Anda di halaman 1dari 2

TANYA JAWAB PEMBELAJARAN IPA DI SD KELOMPOK 7

TRY BUDIARTI

RISYA NUR KASIH

SAHDAM HUSEIN

PERTANYAAN SESI 1

1. Apakah evaluasi akan mempengaruhi mutu sekolah? Coba jelaskan(MIA TRIANITA)


2. Evaluasi yang baik harus terdiri darikegiatan pengukuran dan pemilihan, jelaskan mengapa
kegiatan evaluasi harus melibatkan hal tersebut?(SRI DAMAYANTI)
3. pada alat evaluasi proses pembelajaran IPA ntuk menentukan hati nurani. penilaian afektif
seperti apa yang perlu diperhatikan, jelaskan!(MUNAWIR AZIZ)
JAWABAN SESI 1
1. iya, evaluasi sekolah mempengaruhi mutu sekolah. Karena evaluasi merupakan proses untuk
menemukan nilai kualitas / mutu sekolah. Hasil evaluasi menemukan akreditasi sekolah
yaitu pengakuan terhadap Lembaga Pendidikan yang diberikan oleh Lembaga yang
berwenang setelah dinilai bahwa Lembaga/ sekolah tersebut memenuhi kriteria tertentu.
( Try budiarti)
2. sesuai dengan tujuan evaluasi yaitu mendeskripsikan kemampuan belajar siswa, maka dalam
upaya untuk mendeskripsiskan belajar siswa seorang guru harus menetapkan satuan
penilaian yang dapat diselaraskan dan mudah dibaca oleh orang lain. Dan dalam sebuah nilai
juga terdapat ukuran yang menjadi acuan hasil belajar siswa dapat dikatakan sangat baik,
baik dan cukup. (Risya nur kasih).
3. Penilaian afektif yg diperlukan:
1 Sikap Menerima
2 Sikap menanggapi
3 sikap menghargai
4 kemampuan mengatur diri
5 perilaku yang menjadi pola hidup.
Dalam hal penilaian ini, kita sebagai guru
Lebih mudah melatih anak didik untuk menghapal, memahami, menerapkan hukum,
peraturan, dan sebagainya yang sifatnya kognitif daripada melatih anak didik supaya
berdisiplin, menghargai pendapat orang lain, tenggang rasa, tepat waktu, mau bekerja sama,
dan sebagainya. Latihan ranah afektif dilakukan terus-menerus selama proses pembelajaran
agar sikap mejadi pola hidup. Misal yang dilatih adalah sikap disiplin. Kita sebagai guru
mengamati dan mengobservasi apakah siswa tepat waktu dalam hal:
Datang di kelas/sekolah
Membayar uang sekolah
Mengikuti upacara benderaMengerjakan pekerjaan rumah
Mengerjakan tugas Mengerjakan shalat tepat waktu
Menepati janji,Alat yang digunakan untuk menentukan adanya perubahan selama pelatihan
ini adalah kita bisa lakukan dengan melalui observasi.( Risya Nur Kasih)
SESI 2
1. Salah satu penyebab kegagalan Evaluasi adalah guru mengutamakan pencapaian target
kurikulum semata, sehingga jarang memperhatikan kemampuan daya serap anak
terhadap materi pelajaran. Jelaskan mengapa pengetahuan mengenai daya serap anak
begitu penting dalam pelaksanaan evaluasi!(LINA SUSANTI)
Jawaban:
Menurut pendapat kelompok saya pengetahuan mengenai daya serap begitu penting
dalam pelaksanaan evaluasi karena daya serap siswa merupakan aspek dasar yang harus
diketahui oleh guru sebelum melanjutkan pada materi sebelumnya, hal ini agar tidak
terjadi kesenjangan yang terlalu jauh antarsiswa dan hal ini pun sangat penting dalam
melanjutkan materi pembelajaran. Jika saja seorang guru lebih menitikberatkan pada
penyelesaian kurikulum dibandingkan dengan daya serap siswa maka sangat
dimungkinkan akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara siswa yang memiliki daya
serap tinggi dan siswa yang memiliki daya serap rendah. Oleh karena itu, untuk
menghindari kesenjangan tersebut sebagai salah satu alternatif dalam penentuan
langkah kebijakan dalam evaluasi pendidikan adalah dengan mengubah metode
pembelajaran yang dilakukan oleh guru, yaitu melibatkan siswa yang mempunyai daya
serap tinggi menjadi tutor bagi teman sekelasnya yang mempunyai daya serap tinggi.
Sehingga dengan metode ini diharapkan setiap siswa memiliki pengalaman belajar yang
berbeda serta menerapkan system belajar social learning dan memudahkan dalam
pengambilan kebijakan ketika dilaksanakan evaluasi.

alat dan teknik yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam
mencapai suatu kompetensi adalah Tes dan non tes. (NOPRIADI)

2. bisakah alat ukur tes objektif atau uraian untuk mengukur evaluasi ranah afektif dan
psikomotorik? (NOPRIADI)
JAWABAN:
tidak bisa karena penilaian tes tersebut merupakan ranah penilaian kognitif. Tidak bisa
dilakukan di ranah afektif dan psikomotorik. Mengapa demikian karena penilaian afektif
mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai sedangkan
penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan observasi atau
pengamatan.(MUNAWIR AZIZ)
3. Bagaimana seorang Guru sebagai pendidik bisa mengeahui adanya peningkatan pada
kemampuan ranah kognitif, ranah afektif , dan ranah psikomotor coba anda jelaskan
dengan contoh, pada setiap masing-masing kemampuan 3 ranah tersebut?(TRI PUSPITA
SARI)
JAWABAN:
Cara mengetahui nya yaitu dengan penilaian proses yang sifatnya kognitif dilaksanakan
dengan lisan atau tertulis dalam bentuk pertanyaan esai objektif, atau bentuk tes
objektif contohnya : campuran gas apa saja yang terdapat di udara?
Penilain proses belajar psikomotor dan afektif biasanya dilaksanakan melalui observasi.
Hasil penilaian proses digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran bukan untuk
memnentukan nilai peserta didik. Contoh psikomotor yaitu: cara pertama yaitu
menelungkupkan gelas pada lilin, cara menyalakan lilin, cara menuangkan air ke dalam
bejana.
Contohnya : kualitas keterampilan a. cara memilih alat dan bahan yang sesuai, cara
menyalakan lilin,cara ,eletakkan batang pengangga.(Try budiarti).

Anda mungkin juga menyukai