Anda di halaman 1dari 18

Tugas M 1, KB 3

Jawaban soal A: Mari membaca materi utama dan diskusi!

Materi yang Sulit Dipahami Hasil Diskusi


Sebagian besar materi yang Dari hasil diskusi dengan teman sejawat, kami menjadi
disajikan sudah cukup jelas, lebih mengerti dan paham serta sangat tertantang untuk
hanya saja kita harus benar- mempelajari dan menerapkan bentuk-bentuk implementasi
benar mempelajari secara pembelajaranberbagai model dan pendekatan yang ada.
mendalam bentuk-bentuk Dengan berbagai bentuk implementasi pembelajaran
implementasi pembelajaran tersebut, kami harus bisa memilah dan memilih jenis
masing model dan pendekatan materi pelajaran apa yang cocok dan sesuai dengan model
pembelajaranyang jenisnya atau pendekatan yang ada, sehingga pembelajaran akan
banyak sekali. lebih bervariasi dan lebih bermakna bagi siswa.

Materi-materi Penting Deskripsi Materi


Kekhasan bidang studi Hakikat mapel B. Indonesiaantara lain: Sarana berpikir, sarana
Bahasa Indonesia perekat bangsa, penghela ilmu pengetahuan, penghalus budi
pekerti, pelestari budaya bangsa.

Kekhasan bidang studi Matematika sebagai ilmu memiliki beberapa karakteristik yang
Matematika khas diantaranya: memiliki objek kajian yang abstrak, bertumpu
pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, konsisten dalam
sistemnya, memperhatikan semesta pembicaraan.

Kekhasan bidang studi Menurut BNSP (2006: 484) mata pelajaran IPA bertujuan agar siswa
IPA memiliki kemampuan sebagai berikut:
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa berdasarkan keberadaban, keindahan dan keteraturan alam
ciptaan-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep
IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari.
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran
adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA,
lingkungan, teknologi dan masyarakat.
d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam
sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara,
menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA
sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/ MTs.

Kekhasan bidang studi Secara rinci tujuan mata pelajaran IPS adalah agar siswa memiliki
IPS kemampuan:
a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya
b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa
ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
kehidupan sosial
c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal,
nasional, dan global.

Kekhasan bidang studi Secara khusus Tujuan PPKn yang berisikan keseluruhan dimensi
PPKn tersebut sehingga siswa mampu:
a. menampilkan karakter yang mencerminkan penghayatan,
pemahaman, dan pengamalan nilai dan moral Pancasila secara
personal dan sosial
b. memiliki komitmen konstitusional yang ditopang oleh sikap
positif dan pemahaman utuh tentang Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
c. berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta memiliki semangat
kebangsaan serta cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai
Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara
Kesatuan Republik Indonesia
d. berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai
anggota masyarakat, tunas bangsa, dan warga negara sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa yang hidup bersama dalam berbagai tatanan sosial budaya.

Kekhasan bidang studi Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan
SBdP aktivitas belajar yang menampilkan karya seni estetis, artistik, dan
kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan produk seni
budaya bangsa. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan
kemampuan siswa untuk memahami seni dalam konteks ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni serta berperan dalam
perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam
tingkat lokal, nasional, regional, maupun global.

Kekhasan bidang studi Tujuan mata pelajaran PJOK sesuai dengan ruanglingkup di atas
PJOK adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik
untuk mencapai pertubuhan dan perkembangan tubuh serta gaya
hidup aktif sepanjang hayat.
b. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola
kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat.
c. Mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik,
keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik
permainan dan olahraga serta konsep gerakan.
d. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui
internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin,
bertanggungjawab, kerjasama, pegendalian diri, kepemimpinan, dan
demokratis dalam melakukan aktivisas fisik.
e. Meletakkan dasar kompetitif diri (self competitive) yang sportif,
percaya diri,disiplin, dan jujur.
f. Menciptakan iklim sekolah yang lebih positif
g. Mengembangkan muatan lokal yang berkembang di masyarakat
h. Menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri
i. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk aktif dan
sehat sepanjang hayat, dan meningkatkan kebugaran pribadi.

Implementasi Implementasi pendekatan saintifik untuk setiap kegiatan pokok pada


pendekatan saintifik pendekatan saintifik berdasarkan Permendikbud Nomor 22 tahun
2016 adalah:
a. Kegiatan Mengamati
1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan membaca, melihat,
menyimak, menonton, mendengar, merasa, meraba, mencium dan
sebagainya dengan menggunakan panca indera (mata, hidung,
telinga, kulit dan lidah) tanpa atau menggunakan alat bantu
(teleskop, stetoskop, angket, kuesioner, interviu, dll.).
2) Kegiatan ini didasari oleh kesadaran akan objek observasi.
3) Hasil dari kegiatan mengamati adalah skema dari fakta/
fenomena.
4) Guru harus menyusun indikator-indikator pengamatan yang
dilakukan siswa.
5) Kompetensi yang dikembangkan pada langkah mengamati adalah
kesungguhan dan ketelitian.
6) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengamati sesuai dengan indikator.

b. Kegiatan Menanya
1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan membuat dan
mengajukan pertanyaan, tanya jawab dan sebagainya.
2) Kegiatan ini merupakan perwujudan dari rasa ingin tahu siswa
terhadap apa yang tidak dipahaminya.
3) Pada saat siswa menanya, guru harus memfokuskan pada
pertanyaan yang sesuai dengan cakupan materi.
4) Bentuk pertanyaan dari siswa dapat berupa pertanyaan faktual,
konseptual, prosedural atau hipotetik.

5) Guru harus menyusun indikator-indikator pertanyaan yang baik


dan tepat
6) Kegiatan menanya dapat mengembangkan kreativitas dan rasa
ingin tahu
7) Guru harus menilai proses pada saat siswa membuat, menyusun
dan menyampaikan pertanyaannya.

c. Kegiatan Mengumpulkan Informasi/ Mencoba


1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan eksperimen, mencoba
sesuatu, membuat sesuatu, mendemonstrasikan, meniru gerak,
membaca berbagai sumber, mewawancara narasumber dan
sebagainya.
2) Guru perlu menyusun indikator-indikator bahwa siswa
mengumpulkan informasi dengan benar dan tepat
3) Guru melakukan penilaian proses ketika siswa melaksanakan
kegiatan mengumpulkan informasi
4) Hasil dari kegiatan ini berupa data/ informasi

d. Kegiatan Menalar/ Mengasosiasi


1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan mengolah informasi,
menganalisis data, menemukan pola, menyimpulkan dan sebagainya.
2) Hasil dari kegiatan ini adalah data/ informasi yang telah diolah
dan digeneralisasi
3) Guru perlu merumuskan indikator-indikator bahwa siswa
melakukan kegiatan mengasosiasi dengan tepat
4) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengasosiasi

e. Kegiatan Mengomunikasikan
1) Kegiatan ini dapat dilakukan melalui presentasi, pajang karya,
menyajikan laporan secara lisan atau tertulis mulai dari proses, hasil
dan kesimpulan.
2) Guru harus merumuskan indikator-indikator bahwa siswa
mengomunikasikan dengan tepat
3) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengomunikasikan

Implementasi Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek


pembelajaran berbasis menurut Permendikbud tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar:
proyek 1. Penentuan pertanyaan mendasar.
2. Menyusun perencanaan proyek.
3. Menyusun jadwal.
4. Monitoring
5. Menguji hasil
6. Evaluasi pengalaman

Pendekatan belajar Implikasi dari pendekatan belajar konstruktivisme dalam


konstruktivisme pembelajaran meliputi empat tahapan yaitu, 1) eksplorasi
pengetahuan awal siswa (mengungkapkan konsepsi awal dan
membangkitkan motivasi), 2) pemberian pengalaman langsung, 3)
mengaktifkan interaksi sosial, 4) Pencapaian kepahaman.
Pembelajaran dengan Menurut Bae (2009) terdapat tujuh sintak dalam melakukan
pendekatan berbasis pembelajaran berbasis masalah ini yaitu dengan memulainya secara
masalah bertahap:
1) munculnya situasi masalah;
2) mengklarifikasi konsep dan informasi yang terlibat dengan
masalah;
3) mendefinisikan masalah;
4) menganalisis masalah;
5) membangun penjelasan;
6) kemandirian belajar yang dilakukan oleh siswa menggunakan
sumber belajar internet untuk membangun argumentasinya terhadap
masalah yang berkembang dan alternatif pemecahan masalahnya;
7) membuat penjelasan terhadap masalah dan alternatif solusinya.

Implementasi Langkah-langkah operasional implementasi Discovery Learning


pembelajaran Discovery dalam proses pembelajaran adalah:
a. Mengidentifikasi kebutuhan siswa;
b. Menyeleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian
konsep dan generalisasi pengetahuan;
c. Menyeleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
d. Membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa
serta peranan masing-masing siswa;
e. Mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
f. Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan
dipecahkan;
g. Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
h. Membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh
siswa;
i. Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang
mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
j. Memicu terjadinya interaksi antarsiswa ;
k. Membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil
penemuannya.

Tipe pembelajaran a. Make a match


kooperatif b. Snowball Throwing
c. Snowballing
d. Numbered Head Together (NHT)
e. Think Pair Share
f. Group Investigation
g. Creative problem solving
h. Think talk write
i. Two-stay two-stray
j. Team game tornament
k. Team assisted individualy
l. Role playing
m. CIRC

Jawaban soal B: Mari membaca materi penunjang dan diskusi!

Materi yang Sulit Dipahami Hasil Diskusi


Sebagian besar materi Tidak ada diskusi karena materi sama dengan materi
penunjang ppt1. kegiatan belajar utama kegiatan belajar 3.
3 isinya sama dengan materi
utama kegiatan belajar 3, jadi
menurut saya materi yang sulit
dipahami sama dengan jawaban
soal A

Materi-materi Penting Deskripsi Materi


Materi-materi penting Deskripsi materi penting sama dengan jawaban soal A
sama dengan jawaban
soal A

Jawaban soal C: Mari membaca literatur lainnya dan diskusi!

Sumber literasi: https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/3478

Materi yang Sulit Dipahami Hasil Diskusi


Pada literasi ini tidak ada materi Tidak ada diskusi tentang materi yang sulit karena materi
yang sulit untuk dipahami. yang disajikan dapat dipahami.

Materi-materi Penting Deskripsi Materi


Kekhasan bidang studi Dalam proses pembelajaran PJOK, pertumbuhan dan
PJOK di SD perkembangan intelektual, sosialdan emoslonal anak sebagian
besar terjadi melalui aktivitas gerak atau motorik yang dilakukan
anak.PJOK menekankan aspek pendidikan yang bersifat
menyeluruh antara lain kesehatan, kebugaranjasmani,
keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan
sosial, penalaran dan tindakan moral,yang merupakan tujuan
pendidikan pada umumnya. Atau secara spesifik melalui
pembelajaran pendidikanjasmani, siswa melakukan kegiatan
berupa permainan (game), dan berolahraga yang disesuaikan
denganpertumbuhan dan perkembangan anak

Jawaban soal D: Mari mengamati video pembelajaran!

Bidang Studi yang Pendekatan Deskripsi Aktivitas Guru dan Siswa


Dipadukan Pembelajaran yang
Relevan
Video 1: Pendekatan Saintifik  Setelah mempersiapkan siswa untuk
Pembelajaran belajar dan menyampaikan tujuan
Tematik kelas 1 pembelajaran, guru memandu siswa
dengan tema alat- untuk mengambil alat dan bahan
alat kebersihan. pembelajaran (alat-alat kebersihan).
Bidang studi yang  Siswa mengamati bahan pembelajaran
paling tampak (alat-alat kebersihan).
adalah Bahasa  Guru bertanya pada siswa tentang alat-
Indonesia alat kebersihan yang ada.
 Siswa melihat, meraba dan
menyampaikan pendapat tentang alat
dan bahan pembelajaran.
 Guru memberi tugas kelompok.
 Siswa membuat puisi sesuai dengan
alat kebersihan yang ada di dalam
kelompok.
 Siswa saling mengoreksi hasil karya
teman dikelompoknya.
 Guru memandu siswa menyampaikan
hasil koreksi untuk perbaikan.
 Siswa mempresentasikan dengan
memodelkan pembacaan puisi yang
dibuatnya di depan kelas.
 Hasil karya siswa dipajang di papan
pajangan.
 Guru memberi penilaian hasil karya
siswa.

Video 2: Pendekatan Kontekstual  Guru memandu siswa untuk


Pembelajaran (Model pembelajaran mengambil benda berbentuk tabung
Matematika Kelas kooperatif) ruang yang ada di sekitar kelas.
VI pokok bahasan  Siswa dalam kelompok aktif bekerja
Menghitung volume sama menemukan cara menghitung
tabung. volume tabung.
 Siswa mempresentasikan hasil karya
kelompok.
 Siswa secara individu membuat soal
yang berkaitan dengan volume tabung.
 Siswa mengerjakan soal yang dibuat
oleh teman dari kelompok lain.
 Guru membimbing siswa yang
mengalami kesulitan.
 Siswa pembuat soal mengoreksi hasil
pekerjaan temannya.
 Siswa memajang hasil karya yang
telah diperbaiki.
 Guru memberi komentar pada hasil
karya tersebut.

Video 3: Pembelajaran dengan  Guru memotivasi siswa dengan


Pembelajaran IPA pendekatan berbasis memberi pertanyaan yang jawabannya
SMP/MTs kelas penemuan (Discovery akan dibuktikan melalui kegiatan
VIII Pokok bahasan learning) eksperimen.
peran kalor dalam  Siswa memahami tugas yang ada di
mengubah wujud lembar kerja dan menyiapkan bahan-
zat dan suhu suatu bahan yang akan digunakan dalam
benda. kegiatan eksperimen.
 Siswa melakukan kegiatan eksperimen
yang dilakukan secara kooperatif dan
kontekstual.
 Siswa mengamati,mencatat setiap
proses dan perubahan yang terjadi
pada alat dan bahan eksperimen.
 Siswa mempresentasikan hasil laporan
kegiatan eksperimen kelompoknya.
 Guru memandu siswa untuk
menyimpulkan dan menemukan rumus
kalor.
 Siswa memajang hasil laporan
kegiatan belajarnya.

Video 4: Pendekatan  Guru menugaskan siswa secara


Pembelajaran IPS Konstruktivisme individu untuk mengidentifikasi
SMP/MTs kelas masalah yang terjadi di Indonesia
VIII pokok bahasan melalui media koran.
mencari solusi  Tiap kelompok menentukan satu
permasalahn masalah terpenting untuk dipecahkan
Indonesia sebagai bersama.
negara berkembang  Dalam kelompok, siswa berdiskusi
mencari alternatif pemecahan dari
masalah yang dipilih.
 Tiap kelompok mempresentasikan
hasil karya dan hasil diskusi kelompok
mereka.
 Kelompok lain menanggapi hasil
presentasi kelompok temannya.
 Guru menilai hasil karya tiap
kelompok.

Jawaban soal E: Mari membuat laporan!

LAPORAN HASIL BACAAN, DISKUSI, DAN PENGAMATAN VIDEO


TENTANG KEKHASAN BIDANG STUDI dan IMPLEMENTASI
PENDEKATAN PEMBELAJARAN di SD

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran yang efektif didesain oleh guru dengan memperhatikan kekhasan


bidang studi, materi dan siswa. Kekhasan tentang bagaimana seharusnya guru mendidik dan
memfasilitasi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik bidang studi disebut pedagogi
khas bidang studi. Dalam pembelajaran, kekhasan pedagogi bidang studi ini dapat dilihat dari
perencanaan pembelajaran yang telah disusun oleh guru.

Pendekatan pembelajaran adalah cara pendang guru terhadap proses pembelajaran


yang dilatarbelakangi dengan landasan konsep tertentu dan dihasilkan dari kajian teoritik.
Pendekatan pembelajaran yang dipilih guru akan memiliki konsekuensi terhadap pemilihan
strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Implementasi
pembelajaran sangat bergantung pada pendekatan pembelajaran apa yang akan dipilih guru
yang juga disesuaikan dengan kekhasan masing-masing bidang studi.

Mengingat pentingnya mengetahui kekhasan bidang studi dan pendekatan


pembelajaran, maka seorang guru harus paham betul apa saja kekhasan bidang studi dan
pendekatan pembelajaran beserta implementasinya, agar nantinya dapat menerapkan
pembelajaran yang tepat dalam setiap pembelajaran. Oleh sebab itu guru perlu membaca,
melakukan diskusi, dan melakukan pengamatan video tentang kekhasan bidang studi dan
implementasi pendekatan pembelajaran di SD.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui:


1. Hasil bacaan tentang kekhasan bidang studi dan implementasi pendekatan pembelajaran
di SD.
2. Hasil diskusi tentang kekhasan bidang studi dan implementasi pendekatan pembelajaran
di SD.
3. Hasil pengamatan video tentang kekhasan bidang studi dan implementasi pendekatan
pembelajaran di SD.
1.3 Manfaat

Manfaat penulisan laporan ini adalah sebagai bahan untuk memperkaya ilmu
pengetahuan dan menambah wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kekhasan
bidang studi dan implementasi pendekatan pembelajaran di SD.

BAB II ISI

2.1 Hasil Bacaan Tentang Kekhasan Bidang Studi dan Implementasi Pendekatan
Pembelajaran di SD.

Setelah penulis membaca, dan memahami isi bacaan pada materi utama kegiatan
belajar 3, materi penunjang kegiatan belajar 3, dan literasi tentang kekhasan bidang studi dan
implementasi pendekatan pembelajaran di SD, ada materi yang sulit dipahami yaitu tentang
bentuk-bentuk implementasi pembelajaran masing-masing model dan pendekatan
pembelajaran yang jenisnya banyak sekali.

Selain beberapa materi yang sulit dipahami, penulis juga dapat mencatat hal-hal
penting yang perlu diketahui dan dipahami seorang pendidik, diantaranya:

Materi-materi Penting Deskripsi Materi


Kekhasan bidang studi Hakikat mapel B. Indonesiaantara lain: Sarana berpikir, sarana
Bahasa Indonesia perekat bangsa, penghela ilmu pengetahuan, penghalus budi
pekerti, pelestari budaya bangsa.

Kekhasan bidang studi Matematika sebagai ilmu memiliki beberapa karakteristik yang
Matematika khas diantaranya: memiliki objek kajian yang abstrak, bertumpu
pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, konsisten dalam
sistemnya, memperhatikan semesta pembicaraan.

Kekhasan bidang studi Menurut BNSP (2006: 484) mata pelajaran IPA bertujuan agar siswa
IPA memiliki kemampuan sebagai berikut:
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa berdasarkan keberadaban, keindahan dan keteraturan alam
ciptaan-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep
IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari.
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran
adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA,
lingkungan, teknologi dan masyarakat.
d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam
sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara,
menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA
sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/ MTs.

Kekhasan bidang studi Secara rinci tujuan mata pelajaran IPS adalah agar siswa memiliki
IPS kemampuan:
a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya
b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa
ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
kehidupan sosial
c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal,
nasional, dan global.

Kekhasan bidang studi Secara khusus Tujuan PPKn yang berisikan keseluruhan dimensi
PPKn tersebut sehingga siswa mampu:
a. menampilkan karakter yang mencerminkan penghayatan,
pemahaman, dan pengamalan nilai dan moral Pancasila secara
personal dan sosial
b. memiliki komitmen konstitusional yang ditopang oleh sikap
positif dan pemahaman utuh tentang Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
c. berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta memiliki semangat
kebangsaan serta cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai
Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara
Kesatuan Republik Indonesia
d. berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai
anggota masyarakat, tunas bangsa, dan warga negara sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa yang hidup bersama dalam berbagai tatanan sosial budaya.

Kekhasan bidang studi Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan
SBdP aktivitas belajar yang menampilkan karya seni estetis, artistik, dan
kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan produk seni
budaya bangsa. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan
kemampuan siswa untuk memahami seni dalam konteks ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni serta berperan dalam
perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam
tingkat lokal, nasional, regional, maupun global.

Kekhasan bidang studi Tujuan mata pelajaran PJOK sesuai dengan ruanglingkup di atas
PJOK adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik
untuk mencapai pertubuhan dan perkembangan tubuh serta gaya
hidup aktif sepanjang hayat.
b. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola
kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat.
c. Mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik,
keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik
permainan dan olahraga serta konsep gerakan.
d. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui
internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin,
bertanggungjawab, kerjasama, pegendalian diri, kepemimpinan, dan
demokratis dalam melakukan aktivisas fisik.
e. Meletakkan dasar kompetitif diri (self competitive) yang sportif,
percaya diri,disiplin, dan jujur.
f. Menciptakan iklim sekolah yang lebih positif
g. Mengembangkan muatan lokal yang berkembang di masyarakat
h. Menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri
i. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk aktif dan
sehat sepanjang hayat, dan meningkatkan kebugaran pribadi.

Implementasi Implementasi pendekatan saintifik untuk setiap kegiatan pokok pada


pendekatan saintifik pendekatan saintifik berdasarkan Permendikbud Nomor 22 tahun
2016 adalah:
a. Kegiatan Mengamati
1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan membaca, melihat,
menyimak, menonton, mendengar, merasa, meraba, mencium dan
sebagainya dengan menggunakan panca indera (mata, hidung,
telinga, kulit dan lidah) tanpa atau menggunakan alat bantu
(teleskop, stetoskop, angket, kuesioner, interviu, dll.).
2) Kegiatan ini didasari oleh kesadaran akan objek observasi.
3) Hasil dari kegiatan mengamati adalah skema dari fakta/
fenomena.
4) Guru harus menyusun indikator-indikator pengamatan yang
dilakukan siswa.
5) Kompetensi yang dikembangkan pada langkah mengamati adalah
kesungguhan dan ketelitian.
6) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengamati sesuai dengan indikator.

b. Kegiatan Menanya
1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan membuat dan
mengajukan pertanyaan, tanya jawab dan sebagainya.
2) Kegiatan ini merupakan perwujudan dari rasa ingin tahu siswa
terhadap apa yang tidak dipahaminya.
3) Pada saat siswa menanya, guru harus memfokuskan pada
pertanyaan yang sesuai dengan cakupan materi.
4) Bentuk pertanyaan dari siswa dapat berupa pertanyaan faktual,
konseptual, prosedural atau hipotetik.
5) Guru harus menyusun indikator-indikator pertanyaan yang baik
dan tepat
6) Kegiatan menanya dapat mengembangkan kreativitas dan rasa
ingin tahu
7) Guru harus menilai proses pada saat siswa membuat, menyusun
dan menyampaikan pertanyaannya.

c. Kegiatan Mengumpulkan Informasi/ Mencoba


1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan eksperimen, mencoba
sesuatu, membuat sesuatu, mendemonstrasikan, meniru gerak,
membaca berbagai sumber, mewawancara narasumber dan
sebagainya.
2) Guru perlu menyusun indikator-indikator bahwa siswa
mengumpulkan informasi dengan benar dan tepat
3) Guru melakukan penilaian proses ketika siswa melaksanakan
kegiatan mengumpulkan informasi
4) Hasil dari kegiatan ini berupa data/ informasi

d. Kegiatan Menalar/ Mengasosiasi


1) Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan mengolah informasi,
menganalisis data, menemukan pola, menyimpulkan dan sebagainya.
2) Hasil dari kegiatan ini adalah data/ informasi yang telah diolah
dan digeneralisasi
3) Guru perlu merumuskan indikator-indikator bahwa siswa
melakukan kegiatan mengasosiasi dengan tepat
4) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengasosiasi

e. Kegiatan Mengomunikasikan
1) Kegiatan ini dapat dilakukan melalui presentasi, pajang karya,
menyajikan laporan secara lisan atau tertulis mulai dari proses, hasil
dan kesimpulan.
2) Guru harus merumuskan indikator-indikator bahwa siswa
mengomunikasikan dengan tepat
3) Guru harus menilai proses ketika siswa melakukan kegiatan
mengomunikasikan

Implementasi Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek


pembelajaran berbasis menurut Permendikbud tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar:
proyek 7. Penentuan pertanyaan mendasar.
8. Menyusun perencanaan proyek.
9. Menyusun jadwal.
10. Monitoring
11. Menguji hasil
12. Evaluasi pengalaman
Pendekatan belajar Implikasi dari pendekatan belajar konstruktivisme dalam
konstruktivisme pembelajaran meliputi empat tahapan yaitu, 1) eksplorasi
pengetahuan awal siswa (mengungkapkan konsepsi awal dan
membangkitkan motivasi), 2) pemberian pengalaman langsung, 3)
mengaktifkan interaksi sosial, 4) Pencapaian kepahaman.

Pembelajaran dengan Menurut Bae (2009) terdapat tujuh sintak dalam melakukan
pendekatan berbasis pembelajaran berbasis masalah ini yaitu dengan memulainya secara
masalah bertahap:
1) munculnya situasi masalah;
2) mengklarifikasi konsep dan informasi yang terlibat dengan
masalah;
3) mendefinisikan masalah;
4) menganalisis masalah;
5) membangun penjelasan;
6) kemandirian belajar yang dilakukan oleh siswa menggunakan
sumber belajar internet untuk membangun argumentasinya terhadap
masalah yang berkembang dan alternatif pemecahan masalahnya;
7) membuat penjelasan terhadap masalah dan alternatif solusinya.

Implementasi Langkah-langkah operasional implementasi Discovery Learning


pembelajaran Discovery dalam proses pembelajaran adalah:
a. Mengidentifikasi kebutuhan siswa;
b. Menyeleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian
konsep dan generalisasi pengetahuan;
c. Menyeleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
d. Membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa
serta peranan masing-masing siswa;
e. Mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
f. Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan
dipecahkan;
g. Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
h. Membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh
siswa;
i. Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang
mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
j. Memicu terjadinya interaksi antarsiswa ;
k. Membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil
penemuannya.

Tipe pembelajaran n. Make a match


kooperatif o. Snowball Throwing
p. Snowballing
q. Numbered Head Together (NHT)
r. Think Pair Share
s. Group Investigation
t. Creative problem solving
u. Think talk write
v. Two-stay two-stray
w. Team game tornament
x. Team assisted individualy
y. Role playing
z. CIRC

2.2 Hasil Diskusi Tentang Kekhasan Bidang Studi dan Implementasi Pendekatan
Pembelajaran di SD.

Setelah penulis menemukan beberapa materi yang sulit dipahami, penulis melakukan
diskusi dengan teman sejawat di sekolah tentang materi tersebut dan hasil diskusi tersebut
yaitu kami menjadi lebih mengerti dan paham serta sangat tertantang untuk mempelajari dan
menerapkan bentuk-bentuk implementasi pembelajaranberbagai model dan pendekatan yang
ada. Dengan berbagai bentuk implementasi pembelajaran tersebut, kami harus bisa memilah
dan memilih jenis materi pelajaran apa yang cocok dan sesuai dengan model atau pendekatan
yang ada, sehingga pembelajaran akan lebih bervariasi dan lebih bermakna bagi siswa.

2.3 Hasil Pengamatan Video Tentang Kekhasan Bidang Studi dan Implementasi Pendekatan
Pembelajaran di SD.

Dari hasil pengamatan video pembelajaran tentang kekhasan bidang studi dan
implementasi pendekatan pembelajaran di SD, dapat penulis laporkan hasil pengamatan sebagai
berikut:

Bidang Studi yang Pendekatan Deskripsi Aktivitas Guru dan Siswa


Dipadukan Pembelajaran yang
Relevan
Video 1: Pendekatan Saintifik  Setelah mempersiapkan siswa untuk
Pembelajaran belajar dan menyampaikan tujuan
Tematik kelas 1 pembelajaran, guru memandu siswa
dengan tema alat- untuk mengambil alat dan bahan
alat kebersihan. pembelajaran (alat-alat kebersihan).
Bidang studi yang  Siswa mengamati bahan pembelajaran
paling tampak (alat-alat kebersihan).
adalah Bahasa  Guru bertanya pada siswa tentang alat-
Indonesia alat kebersihan yang ada.
 Siswa melihat, meraba dan
menyampaikan pendapat tentang alat
dan bahan pembelajaran.
 Guru memberi tugas kelompok.
 Siswa membuat puisi sesuai dengan
alat kebersihan yang ada di dalam
kelompok.
 Siswa saling mengoreksi hasil karya
teman dikelompoknya.
 Guru memandu siswa menyampaikan
hasil koreksi untuk perbaikan.
 Siswa mempresentasikan dengan
memodelkan pembacaan puisi yang
dibuatnya di depan kelas.
 Hasil karya siswa dipajang di papan
pajangan.
 Guru memberi penilaian hasil karya
siswa.

Video 2: Pendekatan Kontekstual  Guru memandu siswa untuk


Pembelajaran (Model pembelajaran mengambil benda berbentuk tabung
Matematika Kelas kooperatif) ruang yang ada di sekitar kelas.
VI pokok bahasan  Siswa dalam kelompok aktif bekerja
Menghitung volume sama menemukan cara menghitung
tabung. volume tabung.
 Siswa mempresentasikan hasil karya
kelompok.
 Siswa secara individu membuat soal
yang berkaitan dengan volume tabung.
 Siswa mengerjakan soal yang dibuat
oleh teman dari kelompok lain.
 Guru membimbing siswa yang
mengalami kesulitan.
 Siswa pembuat soal mengoreksi hasil
pekerjaan temannya.
 Siswa memajang hasil karya yang
telah diperbaiki.
 Guru memberi komentar pada hasil
karya tersebut.

Video 3: Pembelajaran dengan  Guru memotivasi siswa dengan


Pembelajaran IPA pendekatan berbasis memberi pertanyaan yang jawabannya
SMP/MTs kelas penemuan (Discovery akan dibuktikan melalui kegiatan
VIII Pokok bahasan learning) eksperimen.
peran kalor dalam  Siswa memahami tugas yang ada di
mengubah wujud lembar kerja dan menyiapkan bahan-
zat dan suhu suatu bahan yang akan digunakan dalam
benda. kegiatan eksperimen.
 Siswa melakukan kegiatan eksperimen
yang dilakukan secara kooperatif dan
kontekstual.
 Siswa mengamati,mencatat setiap
proses dan perubahan yang terjadi
pada alat dan bahan eksperimen.
 Siswa mempresentasikan hasil laporan
kegiatan eksperimen kelompoknya.
 Guru memandu siswa untuk
menyimpulkan dan menemukan rumus
kalor.
 Siswa memajang hasil laporan
kegiatan belajarnya.

Video 4: Pendekatan  Guru menugaskan siswa secara


Pembelajaran IPS Konstruktivisme individu untuk mengidentifikasi
SMP/MTs kelas masalah yang terjadi di Indonesia
VIII pokok bahasan melalui media koran.
mencari solusi  Tiap kelompok menentukan satu
permasalahn masalah terpenting untuk dipecahkan
Indonesia sebagai bersama.
negara berkembang  Dalam kelompok, siswa berdiskusi
mencari alternatif pemecahan dari
masalah yang dipilih.
 Tiap kelompok mempresentasikan
hasil karya dan hasil diskusi kelompok
mereka.
 Kelompok lain menanggapi hasil
presentasi kelompok temannya.
 Guru menilai hasil karya tiap
kelompok.

BAB III KESIMPULAN

Tiap bidang studi pada dasarnya memiliki kekhasan tersendiri. Guru perlu memahami
betul kekhasan yang dimiliki tiap bidang studi tersebut sehingga dapat menentukan
pendekatan pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran. Ada beberapa
jenis pendekatan pembelajaran, seperti pendekatan Kontekstual, pendekatan Saintifik,
pendekatan Konstruktivisme, dan pendekatan berbasis masalah. Dengan memadu madankan
antara kekhasan bidang studi dan pendekatan yang ada diharapkan tujuan pembelajaran
dalam setiap pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.