajin, disiplin, serta berdedikasi dan bertanggung jawab penuh dalam
segala tindakan yang ia lakukan.
h) Suasana Pengajaran
Suasana pengajaran yang tenang, dialog yang kritis antara pendidik dengan
peserta didik serta menumbuhkan suasana yang aktif di antara peserta didik
tentunya akan memberikan nilai lebih dalam proses belajar mengajar. Sehingga
keberhasilan peserta didik dapat meningkat secara maksimal.
i) Kompetensi Pendidik
Pendidik profesional memiliki kemampuan tertentu. Kemampuan tersebut
diperlukan dalam membantu peserta didik dalam belajar. Pendidik yang
profesional adalah pendidik yang berkompeten dalam bidangnya dan menguasai
dengan baik bahan ajar serta mampu memilih metode yang tepat sehingga
pendekatan tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Masyarakat
Dalam masyarakat terdapat berbagai macam tingkah laku manusia dan
22
berbagai macam latar belakang pendidikan. Kehidupan modern dengan
keterbukaan serta kondisi yang luas banyak dipengaruhi dan dibentuk oleh
kondisi masyarakat ketimbang oleh keluarga dan sekolah.21
Baik faktor internal dan eksternal, erat kaitannya dalam mempengaruhi hasil
belajar peserta didik. 28

B. Hasil-hasil penelitian yang Relevan


Penelitian tentang “Penerapan Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Taat Pada Aturan, Kompetisi dalam
kebaikan dan Etos kerja Kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna Tahun Pelajaran 2020/2021”
sejauh pengamatan peneliti pernah dilakukan oleh :

Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Titik Puspasari pada tahun 2014, dari
jurusan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, dengan judul
skripsi Perbandingan Hasil Belajar dan Kontrol Emosi Siswa Melalui
Pendekatan Model Pembelajaran Problem Posing dengan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Siswa Kelas XI SMA
Yapip Sungguminasa. Berdasarkan studi komparatif yang telah terlaksana
menunjukkan rata-rata hasil belajar dengan pendekatan model problem posing
sebesar 79,8% sedangkan pendekatan dengan model NHT sebesar 75% yang
masuk dalam kategori tinggi. Adapun perolehan rata-rata kontrol emosi
dengan pendekatan problem posing sebesar 67,8% sedangkan pendekatan
dengan model NHT sebesar 63,2% yang masuk dalam kategori baik. Dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dan kontol emosi yang
signifikan antara pendekatan problem posing dengan pendekatan model NHT
dengan hasil uji statistik inferensial thitung >ttabel (2,021 < 3,43 > 2,704)
dan (2,021 < 3,2 > 2,074) pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. 29

Kedua, Skripsi Delvita Ariyana, jurusan Pendidikan Agama Islam yang berjudul
Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together terhadap Penggunaan Materi
Zakat pada mata pelajaran Fiqh kelas VIII MTss Samahani. Pada skripsi ini juga
dijelaskan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat
28
Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, h. 14-18.
29
Titik Puspasari, “Perbandingan Hasil Belajar dan Konrol Emosi Siswa Melalui
PendekatanModel Pembelajaran Problem Posing dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT
(Numbered Head Together) Siswa Kelas XI SMA Yapip Sungguminasa”, Skripsi (Makassar: Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2014), h. xii.

23
meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang
meningkat pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah 62, 50% dan pada siklus II yaitu 81,
50% . Respon siswa sangat baik terhadap model pembelajaran ini. 30

C. Kerangka Berpikir
Supaya dapat meningkatkan partisipasi dan kemampuan hasil belajar siswa, salah
satu upaya yang dapat dilakukan dengan memilih model pembelajaraan kepada peserta
didik/siswa untuk berkembang. Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT),
berusaha mengatasi kesulitan siswa dalam meningkatkan kemampuan hasil belajar Al-
Qur’an materi Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105
tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja siswa Kelas XI TITL 2
SMK N 1 Adiwerna.

Inovasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan


pembelajaran dengan Numbered Head Together (NHT). Penggunaan metode mengajar yang
sebagian besar dilakukan guru belum mengedepankan peran. Hal ini menyebabkan siswa
kurang berperan penting sehingga akhirnya nilai yang diraih pun kurang dari yang
diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar,
salah satu diantaranya Cooperative Learning. Dengan pendekatan Cooperative Learning
diharapkan siswa dapat menggali dan menemukan pokok materisecara bersama-sama dalam
kelompok atau secara idividu. Sehingga akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari
melekat dalam benaknya karena didapatkan melalui pengalamannya sendiri. Menurut
Johnson, Cooperative Learning adalah kegiatan belajar mengajar secara kelompok-
kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama untuk sampai kepada pengalaman belajar
yang optimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Menurut Syaiful
Bahri Djamarah Cooperative Learning merupakan sistem pengajaran yang memberi
kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas
yang berstruktur. Aktivitas terpusat pada siswa dalam bentuk kerja sama saling membantu
dan saling mendukung dalam memecahkan masalah.

Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru melaksanakan skenario


pembelajaran yang tertuang dalam RPP dengan menggunakan model pembelajaran

30
Delvita Ariyana, Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together terhadap Penggunaan
Materi Zakat pada mata pelajaran Fiqh kelas VIII MTsS Samahani. Skripsi Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan
UIN Raniry Banda Aceh 2019.

24
Numbered Heads Together (NHT) dengan langkah :
1. Penomoran (Numbering)
2. Pengajuan pertanyaan
3. Berpikir bersama (Head Together)
4. Penutup

D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenarannya.31 Berdasarkan
kajian teori dan kerangka berpikir tersebut di atas diajukan hipotesis tindakan sebagai
berikut: penerapan metode cooperative learning tipe numbered head together dapat
meningkatkan hasil belajar siswa materi taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja pada siswa kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna.

31
Syofian Siregar, Statistika Deskrpitif untuk Penelitian, (Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2012), hal. 152.

25
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif,
karena data-datanya akan dipaparkan secara analisis deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian
secarasistematis dan akurat.32
Desain atau jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan, yang pada dasarnya melekat
pada terlaksananya misi profesional pendidikan yang diemban guru. Classroom Action
Research adalah penelitian yang dilakukan oleh guru, bekerjasama dengan peneliti (atau
dilakukan sendiri oleh guru yang juga bertindak sebagai peneliti) di kelas atau disekolah
tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan
praktik pembelajaran. 33
Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan tersebut terkait dengan alur kerja penelitian
tindakan di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2
Model Penelitian Tindakan Kelas Oleh Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006 : 74

32
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan; Teori-Aplikasi (Jakarta: PT Bumi Aksara,
2006), hlm.47
33
Suharsimi Arikunto dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hlm.57
26
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian akan dilakukan pada bulan Agustus tahun ajaran 2021/2022.
Penelitian ini dilakukan di SMKN 2 TSIKMALAYA.

C. Kancah Penelitian
a. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK N 1 Adiwerna Tegal untuk mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Subyek penelitian ini adalah kelas
XI TITL 2 tahun pelajaran 2020/2021. SMK N 1 Adiwerna dipilih karena peneliti
bertugas di sekolah tersebut, sehingga hasil penelitian nantinya dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan proses pembelajaran di tempat peneliti bertugas.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai minggu akhir bulan Oktober sampai minggu akhir
bulan November 2021.
c. Siklus PTK
PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus yang terdiri atas rencana, tindakan, observasi
dan refleksi. Penelitian ini digunakan untuk persiapan: mempersiapkan pembelajaran
dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyusun modul, membuat
media pembelajaran, menyusun lembar pengamatan, menyusun alat evaluasi untuk uji
kompetensi, dan penyusunan proposal. Dalam hal ini disusun rancangan pembelajaran
untuk tiap siklus. Setiap pelaksanaan nanti akan direvisi pada setiap siklus berjalan.
d. Subyek Penelitian
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI TITL 2 berjumlah 10 orang
dengan komposisi 4 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.

D. Variabel Penelitian
Variabel indikator yang diamati dalam penelitian ini meliputi :
1. Aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran
2. Hasil belajar peserta didik

E. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan teknik non
tes.
27
a) Teknik Tes

Teknik tes, yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil
belajar siswa.
b) Teknik Non Tes

Selain menggunakan data tes, peneliti dalam mengumpulkan data penelitian juga
menggunakan data non tes. Data non tes digunakan untuk mengetahui segala perubahan
perilaku belajar siswa selama proses pembelajaran. Pengumpulan data non tes dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Metode observasi adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan


mengadakan pengamatan dan pencatatan serta sistematis terhadap fenomena-
fenomena yang sedang dijadikan pada objek pengamatan. 34

Observasi dalam penelitian ini digunakan dalam rangka memperoleh data


tentang perilaku siswa dalam proses pembelajaran dan nilai-nilai karakter yang
diintegrasikan dalam pembelajaran. Pengamatan dilakukan oleh peneliti sebagai
observer untuk mengamati partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan
implementasi metode cooperative learning tipe number heads together, apakah
siswa tersebut aktif atau pasif dalam diskusi, kerja kelompok, dan presentasi.

2. Wawancara, yaitu percakapan tatap muka dalam suasana informal dimana seseorang
berhadapan langsung dengan responden untuk memperoleh pendapat, sikap, dan
aspirasinya melalui pertanyaan yang diajukan, wawancara dilakukan dengan
mendalam yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang
memungkinkan informan memberikan jawaban secara luas. Wawancara dilakukan
diluar proses pembelajaran.

Pada penelitian ini yang menjadi informan wawancara adalah siswa kelas XI
TITL 2 SMKN 1 Adiwerna. Siswa diminta menulis jawaban hasil wawancara
tersebut dilembar jawaban yang peneliti sediakan. Wawancara ini digunakan untuk
mengungkap bagaimana implementasi methode pembelajaran kooperatif model
Numbered Head Together untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

34
Sri Mulianah, Pengembangan Instrumen Teknik Tesdan Non Tes (Cet.1: Prepare: CVKaffah Learning
Center, 2019 ), h.36
28
3. Pengumpulan data dengan dokumentasi foto dilakukan untuk merekam perilaku
siswa selama pembelajaran. Adapun gambar yang diambil adalah peristiwa-peristiwa
tertentu pada saat pembelajaran, yaitu saat peneliti menyampaikan materi, saat
peneliti dan siswa melakukan tanya jawab dalam pembelajaran, aktivitas siswa
dalam kegiatan teman sejawat dan presentasi,dan aktivitas siswa ketika
diwawancarai. Pengambilan gambar dibantu rekan peneliti sehingga proses
pembelajaran menjadi tidak terganggu.

c) Instrumen Pengumpul Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, pedoman
pengamatan, wawancara, dokumentasi.
1) Tes hasil belajar ; Tes berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang telah
disampaikan yang harus dijawab oleh siswa, jawaban di dalam tes dapat berupa
tulisan, bentuk dari tes yang akan digunakan adalah tes pilihan ganda. Pertanyaan-
pertanyaan dalam tes bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa.
2) Observasi; menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat partisipasi siswa
dalam proses belajar mengajar.
3) Angket: untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan teman sejawat tentang
pembelajaran menggunakan metode cooperative learning tipe number head together
4) Dokumentasi; untuk merekam perilaku siswa selama pembelajaran.

F. Prosedur Penelitian
Langkah – langkah dalam penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :

1. Persiapan

Persiapan ini dimulai dengan alur sebagai berikut :

a. Permohonan izin penelitian kepada Kepala SMK N 1 Adiwerna.

b. Kesepakatan Jadwal Penelitian.

c. Pengamatan dan wawancara, kegiatan pengamatan dilakukan didalam kelas ketika


kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sedangkan kegiatan wawancara dilakukan
dengan menanyakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.

d. Mengidentifikasi Permasalahan dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama


Islam.

29
2. Pelaksanaan

a. Siklus I
Siklus ini terdiri atas:
Perencanaan
1) peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang
akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan Metode Numbered Heads
Together dalam pembelajaran Al-Qur’an materi Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-
Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam
kebaikan, dan etos kerja.

2) Merancang rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman


dalam proses pembelajaran dikelas.

3) Menyiapkan media yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.

4) Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Siswa beserta kuncinya untuk pembelajaran


siklus I).

5) Menyiapkan soal evaluasi beserta kunci jawaban.

6) Menyiapkan Pendokumentasian selama proses penelitian berlangsung.

Pelaksanan tindakan
1) Guru menyampaikan tujuaan pembelajaran (standar kompetensi) yang akan
dicapai pada materi Taat Pada aturan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos
Kerja

2) Memberikan gambaran singkat Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59,


dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam
kebaikan, dan etos kerja.

3) Membagi siswa dalam 4 kelompok dan menyiapkan materi tugas untuk


siswa.

4) Memberikan penjelasan tentang tugas yang akan dikerjakan tiap-tiap


kelompok.

5) Membimbing dan mengarahkan siswa dalam melaksanakan tugas secara


kelompok.

6) Melaksanakan evaluasi hasil kerja kelompok siswa


30
Pengamatan
1) Peneliti mengamati aktivitas kelompok siswa dan mengamati tingkat
keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas.

2) Mengamati siswa saat menyelesaikan lembar tugas yang telah diberikan


khusus mengenai komunikasi dan kerja sama siswa dalam proses diskusi
kelompok.

3) Mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

4) Mengamati perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai


tambahan yang diperoleh dari menjawab pertanyaan yang telah diacak.

Refleksi
1) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara
terhadap pembelajaran yang terjadi pada siklus I.

2) Menganalisis mengenai hasil yang diperoleh pada pembelajaran siklus I


apakah pemahaman konsep siswa tentang analisis Q.S. al-Maidah/5 : 48;
Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja dapat ditingkatkan kualitasnya
dengan Metode Numbered Heads Together dalam pembelajaran di kelas
XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna pada semester gasaluntuk melakukan
perbaikan pada pelaksanaan siklus II.

b. Siklus II
Pada prinsipnya semua kegiatan yang ada pada siklus II hampir sama
dengan siklus I. siklus II ini merupakan perbaikan dari siklus I, terutama
didasarkan pada hasil refleksi pada siklus I.
1) Tahapan tetap sama yaitu perencanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
2) Materi pelajaran berkelanjutan.
3) Efektifitas kerja kelompok siswa diharapkan semakin tinggi.
4) Hasil belajar siswa dapat meningkat.

G. Metode Analisis Data


1. Aktivitas belajar
Untuk mengetahui seberapa besar aktivitas siswa dengan mengikuti proses
belajar mengajar dengan model Numbers Head Together maka dibuat aspek

31
pengamatan meliputi:
A : Pendahuluan
B : Pembelajaran
C : Penutup

Lembar pengamatan aktivitas belajar antar siswa kemudian dianalisis dengan


menggunakan teknik analisis deskriptif prosentase interaksi belajar antar siswa adalah:

Keterangan :
NP = Nilai persen yang dicari
R = Rata-rata aktivitas siswa
SM = Skor maksimum
Kriteria penilaian
≥ 75 % = Baik sekali (A)
55-75 % = Baik (B)
35-55% = Cukup (C)
< 35 % = Rendah (D)

Skala (skor) dalam setiap aspek


Skor Kriteria
1 = rendah
2 = sedang
3 = tinggi

2. Data hasil belajar peserta didik


Data hasil belajar siswa berupa kemampuan memecahkan masalah dianalisis
dengan cara menghitung rata – rata nilai dan ketuntasan belajar secara klasikal maupun
individu. Adapun rumus yang digunakan adalah
a. Menghitung nilai rata –rata
Untuk menghitung rata – rata menggunakan rumus :

N
Keterangan :
x = rata – rata nilai
32
N = jumlah siswa
Σx = jumlah seluruh siswa

b. Menghitung ketuntasan belajar


1) Ketuntasan belajar individu
Untuk menghitung ketuntasan belajar individu menggunakan analisis
deskriptif prosentase dengan perhitungan : Ketuntasan belajar individu =
Jumlah nilai yang diperoleh siswa x100% jumlah
keseluruhan nilai
Kriteria :
Apabila tingkat ketercapaian <85 % maka siswa tidak tuntas belajar. Apabila
tingkat ketercapaian ≥ 85% maka siswa tuntas belajar.

2) Ketuntasan belajar klasikal


Untuk menghitung ketuntasan belajar secara klasikal menggunakan analisis
deskriptif prosentase perhitungan. Ketuntasan belajar klasikal =
jumlah siswa yang tuntas belajar=100%
jumlah keseluruhan siswa
Kriteria :
Apabila tingkat ketercapaian <85 % maka penerapan pembelajaran
cooperative learning tipe numbers head together pada materi pokok Q.S. al-
Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat
pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja dikatakan tidak efektif.
Apabila tingakat ketercapaian >85% maka penerapan pembelajaran
cooperative learning tipe numbers head together pada materi Q.S. al-
Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105 tentang taat
pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja dikatakan efektif

H. Indikator Keberhasilan
Sebagai indikator keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini adalah jika 85%
siswa telah memperoleh nilai minimal 75 (sesuai ketentuan KKM dari sekolah). Seorang
peserta siswa dikatakan telah mencapai ketuntasan belajar secara individu apabila siswa
telah mencapai ketentuan belajar secara individul dan mendapat nilai > 7 (sesuai
ketentuan dari sekolah).

33
Dari indikator tersebut, maka peneliti berharap agar hasil belajar PAI siswa dapat
mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan diharapkan dengan adanya penelitian
ini, prosentse hasil belajar PAI siswa dapat ditingkatkan menjadi 85 % khususnya pada
materi pokok Taat Pada aturan,Kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.

34
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Adiwerna yang terletak di Jl.Raya II Po Box 24
Adiwerna Tegal Jawa tengah. Sekolah ini mempunyai fasilitas yang terdiri dari 42 (empat
puluh dua) ruang belajar, ruang dewan guru, perpustakaan, dan laboratorium. Semua
fasilitas terletak pada luas tanah ± 10.440 M². Untuk lebih jelasnya gambaran umum SMK
Negeri 1 Adiwerna bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel Gambaran Umum SMK Negeri 1 Adiwerna

Gambaran Umum Keterangan

Nama sekolah SMK Negeri 1 Adiwerna

Tempat / Lokasi Jl.Raya II Po Box 24 Adiwerna Tegal

Nama kepalas sekolah Imron Effendi, S.P., M.Pd.

Jenjang akreditasi Akreditasi A

Status sekolah Negeri

Prov / Kab / Kec Jawa Tengah / Tegal / Adiwerna

Permanen Permanen

(Sumber: Data dari SMK Negeri 1 Adiwerna)

1. Sarana dan Prasarana

Keadaan fisik bangunan sudah memadai, terutama ruang belajar, ruang

kantor, laboratorium dan lainnya. Untuk lebih jelas mengenai sarana dan

prasarana di sekolah tersebut dapat dilihat pada tabel:

Sarana dan Prasarana SMK Negeri 1 Adiwerna

No. Nama Ruangan Jumah Kondisi

1. Ruang Belajar 42 Baik

35
2. Ruang Bimbingan Konseling (BK) 1 Baik

3. Ruang Computer 1 Baik

4. Ruang Laboratorium 1 Baik

5. Ruang Perpustakaan 1 Baik

6. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

7. Ruang Pengajaran 1 Baik

8. Ruang Dewan Guru 1 Baik

9. Ruang Tata Usaha 1 Baik

10. Ruang keterampilan 1 Baik

11. Ruang Mushalla 1 Baik

12. Ruang multimedia 1 Baik

Total 32

(Sumber: Data dari SMK Negeri 1 Adiwerna)

2. Keadaan Guru dan Karyawan


Jumlah guru dan staf yang berada di SMK Negeri 1 Adiwerna berjumlah 50
orang. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel Data Guru dan Karyawan di SMK Negeri 1 Adiwerna


No. Guru / Karyawan Jumlah

1. Kepala sekolah 1 orang

2. PNS 36 orang

3. Guru tetap 50 orang

4. Staf tata usaha 10 orang

5. Guru honor 6 orang

6. Guru BK 2 orang

(Sumber: Data dari SMK Negeri 1 Adiwerna)


36
3. Keadaan Siswa

Keadaan siswa pada sekolah SMK Negeri 1 Adiwerna sudah sangat

memadai. Sekolah ini adalah salah satu sekolah di bawah naungan Provinsi Jawa

Tengah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini:

Data Siswa SMK Negeri 1 Adiwerna


Rombongan Belajar Laki-laki Perempuan Jumlah

47 1149 521 1670

Total 1149 521 1670

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti menjumpai wakil kepala bidang

(WAKA) kurikulum terlebih dahulu untuk meminta izin melakukan penelitian

sekaligus memberikan surat pengantar. Penelitian ini dilaksanakan SMK Negeri 1

Adiwerna. Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan oleh peneliti yang bertindak

sebagai guru, yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL 2 dimana

jumlah siswanya adalah 10 siswa dikarenakan masih dalam kondisi pandemi jadi

mengambil smple sebanyak 10 siswa..

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, satu siklus terdiri dari

sekali petemuan, dengan alokasi waktu 3 jp (3 x 45 menit). Tahap-tahap yang dilakukan

dalam penelitian tindakan kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan

refleksi untuk setiap siklusnya.

Penelitian mengobservasi siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama

Islam. Adapun uraian pelaksanaan tiap siklus adalah sebagai berikut:

Siklus I

Kegiatan penelitian pada siklus I dilaksanakan pada satu pertemuan yaitu pada
37
tanggal 27 Oktober 2021. Hasil penelitian diperoleh dari empat tahapan pembelajaran

yang dilakukan pada proses belajar mengajar di kelas. Tahapan-tahapan tersebut

diuaraikan sebagai berikut:

PERENCANAAN

Langkah-langkah kegiatan tahapan Perencanaan dalam siklus I terdiri dari :

1. Permohonan izin penelitian kepada Kepala SMKN 1 Adiwerna. Kesepakatan Jadwal


Penelitian.
2. Pengamatan dan wawancara, kegiatan pengamatan dilakukan didalam kelas ketika kegiatan
belajar mengajar berlangsung. Sedangkan kegiatan wawancara dilakukan dengan
menanyakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.
3. Mengidentifikasi Permasalahan dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
4. Menyusun Skenario pembelajaran
5. Membuat rencana pembelajaran dengan metode Cooperative Learning tipe Numbers Head
Together
6. Menyiapkan media pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan
7. Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa selama melaksanakan
pembelajaran
8. Menyusun lembar kerja siswa
PELAKSANAAN TINDAKAN

Tahap Pelaksanaan atau tindakan


1. Guru menyampaikan tujuaan pembelajaran (standar kompetensi) yang akan dicapai pada
materi Taat Pada aturan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

2. Memberikan gambaran singkat Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at
Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.

3. Membagi siswa dalam 4 kelompok dan menyiapkan materi tugas untuk siswa.

4. Memberikan penjelasan tentang tugas yang akan dikerjakan tiap-tiap kelompok.

5. Membimbing dan mengarahkan siswa dalam melaksanakan tugas secara kelompok.

6. Melaksanakan evaluasi hasil kerja kelompok siswa


OBSERVASI

38
Observasi di laksanakan dalam waktu yang bersamaan, pelaksanaan pembelajaran
diobservasi Pengamatan dilakukan selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung
dengan menilai kegiatan hasil belajar siswa, menggunakan lembar pengamatan, kemudian
hasilnya diinterpretasikan.
1. Peneliti mengamati aktivitas kelompok siswa dan mengamati tingkat keberhasilan
siswa dalam menyelesaikan tugas.
2. Mengamati siswa saat menyelesaikan lembar tugas yang telah diberikan
3. Mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Mengamati perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai tambahan
yangdiperoleh dari menjawab pertanyaan yang telah diacak.
LEMBAR OBSERVASI PTK

Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik

Indikator Aktivitas Belajar Siswa


Jumlah
No Nama
1 2 3 4

1 Elsa 2 8 36 24 70

2 Irma Khailani 4 8 30 28 72

3 M. Agil Priantama 2 8 42 24 76

4 Moh. Irfan Maulana 2 10 39 24 75

5 Muh. Nur Khamdani Royyan 1 6 42 28 77

6 Nur Avita 3 10 36 28 77

7 Nur Rizqiana 2 8 42 24 76

8 Riko Baitul Firdaus 2 4 30 28 64

9 Tri Septiyani 4 4 42 20 70

10 Yayi Setiya Andiyani 1 6 45 28 80

Jumlah 23 72 384 256 737

Rata-rata 23% 72% 38,4% 25,6 73,7%

39
Keterangan;
4 : Sangat Baik
3 : Baik
2 : Kurang Baik
1 : Tidak Baik

Keterangan :
NP = Nilai persen yang dicari
R = Rata-rata aktivitas siswa
SM = Skor maksimum Kriteria penilaian
≥ 75 % = Baik sekali (A)
55-75 % = Baik (B)
35-55% = Cukup (C)
< 35 % = Rendah (D)
73,7
HASIL SIKLUS I KKM 75

Indikator Hasil Belajar Siswa Jml


No Nama
Tuntas Tidak Tuntas

1 Elsa v 80

2 Irma Khailani v 70
3 M. Agil Priantama v 80
4 Moh. Irfan Maulana
70
5 Muh. Nur Khamdani v 70
Royyan
6 Nur Avita v 90
7 Nur Rizqiana v 100
8 Riko Baitul Firdaus v 100
9 Tri Septiyani v 90
10 Yayi Setiya Andiyani v 70

Jumlah 7 3 730

Rata-rata 73%

40
REFLEKSI
Dalam Pelaksanaan Penelitian yang di lakukan masih banyak kekurangan yang perlu di
perbaiki, terutama dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif. Dapat
dikatakan bahwa aktivitas siswa berada pada nilai 73% yang termasuk kualifikasi baik tetapi
masih di bawah KKM. Maka dapat disimpulkan aktivitas siswa pada siklus I belum
mencapai standar yang ditetapkan.
Peneliti melakukan analisis terhadap hasil pengamatan pembelajaran mencari kelemahan dan
kelebihan perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan. Penyebab rendahnya hasil belajar
siswa pada siklus I adalah kurang aktifnya siswa dalam kegiatan. Metode pembelajaran yang
dilakukan kurang membangkitkan motivasi siswa. Berdasarkan masukan atas temuan
tersebut, maka peneliti merancang perbaikan pembelajaran siklus II dengan menerapkan
metode kerja kelompok dengan metode number heads together. Penggunaan metode kerja
kelompok dengan number heads together diharapkan akan meningkatkan motivasi, keaktifan,
dan hasil belajar siswa pada siklus II

Siklus II
Kegiatan pengamatan siklus II dilaksanakan satu pertemuan yaitu pada tanggal 5
November 2021. Sama seperti pada siklus I hasil penelitian diperoleh dari empat tahapan
pembelajaran yang dilakukan pada proses belajar mengajar di kelas. Tahapan-tahapan
tersebut diuaraikan sebagai berikut:

PERENCANAAN

41
Langkah-langkah kegiatan tahapan Perencanaan dalam siklus I terdiri dari :

1. Permohonan izin penelitian kepada Kepala SMKN 1 Adiwerna. Kesepakatan Jadwal


Penelitian.
2. Pengamatan dan wawancara, kegiatan pengamatan dilakukan didalam kelas ketika kegiatan
belajar mengajar berlangsung. Sedangkan kegiatan wawancara dilakukan dengan
menanyakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.
3. Mengidentifikasi Permasalahan dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
4. Menyusun Skenario pembelajaran
5. Membuat rencana pembelajaran dengan metode Cooperative Learning tipe Numbered Head
Together
6. Menyiapkan media pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan
7. Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa selama melaksanakan
pembelajaran
8. Menyusun lembar kerja siswa
PELAKSANAAN TINDAKAN

Tahap Pelaksanaan atau tindakan


1. Guru menyampaikan tujuaan pembelajaran (standar kompetensi) yang akan dicapai pada
materi Taat Pada aturan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

2. Memberikan gambaran singkat Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at
Taubah/9 : 105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.

3. Membagi siswa dalam 4 kelompok dan menyiapkan materi tugas untuk siswa.

4. Memberikan penjelasan tentang tugas yang akan dikerjakan tiap-tiap kelompok.

5. Membimbing dan mengarahkan siswa dalam melaksanakan tugas secara kelompok.

6. Melaksanakan evaluasi hasil kerja kelompok siswa


OBSERVASI
Observasi di laksanakan dalam waktu yang bersamaan, pelaksanaan pembelajaran diobservasi
Pengamatan dilakukan selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menilai
kegiatan hasil belajar siswa, menggunakan lembar pengamatan, kemudian hasilnya
diinterpretasikan.
1. Peneliti mengamati aktivitas kelompok siswa dan mengamati tingkat keberhasilan siswa
dalam menyelesaikan tugas.
42
2. Mengamati siswa saat menyelesaikan lembar tugas yang telah diberikan
3. Mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Mengamati perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai tambahan yang
diperoleh dari menjawab pertanyaan yang telah diacak.
LEMBAR OBSERVASI PTK

Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik

Indikator Aktivitas Belajar Siswa


Jumlah
No Nama
1 2 3 4

1 Elsa 2 8 45 28 83

2 Irma Khailani 4 8 36 28 78

3 M. Agil Priantama 2 10 42 24 78

4 Moh. Irfan Maulana 2 10 39 28 79

5 Muh. Nur Khamdani Royyan 1 6 42 32 81

6 Nur Avita 3 8 36 34 81

7 Nur Rizqiana 2 8 42 28 80

8 Riko Baitul Firdaus 2 6 36 36 80

9 Tri Septiyani 4 4 45 28 81

10 Yayi Setiya Andiyani 1 2 45 32 80

Jumlah 23 70 408 296 801

Rata-rata 23% 70% 40,8% 29,6% 80,1%

Keterangan;

4 : Sangat Baik
3 : Baik
2 : Kurang Baik
1 : Tidak Baik

Keterangan :
NP = Nilai persen yang dicari
R = Rata-rata aktivitas siswa
SM = Skor maksimum Kriteria penilaian
≥ 75 % = Baik sekali (A)
55-75 % = Baik (B)

43
35-55% = Cukup (C)
< 35 % = Rendah (D)

HASIL SIKLUS II KKM 75

Indikator Hasil Belajar Siswa Jml


No Nama
Tuntas Tidak Tuntas

1 Elsa v 80

2 Irma Khailani v
80
3 M. Agil Priantama v
80
4 Moh. Irfan Maulana v
80
5 Muh. Nur Khamdani v
Royyan 80

6 Nur Avita v
90
7 Nur Rizqiana v
100
8 Riko Baitul Firdaus v
100
9 Tri Septiyani v
90
10 Yayi Setiya Andiyani v
80

Jumlah 10 0 860

Rata-rata 86%

REFLEKSI
Dalam Pelaksanaan Penelitian yang di lakukan, aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran
pada siklus II mulai terjadi peningkatan. Hal ini terlihat dari siswa tidak malu bertanya pada
guru, dan juga mulai berani menjawab pertanyaan. Selain itu siswa juga sudah mulai bekerja
sama dengan baik dan juga mempresentasikan hasil diskusi masing-masing. Hal ini ditujukan
pada nilai aktivitas siswa siklus II sudah mencapai 80,1%
Dalam siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan Metode
pembelajaran yang dilakukan membangkitkan motivasi siswa. Berdasarkan masukan atas
temuan tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa metode numbered head together cocok di
gunakan pada materi ini

44
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan antara
lain sebagai berikut:.

1. Aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran Number Head Together

(NHT) berlangsung mengalami peningkatan dimana pada siklus I dengan nilai 73,

siklus II dengan nilai 80, maka sesuai dengan kriteria penilaian aktivitas siswa

dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa sudah menunjukkan hasil yang baik, hal ini

ditujukan bahwa siswa mampu mencari jawaban yang tepat dan mampu bekerja

sama serta saling membantu satu sama lain. Hal ini ditujukan pada nilai akhir 80

dengan prosentase 80% kategori baik sekali.

2. Hasil belajar siswa kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna dengan menggunakan

model Number Head Together mengalami peningkatan dimana pada siklus I

dengan ketuntasan 6 siswa dengan persentase 73% , pada siklus II dengan

ketuntasan 10 siswa dengan persentase 86%. Berdasarkan hasil penilaian siswa

dengan demikian ketuntasan belajar untuk kelas XI TITL 2 SMK N 1 Adiwerna

sudah mecapai ketuntasan dengan kategori baik.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dan analisis peneliti terkait
dengan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
masih banyak hal yang perlu perbaikan dan saran yang membangun adapun saran-saran
tersebut antaranya:
1. Kepala Sekolah

Model Cooperative Number Head Together hendaknya bisa dibuat sebagai

acuan membuat kebijakan sekolah dalam rangka peningkatan kualitas sekolah dan

45
penyusunan program pembelajaran yang baik, agar terlahir guru-guru yang

profesional.

2. Bagi Guru

Hendaknya dengan implementasi Model pembelajaran Number Head Together

guru dapat mengembangkan pengetahuan serta membangkitkan rasa percaya

dirinya sehingga akan selalu bergairah dan bersemangat untuk memperbaiki

pembelajarannya secara terus-menerus.

3. Peserta Didik

Hendaknya dengan adanya penelitian ini diharpkan peserta didik dengan

semakin mudah menyerap materi yang dipelajari dan memperoleh pemahaman

sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya mata pelajaran Pendidikan Agama

Islam.

46
DAFTAR PUSTAKA

Abbas, Abdullah Nadwi, Belajar Mudah Bahasa Al-Qur'an, Bandung: Mizan, 2000.

Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam (Bandung: Refika Aditama, 2009).
Aqib, Zainal Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual. (Inovatif). (Bandung:
Yrama Widya. 2013).
Arikunto, Suharsimi dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007).
Ariyana, Delvita Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together terhadap
Penggunaan Materi Zakat pada mata pelajaran Fiqh kelas VIII MTsS Samahani.
Skripsi Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Raniry Banda Aceh 2019.
Daryanto dan Muljo Rahardjo, Model Pembelajaran Inovatif, (Yogyakarta: Gava Media, 2012).

Depdiknas, Panduan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi. (Jakarta:


Direktorat PPTK dan KPT Dirjen Dikti, 2005).
Hamdayama, Jumanta. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif. (Jakarta: Ghalia Indonesia,
2014).
Huda, Miftahul Cooperative Learning. (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011).

Ibrahim, Muhsin dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press, 2000).


Lie, Anita Cooperative Learning, (Jakarta: Grasindo, 2004).

Mulianah, Sri. Pengembangan Instrumen Teknik Tesdan Non Tes (Cet.1: Prepare: CVKaffah
Learning Center, 2019 ).
Nasution. S, Didaktik Asas-Asas Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2000).

Nuy, "Penerapan Model Pembelajaran NHT Kepala Bernomor Struktur (Numbered Heads
Together) Sebagai Inovasi untuk Mengaktifkan Siswa Dalam Kegiatan Diskusi
Kelompok", dalam Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Yogyakarta, 2011.

Prastyawan, Perkembangan Psiko-Fisik Siswa, Volume 1, Nomor 1, (Al Hikmah, Maret 2011).
Puspasari, Titik “Perbandingan Hasil Belajar dan Konrol Emosi Siswa Melalui
Pendekatan Model Pembelajaran Problem Posing dengan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe NHT (Numbered Head Together) Siswa Kelas XI SMA Yapip Sungguminasa”,
Skripsi (Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2014), h.
xii.
Rusman, Model – Model Pembelajaran, (Depok : PT Rajagrafindo Persada, 2012).

47
Ruswandi, Psikologi Pembelajaran (Cet. I; Bandung: Cipta Pesona Sejahtera, 2013).

Siregar, Syofian. Statistika Deskrpitif untuk Penelitian, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012)

Susanto, Ahmad. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Cet. I; Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, 2013).

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Invatif-. Progresif, (Jakarta : Kencana Prenada Group,
2009).
Tukiran, Taniredja, Dkk, Model-model Pengembangan Inovatif, (Bandung: Alfabeta, 2011).
Zuriah, Nurul. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan; Teori-Aplikasi (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2006).

48
LAMPIRAN

49
Lampiran 1

DAFTAR HADIR PESERTA DIDIK SIKLUS I, DAN II

Sekolah : SMKN 1
Adiwerna
Mata Pelajaran : PAI & BP
Kelas / Semester : XI TITL 2 / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Tatap Muka (Tanggal)

19 November 2021
5 November 2021
27 Oktober 2021
No Nama NIS

1 Elsa v v v
2 Irma Khailani v v v
3 M. Agil Priantama v v v
4 Moh. Irfan Maulana v v v
5 Muh. Nur Khamdani Royyan v v v
6 Nur Avita v v v
7 Nur Rizqiana v v v
8 Riko Baitul Firdaus v v v
9 Tri Septiyani v v v
10 Yayi Setiya Andiyani v v v

Ket.
A = Alpa
B = Bolos
H = Hadir
S = Sakit
I = Izin

50
Lampiran 2

LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK


SIKLUS 1
Sekolah : SMKN 1
Adiwerna
Mata Pelajaran : PAI & BP
Kelas / Semester : XI TITL 2 / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Indikator Aktivitas Belajar Siswa


Jumlah
No Nama
1 2 3 4

1 Elsa 2 8 36 24 70

2 Irma Khailani 4 8 30 28 72

3 M. Agil Priantama 2 8 42 24 76

4 Moh. Irfan Maulana 2 10 39 24 75

5 Muh. Nur Khamdani Royyan 1 6 42 28 77

6 Nur Avita 3 10 36 28 77

7 Nur Rizqiana 2 8 42 24 76

8 Riko Baitul Firdaus 2 4 30 28 64

9 Tri Septiyani 4 4 42 20 70

10 Yayi Setiya Andiyani 1 6 45 28 80

Jumlah 23 72 384 256 737

Rata-rata 23% 72% 38,4% 25,6 73,7%

51
Lampiran 3

LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK


SIKLUS II
Sekolah : SMKN 1
Adiwerna
Mata Pelajaran : PAI & BP
Kelas / Semester : XI TITL 2 / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Indikator Aktivitas Belajar Siswa


Jumlah
No Nama
1 2 3 4

1 Elsa 2 8 45 28 83

2 Irma Khailani 4 8 36 28 78

3 M. Agil Priantama 2 10 42 24 78

4 Moh. Irfan Maulana 2 10 39 28 79

5 Muh. Nur Khamdani Royyan 1 6 42 32 81

6 Nur Avita 3 8 36 34 81

7 Nur Rizqiana 2 8 42 28 80

8 Riko Baitul Firdaus 2 6 36 36 80

9 Tri Septiyani 4 4 45 28 81

10 Yayi Setiya Andiyani 1 2 45 32 80

Jumlah 23 70 408 296 801

Rata-rata 23% 70% 40,8% 29,6% 80,1%

52
Lampiran 4

Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik


Kriteria dan Skor
No Aspek Pengamatan TB KB B SB
1 2 3 4
1 PENDAHULUAN
1. Peserta didik berdo’a sebelum memulai pelajaran
2. Peserta didik melakukan absensi ketika guru melakukan
pengecekan kehadiran
3. Peserta didik termotivasi ketika tadarus Al-Qur’an
4. Peserta didik terlibat aktif dan terampil dalam mengamati
materi pelajaran
2 PEMBELAJARAN
5. Peserta didik mendengarkan dan mengamati penjelasan dari
guru
6. Peserta didik bertanya terkait dengan pengamatan yang
dilakukannya
7. Peserta didik berdiskusi bersama kelompok
8. Peserta didik menilai bacaan Al-Qur’an teman satu
kelompok
9. Peserta didik komunikasi antara kelompok untuk berbagi
ide dan gagasan
10. Peserta didik bekerjasama dan memecahkan masalah
11. Peserta didik membuat laporan diskusi
12. Peserta didik mempresentasikan laporan diskusi
13. Secara bersama-sama peserta didik menirukan /melafalkan
kembali ayat yang sudah dibacakan oleh peserta didik lain
14. Peserta didik menerima pembenaran dari guru ketika salah
dalam melafalkan ayat
15. Peserta didik menerima penguatan tentang cara membaca
Q.S. al Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-
Taubah/9 : 105 secara baik dan fasih (sesuai dengan
tajwidnya)
3 PENUTUP
16. Peserta didik menerima umpan balik beupa hadiah dari
guru ketika siswa mendapatkan nilai diatas 70
17. Peserta didik bertanya ketika guru memberi kesempatan
bertanya tentang materi yang kurang jelas
18. Peserta didik termotivasi untuk menjawab pertanyaan guru
19. Peserta didik menyimpulkan pelajaran
20. Peserta didik menjawab pertanyaan guru mengenai
bagaimana pembelajaran pada hari ini ketika guru
melakukan refleksi
21. Peserta didik menerima tindak lanjut dari guru dengan
mendapatkan bimbingan khusus bagi siswa yang nilainya
dibawah 70, dan siswa yang nilainya diatas 70
mendapatkan tugas untuk terus berlatih membaca di
rumah agar bacaannya semakin lancar

53
22. Peserta didik menerima pesan dan kesan dari guru seperti:
selamat belajar di rumah, semoga ilmunya bermanfaat dan
belajar yang rajin agar menjadi siswa yang pintar dan
berprestasi.
23. Peserta didik berdo’a bersama
24. Peserta didik menjawab salam guru
Jml skor masing-masing kriteria
Jml skor keseluruhan
Rat-rata
Keterangan: TB : Tidak Baik; KB : Kurang Baik; B : Baik; SB : Sangat Baik

54
Lampiran 5

LEMBAR INSTRUMEN TES SIKLUS I

Sekolah : SMKN 1 Adiwerna


Mata Pelajaran : PAI & BP
Kelas / Semester : XI TITL 2 / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Indikator Hasil Belajar Siswa Jml


No Nama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Elsa 0 10 10 10 10 10 10 0 10 10 80

2 Irma Khailani 10 10 10 10 10 10 0 10
0 0 70
3 M. Agil Priantama 10 10 10 0 10 10 10 10
10 0 80
4 Moh. Irfan Maulana 10 10 10 10 10
0 10 0 0 10 70
5 Muh. Nur Khamdani
10 10 10 10 0 10 0 0 10 10 70
Royyan
6 Nur Avita 10 10 10 10 10 10 10 10
10 0 90
7 Nur Rizqiana 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100
8 Riko Baitul Firdaus 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100
9 Tri Septiyani 10 10 10 10 10 10 10 10 0 10 90
10 Yayi Setiya Andiyani 10 10 10 10 10 10
0 0 0 0 70
Jumlah 90 80 90 80 80 80 80 80 80 80 730

Rata-rata 73%

55
Lampiran 6

LEMBAR INSTRUMEN TES SIKLUS II

Sekolah : SMKN 1 Adiwerna


Mata Pelajaran : PAI & BP
Kelas / Semester : XI TITL 2 / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Indikator Hasil Belajar Siswa Jml


No Nama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Elsa 0 10 10 10 10 10 10 0 10 10 80

2 Irma Khailani 10 10 10 10 10 10 10 10
0 0 80
3 M. Agil Priantama 10 10 10 0 10 10 10 10
10 0 80
4 Moh. Irfan Maulana 10 10 10 10 10
0 10 0 10 10 80
5 Muh. Nur Khamdani
10 10 10 10 0 10 0 10 10 10 80
Royyan
6 Nur Avita 10 10 10 10 10 10 10 10
10 0 90
7 Nur Rizqiana 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100
8 Riko Baitul Firdaus 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100
9 Tri Septiyani 10 10 10 10 10 10 10 10 0 10 90
10 Yayi Setiya Andiyani 10 10 10 10 10 10
0 0 0 10 80
Jumlah 90 80 90 80 80 80 80 80 80 80 860

Rata-rata 86%

56
Lampiran 7

DOKUMENTASI PENELITIAN

PRAKTEK PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN

KEGIATAN INTI

57
KEGIATAN PENUTUP

58
Lampiran 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) SILUS 1

Satuan Pendidikan : SMK N 1 Adiwerna


Muatan Pelajaran : PAI-BP
Kelas / Semester : XI / 1 (Gasal)
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Materi : Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at Taubah/9 :
105 tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos
kerja
Alokasi waktu : 3 JP x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1 (sikap spiritual) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 (sikap sosial) : Menghayati dan mengamalkan perilaku a. jujur, b. disiplin, c.
santun, d. Peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), e. bertanggung jawab, f. responsif, dan g. pro-aktif,
Dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional.
KI-3 (pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang a. ilmu
pengetahuan, b. teknologi, c. seni, d. budaya, dan humaniora
Dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI-4 (keterampilan) : Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara: a. efektif, b. kreatif, c. produktif, d. kritis, e. mandiri,
f. kolaboratif, g. komunikatif, dan h. solutif, Dalam ranah
konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda
sesuai dengan kaidah keilmuan.

59
B. Kompetensi Dasar
Pertemuan Pertama
KD Sikap Spiritual
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’an dengan meyakini bahwa taat pada aturan, kompetisi
dalam kebaikan, dan etos kerja sebagaiperintah agama
KD Sikap Sosial
2.1 Bersikap taat aturan, tanggung jawab, kompetitif dalam kebaikan dan kerja keras
sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al Maidah/5: 48; Q.S. an-Nisa/4: 59;
dan Q.S. at-Taubah /9: 105 serta Hadis yang terkait
KD Pengetahuan
3.1 Menganalisis makna Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at-
Taubah/9 : 105, serta hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan
etos kerja
KD Keterampilan
4.1.1 Membaca Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at-Taubah/9 :
105 sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S.
at-Taubah/9 : 105 dengan fasih dan lancar
4.1.3 Menyajikan keterkaitan antara perintah berkompetisi dalam kebaikan dengan
kepatuhan terhadap ketentuan Allah sesuai dengan pesan Q.S. an-Nisa/4: 59,
Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at-Taubah/9 : 105

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Pertemuan Pertama
IPK Sikap Spiritual
1.1.1 Meyakini (A3) bahwa agama Islam mengajarkan taat pada aturan, kompetisi
dalam kebaikan, dan etos kerja sebagaiperintah agama
IPK Sikap Sosial
2.1.1 Menunjukkan (A5) sikap taat aturan, tanggung jawab, kompetitif dalam
kebaikan dan kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al
Maidah/5: 48; Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at-Taubah /9: 105 serta Hadis yang
terkait
2.1.2 Membuktikan (A6) taat aturan, tanggung jawab, kompetitif dalam kebaikan
dan kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al Maidah/5: 48;
Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at-Taubah /9: 105 serta Hadis yang terkait dalam
kehidupan sehari-hari
IPK Pengetahuan
3.1.1 Membaca (C1) Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan kaidah tajwid dan makharijul
khuruf
3.1.2 Menunjukkan (C1) contoh perilaku taat aturan sesuai implementasi dari

60
pemahaman Q.S. an-Nisa/4: 59
3.1.3 Menelaah (C4) arti Q.S. an-Nisa/4: 59
3.1.4 Menentukan (C3) hukum bacaan tajwid Q.S. an-Nisa/4: 59
3.1.5 Menganalisis (C4) isi kandungan Q.S. an-Nisa/4:59
IPK Keterampilan
4.1.1.1 Mendemonstrasikan (P2) bacaan Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48;
dan Q.S. at-Taubah/9 : 105 dengan fasih dan lancar sesuai dengan kaidah
tajwid dan makharijul huruf
4.1.2.1 Mendemonstrasikan (P2) hafalan Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S.al Maidah/5 : 48;
dan Q.S. at-Taubah/9 : 105 dengan fasih dan lancer sesuai dengan kaidah
tajwid dan makharijul huruf
4.1.3.1 Mensketsa (P4) hubungan antara taat kepada aturan, perintah berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah
sesuai dengan pesan Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at-
Taubah/9 : 105
4.1.3.2 Membentuk (P4) perilaku yang dilakukan sesuai dengan QS. An-Nisa/4: 59
QS. Al Maidah/5 : 48, dan Q.S At Taubah /9 : 105
4.1.3.3 Mempertajam (P4) hikmah yang terkandung dalam QS. An-Nisa/4: 59, QS. Al
Maidah/5 : 48 dan Q.S At Taubah /9 : 105

D. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Melalui kegiatan tadarus, peserta didik dapat membaca Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan
fasih dan lancar sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
2. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
Menunjukkan contoh perilaku taat aturan sesuai implementasi dari pemahaman
Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan rinci dan teliti
3. Melalui kegiatan membaca referensi dari berbagai sumber dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok, peserta didik dapat menelaah arti Q.S. an-Nisa/4: 59 tentang
taat pada aturan dengan lengkap dan jelas
4. Melalui kegiatan belajar di LK, peserta didik mampu menentukan hukum bacaan
tajwid Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan benar dan teliti.
5. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
menganalisis isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan lengkap dan jelas.

E. Materi Pembelajaran
Faktual :

61
1. Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-Taubah/9 : 105, serta Hadis tentang taat pada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja

2. Menangkap sebuah fakta perlunya keteraturan akibat dari sebuah kepatuhan atau
ketaatan pada aturan.
Konseptual :

1. Pengertian taat kepada aturan


2. Pengertian kompetisi dalam kebaikan
3. Pengertian etos kerja
4. Model-model cara membaca Q.S. an-Nisa/4: 59 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
5. Isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at Taubah/9 : 105
6. Hadist yang berkaitan dengan taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja
Prosedural:

1. Langkah-langkah mentadabburi Q.S. an-Nisa/4: 59, makna ayat, hadis serta konteks
turunnya ayat.

2. Mengkaji contoh perilaku taat kepada aturan sesuai dengan pesan Q.S. an-Nisa/4: 59,
serta hadis yang terkait.
Metakognitif:
Analisis fenomena yang terjadi di masyarakat tentang perilaku taat kepada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja, kaitannya dengan kualitas keimanan seseorang
dengan pengamalan makna kandungan pada Q.S. an-Nisa/4: 59 dan hadist yang terkait.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Cooperatif Learning : NHT (Number Head Together)
Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, Diskusi, Presentasi, penugasan

G. Langkah-langkah Pembelajaran
4C / Karakter Alokasi
No Kegiatan Pembelajaran
/ Literasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15’

62
1. a. Guru membuka proses pembelajaran dengan Pembinaan
memberi salam dan berdo’a, Karakter
b. Guru menyapa peserta didik untuk menciptakan
keakraban dan mengecek kebersihan dengan
bekerjasama bersama siswa di kelas,
c. Guru mengecek kesiapan kelas (absensi, tempat
duduk, dan perlengkapan lainnya),
d. Guru mengajak peserta didik untuk tadarus
antara 5- 10 menit (membaca/ hafalan al-Qur’an
/asmaul husna)
Membentuk kelompok : Kolaborasi
Guru membagi siswa dalam kelompok
beranggotakan 4-5 orang
Kepada setiap anggota kelompok diberi nomor
antara 1 sampai 5 dengan menggunakan kertas
berbentuk topi yang di pakai di kepala masing-
masing siswa.
Appersepsi : Literasi
Memberikan pertanyaan mengenai materi
yang telah di pelajari pada pertemuan yang
lalu
Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari dan diharapkan
dikaitkan dengan pengalaman peserta didik
dengan memberikan pertanyan :
Pernahkan kalian menaati aturan?
Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari
Menyampaikan KD, Indikator, tujuan Kemampuan
pembelajaran serta menjelaskan mekanisme berkomunikasi
pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti 110’

63
2. Dalam kegiatan inti, pendidik dan peserta didik
melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut.
Mengamati
Mandiri 10’
Siswa mengamati guru melafalkan bacaan
Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan suara jelas yang
diikuti siswa (dilakukan sebanyak 2-3 kali)
Siswa mengamati guru yang sedang
mendemonstrasikan menggunakan ppt materi
tentang taat kepada aturan
Menanya
Siswa diarahkan dan diberi kesempatan untuk Berpikir kritis,
10’
bertanya tentang cara membaca Q.S. an-Nisa/4: kreatif
59 dan materi ppt mengenai taat kepada aturan
Mengumpulkan data/eksplorasi
Siswa menggali informasi dengan mengerjakan
LKPD yang diberikan oleh guru antara lain :
Literasi
Siswa yang telah dibagi dalam beberapa 35’
Berpikir kritis,
kelompok pada awal pembelajaran, diminta kreatif

untuk membaca Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan


lancar dan fasih sesuai kaidah hukum tajwid
Siswa yang sama-sama satu kelompok
menyimak dan menilai bacaan temannya
serta mengoreksi bacaan yang salah secara
berpasang-pasangan
Selesai membaca Q.S. an-Nisa/4: 59,
dilanjutkan siswa untuk berdiskusi sesuai
dengan tema yang telah ditentukan di dalam
LKPD
Siswa ditugaskan untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, dan saling
bertukar informasi mengenai Q.S. an-Nisa/4:
59 serta hadis tentang taat pada aturan
Ketika diskusi kelompok sedang

64
berlangsung, siswa selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru
agar dapat bekerjasama, toleran, santun,
responsif dan bertanggung jawab untuk
melakukan tugas diskusi kelompok.
Mengasosiasi
Siswa menarik kesimpulan, membuat resume Berpikir kritis, 15’
kreatif
hasil diskusi, dan selanjutnya menyiapkan
bahan untuk dipresentasikan di depan kelas
tentang Q.S. an-Nisa/4: 59 serta hadis
tentang taat pada aturan
Mengkomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil bacaan dan
Komunikasi 20’
diskusi kelompoknya serta hasil dan
kesimpulannya dengan guru memanggil satu pembinaan
karakter
nomor tertentu secara acak sesuai dengan
nomor di kepala masing-masing siswa.
Guru menunjuk siswa secara acak untuk
membaca Q.S. an-Nisa/4: 59 didepan guru
dan teman sesuai no di kepala masing-
masing siswa.
Selesai membaca, siswa yang bersangkutan 10’
yang sesuai dengan nomor panggil guru
mengacungkan tangan danmempresentasikan
hasil diskusi kepada teman di depan kelas. 10’

Siswa yang lain memberikan tanggapan


terhadap hasil presentasi temannya
Guru memberikan konfirmasi dari setiap
jawaban yang disampaikan.

Kegiatan Penutup 15’


3. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari Kreatif 5’
proses pembelajaran.

65
Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan Pembinaan 5’
karakter
pembelajaran. Guru menanyakan pendapat peserta
didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan), apakah ada masukan untuk
perbaikan pembelajaran selanjutnya.
Guru memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya: 5’

Siswa menyimak penjelasan tentang topik materi


serta tugas yang diberikan guru PAI terkait dengan
pembelajaran selanjutnya yaitu mempelajari Q.S. at
Taubah/9 : 105 tentang etos kerja

Guru memberikan reward kepada siswa yang lancar


dalam membaca Al-Qur’an dan aktif dalam diskusi
kelompok

Mengajak semua siswa berdo’a untuk mengakhiri


pembelajaran

H. Penilaian Hasil Pembelajaran


1. Penilaian Sikap
a. Aspek yg diukur : Sikap Spiritual dan Sosial
b. Teknik penilaian : Observasi, Penilaian Diri, Penilaian antar teman
c. Instrumen/alat penilaian (instrumen dan pedoman penskoran)
2. Penilaian Pengetahuan
a. Aspek yg diukur : Aspek Kognitif

b. Teknik penilaian : Tes Soal Uraian Tertulis dan Pilihan Ganda


c. Instrumen/alat penilaian (instrumen, kunci jawaban dan pedoman penskoran)
3. Penilaian Keterampilan
a. Aspek yang diukur : Aspek Keterampilan
b. Teknik penilaian : Unjuk Kerja
c. Instrumen/alat penilaian (instrumen dan pedoman penilaian)

I. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

66
1. Media, Alat/bahan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Kartu penomoran, Power point Q.S. al
Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105, LCD Proyektor,
Laptop dan Soundsystem.
2. Sumber Belajar
Al-Qur’an dan terjemahnya, Departemen Agama RI, Materi power point
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMK Kelas XI, Kemendikbud,
Buku tajwid dan Multimedia interaktif
https://www.youtube.com/watch?v=rvXHPQp3cOU

J. Remedial dan Pengayaan


1. Peserta didik yang belum menguasai materi (belum mencapai ketuntasan belajar) akan
dijelaskan kembali oleh guru. Guru melakukan penilaian kembali dengan soal yang
sejenis atau memberikan tugas individu terkait dengan topik yang telah dibahas.
Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan, contoh: pada
saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah
jam pelajaran selesai).
2. Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang sudah menguasai materi sebelum
waktu yang telah ditentukan, diminta untuk soal-soal pengayaan berupa pertanyaan-
pertanyaan yang lebih fenomenal dan inovatif atau aktivitas lain yang relevan dengan
topik pembelajaran. Dalam kegiatan ini, guru dapat mencatat dan memberikan
tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.

Adiwerna, Oktober 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mapel PAI-BP

Drs. Parman, M.Pd Yekti Nur Hidayati, S.Pd.I


NIP.19640629 199003 1 002 NIP. –

67
Lampiran 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) SILUS II

Satuan Pendidikan : SMK N 1 Adiwerna


Muatan Pelajaran : PAI-BP
Kelas / Semester : XI / 1 (Gasal)
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Materi : Q.S. an-Nisa/4: 59, Q.S. al-Maidah/5 : 48; dan Q.S. at Taubah/9 :
105, serta hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan,
dan etos kerja
Alokasi waktu : 3 JP x 45 menit

K. Kompetensi Inti (KI)


KI-1 (sikap spiritual) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 (sikap sosial) : Menghayati dan mengamalkan perilaku a. jujur, b. disiplin, c.
santun, d. Peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), e.
bertanggung jawab, f. responsif, dan g. pro-aktif, Dalam
berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan
internasional.
KI-3 (pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang a. ilmu pengetahuan, b. teknologi, c. seni, d.
budaya, dan humaniora Dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
KI-4 (keterampilan) : Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara: a. efektif, b. kreatif, c. produktif, d. kritis, e. mandiri, f.
kolaboratif, g. komunikatif, dan h. solutif, Dalam ranah konkret
dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan
kaidah keilmuan.

L. Kompetensi Dasar
Pertemuan Kedua
3.1 Menganalisis makna Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-

68
Taubah/9 : 105, serta Hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan,
dan etos kerja

M.Indikator Pencapaian Kompetensi


Pertemuan Kedua
3.1.6 Mendemonstrasikan (C3) bacaan Q.S. at Taubah/9 : 105 dengan kaidah tajwid
dan makharijul khuruf
3.1.7 Menerapkan (C3) perilaku etos kerja sesuai implementasi dari pemahaman
Q.S. at Taubah/9 : 105
3.1.8 Menelaah (C4) arti Q.S. at Taubah/9 : 105
3.1.9 Mengkategorikan (C6) hukum bacaan tajwid Q.S. at Taubah/9 : 105
3.1.10 Menyimpulkan (C5) isi kandungan Q.S. at Taubah/9 : 105

N. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Kedua
6. Melalui kegiatan tadarus, peserta didik dapat mendemonstrasikan bacaan Q.S At
Taubah /9 : 105 dengan fasih dan lancar sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul
huruf
7. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
Menerapkan perilaku etos kerja sesuai implementasi dari Q.S At Taubah /9 : 105
serta hadis yang terkait dengan rinci dan teliti
8. Melalui kegiatan membaca referensi dari berbagai sumber dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok, peserta didik dapat menelaah arti Q.S At Taubah /9 : 105
tentang etos kerja dengan lengkap dan jelas
9. Melalui kegiatan belajar di LK, peserta didik mampu mengkategorikan hukum
bacaan tajwid Q.S At Taubah /9 : 105 sesuai kaidah tajwĩd dan makhrajul huruf
dengan teliti.
10. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
menyimpulkan isi kandungan Q.S At Taubah /9 : 105 dengan lengkap dan jelas.

O. Materi Pembelajaran
Faktual :

3. Q.S. at-Taubah/9 : 105, serta Hadis tentang etos kerja

4. Menyajikan sebuah fakta dalam bentuk gambar, cerita lisan, atau tulisan tentang
urgensinya etos kerja dalam kehidupan.

69
Pentingnya Etos Kerta

Konseptual :

7. Q.S At Taubah /9 : 105 tentang etos kerja dan hadis terkait

70
8. Model bacaan Q.S At Taubah /9 : 105 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.

9. Makna Q.S At Taubah /9 : 105

10. Hadist yang berkaitan dengan etos kerja

71
Prosedural:

1. Mendemonstrasikan bacaan, menganalisis makna, mentadabburi Q.S At Taubah /9 :


105, mengaitkan dengan hadis yang sesuai, membandingkan dengan sumber dan
pemahaman lain.

2. Mengkaji contoh perilaku etos kerja sesuai dengan pesan Q.S At Taubah /9 : 105
serta hadis yang terkait.
Metakognitif :
Mengamati dan meneliti fenomena perilaku etos kerja kaitannya dengan kualitas
keimanan seseorang dengan pengamalan makna kandungan pada Q.S At Taubah /9 : 105
dan hadist yang terkait.

P. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Cooperatif Learning : NHT (Number Head Together)
Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, Diskusi, Presentasi, penugasan

Q. Langkah-langkah Pembelajaran
4C / Karakter Alokasi
No Kegiatan Pembelajaran
/ Literasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15’
1. e. Guru membuka proses pembelajaran dengan Pembinaan
memberi salam dan berdo’a, Karakter
f. Guru menyapa peserta didik untuk menciptakan
keakraban dan mengecek kebersihan dengan
bekerjasama bersama siswa di kelas,
g. Guru mengecek kesiapan kelas (absensi, tempat
duduk, dan perlengkapan lainnya),
h. Guru mengajak peserta didik untuk tadarus
antara 5- 10 menit (membaca/ hafalan al-Qur’an
/asmaul husna)
Appersepsi : Literasi
Guru mengajak peserta didik untuk
mengaitkan materi / tema / kegiatan

72
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya .
Mengingatkan kembali materi prasyarat
dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Guru memberikan stimulus kepada peserta
didik untuk mengamati sebuah video dari
youtube.
Guru membuat refleksi terhadap aktifitas
siswa selanjutnya memotivasi peserta didik
pentingnya literasi dalam setiap jenjang
pembelajaran.
Motivasi
Memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran perilaku etos kerja
dalam kehidupan sehari-hari.
Guru bertanya kepada peserta didik tentang
materi yang akan dipelajari.
Pemberian Acuan Kemampuan
Memberitahukan materi pelajaran dan tujuan berkomunikasi
pembelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu.
Memberitahukan tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
Membentuk kelompok : Kolaborasi
Guru membagi siswa dalam kelompok
beranggotakan 4-5 orang
Setiap siswa dalam setiap kelompok
mendapatkan nomor

73
Kepada setiap anggota kelompok diberi
nomor antara 1 sampai 5 dengan
menggunakan kertas berbentuk topi yang di
pakai di kepala masing-masing siswa.
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran model Numbers Heads
Together.
Kegiatan Inti 110’
2. Dalam kegiatan inti, pendidik dan peserta didik
melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut.
Mengamati
Mandiri 10’
Siswa mengamati guru melafalkan bacaan
Q.S At Taubah /9 : 105 dengan suara jelas
yang diikuti siswa (dilakukan sebanyak 2-3
kali)
Siswa mengamati penjelasan guru yang
sedang mendemonstrasikan menggunakan
ppt materi etos kerja
Menanya Berpikir kritis,
10’
Siswa diarahkan dan diberi kesempatan untuk kreatif
bertanya tentang Q.S At Taubah /9 : 105 dan
materi ppt mengenai etos kerja
Mengumpulkan data/eksplorasi
Literasi 35’
Siswa menggali informasi dengan mengerjakan Berpikir kritis,
kreatif
LKPD yang diberikan oleh guru antara lain :
Siswa yang telah dibagi dalam beberapa
kelompok pada awal pembelajaran, diminta
untuk membaca Q.S At Taubah /9 : 105
dengan lancar dan fasih sesuai kaidah hukum
tajwid
Siswa yang sama-sama satu kelompok
diminta untuk menyimak dan menilai bacaan

74
temannya serta mengoreksi bacaan yang
salah
Selesai membaca Q.S At Taubah /9 : 105,
dilanjutkan siswa untuk berdiskusi sesuai
dengan tema yang telah ditentukan di dalam
LKPD
Siswa ditugaskan untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, dan saling
bertukar informasi mengenai Q.S At Taubah
/9 : 105 serta Hadis tentang etos kerja
Ketika diskusi kelompok sedang
berlangsung, siswa selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru
agar dapat bekerjasama, toleran, santun,
responsif dan bertanggung jawab untuk
melakukan tugas diskusi kelompok.
Guru melakukan penilaian proses kegiatan
belajar mengajar dengan mengamati aktivitas
siswa.
Mengasosiasi 15’
Siswa menarik kesimpulan, membuat resume Berpikir kritis,
kreatif
hasil diskusi, dan selanjutnya menyiapkan
bahan untuk dipresentasikan di depan kelas
tentang Q.S At Taubah /9 : 105 serta hadis
tentang taat pada aturan
Mengkomunikasikan
Siswa mempresentasikan hasil diskusi 20’
Komunikasi
kelompoknya dan hasil kesimpulannya dan
pembinaan
dengan guru memanggil satu nomor tertentu karakter
secara acak sesuai dengan nomor di kepala
masing-masing siswa.
Siswa yang bersangkutan yang sesuai dengan
nomor panggil guru mengacungkan tangan

75
dan mempresentasikan hasil diskusi kepada
10’
teman di depan kelas.
Siswa yang lain memberikan tanggapan
terhadap hasil presentasi temannya
10’
Guru memberikan konfirmasi dari setiap
jawaban yang disampaikan.

Kegiatan Penutup 15’


3. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari Kreatif 5’
proses pembelajaran.
Guru memberikan apresiasi dan reward kepada
peserta didik yang aktif sepanjang materi
pembelajaran hari ini
Refleksi Kegiatan Pembelajaran Pembinaan 5’
Peserta didik secara bebas diminta karakter
menanggapai pelaksanaan kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan. Serta
memberikan saran dan masukan.
Peserta di diminta untuk mengambil manfaat
dalam kegiatan kali ini, baik hasil belajar
maupun proses belajar.
Evaluasi
Mengevaluasi proses pembelajaran yang
telah berlangsung dengan cara melakukan
pengamatan terhadap hasil kerja dan perilaku
peserta didik.
Melakukan penilaian dengan menggunakan
format yang telah ditentukan (LKPD).
Tindak Lanjut
Guru memberikan tugas belajar kepada
semua siswa untuk menyiapkan Penilaian
Akhir Semester.
Mengajak semua siswa berdo’a untuk
mengakhiri pembelajaran

76
R. Penilaian Hasil Pembelajaran
4. Penilaian Sikap
a. Aspek yg diukur : Sikap Spiritual dan Sosial
b. Teknik penilaian : Observasi, Penilaian Diri, Penilaian antar teman
c. Instrumen/alat penilaian (instrumen dan pedoman penskoran)
5. Penilaian Pengetahuan
d. Aspek yg diukur : Aspek Kognitif
e. Teknik penilaian : Tes Soal Uraian Tertulis
f. Instrumen/alat penilaian (instrumen, kunci jawaban dan pedoman penskoran)
6. Penilaian Keterampilan
d. Aspek yang diukur : Aspek Keterampilan
e. Teknik penilaian : Unjuk Kerja
f. Instrumen/alat penilaian (instrumen dan pedoman penilaian)

S. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media
1) Slide Power point Q.S. at Taubah /9: 105
2) Media audio visual (Video materi pembelajaran)
3) Lembar penilaian
4) Al-Qur’an

2. Alat/bahan
1) LCD Proyektor, mini speaker
2) Laptop dan Sound system.
3) Kartu penomoran
4) Penggaris, spidol, penghapus
5) Kertas karton
6) White board
3. Sumber Belajar
1) Al-Qur’an dan terjemahnya, Departemen Agama RI
2) Buku PAIBP SMK Kelas XI Kemendikbud Revisi 2017
3) Buku tajwid dan Multimedia interaktif

77
4) Kitab Tafsir (al-Maraghi, Jalalain, Ibnu Katsir, dll).
5) e-dukasi.net
6) Media Online
7) Kitab asbabunnuzul dan asbabul wurud
8) Lingkungan setempat
9) https://www.youtube.com/watch?v=jCDj_VsyU2o

T. Remedial dan Pengayaan


3. Peserta didik yang belum menguasai materi (belum mencapai ketuntasan belajar) akan
dijelaskan kembali oleh guru. Guru melakukan penilaian kembali dengan soal yang
sejenis atau memberikan tugas individu terkait dengan topik yang telah dibahas.
Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan, contoh: pada
saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah
jam pelajaran selesai).
4. Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang sudah menguasai materi sebelum
waktu yang telah ditentukan, diminta untuk soal-soal pengayaan berupa pertanyaan-
pertanyaan yang lebih fenomenal dan inovatif atau aktivitas lain yang relevan dengan
topik pembelajaran. Dalam kegiatan ini, guru dapat mencatat dan memberikan
tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.

Adiwerna, Oktober 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mapel PAI-BP

Drs. Parman, M.Pd Yekti Nur Hidayati, S.Pd.I


NIP.19640629 199003 1 002 NIP. –

78
Lampiran 10

Materi Pembelajaran

TAAT KEPADA ATURAN

Q.S. AN NISA (4) : 59

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad),
dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika
kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisā/4: 59)

Asbabu al-Nuzul atau sebab turunnya ayat ini menurut Ibn Abbas adalah berkenaan
dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika Rasulullah saw. mengangkatnya
menjadi pemimpin dalam sariyyah (perang yang tidak diikuti oleh Rasulullah saw.). As-
Sady

79
berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika
keduanya diangkat oleh Rasulullah saw. sebagai pemimpin dalam sariyah.
Q.S. an-Nisā/4: 59 memerintahkan kepada kita untuk menaati perintah Allah Swt.,
perintah Rasulullah saw., dan ulil amri. Tentang pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa
pendapat.
Kita memang diperintah oleh Allah Swt. untuk taat kepada ulil amri (apa pun pendapat
yang kita pilih tentang makna ulil amri). Namun, perlu diperhatikan bahwa perintah taat kepada
ulil amri tidak digandengkan dengan kata “taat”; sebagaimana kata “taat” yang digandengkan
dengan Allah Swt. dan rasul-Nya.
Quraish Shihab, Mufassir Indonesia, memberi ulasan yang menarik: “Tidak disebutkannya
kata “taat” pada ulil amri untuk memberi isyarat bahwa ketaatan kepada mereka tidak berdiri
sendiri, tetapi berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya.
Artinya, apabila perintah itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Allah dan rasul-Nya,
tidak dibenarkan untuk taat kepada mereka.
Lebih lanjut Rasulullah saw. menegaskan dalam hadis berikut ini : Artinya: “Dari Abi
Abdurahman, dari Ali sesungguhnya Rasulullah bersabda… Tidak boleh taat terhadap perintah
bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf.” (H.R.
Muslim)
Umat Islam wajib menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya dan diperintahkan pula
untuk mengikuti atau menaati pemimpinnya. Tentu saja, apabila pemimpinnya memerintahkan
kepada hal-hal yang baik. Apabila pemimpin tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib
hukumnya untuk menolak

KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

Hidup adalah kompetisi. Bukan hanya untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga kompetisi
untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Namun sayang, banyak orang terjebak pada kompetisi
semu yang hanya memperturutkan syahwat hawa nafsu duniawi dan jauh dari suasana robbani.
Kompetisi harta-kekayaan, kompetisi usahapekerjaan, kompetisi jabatan, kedudukan dan
kompetisi lainnya, yang semuanya bak fatamorgana. Indah menggoda, tetapi sesungguhnya tiada.
Itulah kompetisi yang menipu. Bahkan, hal yang sangat memilukan ialah tak jarang dalam
kompetisi selalu diiringi “suuẓan” buruk sangka, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada
Allah Swt. Lebih merugi lagi jika rasa iri dan riya ikut bermain dalam kompetisi tersebut.
Lalu, bagaimanakah selayaknya kompetisi bagi orang-orang yang beriman? Allah Swt.
telah memberikan pengarahan bahkan penekanan kepada orang-orang beriman untuk
berkompetisi dalam kebaikan sebagaimana firman-Nya:

Dalil Kompetisi :

80
Artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan
membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan
menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan
janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah
datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang
terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah
hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka
berlombalombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu
diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-
Māidah/5: 48)

Pada Q.S. al-Māidah/5:48 Allah Swt. menjelaskan bahwa setiap kaum diberikan aturan
atau syariat. Syariat setiap kaum berbeda-beda sesuai dengan waktu dan keadaan hidupnya.
Meskipun mereka berbeda-beda, yang terpenting adalah semuanya beribadah dalam
rangka mencari riḍa Allah Swt., atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Allah Swt. mengutus para nabi dan menurunkan syariat kepadanya untuk memberi
petunjuk kepada manusia agar berjalan pada rel yang benar dan lurus. Sayangnya, sebagian dari
ajaran- ajaran mereka disembunyikan atau diselewengkan. Sebagai ganti ajaran para nabi,
manusia membuat ajaran sendiri yang bersifat khurafat dan takhayul.
Ayat ini membicarakan bahwa al-Qur’ān memiliki kedudukan yang sangat tinggi; al-
Qur’ān sebagai pembenar kitab-kitab sebelumnya; juga sebagai penjaga kitab-kitab tersebut.
Dengan menekankan terhadap dasar-dasar ajaran para nabi terdahulu, al-Qur’ān juga sepenuhnya
memelihara keaslian ajaran itu dan menyempurnakannya.

81
Akhir ayat ini juga mengatakan, perbedaan syariat tersebut seperti layaknya perbedaan
manusia dalam penciptaannya, bersuku-suku, berbangsa-bangsa.
Semua perbedaan itu adalah rahmat dan untuk ajang saling mengenal. Ayat ini juga
mendorong pengembangan berbagai macam kemampuan yang dimiliki oleh manusia, bukan malah
menjadi ajang perdebatan. Semua orang dengan potensi dan kadar kemampuan masing-masing,
harus berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan. Allah Swt. senantiasa melihat dan
memantau perbuatan manusia dan bagi-Nya tidak ada sesuatu yang tersembunyi.
Mengapa kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan? Paling tidak ada
beberapa alasan, antara lain sebagai berikut. Pertama, bahwa melakukan kebaikan tidak bisa
ditunda- tunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas, begitu
juga kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Kematian bisa datang secara
tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Oleh karena itu, begitu ada kesempatan untuk berbuat baik,
jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan.
Kedua, bahwa untuk berbuat baik hendaknya saling memotivasi dan saling tolong-
menolang, di sinilah perlunya kolaborasi atau kerja sama. Lingkungan yang baik adalah
lingkungan yang membuat kita terdorong untuk berbuat baik. Tidak sedikit seorang yang tadinya
baik menjadi rusak karena lingkungan. Lingkungan yang saling mendukung kebaikan akan tercipta
kebiasaan berbuat baik secara istiqamah (konsisten).
Langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang baik adalah dengan memulai dari diri
sendiri, dari yang terkecil, dan dari sekarang. Mengapa? Sebab inilah jalan terbaik dan praktis untuk
memperbaiki sebuah bangsa. Kita harus memulai dari diri sendiri dan keluarga.
Sebuah bangsa, apa pun hebatnya secara teknologi, tidak akan pernah bisa tegak dengan
kokohjika pribadi dan keluarga yang ada di dalamnya sangat rapuh.

ETOS KERJA

QS. AT TAUBAH : 105

Artinya: “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu
juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang
maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah
kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)

Q.S. at-Taubah/9: 105 menjelaskan, bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk
semangat dalam melakukan amal saleh sebanyak-banyaknya. Allah Swt. akan melihat dan menilai
amal-amal tersebut. Pada akhirnya, seluruh manusia akan dikembalikan kepada Allah Swt. dengan
membawa amal perbuatannya masing-masing. Mereka yang berbuat baik akan diberi pahala atas
82
perbuatannya itu. Mereka yang berbuat jahat akan diberi siksaan atas perbuatan yang telah mereka
lakukan selama hidup di dunia.
Disisi lain, Rasulullah saw sangat menekankan kepada seluruh umatnya, agar tidak menjadi
orang yang pemalas dan orang yang suka meminta-minta. Pekerjaan apapun, walau tampak hina
dimata banyak orang, jauh lebih baik dan mulia daripada harta yang ia peroleh dengan meminta-
minta.
Allah akan mencukupi seseorang yang menuntut atau bertekad menjadikan dirinya
berkecukupan tidak mau meminta belas kasihan orang lain. Ungkapan ini dapat dipahami bahwa
sangatlah bijak dan dianjurkan bagi orang kaya atau yang berkecukupan agar memberi kepada yang
miskin dengan pemberian yang dapat menjadi modal usahanya untuk dia dapat menjadi orang yang
mempunyai usaha sehingga pada saatnya nanti ia tidak lagi menjadi orang yang meminta-minta
(mengharap belas kasihanorang).
Perbuatan suka memberi atau enggan meminta-minta dalam memenuhi kebutuhan
hidup, sangatlah dipuji oleh agama. Manusia sebagai umat Nabi Muhammada Saw agar mencari
nafkah memenuhi kebutuhan hidup haruslah berusaha dengan bekerja dalam lapangan kehidupan
yang ia mampu kerjakan, baik itu berupa bertani, berdagang, bertukang, menjadi pelayan dan
sebagainya. Jangan sekali-kali mencari nafkah dari hasil meminta-minta sebagai pengemis jalanan.
Jadi usaha terbaik dalam memenuhi kebutuhan hidup adalah usaha yang dilakukan dengan tangan
sendiri.
Agama Islam menyuruh umatnya bekerja untuk mendapatkan rezeki. Islam sangat menilai
jelek dan rendah martabat perilaku menjadi pengemis, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bekerja
mencari kayu bakar kemudian dijual adalah lebih baik daripada mengemis. Hal ini dinyatakan
Nabi dalam salah satu sabdanya, hadis dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah bersabda :
“sesungguhnya bahwa seseorang di antara kamu yang bekerja mencari kayu bakar,
diikatkan di punggungnya kayu itu (guna memikulnya) adalah lebih baik daripada dia meminta-
minta yang kemungkinan diberi atau tidak diberi.” (Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari
dalam Kitab al- Buyu’).

83
LAMPIRAN 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


(LKPD)
Nama peserta didik : ..........................................................
Kelas/Semester : XI / Gasal
Tema : Q.S. an-Nisa/4: 59 serta hadis tentang taat pada aturan
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
A KOMPETENSI DASAR
3.1 Menganalisis makna Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-
Taubah/9: 105,serta Hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan
etos kerja
B TUJUAN
1. Melalui kegiatan tadarus, peserta didik dapat membaca Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan
fasih dan lancar sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
2. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
Menunjukkan contoh perilaku taat aturan sesuai implementasi dari pemahaman
Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan rinci dan teliti.
3. Melalui kegiatan membaca referensi dari berbagai sumber dan berdiskusi dengan
teman satu kelompok, peserta didik dapat menelaah arti Q.S. an-Nisa/4: 59 tentang
taat pada aturan dengan lengkap dan jelas
4. Melalui kegiatan belajar di LK, peserta didik mampu menentukan hukum bacaan
tajwid Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan benar dan teliti.
5. Melalui serangkaian kegiatan aktivitas pembelajaran peserta didik dapat
menganalisis isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 59 dengan jelas.
C INSTRUKSI UMUM
1. Bacalah seluruh lembaran ini dengan teliti
2. Siapkan Mushaf Al Qur’an sebelum dimulai
3. Bila ada keraguan atau sebelum mengerti dalam melaksanakan tanyakan kepada guru
4. Gunakan perangkat elektronik (Qur’an digital) hanya jika diperlukan
D KESELAMATAN KERJA
1. Hati-hati saat bekerja menggunakan perangkat elektronik (Qur’an digital)
2. Bekerjalah sesuai job sheet yang telah ditentukan
3. Curahkan pikiran pada pekerjaan
4. Jangan bercanda pada saat mengerjakan dan kerjakanlah dengan tekun dan teliti
E LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

1. Bukalah mushaf Al Qur’an dan beri tanda pada ayat yang ditentukan (QS an- Nisa (4):
59)
2. Bacalah ayat tersebut dengan meminta bantuan teman untuk memperhatikan bacaan
3. Mintalah koreksi kepada teman jika ada bacaan yang salah
4. Setelah siswa selesai membaca ayat Al-Qur’an, Siswa yang telah dibagi dalam
beberapa kelompok diberikan tugas untuk berdiskusi sesuai dengan tema yang telah
ditentukan meliputi :
Kelompok 1,
Contoh perilaku taat aturan sesuai implementasi dari pemahaman Q.S. an-Nisa/4: 59
Kelompok 2,
Arti Q.S. an-Nisa/4: 59 tentang taat pada aturan
Kelompok 3,
Mengidentifikasi bacaan tajwid Q.S. an-Nisa/4: 59
Kelompok 4,
Isi kandungan Q.S. an- Nisa/4: 59 tentang taat pada aturan
5. Presentasikan kesimpulan kelompok dengan guru memanggil satu nomor tertentu
secara acak. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan hasil
kesimpulannya dengan guru memanggil satu nomor tertentu secara acak sesuai dengan
nomor di kepala masing-masing siswa.
6. Siswa yang bersangkutan yang sesuai dengan nomor panggil guru mengacungkan
tangan dan mempresentasikan hasil diskusi kepada teman di depan kelas.
LAMPIRAN 12
Instrumen Penilaian
1. Penilaian Sikap
Penilaian Kompetensi Spiritual dan Sosial (Observasi) tentang mengamati ketaatan dalam etos
kerja kepada siswa
Penilaian sikap spiritual:
Berilah nilai sikap religius siswa pada kolom yang sesuai dengan sikap peserta didik melalui
observasi!
Aspek Pengamatan
Berdo’a Cara
Mengucapkan Posisi
Nama sebelum dan memegang/ Jumlah
No Salam Nilai Ket
Siswa sesudah memerlakuk duduk Skor
pelajaran an kitab suci saat
saat membaca
membaca al-qur’an
al-qur’an

1. Mengucapkan Salam
1) Mengucapkan salam sebelum dan sesudah Kegiatan (skor 30)
2) Mengucapkan salam hanya sebelum atau sesudah kegiatan ( Skor 20)
3) Tidak mengucapkan salam (skor 10)
2. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
1) Membaca Asmaulhusna dan kafaratul majlis (skor 30 )
2) Hanya Membaca Asmaul husna atau kafaratul majlis (Skor 20)
3) Tidak Membaca Asmaulhusna dan kafaratul majlis (skor 10)
3. Cara memegang/memerlakukan kitab suci saat membaca Al-Qur’an
1) Baik (skor 30)
2) Kurang baik (skor 20)
3) Tidak baik (skor 10)
4. Posisi duduk saat membaca al-qur’an
1) Baik (skor 30)
2) Kurang baik (skor 20)
3) Tidak baik (skor 10)
Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik× 100
skor maksimal

Penilaian Sikap Sosial


Aspek Pengamatan
Nama Jumlah
No Nilai Ket
Siswa Disiplin Jujur Toleransi Aktif berperan Skor
serta dalam KBM

Keterangan :
1. Disiplin
a. Datang tepat Waktu (skor 30 )
b. Mematuhi aturan yang disepakati (skor 20 )
c. Datang Terlambat (skor 10 )
2. Jujur
a. Tidak berbohong (skor 30)
b. Tidak menyontek pekerjaan teman (20)
c. Berani mengakui kesalahan (10)
3. Toleransi
a. Tidak Memaksakan sesuatu (skor 30 )
b. Memaksakan sesuatu 1-2 kali (skor 20 )
c. sering memakasakan sesuatu (skor 10 )
4. Aktif berperan serta dalam KBM

a. Aktif dalam KBM (skor 30)


b. Tidak terlalu aktif dalam KBM (skor 20)
c. Tidak aktif dalam KBM (skor 10)

Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik× 100


skor maksimal
Instrumen Penilaian Sikap
Nama Siswa : ..........................................
Kelas / Semester : XII /Gasal
Teknik Penilaian : Penilaian diri
Penilai : Diri sendiri
Berilah tanda “centang” (√) yang sesuai dengan kebiasaan kamu terhadap pernyataan-
pernyataan yang tersedia!

Jawaban

No
Pernyataan Alasan
SS Rr TS

Setelah mempelajari materi ini, tumbuh kesadaran diri


1. agar semakin yakin adanya kebenaran Al-Qur’an
Setelah mempelajari materi ini, mendidik diri
2.
saya untuk istiqomah menjalankan syariat Islam.
Setelah mempelajari materi ini, membuat diri daya
berperan aktif mengajak pihak lain mengamalkan
3.
ajaran agama masing-masing
dengan konsisten
Setelah mempelajari materi ini, mendorong dirisaya
4. menghargai pilihan masing-masing orang
dalam menjalankan ajaran agamanya.
Meyakini bahwa Allah SWT. mencintai manusia yang
5. memiliki perilaku taat kepada aturan

Keterangan
Setuju : Skor 3
Ragu-Ragu : Skor 2 Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik× 100
skor maksimal
Tidak Setuju : Skor 1
Penilaian Antar teman
Instrumen penilaian (lembar pengamatan) antar teman (peer assessment) menggunakan daftar cek
(checklist) pada waktu bekerja kelompok.
Petunjuk
1. Amatilah perilaku temanmu selama mengikuti kegiatan kelompok!
2. Isilah kolom yang tersedia dengan tanda cek (√) jika temanmu menunjukkan perilaku
yang sesuai dengan pernyataan untuk indikator yang kamu amati atau tanda strip (-) jika
temanmu tidak menunjukkan perilaku tersebut!
3. Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru!

Nama teman yang dinilai : .......................


Nama penilai : .......................
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Yang Diamati
Pernyataan/Indikator yang diamati
No. Ya Tidak Score

1. 1. Teman saya dapat membaca dengan fasih dan


lancar sesuai hukum tajwid dan makharijul
huruf dengan baik

2. 2. Teman saya dapat menyebut contoh


keterkaitan antara perintah taat pada aturan
dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah
sesuai dengan pesan Q.S. al- Maidah/5 : 48;
Q.S. an-Nisa/4:59, dan Q.S. at Taubah/9 : 105
dengan teliti

3. 3. Teman saya dapat menjelaskan isi kandungan


Q.S. an Nisa/4: 59 dengan baik dan benar

4. 4. Teman saya dapat menelaah arti Q.S. an-


Nisa/4: 59 dengan benar

5. 5. Teman saya dapat menyebutkan hukum


bacaan tajwid Q.S. an-Nisa/4: 59 dengn benar
Keterangan score:
Ya =1
Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik × 100
Tidak =2
skor maksimal

2. Penilaian Pengetahuan
Instrumen Tes Soal Uraian Tertulis
KISI-KISI SOAL
Nama Sekolah : SMK N 1 Adiwerna Teknik Penilaian : Tes tertulis
Mata Pelajaran : PAI dan Budi Pekerti Alokasi Waktu : 45 menit
Bentuk Instrumen : Uraian Jumlah Soal : 5

Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Nomor Bentuk Level


Soal Soal
3.1Menganalisis Q.S. al-Maidah/5 1. Siswa dapat 1 Uraian C6
makna Q.S. al- : 48; Q.S.an- mengkategorikan
Maidah/5 :48; Nisa/4: 59, dan bacaan Mad Jaiz
Q.S. an- Q.S. at-Taubah/9 : munfasil, mad badal,
Nisa/4:59 dan 105, serta Hadis tafkhim, alif lam
Q.S. at- tentang taat pada qomariyah, ikhfa
Taubah/9:105, aturan, kompetisi pada penggalan Qs.
serta Hadis dalam kebaikan, An-nisa ayat 59
tentang taat dan etos kerja 2. Siswa dapat
2 Uraian C5
pada aturan, menyimpulkan
kompetisi makna/isi kandungan
dalam Qs. Al- Maidah ayat
kebaikan, dan 48
etos kerja 3. Siswa dapat
menelaah arti Qs. Al- 3 Uraian C4
Maidah ayat 48
4. Siswa dapat
menafsirkan asbabun 4 Uraian C5
nuzul Q.S. an-Nisa/4:
59
5. Siswa dapat
menafsirkan asbabun 5 Uraian C5
nuzul dari Q.S. at-
Taubah/9 : 10
6. Siswa dapat 6 Uraian C6
menampilkan contoh
hikmah etos kerja
dalam kehidupan
bermasyarakat
7. Siswa dapat
7 Uraian C4
memberikan alasan
kenapa kita
berlomba- lomba
dalam kebaikan
8. Siswa dapat
menampilkan contoh 8 Uraian C6
penerapan perilaku
sesuai Q.S. al-
Māidah/5: 48 tentang
Kompetisi dalam
Kebaikan
9. Siswa dapat 9 Uraian C6
menampilkan
penerapan Perilaku
Taat pada Aturan Uraian
10
10. Siswa dapat C4
memberikan
pendapat tentang taat
kepada pemimpin

Instrumen soal

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan cara menyilang pada salah satu pilihan
jawaban a, b, c, atau d pada lembar jawaban yang sudah di sediakan!

1. Hukum tajwid dalam penggalan Qs. An-nisa ayat 59 dibawah ini adalah :

a. Mad jaiz munfasil, mad badal, tafkhim, alif lam Qomariyah, ikhfa

b. Mad jaiz munfasil, mad layyin, tarqiq, alif lam qomariyah, ikhfa

c. Mad jaiz munfasil, mad layyin, tafkhim, alif lam syamsiyah, ikhfa

d. Mad jaiz munfasil, mad layyin, tafkhim, alif lam syamsiyah, iqlab
2. Sebutkan isi kandungan atau makna dari Qs. Al-Maidah ayat 48!

a. Semua manusia harus taat kepada peraturan yang berlaku baik peraturan dari Allah Swt
maupun peraturan dari Rasulullah Saw

b. Semua manusia dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia harus dipergunakan
untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan

c. Bekerja dengan bersunggung-sungguh merupakan salah satu ibadah kita terhadap Allah
Swt

d. Aturan yang dibuat Allah Swt adalah benar dan aturan yang dibuat ulil amri belum tentu
benar

3. Penggalan kalimat dalam QS. Al-Maidah ayat 48 yang bergaris bawah mempunyai arti?

a. 1) Dengan kebenaran, 2) putuskanlah perkara mereka

b. 1) Dan telah kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, 2) Dan janganlah kamu menuruti hawa
nafsu mereka

c. 1) Dan telah kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, 2) putuskanlah perkara mereka

d. 1) Dengan kebenaran, 2) Dan janganlah kamu menuruti hawa nafsu mereka

4. Jelaskan asbabun nuzul Q.S. an-Nisa/4: 59,!

a. Menurut Ibnu Abbas berkenaan dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika
Rasulullah saw mengangkatnya sebagai pemimpin dalam sariyyah. As Sady berpendapat
bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika
keduanya diangkat oleh Rasulullah saw sebagai pemimpin dalam sariyah.

b. Mujahid mengatakan bahwa hal ini merupakan ancaman dari Allah terhadap orang- orang
yang menentang perintah-perintah-Nya, bahwa amal perbuatan mereka kelak akan
ditampilkan di hadapan Allah Swt. dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin. Hal ini
pasti akan terjadi kelak di hari kiamat, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt.

c. Bahwa mereka berusaha keras untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai
cara, diantaranya: Ditawarkan sebagai orang yang paling kaya di kota Mekkah, kemudian mereka
berkata kepada Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad kami menyediakan ini hanya untuk kamu,
tetapi ada satu syarat kamu jangan pernah mencaci maki tuhan kami”.

d. Kedatangan orang – orang Quraisy ke kaum Yahudi. Kemudian mereka para kaum Quraisy
bertanya mengenai bukti – bukti kebenaran yang dibawa nabi Musa dan bukti – bukti kebenaran
yang dibawa nabi Isa. Kaum Yahudi pun menjawab bahwa tangan dan tongkat nabi Musa mampu
bersinar putih, sedangkan nabi Isa mampu menyembuhkan mata buta, penyakit sopak, serta
mampu menghidupkan orang yang sudah mati.

5. Jelaskan asbabun nuzul dari Q.S. at-Taubah/9 : 105!

a. Bahwa mereka berusaha keras untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai
cara, diantaranya: Ditawarkan sebagai orang yang paling kaya di kota Mekkah, kemudian mereka
berkata kepada Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad kami menyediakan ini hanya untuk kamu,
tetapi ada satu syarat kamu jangan pernah mencaci maki tuhan kami”.

b. Menurut Ibnu Abbas berkenaan dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika
Rasulullah saw mengangkatnya sebagai pemimpin dalam sariyyah. As Sady berpendapat
bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika
keduanya diangkat oleh Rasulullah saw sebagai pemimpin dalam sariyah.

c. Mujahid mengatakan bahwa hal ini merupakan ancaman dari Allah terhadap orang- orang
yang menentang perintah-perintah-Nya, bahwa amal perbuatan mereka kelak akan
ditampilkan di hadapan Allah Swt. dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin. Hal ini
pasti akan terjadi kelak di hari kiamat, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt.

d. Kedatangan orang – orang Quraisy ke kaum Yahudi. Kemudian mereka para kaum Quraisy
bertanya mengenai bukti – bukti kebenaran yang dibawa nabi Musa dan bukti – bukti kebenaran
yang dibawa nabi Isa. Kaum Yahudi pun menjawab bahwa tangan dan tongkat nabi Musa mampu
bersinar putih, sedangkan nabi Isa mampu menyembuhkan mata buta, penyakit sopak, serta
mampu menghidupkan orang yang sudah mati.

6. Salah satu hikmah etos kerja dalam kehidupan bermasyarakat adalah :

a. Bersemangat dalam bekerja sampai melupakan ibadah shalat 5 waktu

b. Bekerja tidak mengenal lelah dan waktu


c. Bekerja merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup duniawi saja
d. Sarana beribadah kepada Allah Swt karena wujud pengabdian kepada Allah Swt
adalah dengan bekerja keras.
7. Mengapa kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan ?

a. Karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain

b. Untuk mendapatkan pahala saja

c. Kebaikan tidak bisa ditunda-tunda, melainkan harus segera dikerjakan karena kesempatan
hidup sangat terbatas

d. Karena ingin mendapatkan perhatian orang lain

8. Bagaimana penerapan Q.S. al-Māidah/5: 48 tentang Kompetisi dalam Kebaikan!

a. Berlomba-lomba menjadi juara kelas agar di puji teman

b. Selalu membantu kedua orang tua di rumah

c. Senang apabila mendapati saudara yang terkena musibah

d. Sering berbohong kepada kedua orang tua dan teman

9. Bagaimana Penerapan Perilaku Taat pada Aturan!

a. Melaksanakan ibadah shalat 5 waktu secara tertib

b. Menerobos lampu lalu lintas

c. Melanggar tata tertib sekolah

d. Membuang sampah sembarangan

10. Bagaimana jika ada pemimpin yang memerintahkan kamu untuk melakukan korupsi?

a. Menuruti apa yang diperintahkan pemimpin

b. Dipikir-pikir terlebih dahulu untuk memenuhi perintah pemimpin

c. Tidak mentaati perintah pemimpin karena melanggar syariat agama

d. Langsung menyanggupi tapi dengan memberikan syarat terlebih dahulu

Kunci Jawaban
1. A 6. D
2. B 7. C
3. B 8. B
4. A 9. A
5. C 10. C
Pedoman Penskoran
Skor maksimal 100
Skor yang diperoleh siswa di bagi skor maksimal dikalikan 100 %

Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik × 100


skor maksimal

3. Penilaian Keterampilan
Intrumen dan Pedoman Penskoran pada Penilaian Unjuk Kerja
“Membaca ayat Al-Qur’an”
Rubrik Pengamatannya sebagai berikut:
Aspek Yang
Jumlah Ketuntasan Tindak Lanjut
No Nama Siswa Dinilai Nilai
Skor
1 2 3 T TT R P
1.
2.
Dst

Aspek yang dinilai : 1. Kelancaran Skor 25 → 100


2. Makhraj Skor 25 → 100
3. Tajwid Skor 25 → 100
Skor maksimal.... 100
Rubrik penilaiannya adalah:
1) Jika peserta didik dapat membaca sangat lancar, benar makhraj dan tajwidnya skor 100.
2) Jika peserta didik dapat membaca lancar, tidak benar makhraj dan tajwidnya skor 75.
3) Jika peserta didik dapat membaca tidak lancar dan kurang sempurna, skor 50.
4) Jika peserta didik tidak dapat membaca , skor 25

Penilaian Diskusi
Peserta didik berdiskusi tentang memahami makna.
Aspek dan rubrik penilaian:
1. Kejelasan dan ke dalaman informasi

a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan ke dalaman informasi


lengkap dansempurna, skor 100.
b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi
lengkap dankurang sempurna, skor 75.
c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi
kurang lengkap, skor 50.
d. Jika kelompok tersebut tidak dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi,
skor 25.
2. Keaktifan dalam diskusi

a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 100.
b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 75.
c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 50.
d. Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi, skor 25.
3. Kejelasan dan kerapian presentasi/ resume

a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan sangat jelas dan rapi,
skor 100.
b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan jelas dan rapi, skor
75.
c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan sangat jelas dan
kurang rapi, skor 50.
d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan kurang jelas dan
tidak rapi, skor 25.

Contoh Tabel:
Aspek Yang Dinilai Ketuntasan Tindak Lanjut
Nama Siswa Jumlah
No Kejelasan dan Nilai
Skor T TT R R
Kedalaman Informasi
1.
2.
Dst

Anda mungkin juga menyukai